Laporan Peta Geologi gunung kidul

download Laporan Peta Geologi gunung kidul

of 27

  • date post

    15-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    323
  • download

    54

Embed Size (px)

description

kedung poh

Transcript of Laporan Peta Geologi gunung kidul

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya untuk menyajikan informasi geologi yang ada dengan menggunakan peta dasar skala 1: 12.500, serta melakukan suatu analisa berdasar atas data pada daerah telitian.Tujuan penelitian yaitu untuk Mengetahui kondisi geologi permukaan daerah telitian saat ini, mengetahui struktur geologi yang berkembang daerah telitian,mengetahui litologi dan stratigrafi daerah telitian,mengetahui proses-proses geomorfologi yang telah ataupun sedang berkembang di daerah tersebut.1.2 Letak dan Kesampaian Lokasi

Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya Wonosari. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Letak geografi 110O21' - 110O50' BT dan 7O46' - 8O09' LS. Pencapaian lokasi di tempuh dari Kampus UPN kemudian melewati kledokan menuju jalan solo. Dari lampu merah janti belok kanan naik ke flyover. Kemudian lampu merah AAU masih lurus sampai lampu merah kedua ambil jalur kiri kemudian belok kiri menuju jalan wonosari. Melewati jalan yang menanjak sampai bukit pathuk. Dari Bukit Patuk, perjalanan pun dilanjutkan ke arah Sambipitu. Sampai di pertigaan Sambipitu, kami mengambil arah kiri, ke timur, menuju Nglipar.1.3 Metode dan Peralatan yang DigunakanMetode pemetaan yang digunakan adalah metode pemetaan geologi permukaan (surface mapping),yaitu pengamatan langsung terhadap singkapan batuan dan kondisi geologi lain yang dapat dijumpai di permukaan.Pemetaan ini dimulai dengan mengumpulkan data sekunder geologi regional daerah pemetaan yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data geologi di lapangan.Data-datayang diukur dan diambil selama pemetaan berupa data lokasi pengamatan, morfologi, litologi, dan struktur geologi. Hasil pengukuran dan analisa data tersebut selanjutnya digunakan untuk penyusunan laporan hasil pemetaan dan pembuatan peta geologi, peta geomorfologi dan pola pengaliran, stratigrafi, peta lintasan, serta sejarah geologi daerah pemetaan.Perlengkapan lapangan yang dibawa pada saat melakukan pemetaan meliputi:

1. Peralatan Lapangan (GPS, Palu Geologi, HCL, Kompas, lup, komparator, clipboard, plastik sampel, tongkat jacob, dll. )2. Peralatan Tulis (Buku lapangan, pena, pensil, penghapus, pensil warna, penggaris, dll)3. Peralatan Pribadi (Tas ransel, tas pingang, ponco, obat-obatan pribadi, makanan, minuman, dll)1.4 Peneliti TerdahuluBeberapa peneliti terdahulu yang pernah melakukan studiyang terkait dengandaerah telitian penulis secara lokal maupun secara regional, meliputi :a. Bothe (1929)Melakukan penelitian pada Zona Pegunungan Selatan danmerupakan orang pertama yang berhasil menyusun stratigrafi ZonaPegunungan Selatan.b. Van Bemmelen (1949)Mengelompokkan geologi regional Pulau Jawa berdasarkan fisiografi menjadi beberapa zona, salah satunya adalah Zona Pegunungan Selatan dimana daerah penelitian tercakup didalamnya.

c. Rahardjo ( 1977 )Melakukan penelitian kemudian menyusun stratigrafi pegunungan selatan secara lengkap meliputi aspek sedimentologi dan paleontologi dengan penekanan untuk memperoleh kejelasan umur pembentukan untuk memperoleh kejelasan umur pembentukan dan lingkungan pengendapanya.

d. Surono (1992)Melakukan penelitian kemudian menyusun stratigrafipegunungan selatan secara lengkap. Beliau melakukan penelitian di daerahBaturagung, Jawa Timur dan menyusun stratigrafiyang disempurnakan daristratigrafi yang disusun olehBothe 1929.e. Samodra(1992)Melakukan penelitian kemudian menyusun stratigrafipegunungan selatan secara lengkap.f. Surono, B. Toha, I. Sudarno, dan S. Wiryosujono (1992)PenyusunanPeta Geologi Lembar Surakarta-Giritontro pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Departemen Pertambangan dan Energi, DirektoratJendral Geologi dan Sumber Daya Manusia.g. Gendut Hartono (2010)Melakukan Penelitian Peran PaleovolkanismeDalam Tataan Produk Batuan Gunung Api TersierDi GunungGajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah sebagai desrtasinya untuk memperoleh gelar doktor.1.5 Ucapan Terimakasih

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Ida Shang Yhang Widi Wasa yang telah memberikan kemudahan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik dan tepat waktu. Terima kasih saya ucapkan kepada kedua orang tua serta adik saya berkat doa mereka yang selalu mengiringi hari-hari saya. Dan tak lupa juga saya berterima kasih kepada asisten laboratorium yang telah mengajari dan membimbing saya serta terima kasih kepada teman teman yang telah membantu dalam segala hal.BAB 2 GEOMORFOLOGI2.1. Geomorfologi Regional

Geomorfologi adalah studi yang menguraikan bentuk lahan dan proses yang mempengaruhipembentukannyasertamenyelidiki hubungan timbal balik antara bentuk lahan dengan prosesdalam tatanan keruangan. Dalam pembagian satuan geomorfologi daerah telitian penulis mengacu padaklasifikasi morfologi menurut Van Zuidam, 1983 Satuan geomorfologi Pegunungan Selatan dibagi menjadi empat, yaitu :

1. Satuan Geomorfologi Perbukitan Karst

Satuan ini terletak pada daerah paling selatan, terdiri-dari bentukan positif dan negatif yang memanjang dari Parangtritis sampai Pacitan.

