Laporan KKN (DPL)

Click here to load reader

  • date post

    24-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    641
  • download

    44

Embed Size (px)

Transcript of Laporan KKN (DPL)

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA 2010 UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI : 43 (BANJARASRI) : KALIBAWANG : KULONPROGO : DIY

Oleh :

Dr. Muslim Mahardika, ST., M.Eng

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

DAFTAR ISI I. Kata Pengantar

II. Pendahuluan III. Isi a. Pembimbingan b. Penilaian c. Komentar DPL terhadap Kinerja Mahasiswa d. Pelaksanaan Program KKN-PPM IV. Penutup a. Kesimpulan b. Saran V. Lampiran

I. Kata Pengantar Segala puja dan puji hanya layak diperuntukkan kepada Allah SWT, Dia yang telah memberikan segalanya dengan berbagai kemudahan, kesempatan, waktu dan berbagai nikmat lainnya yang dapat kita rasakan hingga akhirnya Laporan Pelaksanaan Kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik. Syukurlah yang seharusnya tak henti kita lakukan Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN PPM Unit Banjarasri ini berisi berbagai hal perencanaan program yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan program dalam 2 bulan kegiatan KKN ini. No sector, no kode,sifat program, keputusan program ini cocok dan dipilih untuk dilaksanakan dalam KKN ini serta bentuk pelaksanaannnya. Dengan adanya laporan ini diharapkan program-program KKN PPM yang telah dilaksanakan dapat memberikan kontribusi riil yang dirasakan masyarakat, tepat guna dan berdampak positif terhadap kualitas hidup masayarakat, dapat berjalan lancar tanpa menemui hambatan-hambatan yang berarti. serta dapat berjalan sukses sesuai tujuan yang diinginkan. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada berbagai pihak yang sudah membantu terselesaikannya Laporan Pelaksanan Kegiatan ini, kepada : Bapak sebagai Camat Kalibawang Bapak sebagai Kepala Desa Banjarasri Masyarakat Desa Banjarasri Rakan-rekan unit Banjarasri, serta Berbagai pihak lain yang turut membantu dalam pembuatan laporan ini. Demikian Laporan ini dibuat, semoga dapat memberi kontribusi yang positif terhadap kesuksesan program KKN PPM ini. Akhirnya, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kekurangan dan kesalahan yang mungkin ditemui dalam pembuatan laporan ini. Dosen Pembimbing Lapangan

Muslim Mahardika

II. Pendahuluan Waktu Pelaksanaan : 01 Juli 2010 31 Agustus 2010 Lokasi Tema : Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, DIY : Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi dan Pendidikan Jumlah Mahasiswa :NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 NAMA IBNU KAUTSAR CHRIS YUDHO HARDIANTO ERIANA NURMAN SYARIF DZIKRY FIRDAUSI VICKY VICTHORIANSYAH AGUNG HADI SUSANTO SETRANUSA ARTA KUSUMANINGRUM LAILA DWI WINANTI AJI RIANDARI WISNU CAHYADI TEGAR PURNA PRIHANANTYO ARDIANNISA ISTIQOMAH PRATAMI SAKINA NUSARIFA TANTRI PUSPITA RANI HANIEFIDYANTI PRADHANINGGAR PRIHUTAMI DILAMAYA GRAFIKA TIAR MAHARANI IIS ISTIQOMAH RANIA DIMAS DWI PUTRA INDAH DWI PERMATASARI ANINDITO PRABOWO LERY PEBYANTI NIM 07/252356/TK/32863 07/252610/TK/32978 07/252632/TK/33000 07/251870/TK/32677 07/252685/TK/33053 07/251899/TK/32691 06/194445/TK/31818 07/253335/PN/11082 07/253479/PN/11116 07/257208/PN/11222 07/253303/PN/11074 07/253540/PN/11125 07/250062/EK/16489 07/251964/EK/16631 07/252151/EK/16670 07/252183/EK/16675 07/252242/EK/16686 07/253142/PA/11541 07/253274/PA/11597 07/252914/PA/11454 07/253521/PA/11701 07/250167/SP/21894 07/250494/SP/21973 07/253929/SP/22129 FAKULTAS TEKNIK TEKNIK TEKNIK TEKNIK TEKNIK TEKNIK TEKNIK PERTANIAN PERTANIAN PERTANIAN PERTANIAN PERTANIAN EKONOMI DAN BISNIS EKONOMI DAN BISNIS EKONOMI DAN BISNIS EKONOMI DAN BISNIS EKONOMI DAN BISNIS MIPA MIPA MIPA MIPA ISIPOL ISIPOL ISIPOL

III. Isi a. Pembimbingan b. Penilaian c. Komentar DPL terhadap Kinerja Mahasiswa d. Pelaksanaan Program KKN-PPM Semua program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang begitu antusias dalam menyambut kegiatan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan adanya interaksi dua arah yang saling menguntungkan, disamping masyarakat menerima ilmu-ilmu baru yang bisa dikatakan belum mereka kenal sebelumnya yang dapat membantu kelangsungan hidup mereka, begitupun mahasiswa memperoleh pengalaman yang berharga dengan adanya kegiatan KKN ini. Mahasiswa yang sehari-hari dihadapkan hanya dengan teori-teori di bangku kulliah, kini dihadapkan dengan kenyataan yang ada di masyarakat. Hal ini tidak lepas dari peran serta UGM untuk mempersiapkan para lulusannya supaya lebih peka terhadap halhalyang terjadi di lingkungan sekitar sebelum mahasiswa terjun langsung di masyarakat sepenuhnya. Berikut adalah pembahasan program-program yang dijalankan: 1. Pembuatan Instalasi Biogas Design Biogas Design biogas adalah tahap awal dalam pembuatan instalasi biogas. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mencari informasi dari internet serta buku-buku referensi yang berkenaan dengan biogas, selain itu juga membaca modulmodul, serta berkonsultasi dengan dosen dan ahli biogas. Pembuatan design biogas dilakukan di pondokan dengan menggunakan software Autodesk Inventor Professional 2008 dengan mengacu pada informasi yang didapat, konsultasi serta tempat lokasi biogas akan dibuat.

Tujuan utama design biogas adalah agar pembuatan instalasi biogas sesuai dengan banyaknya jumlah sapi yang dimiliki oleh warga serta luas lahan dan kondisi lahan, selain itu juga agar mengurangi kesalahan serta pekerjaan yang tidak perlu dalam pembuatan instalasi biogas nanti kelak. Kegiatan design biogas ini dilakukan pada tanggal 7 Juli 2010 - 27 Juli 2010. Faktor pendukung jalannya kegiatan antara lain : Software dan laptop yang kompatibel dalam membuat design biogas sehingga dalam pembuatan design biogas menjadi lebih mudah. Faktor penghambat jalannya kegiatan : Kurangnya pengetahuan tentang konsep dan informasi design biogas yang pernah dibuat sebelumnya. Survei dan Penentuan Lokasi Biogas Survei dan Penentuan Lokasi Biogas ini merupakan salah satu bagian dari program pokok tema di Desa Banjarasri. Tujuan diadakan survei dan penentuan lokasi biogas adalah untuk memperoleh tempat pembuatan instalasi biogas yang layak dan memenuhi syarat. Tempat yang potensial untuk dijadikan dibuat instalasi biogas harus memenuhi syarat antara lain memiliki hewan ternak (sapi) sebagai bahan baku biogas, kandang sapi yang berlantai cor-an, luas area memungkinkan untuk pembuatan instalasi, dan kandang yang berjarak cukup jauh dengan rumah agar gas metana yang dihasilkan tidak terlalu menyengat. Faktor pendukung dilaksanakannya kegiatan ini : Karena sebagian besar warga memiliki 2 ekor sapi dan lahan yang cukup luas maka menemukan tempat yang potensial untuk dijadikan lokasi pembuatan instalasi biogas bisa dilakukan secara cepat. Selain itu antusiasme warga terhadap sumber energi alternatif juga mendorong permohonan izin pemakaian tempat menjadi lebih mudah.

