Laporan Kasus Bedah (Ctev)

download Laporan Kasus Bedah (Ctev)

of 23

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Kasus Bedah (Ctev)

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    1/23

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    2/23

    A I

    PEN'A,ULUAN

    Salah satu kelainan adalah kelainan bawaan pada kaki yang sering dijumpai pada bayi yaitu

    kaki bengkok atau C!" #Congenital alipes !$uino "arus%& C!" atau biasa disebut

    Club'oot merupakan istilah umum untuk menggambarkan de'ormitas umum dimana kaki

     berubah(bengkok dari keadaan atau posisi normal& )eberapa dari de'ormitas kaki termasuk 

    de'ormitas ankle disebut dengan talipes yang berasal dari kata talus #yang artinya ankle% dan

     pes #yang berarti kaki%& *e'ormitas kaki dan ankle dipilah tergantung dari posisi kelainan

    ankle dan kaki& *e'ormitas talipes diantaranya +

    • alipes "arus + in,ersi atau membengkok ke dalam&

    • alipes "algus + e,ersi atau membengkok ke luar&

    • alipes !$uinus + plantar 'leksi dimana jari-jari lebih rendah daripada tumit&

    • alipes Cal.aneus + dorso'leksi dimana jari-jari lebih tinggi daripada tumit&

    Club'oot yang terbanyak merupakan kombinasi dari beberapa posisi dan angka

    kejadian yang paling tinggi adalah tipe alipes !$uino "arus #!"% dimana kaki posisinya

    melengkung ke bawah dan ke dalam dengan berbagai tingkat keparahan& Unilateral .lub'oot

    lebih umum terjadi dibandingkan tipe bilateral dan dapat terjadi sebagai kelainan yang

     berhubungan dengan sindroma lain seperti aberasi kromosomal/ artrogriposis #imobilitas

    umum dari persendian%/ .erebral palsy atau spina bi'ida&

    0rekuensi C!" dari populasi umum adalah 1+233 sampai 1+1333 kelahiran hidup

    dimana anak laki-laki dua kali lebih sering daripada perempuan& )erdasarkan data/ 456

    terjadi pada kembar mono7igot dan hanya 46 pada kembar di7igot& 8ni menunjukkan adanya

     peranan 'aktor genetika& 8nsidensi pada laki-laki 956 kasus/ sedangkan pada perempuan 43-

    :36 kasus& Pada pasien pengambilan .airan amnion/ de'ormitas ekstrimitas bawah kira-kira

    men.apai 1-1/:6 kasus& Sedangkan pada ibu yang mengalami pe.ah ketuban kira-kira

    terdapat 156 kasus& !pidemiologi C!" terbanyak pada kasus-kasus amniotik&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    3/23

    A II

    TIN0AUAN PUSTAA

    ".1 'e4ini$i

    Congenital alipes !$uino "arus #C!"% adalah de'ormitas yang meliputi 'leksi dari

     pergelangan kaki/ in,ersi dari tungkai/ adduksi dari kaki depan/ dan rotasi media dari tibia&1

    Congenital alipes !$uino "arus adalah 'iksasi dari kaki pada posisi adduksi/ supinasi dan

    ,arus& ulang .al.aneus/ na,i.ular dan .uboid terrotasi ke arah medial terhadap talus/ dan

    tertahan dalam posisi adduksi serta in,ersi oleh ligamen dan tendon& Sebagai tambahan/

    tulang metatarsal pertama lebih 'leksi terhadap daerah plantar&;

    "." E5ide6i7l7gi

    8nsiden dari C!" dari populasi umum adalah 1+233 sampai 1+1333 kelahiran hidup dimana

    anak laki-laki dua kali lebih sering daripada perempuan& 8nsidensi pada laki-laki 956 kasus/

    sedangkan pada perempuan 43-:36 kasus& Pada pasien pengambilan .airan amnion/

    de'ormitas ekstrimitas bawah kira-kira men.apai 1-1/:6 kasus& Sedangkan pada ibu yang

    mengalami pe.ah ketuban kira-kira terdapat 156 kasus& !pidemiologi C!" terbanyak pada

    kasus-kasus amniotik&;

