laporan individu yunidha

of 76 /76
BAB I PENDAHULUAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program intrakurikuler yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa program S1. KKN merupakan salah satu cerminan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengkajian di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan memberikan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian yang diberikan merupakan wujud integralisasi dari ilmu teoritis yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Melalui kegiatan KKN diharapkan mahasiswa dapat memberikan pemberdayaan, pelatihan, penyuluhan, pembimbingan, pendampingan serta menyadarkan masyarakat mengenai potensi yang dimiliki agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan di lokasi KKN. Sedangkan bagi masyarakat sasaran, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, pembangunan dan pendidikan. Tujuan utama dari Kuliah Kerja Nyata adalah memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri, mempersiapkan kader-kader pembangunan (stock holder) serta sebagai agen perubah (agen of change) . 1

Embed Size (px)

Transcript of laporan individu yunidha

BAB IPENDAHULUAN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program intrakurikuler yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa program S1. KKN merupakan salah satu cerminan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyangkut penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengkajian di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan memberikan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian yang diberikan merupakan wujud integralisasi dari ilmu teoritis yang diperoleh di bangku perkuliahan untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Melalui kegiatan KKN diharapkan mahasiswa dapat memberikan pemberdayaan, pelatihan, penyuluhan, pembimbingan, pendampingan serta menyadarkan masyarakat mengenai potensi yang dimiliki agar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan di lokasi KKN. Sedangkan bagi masyarakat sasaran, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, pembangunan dan pendidikan. Tujuan utama dari Kuliah Kerja Nyata adalah memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan sendiri, mempersiapkan kader-kader pembangunan (stock holder) serta sebagai agen perubah (agen of change). Tujuan utama lainnya adalah agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatannya dalam masyarakat, dan secara langsung dapat menemukan, mengidentifikasi, merumuskan, serta memecahkan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat secara interdisipliner, komprehensif, dan lintas sektoral. Berdasarkan hal diatas, Kuliah Kerja Nyata UNY sebagai bentuk aplikasi keilmuan yang dimiliki mahasiswa terhadap masyarakat dalam mengembangkan kompetensinya, diharapkan sudah selayaknya siap untuk menghadapi tantangan yang sedang berkembang pada era globalisasai seperti sekarang ini.Kuliah Kerja Nyata mempunyai empat kelompok sasaran, yaitu mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata mempunyai sasaran untuk membina mahasiswa agar menjadi motivator dan inovator. Sasaran bagi masyarakat dan Pemda adalah untuk memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, serta IPTEK dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Sasaran bagi perguruan tinggi adalahuntuk memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dalam masyarakat,sehingga kurikulum perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang diwakili oleh PEMDA yang terkait menurut Pardjono (2005) perberdayaan masyarakat melalui KKN dalam Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2014, hal 21-29 meliputi tiga ranah kegiatan, yaitu penyadaran, pembelajaran, dan pendampingan. Penjelasannya sebagai berikut.Pertama, penyadaran. KKN mampu mendorong dan menumbuhkan kesadaran akan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas kehidupan menuju kesejahteraan, menumbuhkan semangat untuk terus bekerja keras, dan memotivasi masyarakat agar mampu menumbuhkan keunggulan, memiliki kemampuan untuk keluar dari tekanan hidup yang semakin berat.Kedua, pembelajaran. Melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan, mahasiswa bersama-sama masyarakat berupaya membentuk learning society (masyarakat pembelajar). Suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk terus belajar membagi tugas dan tanggungjawab untuk menghantarkan generasi penerusnya mencapai kedewasaan dan memiliki jati diri yang mantap, Dengan demikian, generasi tersebut akan mampu mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Ketiga, pendampingan. Peran KKN yang ketiga adalah pendampingan. Upaya ini dikerjakan agar masyarakat memiliki pasangan yang memiliki fungsi untuk mendampingi mereka dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan berbagai upaya untuk meningkatkan keadilan dan kesejahteraan. Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk mendampingi masyarakat sehingga masyarakat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi kepada mahasiswa. Jika kepercayaan telah diraih maka mahasiswa akan mampu melaksanakan program KKN sesuai rancangan yang telah ditetapkan di kampus. Kegiatan KKN dalam rangka pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dalam dua kelompok besar, yaitu (1) kegiatan kependidikan dan (2) kegiatan nonkependidikan. Selain itu, kegiatan KKN dapat pula dikelompokkan menjadi (1) kegiatan fisik, berupa kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan fisik, seperti pembangunan jalan, gedung, atau saran-prasarana lainnya, (2) kegiatan nonfisik, berbagai kegiatan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, pengetahuan dan kemampuan masyarakat. Dengan berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mampu ikut serta memberdayakan masyarakat. Apabila mahasiswa mampu menjalankan fungsinya dengan baik selama KKN, maka mereka dapat meraih dua keuntungan sekaligus, yaitu masyarakat menjadi lebih sejahtera, dan mahasiswa sendiri memperoleh pengalaman berharga untuk proses pendewasaannya. Pada gilirannya, perguruan tinggi asal mahasiswa memperoleh keuntungan karena program perguruan tinggi dapat terlaksana melalui KKN. Dalam Kuliah Kerja Nyata kali ini mempunyai empat kelompok sasaran, yaitu anak-anak balita dan usia sekolah, remaja desa, ibu-ibu PKK, dan Bapak-bapak yang mempunyai kelompok usaha mandiri. Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata mempunyai sasaran untuk membina anak-anak agar mempunyai pengetahuan dan kreativitas yang mumpuni untuk mencapai kompetensi yang ditujukan, menjadi motivator dan inovator bagi pemuda desa setempat (Karang Taruna) untuk berkreativitas dan berkarya, memberikan tambahan pengetahuan keterampilan bagi ibu-ibu PKK, dan memberikan pengetahuan manajemen usaha bagi bapak-bapak.

A. PROFIL DESA GIRIPENIA. Profil Desa Giripeni1. Letak Desaa. Wilayah Desa Giripeni seluas : 468,5510 ha yang terdiri dari sawah dan ladang 219,6433 ha, pekarangan seluas 3,5750 ha, pemukiman/perumahan seluas 37,7510 ha, kuburan seluas 3,500 ha dan lain-lain seluas 187,1567 ha. Tanah tegalan dan pekarangan kurang subur karena berupa tanah bercampur batu atau batu kapur dan tandus. 80% dari wilayah Desa Giripeni merupakan pegunungan, sedang 20% sisanya adalah daratan yaitu yang ada di sekitar Kantor Pemerintah Desa. Secara administratif, terbagi dalam 8 pedukuhan, 22 RW, 50 RT, memiliki penduduk (pada akhir Februari 2008) sebanyak 8.719 orang terdiri dari laki-laki 4.294 orang dan perempuan 4.425 orang. Sedang jumlah kepala keluarga 1.689 orang. Mata pencaharian utama penduduk adalah usaha pertanian (80%), dengan usaha sampingnya industri kecil dan pedagang sedang lainnya sebagai peternak, wiraswasta, tukang, buruh bangunan, dan lain-lain. Untuk pembangunan desa Giripeni bahwa desa Giripeni oleh Pemerintah Pusat diberi bantuan dana bergulir lewat BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) dan sampai saat ini dalam tahun kedua diperbantukan untuk pembuatan jalan setapak, pembuatan saluran air hujan dan lain sebagainya.b. Batas desaSebelah utara: Desa Wates dan Desa MargosariSebelah timur: Desa Kedungsari dan Desa CermeSebelah selatan: Desa Bendungan dan Desa GotaanSebelah barat: Desa Wates dan Desa Triharjoc. Keadaan GeografisKetinggian tanah dari permukaan laut: 12,3 mBanyaknya curah hujan: 2000-3000 mm/thTofografi: dataran rendahSuhu rata-rata: 30-370Cd. OrbitasiJarak dari pusat pemerintahan kecamatan: 4 kmJarak dari kabupaten: 1 kmJarak dari ibukota provinsi: 35 km