Faktor penghambat yang dihadapi selama survei antara lain : Minimnya pengalaman dan pengetahuan tentang persebaran hewan ternak pada awal masa KKN menyulitkan penentuan lokasi yang paling potensial untuk dijadikan percontohan instalasi biogas. Penggalian Pondasi untuk Biogas Program ini merupakan program tema dukuh Ganasari. Tujuannya adalah untuk mendukung pembuatan biogas. Pondasi ini dibuat sebagai tempat berkumpulnya kotoran sebagai sumber energi alternatif (biogas). Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Antusiasme dan peran serta masyarakat kerja bakti dalam partisipasi penggalian pondasi. Faktor penghambat pelaksanaan : Kegiatan penggalian pondasi dilaksanakan bertepatan dengan bulan puasa, sehingga sedikit mengurangi jam kerja. Akibatnya program ini selesai tidak tepat pada waktunya. Pembuatan Starter Biogas Pembuatan starter biogas sangat penting dalam pembuatan biogas. Pembuatan starter biogas ini penting untuk memacu bakteri agar menghasilkan gas. Kegiatan pembuatan starter ini dilaksanakan mulai tanggal 10 Juli sampai 18 Juli 2010. Alat yang digunakan untuk pemisahan feses ini adalah air, ember, sarung tangan, dan bambu. Faktor pendukung pelaksanaan: Pembuatan Starter Biogas merupakan rangkaian kegiatan dari pembuatan biogas sehingga perlu dilaksanakan dan masyarakat perlu mengetahui proses tersebut. Pembuatan starter biogas ini berguna untuk memacu bakteri sehingga biogas dapat mengeluarkan gas. Faktor penghambat pelaksanaan:

Kurangnya peran serta warga dalam kegiatan pembuatan starter biogas sehingga pelaksanaan pembuatan starter biogas membutuhkan waktu yang lama. Pemisahan Feses Kotoran Sapi Untuk Biogas Pemisahan feses sangat penting dalam pembuatan biogas yaitu memisahkan kotoran sapi dari jerami. Pemisahan feses ini penting untuk memperlancar dalam memasukan kotoran sapi ke dalam kubah penampung. Kegiatan pemisahan feses kotoran sapi ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Agustus Sampai bambu. Faktor pendukung dilaksanakannya kegiatan ini : Karena pemisahan feses merupakan rangkaian kegiatan dari pembuatan biogas sehingga perlu dilaksanakan dan masyarakat perlu mengetahui proses tersebut. Pemisahan feses ini untuk memisahkan kotoran sapi dari jerami sehingga mempermudah penampungan. Faktor penghambat yang dihadapi antara lain : Kurangnya peran serta warga dalam kegiatan pemisahan feses kotoran sapi karena waktu untuk melakukan kegiatan ini bertepatan dengan jam kerja masyarakat yaitu pergi ke ladang. sehingga pelaksanaan pemisahan feses kekurangan tenaga dan membutuhkan waktu yang lama. Instalasi Bak Penampung Gas (Kubah) Kegiatan instalasi bak penampung gas (kubah) ini dilaksanakan mulai tanggal 6 Juli 2010 sampai dengan 19 Agsutus 2010. Kegiatan awal yang dilakukan adala melakukan survey tempat, kemudian membeli bahan-bahan dan alat yang diperlukan untuk pembuatan bak penampung. Bak penampung ini dibuat dengan cara dicor yaitu campuran air, semen, dan pasir. Tinggi bak penampung ini adalah 30cm diawali dengan memasukan kotoran ke dalam tempat 19 Agustus 2010. Alat yang digunakan untuk pemisahan feses ini adalah air, ember, sarung tangan, dan

membuat cetakan menggunakan rangka dari besi dan ditopang dengan katu serta lembaran seng. Waktu yang diperlukan untuk pengecoran adalah 2 hari, dan 1 hari untuk kering, setelah itu coran diratakan dan dilapisi campuran semen tricosal agar kedap udara. Faktor pendukung dilaksanakannya kegiatan ini : Karena sebagian besar warga memiliki 2 ekor sapi dan lahan yang cukup luas maka pembuatan instalasi bak penampung gas (kubah) bisa dilakukan oleh setiap warga. Bak penampung ini dapat dibuat sendiri oleh warga karena ketersediaan pasir dan batu yang cukup melimpah. Faktor penghambat yang dihadapi selama ujicoba alat pencetak antara lain : Kurangnya peran serta warga dalam instalasi bak penampung gas (kubah) ini membuat sedikit sulit dalam pembuatan kubah, dan bentuknya yang setengah bola. Pembuatan Digester Setelah mendapat izin dari pemilik lahan, dilakukan pengukuran lahan yang sesuai dengan desain yang telah dibuat lalu dilanjutkan dengan penggalian serta pembelian bahanbahan material yang dibutuhkan untuk pembuatan digester. Langkah pertama pembuatan digester adalah pengecoran lantai lalu pembuatan dinding digester dengan menggunakan batu bata. Lamanya pengecoran lantai dan pengerjaan dinding memakan waktu 5 hari termasuk menunggu pengeringan. Langkah berikutnya adalah melakukan pemlesteran di seluruh permukaan bagian dalam dari dinding agar lebih kuat dan tidak mudah bosor. Selain itu, seluruh permukaan bagian dalam diaci dengan semen agar lebih kedap air dan udara. Kegiatan pembuatan digester ini dilakukan mulai tanggal 28 Juli 2010 di mana penggalian baru dilakukan dan berakhir tanggal 26 Agustus 2010 di mana sudah dihasilkan gas yang sudah bisa digunakan untuk memasak selama 30 menit. Kegiatan

tambahan yang dilakukan dalam pengerjaan digester ini adalah menyempurnakan saluran inlet (masukan) serta outlet (keluaran) agar bisa didapat gas yang lebih banyak dengan tekanan yang stabil. Pembuatan Mixer Kegiatan pembuatan mixer ini dilaksanakan mulai tanggal 4 Agustus 2010 sampai dengan 15 Agustus 2010. Kegiatan awal yang dilakukan adalah melakukan survey tempat, kemudian membeli bahan-bahan dan alat yang diperlukan untuk pembuatan mixer. Mixer ini dibuat dengan menggunakan tong yang dimodifikasi sedemikian dengan pengelasan. Faktor pendukung dilaksanakannya kegiatan ini : Karena sebagian besar warga memiliki 2 ekor sapi dan lahan yang cukup luas maka pembuatan mixer ini dapat dilakukan oleh setiap warga. Mixer ini dapat dibuat sendiri oleh warga karena bahan yang digunakan cukup sederhana dan hanya membutuhkan proses pengelasan dan perangkaian yang sederhana pula. Faktor penghambat yang dihadapi selama ujicoba alat pencetak antara lain : Kurangnya peran serta warga dalam pembuatan mixer ini membuat sedikit sulit dalam pencarian bahan dan perangkaian, serta pengelasan yang cukup memakan waktu. Perawatan Instalasi Biogas Kegiatan perawatan instalasi biogas dilaksanakan mulai tanggal 8 Agustus 2010 sampai dengan 27 Agsutus 2010. Kegiatan awal yang dilakukan adalah melakukan peninjauan tempat, kemudian memantau pembelian bahan-bahan dan alat yang diperlukan untuk pembuatan bak penampung, kubah, dan saluran. Setelah mengecek bahan-bahan yang diperlukan, selanjutnya hanya mengawasi jalannya pembuatan bak penampung hingga selesai. Pembersihan bak penampung juga dilakukan ketika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan, seperti

hujan deras secara tiba-tiba. Selanjutnya, mengecek bahanbahan untuk membuat kubah, kubah memantau setelah pengerjaan, jadi. Setelah membantu membersihkan

pembuatan kubah, maka dilakukan pengecekan gas metan, yang dilakukan dengan memasang balon sebagai indikator adanya gas yang dihasilkan. Ketika gas mulai dihasilkan, maka dilakukan pemasangan pipa dan saluran feses. Pengecekan pipa saluran gas dan feses sangat penting untuk mencegah terjadinya kebocoran pada pipa atau paralon. Pengecekan dilakukan secara rutin. Yang terakhir adalah pemasangan manometer untuk mengetahui tekanan gas yang dihasilkan. Dengan pengecekan dan pemantauan yang rutin, maka dapat dihasilkan api yang berwarna biru dan baik digunakan untuk memasak. Faktor pendukung dilaksanakannya kegiatan ini : Karena adanya tim yang solid dalam pembuatan instalasi biogas dan perhatian dari tim yang begitu besar terhadap kelayakan dan kebersihan bak penampung serta kubah, maka kinerja program perawatan instalasi biogas dapat berjalan dengan baik dan lancar. Faktor penghambat yang dihadapi selama ujicoba alat pencetak antara lain : Kurangnya peralatan yang memadai untuk mendeteksi adanya kebocoran pada saluran gas. Penyuluhan Biogas Disini warga diberikan pengetahuan tentang biogas meliputi keuntungan dari biogas dan instalasinya. Serta masyarakat dapat melihat langsung biogas yang masih dibuat oleh mahasiswa kkn dibantu warga. Faktor pendukung jalannya kegiatan antara lain : Warga sangat antusias karena umumnya mereka kebanyakan mempunyai sapi dirumah sehingga mereka ingin mengetahui tentang biogas.

