Laporan Kasus Infark Cad Farmako

download Laporan Kasus Infark Cad Farmako

of 52

  • date post

    17-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    69
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Kasus Infark Cad Farmako

Bagian Farmakologi KlinikLaporan KasusFakultas KedokteranUniversitas Mulawarman

CAD + INFAK MIOKARD + HIPERTENSI + GASTRITIS AKUT

Dipresentasikan pada tanggal: 20 Agustus 2011

Disusun Oleh:Nur AnisahKarina

Oleh:

I Komang Adi SwarbhawaFahad Ahmed SKTSahriani

Pembimbing:dr. Andi Irwan Irawan Asfar, Sp.FK

Dibawakan dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik padaLab/SMF Farmakologi Klinik RSUD A. Wahab SjahranieFakultas KedokteranUniversitas MulawarmanSAMARINDA2011BAB ILAPORAN KASUS

Presentasi KasusFarmakologi KlinikTanggal: 10 Agustus 2011

RSUD AWS FK Unmul

I. Identitas Pasien: Tanggal pemeriksaan: 9 Agustus 2011Nama: Ny. NP/L Dokter yg memeriksa :dr.Sp.JP& dr.Sp.PDUsia: 54 tahunAgama: IslamAlamat: Jl. LempakePekerjaan: PetaniNo RM: 561053

II. Anamnesis (Subjektif)Keluhan Utama:Nyeri Dada, Sesak, & Nyeri ulu hatiRiwayat Penyakit Sekarang :Nyeri dada dirasakan pasien kurang lebih 5 jam sebelum masuk rumah sakit. Keluhan seperti ini sudah dirasakan pasien sejak 1 tahun terakhir, namun semakin lama semakin memberat. Nyeri seperti ditusuk-tusuk dan dada terasa panas. Nyeri dada yang dirasakan menjalar hingga ke lengan kiri dan punggung belakang. Lama nyeri dada yang dirasakan berkisar antara 15 menit hingga setengah jam, dan bertambah bila bekerja (beraktivitas) dan menurun bila beristirahat. Selain nyeri pasien juga merasa sesak, dan sulit untuk bernafas sehingga tidak mampu melaksanakan aktivitas secara normal. Nyeri ulu hati dirasakan pasien kurang lebih 2 bulan terakhir namun semakin memberat dalam 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Mual dan muntah juga sering dialami pasien.Pasien memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang diketahui sejak 2 tahun yang lalu dan hanya berobat di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan bulanan yang dilakukan diketahui bahwa kisaran tekanan darah mencapai 160/100 mmHg walau kadang pernah mencapai 200/120 mmHg, namun terkadang turun hingga 140/90 mmHg dan bahkan 120/80 mmHg. Pasien mengaku rutin mengkonsumsi obat yang diberikan namun lupa nama obat yang diberikan. Penyakit maag memang telah dialami pasien sejak 10 tahun yang lalu akibat sering terlambat makan karena sibuk bekerja sebagai petani. Pasien mengaku hanya membeli obat diwarung yaitu promag untuk mengurangi keluhan nyeri ulu hati dan tidak rutin mengkonsumsi obat, hanya apabila keluhan muncul. Riwayat Penyakit Dahulu :1. Penyakit jantung : tidak diketahui2. Riwayat hipertensi : sejak 2 tahun terakhir3. Diabetes mellitus : -4. Penyakit maag: sejak 10 tahun yang lalu

Riwayat Penyakit Keluarga :Tidak ada keluarga mengalami penyakit serupa.

