Laporan Personal Kkn

download Laporan Personal Kkn

of 16

  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Personal Kkn

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Filosofi dan Tujuan KKN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Andalas. Kegiatan KKN ini diselenggarakan berdasarkan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 20 ayat 2 menyatakan bahwa: Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pada pasal 24 ayat 2 disebutkan: Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian masyarakat. Universitas Andalas merupakan salah satu universitas yang pertama kali melakukan kuliah kerja nyata dan sekaligus sebagai pelopor bersama dengan dua universitas lain yaitu Universitas Gajah Mada dan Universitas Hasanuddin dengan nama Pengabdiaan Mahasiswa Kepada Masyarakat pada tahun 1971. Pada tahun 1972 berganti nama dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal ini sangat mendukung sekali salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdiaan kepada masyarakat. Oleh karena itu KKN dijadikan salah satu mata kuliah wajib di Universitas Andalas mulai tahun 2009. Perguruaan tinggi merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pusat pembaharuan dan modernisasi. Selain itu perguruan tinggi juga memiliki fungsi sebagai sumber pakar, status sosial serta tempat generasi muda yang dinamakan mahasiswa untuk belajar membekali diri dengan berbagai macam disiplin ilmu. Guna memberikan pengertian tentang fungsi perguruan tinggi tersebut maka perguruan tinggi hendaklah bekerja sama dengan masyarakat dan beraktifitas bagi kepentingan masyarakat yang merupakan kelompok pengguna ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem kemitraan berlaku disini sebagai bentuk pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bentuk kemitraan ini lah yang disebut dengan KKN.

2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa. dengan tujuan membentuk karakter setiap mahasiswa dalam menyelesaikan suatu masalah di masyarakat. KKN yang dilaksanakan oleh Universitas Andalas dengan lokasi di berbagai daerah di Sumatra Barat dilakukan dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dan pemberdayaan masyarakat. KKN juga merupakan wahana penerapan serta pengembangan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus dalam waktu, mekanisme kerja, dan persyaratan tertentu. Oleh karena itu, KKN diarahkan untuk menjamin keterkaitan antara dunia akademik-teoritik dan dunia empirik-praktis. Dengan demikian akan terjadi interaksi sinergis, saling menerima dan memberi, saling asah, asih, dan asuh antara mahasiswa dan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka setiap mahasiswa diterjunkan langsung ke setiap daerah di Sumatera Barat, salah satunya kabupaten Pasaman. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kuliah kerja nyata (KKN) ini adalah cara bersosialisasi dengan masyarakat sehingga dapat mempermudah untuk menjalankan program utama dan program penunjang yang di musyawarahkan oleh Mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan kekompakkan setiap tim mahasiswa KKN. Hal ini dapat berwujud bila masing-masing mahasiswa dapat memahami tugasnya masing-masing dalam melaksanakan setiap program di kuliah kerja nyata (KKN) ini. Oleh karena itu, Dalam pengaplikasian pendidikan dan memenuhi pengabdiaan pada masyarakat maka dilakukankanlah Kuliah Kerja Nyata di Jorong Koto Nagari Sibakur Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. 1.2 Profil Lokasi KKN Nagari Sibakur termasuk salah satu Nagari yang terletak di Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat. Nagari ini berpenduduk 1500 jiwa dan tersebar di 3 jorong dengan ukuran jorong masing-masing yang tidak begitu luas. Sibakur memiliki potensi alam yang sangat indah dan lahan pertanian yang subur dan dikenal dengan hasil tani yang melimpah berupa karet. Akan tetapi, sangat disayangkan sekali, bukit-bukit yang memagari wilayah Sibakur ini kini banyak yang gundul akibat penebangan kayu yang nantinya menjadi sumber penghasilan dengan penjualan kayu

3 tersebut Hal ini tentu menjadi ancaman bagi penduduk untuk terjadinya bencana alam seperti longsor atau banjir.

Gambar 1. Peta Nagari Sibakur Jorong Koto merupakan salah satu dari 3 jorong yang berada dalam ruang lingkup Nagari Sibakur Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Masing-masing jorong berjarak sangat dekat dengan kepadatan penduduk yang beragam. Jorong Koto termasuk jorong yang cukup ramai dan padat dengan penduduk. Jumlah penduduk hampir mencapai 500 jiwa dengan KK. Sebagian besar masyarakat bermata pencarian sebagai petani Karet dan padi. Namun, ada juga yang bermata pencarian sebagai peternak, petugas kantor pemerintahan, pedagang, pengusaha kayu dan karyawan. Tingkat sumber daya manusia Jorong Koto masih rendah. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh tingkat pendidikan yang mayoritas hanya sampai jenjang pendidikan Sekolah Menengah, hanya

