Laporan BAB1-BAB5

download Laporan BAB1-BAB5

of 60

  • date post

    13-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    53
  • download

    5

Embed Size (px)

description

menenai keseluruhan kegiatan di PT.PLN mengenai pemeliharaan dan P2TL

Transcript of Laporan BAB1-BAB5

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangPoliteknik merupakan sebuah lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi kepada kuliah teori dan praktek. Salah satunya adalah Politeknik Negeri Semarang. Untuk menghasilkan lulusan yang mampu menantisipasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia industri, pihak Politeknik Negeri Semarang menerapkan program Link and Match. Dengan Link and Match (Kesetaraan dan Kesepadanan) ini, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri.Sebagai mahasiswa kelas kerjasama antara Politeknik Negeri Semarang dengan PT. PLN (Persero) diwajibkan bagi setiap mahasiswa untuk melaksanakan magang di PT. PLN (Persero). Pelaksanaan program ini didasarkan pada Peraturan Akademik Politeknik Negeri Semarang Nomor 481/N11/SK/2006 Pasal 13 ayat 2 yang menyatakan bahwa Program pendidikan terdiri dari kuliah teori dan praktek sesuai dengan kurikulum, termasuk kuliah kerja lapangan , praktek kerja lapangan, dan tugas akhir.Dengan adanya pembuatan laporan ini, politeknik negeri akan mendapatkan masukan mengenai kemajuan mahasiswa dalam pekerjaan di lapangan dan perkembangan teknologi yang ada sehingga perguruan tinggi dapat melakukan pembenahan dan perbaikan untuk tahun berikutnya.1.2. Ruang LingkupMagang dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Area Magelang, Rayon Borobudur. Kegiatan yang dilakukan berorientasi pada hal-hal yang berhubungan dengan teknik. Waktu pelaksanaan magang dimulai tanggal 2 Februari 2015 hingga 2 Mei 2015.

1.3. Tujuan 1.3.1. Tujuan dan Kegunaan MagangTujuan magang adalah agar mahasiswa :a. Memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam menyelesaikan pekerjaan yang bersifat aplikatif dan praktis.b. Kenal dan memperluas pandangan mengenai lingkup pekerjaan di lapangan kerja.c. Menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari di Politeknik Negeri Semarang.Adapun kegunaan dilaksanakannya magang ini adalah :a. Mengetahui arah profesi lulusan program kelas Kerjasama PT PLN (Persero) dengan Politeknik Negeri Semarang khususnya di bidang Teknik Elektro.b. Sebagai bahan evaluasi dalam peningkatan mutu kurikulum di masa depan.c. Mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu dasar yang diperoleh dari bangku perkuliahan serta menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, dan wawasan akan praktek praktek atau proses kerja secara nyata di dunia industri yang sesungguhnya.

1.3.2. Tujuan Penulisan LaporanSetelah melaksanakan magang selama 3 bulan, mahasiswa telah memperoleh ilmu dan pengetahuan baru yang nanti akan disusun menjadi sebuah laporan sebagai suatu bukti bahwa ada satu ilmu baru yang telah diterapkan.Tujuan penulisan laporan magang adalah sebagai berikut :a. Sebagai bentuk pertanggungjawaban mahasiswa setelah melaksanakan magang.b. Melatih mahasiswa dalam menuangkan ide serta ilmu yang telah mereka terima selama pelaksanaan magang di PT PLN (Persero).c. Menyampaikan pentingnya pemeliharaan pada jaringan distribusi.d. Menyampaikan dan memperkenalkan Penertiban Pelanggaran Tenaga Listrik sebagai sarana untuk melaksanakan pemeriksaan tenaga listrik.1.4. Pembatasan MateriHal-hal yang dimuat dalam laporan ini meliputi profil dari perusahaan dan kegiatan (berupa pemeliharaan dan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik) yang terkait selama magang berlangsung.1.5. Sistematika Penulisan LaporanUntuk mempermudah pembaca dalam mepelajari isi laporan, penulis membuat sistematika laporan sebagai berikut:BAB I PENDAHULUANBerisikan tentang latar belakang magang, ruang lingkup, tujuan magang, tujuan penulisan laporan magang, pembatasan materi, dan sistematika penulisan laporan magang.BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAANBab ini memberikan penjelasan tentang sejarah singkat PT. PLN (Persero), makna logo PT. PLN (Persero), visi, misi dan motto PT. PLN (Persero), PT. PLN (Persero) Rayon Borobudur.BAB III PEMELIHARAAN JARINGAN DISRIBUSI Bab ini membahas tentang pemeliharaan meliputi tujuan, jenis, waktu pelaksanaannya, dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan dilaksanakan selama magang.BAB IV PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIKBab ini membahas tentang pengertian, macam pelanggaran, sanksi, pelaksanaan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik, dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan selama magang.BAB V PENUTUPBerisikan tentang kesimpulan yang diambil penulis dari pembuatan dan penulisan laporan Magang, kesan dan saran selama proses magang. Sedangkan pada bagian terakhir dari laporan ini berisi tentang Daftar Pustaka dan Lampiran.