2. Luas Desaa. Luas desa seluruhnya: 468,5510 hab. Pembagian wilayah desaDesa Giripeni terdiri dari 8 padukuhan, 22 RW dan 50 RTPedukuhan tersebut adalah :1) Pedukuhan Graulan2) Pedukuhan Tegallembut3) Pedukuhan Dobangsan4) Pedukuhan Gunung Gempal5) Pedukuhan Jurang Jero6) Pedukuhan Kalikepek7) Pedukuhan Sideman8) Pedukahan Kedungpring3. Penggunaan Tanaha. Sawah dan ladang: 219,6433 hab. Pemukiman/Perumahan: 37,7510 hac. Pekarangan: 3,5750 had. Tegalan: 143,3114 hae. Pekuburan: 3,5000 haLain-lain: 187,1567 ha

A. ANALISIS SITUASI 1. Latar BelakangUpaya pengembangan masyarakat Indonesia yang merata, adil dan makmur tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah semata. Secara proporsional tugas ini diemban pula oleh seluruh komponen bangsa, termasuk di dalamnya masyarakat yang bersangkutan itu sendiri, maupun oleh lapisan masyarakat lain yang secara sosial ekonomi berkemampuan relatif lebih baik. Seluruh komponen ini mempunyai kepentingan untuk secara aktif bersinergi dalam upaya perbaikan taraf kesejahteraan masyarakat.Adapun mahasiswa sebagai generasi penerus sekaligus elemen intelektual dalam masyarakat adalah salah satu pihak yang turut mengemban amanah pembangunan bangsa. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peran serta mahasiswa dalam masyarakat tidaklah dibatasi pada kewajiban akademis dan lingkungan kampus saja, melainkan juga vital pada berbagai fungsi lain di lapangan. Mahasiswa dituntut untuk secara kritis mampu terlibat lebih aktif dalam upaya pembangunan nasional, melalui proses belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan yang diiringi pula dengan kerja nyata di lingkungan, pengabdian mahasiswa di bidang pembangunan masyarakat ini dapat dimulai sejak dini melalui berbagai bentuk aplikasi karya dan bakti.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menerapkan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang berguna untuk membantu menangani masalah-masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pelaksanaan KKN tentunya tidak lepas dari kultur akademik perguruan tinggi yang dimanifestasikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, serta pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, pelaksanaan program KKN juga harus dilaksanakan secara sinergis, profesional dan ilmiah. Dalam hal ini mahasiswa diharapkan mempunyai life skills atau keterampilan hidup dan juga merupakan information clearinghouse (jembatan informasi).Dusun Tegallembut, Desa Giripeni, Wates, Kulonprogo merupakan lokasi tempat dimana kami belajar untuk bermasyarakat. Kelompok ND58 KKN Semester Khusus 2014 beradaptasi dan berbaur bersama warga di lokasi ini. Potensi desa dan kondisi masyarakat yang beragam diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembelajaran mahasiswa dalam mengamalkan ilmu yang dimilikinya sekaligus sebagai langkah awal untuk terjun ke masyarakat yang sebenarnya setelah menyelesaikan studi di universitas. Kelompok ND58 telah menyusun berbagai macam program yang berorientasi pada pengembangan masyarakat, khususnya di Dusun Tegallembut. Salah satu program yang disusun oleh kelompok ND58 KKN UNY 2014 di Dusun Tegallembut adalah pembuatan peta dusun dan pembuatan papan petunjuk perangkat dusun. Kedua program ini merupakan program unggulan kelompok kami.KKN bagi mahasiswa diharapkan dapat menjadi suatu pengalaman belajar yang baru untuk menambah pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang sosial kemasyarakatan. Hal ini selaras dengan fungsi perguruan tinggi sebagai jembatan ( komunikasi ) dalam proses pembangunan dan penerapan IPTEK pada khususnya.Dusun Tegallembut merupakan salah satu dusun yang ada di Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo. Dusun Tegallembut terletak di lokasi yang strategis dengan jarak 3 km dari kota Wates. Secara umum, keadaan Dusun Tegallembut sudah cukup berkembang dalam hal sosialisasi warga, tingkat produktivitas kerja, kesadaran akan kesehatan dan dukungan orang tua terhadap pendidikan. Hal ini terbukti dengan adanya rapat koordinasi rutin di tingkat RT dan RW, penduduk dusun yang hampir seluruhnya bekerja, terdapat acara rutin posyandu yang disertai dengan pengobatan gratis dari puskesmas dan terdapatnya pendidikan formal berupa PAUD, SD Negeri dan pendidikan informal berupa TPA di masjid Jami Al Ikhlas dan masjid Hadi Suwandi. Kegiatan Karang Taruna tahun ini akan ditingkatkan lagi setelah vakum selama 2 tahun. Program kegiatan KKN selain banyak merambah ke masyarakat langsung, juga banyak berkecimpung dalam pengadministrasian di kantor desa dan pengajaran di lembaga pendidikan informal.

2. Letak, Luas Wilayah, dan Aksesibilitasa. Letak Dusun TegallembutDusun Tegallembut merupakan dusun yang berada di Desa Giripeni, Wates, Yogyakarta. Dusun Tegallembut terletak sekitar 2 Kilometer dari Kantor Desa Giripeni. Adapun batas-batas wilayah Dusun Tegallembut sebagai berikut: 1. Timur : Dusun Gunung Gempal dan Jurang Jero2. Barat : Dusun Graulan3. Selatan : Dusun Dobangsan4. Utara : Kali Serangb. Luas wilayahLuas wilayah Dusun Tegallembut sekitar 26 hac. AksesbilitasLuas areal dusun terbagi menjadi 6 Rukun Tetangga (RT), yaitu RT 7, RT 8, RT 9, RT 10, RT 11 dan RT 12. Jumlah penduduk Dusun Tegallembut secara keseluruhan 964 jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) 263.

3. Kondisi Alam dan Potensi Fisik Profesi warga di Dusun Tegallembutmayoritasmenjadi petani dan buruh tani sebagai mata pencaharian utama. Selain itu juga sebagian warga ada yang membuka usaha kecil (UMKM) seperti usaha warung klontong dan pengolahan kayu.Potensi pertanian di Dusun Tegallembutberkembang baik. Dimana keadaan geografisnya adalah sebagai berikut :1. Dengan luas tanah 26 Ha.2. Dataran rendah dan lereng perbukitan. 3. Suhu udara rata-rata 28 derajat Celcius.

4. Kondisi PerekonomianMenurut data yang diperoleh dari Bapak Sulardi selaku Kepala Dusun Tegallembut, keadaan perekonomian Dusun Tegallembut per Kepala Keluarga adalah sebagai berikut :Keluarga miskin : Pra KS (keluarga sejahtera) jumah 64 kepala keluarga yang tergolong dalam data masyarakat miskin (Raskin).Adapun mata pencaharian penduduk Dusun tersebut sebanyak 80 % bekerja sebagai buruh. Sedangkan 20 % sebagai petani, pegawai negeri, pedagang, dan wiraswasta.