4 sedikit jumlah warga yang melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi. Kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan tergolong Kurang baik dan perlu beberapa peningkatan dalam bidang kebersihan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan kerja dan pendidikan kesehatan anak usia sekolah. Di Sekolah Dasar, untuk Nagari Sibakur ini ada yang memiliki UKS dan dokter kecil, namun tidak terlaksana dan dikelola dengan baik. Untuk Kesehatan SD masih jauh dari Sekolah yang sehat. Samaph masih bertebaran dimana-mana. Jamban kurang bersih, ada yang masih suka jajan sembarangan, dan kurangnya kesadaran untuk cuci tangan disamping PHBS lainnya yang tidak terlaksana. Begitu juga dengan MIS Sibakur. Akan tetapi, hal tersebut tidak menciutkan semangat anak-anak untuk mengikuti Pendidikan PHBS dan Latihan mencuci tangan dan Gosok Gigi yang benar ini. Mereka berantusias pada setiap pelaksanaan kegiatan. Di Sekolah-sekolah tersebut, mahaswa KKN juga disambut baik oleh pihak sekolah dengan menyediakan waktu, tempat, dan fasilitas, dan turut serta dalam mewujudkan hasil Pendidikan dan demonstrasi ini demi terwujudnya siswa dengan kebiasaan PHBS baik di sekolah maupun di rumah. Di lingkungan pelajar di daerah Sibakur ini juga cukup mengkhawatirkan. Terutama bagi siswi SMP, pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi masih minim yang diakibatkan oleh informasi yang kurang dari pendidikan orang tua yang menganggap bahwa masalah kesehatan reproduksi adalah hal yang masih tabu untuk dibicarakan. Namun, mereka tetap antusias dalam berpartisipasi pada saat sharing tentang Kesehatan Reproduksi. 1.3 Identifikasi Masalah Berdasarkan survey awal pemetaan dan pendataan penduduk, didapatkan permasalahan utama masyarakat terletak pada bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dimana rinciannya adalah : a. Aspek Ekonomi Permasalahannya terletak pada cara peningkatan hasil produksi pertanian dan perkebunan, proses pencarian bibit karet yang unggul, proses pemasarannya serta harganya yang murah. Disamping itu, kurangnya pengelolaan lahan yang berpotensi untuk pengembangan peternakan.

5 b. Aspek Kesehatan

Permasalahannya terletak pada kurangnya pengetahuan tentang kesehatan, kebersihan lingkungan, minimnya fasilitas jamban sehat, pemanfaatan fasilitas kesehatan yang kurang memadai dan gaya hidup kurang sehat. c. Aspek Pendidikan Permasalahnnya terletak pada keberadaan sarana pendidikan yang kurang memadai, banyak tidak melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi karena masalah ekonomi, kemauan untuk bersekolah yang rendah, dan pemeliharaan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Adapun masalah-masalah kesehatan yang akan diangkat antara lain adalah :1.

Bagaimana meningkatkan pengetahuan siswa SMP tentang Kesehatan Bagaimana cara memotivasi siswa SMP agar dapat memelihara kesehatan Bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat Sibakur tentang Bagaimana cara memotivasi masyarakat Sibakur agar peduli terhadap Bagaimana meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SD dan MIS Bagaimana cara memotivasi masyarakat Sibakur terutama, Ibu dan anak

Reproduksi Remaja dan Pemeliharaannya ?2.

reproduksi?3.

penyakit degeneratif pada dewasa dan lansia seperti hipertensi dan rematik ?4.

kesehatan dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada ?5.

Sibakur tentang budaya cuci tangan dan gosok gigi yang benar? 6. serta Lansia mengunjungi Posyandu?

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN

6

2.1 a. Tujuan

Program Kerja 1

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Wanita Tujuan Umum Meningkatnya pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku serta kemandirian perorangan, keluarga dan masyarakat dalam mengenal, mencegah dan mengatasi masalah kesehatan agar dapat hidup bersih dan sehat. Tujuan Khusus1.

Meningkatkan pengetahuan siswa SMP tentang Kesehatan Reproduksi Memotivasi siswi agar memelihara kesehatan diri dan reproduksi dalam Meningkatkan partisipasi siswi SMP dalam kewaspadaan penyakit yang

Remaja dan Pemeliharaannya2.

kehidupan sehari-hari3.

timbul akibat tidak diterapkannya pemeliharaan kesehatan reproduksi b. Waktu dan Tempat

Waktu : 16 Juni 2012 Tempat: Kelas VIII SMPN 41 Sibakur

c. Peserta

Siswi Kelas VII Siswi Kelas VIII

: 10 orang : 10 orang

d. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam menjalankan program pendidikan Kesehatan reproduksi remaja wanita adalah metode ceramah dalam pemberian materi, diskusi atau tanya jawab dengan peserta. Pemberian Materi menggunakan beberapa media antara lain laptop dan proyektor. Pemberian materi juga diselingi dengan pemutaran video motivasi untuk membuat murid-murid tidak