BAB IITINJAUAN UMUM PERUSAHAAN2.1. Sejarah Singkat PerusahaanPerkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan pada akhir abad ke-19 pada saat beberapa perusahaan dari koloni Belanda yang bergerak dalam bidang pabrik gula dan pabrik the mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri. Kelistrikan untuk pemanfaatan umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu NV NIGN yang semula bergerak dibidang gas memperluas usahanya dibidang listrik untuk kemanfaatan umum. Pada tahun 1927 Pemerintah Belanda membentuk sLand Waterkracht Bedrijven (LB) yaitu perusahaan listrik Negara yang mengelola PLTA Pelanggan, PLTA Lamajan dan PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di madiun, PLTA tes di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara dan PLTU di Jakarta. Selain itu beberapa Kotapraja dibentuk perusahaan perusahaan listrik di Kotapraja.Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, pada saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini kemudian dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia mengalami pasang surut sejalan dengan perjuangan bangsa. Tanggal 27 Oktober 1945 kemudian dikenal sebagai Hari Listrik dan Gas. Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.Penetapan secara resmi sebagai Hari Listrik dan Gas berdasarkan keputusan Mentri Pekerjaan Umum dan Tenaga No.20 tahun 1960, namun kemudian berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No.235/KPTS/1975 tanggal 30 September 1975 peringatan Hari Listrik dan Gas yang digabung dengan Hari Kebangkitan Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik yang jatuh pada tanggal 3 Desember. Mengingat pentingnya semangat dan nilai nilai hari listrik, maka berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No.1134.K/43/MPE/1992 tanggal 31 Agustus 1992 ditetapkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional.Pada tahun 1994 terjadi perubahan mendasar dalam tubuh perusahaan yang tadinya berstatus sebagai Perusahaan Umum ini, yaitu setelah keluarnya Perpu no.3 dan sesuai dengan akte notaris Soetjipto, SH No 169 yang menyatakan bahwa Perum PLN statusnya diubah menjadi Perseroan dengan nama PT.PLN (Persero). Perubahan status perusahaan tersebut ternyata membawa dampak sangat kuat bagi perkembangan perusahaan listrik Indonesia dalam menggapai orientasi dan obsesinya. Selain itu dalam rangka memaksimalkan peran perusahaan itu berbagai upaya telah dilakukan perusahaan ini, baik secara internal maupun secara eksternal. Perubahan internal misalnya dapat dilihat dari perubahan struktur organisasinya baik yang dikantor pusat maupun didaerah. Begitu juga secara eksternal kini PLN telah melakukan ekspansi dengan membentuk unitunit bisnis dan anak perusahaan sebagai unit pelaksanaannya.Unit wilayah yang dimiliki PLN terdiri dari 11 wilayah kerja ditambah dengan kawasan Batam sebagai wilayah khusus. Wilayah tersebut antara lain:1. Wilayah I Aceh2. Wilayah II Sumatra Utara3. Wilayah III Sumbar-Riau4. Wilayah IV Sumsel-Bengkulu-Jambi dan Bangka Belitung5. Wilayah V Kalimantan Barat6. Wilayah VI Kalimantan Selatan, Timur dan Tengah7. Wilayah VII Sulut dan Sulteng8. Wilayah VIII Sulawesi Selatan dan Tenggara9. Wilayah IX Maluku10. Wilayah X Irian jaya dan11. Wilayah XI Bali NTT NTB.Selain wilayah PLN memiliki unit distribusi Jakarta raya dan Tangerang distribusi Jawa Barat, distribusi Jawa Tengah dan Timur. Begitu juga membentuk anak perusahaan diantaranya PT.Indonesia Power, PT. Icon Plus dan PLN Batam yang sebelumnya menjadi daerah khusus. 2.2. Makna Logo PT PLN (Persero)2.2.1. Bentuk LambangBentuk, warna dan makna lambang perusahaan resmi yang digunakan adalah sesuai yang tercantum pada Lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. : 031/DIR/76 Tanggal 1 Juni 1976, mengenai pembakuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara.

Gambar 2.1. Gambar Logo PT PLN (Persero)

2.2.2. Elemen Dasar Lambang1. Bidang Persegi PanjangBidang Persegi Panjang Vertikal Menjadi bidang dasar bagi elemen-elemen lambang lainnya, melambangkan bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna.Berwarna kuning untuk menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik mampu menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat.Kuning juga melambangkan semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan ini. 2. Petir atau Kilat Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan.Selain itu petir pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya.Warnanya yang merah melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keb