5. Kondisi Sosial Masyarakata. AgamaPenduduk di Dusun Tegallembut semua beragama Islam. Jumlah sarana ibadah di Dusun Tegallembut, sebagai berikut:Masjid : 1 bangunan di RT 7, 1 bangunan di RT 10b. PendidikanDusun Tegallembut tidak memiliki sarana pendidikan formal, karena sarana pendidikan formal yang ada berdiri di daerah Dusun tetangga (Dusun Grahulan) yaitu PAUD BIMA dan 1 Sekolah Dasar bernama SDN Grahulan, sedangkan sarana pendidikan informal Dusun Tegallembut memiliki 1 TPA yang bertempat di Masjid Jami Al-Ikhlas. c. KesehatanSarana dan prasarana di bidang kesehatan di Dusun Tegallembut adalah Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) untuk anak-anak Bawah Lima Tahun (Balita), yang rutin dilaksanakan di rumah Bapak Dukuh yang terletak di wilayah RT 07.6. Kondisi Pemerintahan dan Kelembagaan (Aparatur Dusun)Pemerintahan Dusun Tegallembut berjalan lancar berkat kerjasama yang baik antara lembaga dengan masyarakat. Susunan aparat pemerintahan Dusun Tegallembut sudah memenuhi standar. Adanya organisasiKarang Taruna , Kelompok PKK Ibu-Ibu, Kelompok Posyandu yang mencerminkan sebuah pemerintahan dusun yang terorganisir. Selain itu adanya pertemuan rutin antar warga menunjukkan pula adanya hubungan dan komunikasi antara masyarakat yang berjalan dengan baik.

B. IDENTIFIKASI MASALAHBerdasarkan observasi yang kami lakukan selama tujuh hari di desa Giripeni yang dimulai pada tanggal 1 7 Juli 2014, melaporkan berbagai masalah dengan uraian berikut :1. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.2. Rendahnya minat anak-anak untuk mengikuti madrasah diluar jadwal bulan ramadhan.3. Kurangnya kesadaran orang tua tentang pentingnya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).4. Rusak dan mulai hilangnya papan nama dan penunjuk jalan Ketua RT, RW dan Kepala Dusun.5. Tidak adanya nomor rumah.6. Masih butanya perangkat desa akan penggunaan komputer.7. Tidak jelasnya arah penunjuk arah yang ada di dusun.Program Kerja Kelompok yang dilaksanakan secara keseluruhan dibagi tiap-tiap bidang yang disesuaikan dengan bidang dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing penanggung jawab, serta kebutuhan masyarakat (sesuai situasi dan kondisi)..

C. PERUMUSAN PROGRAM KERJA KKNPerumusan program KKN dilakukan setelah proses observasi untuk mengidentifikasi masalah yang ada di DusunTegallembut. Program yang disusun berdasarkan masukan dan pertimbangan yang matang, sehingga tidak semua masalah yang teridentifikasi menjadi dasar untuk penyusunan program.Adapun halhal yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan program antara lain:1. Kebutuhan dan manfaat bagi perangkat desa.2. Kemampuan dan kompetensi mahasiswa.3. Dukungan dari pihak-pihak perangkat desa dan dukuh.4. Waktu yang tersedia.5. Sarana dan prasarana yang tersedia.Berdasarkan hasil observasi dan pertimbangan di atas, maka disusun program kerja dengan acuan prinsip program KKN dapat dilaksanakan (feasible), dapat diterima (acceptable), berkelanjutan (sustainable), dan partisipatif(participative) yang dilaksanakan mahasiswa selama KKN.Dalam perumusan program kerja ini kami mengacu pada hasil observasi yang telah dilaksanakan sehingga program yang akan dilaksanakan nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (sesuai situasi dan kondisi). Rincian Program Kerja KKN di Dusun Tegallembut adalah sebagai berikut :1. Program Kerja Kelompok

NoNama ProgramDeskripsiPJ

A. Program Unggulan

1Pembuatan Plang Petunjuk LokasiKegiatan pemasangan plang desa yang terdiri dari plang untuk tiap RT dan kepala dusun. Kami memberdayakan pemuda untuk ikut membantu dalam pembuatan plang dan pemasangan plang.Oky Ardiyanta

2. Peta Padukuhan

Kegiatan pembuatan peta padukuhan yang di dalam peta tersebut menggambarkan wilayah padukuhan Tegallembut serta pembuatan blok blok dari masing masing RT yang ada di wilayah Dusun Tegallembut.Septian Bayu Abdullah

B. Program Fisik

3.

Pembukuan Data Masyarakat.Kegiatan ini bertujuan untuk mendata kembali jumlah warga dan jumlah KK berdasaerkan data yang diperoleh dari pemerintah Desa. Data kemudian dikonsultasikan kepada setiap kader dari masing-masing RT dan dimutakhirkan. Follow up dari pendataan unutk program penomoran rumah.

Ida Nur Aeni

4.Kerja Bakti Pembersihan MasjidKegiatan membersihkan masjid bersama RISMAS untuk persiapan acara Nuzulul Quran dan Shalat Idul Fitri.Eko Ari Anto

5.Kerja Bakti JalanKegiatan membersihkan jalan bersama warga dusun untuk persiapan acara peringatan 17 Agustus.Bagus M. Fadli

6.Pendataan Warga Kurang Mampu Kegiatan pendataan warga kurang mampu untuk mengetahui jumlah warga kurang mampu yang terbaru di wilayah dusun Tegallembut.Ida Nur Aeni

7.Bakti SosialKegiatan bakti sosial yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.Ida Nur Aeni

8.Pembaharuan Layout PAUDKegiatan memberikan pembaharuan layout PAUD yang sudah terlihat usang.Cahyo Adi Nugroho

9.Pembuatan Album Kegiatan KKNKegiatan pembuatan album kegiatan KKN ND58 selama menajalankan kegiatan di lokasi, diharapkan album kegiatan ini bisa menjadi kenang kenangan untuk dusun.Eko Arianto

10.Pembuatan Profil (website dan media sosial) DesaKegiatan ini bertujuan untuk membuat profil Dusun Tegallembut.Yunidha Ekasari

C. Program Non Fisik

11.ObservasiObservasi dilakukan oleh mahasiswa KKN berkaitan dengan lokasi KKN, kondisi sosial dan lingkungan, ekonomi, pendidikan, kesehatan dll.Cahyo Adi Nugroho

12. Sosialisasi Program KerjaSosialisasi dilakukan untuk memaparkan program kerja KKN ND58 baik, itu program kelompok maupun individu sehingga didapatkan masukan atau kritik atau saran yang dapat membangun dalam hal kegiatan yang akan dilakukan.Cahyo Adi Nugroho

13. Pengajian Bulan RamadhanKegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kerohanian masyarakat dusun Tegallembut dan anggota KKN selama bulan Ramadhan. Bagus M. Fadli

14. Nuzulul QuranKegiatan peringatan Nuzulul Quran untuk mengingatkan warga dusun tentang diturunkannya Al Quran serta meningkatkan kerohanian warga dusun Tegallembut dan anggota KKN ND58.Oky Ardiyanta

15. Pendampingan TPAPendampingan madrasah/TPA Tegallembut, kami memberikan bahan ajar seperti hafalan surat-surat pendek, mengaji dan permainan edukasi Islam yang menarik. Bagus M. Fadli

16. Pendampingan PAUDPendampingan PAUD BIMA, Kelompok ND58 sangat belajar untuk mendampingi murid-murid PAUD yang masih kecil, kami memberikan bahan ajar seperti membedakan warna, alat komunikasi, dan permainan edukatif lainnya.Cahyo Adi Nugroho

17.PosyanduIkut berpartisipasi dalam kegiatan POSYANDU yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 10 tiap bulan.Desy Ayu Irma Permatasari

18.Perayaan HUT RI Dusun Perayaan HUT RI Dusun diadakan dengan berbagai perlombaan dan malam puncak HUT.Eko Ari Anto

19.Pendampingan Pembuatan ProposalPendampingan pembuatan proposal dilakukan untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat Dusun Tegallembut sehingga dapat membuat proposal dengan format yang sesuai dengan penulisan.Riskiana Yuliasih

20. Penyuluhan Pola Hidup Bersih dan SehatPenyuluhan pola hidup bersih dan sehat dilakukan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada Ibu-Ibu Dusun Tegallembut sehingga dapat diterapkan dalam keluarga.Desy Ayu Irma Permatasari

