Laporan Akhir Diagnosa WAN Smt. 5 (Firma Hafiz Triaji 3 TKJ-A)

download Laporan Akhir Diagnosa WAN Smt. 5 (Firma Hafiz Triaji 3 TKJ-A)

of 53

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    74
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Akhir Diagnosa WAN Smt. 5 (Firma Hafiz Triaji 3 TKJ-A)

NAMA : FIRMA HAFIZ TRIAJI KELAS : XII TKJ A SMKN 1 CIMAHI

Membedakan Koneksi Packet Switching dan Circuit Switching

PEMATERI : PAK RUDI HARYADI BU NETTY AMALIYAH MATA PEL AJARAN: DIAGNOSA WAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

I.

Tujuany y y

Mengetahui perbedaan proses konsep dedicated (leased line) dengan circuit switched Menganalisa proses handshaking Memenuhi tugas yang diberikan

II.

Pendahuluan Wide Area Network (WAN) adalah suatu jaringan yang digunakan untuk membuat interkoneksi antar jaringan local yang secara fisik mencakup wilayah geografis luas seperti provinsi, pulau, negara, benua atau seluruh dunia(50 Km).Contohnya jaringan telekomunikasi nasional,telekomunikasi seluler dan televisi nasional. WAN (Wide Area Network) juga merupakan kumpulan dari LAN atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar jaringan local yang satu dengan jaringan local yang lain dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada. Sebuah WAN beroperasi pada layer fisik dan layer data link dari OSI layer. WAN menghubungkan LAN-LAN dalam suatu area geografik yang luas. WAN mampu melakukan pertukakaran paket data dan frame antara router dan switch. Jaringan circuit switch Jenis koneksi jaringan circuit-switch memberikan alternative dri sambungan leased line, memungkinkan kita menggunakan sambungan bersama (share line). Koneksi WAN jenis ini bekerja dua arah, koneksi WAN dial-in dan dial-out. Saat kita memakai koneksi WAN circuit-switched, maka: 1. Komputer pengirim dial-in ke sambungan dan terbentuklah koneksi WAN 2. Komputer penerima mengirim pemberitahuan dan mengunci sambungan 3. Komputerpengirim mentransmisikan data melalui koneksi WAN ini 4. Setelah transmisi selesai, koneksi dilepas agar user yang lain bisa memakai Jaringan Packet-switched Jaringan packet-switched tidak memerlukan sambungan tersendiri atau sambungan cadangan sementara. Sebaliknya jenis jaringan packet-switched ini memungkinkan jalur paket data di set secara dinamis ketika data mengalir melalui jarin gan. Jenis koneksi jaringan ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1. Message dipecah kedalam paket-paket1

2. Paket-2 menjelajah secara independen melalui interjaringan (yaitu mengambil jalur yang berbeda) 3. Pada sisi penerima paket-2 di assembling ulang pada urutan yang tepat 4. Piranti pengirim dan penerima mengasumsikan suatu koneksi yang selalu on (tidak memerlukan dial-up) Jenis koneksi jaringan WAN ini menggunakan permanent virtual circuit (PVC). Walaupun suatu PVC terlihat terhubung langsung jalur WAN tersendiri, jalur yang diambil setiap paket melalui inter-jaringan dapat berbeda (pribahasanya: banyak jalur menuju Jakarta). III. Alat dan Bahany y y

Seperangkat PC Software Wireshark Modem dial up

IV.

Langkah Kerja Proses Pengcapturean Packet 1. Buka aplikasi Wireshark 2. Klik capture, pilih interfaces. Lalu akan muncul gambar seperti ini:

3. Klik start pada interface yang akan kita analisa ,lalu jalankan aplikasi yang akan kita analisa. 4. Analisa paket-paket tersebut Packet Switched : 1. Buka aplikasi wireshark 2. Klik capture, pilih interfaces.Lalu akan muncul gambar seperti ini : 3. Klik start pada interface yang akan di analisa 5. Jika sudah terkoneksi, jalankan aplikasi yang akan di analisa 7. Stop peng-capture-an 8. Analisa paket-paketnya Hasil Kerja 1. Koneksi Packet Switched dan dedicated point to point Karena koneksi pada packet switch dan dedicated point to point tidak memerlukan dial in dan dial out maka akan langsung melakukan request content . Lihat capture wireshark di bawah ini yang menyatakan bahwa connection : keep alive , artinya bahwa koneksi ini adalah layanan yang sudah ada dan kita tinggal memakainya tanpa harus melakukan dial in / dial out terlebih dahulu.2

Ketika memulai komunikasi :

Ketika komunikasi berakhir :

Circuit Switched 1. 2. 3. 4. 5. 6. Buka aplikasi wireshark Klik capture, pilih interfaces.Lalu akan muncul gambar seperti ini : Klik start pada interface yang akan di analisa Koneksi kan modem Jika sudah terkoneksi, jalankan aplikasi yang akan di analisa Selesai menjalankan aplikasi yang di analisa , putuskan koneksi (disconnect) dari modem 7. Stop peng-capture-an dan analisa paket-paket nya

