Laporan PKL Di PJU

Click here to load reader

  • date post

    20-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.194
  • download

    266

Embed Size (px)

description

123

Transcript of Laporan PKL Di PJU

Laporan PKLKATA PENGANTARAssaalamualaikum wr.wb,,,,

Puji syukur pada ALLAH SWT penulis panjatkan yang telah melimpahkan rahmat hidayah NYA atas tersusunnya laporan Praktek Kerja Lapangan. Praktek Kerja Lapangan itu sendiri merupakan tugas wajib bagi mahasiswa program Diploma 3 jurusan tekhnik elektronika Politekhnik Muhammadiyah Pekalongan.

Penyusunan Praktek Kerja Lapangan ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program diploma 3 jurusan takhnik elektro.

Laporan Praktek Kerja Lapangan ini dapat selesai kaerena adanya bantuan dari banyak pihak.

Untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Khoirul Anam, ST selaku direktur Politekhnik Muhammadiyah Pekalongan.

2. Bapak Ery Gunawan, ST selaku Kepala jurusan dan pembimbing tekhnik elektro Politekhnik Muhammadiyah Pekalongan

3. Bapak Wahyu Hidayat selaku Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum DPU Kota Pekalongan.

4. Teman Teman kru PJU DPU Kota Pekalongan.

5. Rekan Rekan mahasiswa angkatan 2010 di Politekhnik Muhammadiyah Pekalongan yang telah memberikan semangat dan saran.

Demikianlah penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan ini, atas saran dan kritiknya penulis mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalamuallaikum wr, wb,,,,,,

Pekalongan, Januari 2013

Bambang Supriyono

BAB 111JENIS JENIS LAMPU PENERANGAN JALAN UMUMSuatu penerangan diperlukan oleh manusia untuk mengenali suatu obyek yang gelap secara visual. Penerangan jalan umum dibuat untuk mempermudah dan membantu manusia dalam melihat obyek di jalan pada waktu malam hari atau suasana gelap. Penerangan jalan umum mempunyai 3 fungsi, yaitu sebagai fungsi keamanan, fungsi ekonomi dan fungsi estetika. Suatu kota tanpa lampu penerangan jalan akan seperti kota mati, dan dimungkinkan akan terjadi banyak kasus kejahatan kejahatan,kecelakaan, dan akan sangat berdampak buruk terhadap kehidupan sosial kota pada malam hari. Suatu kota dengan penerangan lampu jalan baik, akan mengangkat wajah kota menjadi lebih baik, cantik dan indah, selain berdampak lebih baik terhadap kehidupan sosial masyarakat kota. Salah satu pembangunan infrastruktur perkotaan adalah pembangunan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum. Dalam pelaksanaan pembangunan lampu penerangan jalan umum diperlukan perencanaan yang baik, sehingga pemasangan lampu penerangan jalan umum tersebut mempunyai efisiensi yang relatif

tingi, mempunyai kuat penerangan yang cukup dan biaya operasionalnya yang murah. Salah satu cara untuk memperoleh tujuan perencanaan tersebut adalah pemilihan jenis lampu yang tepat, yang akan digunakan sebagai lampu penerangan jalan umum.

Terdapat beberapa jenis Lampu Penerangan Umum yang sering digunakan selama ini yaitu :

1. LAMPU HPL N

2. LAMPU SON T

3. LAMPU LVD

4. LAMPU NEON

111.1. Lampu HPL-N High Preasure LampGambar 2. Konstruksi Lampu HPL N

Lampu HPL N adalah jenis lampu merkuri fluoresen bertekanan tinggi, di mana lampu jenis merupakan keluarga lampu tabung. HPL N adalah nama produk dari lampu jenis merkuri fluoresen yang dikenal di Eropa. Di Inggris dan Australia lampu merkuri fluoresen bertekanan tinggi dikenal dengan nama MBF, di Amerika dikenal dengan nama HX dan DX, sedangkan di Jepang lebih dikenal dengan nama HF.

Prinsip kerja lampu merkuri sama dengan prinsip kerja lampu tabung fluoresen, di mana cahaya yang dihasilkan berdasarkan terjadinya lucutan elektron (electron discharge) di dalam tabung lampu. Konstruksi lampu merkuri berbeda dengan konsruksi lampu fluoresen. Lampu merkuri terdiri dari dua

tabung, yaitu tabung dalam yang disebut Arc Tube dan tabung luar yang disebut bohlam (Bulb). Tabung dalam diisi merkuri yang berguna untuk menghasilkan radiasi ultraviolet dan gas argon yang berfungsi untuk keperluan starting. Sedangkan bohlam luar berfungsi sebagai tabung dan menjaga kestabilan suhu di sekitar tabung. Lampu jenis ini harus menggunakan ballast untuk membatasi arus listrik. Biasanya ballast lampu merkuri berupa reaktor autotrafo, tergantung dari karakteristiknya. Lampu merkuri bekerja pada daya yang rendah. Pada dasarnya, jenis sinar yang dihasilkan oleh lampu merkuri

adalah dominan radiasi ultraviolet yang harus diubah menjadi cahaya tampak (Visible light) dengan cara melapisi dinding bagian dalam bohlam dengan serbuk phospor, sama halnya dengan lampu flouresen.

Lampu HPL N atau lampu merkuri bertekanan tinggi fuoresen mempunyai umur rata- rata 12.000 jam sampai 20.000 jam. Sedangkan fluks cahaya yang dihasilkan berkisar antara 1.800 lumen sampai 54.200 lumen. Karena colour renderingnya cukup baik, sehingga lampu ini baik digunakan untuk penerangan jalan umum dan industri.