21.Malam PerpisahanProgram ini bertujuan untuk mengakrabkan warga dusun, selain itu juga sebagai acara perpisahan kami dengan warga dan sarana untuk meningkatkan kreativitas.Enggar Galuh Pramindyaswari

22.Outbond TPAOutbond TPA dilakukan pada sekitar wilayah Dusun Tegallembut yang sasarannya adalah anak-anak TPA untuk meningkatkan semangat dan kekompakan.Eko Ari Anto

23.Perayaan HUT RI DesaPerayaan HUT RI Desa diadakan dengan berbagai perlombaan dan malam puncak HUT.Bagus M. Fadli

24.Tadarus Al QuranTadarus dilakukan di Masjid jami Al Ikhlas yang pelaksanaannya dilakukan bersama Rismas.Yunidha Ekasari

25.Pendampingan Lomba RamadhanMengadakan lomba-lomba untuk memeriahkan ramadhan di masjid.Riskiana Yuliasih

D. Program Tambahan

26. Jalan Pagi

Jalan Pagi dilakukan untuk mengingatkan pentingnya berolahraga dan hidup sehat, pelaksanaannya dengan anak-anak TPA setelah shalat subuh di bulan Ramadhan.-

27.Pendampingan RISMASMembantu RISMAS untuk merencanakan segala kegiatan yang menjadi program kerja Rismas, seperti pemasangan banner Nuzulul Quran, dll.-

28. Proposal Dana KKNMenyiapkan proposal-proposal dana untuk mendapatkan tambahan dana pelaksanaan program KKN dari beberapa instansi/lembaga. (Mencari sponsor)-

29. Pertemuan RTKegiatan ini menyesuaikan jadwal dari RT di Dusun Tegallembut, membahas tentang acara-acara dan rencana yang akan dilaksanakan di RT.-

30. Senam PagiKegiatan dilakukan bersama warga dengan melakukan senam angguk.-

31.PKKKegiatan ini menyesuaikan jadwal di dusun setiap tanggal 5. Diisi dengan arisan ibu-ibu Dusun Tegallembut dan sharing tentang cara memasak-

E. Program Insidental

32.Penyerahan Mahasiswa KKNPenyerahan Mahasiswa KKN di balai desa. Upacara dilakukan secara formal menyambut kedatangan mahasiswa KKN di Desa Giripeni.-

33.Kunjungan DPLDPL mengunjungi posko KKN ND58 untuk memantau proses dari program kerja KKN.-

34. Persiapan PilpresMembantu perangkat dusun Tegallembut menyiapkan Pilpres tanggal 9 Juli 2014-

35.SyawalanMengunjungi tokoh masyarakat Dusun Tegallembut dan perangkat dusun dalam rangka Hari Idul Fitri.-

36.Desa Budaya GiripeniMengikuti acara Desa Budaya Giripeni pada tanggal 2 Agustus 2014 yang diisi dengan penampilan kesenian per dusun dan jathilan.-

37.TakziahMengikuti kegiatan takziah dan ikut membantu dirumah duka.-

38.Pendampingan Lomba PBBMembantu SD N Graulan mempersiapkan lomba PBB, yaitu mengajarkan baris-berbaris.-

39.TirakatanMengikuti kebiasaan dari Dusun Tegallembut dalam mengadakan tirakatan di malam sebelum HUT RI.-

40.Upacara 17 AgustusMahasiswa KKN Giripeni diundang untuk melaksanakan kegiatan upacara 17 Agustus di lapangan Bendungan.-

2 PROGRAM KERJA INDIVIDU UTAMA

NONAMA KEGIATANDISKRIPSI

1Pendampingan dan Bimbingan Belajar MatematikaPendampingan belajar matematika ini bermaksud untuk meningkatkan kemampuan anak dalam belajar matematika.

2JarimatikaPelatihan ini bermaksud untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menghitung menggunakan jari tangan.

3Math FunProgram ini berupa permainan edukatif matematika yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap matematika melalui permainan edukatif.

3 PROGRAM KERJA INDIVIDU PENUNJANG

NONAMA KEGIATANDESKRIPSI

1Penomoran Rumah Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan penempelan stiker untuk penomoran rumah sehingga memudahkan untuk mencari lokasi

2Penyuluhan Lalu LintasKegiatan yang dilakuakan adalah penyululan lalu lintas kepada anak PAUD

3Craft DayCraft Day adalah kegiatan yang mengajarkan anak-anak untuk membuat kerajinan dari bahan-bahan kain flannel, makram, pita, dan lain sebagainya.

4Penyuluhan BPOMPenyuluhan ini dilaksanakan dibalai desa giripeni dan mengambil tema tentang pengaruh bahan tambahan pangan berbahaya pada makanan. Penyuluhan bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan DIY, ibu Endang.

5Pengenalan Komputer untuk anak-anakMengenalkan pengoperasian komputer pada anak-anak dan mengubah mainset anak bahwa di komputer mereka tidak hanya bermain game namun juga dapat melakukan hal-hal lain seperti mengetik pada microsoft word.

6Bimbingan Belajar Bahasa InggrisKegiatan yang dilakukan adalah bimbingan belajar bahasa inggris guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

7Pencatatan Keuangan MasjidPelatihan ini bermaksud untuk melakukan transparasi dalam keuangan masjid. Pelatihan pencatatan disini bermaksud guna memberikan info keuangan masji kepada warga dusun tegallembut.

8Turnamen Sepak Bola MiniKegiatan yang dilakukan adalah pelatihan sepak boal mini untuk anak-anak gna meningkatkan semangat dan sportifitas anak-anak.

9Pemutaran Film KemerdekaanPemutaran film perjuangan untuk lebih menenal sejarah serta maningkatkan rasa nasionalisme.

10.Perpustakaan Masjid Jami Al-IkhlasPerpustakaan ini diadakan untuk lebih meningkatkan wawasan warga masjid dengan isian buku-buku yang berasal dari sumbangan donator penerbit erlangga dan donator-donatur lain.

BAB IIPEMBAHASAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM

A. Pelaksanaan ProgramPelaksanaan KKN di Padukuhan Tegallembut terdiri atas beberapa program kegiatan KKN. Program ini terbagi atas program kelompok dan program individu. Program kegiatan kelompok adalah kegiatan yang dilaksanakan lebih dari setengah jumlah seluruh anggota kelompok KKN, sedangkan program kegiatan individu adalah kegiatan yang dilaksanakan individu atau perorangan yang dibantu anggota lain yang anggotanya kurang dari setengah jumlah seluruh anggota kelompok KKN.Disamping itu program individu dibagi menjadi program utama dan program penunjang. Program utama adalah program yang dilaksanakan sesuai dengan kompetensi pelaksana, sedangkan program penunjang adalah program yang dilaksanakan untuk membantu program utama anggota lainnya. Sedangkan program insidental adalah program yang tidak tercantum dalam matriks dan merupakan program yang berkaitan dengan kegiatan partisipasi mahasiswa KKN di masyarakat.Berdasarkan rencana program kerja yang telah dibuat, dalam melaksanakan program kerja, waktu dan target pencapaian program kerja diusahakan sama dengan yang telah direncanakan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga apabila antara pelaksanaan dengan rancangan terdapat perbedaan yang dikarenakan oleh situasi dan kondisi yang tidak sama dengan yang diharapkan atau adanya programprogram lain ternyata lebih mendesak dan lebih dibutuhkan oleh masyarakat. Perbedaanperbedaan yang terjadi tersebut dapat berupa pergeseran waktu pelaksanaan program, penambahan atau pengurangan jumlah program kerja yang dilaksanakan.