    ".# E%i7l7gi

    Sampai sekarang/ penyebab dari de'ormitas ini masih belum dapat dipastikan/ meskipun

    demikian dikemukakan berbagai ma.am teori tentang hal itu& Antara lain+1/4/5

    a&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    4/23

       Browne menyatakan teori peningkatan tekanan intrauterin yang menyebabkan

    imobilisasi ekstremitas sehingga menyebabkan de'ormitas& eori lain adalah

     perubahan ukuran uterus atau karena bentuk/ seperti misalnya terdapat lekukan pada

    kon,eksitas uterus dan oligohydramnion&  Karena obat-obatan/ seperti yang sering ditemukan pada =thalidomide baby>

    .& ?erediter 

    *idapatkan hasil bahwa de'ormitas tersebut terjadi pada ;/@6 saudara

    kandung& Sedangkan pada populasi umum terdapat 1 + 1333 kelahiran&

    Pada anak kembar dan mendapatkan angka 4;/56 penderita C!" pada

    kembar mono7ygotik dan ;/@6 pada di7ygotik&

    d& 8diopatik

     Böhm menyatakan teori terhambatnya perkembangan embrio& Kaki embrio normal saat

    usia 5 minggu kehamilan dalam posisi e$uino,arus/ jika terjadi terhambatnya

     perkembangan kaki pada salah satu 'ase 'isiologis dalam kehidupan embrio/ maka

    de'ormitas ini akan persisten hingga kelahiran&

    erdapat : 'ase dalam e,olusi kaki manusia saat pertengahan kehidupan prenatal/ yaitu+

    0ase 8 #)ulan ke-;%+ bentuk kaki dalam posisi e$uinus berat #plantar'leksi @3B%& *an

    adduksi hind dan 'ore'oot yang berat&

    0ase 88 #Awal bulan ke-4%+ kaki berotasi ke posisi supinasi/ tetapi tetap

     plantar'leksi @3B/ adduksi metatarsal&

    0ase 888 #Pertengahan bulan ke-4%+ 8nklinasi e$uinus berkurang menjadi derajat

    ringan/ posisi supinasi dan ,arus metatarsal tetap&

    0ase 8" #Awal bulan ke-:%+ Kaki dalam posisi midsupinasi dan ,arus metatarsal

    yang ringan& Pada 'ase ini/ se.ara bertahap/ bidang kaki dan tungkai bawah mulai

    tampak dalam posisi seperti kaki dewasa&

    e& *e'ek neuromuskular dan tulang prenatal

      angguan anatomik intrisik pada sendi talo.al.aneus dan pada iner,asi m&

     peroneus karena perubahan segmental medula spinalis&

      *isplasia tulang primer dan de'ek kartilago pada embrio 5-9 minggu&

      *e'ek benih plasma primer 

      8nsersi tendon yang abnormal dan displasia m& peroneus

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    5/23

    ".8 la$i4i9a$i

    1& ipe ekstrinsik('leksibel

    ipe yang kadang-kadang disebut juga tipe kon,ensional ini merupakan tipe yang mudah

    ditangani dan memberi respon terhadap terapi konser,ati'& Kaki dalam posisi e$uino,erus

    akan tetap 'leksibel dan mudah di koreksi dengan tekanan manuil& ipe ini merupakan

    tipe postural yang dihubungkan dengan postur intrauterin& Kelainan pada tulang tidak 

    menyeluruh/ tidak terdapat pemendekan jaringan lunak yang berat& ampak tumit yang

    normal dan terdapat lipatan kulit pada sisi luar pergelangan kaki& 2

    ;& ipe intrinsik(rigid

    erjadi pada insiden kurang lebih :36 de'ormitas&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    6/23

    mengalami distorsi/ khususnya talus/ .al.aneus/ na,i.ularis/ .uboid dan metatarsal/ tetapi

    yang paling parah adalah talus& idak hanya terjadi mal'ormasi tulang/ tetapi jaringan-

     jaringan lain yang berhubungan dengannya juga mengalami distorsi& Pada semua kaki yang

    didiseksinya/ talus memperlihatkan distorsi 'a.et pada permukaan superior/ oleh karena itu

    tidak pas masuk dalam lekukan tibia-'ibula& 8nilah penyebab terpenting persistensi de'ormitas

    e$uinus&

    Posisi e$uinus disebabkan oleh kontraktur dari otot-otot sebagai berikut+

    • astro.nemius

    • Soleus

    • ibialis posterior 

    • 0leksor hallu.is longus

    • 0leksor digitorum longus

    Sedangkan posisi ,arus disebabkan oleh kontraktur pada otot-otot sebagai berikut+

