Laporan Pemicu Kelompok 8

download Laporan Pemicu Kelompok 8

of 21

  • date post

    07-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    30
  • download

    8

Embed Size (px)

description

karies

Transcript of Laporan Pemicu Kelompok 8

LAPORAN PEMICU KELOMPOK 8

GIGI ADZKIA BERLUBANGLAPORAN PEMICU KELOMPOK 8ANUSHKAA RAVI BALAN (130600211)THIVASHINI RAMAKRISHNAN (1306002130PRAVINA PERIASAMY (130600214)PUVANDRAN BALAKRISHNAN(130600215)JEEWENA RAVICHANTHIRAN (130600216)SAVITHIRA ELAMURUGU (130600217) UMA MAHESWARI (130600218)YUGASUNTHARI (130600219)YUGANYA SRI (130600220)VANITHA MUTHUSAMY (130600231)KATHRIN KRISTIN ( 130600232)IRHAM MUKHRIZ ( 130600233)IRWAN NUR HAKIM (130600234)NUR AINI SYAFIQAH (130600235)VAISHNAVI SANTHANAM (130600236)HEMAVATHY GANESAN (130600237)NITHIKALA SUBRAMANIAM (130600239)THEVARAJ VIGNESWARAN (130600240)

AHLI KELOMPOK 8.Seorang anak perempuan (adzkia usia 5 tahun) datang bersama ibunya ke Departemen IKGA RS Gigi dan Mulut USU denga keluhan beberapa giginya berlubang dan sakit pada bagian sebelah kanan.Hasil anmnesis diperoleh,pasien beberapa hari yang lalu mengeluhkan giginya sebelah kanan ngilu pada saat makan dan minum sehingga pasien mulai malas makan dan hanya mengunyah pada sebelah kiri.Pasien belum pernah dibawa ke dokter gigi ,karena ibunya tidak pernah mendengar anaknya mengeluh sakit gigi himgga beberapa hari yang lalu.Aanak mulai menyikat gigi sejak usia 3 tahun tetapi tidak teratur dan anak masih minum susu botol dengan frekuensi 4 botol/hari dan dikonsumsi saat hendak tidur

Hasil pemeriksaan klinis diperoleh:Gigi 51 61 karies mencapai dentin dibagian proksimal (mesial ,labial,distal)Gigi 52 62 karies mencapai dentin dibagian proksiamal ( distal meluas ke insisal)Gigi 54 karies mencapai dentin dibagian oklusal dan distalGigi 55 karies mencapai dentin dibagian oklusal dan mesial Gigi 85 karies mencapai dentin dibagian oklusal bukal dan distalIgi 65 75 karies mencapai dentin dibagian oklusal

KASUSBerdasarkan anmnesis dan hasil pemeriksaan anak tersebut menderita karies botol. Karies botol adalah karies yang menyerang gigi sulung pada anak-anak dan bayi yang berhubungan dengan pola pemberian minum seperti minum dari botol, pemberian ASI yang melebihi waktu normalnya. Karies botol ini mempunyai pola yang sangat khas. Gigi yang paling sering terkena adalah gigi insisivus sentralis dan lateralis maksila dan molar pertama maksila dan mandibula yang kemudian diikuti oleh gigi molar kedua dan kaninus. Gigi anterior mandibula sangat jarang terkena atau merupakan gigi yang paling terakhir terkena. Walaupun perawatan dan pencegahan terhadap karies sudah ditingkatkan, namun prevalensi karies botol masih tinggi di beberapa negara. Di Indonesia prevalensi karies botol adalah 48 persen. Karies botol adalah suatu penyakit yang multitaktorial dimana banyak faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit dan perkembangannya. 1)BERDASARKAN ANAMNESIS DAN HASIL PEMERIKSAAN KLINIS PADA KASUS TERSEBUT, TIPE KARIES APA YANG DIDERITA ANAK TERSEBUTAda 4 faktor utama yang memegang peranan yaitu:+ Faktor host-Gigi desidui biasanya mulai erupsi pada tahun pertama. Gigi pertama yang erupsi adalah gigi insisivus pertama bawah sekitar umur 6-8 bulan, kemudian diikuti oleh erupsi gigi insisivus pertama atas. Pada umur 12 bulan biasanya seluruh gigi anterior rahang bawah dan rahang atas telah erupsi. Waktu erupsi gigi sangat bervariasi antara individu (anak) yang satu dengan yang lain, faktor asupan nutrisi merupakan salah satu yang mempengaruhinya. Gigi susu lebih mudah terserang karies daripada gigi tetap. Hal ini disebabkan karena enamel gigi susu mengandung lebih banyak bahan organik dan air sedangkan jumlah mineralnya lebih sedikit daripada gigi tetap.