III. Pemeriksaan Fisik (Objektif) Keadaan umum : Tampak sakit sedangKesadaran : Compos mentisVital sign :TD: 150/90 mmHgRR: 20 x/menitN: 92 x/menitT: 36,5oCKepala dan leher : Anemis (-), Ikterik (-), sianosis (-), pupil isokor (3 mm), refleks cahaya (+/+), peningkatan JVP (-), faring hiperemis (-).Thoraks :Pulmo: I: Tampak simetris, retraksi costa (-)Pa: Pelebaran ICS (-), fremitus vocal simetrisPe: SonorAus: Vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)Cor:I: IC tidak tampakPa: IC tidak terabaPe: Batas jantung kanan ICS III MSL D Batas jantung kiri ICS V PSL SAus: S1 S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)Abdomen:I: FlatPa: Soefl, nyeri tekan (-), Hepar & Lien tidak terabaPe: Timpani, shifting dullness (-)Aus: BU (+) kesan normalEkstremitas: Akral hangat, oedem (-)

IV. Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan Laboratorium1. Laboratorium (5 - 8 -2011)Hb9,2 gr/dl

HCT27,7%

Leukosit10.000

Eritrosit4,06 juta

Trombosit223.000

GDS119 mg/dl

Ureum47,9 mg/dl

0,71,4 mg/dl

2. Laboratorium (6 - 8 -2011)GDS149

SGOT16

SGPT11

Alkali Phospatase57

Gama GT12

Bil total 0,6

Bil direct0,2

Bil Indirect0,4

Protein Total 6,0

Albumin2,8

Globulin3,3

Kolesterol182

Trigliserida107

HDL49

LDL111

Asam Urat6,4

Ureum40,5

Creatinin1,8

3. Laboratorium (7-8-2011)Na135

K4,2

Cl103

4. Pemeriksaan EKG

V. Diagnosis (Assesment)CAD + Infark Miokard + Hipertensi + Gastritis akutVI. Terapi (Plan)1. IVFD RL 12 tpm2. Lisinopril 10 mg 0-0-13. ISDN 5 mg 3x1 tab4. Spironolakton 25 mg 1-0-05. Bisoprolol 2,5 mg 0-0-16. Inj Lanzoprazol 40 mg 1-0-1VII. Perawatan di ruanganTanggalSubjektif & ObjektifAssesment & Planning

7 Agustus 2011

S: sesak (+), nyeri ulu hati menurun, mual (+), panas (-), nyeri dada menurun, muntah (-)O: CM; TD 160/90 mmHg; N 102x/i; RR 22x/i; T 36,20C.

A: CAD + Infark Miokard + Hipertensi + Gastritis akut

P: - IVFD RL 12 tpm Lisinopril 10 mg 0-0-1 ISDN 5 mg 3x1 tab Spironolakton 25 mg 1-0-0 Bisoprolol 2,5 mg 0-0-1 Inj lanzoprazol 40 mg 1-0-1

8 Agustus 2011

S: sesak masih terasa, nyeri ulu hati menurun, mual (+), panas (-), nyeri dada menurunO: CM; TD 140/80 mmHg; N 100x/i; RR 22x/i; T 36,50C.

A: : CAD + Infark Miokard + Hipertensi + Gastritis akutP: - IVFD RL 12 tpm Lisinopril 10 mg 0-0-1 ISDN 5 mg 3x1 tab Spironolakton 25 mg 1-0-0 Bisoprolol 2,5 mg 0-0-1 Inj lanzoprazol 40 mg 1-0-1

9 Agustus 2011

S: sesak menurun, nyeri ulu hati menurun, mual (+), panas (-), nyeri dada menurunO: CM; TD 140/90 mmHg; N 99x/i; RR 22x/i; T 36,70C.

A: : CAD + Infark Miokard + Hipertensi + Gastritis akutP: - IVFD RL 12 tpm Lisinopril 10 mg 0-0-1 ISDN 5 mg 3x1 tab Spironolakton 25 mg 1-0-0 Bisoprolol 2,5 mg 0-0-1 Inj lanzoprazol 40 mg 1-0-1

VIII. Masalah yang akan dibahas1. Penggunaan obat-obatan pada kasus ini berdasarkan diagnosis2. Rasionalisasi pengobatan pada kasus ini3. Interaksi dan efek samping obat-obat yang digunakan