Faktor penghambat jalannya kegiatan : Pembicara telat datang sehingga acara ditunda beberapa saat. 2. Pembuatan Pupuk Pembuatan Kompos Untuk Sampel dan Per Petani Peternak Berdasarkan survey yang dilakukan pembuatan pupuk kompos sangat pada awal KKN, untuk dibuat cocok

mengingat potensi daerah terutama di Dusun Kalijeruk yang mendukung untuk terlaksananya program ini dan belum pahamnya para petani tentang pembuatan pupuk kompos yang baik dan benar. Dengan banyaknya warga yang berprofesi sebagai petani peternak memungkinkan pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar. Para petani peternak belum pula memanfaatkan kotoran ternaknya secara optimal, kadang hanya dibiarkan saja, setelah dirasa cukup untuk dibawa kesawah untuk pupuk. Selain itu dengan adanya program ini dapat membantu kelangkaan pupuk, berkurangnya ketergantungan petani akan subsidi pupuk (petani mandiri), sehat tanaman, masyarakat yang mengkonsumsi, serta aman dan ramah lingkungan. Pupuk kompos yang dibuat, berasal dari kotoran sapi dan kambing. Pertama-tama kotoran yang akan dibuat kompos, ditiriskan (dikering anginkan) maksimal selama satu minggu. Setelah itu, kotoran tersebut dicampur dengan EM4 (yang telah dicampur dengan air setengah emberdan takaran EM4 kurang lebih 5 tutup botol yang EM4). Kemudian campur dengan tanaman/buah membantu mempercepat fermentasi

mikroorganisme, seperti nanas, pepaya atau pelepah pisang. Didiamkan selama kurang lebih satu minggu. Lalu bolak-balik campuran pupuk diatas, didiamkan lagi kurang lebih selama satu minggu. Pemilihan Kotoran Ternak Siap Kompos

Program ini dilakukan pada kotoran sapi yang tercampur dengan rumput yang tercecer didalam kandang. Pemisahan kotoran ini dimaksudkan agar kotoran yang dimasukan kedalam instalasi biogas dapat terfermentasi dengan sempurna dan tidak ada rumput yang ini mengendap harus didalam karena instalasi biogas. akan Pengendapan dihindari nantinya

membuat instalasi cepat penuh karena sirkulasi kotoran terganggu oleh rumput yang mengendap. Pengumpulan Bahan Untuk Pembuatan Pupuk Hijau Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, masih ada petani peternak yang kekurangan kompos untuk mengolah pertaniannya. selain itu masih banyak warga yang tidak mempunyai ternak namun membutuhkan pupuk. Pembuatan pupuk hijau membantu menambah tersedianya pupuk untuk petani yang membutuhkan pupuk berlebih. Banyaknya sampah dedaunan seperti tanaman kakao yang kurang dimanfaatkan atau hanya dibiarkan memungkinkan pelaksanaan program pembuatan pupuk hijau.. Program ini juga bertujuan untuk memberi contoh mensosialisaikan pupuk organik lebih baik daripada pupuk kimia. Pengumpulan bahan untuk pembuatan pupuk hijau yaitu sampah dedaunan, cangkul, ember, EM4. Aplikasi Pupuk Kompos ke tanaman dalam polibag Berdasarkan survey yang dilakukan pada awal KKN, pembuatan kompos dari kotoran ternak sangat cocok untuk Dusun Kalijeruk dengan potensi kotoran ternak yang sebagian besar belum dimanfaatkan. Kompos perlu diaplikasikan untuk mengetahui kualitasnya bagus atau tidaknya. pembuatan sekaligus Dengan pupuk memberi banyaknya warga yang berprofesi sebagai petani peternak memungkinkan pembibitan pelaksanaan di program kompos dapat berjalan lancar. Aplikasi kompos dilakukan untuk kakao polibag-polibag

informasi kepada petani kakao bagaimana cara pembibitan kakao yang benar karena sebagian besar warga dusun Kalijeruk menanam kakao. Aplikasi Pupuk Hijau ke tanaman dalam polibag Berdasarkan hasil survey yang dilakukan, masih ada petani peternak yang kekurangan kompos untuk mengolah pertaniannya. selain itu masih banyak warga yang tidak mempunyai ternak namun membutuhkan pupuk. Pembuatan pupuk hijau membantu menambah tersedianya pupuk untuk petani yang membutuhkan pupuk berlebih. Banyaknya sampah dedaunan seperti tanaman kakao yang kurang dimanfaatkan atau hanya dibiarkan memungkinkan pelaksanaan program pembuatan pupuk hijau. Pupuk hijau perlu diaplikasikan untuk mengetahui kualitasnya bagus atau tidaknya. Aplikasi pupuk hijau dilakukan untuk pembibitan kakao di polibag-polibag sekaligus memberi informasi kepada petani kakao bagaimana cara pembibitan kakao yang benar karena sebagian besar warga dusun Kalijeruk menanam kakao. Program ini juga bertujuan untuk memberi contoh mensosialisaikan pupuk organik lebih baik daripada pupuk kimia. Pemantauan proses pembuatan kompos dan setelah menjadi kompos Pemantauan proses pembuatan kompos ini dilakukan agar warga tidak mengalami kesulitan dalam proses pembuatan kompos. Pendampingan pembuatan masih perlu dilakukan hingga menjadi petani mandiri yang dapat membuat kompos sendiri. Kemudian pemantauan setelah pembuatan kompos dilakukan dengan tujuan memberi pendampingan kepada warga mengenai ciri-ciri kompos yang sudah siap digunakan untuk pupuk. Pemantauan proses pembuatan dan setelah pembuatan kompos perlu diberikan kepada warga agar memahaminya. Pembuatan pupuk hijau

Pembuatan pupuk hijau dilaksanakan di tiap-tiap RT dusun Kalijeruk. Rata-rata penduduk masyarakat Kalijeruk memiliki pekarangan sehingga guguran daun kering sangat bermanfaat digunakan sebagai pupuk hijau. Pembuatan pupuk hijau secara teknisi dapat dilakukan dengan mengumpulkan dedaunan yang kering pada suatu tempat, kemudian proses menggunakan pupuk hijau. Pengumpulan Bahan Kompos Masyarakat Kalijeruk sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak. Rata-rata setiap rumah terdapat 2 sapi atau 2 kambing. Kotoran ternak yang banyak, oleh masyarakat hanya dibersihkan dan dibuang disamping kandang ternak. Lama-kelamaan pembusukan akan timbul yang bau cukup tidak sedap akibat kotoran lama. Masyarakat biokatalisator untuk mempercepat

pembusukan dedauanan sehingga dapat digunakan untuk

berkeinginan supaya kotoran ternak yang berada disamping kandang, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos. Oleh karena itu, kompos merupakan salah satu program pokok di Dukuh Kalijeruk. Kegiatan mengumpulkan kotoran ternak ini dilakukan di rumah warga yang berkeinginan untuk membuat kompos. Dukuh Kalijeruk yang terdiri atas 2 RT, yaitu RT 25, RT 26, RT 27 dan RT 28. Kegiatan pengumpulan ini cukup melelahkan karena harus memindahkan kotoran ke tempat yang lebih teduh supaya terhindar dari air hujan dan sinar matahari. Partisipasi warga sangat antusias dengan kegiatan ini, dimana warga saling gotong royong dari satu rumah ke rumah lain, sehingga pengumpulan dapat lebih cepat. Pengumpulan bahan kompos dilakukan secara bertahap tiap RT karena kita juga ada program lain yang harus dikerjakan.