+Faktor mikroorganisme-plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak di atas suatu matriks yang terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan.plak gigi memegang peranan penting dalam menyebabkan terjadinya karies.2)JELASKAN ETIOLOGI KARIES SESUAI KASUS TERSEBUT+ faktor substrat-Faktor substrat dapat mempengaruhi pembentukan plak karena membentuk perkembang biakan dan kolonisasi mikroorganisme yang ada pada permukaan enamel. Substrat bagi S.mutans dapat berasal dari susu yang Dapat menyebabkan terjadi fermentasi karbohidrat. Meminum susu dengan menggunakan botol ketika tidur sangat tidak baik, cairannya akan mengenangi rongga mulut untuk beberapa waktu. Bakteri I dalam rongga mulut memetabolisme gula, kemudian menghasilkan asam yang merusak gigi.

+faktor waktu-Bakteri dan substrat membutuhkan waktu yang lama untuk demineralisasi dan progresi karies. Lamanya waktu yang dibutuhkan karies untuk berkembang menjadi suatu kavitas cukup bervariasi, diperkirakan 6-48 bulan, bila kebiasaan tidur dengan menghisap susu botol dalam waktu yang lama terus diamalkan.3) .SEBUTKAN DIAGNOSIS DAN RENCANA PERAWATAN MASING-MASINGGIGI PADA KASUS TERSEBUT

GIGI DIAGNOSISRENCANA PERAWATAN51 dan 61Karies K-2Tes sonderan = karies mencapai dentinTes thermal (+), Tes perkusi dan tes palpasi (-), Dirawat dengan compomer crown52 dan 62Karies K-2Tes sonderan = karies mencapai dentinTes thermal (+), Tes perkusi dan tes palpasi (-)Dirawat dengan compomer crown54 dan 55Karies K-2Tes sonderan = karies mencapai dentinTes thermal (+), Tes perkusi dan tes palpasi (-)Dirawat dengan bahan compomer85Karies K-2Tes sonderan = karies mencapai dentinTes thermal (+), Tes perkusi dan tes palpasi (-)Dirawat dengan pemasangan SSC65 dan 75Karies K-2Tes somderan =karies mencapai dentinTes thermal (+), Tes perkusi dan tes palpasi (-)Dirawat dengan bahan compomerDari pemeriksaan didapati gigi 52, 51, 61, dan 62 menderita karies K-2 yaitu untuk gigi 51, 61 karies mencapai dentin di bagian proksimal ( mesial, labial dan distal) dan gigi 52, 62 karies mencapai dentin di bagian proksimal (distal meluas ke insisal). Dasar pemilihan restorasi ini adalah:Gigi 52, 51, 61, dan 62 adalah gigi anterior yang membutuhkan estetisBahan compomer crown dapat melepaskan flour dan lebih kuat dibandingkan RMGIC, karena gigi anterior berfungsi untuk memotong makananProsedur kerja lebih mudah dibandingkan SSC berjendela untuk anteriorIndikasi untuk perawatan gigi sulungTidak perlu dietsa terlebih dahuluBahan restorasi : Compomer crown4) JELASKAN PERTIMBANGAN APA SAJA YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMILIH BAHAN RESTORASI GIGI 52, 51, 61 DAN 62 ; DAN APA SAJA YANG DAPAT MENJADI PILIHAN RESTORASI PADA KASUS TERSEBUT!KOMPOMER + karakteristikMengandungi senyawa fluoride seperti fluoride stronsium yang mampu melepaskan ion fluoride.Mengandungi monomer asam dan dan glass ionomer yang dapat mengabsorpsi air,meemicu reaksi yang bisa melepaskan fluor.Memiliki sifat yang dapat mengubah pH asam menjadi pH netral.pH asam dari kompomer lebih kecil sehingga dapat mengurangi asiditas terhadap asam yang menyebabkan karies agar resiko karies dapat berkuranf.Konduktivitas termis yang relative rendah,dapat mempertahankan struktur gigi dan preparasi kavitas. 5)JELASKAN KARAKTERISTIK, KEUNTUNGANDAN KEKURANGAN DARI MASNG-MASING BAHAN RESTORASI YANG DAPAT DIGUNAKAN PADA GIGI ANTERIOR KASUS TERSEBUT!KEUNTUNGAN.Pembuangan jaringan tidak invasive.melepaskan fluor Warnannya estetis serta mudah diaplikasikan. Light cure membuat bahan tumpatan segera mengeras sehingga bisa segera dilakukan finishing dan polishing.Mampu melekat ke struktur dentin gigi tanpa perlu system adhesive.Sistem light cure memungkinkan kita untuk menambah restorasi yang baru walaupun restorasi yang lama telah mengeras.Meme=iliki teknik penanganan yang lebih rendah dari RKKERUGIAN