111.2.Lampu SON TGambar 3. Konstruksi Lampu SON T

Lampu sodium tekanan tinggi lebih sering disebut lampu SON T . Prinsip kerjanya sama dengan lampu sodium tekanan rendah atau SOX E, yaitu berdasarkan pelepasan elektron di dalam

tabung lampu. Lampu sodium tekanan tinggi SON maupun sodium tekanan rendah SOX adalah

keluarga lampu tabung atau discharge lamp. Sesuai dengan namanya, lampu ini mempunyai

tekanan gas di dalam tabungnya kira-kira 250 mm Hg, sehingga temperatur kerja tabung lampu ini juga tinggi.

Lampu jenis ini harus menggunakan ballast untuk membatasi arus listrik. Biasanya ballast lampu merkuri berupa reaktor autotrafo, tergantung dari karakteristiknya. Lampu merkuri bekerja pada daya yang rendah. Selai balast lampu sodium pemasangannya juga harus menggunakan ignitor sebagai penaik tegangan dari 220 v menjadi 0,5 kva. Pada dasarnya, jenis sinar yang dihasilkan oleh lampu merkuri Lampu sodium tekanan tinggi terdiri dari dua tabung, yaitu tabung gas atau arc tube, dan tabung luar atau bohlam. Tabung gas terbuat dari bahan yang tahan terhadap uap sodium yang harus bekerja pada temperatur tingi, misalnya stellox. Di dalam tabung gas diisikan sodium dan merkuri. Merkuri berfungsi untuk menaikkan tekanan gas dan tegangan kerja lampu sampai batas tertentu. Selain sodium dan merkuri, di dalam tabung gas juga dimasukkan gas mulia Neon untuk keperluan starting. Bohlam luar terbuat dari gelas yang sama sekali terpisah dari udara luar. Bohlam ini berfungsi untuk mencegah tabung gas dari kerusakan akibat bahan kimia dan juga berfungsi untuk mempertahankan kestabilan temperatur tabung gas. Karena diameter tabung gas terlalu kecil, maka lampu sodium tekanan tinggi tidak

Pemakaian energi listrik saat ini besar sekali bahkan permintaan energi listrik mengalami kenaikan cukup tinggi begitu pula dengan tarif dasar listrik (TDL) juga mengalami kenaikan.hal ini sering menjadi masalah bagi masyarakat umum..?? Untuk mengoptimalkan energi listrik diantaranya dengan meningkatkan faktor daya atau disebut perbaikan faktor daya. Lampuhigh pressurelamp (HPL) 250 Watt yang dijual dipasaran ternyata mempunyai daya nyata yang lebih tinggi yakni 469,48 Watt. Kenaikan daya nyata tersebut disebabkan oleh ballasthigh pressure lamp(HPL), karena dalam penyalaan lampu high pressure lamp (HPL), ballast high pressure lamp (HPL) memerlukandaya yangbesar. Pemasangan kapasitor secara parallel (4 F) dapat membuat daya nyata dari lampu high pressurelamp (HPL) menjadi lebih kecil, yakni 326,7 Watt. Menurunnya daya nyata dari 469,48 Watt menjadi 326,7 Watt, Karena kapasitor menyebabkan arus yang mengalir dari rangkaian menjadi kecil (2,2 amper menjadi 1,5 amper)sehingga faktordaya menjadi lebih besar (0,97 menjadi 0,99). Hal ini jika dilakukan oleh setiap konsumen tentunya akan menghemat energi yang cukup besar.111.3. Lampu LVDLVD adalah lampu induksi yang bisa digunakan untuk menggantikan Lampu Penerangan Jalan Umum PJU dan Lampu Sorot Flood Light. Hal ini dikarenakan efisiensi yang tinggi, LVD dengan Watt yang lebih kecil menghasilkan cahaya yang sama dengan lampu Metal Halide (MHL) maupun lampu Sodium dengan Watt yang lebih besar. Kelebihan lainnya adalah masa pakai sampai dengan 100.000 jam. Lampu PJU menggunakan Lampu jenis Induksi LVD 80Watt , lampu ini mempunyai efisiensi tinggi, dengan hanya 80Watt setara Mercury 250W, sangat terang dan kuat, usia lampu mencapai 100.000jam.Sistem penerangan induksi atau juga disebut lampu LVD memiliki tiga bagian utama:1. Sebuah ballast dengan frekuensi tinggi.2. Sebuah kumparan induksi.3. Sebuah lampu.Ballast menghasilkan arus listrik frekuensi tinggi dan mengirimnya ke kumparan induksi. Arus yang melalui kumparan induksi membangkitkan sebuah medan elektromagnet yang fluktuatif di dalam lampu. Medan yang fluktuatif tersebut menarik dan mengionisasi atom-atom gas yang mengisi tabung lampu. Atom-atom yang terionisasi mengeluarkan radiasi ultraviolet. Ketika radiasi ultraviolet mengenai lapisan fosfor dalam gelas tabung lampu, fosfor menghasilkan cahaya.Sejaklampu induksitidak membutuhkan filamen atau elektrode untuk menyala, hal ini menyebabkan masa hidup lampu induksi jauh lebih lama daripada lampu pijar konvensional, lampu neon atau lampu bermedia gas tanpa menyebabkan lampu menjadi hitam.Hasil akhirnya adalah pengoperasian yang jauh lebih dapat diandalkan dengan depresiasi lumen yang jauh berkurang, tanpa peduli seberapa sering lampu ini dinyalakan. Bahkan hingga 60.000 jam, lampu induksi masih menghasilkan kurang lebih 80% dari output cahaya awalnya.111L4. LAMPU NEON TLLampu fluorescent lebih dikenal sebagai lampu TL. Lampu penerangan jenis ini lebih banyak dipakai karena daya yang dipakai relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan lampu bolam. Selain itu lampu TL juga lebih dingin daripada lampu bolam dengan pemakain daya yang sama.Penggunaan lampu fluorescent, dan selanjutnya disebut lampu TL ini penggunaannya sudah sangat luas dan sangat umum baik untuk penerangan rumah ataupun penerangan pada industri-industri. Keuntungan dari lmapu TL ini, seperti yang telah disebutkan di atas adalah menghasilkan cahaya output per watt daya yang digunakan lebih tinggi daripada lampu bolam biasa (incandescent lamp). Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan bahwa 32 watt lampu TL akan mengjasilkan cahaya sebesar 1700 lumens pada jarak 1 meter sedangkan 75 watt lampu bolam biasa (lampu bolam dengan filamen tungsten) menghasilkan 1200 lumens. Atau dengan kata lain perbandingan effisiensi lampu TL dan lampu bolam adalah 53 : 16. Efisiensi disini didefinisikan sebagai intensitas cahaya yang dihasilkan dibagi dengan daya listrik yang digunakan.Walaupun lampu TL mempunyai keuntungan yang besar yaitu pada penghematan daya, lampu TL juga mempunyai kerugian. Kerugian lampu TL adalah :- Besarnya biaya pembelian satu set lampu TL-Tempat yang digunakan oleh satu set lampu TL lebih besar.Oleh karena lampu TL standard measih mempunyai kelemahan seperti yang disebutkan di atas maka dengan electronic ballast tempat yang digunakan oleh sebuah lampu TL standar dapat diperkecil sehingga menyamai tempat yang digunakan oleh sebuah lampu bolam. Selain itu dengan electronic ballast dapat mengatasi adanya flicker yang disebabkan karena turunnya frekuensi tegangan supply.