3

Hasil Kerja 1. Koneksi Circuit Switched Koneksi melakukan sambungan data yang dapat dimulai ketika diperlukan dan diakhiri ketika komunikasi sudah selesai. Banyak digunakan pada perangkat seperti modem yang harus melakukan dial up terlebih dahulu sebelum melakukan komunikasi data Pada capture wireshark di bawah ini menjelaskan bahwa user melakukan beberapa tahapan dial in sebelum melakukan komunikasi data : configuration request

Keterangan : No 1 :

No2:

Setelah user melakukan configuration request , maka CHAP akan memberi response sebagai berikut:

Setelah ada code response , maka apabila berhasil maka aka nada keterangan dial berhasil :

Keterangan di atas menyatakan bahwa dial berhasil dan user dapat melakukan komunikasi data (seperti browsing). Setelah melakukan komunikasi data maka user harus mengakhiri koneksi dengan beberapa tahapan sebagai berikut : Termination Request4

Termination Ack

Setelah ada konfirmasi termination ack maka komunikasi data telah diakhiri V. KESIMPULAN Jadi dengan melakukan praktikum ini kita dapat membedakan antara konsep dedicated (leased line) dengan konsep circuit switched adalah dimana pada saat proses dial in dan dial out nya .Pada konsep dedicated tidak memerlukan proses dial in dan dial out karena bersifat permanen atau koneksinya selalu ON. Berbeda dengan konsep circuit switched dimana yang membutuhkan proses dial in dan dial out

5

NAMA : FIRMA HAFIZ TRIAJI KELAS : XII TKJ A SMKN 1 CIMAHI I. TUJUAN VLAN (MANAGEABLE SWITCH)

PEMATERI : PAK RUDI HARYADI BU NETTY AMALIYAH MATA PEL AJARAN: DIAGNOSA WAN TEKNIK KOMPUTER JARINGAN

Mengetahui dan memahami konsep VLAN Membuat topologi implementasi dan dapat mengkonfigurasinya Menguji hasil dari konfigurasi VLAN Memenuhi tugas yang diberikan II. PENDAHULUAN VLAN (Virtual Local Area Network) merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation. Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal namun lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama. III. ALAT DAN BAHAN Switch D-Link DES-3026 4 PC Kabel utp

6

IV. LANGKAH KERJA 1. Buat topologi.

2. Perencanaan PC VLAN PORT 1 V1 Fa 0/1 2 V2 Fa 0/2 3 V3 Fa 0/3 4 V4 Fa 0/4 PC 1 dengan IP 192.168.1.8, PC 2 dengan IP 192.168.1.9 merupakan V1 PC 3 dengan IP 192.168.1.10, PC 4 dengan IP 192.168.1.11 merupakan V2 3. Skenario Pada sebuah industry rumahan terdapat 4 PC. PC 1 (192.168.1.8) dapat berkomunikasi dengan PC 2 (192.168.1.9), sedangkan PC 3 (192.168.1.10) dapat bekomunikasi dengan PC 4 (192.168.1.11). Buka hyper terminal di windows xp ( start- all programs accesoris communication hyper terminal) Masukan nama dan icon untuk new connection

7

Pada tab connect using , pilih com1 .

Pada tab com1 properties port setting pilih 9600 bits per second .

8

Managable Switch D-Link (Menu)Login , masukan username : root , password : root

Pada switch main menu pilih vlan configuration

9

Masuk dan pilih kembali vlan configuration

Ubah postbased untuk vlan grup yang akan kita buat

10

Setelah itu lakukan untagged pada vlan port 1-3 , 2-4 agar port lain tidak bisa berkomunikasi dengannya .

Managable Switch D-Link (CLI) Ketikkan perintah #show vlan untuk menunjukkan list vlan yang ada

Untuk membuat vlan dengan vlan name v1 ketikkan perintah #create vlan v1

Konfigurasi vlan v1 lalu tambahkan dan tandai port 1 dan port 2 menjadi satu vlan.

11

Untuk membuat vlan dengan vlan name v2 ketikkan perintah #create vlan v2

Konfigurasi vlan v2 lalu tambahkan dan tandai port 3 dan port 4 menjadi satu vlan.

Managable Switch Level-One (Web Base)

Ketikkan ip 10.90.90.90 pada address bar untuk masuk pada menu web base D-Link

12

Tambahkan vlan yang akan digunakan dengan vlan name vi dan v2

Pada vlan v1 tandai port 1 dan port 2 pada kolom Tag

13

Lalu pada vlan v2 tandai port 3 dan port 4 pada kolom Tag

14

V.

HASIL KERJA Uji koneksi ( ping ) dari PC 3

Uji koneksi ( ping ) dari PC 4

15

VI.

KESIMPULAN Dari hasil praktek di atas kita dapat membuat sebuah vlan , dengan melakukan 2 konfigurasi yaitu konfigurasi ip pada pc dan konfigurasi switchport access pada switch. Disini kita membuat segmentasi, switchport access dengan id vlan1 hanya dapat berkomunikasi dengan switchport access vlan1. Jika dengan switchport vlan yang berbeda maka PC tidak dapat berkomunikasi.

16

NAMA : FIRMA HAFIZ