2. Satuan Geomorfologi Perbukitan Lipatan

Satuan ini terletak di daerah Ngawen dan sekitarnya. Bentukan yang ada berupa perbukitan yang dibangun oleh struktur homoklin, antiklin, sinklin, dan gawir terjal yang memanjang dari barat ke timur.

3. Satuan Geomorfologi Dataran Tinggi

Satuan ini menempati bagian tengah daerah Pegunungan Selatan, yaitu daerah Gading, Wonosari, Playen, dan menerus hingga Semanu. Morfologi yang ada dibangun oleh batugamping berlapis, batupasir gampingan yang kedudukan perlapisannya relatif horizontal.

4. Satuan Geomorfologi Dataran Berteras

Satuan geomorfologi ini dibangun oleh batuan berumur Kuarter berupa lempung hitam, konglomerat, pasir, dan perulangan tuf dengan pasir kasar hingga halus. Satuan ini berada di sebagian Ngawen, Semin, hingga Wonogiri bagian selatan.1.2 Dasar Pembagian Geomorfologi

Dalam pembagian geomorfologi terdapat empat aspek utama dalam analisa pemetaan geomorfologi yaitu:

Morfologi yaitu studi bentuk lahan yang mempelajari relief secara umum dan meliputi:

Morfografi, yakni aspek-aspek yang bersifat pemerian (descriptive),antara lain teras sungai, beting pantai, kipas aluvial, plato, dataran, perbukitan, pegunungan dsb.

Morfometri, yakni aspek-aspek kuantitatif, seperti kemiringan lereng, bentuk lereng. ketinggian, beda tinggi, bentuk lembah, tingkat pengikisan,dan pengaliran sungai dsb.

Morfogenesa yaitu asal usul pembentukan dan perkembangan bentuklahan serta prosesproses geomorfologi yang terjadi, dalam hal ini adalah struktur geologi, litologi penyusun dan proses geomorfologi merupakan perhatian yang penuh. Morfogenesa meliputi :

Morfostruktur pasif, suatu bentuklahan yang diklasifikasikan berdasarkan tipe batuan yang ada kaitannya dengan resistensi batuan dan pelapukan (denudasi), misal mesa, cuesta, hogback dan kubah.

Morfostruktur aktif, berhubungan dengan tenaga endogen seperti pengangkatan, perlipatan dan pensesaran, termasuk intrusi, misal gunungapi, punggungan antiklin, gawir sesar dll.

Morfodinamik, berhubungan dengan tenaga eksogen seperti proses air, fluvial, es, gerakan masa, dan gunungapi, misal gumuk pasir, undak sungai, pematang pantai, lahan kritis.

Morfokronologi yaitu urutan bentuklahan atau hubungan aneka ragam bentuklahan dan prosesnya di permukaan bumi sebagai hasil dari proses geomorfologi. Penekanannya pada evolusi (ubahangsur) pertumbuhan bentuklahan. Morfokonservasi yaitu hubungan antara bentuklahan dan lingkungan atau berdasarkan parameter bentuklahan, seperti hubungan antara bentuklahan dengan batuan, struktur geologi, tanah, air, vegetasi, dan penggunaan lahan.Dalam membagi bentuk lahan penulis juga memperhatikan faktorfaktoryang mempengaruhi proses pembentukan bentang alam suatu daerah yang terdiri dari2 faktor, yaitu :a. Proses endogen, yaitu prosesproses yang terkait dengan pelepasan gayayangberasal daridalam bumi.b. Proseseksogen,yaituprosesproses yang terkait dengan hal - hal yangterjadi di permukaan bumi, seperti degradasi, pelapukan, gerakan massatanah dan batuan serta erosi.1.3 Satuan Geomorfik Bentukan Strukturala. Subsatuan Geomorfik Lereng Homoklin

Subsatuan ini menempati 18% dari luas daerah. Subsatuan ini terdapat di daerah Kedung Keris dan sekitarnya. Dasar dari penamaan subsatuan ini menggunakanklasifikasi Van Zuidam 1983, yaitu : Morfologi :Morfografi : lereng

Morfometri : memiliki tingkat kelerengan datar hingga landai, stadia dewasa, jenis pola pengaliran yang mengalir didaerah ini adalah sub dendritik.

Morfogenesa :Morfostruktur aktif : berupa tenaga endogen yang berupa lapisan miring.Morfo dinamis : faktor erosi.Morfostruktur pasif : disusun oleh batuan sedimen.

b. Subsatuan Geomorfik Lembah Homoklin

Subsatuan ini menempati 12% dari luas daerah. Subsatuan ini terdapat didaerah Kedungpoh dan sekitarnya. Dasar dari penamaan subsatuan ini menggunakanklasifikasi Van Zuidam 1983, yaitu : Morfologi :Morfografi : lembahMorfometri : memiliki tingkat kelerengan datar hingga landai, stadia dewasa, jenis pola pengaliran yang mengalir didaerah ini adalah sub dendritik.

Morfogenesa :Morfostruktur aktif : berupa tenaga endogen yang berupa lapisan miring.Morfo dinamis : faktor erosi dan pelapukan.

Morfostruktur pasif : disusun oleh batuan sedimen1.4 Satuan Geomorfik Bentukan Asal Fluviala. Subsatuan Geomorfik Tubuh SungaiSubsatuan ini menempati 7% dari luas daerah telitian dan merupakansubsatuan yang mendominasi daerah Kedungpoh. Dasar dari penamaan subsatuan inimenggunakan klasifikasi Van Zuidam 1983,