Gambar 1Blok Diagram Lampu TL StandarOperasi lampu TL standar hanya membuthkan komponen yang sangat sedikit yaitu : Ballast (berupa induktor), starter, dan sebuah kapasitor (pada umumnya tidak digunakan) dan sebuah tabung lampu TL. Konstruksi ini dapat dilihat pada gambar 1.Tabung lampu TL ini diisi oleh semacam gas yang pada saat elektrodanya mendapat tegangan tinggi gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan elektron-elektron pada gas tersebut bergerak dan memendarkan lapisan fluorescent pada lapisan tabung lampu TL.Starter merupakan komponen penting pada sistem lampu TL ini karena starter akan menghasilkan suatu pulsa trigger agar ballast dapat menghasilkan spike tegangan tinggi. Starter merupakan komponen bimetal yang dibangun di dalam sebuah tabung vacuum yang biasanya diisi dengan gas neon.Operasi Lampu TL StandarKetika tegangan AC 220 volt di hubungkan ke satu set lampu TL maka tegangan diujung-ujung starter sudah cukup utuk menyebabkan gas neon didalam tabung starter untuk panas (terionisasi) sehingga menyebabkan starter yang kondisi normalnya adalah normally open ini akan closedsehingga gas neon di dalamnya dingin (deionisasi) dan dalam kondisi starter closed ini terdapat aliran arus yang memanaskan filamen tabung lampu TL sehingga gas yang terdapat didalam tabung lampu TL ini terionisasi.Pada saat gas neon di dalam tabung starter sudah cukup dingin maka bimetal di dalam tabung starter tersebut akan open kembali sehingga ballast akan menghasilkan spike tegangan tinggi yang akan menyebabkan terdapat lompatan elektron dari kedua elektroda dan memendarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu TL tersebut..Perstiwa ini akan berulang ketika gas di dalam tabung lampu TL tidak terionisasi penuh sehingga tidak terdapat cukup arus yang melewati filamen lampu neon tersebut. Lampu neon akan tampak berkedip.Selain itu jika tegangang induksi dari ballast tidak cukup besar maka walaupun tabung neon TL tersebut sudah terionisasi penuh tetap tidak akan menyebabkan lompatan elektron dari salah satu elektroda tersebut.Besarnya tegangan spike yang dihasilkan oleh trafo ballast dapat ditentukan oleh rumus berikut :

Jika proses starting up yang pertama tidak berhasil maka tegangan diujung-ujung starter akan cukup untuk menyebabkan gas neon di dalamnya untuk terionisasi (panas) sehingga starter closed. Dan seterusnya sampai lampu TL ini masuk pada kondisisteady stateyaitu pada saat impedansinya turun menjadi ratusan ohm . Impedansi dari tabung akan turun dari dari ratusan megaohm menjadi ratusan ohm saja pada saat kondisi steady state. Arus yang ditarik oleh lampu TL tergantung dari impedansi trafo ballast seri dengan impedansi tabung lampu TL.Selain itu karena tidak ada sinkronisasi dengan tegangan input maka ada kemungkinan pada saat starter berubah kondisi dari closed ke open terjadi pada saat tegangan AC turun mendekati nol sehingga tegangan yang dihasilkan oleh ballast tidak cukup untuk menyebabkan lompatan elektron pada tabung lampu TL.Electronic BallastPada prinsipnya kontroller lampu TL (sering disebut sebagai ballast elektronic) terdiri dari komponen yang memberikan arus dengan frekuensi tinggi di atas 18KHz. Frekuensi yang biasa dipakai adalah frekuensi 20KHz sampai 60KHz.Aplikasi ini mempunyai beberapa keuntungan yaitu :1. Meningkatkan rasio perbandingan konversi daya listrik ke cahaya yang dihasilkan.2. Tidak terdeteksinya kedipan oleh mata karena kedipannya terjadi pada frekuensi yang sangat tinggi sehingga tidak dapat diikuti oleh kecepatan mata.3. Ballast elektronik ringan.