    • ibialis anterior dan posterior 

    • 0leksor hallu.is longus

    • 0leksor digitorum longus

    • Ligamentum deltoid

    • Otot-otot ke.il sisi medial kaki

    ". 'iagn7$i$

    Kelainan ini mudah didiagnosis/ dan biasanya terlihat nyata pada waktu lahir #early diagnosis

    a'ter birth%& Pada bayi yang normal dengan e$uino,arus postural/ kaki dapat mengalami

    dorsi'leksi dan e,ersi hingga jari-jari kaki menyentuh bagian depan tibia& EPassi,e

    manipulation dorsi'leFion G oe tou.hing tibia G normalE&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    7/23

    )entuk dari kaki sangat khas& Kaki bagian depan dan tengah in,ersi dan adduksi& 8bu jari kaki

    terlihat relati' memendek& )agian lateral kaki .embung/ bagian medial kaki .ekung dengan

    alur atau .ekungan pada bagian medial plantar kaki& Kaki bagian belakang e$uinus& umit

    tertarik dan mengalami in,ersi/ terdapat lipatan kulit trans,ersal yang dalam pada bagian atas

     belakang sendi pergelangan kaki& Atro'i otot betis/ betis terlihat tipis/ tumit terlihat ke.il dan

    sulit dipalpasi& Pada manipulasi akan terasa kaki kaku/ kaki depan tidak dapat diabduksikan

    dan die,ersikan/ kaki belakang tidak dapat die,ersikan dari posisi ,arus& Kaki yang kaku ini

    yang membedakan dengan kaki e$uino,arus paralisis dan postural atau positional karena

     posisi intra uterin yang dapat dengan mudah dikembalikan ke posisi normal& Luas gerak sendi

     pergelangan kaki terbatas& Kaki tidak dapat didorso'leksikan ke posisi netral/ bila

    disorso'leksikan akan menyebabkan terjadinya de'ormitas rocker-bottom dengan posisi tumit

    e$uinus dan dorso'leksi pada sendi tarsometatarsal&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    8/23

    Pada keduanya/ kaki tampak seperti .lub'oot& Pemeriksaan yang perlu dilakukan

    untuk menegakkan diagnosa adalah+

      Palpasi se.ara teliti hubungan anatomik hind'oot dengan maleolus lateral

    dan medial

      Pemeriksaan radiogra'i&

    3. Acquired type of clubfoot 

    Pada bayi baru lahir biasanya tipe ini mudah dibedakan dengan tipe kongenital/

    tetapi pada anak yang lebih besar lebih sulit& )iasanya sering terjadi karena

     penyakit paralitik karena itu disebut juga  paralytic clubfoot / antara lain+

    myelomeningo.ele/ tumor intraspinal/ diasmatomyelia/ poliomyelitis/ atro'i

    muskular progresi' tipe distal/ .erebral palsy dan penyakit uillain-)arrJ&

    Pemeriksaan+

      Periksa ,ertebra se.ara teliti untuk men.ari abnormalitas

     

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    9/23

    dewasa/ saat maturitas skeletal kaki terjadi/ dan keharusan perawatan serta perhatian yang

    terus menerus dibutuhkan sepanjang stadium pertumbuhan tulang&

    Penatalaksanaan ada ; .ara/ yaitu+;/:

      Konser,ati' 

      Operati' 

    A& erapi Konser,ati'  

    ehnik reduksi dengan manipulasi tertutup ini terutama dilakukan untuk tipe postural/

    dimana de'ormitas dapat dikoreksi dengan manipulasi pasi'& Program rehabilitasi medik 

    dibagi dalam beberapa 'ase/ yaitu+ 4&:

    a& 0isioterapi

    1&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    10/23

    Dika kaki dapat menapak/ bayi mungkin dapat diberdirikan sebentar dengan

     berat badan dtumpukan pada kaki yang sakit dan tumit didorong kebawah/

    gerakkan dengan lembut dari sisi ke sisi dan kedepan-belakang untuk 

    menstimulasi kontrol muskular akti' melalui e,ersi dan dorso'leksi& Pada usia 5

     bulan/ bayi normal akan menjangkau dan memegang serta mempermainkan

     jari-jari kaki dengan posisi telentang/ hal ini harus diupayakan oleh ibu untuk 

    mendapatkan koreksi akti'& Perlu distimulasi untuk memegang jari-jari sisi

    lateral untuk merangsang e,ersi& Saat mulai duduk pada usia 9-2 bulan/ dia

    dirangsang bermain dengan kakinya&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    11/23