B. PembahasanProgram-program yang sudah dirancang dan direncanakan pada waktu observasi telah dilaksanakan dengan hasil yang cukup memuaskan, tetapi ada juga program yang hasilnya kurang dari apa yang diharapkan. Hasil dari program kerja tersebut rinciannya sebagai berikut :

1. PROGRAM KERJA INDIVIDU UTAMAProgram kerja utama yang dibentuk sesuai dengan perencanaan awal dari hasil survei ketempat lokasi dengan melihat, dan memperhatikan serta meminta masukan, saran dan berbagai pertimbangan dari bapak kepala dusun, tokoh masyarakat dan warga dusun Tegallembut serta teman-teman kelompok sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan.Program tersebut yaitu: 1. Pendampingan dan Bimbingan Matematika2. Jarimatika3. Math Fun

1. Pendampingan dan Bimbingan Belajar Matematika Deskripsi KegiatanKeterangan

TujuanMendampingi dan membantu mengatasi kesulitan belajar, serta meningkatkan kemampuan matematika anak dengan memberikan bimbingan belajar matematika khususnya siswa SD kelas 1 sampai 6 dan siswa SMA di lingkungan Dusun Tegallembut, Desa Giripeni.

Alokasi Waktu15, 16,17,19,21 & 22 Juli 2014 , 4,11, 12,16, 18, 19 & 26 Agustus 2014

TempatPosko KKN UNY ND 58

SasaranAnak-anak SD, SMP dan SMA Dusun Tegallembut, Desa Giripeni

Jumlah Peserta 15 Anak

Sambutan MasyarakatAnak-anak sangat antusias dengan adanya bimpel matematika, terlihat dari seringnya bimbingan dilaksanakan.

Peran MahasiswaPelaksana

BiayaRp 16.000,00

Sumber DanaDana mandiri mahasiswa

Jumlah Jam26.5 jam

Uraian KegiatanPendampingan dan Bimbingan Belajar Matematika merupakan program kegiatan yang diadakan dengan tujuan mendampingi dan membantu mengatasi kesulitan belajar, serta meningkatkan kemampuan berhitung anak khususnya siswa SD kelas 1 sampai 6 dan siswa SMP di lingkungan Dusun Tegallembut, Desa Giripeni. Bimbingan belajar diadakan di Posko KKN UNY ND58 yang dilaksanakan pada siang hari. Kegiatan ini dilakukan dengan mendampingi anak mengerjakan tugas sekolah, pemberian materi, review materi, latihan soal, dan pembahsan soal.Kurangnya rasa percaya diri dan kemampuan anak dalam berhitung, serta beberapa peserta bimbingan belajar yang masih kurang tertarik/takut dengan matematika menjadi beberapa hambatan dalam pelaksanaan program ini. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi dengan meminta peserta bimbingan belajar untuk menghafalkan perkalian 1-10, memberikan games edukatif, latihan soal-soal hitungan, soal-soal cerita untuk melatih logika dan kemampuan berhitung anak, serta meminta anak maju satu per satu untuk mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan di papan tulis agar mereka bisa belajar untuk lebih percaya diri.Dengan adanya pendampingan dan bimbingan belajar matematika, kemampuan berhitung anak serta ketertarikan anak, khususnya anak-anak Dusun Tegallembut, Desa Giripeni, terhadap matematika meningkat.

Hasil yang dicapaiPeserta didik menerima materi yang diberikan dengan sangat baik serta dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik dan mereka menjadi lebih dekat dengan mahasiswa KKN . Murid yang diberikan bimbingan bervariasi setiap minggunya, mulai dari kelas 1 SD hingga 2 SMA/SMK.

Faktor PendukungAnak-anak yang antusias untuk mengikuti bimbingan belajar matematika.

Faktor PenghambatKurangnya antusiasme peserta didik dalam mengerjakan tugas sekolah dan mempelajari materi selanjutnya, karena mereka sudah lelah belajar dari sekolah, sehingga mereka memilih bermain dengan mahasiswa KKN.

Cara MengatasiMemberikan motivasi belajar kepada peserta didik, mengajak bermain permainan edukatif untuk membangkitkan semangat belajar, baru kemudian diajak belajar matematika bersama

2. JarimatikaDeskripsi KegiatanKeterangan

TujuanMembantu mengatasi kesulitan anak-anak dalam berhitung, serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan anak-anak dalam berhitung cepat menggunakan jari tangan .

WaktuTangga 19 Juli, 5 & 11 Agustus 2014

TempatPosko KKN UNY ND 58

SasaranAnak-anak SD di dusun tegallembut

Jumlah Peserta 10 anak SD

Sambutan Anak-anak sangat antusias dengan adanya program jarimatika ini.

Peran MahasiswaPelaksana

BiayaRp 9000,00

Sumber DanaDana mandiri

Jumlah Jam5,5 jam

Uraian KegiatanJarimatika merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak dusun tegallembut dalam berhitung menggunakan jari tangan. Program ini dilaksanakan di posko KKN UNY ND 58 pada siang dan sore hari. Kegiatan ini dilakukan dengan mengajari anak-anak perkalian dengan jari tangan kemudian.Hasil yang dicapai adalah anak-anak dapat mengitung dengan jarimatika untuk perkalian 5-10, 11-15.

Hasil yang dicapaiAnak-anak sudah dapat menghitung dengan menggunakan jarimatika umtuk perkalian 5-10, 11-15

Faktor PendukungKemampuan mahasiswa dalam menguasai materi jarimatika.

Faktor PenghambatKurangnya rasa percaya diri dan kemampuan anak dalam berhitung dan mengemukakan pendapatnya.

Cara MengatasiMemberikan games edukatif, mencongak, latihan soal hitungan, soal cerita untuk melatih logika dan kemampuan berhitung anak, serta meminta anak maju satu per satu untuk mengerjakan soal-soal matematika yang diberikan di papan tulis agar mereka bisa belajar untuk lebih percaya diri.

3. Math Fun Deskripsi KegiatanKeterangan

TujuanMemperkenalkan matematika pada anak-anak melalui permainan- permainan edukatif yang menyenangkan.

WaktuTanggal 1, 5, 13, 19 dan 21 Agustus 2014

TempatPosko KKN UNY ND 58 dan SD Graulan

SasaranAnak-anak SD Graulan dan anak-anak dusun tegallembut

Jumlah Peserta 26 anak-anak SD

Sambutan Anak-anak sangat antusias dengan adanya program ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti math fun.

Peran MahasiswaPelaksana

Biaya Rp 15.000,00

Sumber DanaDana Mandiri

Jumlah Jam10,5 jam

Uraian KegiatanMath Fun merupakan program yang bertujuan memperkenalkan matematika kepada anak-anak dusun Tegallembut, desa Giripeni melalui permainan yang menyenangkan. Program ini dilaksanakan di posko KKN UNY ND 58 dan SD Graulan. Permainan yang dimainkan antara lain adalah permainan maju mundur (penerapan operasi bilangan bulat) , catur, kartu domino pecahan ( penerapan bilangan pecahan). Anak-anak sangat antusias dengan adanya program ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang ikut saat math fun yakni 26 anak-anak.

Hasil yang dicapaiMelalui games yang diberikan, kemampuan berhitung anak serta ketertarikan anak terhadap matematika meningkat.