Tetapi dari keuntungannya tersebut ditebus dengan kerumitan rangkaian jika dibandingkan dengan ballast konvensional. Pada elektronik ballast terdapat 3 macam tipe yang sering digunakan yaitu :4. Flyback inverter5. Rangkaian Current source Resonant6. Rangkaian Voltage source resonant

Gambar 2Blok Diagram Ballast ElektronikFlyback InverterTipe ini tidak terlalu populer karena adanya pendekatan transien tegangan tinggi sehingga berdampak langsung dengan penggunaan tegangan rangkaian tegangan tinggi begitu pula dengan penggunaan komponen-komponen transistor untuk tegangan tinggi.Selain itu rangkaian flyback akan menurunkan efisiensi transistor karena kerugian pada saat switching . Kerugian yang utama yaitu flyback inverter akan menghasilkan tegangan berbentuk kotak dan arus berbentuk segitiga. Tegangan dengan bentuk gelombang seperti ini tidak cukup baik untuk lampu TL. Agar rangkaian ini dapat menghasilkan sinyal berbentuk sinus maka perlu ditambahkan komponen induktor dan kapasitor.

Gambar 3Blok Diagram Flyback InverterRangkaian Current Source ResonantUntuk rangkaian dengan menggunakan teknik ini membutuhkan komponen tambahan induktor yang dinamakanfeed choke. Komponen ini juga harus menggunakan transistor tegangan tinggi. Oleh karena itu rangkaian ballast elektronik ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Komponen transistor yang digunakan harus mempunyai karakteristik tegangan breakdown (VBRharus lebih besar dari 784 volt dan harus mampu mengalirkan arus kolektor sebesar 1 sampai 2A.

Gambar 4Blok Diagram Rangkaian Current Source ResonantRangkaian Voltage Source ResonantRangkaian ini paling banyak dipakai oleh berbagai industri ballast elektronik saat ini.Tegangan AC sebagai tegangan supply disearahkan dengan mengggunakan bridge DR dan akan mengisi kapasistor bank C1. C1 akan menjadi sumber tegangan DC untuk tabung lampu TL. Kemudian sebuah input filter dibentuk untuk mencegah rangkaian dari tegangan transien dari tegangan supply PLN dan melemahkan berbagai sumber noise EMI (Electro Magnetic Interferrence) yang dihasilkan oleh frekuensi tinggi dari tabung lampu TL. Filter input ini dibentuk dengan rangkaian induktor dan kapasitor. Blok diagram rangkaian dapat dilihat pada gambar 5.

Gambar 5Blok Diagram Rangkaian Voltage Source ResonantInput filter ini harus mempunyai spesifikasi yang baik karena harus dapat mencegah interferensi gelombang radio sehingga di Amerika input filter ini harus mempunyai sertifikat FCC.Frekuensi resonansi yang dihasilkan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan :

Pada saat rangkaian dihidupkan maka tabung TL akan mempunyai impedansi yang sangat besar sehingga C4 seakan-akan seri dengan L dan C3 sehingga didapatkan persamaan di atas.Resonansi yang dihasilkan ini mempunyai tegangan yang cukup besar agar dapat mengionisasi gas yang berada di dalam tabung lampu TL tersebut. Kondisi ini akan menyebabkan kondisi strating yang tiba-tiba sehingga dapat memperpendek umur dari filamen karena filamen belum mendapatkan pemanasan yang cukup untuk mengemisikan elektron. Kondisi ini ditentukan oleh keadaan osilatornya.Pada saat starting up ini pula terdapat arus peak yang sangat besar, sebesar 4 kali arus steady state. Oleh karena itu harus dipilih transistor yang mempunyai karakterisktik arus kolektor sebesar 4 x arus steady yaitu sekitar 2.75A. Arus steady besarnya sekita 0.75A. Sehingga Q1 dan Q2 harus mampu melewatkan arus sebesar 2.75A.Ketika tabung TL telah terionisasi dengan penuh maka impedansinya akan turun menjadi ratusan ohm saja sehingga akan membuang muatan pada C4. Kondisi ini akan menggeser frekuensi resonansi ke nilai yang ditentukan oleh C3 dan L. Energi yang sedang digunakan tersebut sekarang lebih kecil begitu pula dengan tegangan di antara elektroda-elektrodanya menjadi kecil pula. Kondisi ini mengakhiri kondisi startup dari lampu TL ini.Dibawah ini merupakan contoh aplikasi untuk elektronik ballast dengan menggunakan transistor power BUL45.