Memantau Hasil Aplikasi Pupuk Hijau Yang Diterapkan ke Tanaman Pedukuhan Kalijeruk yang sebagian besar berada di kaki Pegunungan Menoreh, banyak terdapat tanaman tahunan seperti jati, mahoni dan randu. Selain itu, di sekitar rumah warga Kalijeruk, banyak ditanami tanaman kakao. Dari informasi masyarakat Kalijeruk, pada musim kemarau sering terjadi daundaun tanaman yang berguguran. Daun-daun tersebut berserakan di kebun dan pekarangan rumah warga, sehingga mengotori lingkungan. Warga kemudian meminta pendapat kepada mahasiswa KKN supaya adanya program tentang pembuatan pupuk dari dedaunan (pupuk hijau). Hal tersebut kemudian kita jadikan sebagai program pembuatan pupuk hijau. Kegiatan pengumpulan daun-daun ini cukup menguras tenaga karena areal yang digunakan untuk pengumpulan bahan pupuk hijau sangat luas. Pembuatan pupuk hijau memakan waktu sekitar 2 minggu dari awal pembuatan sampai pupuk siap pakai. Pemantauan yang dikerjakan meliputi kegiatan pemantauan tentang pengaruh pupuk hijau yang diaplikasikan ke bibit kakao dalam polibag. Penyuluhan Mengenai Pentingnya Pupuk Kompos Penyuluhan mengenai pentingnya pupuk kompos dilakukan karena sebagian besar peternak di dukuh Kalijeruk masih belum memanfaatkan kotoran ternak secara maksimal. Peternak belum memanfaatkan limbah ternak untuk diolah menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Diharapkan setelah masa KKN masyarakat dapat melanjutkan program ini dan dapat mengurangi dampak polusi yang ditimbulkan dari limbah ternak. Kotoran ternak dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos yang nantinya dapat meningkatkan hasil produksi tanam. Program ini sangat bermanfaat mengingat sebagian

besar mata pencaharian warga Kalijeruk adalah petani. Para warga Dusun Kalijeruk sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan ini. Program penyuluhan ini dilakukan dengan pemberian penjelasan kepada masyarakat yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Penyuluhan ini melibatkan para peternak dan masyarakat sekitar kandang peternak. Respon masyarakat dapat dikatakan sangat bagus karena peternak sadar bahwa pembuatan pupuk kompos dari kotoran ternak dapat menjadi faktor yang menunjang produksi tanam dan hasil pertanian. Secara keseluruhan program dapat berjalan dengan baik, minat peternak untuk mengetahui cara pembuatan kompos dan semangat mereka menjadi faktor yang mendukung terselesainya program ini. Penyuluhan Mengenai Pembuatan Pupuk Hijau Penyuluhan mengenai pembuatan pupuk hijau dilakukan karena potensi alam dusun Kalijeruk yang memiliki banyak tumbuhan hijau. Dedaunan yang gugur dapat mengotori pekarangan rumah warga dan biasanya hanya dibakar. Penyuluhan mengenai pentingnya pupuk hijau dilakukan karena sebagian besar warga di dusun Kalijeruk masih belum memanfaatkan limbah dedaunan secara maksimal. Warga belum memanfaatkan limbah dedaunan untuk diolah menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Diharapkan setelah masa KKN masyarakat dedaunan. Limbah dedaunan dapat digunakan untuk membuat pupuk hijau yang nantinya dapat meningkatkan hasil produksi tanam. Program ini sangat bermanfaat mengingat sebagian besar mata pencaharian warga Kalijeruk adalah petani. Para warga Dusun Kalijeruk sangat antusias dalam mengikuti penyuluhan ini. Program penyuluhan ini dilakukan dengan pemberian penjelasan kepada masyarakat yang dilakukan baik dapat melanjutkan program ini dan dapat mengurangi dampak polusi yang ditimbulkan dari limbah

secara individu maupun kelompok. Respon masyarakat dapat dikatakan sangat bagus karena warga sadar bahwa pembuatan pupuk hijau dari limbah dedaunan dapat menjadi faktor yang menunjang produksi tanam dan hasil pertanian. Secara keseluruhan program dapat berjalan dengan baik, minat warga untuk mengetahui cara pembuatan pupuk hijau dan semangat mereka menjadi faktor yang mendukung terealisasinya program ini. 3. Peningkatan Kreativitas Anak usia Dini Pelatihan Membaca Surat Pendek Pelatihan membaca surat pendek merupakan kegiatan interdisipliner dengan kluster sosial-humaniora yaitu bagian dari pembinaan kegiatan TPA. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program pokok tema di Desa Banjarasri ini. Pelatihan dalam membaca surat pendek ini dilaksanakan di Dusun Dukuh, hal ini dikarenakan didaerah dukuh masih terdapat anak-anak dan masyarakat yang masih belum mampu dalam menghapal suratsurat pendek. Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terutama anak-anak serta meningkatkan hapalan surat-surat pendek dalam rangka menciptakan insan yang kuat serta berkarakter dalam segi agama. Kegiatan Pelatihan Membaca Surat Pendek ini dilaksanakan mulai tanggal 12 Juli sampai dengan 19 Agustus 2010, khusus hari-hari tertentu yaitu Senin dan Kamis. Faktor pendukung dilaksanakannya kegiatan ini : Ketersediaan masjid sebagai tempat melakukan kegiatan. Selain itu antusiasme masyarakat yang cukup tinggi sehingga mempermudah kegiatan ini. Faktor penghambat yang dihadapi selama ujicoba alat pencetak antara lain : Kurangnya peralatan dan fasilitas tertentu seperti AlQuran dan Juz Amma sehingga menghambat kegiatan.

Pembenahan Administrasi PAUD Program ini merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di dusun Ganasari. Kegiatan PAUD dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari Rabu dan Sabtu. Setiap pertemuan saya menyiapkan daftar presensi. Tujuan dari Pembenahan Administrasi PAUD yaitu untuk memanajemen administrasi PAUD agar sistem yang ada di PAUD menjadi lebih tertata rapi. Faktor pendukung pelaksanaan: Partisipasi dan antusias para pengajar PAUD dalam melakukan pembenahan terhadap administrasi. Faktor penghambat pelaksanaan: Terbatasnya pengetahuan warga dalam penyusunan administrasi PAUD. Pengadaan Buku Iqra Tujuan diadakannya program ini adalah untuk melengkapi peralatan-peralatan di Masjid Ganasari, yaitu Buku Iqra. Anak-anak Dusun ganasari masih banyak yang belum lancar dalam membaca Iqra maupun Al-Quran sehingga kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan. Faktor pendukung pelaksanaan: Antusias anak-anak Ganasari dalam mempelajari Iqra dan Al-Quran. Faktor penghambat pelaksanaan: Terbatasnya dana KKN, sehingga hanya sedikit Buku Iqra yang dapat disediakan. Bimbingan Belajar Siswa Kelas 5 SD Program ini merupakan program non tema dusun Ganasari. Tujuannya adalah untuk membantu siswa kelas 5 SD untuk mengambangkan ilmu pengetahuan di luar sekolah dan membantu siswa kelas 5 SD untuk mengerjakan PR yang mereka peroleh dari sekolah. Bimbingan belajar siswa kelas 5

SD ini dilakukan agar anak-anak dusun Ganasari mendapatkan fasilitator untuk belajar di luar sekolah. Bimbingan belajar siswa kelas 5 SD ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Selasa dan Jumat sore. Faktor pendukung pelaksanaan: Besarnya keinginan siswa kelas 5 SD untuk belajar dan menambah ilmu pengetahuan mereka. Faktor penghambat pelaksanaan: Terbatasnya fasilitas pengajaran bagi siswa. Pelatihan Menggambar dan Mewarnai PAUD Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk melatih keterampilan dan perkembangan syaraf motorik bagi anak usia 3-5 tahun. Pelatihan ini penting karena pada usia 3-5 tahun anak-anak membutuhkan pelatihan dan agar perkembangan merupakan kreatifitasnya maksimal. Pelatihan Menggambar Mewarnai program rutin selama masa KKN berjalan yang dilaksanakan setiap kegiatan PAUD berlangsung, yaitu pada hari Rabu dan Jumat, mulai tanggal 17 Juli sampai 25 Agustus 2010. Faktor pendukung jalannya kegiatan antara lain : Hampir seluruh anak-anak peserta PAUD di dukuh Ganasari telah belajar menggambar dan mewarnai secara rutin sebelumnya, sehingga program ini dapat berjalan secara lancar. Faktor penghambat jalannya kegiatan : Penyelenggaraan kegiatan PAUD yang sering tidak berjalan karena kekurang-aktifan orang tua siswa dan guru pengajar membuat program ini beberapa kali tertunda pelaksanaannya. Pengadaan Alat-alat PAUD Pengadaan alat PAUD ini merupakan salah satu bagian dari program pokok tema di Desa Banjarasri. Program bertujuan untuk melengkapi peralatan bermain anak-anak usia dini di dukuh Ganasari yang semakin meningkat setiap tahunnya. Alat-