Faktor PendukungAntusiasme anak-anak dan guru SD Graulan

Faktor PenghambatKendala dalam membuat media permainan

Cara MengatasiMencari alternatif permainan yang medianya lebih mudah untuk dibuat

II. PROGRAM KERJA INDIVIDU PENUNJANGProgram kerja individu yang dibentuk atau dikerjakan untuk mendukung program individu utama dan insidental (tambahan), sehingga dalam program individu satu dengan yang lain dapat sinergi dan saling melengkapi.Program tersebut antara lain :1. Penomoran Rumah

2. Penyuluhan Lalu Lintas

3. Craft Day

4. Penyuluhan BPOM

5. Pengenalan Kommputer untuk Anak-Anak

6. Bimbingan Belajar Bahasa Inggris

7. Pencatatan Keuangan Masjid

8. Turnamen Sepak Bola Mini

9. Pemutaran Film Perjuangan

10. Perpustikaan Masjid Jami Al-Ikhlas

1. Penomoran RumahDeskripsi KegiatanKeterangan

TujuanMempermudah dalam pencarian letak rumah dengan adanya nomor di setiap rumah.

Alokasi WaktuTgl 19 dan 23 Agustus 2014

TempatMelakukan desain penomoran di posko ND58. Pencetakan dilakukan di Percetakan digital Mangrove Yogyakarta. Stiker nomor rumah ditempelkan di setiap RT 7,8,9,10,11,12 rumah di Dusun Tegallembut.

SasaranRumah warga Dusun Tegallembut.

Jumlah Peserta 5

Sambutan MasyarakatAntusias dengan adanya penomoran rumah.

Peran MahasiswaPembuat inisiatif, desain, dan Pelaksana

BiayaRp 200.000,00

Sumber DanaSwadana Mahasiswa

Jumlah Jam4.5 jam

Uraian KegiatanPenomoran rumah merupakan bentuk pemberian nomor yang berbeda dalam setiap rumah. Nomor seri rumah akan dibedakan dalam setiap RT. RT 7 menggunakan kode awalan A, misal A1,A,2,A3, dst. RT 8 menggunakan kode awalan B, misal B1,B2,B3, dst. RT 9 menggunakan kode C. RT 10 menggunakan kode awalan D. RT 11 menggunakan kode awalan E. RT 12 menggunakan kode awal F. Jumlah stiker di sesuaikan dengan jumlah rumah di setiap RT. Mahasiswa harus melakukan analisa terlebih dahulu berapa jumlah rumah di setiap RT.

Hasil yang dicapaiTerdapat nomor rumah di setiap rumah di Dusun Tegallembut.

Faktor Pendukung Belum ada nomor rumah di dusun Tegallembut Antusias warga yang menyambut baik dengan adanya nomor rumah ini.

Faktor Penghambat Susunan rumah yang kurang tertata membuat susahnya dalam bentuk urutan nomor rumah. Terdapat rumah yang jauh di dalam, sehingga kurang diketahui oleh mahasiswa.

Cara Mengatasi Memngelompokan rumah sesuai dengan blok atau jalan yang dilalui. Melibatkan masyarakat dusun untuk melakukan observasi letak rumah warga.

2. Pemutaran Film Perjuangan Deskripsi KegiatanKeterangan

TujuanMenumbuhkan rasa nasionalisme terhadap masyarakat dan mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan.

WaktuTangga 6 dan 27 Agustus 2014

TempatPosko KKN UNY ND 58 dan rumah Bapak Riyanta

SasaranMayarakat di dusun tegallembut

Jumlah Peserta 45 orang

Sambutan Anak-anak sangat antusias dengan adanya program pemutaran film.

Peran MahasiswaPelaksana

BiayaRp 21.000,00

Sumber DanaDana mandiri

Jumlah Jam5 jam

Uraian KegiatanKegiatan ini meliputi pemutaran film perjuangan berupa film yang berjudul Trilogi Kemerdekaan Merah-Putih, Sugija, dan Bung De Ende.

Hasil yang dicapaiHasil yang dicapai meliputi peranan pemutaran film yang memberi gambaran perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah yang memberi pesan terhadap masyarakat mengenai perjuangan para pahlawan dan mengerti artinya rasa persatuan serta kesatuan yang menimbulkan rasa nasionalisme.

Faktor PendukungBertepatan dengan even HUT RI ke-69

Faktor PenghambatKurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pemutaran film

Cara MengatasiMeminjam alat untuk pemutaran film perjuangan.

3. Penyuluhan Lalu LintasDeskripsi KegiatanKeterangan

Tujuan Memperkenalkan rambu rambu lalu lintas pada anak - anak Melatih psikomotorik anak anak Mengajarkan ketertiban berlalu lintas pada anak anak

Waktu10 Agustus 2014, 12 Agustus 2014

TempatLapangan PAUD

SasaranAnak anak

Jumlah Peserta 30 orang

Sambutan MasyarakatAnak anak dan ibu guru antusias dengan adanya program ini

Peran MahasiswaInisiator dan motivator

BiayaRp24.000,00

Sumber DanaIuran Mahasiswa

Jumlah Jam7 jam

Hasil yang dicapaiAnak anak mengetahui dan memahami akan rambu rambu yang umum di lalulintas.

Faktor PendukungAnak anak yang antusias dan senang berperan sebagai polisi lalulintas.

Faktor Penghambat-

Cara Mengatasi-

4. Craft DayDeskripsi KegiatanKeterangan

Nama KegiatanCraft Day

TujuanMengajarkan kerajinan tangan sejak dini agar dapat digunakan untuk berwirausaha.

ManfaatDapat menambah keterampilan sekaligus berpotensi membuka peluang usaha.

Waktu PelaksanaanTanggal 11 13 Agustus 2014Tanggal 15 Agustus 2014

TempatPosko KKN ND58 dan Masjid Jami Al Ikhlas

Jumlah Jam7 jam

SasaranAnak-anak dan remaja dusun tegallembut

Anggaran DanaRp 86.000,00

Acara/ KegiatanKegiatan craft day dilakukan dengsn melakukan pelatihan kerajinan tangan kepada anak-anak dan remaja dusun Tegallembut berkaitan dengan aksesoris diantaranya bros, gantungan kunci, dan gelang yang terbuat dari bahan kain flanel, benang, kain satin, dan renda. Materi yang diajarkan dibuat secara variatif begitu pula dengan model-model yang ada setiap pertemuan berbeda-beda sehingga membuat peserta lebih tertairik dan semngat untuk mencoba membuatnya. Pelatih dari pelatihan craft day yaitu mahasiswi KKN ND58 yang memang sudah berpengalaman membuat kerajinan tangan.

HambatanPeserta yang berbeda usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin membuat pelatih kesulitan dalam melaksanakan pendampingan.

Cara mengatasiPelatihan dibagi antar anak dan pelatih sehingga terdapat pengelompokan-pengelompokan yang disesuaikan antara tingkat kreativitas peserta dan tingkat kerumitan kerajinan yang dibuat.

Hasil yang dicapaiII. Peserta memahami materi yang diajarkan yang dibuktikan dengan peserta mempu membuat kerajinan yang bermacam-macam.II. Hasil yang diperoleh yaitu:1. bros yang terbuat dari kain flanel dan renda.2. Gantungan kunci yang terbuat dari kain flanel dan kain satin.3. Gelang yang terbuat daru kain satin.

5. Penyuluhan BPOMDeskripsi KegiatanKeterangan

Tujuan1. Memberikan wawasan kepada masyarakat Tegallembut mengenai zat aditif/BTP (Bahan Tambahan Pangan) dalam makanan.2. Memberikan pengetahuan mengenai macam-macam bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan untuk campuran makanan.3. Memberikan pengetahuan mengenai bahan tambahan makanan yang aman untuk digunakan.4. Mampu membedakan makanan yang mengandung bahan tambahan makanan yang aman dan tidak aman.

Alokasi Waktu, 20 Agustus 2014

TempatBalai Desa Giripeni

SasaranIbu-Ibu PKK dan Anak-anak kelas VI SD N Graulan

Jumlah Peserta28 ibu-ibu PKK, 26 Anak kelas VI SD, 1 Narasumber BPOM

Sambutan MasyarakatIbu-ibu PKK merasa antusias dengan program ini. Anak-anak merasa senang karena mendapat pengetahuan baru.