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Penyakit Jantung Koroner (CAD = Coronary Artery Disease) 1. DefinisiPenyakit Arteri Koroner ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah. Endapan lemak (ateroma atau plak) terbentuk secara bertahap dan tersebar di percabangan besar dari kedua arteri koroner utama, yang mengelilingi jantung dan menyediakan darah bagi jantung. Proses pembentukan ateroma ini disebut aterosklerosis. Ateroma bisa menonjol ke dalam arteri dan menyebabkan arteri menjadi sempit. Jika ateroma terus membesar, bagian dari ateroma bisa pecah dan masuk ke dalam aliran darah atau bisa terbentuk bekuan darah di permukaan ateroma tersebut. (Alwi, 2006)Supaya bisa berkontraksi dan memompa secara normal, otot jantung (miokardium) memerlukan pasokan darah yang kaya akan oksigen dari arteri koroner. Jika penyumbatan arteri koroner semakin memburuk, bisa terjadi iskemi (berkurangnya pasokan darah) pada otot jantung, menyebabkan kerusakan jantung. (Pramonohadi, 1994)Penyebab utama dari iskemi miokardial adalah penyakit arteri koroner. Komplikasi utama dari penyakit arteri koroner adalah angina dan serangan jantung (infark miokardial). (Alwi, 2006)

Gambar 1. Pembuluh darah normal dan tidak normal akibat aterosklerotik(Alwi, 2006)

2. PenyebabPenyakit arteri koroner bisa menyerang semua ras, tetapi angka kejadian paling tinggi ditemukan pada orang kulit putih. Tetapi ras sendiri tampaknya bukan merupakan faktor penting dalam gaya hidup seseorang. Secara spesifik, faktor-faktor yang meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri koroner adalah: Diet kaya lemak Merokok Malas berolah raga. (Alwi, 2006)

Kolesterol dan Penyakit Arteri KoronerResiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun. Makanan mempengaruhi kadar kolesterol total dan karena itu makanan juga mempengaruhi resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Merubah pola makan (dan bila perlu mengkonsumsi obat dari dokter) bisa menurunkan kadar kolesterol. Menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL bisa memperlambat atau mencegah berkembangnya penyakit arteri koroner. Menurunkan kadar LDL sangat besar keuntungannya bagi seseorang yang memiliki faktor resiko berikut: (Alwi, 2006) Merokok sigaret Tekanan darah tinggi Kegemukan Malas berolah raga Kadar trigliserida tinggi Keturunan Steroid pria (androgen).

3. PencegahanResiko terjadinya penyakit arteri koroner bisa dikurangi dengan melakukan beberapa tindakan berikut: (Alwi, 2006) Berhenti merokok Menurunkan tekanan darah Mengurangi berat badan Melakukan olah raga.

2.2 Infark Miokard Akut Infark miokard biasanya disebabkan oleh trombus arteri koroner.Terjadinya trombus disebabkan oleh ruptur plak yang kemudian diikuti oleh pembentukan trombus dan trombosit.Lokasi dan luasnya miokard infark tergantung pada arteri yang oklusi dan aliran darah kolateral. Oklusi arteri koronaria bisa juga tidak sampai menimbulkan infark bila daerah yang diperdarahi arteri yang oklusi tersebut mendapat pasok oleh kolateral pembuluh arteri lainnya. Namun demikian penderita dengan IMA hendaknya segera mendapat pertolongan oleh karena angka kematian sangat tinggi,terutama dalam jamjam pertama serangan.Adapun faktor-faktor yang mempermudah terjadinya IMA antara lain: merokok, hipertensi, obesitas. Di Indonesia sejak sepuluh tahun terakhir IMA lebih sering ditemukan, apalagi dengan adanya fasilitas diagnostic dan unit-unit perawatan penyakit jantung koroner yang semakin tersebar merata.Kemajuan dalam pengobatan IMA di unit perawatan jantung koroner intensif berhasil menurunkan angka kematian IMA. (Alwi, 2006)

1. Definisi Infark Miokard Akut adalah nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung yang terganggu. Hal ini bisa disebabkan trombus arteri koroner oleh ruptur plak yang dipermudah terjadinya oleh faktor-f