Ikatan (bonding)terhadap dentin bias jadi masalah ,terutama pada preparasi di daerah marginalTerjadi polimerisasi shrinkage 2-3% -adaptasi marginal antara gigi dan bahan restorasi burukAbsorpsi air menyebabkan terjadi diskolorasi pada daerah permukaan dan marginal dari tumpatan setelah beberapa tahun

Anestesi dan pasang isolasi.Preparasi bagian boks proksimal dimulai dari garis tepi ke arah gingival dengan dinding bukal dan lingual sejajar terhadap kontur gigi. Bebaskan titik kontak. Preparasi dovetail di oklusal, buang sisa jaringan karies dengan ekskavator tajam atau bur bulat Membevel dan membuat groove pada garis sudut aksiopulpa Bila atap pulpa tipis, dapat dilapisi dengan pelindung pulpa Pasang matrix dan isi kavitas dengan kompomer selapis demi selapis diselingi dengan penyinaran selama 20 detik pada bagian proksimal terlebih dahulu kemudian penuhi kavitas. Rapikan dan polis dengan white stone. Cek oklusi dan kontak dengan gigi tetangga dengan dental floss.

6JELASKAN TAHAPAN PREPARASI UNTUK RESTORASI GIGI 55 DAN 54Lakukan pemasangan lempeng matriks pada tangkainya.Kemudian lempeng dimasukkan pada gigi melalui permukaan oklusal.Ujung bawah lempeng diletakkan sedikit melewati tepi gingival kavitas dan berakhir di sulkus gingival.Tangkas lalu diketatkan secara perlahan-lahan .Setelah itu masukkan penyekat kayu dari sisi bukal atau lingual sehingga lempeng matriks rapat sehimgga kavitas 7) JELASKAN CARA PEMASANGAN MATRIKS RESTORASI GIGI 55

+Pengurangan materi gigi-sebelum gigi dipreparasi jarak mesiodistal diukur.Tujuannya adalah untuk memilih besar SSC sesuai dengan besar gigi.+Pembuangan seluruh jaringan karies-dengan round bur putaran rendah atau dengan ekskavator.+kurangi permukaan oklusal-fisur yang dalam pada permukaan oklusal dikurangi sampai kedalaman 1-1.5 mmdengan tapered diamond bur+mengurangi permukaan proksimal-sebelum melakukan preparasi,gigi tetangga patut dilindungi dengan steel matriks band .Tempatkan tapered diamond bur berkontak dengan gigi pada embrasus bukal atau lingual dengan posisi sudut kira kira 20 derajat dari vertikal dan ujungnya pada margin gingiva.Preparasi dilakukan dengan satu gerakan bukolingual mengikuti kontur proksimal gigi.8) JELASKAN TAHAPAN PREPARASI UNTUK RESTORASI GIGI 85+mengurangi permukaan bukal dan lingual- dengan tapered diamond bur,permukaan bukal dan lingual dikurangi sedikit sampai ke gingival margin dengan kedalaman lebih kurang 1-1.5mm.INDIKASI

Tumpatan dengan glass ionomer, komposit atau amalgam yang tidak berhasilUn