Laporan Akhir Diagnosa WAN

download Laporan Akhir Diagnosa WAN

of 59

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    84
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Akhir Diagnosa WAN

Laporan Akhir Diagnosa WAN

Disusun Oleh: Wishnu Condro Kusumo Waligito XII TKJ B Tahun Ajaran 2012/2013

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cimahi Jln. Mahar Martanegara No. 48 Telp/Fax (022)6629683 Leuwigajah Kota Cimahi

Nama : Luthfi Setioutomo M. Reisyan G. Rika Yanti Wishnu Condro K. W. XII TKJ B I.

HIERARKI WAN

Pemateri : Rudi Haryadi Dodi Permana Mata Pelajaran : Diagnosa WAN Tanggal :

Tujuan Siswa Dapat memahami komponen pembentuk WAN Pendahuluan 1. Core a. Fungsi Menjadi Backbone jaringan yang bertanggung jawab pada traffic jaringan b. Tugas Mengatur Traffic keseluruhan yang besar dengan baik, cepat, dan handal Menguasai traffic besar dan kecepatan jaringan perangkat c. Perangkat Cisco Router 10000 series

II.

Cisco Nexus 7000 Switch, 9 10 18 slot ( WAN use)

2. Distribution a. Titik Pemisah (Demarcation Point) antara access layer dengan core layer dan memabntu mendefinisakn dan membedakan core layer b. Fungsi Mengontrol traffic jaringan dengan pengawasan dan perencanaan broadcast domain dan mengelompokkan lalu lintas pada switch ke subnetwork yang terpisah c. Tugas Menyediakan routing, filtering dan untuk menentukan cara terbaik utuk menangani permintaan layanan dakam jaringan

d. Perangkat Cisco ASR 1013 Router o The Cisco ASR 1013 Router supports full-width card modules. It is designed with a single midplane with connectors on one interface midplane. The Cisco ASR 1013 Router supports: o Up to 6 ASR1000-SIP40G shared port adapter modules o Up to 24 shared port adapters (SPAs) and up to six SIPs o Cisco ASR1000-ESP40 o Cisco ASR1000-RP2 router processor o Quad power supplies (redundant pairs) by default; option of either AC or DC power supplies and two power supply zones. There are two power supplies for power zone 0 and two power supplies for power zone 1 (do not mix AC and DC power

supplies). Cisco Nexus 5010 Switch

o

o

The Cisco Nexus 5010 Switch foundation is built upon: High-performance 10 Gigabit Ethernet IEEE Data Center Bridging (DCB) for lossless Ethernet Fibre Channel over Ethernet (FCoE) Virtual-machine-optimized networking The switch delivers more than 500 Gbps of switching capacity with 20 fixed wire-speed 10 Gigabit Ethernet ports that support data center bridging and FCoE. In addition, one expansion port supports one of the following modules: 8-port 1/2/4 Gigabit Fibre Channel 6-port 1/2/4/8 Gigabit Fibre Channel 4-port 10 Gigabit Ethernet (DCB and FCoE) and 4-port 1/2/4 Gigabit Fibre Channel 6-port 10 Gigabit Ethernet (DCB and FCoE)

3. Access a. Fungsi 1. Menyediaka saraa bagi user untuk mengakses jaringan WAN dan mengendalikan perangkat yang diijinkan dan mengakses b.Tugas 1. Access COntol dan policy yang diteruskan dari layer distribution 2. Collision domain terpisah 3. Koektivitas workgroup kedalam layer distribusi c. Perangkat 1. Cisco Catalyst 3750-X Series Cisco Catalyst 3750-X and 3560-X

2. Series: a. 24 and 48 10/100/1000 PoE+ and non-PoE models b. Optional four Gigabit Ethernet (GbE) SFP or two 10GbE SFP+ uplink network modules c. Industry first PoE+ with 30W power on all ports in 1 rack unit (RU) form factor d. Dual redundant, modular power supplies and fans e. Media Access Control Security (MACsec) hardwarebased encryption f. IPv4 and IPv6 routing, Multicast routing, advanced quality of service (QoS), and security features in hardware g. Enhanced limited lifetime warranty (LLW) with next business day (NBD) advance hardware replacement and 90 day access to Cisco Technical Assistance Center (TAC) support h. Enhanced Cisco EnergyWise for operational cost optimization by measuring actual power consumption of the PoE devices, reporting, and reducing energy consumption across the network i. USB Type-A and Type-B ports for storage and console respectively and an out-of-band Ethernet management port.

III.