alat yang diberikan antara lain berupa puzzle berbentuk binatang, gambar-gambar alat transportasi, bantalan cap, dan permainan huruf dan angka. Diharapkan dengan alat permainan ini peserta PAUD di dukuh Ganasari dapat belajar mengenal jenis-jenis binatang, alat transportasi, serta melatih kemampuan nalar dan psikomotor. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Pengadaan alat-alat PAUD dapat berjalan dengan sukses karena banyaknya anak usia dini yang aktif mengikuti program PAUD di dukuh Ganasari, serta dukungan sponsor yang membantu memberikan alat-alat permainan yang sesuai untuk anak usia 3-5 tahun. Faktor penghambat jalannya kegiatan: Kegiatan PAUD sering tidak berlangsung karena kekurangaktifan orang tua murid atau guru pengajar sehingga pengadaan alat-alat PAUD tertunda. Pelatihan Adzan untuk Anak-anak Tujuannya untuk mengajarkan adzan pada anak-anak khususnya anak laki-laki sehingga setiap datangnya waktu sholat, jika takmir masjid berhalangan anak-anak bisa menggantikan untuk adzan, selain itu agar anak laki-laki terbiasa untuk bisa mengumandangan adzan, dan sekaligus agar terbiasa sholat di masjid secara berjamaah, serta meningkat ketaqwaan. Program ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 minggu dengan waktu yang bertahap yaitu pada tanggal 29 Juli 12 Agustus 2009. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Banyaknya jumlah anak laki laki yang berusia 6-12 tahun atau kelas 1-6 SD sehingga program ini bisa dilaksanakan. Faktor penghambat jalannya kegiatan: Kurangnya kepercayaan diri pada anak laki-laki. Bimbingan Belajar Kelas 6 SD

Tujuannya materi pelajaran

adalah yang

untuk kurang

membantu dipahami.

anak-anak Program ini

khususnya kelas 6 SD dalam hal pelajaran sekolah ataupun dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yatu pada hari Selasa dan Jumat, ataupun jika ada anak-anak yang memiliki pekerjaan rumah yang kurang dipahami, mereka bisa datang di luar hari Selasa dan Jumat. Kegiatan ini menggunakan modul pembelajaran serta pengajaran dengan sistem belajar secara perorangan. Faktor pendukung berjalannya kegsiatan ini adalah : Banyaknya anak-anak yang berpartisipasi dengan aktif. Tempat dilakukan di rumah Pak Triyanto dan masjid At-Taqwa, dimana kenyamannya sangat terjaga. Faktor penghambat pelaksanaan : Metode pengajaran kurang banyak. Latihan Bacaan Shalat Tujuannya diadakannya program ini adalah untuk mengajarkan bacaan shalat pada anak-anak terutama shalat fardhu. Kegiatan ini dimulai dari mengajarkan anak pada niat wudhu, niat shalat, kemudian mengajarkan lafaz bacaan-bacaan dalam shalat dan surat-surat pendek dengan baik dan benar. Diharapkan setelah program ini selesai anak-anak dukuh Ganasari dapat menjalankan shalat secara teratur dengan bacaan yang sesuai. Program ini dilaksanakan secara rutin 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari Senin dan Kamis selama masa KKN yaitu mulai tanggal 14 Juli sampai dengan 25 Agustus 2010. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Banyaknya anak usia 6-12 tahun atau kelas 1-6 SD yang bertempat tinggal di dukuh Ganasari serta antusiasme yang besar untuk belajar menyebabkan program ini bisa berjalan dengan lancar. Faktor penghambat jalannya kegiatan:

Kurangnya kemampuan anak-anak dukuh Ganasari dalam membaca Al-Quran serta lemahnya dorongan dan contoh dari lingkungan sekitar untuk melaksanakan shalat secara tepat waktu menyebabkan anak-anak membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyerap pelajaran. Bimbingan Belajar untuk Kelas 1 SD Tujuannya adalah untuk membantu anak-anak khususnya yang masih duduk di kelas 1 SD dalam hal pelajaran sekolah, termasuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan materi pelajaran yang kurang dipahami. Bimbingan belajar untuk kelas 1 SD merupakan program yang berlangsung secara rutin selama masa KKN dan dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yatu pada hari Selasa dan Jumat. Kegiatan ini menggunakan buku cetak, fotocopi soal latihan, dan modul pembelajaran. Pengajaran perorangan. Faktor pendukung berjalannya kegsiatan ini adalah : Banyaknya anak-anak yang berpartisipasi dengan aktif dengan menanyakan materi pelajaran yang belum dipahami. Tempat pelaksanaan program, yaitu di rumah Pak Triyanto dan masjid At-Taqwa, yang kenyamannya sangat terjaga juga mendorong kesuksesan program ini. Faktor penghambat pelaksanaan : Metode pengajaran kurang variatif dan kurangnya sumber materi untuk pengajaran menyebabkan sedikit kesulitan dalam menerangkan materi pelajaran. Pengadaan Buku SD Buku SD diperoleh dari sponsor yaitu Penerbit Erlangga, kemudian diserahkan ke SD Negeri Candirejo, kecamatan Kalibawang, kabupaten Kulonprogo. Tujuan pengadaan buku teks untuk sekolah dasar adalah untuk melengkapi buku pelajaran yang ada di sekolah, sehingga siswa-siswi SD Negeri dilakukan dengan sistem belajar secara

Candirejo memperoleh tambahan ilmu pelajaran yang lebih beragam. Faktor pendukung berjalannya kegsiatan ini adalah : Dukungan dari sponsor yaitu Penerbit Erlangga, yang memberikan berbagai macam buku pelajaran untuk kelas 1 sampai 6 SD membuat program pengadaan buku SD berjalan dengan lancar. Faktor penghambat pelaksanaan : Beberapa buku teks yang di serahkan ke sekolah tidak digunakan secara aktif dalam kegiatan belajar-mengajar di SD Negeri Candirejo, sehingga hanya berfungsi sebagai sumber tambahan materi. Pelatihan Baca Doa Tujuan dari program ini adalah untuk membina anakanak tingkat TPA agar dapat lebih mengetahui dan mengerti bagaimana cara berdoa, doa apa saja yang harus dibaca, serta bagaimana penulisan serta pelafalan dari doa-doa yang diajarkan tersebut. Kegiatan dilakukan rutin 3 kali seminggu bersamaan dengan diaadakannya kegiatan TPA di Masjid At-Taqwa Dusun Ganasari. Kegiatan TPA berlangsung sore hari pada pukul 15.30 s.d. 17.30 dan diikuti oleh anak-anak berusia antara 5 hingga 14 tahun. Pelatihan Keterampilan Bernyanyi Untuk PAUD Kegiatan PAUD dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari Rabu dan Sabtu. Setiap pertemuan saya menyiapkan materi terlebih dahulu dan materi yang diberikan berbeda-beda setiap minggunya. Tujuan dari Kegiatan keterampilan Bernyanyi untuk PAUD yaitu untuk memberikan pengetahuan bagi anakanak usia dini tentang lagu anak-anak, lagu daerah, lagu nasional, dan alat musik. Anak-anak dini, harus selain dikenalkan menambah pengetahuan bernyanyi sejak

pengetahuan bernyanyi kegiatan ini juga dapat menghibur anakanak. Faktor pendukung jalannya kegiatan antara lain : Partisipasi dan antusias anak-anak sangat besar dalam hal bernyanyi. Faktor penghambat jalannya kegiatan : Terbatasnya buku lagu dan alat musik di taman PAUD. Pelatihan Membaca Iqra di TPA Tujuannya untuk memberikan pendidikan kepada anakanak dalam membaca Iqra sehingga mereka lancar dalam membaca alquran. Anak-anak masih banyak yang belum bisa membaca Iqra maupun alquran sehingga kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari senen dan kamis setiap minggunya dari jam 15.0018.00. Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memberikan pengetahuan agama kepada anak-anak sejak mereka masih kecil, dan untuk meningkatkan nilai kerohanian kepada anakanak. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Orang tua sangat mendukung kegiatan ini karena kegiatan ini dapat meningkatkan nilai keagamaan bagi anakanak. Faktor penghambat jalannya kegiatan: Kurangnya minat anak-anak dalam kegiatan ini dan anakanak lebih memilih bermain dari pada belajar alquran. Pelatihan Menulis Huruf Hijaiyah Tujuannya adalah untuk melatih dan meningkatkan keterampilan anak-anak dalam menulis huruf hijaiyah. Anakanak tidak hanya belajar membaca iqra dan alquran tetapi mereka juga garus mampu menulis huruf hijaiyah sehingga kegiatan ini sangat penting. Kegiatan ini mulai dilakukan pada pertengahan agustus yaitu pada hari senin dan rabu. Setelah