     bagian lateral dari kepala talus/ sementara kita melakukan gerakan abduksi pada

     forefoot  dengan arah supinasi&

    ;& Ca,us kaki akan meningkat bila forefoot berada dalam posisi pronasi& Apabila

    ditemukan adany .a,us/ maka langkah pertama dalam koreksi kaki adalah

    dengan .ara mengangkat metatarsal pertama dengan lembut/ untuk mengoreksi

    .a,usnya& Setelah .a,us terkoreksi/ maka  forefoot dapat diposisikan abduksi

    seperti yang tertulis dalam langkah pertama&

    4& Saat kaki diletakkan dalam posisi pronasi/ hal tersebut dapat menyebabkan

    tulang kalkaneus berada di bawah talus& Apabila hal ini terjadi/ maka tulang

    kalkaneus tidak dapat berotasi dan menetap pada posisi ,arus& Seperti tertulis

     pada langkah kedua/ .a,us akan meningkat& ?al ini dapat menyebabkan

    tejadinya bean-shaped foot & Pada akhir langkah pertama/ maka kaki akan

     berada pada posisi abduksi maksimal tetapi tidak pernah pronasi&

    :&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    12/23

    langkah kedua/ sedangkan posisi ekuinusnya harus dapat dikoreksi tanpa

    menyebabkan patahnya midfoot.& Se.ara umum dibutuhkan :-2 kali

     pemasangan gips untuk mendapatkan abduksi kaki yang maksimum& ips

    tersebut diganti tiap minggu& Koreksi yang dilakukan #usaha untuk membuat

    kaki dalam posisi abduksi% dapat dianggap adekuat bila aksis paha dan kaki

    sebesar 93I&

    Setelah dapat di.apai abduksi kaki maksimal/ kebanyakan kasus membutukan

    dilakukannya tenotomi perkutaneus pada tendon A.hilles& ?al ini dilakukan

    dalam keadaan aspetis& *aerah lokal dianestesi dengan kombinasi antara

    lignokain topikal dan in'iltrasi lokal minimal menggunakan lidokain& enotomi

    dilakukan dengan .ara membuat irisan menggunakan pisau )ea,er #ujung

     bulat%& Luka post operasi kemudian ditutup dengan jahitan tunggal

    menggunakan benang yang dapat diabsorbsi& Pemasangan gips terakhir 

    dilakukan dengan kaki yang berada pada posisi dorso'leksi maksimum/

    kemudian gips dipertahankan hingga ;-4 minggu&

    9& Langkah selanjutnya setelah pemasangan gips adalah pemakaian sepatu yang

    dipasangkan pada lempengan *ennis )rown& Kaki yang bermasalah diposisikan

    abduksi #rotasi ekstrim% hingga 23I& with the una''e.ted 'oot set at :5I o' 

    abdu.tion& Sepatu ini juga memiliki bantalan di tumit untuk men.egah kaki

    terselip dari sepatu& Sepatu ini digunakan ;4 jam sehari selama 4 bulan/

    kemudian dipakai saat tidur siang dan malam selama 4 tahun&

    2& Pada kurang lebih 13-436 kasus/ tendon dari titbialis anterior dapat berpindah

    ke bagian lateral Kunei'ormis saat anak berusia 4 tahun& ?al ini membuat

    koreksi kaki dapat bertahan lebih lama/ men.egah adduksi metatarsal dan

    in,ersi kaki& Prosedur ini diindikasikan pada anak usia ;-;&5 tahun/ dengan .ara

    supinasi dinamik kaki& Sebelum dilakukan operasi tersebut/ pasangkan long leg cast  untuk beberapa minggu&

    )& erapi Operati' 

    8ndikasi pemilihan pelaksanaan terapi operati' adalah adanya komplikasi yang terjadi

    setelah terapi konser,ati'& Pada kasus resisten/ terapi operati' paling baik dilakukan pada

    usia 4-9 minggu/ ketika tidak tampak adanya perbaikan yang signi'ikan setelah menjalani

    terapi konser,ati' yang teratur&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    13/23