Peran MahasiswaPelaksana dan insiator

BiayaRp. 375.500,00

Sumber DanaIuran MahasiswaDonatur

Jumlah Jam5 jam

Uraian KegiatanKegiatan ini diawali dengan persiapan koordinasi bersama mahasiswa Kimia ND57 dan ND59. Membahas tentang Penyuluhan dari BPOM terhadap ibu-ibu dan anak-anak pada tanggal 7 Juli 2014. Kemudian pada tanggal 14 Juli 2014 mengunjungi BPOM untuk menanyakan prosedur untuk permintaan narasumber. Membuat surat permintaan narasumber BPOM pada tanggal 17 Juli 2014 dan mengantarkan surat tersebut ke BPOM Jogja di Tegalrejo pada tanggal 18 Juli 2014. Pada tanggal 15 Agustus 2014 diadakan sosialisasi terhadap ibu-ibu PKK pada saat kumpul PKK Desa. Dan mengantarkan surat perizinan ke SD N Graulan agar murid kelas VI dapat mengikuti acara Penyuluhan BPOM. Persiapan final pada tanggal 19 Agustus meliputi persiapan snack, parcel, materi penyuluhan, daftar kehadiran peserta dan konfirmasi tempat (Balai Desa) ke Pak Joko (Kabag Kesejahteraan). Jam 07.00 kami berkumpul di Balai Desa untuk menata meja, kursi dan proyektor. Acara dimulai pukul 09.00. Mengenai Komoditi Pangan yang memuat pencemaran yg dihasilkan BTP yang berbahaya. Ibu Endang (narasumber BPOM) memberikan penjelasan dengan singkat dan jelas sehingga anak-anak dan ibu-ibu mudah mengerti. Ibu Endang juga membawa sampel makanan dengan zat aditif/zat kimia yang berbahaya. Acara selesai jam 12.00 dilanjutkan membereskan tempat.

Hasil yang dicapaiIbu-ibu dan anak-anak mengerti penjelasan yang disampaikan. Acara berlangsung dengan lancar. Ibu-ibu dan anak-anak banyak mengajukan pertanyaan.

Faktor PendukungIbu-ibu masih banyak yang belum mengerti tentang BTP/zat aditif berbahaya.Anak-anak lebih mudah untuk diberi wawasan yang baru

Faktor PenghambatMengumpulkan ibu-ibu PKK Desa diluar jadwal perkumpulan.Narasumber telat datang menyebabkan jalannya acara tidak sesuai dengan jadwal

Cara MengatasiMenyebarkan surat undangan untuk Ibu Dukuh dan kader-kader di setiap dusun.Menelepon dan menjemput ibu narasumber menuju ke lokasi acara.

6. Pengenalan Komputer untuk Anak-AnakTujuan1. Supaya para anak anak tidak mengikuti mainset para saudara mereka tentang main game terus menerus dengan computer.

Manfaat 1. Bagi Mahasiswa :Mahasiswa dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang cara menggunakan computer untuk bekerja( mengetik).2. Bagi Masyarakat :Masyarakata tau anak anak dapat merubah fikiran mereka tentang computer adalah alat untuk main game secara utuh.

Waktu pelaksanaan20 Juli 2014, 12 , 14 Agustus 2014

Volume kegiatan4 kali

Jumlah Jam 6.5 jam

SasaranAnak anak DusunTegallembut

Peran MahasiswaPendamping dan Pelaksana.

BiayaRp. 90.000,-

Sumber danaSwadaya mahasiswa KKN UNY

Tempat POSKO KKN ND58 Tegallembut

Hambatan4. Sulitnya mengatur anak anak karena mereka hanya ingin bermain game apabila komputer telah dinyalakan.

Solusi1. Menguninstall semua game terlebih dahulu sebelum computer digunakan oleh anak anak.

7. Bimbingan Belajar Bahasa InggrisTujuan1. Membantu orang tua dalam pendampingan dan bimbingan belajar.2. Membantu anak usia sekolah untuk memperdalam wawasan dan pemahaman dalam pelajaran bahasa Inggris yang telah diterima di sekolah.3. Membantu anak usia sekolah mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah).

Manfaat 3. Bagi Mahasiswa4. Sebagai ajang untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan merupakan bentuk dari pengabdian kepada masyarakat.5. 6. Bagi Masyarakat Bagi masyarakat, khususnya anak-anak, dapat menambah ilmu dan pengetahuan sehingga menambah wawasan dan pemahaman bahasa Inggris di luar jam sekolah.

Waktu pelaksanaan06, 08,13 Agustus 2014,

Volume kegiatan3 kali

Jumlah Jam 5 jam

SasaranRemaja dan Anak-anak wilayah Tegallembut.

Peran MahasiswaPelaksana.

Biaya-

Sumber dana-

Tempat POSKO KKN ND58 Tegallembut

HambatanKemampuan anak-anak di bidang bahasa Inggris yang masih minim serta minat belajar yang masih rendah sehingga memperlambat dalam proses mengajar maupun penyampaian materi.

SolusiMenggunakan metode-metode sederhana dan menyenangkan, dengan menggunakan barang-barang sekitar atau bagian tubuh sebagai media bahasa Inggris.

8. Pencatatan Keuangan MasjidDESKRIPSI KEGIATANKETERANGAN

TujuanTransaparansi jumlah keuangan masjid pada masyarakat dusun tegallembut.

ManfaatDengan adanya pencatatan keuangan masjid ini diharapakan Tamir Masjid bisa lebih mengatur keuangan masjid dan lebih transparan kepada masyarakat. Jadi masyarakat mengetahui saldo keuangan masjid baik dari jumlah pemasukan maupun pengeluaran.

SasaranTamir Masjid

Waktu Pelaksanaan6, 8 dan 27 Agustus 2014

TempatMasjid Jami Al Ikhlas

Jumlah JamRencana total persiapan dan Pelaksanaanya selama 4 jam

Anggaran Dana

Acara/ KegiatanPapan informasi keuangan masjid dibuat dalam bentuk papan informasi yang berisi pemasukan dan pengeluaran sehingga dapat diketahui saldo keuangan masjid yang ada. Pendampingan tersebut dikhususkan bagi Tamir Masjid yang bergerak di bagian keuangan. Koordinasi dilakukan dengan Ketua takmir Masjid Jami Al Ikhlas yaitu Bapak Samingan.

HambatanDikarenakan bagian keuangan Takmir Masjid sedang sakit maka susah untuk melakukan koordinasi berkaitan dengan keuangan masjid.

Cara Mengatasi Koordinasi dapat dilakukan dengan Bapak Samingan selaku Ketua Takmir Masjid sehingga pelaksanaan kegiatanb dapat berjalan dengan lancar.

Evaluasi/ HasilHasil dari kegiatan pencatatan keuangan Masjid Jami Al Ikhlas adalah terciptanya papan informasi keuangan masjid Jami Al Ikhlas.

9. Turnamen Sepak Bola MiniDeskripsi KegiatanKeterangan

Jenis KegiatanProgram Individu Utama

Bentuk KegiatanTurnamen Sepakbola Mini

Tempat KegiatanLapangan Sepakbola Mini Bapak Riyanta

Waktu Kegiatan10 dan 11 Agustus 2014

Jumlah Jam4 Jam

Tujuan KegiatanUntuk memeriahkan HUT RI

SasaranAnak-anak

Uraian KegiatanPelaksanaan pertandingan Sepakbola Untuk Anak usia dini dilaksanakan pada sore hari. Pertandingan diikuti 8 team. Dan dijuarai oleh team AREMA. Pertandingan menggunakan system gugur. Pertandingan sepakbola 5 vs 5 dan 1 cadangan.

Hambatan/KendalaAnak-anak yang tidak mempunyai sepatu sepakbola dan perlengkapan olahraga yang minim.