anak-anak mulai mampu membaca iqra kegiatan belajar menulis huruf hijaiyah baru dilakukan. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Orang tua sangat mendukung kegiatan ini karena kegiatan ini dapat meningkatkan nilai keagamaan bagi anakanak. Faktor penghambat jalannya kegiatan: Kurangnya minat anak-anak dalam kegiatan ini dan anakanak lebih memilih bermain dari pada belajar alquran. Bimbingan Belajar Untuk Kelas 2 SD Kegiatan ini dijadwalkan selama 1bulan 3 minggu dengan pertemuan dilakukan 2x seminggu yaitu pada hari selasa dan kamis. Tujuan kegiatan ini adalah membantu anak-anak dalam memahami pelajaran yang diberikan dari sekolah dan memberikan pengetahuan tambahan bagi anak-anak, serta membantu anak-anak dalam mengerjakan PR. Kegiatan pengajaran ini menggunakan sistem modul kelompok Kegiatan ini serta membuat anak-anak rajin belajar dan rajin mengerjakan PR. pembelajaran belajar. dengan Sebelum

melakukan bimbingan belajar terlebih dahulu saya menyiapkan materi untuk dijelaskan kepada anak-anak. Setelah materi dijelaskan anak-anak juga diberikan latihan soal supaya anakanak lebih memahami materi yang diberikan. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Banyaknya anak-anak yang berpartisipasi dengan aktif dan mereka merasa terbantu ketika ada pekerjaan rumah PR. Faktor penghambat pelaksanaan : Metode pengajaran kurang banyak. Cerita/Dongeng Islam Cerita/Dongeng Islam merupakan salah satu sarana penambahan wawasan dalam bidang agama islam. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan TPA lainnya.

Tujuannya utama kegiatan ini adalah suapaya anak-anak mampu mengambil hikmah dan menerapkan bentuk keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, yang menunjang tujuan dari program TPA. Kegiatan unit produksi serbuk arang ini dilakukan pada tanggal12 Juli - 19 agustus 2010, khusus hari Senin dan Kamis. Faktor pendukung jalannya kegiatan antara lain : Ketersediaan masjid sebagai tempat melakukan kegiatan. Selain itu antusiasme masyarakat yang cukup tinggi sehingga mempermudah kegiatan ini. Faktor penghambat jalannya kegiatan : Kurangnya peralatan dan fasilitas tertentu seperti bukubuku cerita Islam sehingga menghambat kegiatan. Menyusun Gambar PAUD Pelatihan menyusun gambar PAUD merupakan kegiatan interdisipliner dengan kluster sosial-humaniora. Tujuan dari program ini merupakan pelatihan ketrampilan dan kecerdasan bagi anak-anak usia dini. Program ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 bulan sejak tanggal 19 Juli 21 Juli 2010, hari tertentu Rabu dan Sabtu. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Tersedianya fasilitas tempat dan sarana prasarana sebagai penunjang kegiatan. Faktor penghambat jalannya kegiatan: Keterbatasan dana dari tim KKN sehingga kegiatan kurang berjalan secara maksimal. Bimbingan Belajar Kelas 4 Program ini merupakan salah satu kegiatan non tema yang merupakan kegiatan monodisipliner. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan bimbingan dan binaan pemberian materi serta membantu menyelsaikan tugas sekolah. Faktor pendukung pelaksanaan :

Antusiasme kegiatan program.

anak-anak

yang

mampu

mendukung

Faktor penghambat pelaksanaan : Karena terbatasnya dana tim KKN, pembelian sarana dan fasilitas seperti buku pelajaran masih terbatas. Pemberian Pelajaran Tajwid di TPA Pemberian pelajaran tajwid di TPA merupakan hal yang mendasar bagi anak-anak di TPA untuk dapat membaca AlQuran dengan baik sesuai dengan ketentuan. Tujuan dari pemberian pelajaran tajwid di TPA adalah untuk memperdalam pemahaman anak-anak dalam hal membaca Al-Quran dengan lafadz yang benar, fasih, dan tidak menimbulkan salah penafsiran dalam jangka panjangnya. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan cara berkelompok sejak awal dimulainya kinerja KKN. Anak-anak yang berkumpul di masjid At-Taqwa Ganasari lalu berkumpul sesuai kelompok masing-masing kemudian mengikuti pelajaran yang disediakan oleh tim KKN yang berupa pelajaran membaca Iqra, mendengarkan dongeng nabi, pelatihan doa, pelajaran tajwid, dan lain-lain. Setiap kelompok mengikuti salah satu pelajaran yang diberikan secara bergilir. TPA dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, setelah shalat Ashar hingga menjelang magrib. Bahan-bahan yang diperlukan dalam memberikan pelajaran tajwid antara lain buku tajwid, Al-Quran, buku doa, alat tulis, dan kertas. Setiap kegiatan pelajaran ilmu tajwid, diawali dengan pembukaan yaitu membaca doa, dan diakhiri pula dengan membaca doa penutup. Secara berkala dilakukan evaluasi untuk menilai sejauh mana anak-anak dapat membaca Al-Quran dengan baik.. Faktor pendukung jalannya kegiatan antara lain : Adanya tenaga pengajar yang saling membantu dapat memperlancar jalannya kegiatan TPA dengan lancar.

Faktor penghambat jalannya kegiatan : Keterbatasan dalam penyediaan sarana dan prasarana seperti meja dan alat tulis memberikan pengaruh dalam efektivitas pelaksanaan program ini. Selain itu, antusiasme anak-anak yang semakin menurun menyebabkan program kurang berjalan secara maksimal. Outbond TPA Pengadaan outbond ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang santai, gembira, dan bersemangat dalam belajar segala sesuatu di lingkungan yang terbuka. Program ini bersifat terbuka, tidak hanya diikuti oleh anak-anak TPA saja, tetapi juga remaja-remaja yang ada. Outbond dilaksanakan selama 2 jam di lingkungan sekitar dukuh Ganasari setiap hari Minggu pagi dan di lokasi yang berbeda-beda setiap minggunya agar peserta tidak mengalami kebosanan. Outbond tidak selalu dilakukan dengan persiapan peralatan yang rumit. Yang terpenting adalah tujuan dari program ini tercapai, yaitu memberikan penyegaran, suasana belajar yang santai, dan memberikan keleluasaan dalam mengenal banyak hal termasuk Allah swt.dan segala ciptaannNya di lingkungan terbuka. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Banyaknya anak-anak yang kompak dan kooperatif dalam mengikuti kegiatan ini dapat membuat kegiatan berjalan dengan lancar. Faktor penghambat jalannya kegiatan: Kekompakan anak-anak yang kurang diimbangi dengan semangat yang tingi dari fasilitator membuat kegiatan ini tidak berjalan secara maksimal. Pelatihan Kerajinan Tangan PAUD Tujuannya adalah untuk membantu pengajaran di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan mengembangkan kreativitas anak-anak usia dini dalam hal membuat kerajinan tangan.

Dalam membantu pengajaran di PAUD, tim KKN membagi kelompok-kelompok anak yang tiap kelompik mendapatkan pengajaran yang berbeda-beda setiap pertemuannya, salah satunya adalah pelatihan kerajinan tangan. Pengajaran di PAUD dilakukan dengan cara bekerjasama antara tenaga pengajar dari tim KKN dan tenaga pengajar dari pihak PAUD itu sendiri. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Rabu dan Sabtu secara rutin, kecuali jika ada warga yang meninggal atau punya hajat, dan saat liburan sekolah. Program pelatihan kerajinan tangan PAUD ini terdiri atas pelatihan membentuk plastisin, menggunting dan menempel, mencocok kertas bergambar, meronce, dan lain sebagainya. Faktor pendukung berjalannya kegsiatan ini adalah : Sarana dan prasarana pengajaran yang tidak sulit untuk disiapkan dapat meringankan kerja tim KKN sehingga persiapan materinya tidak terlalu memberatkan. Faktor penghambat pelaksanaan : Keterbatasan tenaga pengajar yang siap siaga dari pihak PAUD membuat kinerja program ini sedikit terhambat. Bimbingan Belajar untuk Kelas 3 SD Program ini merupakan salah satu kegiatan non-tema yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SD mengenai pelajaran-pelajaran baik yang telah diberikan di sekolah, maupun yang belum pernah diberikan. Kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat, dengan mata pelajaran dan materi yang berbeda-beda setiap pertemuannya. Selain hari Selasa dan Jumat, anak-anak pun bisa datang ke pondokan untuk meminta pertolongan dalam mengerjakan PR yang kurang dapat dimengerti. Kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan di Masjid AtTaqwa Ganasari, yang strategis karena dekat dengan