    Ada beberapa ma.am prosedur operati' untuk koreksi C!"& Pemilihan prosedur dengan

    mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut+

    Usia anak 

    *erajat rigiditas

    *e'ormitas yang ditemukan

    Komplikasi yang didapat dari penanganan sebelumnya

    Prosedur terapi operati' adalah+

    1& Koreksi jaringan lunak 

    Koreksi jaringan lunak dilakukan pada bayi dan anak dibawah 5 tahun& Pada

    usia ini/ biasanya belum ada de'ormitas pada tulang-tulang kaki/ bila dilakukan

    operasi pada tulang dikhawatirkan malah merusak tulang dan sendi kartilago anak 

    yang masih rentan&

    Koreksi dilakukan pada+

    1& otot dan tendon

    A.hilles + tehnik pemanjangan tendo #-lengthening%

    ibia posterior+ tehnik pemanjangan tendo atau trans'er 

    Abduktor hallu.is longus+ tehnik reseksi atai eksisi

    0leksor hallu.is longus dan 'leksor digitorum longus+ tehnik pemanjangan atau

    reseksi muskulotendineus

    0leksor digitorum bre,is

    ;& Kapsul dan ligamen

    alona,i.ular 

    Subtalar 

    Sendi .al.aneo.uboid

    Kapsul pergelangan kaki/ antara lain bagian dari lig& deltoid

    Ligamen yang kontraktur pada sisi posterolateral pergelangan kaki dan sendi

    subtalar+

    ◦ Lig& .al.aneo'ibular 

    ◦ Lig& alo'ibular posterior 

    Retinakulum peroneal superior  Ligamen interoseus talo.al.aneal

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    14/23

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    15/23

    A III

    LAPORAN ASUS

    #.1 Iden%i%a$ Pa$ien

    8nisial + )y&*MD

    Usia + 4 hari

    Denis Kelamin + Laki-Laki

    Status + -

    Pekerjaan + -

    Alamat + Siangan/ ianyar  

    anggal

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    16/23

    PE+ERISAAN *ISI 

      eadaan U6u6 : Lemah 

    Vi%al $ign+ * + -

    ?R + 1;3 F(menit

    RR + :9 F(menit

    Suhu + 42/4 C

    •   S%a%u$ Generali$:

    e5ala:

    Kepala + )entuk simetris/ UU) terbuka datar 

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    17/23

    P+ urgor kulit kembali .epat

    P+ impani

    E9$%re6i%a $

    Akral hangat Oedem - -

      > > ? ?

    • S%a%u$ L79ali$:

    Regi7 E9$%re6i%a$ In4eri7r 'e9$%ra

    Look + ampak de'ormitas e$uinus #%/,arus #%/warna sesuai kulit sekitar/edema #-%

    0eel + Nyeri ekan #-%/ krepitasi #-%

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    18/23

    )il 8ndirek @&H; 3& 25 mg(dL

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    19/23

    #.! 'iagn7$i$ :

      Congenital alipes !$uino,arus *ekstra Sinistra

    #.; Pena%ala9$anaan :

    *ilakukan terapi konser,ati' dengan ponseti technique.

    A IV

    PE+A,ASAN

    Orang tua pasien bayi laki laki umur 4 hari lahir spontan di RSU* Sanjiwani ianyar 

    megeluhkan kelainan bentuk pada kedua pergelangan kaki anaknya sejak lahir& Riwayat

    kehamilan ibu pasien sering melakukan pemeriksaan antenatal .are dan US di dokter 

    kandungan& Riwayat pe.ah ketuban dini/ riwayat mengkonsumsi obat obatan saat hamil

    disangkal pasie& *ikeluarga pasien tidak ada yamg pernah mengalami keluhan yang sama

    seperti pasien& *ari pemeriksaan 'isik pada inspeksi dapat dilihat kelaian bentuk pada kedua

     pergelangan kaki pasien/ dimana kedua kaki masih bisa digerakkan& )erdasarkan

    heteroanamnesis dan pemeriksaan 'isik ke.urigaan mengarah pada kelainan kongenital

    talipes !$uino "arus #C!"%& *imana menurut data epidemiologi insiden C!" lebih sering

    terjadi pada laki laki 956 kasus/ sedangkan pada perrmpuan 43-:36 kasus&

    *ari heteroanamnesis pasien diketahui menglami kelainan bentuk pada kedua

     pergelangan kakinya dimana pergelangan kaki membengkok ke dalam yang diketahui sesaat