Gambar 6Skematik Ballast ElektronikYang perlu diperhatikan dalam pengontrollan pada ballast elektronik adalah parameter dari transistor power yang digunakan yang mampu menggaransi terjadinya keadaan steady state dari lampu TL tersebut.BAB 1VPEKERJAAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM1V.1. PERAWATAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUMDalam pekerjaan kami sehari hari perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum dilakukan dengan cara pengontrolan pada setiap lampu secara berurutan. Apabila ada beberapa lampu yang kami anggap kurang terang maka langsung akan ada pergantian lampu setalah pengecekan. Biasanya lampu kami ganti setelah nyalanya redup dan sering mati kemudian nyala lagi yang biasa kami sebut dengan istilah ngedrop. Ngedrop pada lampu apabila keseringan dan berlangsung lama maka akan merusak trafo (balast), karena trafo bekerja tidak pada mestinya. Trafo akn mengalami over hot dan kemudia bocor pada body yang mengakibatkan arus mengalir ke body lampu atau housing dan berakibat nyetrum.setelah jangka lama tidak terkontrol, maka trafo (balast) akan terbakar da lampu mati karena arus langsung dari induk tanpa trafo.Pada perawatan Lampu Penerangan Jalan Umum, kami juga dibagi tugas untuk penugasan keliling malam secara rutin dan bergantian. Ada jadwal piket dari kantor DPU untuk setiap kru PJU,setiap malam kami berkeliling secara bergantian, dan apabila ada lampu yang mati maupun ngedrop maka akan kami laporkan besoknya untu pekerjaan rutin setiap hari. Selain dari hasil keliling setiap malam yang kami lakukan, sering juga ada laporan laporan dari warga yang kami dapatkan baik melalui telephon maupun surat, dan ada juga pelapor yang datang langsung ke kantor.Dalam hal perawatan lampu penerangan Jalan sangat penting sekali karena untuk keawetan Lampu dan komponen agar tidak cepat rusak, dan juga untuk keselamatan warga apabila ada latiang yang nyetrum karena kerusakan trafo(balast). Juga banyak laporan warga apabila terjadi lampu PJU sering terjadi kecelakaan. Slain banyak terjadi kecelakaan juga dejadikan ajang mesum bagi orang orang yang tidak bertanggung jawab, Rawan pencurian juga salah satu laporan populer warga yang disekitarnya ada Lampu Penerangan Jalan yang mati.Kemudian selain perawatan Lampu, perawatan juga kami lakukan pada bok bok panel seluruh kota. Terjadinya mati lampu penerangan jalan juga sering ada masalah pada bok bok panel mengalami trip atau biasa disebut anjlok. Stiap orang kru yang melakukan penugasan keliling malam juga dibekali dengan kunci bok panel, apabila saat lewat ada lampu yang mati dapat langsung dinyalakan MCB nya.Selain perwatan pada lampu juga dilakukan perwatan pada kabel kabel instalasi, seringnya penggalian kabel Telkom, instalasi air PDAM, dan penancapan bendera umbul umbul akan mengakibatkan kabel instalasi bawah tanah mengalami goresan goresan yang mengakibatkan arus pendek atau konsleting. Akibat dari goresan goresan kecil maka akan berakibat fatal sampai kabel instalasi bawah tanah terbakar. Apabila belum diketahui sebelah mana yang tergores maka kabel instalasi bawah tanah akan terinduksi dengan tanah yang berakibat tanah disekitarnya nyetrum dan berbahaya sangat besar bagi warga awam. Sebelum terjadi hal buruk yang tidak diinginkan maka kami akan melakukan pengecekan kebocoran kabel instalasi bawah tanah secara rutin dengan cara menggunakan tang amper pada posisi volt meter. Apabila terjadi kebocoran maka tanah disekitar akan ada arusnya yang dapat dibaca dengan volt meter.Perawatan tiang listrik pada Penerangan Lampu Penerangan Jalan juga tak luput dari pantauan kami. Sering juga ada pencuri yang melepas baut baut pada tiang listrik yang dapat berakibat ambruknya tiang listrik tersebut. Korosi juga dapat berkibat fatal,biasanya terjadi di daerah pantai karena udaranya mengandung garam. Setelah kami anggap tiang listrik itu tadak aman , maka akan segera kami ganti yang baru. Pada proyek pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum sampai pada tahun ini maka semua tiang listrik diganti dengan yang berbahan GALVANIS yang tahan terhadap korosi sehingga kekhawatiran tiang listrik ambruk akibat korosi akan berkurang.Selain perawatan padalampu,bok panel, dan tiang listrik. Perawatan juga dilakukan pada kendaraan truk yang biasa kita pakai untuk operasional kami sehari hari. Karena kendaraan truk yang kami pakai merupakan jenis hidrolis yang rawan akan kerusakan dan berakibat sangat fatal bagi kami para pekerja. Alat alat keselamatan juga sangat berperan penting bagi kami pada saat melakukan pekerjaan seperti, sabuk pengaman, sarung tangan, dan juga helm keselamatan. Sabuk pengaman berfungsi sebagai pengikat tubuh apabila diatas tiang listrik agar tidak jatuh. Sarung tangan berfungsi melindungi kami dari bahaya tersengat aliran listrik dan juga melindungi kami dari benda benda tajam. Helm keselamatan juga sangat berperan penting melindungi kepala kami dari benda benda yang jatuh dari atas. Pekerjaan kami beresiko tinggi sehingga sangat membutuhkan alat alat keselamatan seperti diatas.1V.11. PERBAIKAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUMPerbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian seperti :1. Perbaikan lampu-lampu2. Perbaikan instalasi3. Perbaikan box box panel PHB11.1. Perbaikan lampu-lampuPerbaikan lampu sering kami lakukan setiap hari bekerja, disebabkan kerena usia lampu yang sudah lama harus diganti, Gejalanya sering mati dan nyala sendiri, apabila tidak cepat diganti maka akan mengakibatkan trafo rusak ,lama kelamaan akan terbakar,Pada jenis Lampu HPL N atau dapat juga disebut dengan mercury, usia lampunya lebih awet daripada jenis lainnya,dikarenakan langsung menghubung pada trafo dan tanpa komponentambahan seperti halnya lampu jenis sodium. Bekerja pada tegangan 220 volt tanpa adanya lonjakan arus seperti halnya jenis lampu sodium. Lampu jenis sodium memang bekerja pada 220 volt, akan tetapi karena adanya komponen tambahan yang bernama ignitor, maka arus yang dihasilkan menjadi 0,5 KVA atau 5000 VA. Sehingga temperatur kinerja lampu lebih tinggi daripada jenis HPL N atau mercury, yang memungkinkan juga trafo akan cepat rusak.Perbaikan lampu HPL N (mercury)Lampu HPL N merupakan jenis lampu yang cara pemasangannya