lingkungan tempat tinggal anak-anak, dan memiliki suasana yang nyaman untuk kegiatan belajar. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Semangat dari beberapa anak yang menggebu biasanya berpengaruh pada anak-anak lain sehingga ikut bersemangat. Selain itu, ketersediaan buku-buku pelajaran untuk SD sangat mendukung berjalannya kegiatan bimbingan belajar ini. Faktor penghambat pelaksanaan : Antusiasme anak-anak yang semakin menurun menyebabkan terhambatnya kegiatan bimbingan belajar ini. 4. Program Terpadu Lomba memasukkan benang ke dalam jarum Program ini merupakan salah satu kegiatan non-tema yang merupakan kegiatan pendukung menyambut 17 Agustus dan Bulan Ramadhan. dan Bulan Ramadhan. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Banyaknya anak-anak yang berpartisipasi dengan aktif. Tempat dilakukan di rumah warga dukuh Ganasari, dimana kenyamannya sangat terjaga. Faktor penghambat pelaksanaan : Kurangnya persiapan dan jenis materi lomba. Kerja Bakti Warga Program ini merupakan salah satu kegiatan non-tema yang bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi melalui kerja bakti warga, sebagai ajang temu sapa serta bisa dijadikan kegiatan berbagi karena padatnya aktivitas warga yang setiap pagi selalu pergi ke sawah dan ketika mendekati sore mereka kembali ke rumah. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Banyaknya warga masyarakat yang ikut berperan serta maka program ini dapat terlaksana. Kegiatan ini dijadwalkan selama 1 minggu penuh. Tujuan kegiatan ini adalah menyambut HUT RI

Faktor penghambat pelaksanaan : Jam kegiatan kerja bakti bertepatan dengan jam kerja warga pergi berladang. Buka Puasa Bersama Program ini merupakan salah satu program yang dilaksanakan dalam rangka bulan suci Ramadhan. Tujuan dari dilaksanakannya program buka puasa bersama ini adalah untuk mempererat persaudaraan dan semakin menambah keakraban di antara warga dusun Ganasari. Program buka puasa bersama ini dilaksanakan sebanyak dua kali selama bulan Ramadhan, yaitu pada tanggal 15 Agustus 2010 dan 20 Agustus 2010. Faktor pendukung pelaksanaan: Besarnya partisipasi warga dusun Ganasari dalam meramaikan acara buka puasa bersama. Faktor penghambat pelaksanaan: Lomba Adzan Program ini merupakan salah satu kegiatan non tema yang merupakan kegiatan monodisipliner. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan dan mengembangkan potensi anak-anak dusun Ganasari dalam mengumandangkan Adzan. Dengan diadakannya kegiatan lomba Adzan ini, diharapkan anak-anak dusun Ganasari dapat lebih percaya diri dalam mengumandangkan Adzan. Kegaitan ini dilakukan dalam 1 hari, yaitu pada tanggal 12 Agustus 2010. Faktor pendukung pelaksanaan: Banyaknya motivasi yang dilakukan para orang tua warga kepada anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam meramaikan acara lomba Adzan. Faktor penghambat pelaksanaan: Masih ada anak-anak warga yang kurang percaya diri. Lomba Joget Balon

Lomba joget balon merupakan salah satu program non tema yang bersifat mono-disipliner. Program lomba joget balon dilakukan dalam rangka meramaikan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2010. Karena perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, maka untuk mengantisipasi habisnya energi, program lomba joger balon diselenggarakan sebelum bulan suci Ramadhan, tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2010 sore. Faktor pendukung pelaksanaan: Banyaknya jumlah anak-anak di dusun Ganasari. Faktor penghambat pelaksanaan: Nonton Bareng Final Piala Dunia Program ini merupakan program yang dilakukan tepat dipuncak euforia warga dalam pergelaran Piala Dunia yang berlangsung di Afrika Selatan. Kegiatan ini dilakukan melihat antusiasme warga yang sangat baik. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk ajang silaturahmi yang dikemas secara santai dan terbuka melalui acara nonton bareng sehingga hubungan antara warga dan mahasiswa kkn dapat lebih erat dan lebih solid lagi. Program ini dilakukan di dalam ruangan yang cukup luas, dengan bantuan proyektor serta layar yang cukup lebar sehingga dapat menjangkau hampir seluruh ruangan. Kegiatang ini berlangsung pada tanggal 11 Juli 2010. Faktor pendukung jalannya kegiatan : Banyaknya jumlah bapak-bapak dan pemuda yang juga sangat meminati sepak bola khususnya Piala Dunia ini sehingga lebih mudah dalam hal mengumpulkan warga. Faktor penghambat jalannya kegiatan:

Karena begitu antusias banyak sekali warga yang datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan sehingga panitia harus lebih cepat dalam hal persiapan. Pembersihan Gapura Program ini dilakukan dalam rangka kerja bakti menyambut hari kemerdekaan RI. Ide awal kegiatan ini dari rapat Karang Taruna yang diikuti warga dan mahasiswa KKN. Pembersihan gapura bertujuan membuat gapura menjadi lebih terawat. Kegiatan ini berlangsung tanggal 9 agustus 2010 dimulai pada pagi hari sampai menjelang sore. Kegiatan ini diikuti oleh semua warga dan mahasiswa kkn secara bergotong-royong. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Tersedianya berbagai alat-alat kebersihan karena warga membawa dari rumah masing-masing. Faktor penghambat pelaksanaan : Kurangnya partisipasi pemuda karena hanya didominasi bapak-bapak. Lomba Futsal Bapak-bapak Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian lomba yang diadakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Lomba diadakan pada malam hari karena pada pagi sampai sore biasanya bapak-bapak tidak sedang berada di rumah karena kebanyakan mereka bekerja di sawah. Kegiatan berlangsung pada tanggal 9 Agustus 2010 mulai jam 7 sampai jam 11 malam. Kegiatan ini dilangsungkan di lapangan depan rumah salah satu warga. Penerangan dilakukan dengan menggunakan beberapa lampu neon yang dipinjamkan oleh warga setempat. Pertandingan berjalan dengan sangat ramai ditonton oleh banyak sekali warga termasuk anak-anak. Mereka sangat terhibur melihat bapakbapak yang sangat antusias dalam bermain dan juga sering

melakukan gerakan-gerakan yang lucu dan kocak sehingga membuat suasana semakin meriah. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Karena bapak-bapak yang bermain jadi kebanyakan mereka mengajak istri dan anak-anak mereka sehingga suasana semakin meriah serta lampu dan pengkabelan sudah dapat dipinjam dari warga secara gratis. Faktor penghambat pelaksanaan : Pertandingan dimulai agak terlambat karena bapakbapak datang terlambat atau ada anggota dari tim yang belum datang sehingga kegiatan berakhir hingga larut malam. Lomba Futsal Anak-anak Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian lomba dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI. Lomba diadakan pada tanggal 9 Agustus 2010 mulai sore hingga menjelang maghrib. Lomba ini diikuti oleh seluruh anak-anak laki-laki. Mereka sangat antusias karena sebelumnya belum pernah diadakan lomba futsal anak-anak. Lomba berlangsung cukup meriah didominasi oleh anak-anak yang selalu berteriak hampir sepanjang pertandingan. Hal ini membuat pertandingan semakin seru. Lomba berakhir sekitar pukul 17.10. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Peralatan sudah dapat dipinjam dari warga secara gratis, peralatan lain seperti bambu bisa didapat dengan mudah. Faktor penghambat pelaksanaan : Ada beberapa tim yang kekurangan anggota karena ada yang salah satu anggota yang tidak bisa hadir membuat pertandingan cadangan. Pengadaan Lomba Gobak Sodor ditunda sementara untuk mencari anggota

Lomba Gobak Sodor merupakan programnon tema yang dilaksanakan dengan tujuan memperingati hari kemerdekaan RI (pelaksanaannya pada saat sebelum puasa Ramadhan). Lomba Gobak Sodor dilakukan untuk dua kategori, yaitu kategori anakanak dan ibu-ibu. Dengan kegiatan lomba ini, semangat nasionalisme warga akan meningkat, selain itu juga lomba ini dapat melestarikan permainan tradisional Gobak Sodor. Perlombaan ini diikuti oleh 3 tim ibu-ibu dan 5 tim anak-anak, ditambah satu tim dari mahasiswa KKN. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Semangat dari beberapa anak-anak serta ibu-ibu di dukuh Ganasari membuat kegiatan ini berjalan dengan lancar, ramai, dan menyenangkan. Faktor penghambat pelaksanaan : Salah satu hambatan yang timbul adalah masalah waktu. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan hingga sore hari menyebabkan pekerjaan rumah anak-anak dan beberapa ibuibu terbengkalai. Persiapan Nonton Bareng Piala Dunia 2010 Nonton Bareng Piala Dunia ini merupakan salah satu kegiatan non-tema yang bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi, sebagai ajang temu sapa serta dapat menjadi kegiatan berbagi setelah padatnya aktivitas warga yang setiap pagi selalu pergi ke sawah dan ketika mendekati sore mereka kembali ke rumah masing-masing. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Banyaknya warga masyarakat yang menyukai olah raga sepak bola membuat antusiasme menyaksikan jalannya pertandingan final PIala Dunia 2010 menjadi tinggi. Faktor penghambat pelaksanaan: Banyaknya jumlah warga yang hadir tidak diprediksi sebelumnya, sehingga tempat acara terasa sempit dan jumlah konsumsi kurang.