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    20/23

    setalah dilahirkan& Penjelasan dari ibu pasien sesuai dengan tinjauan pustaka yang

    menyatakan bahwa kelainan kongenital talipes e$uino ,arus #C!"% adalah de'ormitas yang

    meliputi 'leksi dari pergelangan kaki/ in,ersi dari tungkai/ adduksi kaki depan/ dan rotasi

    media dari tibia&

    Pada pemeriksaan 'isik yang dilakukan pada pasien ditemuakan pasien pada regio

    ektremitas in'erior dekstra dan sinistra pada inspeksi tampak de'ormitas e$uinus/ ,arus #%/

    warna sesuai kulit sekitar & Pada palpasi tidak ditemukan adanya nyeri tekan dan krepitasi&

    Untuk pergerakan dari kedua ekstremitas #% akti'& Sesuai dengan tinjauan pustaka ditemukan

    adanya de'orrmitas e$uinus/ ,anus #% pada pasien ini& Pada pasien kelainan kongenital

    talipes ,arus tipe eksentrik('leksible dimana pada tipe ini kaki dalam posisi e$uino,erus akan

    tetap 'leksible dan mudah dikoreksi&

    )erdasarkan heteroanamnesis dan pemeriksaan 'isik dapat ditegakkan diagnosis

    kelainan kongenital talipes ,arus #C!"%& Sesuai tinjauan pustaka menyebutkan kelainan

    mudah didiagnosis dan biasanya terlihat pada waktu lahir #early diagnosis a'ter birth%& )entuk 

    dari kaki sangat khas/ kaki bagian depan dan tengah in,ersi dan adduksi& 8bu jari kaki relati' 

    terlihat memendek/ bagian lateral kaki .embung/ bagian medial kaki .ekung dengan alur atau

    .ekungan pada bagian medial plantar kaki& Kaki bagian belakang e$uinus/ tumit tertarik dan

    mengalami in,ersi&

    Untuk penatalaksanaan pada kasus ini dilakukan terapi konser,ati' =Ponseti

    e.hni$ue>& *imana sesuai dengan tinjauan pustaka yang menyebutkan tiga minggu pertama

    setelah lahir merupakan periode emas(golden period/ dimana jaringan ligamentosa bayi baru

    lahir masih kendor karena pengaruh hormon maternal&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    21/23

    A V

    ESI+PULAN

    Congenital alipes !$uino,arus #Club'oot% adalah salah satu kelainan bawaan pada kaki yang

    terpenting& Kelainan ini mudah didiagnosa tapi sulit diterapi se.ara sempurna walaupun oleh

    seorang yang sangat ahli& Kelainan yang terjadi pada Club'oot adalah + e$uinus pada tumit/

    seluruh hind'oot ,arus/ serta mid'oot dan 'ore'oot aduksi dan supinasi&

    Penyebab dari de'ormitas ini masih belum dapat dipastikan/ meskipun demikian

    dikemukakan berbagai ma.am teori tentang hal itu& *erajat kelainan mulai dari ringan/

    sedang atau berat yang dilihat dari rigiditasnya atau resistensinya/ dan dari penampilannya&

    Penatalaksanaan pada C!" ada ; .ara/ dengan konser,ati' dan operati'& Penaganan pertama

    dilakukan terapi konser,ati' terlebih dahulu bila terdapat komplikasi pada terapi konser,ati'/

    terapi operati' adalah penangan yang dapat dilakukan& Atau  pada kasus resisten/ terapi

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    22/23

    operati' paling baik dilakukan pada usia 4-9 minggu/ ketika tidak tampak adanya perbaikan

    yang signi'ikan setelah menjalani terapi konser,ati' yang teratur&

    Pengenalan dan penanganan se.ara dini pada .lub'oot sangat penting dimana Qolden

    Period untuk terapi adalah tiga minggu setelah lahir/ karena pada umur kurang dari tiga

    minggu ligamen-ligamen pada kaki masih lentur sehingga masih dapat dimanipulasi& Segera

    setelah bayi lahir/ harus dijelaskan kepada orang tuanya sasaran( goal / si'at dan hakekat

    C!" serta tahap-tahap penanganan&

  • 8/16/2019 Laporan Kasus Bedah (Ctev)

    23/23

    H& Staheli L& Club'oot+ Ponseti s System o' Orthopaedi.s and 0ra.tures& :th

    ed& !d )ahasa 8ndonesia/ Dakarta+ Midya