harus menggunakan balast ata au trafo, lampu HPL N yang biasa digunakan dalam penerangan jalan yaitu 80 watt, 150 watt, 250 watt, 400 watt. Yang apabila dipasang akan menyala bewarna putih, perbaikan pada lampu HPL N biasanya lebih ringan dibandingkan jenis lampu yang lainnya, karena simpel dan tidak membutuhkan komponen lainnya. Penggantian lampu yang sering dilakukan apabila lampu sudah mulai mati nyala sendiri atau istilahnya ngedrop, biasanya ditandai dengan barwarna hitamnya elektroda dalam lampu, dikarenakan faktor usia.Perbaikan Lampu jenis SODIUM (SON)Lampu jenis SODIUM atau SON cara pemasangannya juga sama dengan lampu jenis HPL N dengan menggunakan trafo atau balast, perbedaannya pada pemasangan komponen lain berupa IGNITOR. IGNITOR merupakan sebuah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penaik tegangan dari 220 V menjadi 0,5 KVA atau 5000 VA. Trafo yang digunakan juga berbeda dengan lampu jenis HPL N, pada trafo jenis HPL N konektor trafo hanya ada dua, pada jenis SODIUM konektor trafonya ada tiga. Terdiri dari konektor trafo fasa induk, konektor tengah pada IGNITOR konektor tengah, dan konektor trafo out fasa lampu.Perbaikan lampu pada SODIUM lebih sering dilakukan karena tidak tahan lama dikarenakan temperatur tabungnya lebih tinggi daripada jenis lampu lainnya. Ditandai dengan seringnya mati dan nyala sendiri atau disebut dengan ngedrop. Trafo dan IGNITOR jarang sekali mengalami kerusakan.11.2. Perbaikan instalasi kabelPerbaikan instalasi kabel yang biasa kami kerjakan dapat dibagi menjadi 2 yaitu :1. Perbaikan instalasi kabel jaringan atas2. Perbaikan instalasi kabel jaringan bawah tanah1. Perbaikan instalasi kabel jaringan atasInstalasi kabel jaringan atas menggunakan jenis kabel DX yang ukurannya 10 sampai 16 mm. Perbaikan yang dilakukan pertama pengacekan setelah diketahui lampu penerangan jalan mati lebih dari satu secara berurutan. Pengecekan instalasi jaringan kabel atas lebih mudah daripada instalasi jaringan bawah tanah karena dapat dilihat dengan secara langsung. Biasanya kabel instalasi jaringan ada yang putus, baik kaabel DX fasa maupun NOL (0). kalau yang putus kabel DX jaringan fasa apabila dites menggunakan testpen maka tidak ada arusnya testpen tidak akan menyala. Dan apabila yang putus kabel DX jaringan NOL (0) maka kita testpen akan nyala semua di kedua kabel. Maka akan dilakukan pennyambungan kabel DX jaringan atas dan lampu lampu penerangan jalanpun menyala normal kembali.Selain instalasi kabel jaringan DX putus, perbaikan instalasi juga dilakukan pada penyambungan kabel lampu menuju arus induk. Kabel lampu menuju arus induk seri terjadi adanya lost contact atau terdapat kerak antara sambungan, itu terjadi karena faktor cuaca hujan dan panas maka akan terjadi percikan bunga api karena antara nyambung dan tidaknya kabel. Dilakukanlah penyambungan perbaruan kabel, faktor lain terjadinya lost contact adalah berbedanya bahan kabel jenis NYM berupa tembaga dengan kabel DX jenis alumunium. Setelah dilakukan penyambungan baru lampu akan menyala normal kembali.2. Perbaikan instalasi kabel jaringan bawah tanahInstalasi kabel jaringan bawah tanah menggunakan kabel jenis NYY 3 x 2,5 mm yang berwarna biru hitam kuning. Ditanam dalam tanah pada kedalaman setengah meter penyambungan kabel lampu pada setiap tiang lampu pada ketinggian kira kira satu setangah meter diatas tanah. Kerusakan yang biasa kami temui adalah terjadinya kebocoran kabel akibat penggalian tanah dan pemasangan tiang bendera, kabel jaringan terkuelupas akibat beturan benda keras seperti linggis dan pancong, akibatnya terjadi konsleting instalasi kabel jaringan saling bersentuhan dan terbakar. Lebih bahayanya lagi disekitar atas tanah yang terjadi kelupasnya kabel akan nyetrum karena kebocoran arus yang membahayakan warga yang lewat.Perbaikan kabel jaringan kabel bawah tanah lebih sulit dibandingkan dengan kabel jaringan atas tanah karena tidak dapat secara langsung dilihat terjadinya dimana kebocoran arus. Biasanya kita gunakan alat yang bernama tang ampere, tang ampere diposisikan pada selektor volt, selanjutnya kabel nol (0) kita putus dulu dari induk dan kabel fasa kita aliri arus supaya tidak terjadi konsleting kemudian kita tes kebocoran arus melalui tanah, sambungan di setiap tiang lampu kita putus semua dengan cara memisahkan semua kabel. Kemudian dicek berurutan dengan menggunakan tang ampere yang kita posisikan selektor pada posisi ohm dulu untuk mengetes kabel berhubungan secara langsung apa tidak. Setelah ketemu baru kita cek tepatnya sebelah mana yang konslet dengan cara menggunakan tang ampere yang kita posisikan selektor pada volt.. Apabila terjadi kebocoran arus maka pada tang ampere akan menunjukan angka berapa besarnya arus yang bocor tepat diatas atau dipermukaan tanah yang terjadi kebocoran arus. Selanjutnya langkah berikutnya adalah penggantaian kabel instalasi bawah tanah.3. Perbaikan panel box PHBPanel PHB adalah box yang berisi meteran KWH PLN, kontaktor, timer, dan MCB. Di dalam box itu pengaturan pembagian grup lampu dikelompokkan menjadi beberapa bagian melalui MCB pembagi agar apabila terjadi konsleting tidak padam semua. Pengaturan waktu diatur melalui timer yang telah diset kapan lampu akan menyala dan kapan jam lampu akan mati. Timer biasa kita atur menyala pada jam setangah enam sore dan mati pada jam setengah enam pagi, timer yang biasa kita gunakan ada yang analog manual dan ada pula yang digital auto. Kontaktor adalah alat relay penghubung arus dan pemutus arus. Kenapa kita memakai kontaktor untuk menghubung dan memutus arus ?, karena daya yang kita gunakan sangatlah besar, sehingga kita membutuhkan kontaktor dan tidak cukup hanya menggunakan timer saja, karena beban timer tidak mampu bila digunakan untuk daya besar. Kerusakan yang terjadi pada box box panel PHB biasanya adalah seringnya trip matau istilahnya anjlok pada MCB kare adnya arus kejut dari petir. Selain terjadi trip, timer juga kadang telat pewaktunya akibat dari pemadaman dari PLN pada jangka waktu lama. Kerusakann pada kontaktor adalah terjadinya lostkontak pada bagian nol (0) di jaringan induk, kontaktor akan ngebren atau gerakan ptus nyambung secara sangat cepat, maka kontaktor akan terbakar dan rusak.BAB V1 PENUTUPKESIMPULAN DAN SARANVI.1. Kesimpulan

Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah suatu sisstem dari bagian Dinas Panataan Kota (DPU) yang bertugas untuk memelihara da memperbaiki lampu lampu Penerangan Jalan Umum dikota Pekalongan, Semua kira kira ada 16000 titik lampu yang kami pamtau setiap harinya. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat bagi pengguna jalan raya agar nyaman dalam berkendara dan semua pemakai jalan agar nyaman. Dalam tugas praktek kerja lapangan ini saya mengamati berbagai macam masalah dan berbagai macam jalan keluar yang saya hadapi, selain menambah ilmu penngetahuan saya juga semakin banyak pengalaman yang diserap. Saya juga mengetahui bahwa kerja tim adalah bagian pokok dalam setiap pengerjaan di lapangan,Lampu yang biasa dipakai dalam Peneran Jalan Umum adalah jenis HPL N, SODIUM, neon, dan LVD. HPLN merupakan Lampu jenis tabung bertekanan tinggi yang pemasangannya harus menggunakan balast atau trafo, HPL N yang biasa digunakan adalah 80 watt, 150 watt, 250 watt, dan 400 watt. HPL N menyala bawarna putih yang pemasangannya lewat KWH meter PLN.Sodium yaitu lampu yang menyala bewarna kuning, kelebihannya adalah jenis Sodium ini mampu menembus kabut. Sodium yang biasa kami gunakan sebagai Penerangan Jalan Umum berdaya 70 watt, 150 watt, 250 watt, 400 watt. Lampu ini pemasangannya harus melalui trafo atau balast terlabih dahulu, dan disertai dengan pemasangan komponen tambahan berupa IGNITOR. Yang berfubgsi untuk menaikakan tegangan dari 220 v menjadi 0,5 KVA untuk menyalakan sebuah lampu jenis sodium.Neon adalah salah satu Lampu yang digunakan juga sebagai Penerangsn Jalan Umum. Berdaya 40 watt, kami memasang Lampu neon biasanya berjumlah dua agar terlihat lebih terang. Komponen yang ada dalam lampu neon yaitu trafo atau balast, stater kan kapasitor.. Kapasitor kami gunakan pada setiap jenis lampu yang kami pasang agar kospi yang dibutuhkan oleh lampu semaksimal mungkin untuk menghindari kelebihan daya.LVD adalah jenis lampu tekhnologi terbaru yang kami pasang, karena trafo atau balastnya menggunakan rangkaian elektronika. Trafo rangkaian elektronika atau yang biasa kita sebut dengan inverter pemakaian konsumsi dayanya lebih sedikit tapi intansitas cahaya yang dihasilkan lebih terang, Atau yang biasa kita gunakan jenis lampu LVD ini pada rumah rumah yang berjanislampu XL. LVD yang kami gunagan berdaya 80 watt yang terangnya setara dengan lampu yang berdaya 150 watt, sehingga dalam penggunaannya dapat menghemat hampir seratus persen.Perbaikan dan pemeliharaan yang kami lakukan setiap hari adalah meliputi instalasi lampu Lenerangan Jalan Umum baik pada jaringan atas tanah maupun bawah tanah, penggantian lampu Lampu, perbaikan pada bok bok panel PHB,Perbaikan jaringan instalasi di atas tanah lebih muda daripada perbaikan jaringan instalasi bawah tah, kaerena pada jaringan atas tanah kerusakan kabel dapat dilihat secara langsung. Pada jaringan instalasi bawah tanah lebih sulit karena tidak terlihat dimana letak kerusakan kabelnyadapat dilihat secara langsung. Kita harus mengecek setiap tiang lampu satu persatu dan mengecek lewat bantuan alat yang bernama tang ampere.Penggantian lampu kami lakukan apabila lampu tersebut sering ngedrop atau mati nyala dengan sering, apabila lampu sudah dalam keadaan ngedrop[ harus segera diganti, karena kalau dalam jangka waktu yang lama maka trafo atau balast akan konslet dan kemudian terbakar. Lampu ngedrop biasanya terdapat pada ciri fisiknya akan menhitam pada bagian elektrodanya, lampu ngedrop dialami pada jenilamp-u sodium dan HPL N saja. Trafo yang bagus biuasanya apabila kita test pakai testpen akan ada arus yang keluar melalui outputnya, tapi tidak juga apabila outputnya ada arus keluar trafo dalam keaadan baik, adajuga yang yrafo itu dalam keaadaan konslet karena lilitan di dalamnya menempel satu sama lainnya yang mengakibatkan lampu akan rusak. Trafo dikatakan rusak apabila outputnya tidak ada arus yang diteruskan dari induk. Setelah terjadi trafo rusak maka haerus segera kita ganti karena apabila terjadi kebocoran arus maka tiang lampu akan nyetrum teraliri arus listrik.Tiang lampu juga tak luput dari pengamatan kami, karena sering terjadinya korosi yang dapat mengakibatkan ambruknya tiang lampu. Langsung kami adakan penggantaian tiang lampu yang baru untuk menghindari terjadinya akibat buruk yang tidak kita inginkanV1.2 SARAN

