Laporan DPT Penyakit

download Laporan DPT Penyakit

If you can't read please download the document

  • date post

    16-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    101
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Laporan DPT Penyakit

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Di indonesia terdapat berbagai macam tanaman. Suatu tanaman identik dengan penyakit. Meskipun sebagian ada tanaman yang tidak terkena penyakit namun suatu tanaman selalu berhubungan dengan penyakit begitu pula sebaliknya. Secara sederhana penyakit adalah suatu masalah yang kerap kali ditemui oleh seorang petani. Penyakit menimbulkan kerugian bagi tanaman inang, petani, maupun lingkungannya. Penyakit dapat disebabkan oleh berbagai macam jenis, misalnya bakteri, jamur, dan lain sebagainya. Di dalam mempelajari penyakit dikenal dengan adanya konsep segiiitiga penyakit. Di dalam segitiga penyakit dijelaskan bahwa ketiga faktor tersebut yaitu tanaman inang, patogen, dan lingkungannya saling berpengaruh. Jadi jika salah satu dari ketiga faktor tersebut mendukung munculnya suatu penyakit, maka disitu akan terjadi peledakan penyakit, namun jika tidak salah satu dari ketiga faktor tersebut menekan terjadinya penyakit maka penyakit tidak akan muncul. 1.2 TUJUAN 1. Untuk mengetahui mengetahui tentang penyakit. 2. Untuk mengetahui tipe gelaja penyakit. 3. Untuk mengetahui faktor penyebab penyakit.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 PENGERTIAN PENYAKIT Penyakit adalah proses fisiologi yang tidak normal dalam badan tumbuhan, misalnya terjadi disintegrasi jaringan, gangguan pada pertumbuhan, gangguan reproduksi, kekurangan air, merana dan gangguan respirasi.(Triharso, 1995) Penyakit adalah ketidak mampuan tumbuhan yang diusahakan (tanaman) untuk memberikan hasil yang cukup kualitas maupun kuantitasnya. (Triharso, 1995) A disease is an abnormal condition affecting the body of an organism. It is often construed to be a medical condition associated with specific symptoms and signs. (Anonymous a, 2011)

2.2 KARAKTERISTIK PATOGEN A. JAMUR Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya. 1. Struktur Tubuh Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnya khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar

yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat. 2. Cara Makan dan Habitat Jamur Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

3. Pertumbuhan dan Reproduksi Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi

adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa. Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masingmasing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis. (Anonymousb, 2011) B. BAKTERI Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempattempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis). (Anonymousc, 2011) Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahkluk hidup lain yaitu: 1. Organisme multiselluler 2. Prokariot (tidak memiliki membran inti sel ) 3. Umumnya tidak memiliki klorofil

4. Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron. 5. Memiliki bentuk tubuh yang beraneka ragam 6. Hidup bebas atau parasit 7. Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan 8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung peptidoglikan (Anonymousc, 2011) C. VIRUS Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya. Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofage atau fage digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel). (Anonymous d,2011) D. NEMATODA Nematoda merupakan cacing bulat yang tidak bersegmen,

kebanyakan darinya memiliki siklus hidup yang bebas (Tony dan Shears, 1997). Nematoda, berasal dari kata nema = benang dan oidos = bentuk. Besar dan panjang Nematoda beragam, ada yang panjangnya beberapa

millimeter dan ada pula yang panjangnya melebihi 1 meter. Ciri-ciri umum dari kelas ini adalah mempunyai saluran pencernaan dan rongga badan, rongga badan tersebut dilapisi oleh selaput seluler sehingga disebut pseudosel atau pseudoseloma. Dan potongan melintangnya berbentuk bulat dan ditutupi oleh kutikula yang disekresi oleh lapisan hipodermis (lapisan sel yang ada dibawahnya) (Anonimuse, 2011). Radiopoetro (1991) menambahkan bahwa karakteristik Nematoda adalah tubuh simetri bilateral, tidak memiliki anggota gerak (extermitas), dan pada umumnya bersifat gonochoristis . Secara keseluruhan Nematoda bersifat parasit, baik pada hewan, manusia maupun tumbuhan. Hewan-hewan hospes Nematoda biasanya berasal dari filum Annelida, Arthropoda, Mollusca dan subfilum Vertebrata, yang hidup di dalam usus, darah dan organ-organ tubuh lainnya (Radiopoetro, 1991). Nematoda memiliki banyak spesies, diantara nya adalah cacing tambang, yang hidup di daerah pertambangan. Selain itu, cacing ini juga banyak menginfeksi orang-orang disekitar perkebunan yang belum memiliki sanitasi yang memadai ,Makimian (1996) menambahkan, bahwa sanitasi pembuangan tinja merupakan usaha pencegahan yang utama . Jenis cacing tambang cukup banyak, tapi tidak semua jenis cacing tambang yang menyerang manusia. Brotowidjoyo (1987) mengungkapkan, cacing tambang pada manusia terdiri dari banyak jenis yaitu Necator americanus, Ancylostoma duodenale, Ancylostoma braziliensis, dan Ancylostoma caninus. Necator americanus dan Ancylostoma duodenale hanya terdapat pada manusia, Ancylostoma braziliensis jarang terdapat pada manusia dan Ancylostoma caninus terdapat pada manusia, akan tetapi pada stadium larva dan tidak pernah sampai dewasa. Pada pembahasan kali ini akan dibahas te ntang perkembangan Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Sejarah kedua cacing ini sangatlah berbeda, sehingga banyak orang mengenal A. duodenale sebagai cacing tambang dunia lama dan N. americanus cacing tambang dunia baru. Parasit ini dapat menyebabkan penyakit nekatoriasis dan ankilostomiasis , yang membuat penderita mengalami anemia berat , keletihan, menurunnya berat badan, rentan pada infeksi. dan diare

berdarah (Yuwono, dkk. 1988). Gandahusada, dkk (1999) menambahkan, bahwa kedua jenis tersebut merupakan parasit yang menginfeksi manusia, yang tergolong ke dalam Nematoda usus dan penularannya dilakukan melalui tanah (Soil Transmitted Helminths) .

2.3 TIPE GEJALA DAN PENYAKIT 1. Gejala Hiperplasia Ialah pertumbuhan luar biasa oleh perpanjangan atau pembesaran sel-sel tumbuhan,