Lomba Makan Kerupuk Program ini merupakan salah satu kegiatan non-tema yang bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 55, sekaligus mempererat hubungan silaturrahmi antar warga serta mengajarkan nilai-nilai sportivitas dan perjuangan kepada anak-anak. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Banyaknya anak-anak usia dibawah 15 tahun, serta semangat yang tinggi dalam mengikuti pertandingan membuat acara ini dapat terselenggara dengan baik. Faktor penghambat pelaksanaan: Jarak umur yang terlalu jauh antara satu anak dengan anak lain menyebabkan hasil pertandingan kurang obyektif dan adil . Lomba Mewarnai Kaligrafi Program ini merupakan salah satu kegiatan non tema yang merupakan kegiatan monodisipliner. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menarik perhatian anak-anak dalam menyambut bulan suci ramadhan dan merayakan hari kemerdekaan RI. Dengan kegiatan lomba mewarnai kaligrafi anak-anak merasa senang dan ikut serta dalam menyambut bulan ramadhan dan merayakan hari kemerdekaan. Kegiatan ini dilakukan khusus untuk anak-anak berusia 3 sampai 8 tahun. Kegiatan ini dilakukan 1 hari yaitu tanggal 11 Agustus 2010. Jumlah peserta yang ikut dalam lomba mewarnai kaligrafi yaitu 15 orang. Faktor pendukung berjalannya kegsiatan ini adalah : Karena di bulan Agustus, kita merayakan hari ulang tahun RI dan menyambut bulan ramadhan sehingga kegiatan ini sangat menarik perhatian masyarakat. Kegiatan ini dapat menghibur anak-anak dan orang tua. Faktor penghambat pelaksanaan : Keterbatasan dana dari tim KKN. Lomba Balap Kelereng

Program ini merupakan salah satu kegiatan non-tema yang bertujuan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65, sekaligus mempererat hubungan silaturrahmi antar warga serta mengajarkan nilai-nilai sportivitas dan perjuangan kepada anak-anak. Faktor pendukung berjalannya kegiatan ini adalah : Banyaknya anak-anak usia dibawah 15 tahun, serta semangat yang tinggi dalam mengikuti pertandingan membuat acara ini dapat terselenggara dengan baik. Faktor penghambat pelaksanaan: Jarak umur yang terlalu jauh antara satu anak dengan anak lain membuat hasil pertandingan kurang obyektif dan adil . Pengecatan Gapura Program ini merupakan program non tema dalam rangka penyambutan HUT RI. Disamping itu dalam rangka ikut menyukseskan program lomba kebersihan dan keindahan dukuh. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu 7-8 Agustus 2010. Faktor pendukung pelaksanaan: Antusiasme serta sikap kooperatif dari warga masyarakat sehingga meringankan dan mempercepat pekerjaan. Faktor penghambat pelaksanaan: Keterbatasan dana dari tim KKN, sehingga tidak berjalan secara maksimal. Penyuluhan dan Pengadaan Listrik Program ini merupakan non tema dalam rangka membantu masyarakat dalam hal penerangan jalan karena terdapat beberapa titik rawan yang masih gelap sehingga sering menimbulkan kecelakaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 19-21 Juli 2010. Faktor pendukung pelaksanaan: Sikap kooperatif dari masyarakat yang turut membantu mempercepat terselesainya program.

Faktor penghambat pelaksanaan: Keterbatasan dana baik dari tim KKN dan warga, sehingga tidak dapat berjalan secara maksimal.

IV. Penutup a. Kesimpulan Secara keseluruhan program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik karena kerjasama yang baik dengan segenap komponen dari masyarakat. Karena adanya berbagai kendala dan hambatan ada beberapa program yang tidak dapat terlaksana dan digantikan dengan program yang lain. Selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan kegiatan KKN di desa Banjarasri, kecamatan Kalibawang, kabupaten Kulonprogo secara umum program-program yang direncanakan telah dapat berjalan dengan sangat baik dan lancar. Beberapa program tambahan karena kami melihat ada beberapa aspek kebutuhan serta peluang yang belum tersentuh. Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari instansi yang terkait, perangkat desa, RW, RT, tokoh masyarakat, pemuda, warga, serta teman-teman KKN yang ada di sub-unit maupun unit. Respon positif dari warga masyarakat beserta perangkat desa dan dusun memberikan kontribusi yang besar bagi kesuksesan peaksanaan program KKN antar semester 2010 ini. walaupun demikian masih terdapat juga beberapa program yang tidak dapat terlaksana dikarenakan hambatan-hamabatan tertentu. Namun diharapkan hal tersebut tidak mempengaruhi keseluruhan kinerja mahasiswa selama melaksanakan KKN. Tujuan dari KKN adalah agar masyarakat desa mengenal akan hal-hal baru diluar lingkup kehidupan desa sehingga menjadi tidak ketinggalan akan arus perkembangan dunia luar. Namun dibalik itu, tujuan terutama adalah agar mahasiswa memahami bagaimana cara-cara diharapkan bermasyarakat mendapatkan yang baik dan diluar benar. Mahasiswa yang pendidikan pendidikan

didapatnya melalui bangku universitas. Hal inilah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa selama berlangsungnya proses KKN.

Hal penting dari pelaksanaan KKN ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk berani mencoba hal baru agar mendapat kehidupan yang lebih baik serta lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar seperti pemanfaatan kotoran sapi untuk bahan baku biogas dan pupuk kompos. Pengalaman paling berharga yang diperoleh selama KKN adalah bagaimana cara bersosialisasi maupun bekerja sama dengan masyarakat, temanteman KKN, maupun bagaimana kita tanggap dengan keadaan lingkungan sekitar. Tidak hanya teori kuliah yang kita perlukan tetapi juga jiwa kebersamaan untuk hidup di tengah masyarakat. b. Saran Berdasarkan pada pengalaman di lokasi KKN dan sesuai dengan pengalaman yang dirasakan dalam pelaksanaan kegiatan selama kurang lebih 60 hari, maka perlu kiranya diperhatikan hal-hal yang akan mendukung kelancaran kegiatan KKN selanjutnya, antara lain: 1. Perlu dilakukan pembagian proporsi pelaksanaan kegiatan yang tidak membatasi mahasiswa dalam melaksanakan suatu program yang di luar tema sehingga kreatifitas mahasiswa yang tidak terkurung dengan aturan. 2. Perlu adanya kerjasama antara LPPM dan DPL dengan pihak yang berwenang di desa dan dusun untuk mensosialisasikan secara lebih mendalam kepada masyarakat luas untuk mengubah persepsi mereka bahwa mahasiswa KKN datang sebagai motivator bukan sebagai donatur dan pekerja. 3. Perlunya pengawasan di lapangan dari LPPM terhadap mahasiswa yang melaksanakan KKN, karena kegiatan KKN yang sesungguhnya bukan hanya dinilai dari laporan rencana maupun pelaksanaan kegiatan, melainkan apa yang betul-betul dilakukan oleh mahasiswa selama KKN di masyarakat. 4. Untuk pelaksanaan KKN akan lebih baik bila suatu daerah dipakai sebagai lokasi KKN dalam jangka waktu tertentu secara berkesinambungan dengan program-program yang difokuskan

pada satu atau beberapa bidang saja. Dengan demikian diharapkan potensi yang ada di daerah tersebut dapat tergarap secara maksimal sampai masyarakat dapat mandiri dan memperoleh tersebut. 5. Kerja sama mahasiswa KKN dengan perangkat desa dan warga masyarakat harus lebih ditingkatkan. Hal ini dilaksanakan agar menjaga silaturahmi dan menjaga nama baik UGM yang telah ada di masyarakat serta program-program yang dilaksanakan tidak lepas dari peran dan kerja sama dengan perangkat desa dan masyarakat. hasil yang maksimal dari program-program

V. Lampiran