Laporan CbD

of 93 /93
LAPORAN CbD PRAKTIK KLINIK LAPANGAN II ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS NORMAL PADA NY I di BPM NY SITI FATONAH KEDUNGBOTO KENDAL Disusun Oleh ETANA LUTHFIANA KUMMAIROH LIA NURUL KAMALIA 4993311891 4993311898 4993311900 PROGAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 1

Embed Size (px)

description

Laporan askeb ibu nifas dengan puting susu lecet

Transcript of Laporan CbD

LAPORAN CbD PRAKTIK KLINIK LAPANGAN IIASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS NORMALPADA NY I di BPM NY SITI FATONAHKEDUNGBOTO KENDAL

Disusun OlehETANA LUTHFIANAKUMMAIROHLIA NURUL KAMALIA499331189149933118984993311900

PROGAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG2016

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan CbD Praktik klinik Lapangan II ini telah melalui proses konsultasi dan telah disetujui oleh pembimbing lahan dan pembimbing akademik pada :Hari :Tanggal :

Pembimbing Lahan Pembimbing Akademik

Siti Fatonah, S.SiT, Keb Emi Sutrisminah, S.SiT,M.KebNIP. NIDN.

Mengetahui,Ka.Prodi D-III Kebidanan

Noveri Aisyaroh, S.SiT, M.Kes NIDN : 0611118001

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkam atas Kehadirat Alla SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan Laporan CbD Praktik Klinik II. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas Praktik Lapangan pada semester III dengan tujuan untuk menambah keterampilan dan pengetahuan Praktik Lapangan.Laporan Praktik Klinik ini bukanlah semata mata jerih payah penulis sendiri, namun banyak pihak yang turut membantu dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi penulis sejak mulai praktik sampai berakhirnya pembuatan laporan ini. Dengan penuh hormat, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini, terutama kepada :1. Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan dan kemudaha kepada penulis2. Ibu Noveri Aisyaroh, S.SiT, M.Kes, Kepala Prodi D-III Kebidanan UNISSULA3. Ibu Emi Sutrisminah, S.SiT, M.Keb, Pembimbing Akademik4. Ibu Siti Fatonah, S.SiT Keb, Pembimbing LahanMeskipun penyusunan laporan praktik klinik telah selesai, namun penyusunannya jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan. Harapan penulis semoga laporan praktik ini dapat bermanfaat.Semarang. 26 Januari 2016Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........1HALAMAN PENGESAHAN2KATA PENGANTAR3DAFTAR ISI4BAB I PENDAHULUAN6A.Latar Belakang6B.Rumusan Masalah8C.Tujuan8D.Manfaat Penulisan9BAB II TINJAUAN TEORI11I.KONSEP DASAR NIFAS11A.Pengertian11B.Tahapan Masa Nifas11C.Perubahan Fisiologis Masa Nifas11D.Adaptasi Psikologis Masa Nifas19E.Perubahan Perilaku dan Respon Psikologis Ibu Terhadap Bayi20F.Respon Orang Tua Terhadap Bayi Baru Lahir21G.Tujuan Asuhan Masa Nifas23H.Peran Dan Tanggung Jawab Bidan Dalam Asuhan Masa Nifas24I.Kebijakan Program Nasional Masa Nifas24J.Kebutuhan Dasar Ibu Nifas25K.Tanda-Tanda Bahaya Masa Nifas29II.PUTTING SUSU LECET30A.Faktor-faktor penyebab puting susu lecet30B.Penanganan puting susu lecet30C.Posisi menyusui33BAB III TINJAUAN KASUS35A.DATA SUBJEKTIF35B.DATA OBJEKTIF42C.ASSESMENT43D.PLANNING43CATATAN IMPLEMENTASI44

BAB IV PEMBAHASAN50A.Subjektif50B.Objektif51C.Assessment53D.Planning54BAB V PENUTUP57A.Simpulan57B.Saran58DAFTAR PUSTAKA59

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangMasa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadii setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama (Saifuddin, 2009 : 122). Dalam masa nifas terdapat paling sedikit 4 kali kunjungan, dilakukan untuk menilai status ibu maupun bayi baru lahir, untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani masalah-masalah yang terjadii (Saifuddin, 2006 : 122).Masalah-masalah yang biasanya terjadi dalam masa nifas yaitu perdarahan dari uterus dan vagina setelah persalinan per vagina, perdarahan uterus dan vagina setelah persalinan operatif, masalah luka jahitan perineum dan seksio sesarea, hipertensi, sakit kepala, nyeri punggung, masalah perkemihan dan masalah payudara (Fraser, 2009 : 627).Masalah payudara terjadi sekitar hari ketiga pasca partum baik pada ibu menyusui atau tidak menyusui, dan berakhir sekitar 24 hingga 48 jam. Beberapa wanita, nyeri tekan payudara menjadi nyeri hebat, terutama jika puting payudara lebih keras, bayi akan mengalami kesulitan dalam menyusu (Varney, 2007: 975).Kesulitan dalam menyusui dapat menyebabkan lecet pada puting susu yang merupakan salah satu alasan paling umum pada wanita yang mempercepat penyapihan. Riset melaporkan bahwa antara 11-96% ibu mengalami lecet pada puting susu. Kesan klinis menunjukkan bahwa ketidaknyamanan puting susu disebabkan oleh posisi dan perlekatan bayi yang tidak tepat. Nyeri dan lecet dapat segera hilang dengan perbaikan posisi dan perlekatan bayi pada payudara. Pada kasus terjadinya abrasi dan fisura puting susu maupun areola, nyeri banyak berkurang dengan perbaikan posisi dan letak bayi (Varney, 2007 : 992).Kebijakan pemerintahan untuk mencapai (MDGs) Millenium Development Goals terutama tujuan nomor lima yaitu mengurangi angka kematian ibu antara tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Target pencapaian MDGs pada tahun 2015 adalah sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup utamanya ibu hamil, bersalin dan nifas diharapkan adanya pelayanan untuk mengembangkan program peningkatan kesehatan reproduksi terutama pelayanan yang optimal pada ibu hamil, bersalin dan nifas yang mengacu pada safe motherhood dan persalinan yang aman (WHO: 2010).Penyebab kematian ibu yang paling umum di Indonesia adalah penyebab obstetri langsung yaitu perdarahan 30,3%, preeklampsi/eklampsi 27,1%, infeksi 7,3%, dan lainlain 40,8% (WHO, 2013), sedangkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementrian Kesehatan tahun 2014, AKI sebanyak 118 / 100.000 KH, dan AKB sebanyak 24/1.000 KH (Kemenkes RI, 2011).Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 didapat hasil perhitungan AKI sebesar 711/100.000 kelahiran hidup. Kejadian kematian ibu paling banyak waktu masa nifas sebesar 57,39%, waktu hamil 27,30%, dan waktu persalinan 17,33%. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses ke pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, terutama pelayanan kegawatdaruratan tepat waktu yang dilatarbelakangi oleh terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan, serta terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Selain itu penyebab kematian maternal juga tidak terlepas dari kondisi ibu itu sendiri dan merupakan salah satu dari kriteria 4 terlalu, yaitu terlalu tua pada saat melahirkan (>35 tahun), terlalu muda pada saat melahirkan (4 anak), terlalu rapat jarak kelahiran/paritas (