Cara MengatasiPertandingan tanpa mengunakan sepatu dan bola yang dipakai adalah bola plastik.

Hasil KegiatanLomba dimenangkan oleh Team Aremania

KeterlaksanaanJadwal kegiatan sesuai dan terlaksana dengan baik.

DanaRp. 300.000,-

10. Perpustakaan MasjidDESKRIPSI KEGIATANKETERANGAN

TujuanPengadaan buku bacaan untuk perpustakaan masjid dilakukan untuk melatih budaya membaca sejak dini bagi anak-anak maupun remaja sehingga meningkatkan minat baca masyarakat pada umumnya dan minat baca anak dan remaja khususnya.

ManfaatMeningkatkan minat baca anak dan remaja dusun Tegallembut.

SasaranMasyarakat Dusun tegallembut

WaktuPelaksanaanTanggal 14 Juli 2014, Pukul 15.00-16.00 WIBTanggal 15 Agustus 2014, Pukul 07.00-11.00 WIB

TempatBelakang Masjid Jami Al Ikhlas bagian kiri

Jumlah Jam3 jam

Anggaran DanaRp. -

Acara/ KegiatanKegiatan yang dilakukan adalah mencari donatur dan sponsorship buku bacaan berupa buku mata pelajaran, keagamaan, majalah, kewirausahaan, keterampilan, dll. Setelah terkumpul buku bacaan ditempel stiker sebagai kenang-kenangan dari KKN maupun lembaga. Dalam hal penempatan buku, mahasiswa KKN berinisiatif untuk membersihkan gudang kemudian dijadikan sekretariat perpustakaan dan membersihkan almari (rak buku) yang masih bagus dan dapat dijadikan tempat untuk meletakkan buku bacaan.

Hambatan-

Cara Mengatasi -

Evaluasi/ HasilHasil buku yang terkumpul adalah sebagai berikut:a. Rohani berjumlah 12 buahb. Ujian Nasional berjumlah 7 buahc. Bahasa berjumlah 8 buahd. Keterampilan berjumlah buahe. IPS berjumlah 9 buahf. Science berjumlah 20 buahg. Umum berjumlah 8 buahh. Majalah berjumlah 8 buahi. Latihan soal ujian berjumlah 15 buah

C. PROGRAM KERJA INDIVIDU INSIDENTALProgram individu insidental merupakan program individu yang tidak terjadwal dan terlaksanan tiba-tiba. Biasanya yang bersifat undangan dadakan atau kegiatan dimana kita harus melakukannya tanpa menunggu orang lain.Program tersebut antara lain :1. Buka Bersama di Balai Desa2. Tirakatan Desa Giripeni3. Karnaval Wates4. Pelatihan Pembuatan Form Nikah

BAB IIIPENUTUP

A. KESIMPULANTujuan diadakan KKN untuk mahasiswa adalah agar bisa belajar hidup bermasyarakat. Pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNY tahun 2014 di Padukuhan Tegallembut, Desa Giripeni, Kecamatan Wates, Kulon Progo sudah di laksanakan selama kurang lebih dua bulan sejak diturunkan ke lapangan dari tanggal 1 Juli 2014 sampai 31 Agustus 2014. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat berjalan lancar dan dapat di selesaikan tepat waktu meskipun ada beberapa hambatan dalam pelaksanaannya. Program dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, sehingga mahasiswa hanya berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan motivator. Dari kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:1. Mahasiswa KKN dituntut untuk dapat hidup bermasyarakat dan memahami realita yang ada di masyarakat dengan menggunakan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimilikinya oleh mahasiswa.2. Mahasiswa KKN dituntut untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat, terutama masalah pembangunan yang ada di masyarakat tersebut.3. Program kerja KKN yang dilaksanakan sebagian dapat berjalan sebagaimana mestinya, walaupun ada beberapa yang tidak terlaksana karena sulit penyesuaian waktu dengan kondisi di masyarakat.4. Keberhasilan program-program KKN pada akhirnya akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan antara masyarakat dan mahasiswa itu sendiri. Dampak positif bagi mahasiswa adalah meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan memperluas Cakrawala pemikiran.Peran masyarakat, baik secara materi maupun nonmateri sangat membantu terlaksananya program KKN. Dengan adanya animo masyarakat yang baik, membantu mahasiswa KKN belajar bersosialisasi dengan warga, belajar bersikap dan beradaptasi dengan orang lain sesuai dengan normanorma yang berlaku. Di samping itu, peran serta masyarakat juga mendukung dalam kelancaran pelaksanaan program KKNB. SARAN1. Untuk Desa dan Pemerintah Setempata) Dapat menyempurnakan program mahasiswa KKN yang belum sesuai dan melanjutkan programprogram yang berkelanjutan.b) Programprogram yang telah dilaksanakan mahasiswa KKN semoga dapat diteruskan dan dikembangkan serta dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat setempat.c) Hendaknya pemerintah daerah dan lembaga perguruan tinggi dapat bekerja sama dalam menyusun konsep kegiatan KKN yang lebih sesuai dengan wacana masyarakat untuk mewujudkan terbentuknya masyarakat yang madani dan mandiri.d) Mahasiswa disini bukan sebagai penyandang dana tetapi sebagai pemberi ide. Penyandang dana disini seharusnya sebagai donatur bukan sebagai penyandang dana utama.e) Biaya biaya yang terkait dengan keperluan di dusun sebaiknya dibicarakan sebelum KKN atau pada minggu pertama KKN,2. Untuk Mahasiswa KKN Berikutnyaa) Diharapkan mahasiswa KKN telah siap menghadapi permasalahan di lokasi KKN yang bersifat individu maupun kelompok.b) Perlu dikembangkan sikap keterbukaan, komunikasi yang baik dan koordinasi antar masingmasing mahasiswa.c) Hendaknya mahasiswa meninggalkan sikap dan sifat egois, demi terlaksananya kerjasama yang baik antar pribadi, sehingga program dapat berjalan dengan lancar.d) Ketersiapan keterampilan diharapkan lebih matang.e) Pandaipandailah menjaga diri dan bersosialisasi dengan masyarakat sehingga akan dapat memetik pelajaran dan pengalaman yang paling berharga dalam hidup.f) Pemanfaatan waktu hendaknya diperhatikan agar pelaksanaan program sesuai dengan rencana dan tidak molor.g) Dalam pelaksanaan setiap program, baik program kelompok maupun program individu haruslah dilakukan perencanaan yang matang dan seringseringlah melakukan koordinasi antar sesama mahasiswa dengan warga atau aparat pemerintah setempat.h) Mahasiswa harus menunjukkan perilaku yang baik, baik dalam tutur kata atau pun bertindak, jaga kekompakan, persahabatan dan persaudara3. Untuk Masyarakata. Masyarakat hendaknya membantu dan menyukseskan apa yang telah menjadi program bersama, sehingga terwujud apa yang telah di cita - citakan bersama.b. Perlu dihilangkan persepsi masyarakat bahwa mahasiswa KKN adalah sebagai penyandang dana dan anggapan aji mumpung, tetapi mahasiswa KKN sebagai motivator dan inovator di masyarakat yang daerahnya digunakan sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).c. Masyarakat hendaknya melestarikan dan melanjutkan program yang telah dijalankan bersama meskipun kegiatan KKN telah usai.d. Meningkatkan semangat dalam mencari ilmu dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun.

DAFTAR PUSTAKA

Tim penulis. 2011. Kumpulan Makalah Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNY. Yogyakarta:Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat UNYTim penulis. 2011. Panduan Kuliah Kerja Nyata. Yogyakarta: Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat UNYDAMANDIRI. 2009. Pedoman Pelaksanaan KKN Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA). Jakarta: Citra Kharisma Bunda

51