Dalam setiap pekerjaan yang kami hadapi adalah berhubungan dengan faktor kesulitan dan resiko yang sangat besar, sehingga dalam pekerjaannya harus teliti, konsentrasi dan sangat hati hati karena berhubungan dengan nyawa. Faktor keselamatan juga harus ditunjang dengan alat alat keselamatan yang menunjang pekekerjaan seperti halnya sabuk pengaman, helm pelindung kepala, sarung tangan anti strum, sepatu anti strum, baju wearprak dan lain sebagainya.Kendaraan yang biasa kita gunakan harus selalu terjaga dan terawat, karena kebetulan kendaraan yang kita gunakan adalah jenis truk yang ada hidrolisnya, dikhawatirkan hidrolis akan jatuh dan mengakibatkan kecelakaan kerja yang fatal akibat slang hidrolis bocor karena kurangnya perawatan.Masyarakat juga harus berperan penting untuk saling menjaga aset aset pemerintah seperti Lampu Penerangan Jalan Umum agar senantiasa awet dengan tidak merusaknya. Dan menjaga keaamanan dise4kitarnya, jangan sanpai ada tindak pencurian pada komponen komponen perangkat Penerangan jalan Umum. Selain petugas yang seyiap malamnya keliuling, masyarakata juga harus melapor apabila di daerah skitarnya ada beberapa lampu penerangan jalan umum yang padam. Petugas mungkin terlewati untuk mengamati dimana saja lampu yang mati karena ketrbatasan petugas.BAB VII. DAFTAR PUSTAKADAFTAR ISIHalamanHALAMAN JUDUL................................................................................................................................iHALAMAN PENGESAHAN..................................................................................................................iiMOTTO...................................................................................................................................................iiiKATA PENGANTAR.............................................................................................................................iVDAFTAR ISI............................................................................................................................................VDAFTAR GAMBAR.............................................................................................................................ViiBAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................................................11.1. Latar belakang masalah....................................................................................................................11.2 Tujuan dan manfaat Praktek Kerja Lapangan ( PKL ).....................................................................11.3. Perumusan masalah.........................................................................................................................31,4. Pembatasan masalah........................................................................................................................31.5. Metode pengumpulan data..............................................................................................................41.6. Sistematika penulisan......................................................................................................................4BAB 11. TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN.....................................................................................52.1. Sejarah berdirinya PJU....................................................................................................................52.2. Lokasi DPU KOTA PEKALONGAN.............................................................................................62.3. Striktur organisasi............................................................................................................................72.4. Kegiatan di PJU DPU kota Pekalongan..........................................................................................8BAB 111. JENIS JENIS LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM....................................................93.1. LAMPU JENIS HPL N High Preasure Lamp.................................................................................93.2. LAMPU JENIS SON T ............................................................................................................103.3. LAMPU JENIS LVD ................................................................................................................113.4. LAMPU JENIS NEON TL .......................................................................................................12BAB 1V. PEKERJAAN PERAWATAN DAN PERBAIKAN LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM ..............................................................................................................................194.1. Perawatan Lampu Penerangan Jalan umum ......................................................................194.2. Perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum ......................................................................204.2.2 Perbaikan instalasi lampu Penerangan Jalan Umum .........................................................214.2.2 Perbaikan bok bok panel PHB ...........................................................................................22BAB VI. PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................................23VI.I. Kesimpulan .......................................................................................................................24VI.1.2. Saran .................................................................................................................................25BAB VII. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................26BAB II. TINJAUAN UMUM PERUSAHAANI. SEJARAH DINAS PEKERJAAN UMUMAwal berdiri PJU dibawah naungan kantor pemerintahan kota Pekalongan sekitar tahun 1970 an, berikut ini adalah urutan nama Lembaga pemerintahan yang menaungi PJU:1. DPU (Dinas Pekerjaan Umum)Dinas Pekerjaan Umum pada awalnya berdiri sekitar tahun 1970 an dibawah kepemimpinan Bapak Ir, Sulthoni sampai dengan tahun 1984.2.DK3 ( Dinas Kebersihan Dan Ketertiban Kota )Dinas Kebersihan Dan Ketertiban Kota dibawah kepemimpinan bapak Suyatno pada tahun 1984 sampai dengan tahun 19883. DKP ( Dinas Kebersihan Perkotaan)Dibawah kepemimpinan bapak Slamet Riyadi pada tahun 1988 sampai dengan tahun 1990.3. DPKP (Dinas Penataan Kota Dan Pemukiman)Dibawah kepemimpinan Bapak Muhibin pada tahun 1990 sampai dengan tahun 1995.3. DPKLH( Dinas Penataan Kota Dan Lingkungan Hidup)Dibawah kepemimpinan Bapak diono pada tahun 1995 sampai dengan tahun 2002, pada tahun 2002 tampuk kepemimpinan digantikan oleh Bapak Sigit Sumarhenyanto sampai dengan tahun 2005. pada tahun 2005 kepemimpinan kembali digantikan oleh Bapak Dwi Ary Pramono sampai dengan tahun 2005. Pada tahun 2005 kepemimpinan berpindah tangan oleh Bapak Masrof sampai dengan tahun 2006. Pada tahun 2006 kepemimpinan digantikan oleh Ibu Sumarni ,MM sampai dengan tahun 2010.6. DPUPT (Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Dan Tata Ruang)Dibawah kepemimpinan Bapak Faisal pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2011. Digantikan oleh Ibu Sumarni, MM sampai dengan tahun 2012.7. DPU (Dinas Pekerjaan Umum)Dibawah kepemimpinan Bapak Ir, Marsudi Ismanto sampai dengan sekarang.2. LOKASI DPU KOTA PEKALONGANDinas Pekerjan Umum Kota Pekalongan mempunyai dua Lokasi yang berbeda, disebelah utara terdapat pada jalan Kusuma Bangsa dan yang sebelah selatan terdapat di jalan Tentara Pelajar.3. KEGIATAN DI PJU KOTA PEKALONGANKegiatan di PJU Penerangan Jalan Umum Kota Pekalongan terlampir pada jurnal kegiatan keliling harian PJU Kota Pekalongan.