4. Perangkat pembentuk WAN a. DCE (Data Circuit Equipment) = Perangkat yang meletakka data ke local loop , dantugasnya mengkonversi sinyal, b.DTE (Data Terminal Equipment)= Perangkat pelanggan yang melewatkan data ke DCE c. CPE ( Customer Premise Equipment)= Peralatan networking yang dipasang pada pelanggan dan dikoneksikan ke peraltan networking jasa telekomunikasi d.CO (Central Offcie) = Pusat pensaklaran dimana hubungan diantara beberapa saluran pelanggan dibuat e.Local loops = jaluir antara CO dengan Demarc f. Demarc = Pemisah antara CO dan CPE Hasil Kerja 1. Buat sebuah topologi dan tentukan Hierarki WAN-nya

Gambar 1 IV. Kesimpulan Siswa Dapat memahami komponen pembentuk Wide Area Network.

Identitas Judul Laporan Wishnu Condro Kusumo W. XII TKJ B 31 SMK Negeri 1 Cimahi I. Tujuan a. Siswa mampu melakukan manageable switch b. Siswa mampu menyalakan switch c. Siswa mampu loging in ke switch II. Alat dan bahan a. 2 buah switch (merk : d-link 3026, level one) b. 1 unit PC (OS linux Ubuntu 12.04 ) c. 1 kabel LAN stright

Managable switch Logging In

Diagnosa WAN Pemateri: Rudi Haryadi Dodi Permana Tanggal :

III.

Langkah kerja 1. Siapkan alat dan bahan 2. Hubungkan pc dengan switch d-link 3026 menggunakan kabel serial 3. Pada pc install gtk term untuk membuka CLI apt-get install gtk-term 4. Setelah itu akan muncul tampilan CLI berikut

Karena masih default maka kita tidak perlu memasukan username dan password lakukan enter saja

5. Lalu kita buat terlebih dahulu user administrator (root) untuk switch tersebut

create account admin (pertama) admin (kedua)

= perintah membuat user = tipe dari user = nama user

6. Dan tak lupa kita juga buat user biasa

create account user (pertama) user1 (kedua)

= perintah membuat user = tipe dari user = nama user

7. Setelah berhasil maka akan terseperti gambar

8. Apabila kita ingin menghapus user dapat melakukan seperti gambar

delete user user1

= perintah untuk menghapus user = nama user yang akan di hapus

9. Setelah selesai konfigurasi pada switch dlink 3026 kita beralih pada switch level one, untuk switch level one ini kita konfigurasi melalui web base maka dari itu kita perlu menghubungkan PC dengan switch menggunakan kabel straight lalu atur ip pada pc agar satu nertwork dengan switch yaitu ip default switch 192.168.16.1/24

10. Lalu buka browser, pada address bar masukan ip switch 192.168.16.1 dan masukan username root dan password root itu adalah username dan password default switch

11. Lalu masuk ke misc operation password setting lau masukan username dan password

12. Lalu apply

13. Kemudian kita coba logout dan masukan kebali username dan password yang kita set pada langkah no 11

14. Dan jika berhasil maka konfigurasi user telah berhasil

IV.

Kesimpulan Setelah melakukan peraktek siswa dapat melakukan konfigurasi user (login in) pada switch dengan kata lain siswa dapat melakukan manageable switch

Nama : 1. Luthfi Setioutomo 2. M. Reisyan G. N. 3. Rika Yanti 4. Wishnu Condro K. W. Kelas : XII TKJ B

Virtual LAN

Mapel : Diagnosa WAN Pemateri : 1. Rudi Haryadi 2. Dodi Permana Tanggal : 18 September 2012

I.

Tujuan Agar siswa mampu melakukan konfgurasi Virtual Trunking Protocol. Pedahuluan VLAN adalah teknologi yang membuat segmentasi collision domain menjadi beberapa broadcast domain. VLAN menggunakan standar dari IEEE 802.1q dan RFC 3069. Standar IEEE 802.1q IEEE 802.1Q atau VLAN Tagging adalah sebuah jaringa yag ditulis oleh standar IEEE 802.1 mengizinkan beberapa workgroup bridge jaringan untuk berbagi transparan link jaringan fisik yang sama tanpa kebocoran informasi jaringan. IEEE 802.1q mendefinisikan arti sebuah VLAN yag berkaitan dengan mde l konseptual tertentu yang mendukung bridging pada lapisan MAC dank e 802.1d IEEE protocol spanning tree. Protocol ini memugkinkan untuk setiap VLAN utuk berkomunikasi dengan satu sama lain menggunakan switch. Standar RFC 3069 Adalah konsep VLAN yang menggabungkan alokasi alamat IPv4. Mekanisme ini dijelaskan oleh host yang berada dalam infrastruktur fisik yag sama, namun seolah-olah dipisahkan berdasarkan broadcast domain. Alat dan Bahan 1. 1 PC 2. Packet Tracer 3. Topologi

II.

III.

Gambar. 1 IV. Langkah Kerja 1. Aktifkan aplikasi Packet Tracer. 2. Buat simulasi di Packet Trcer seperti pada gambar 2.

Gambar. 3 3. Konfigurasikan IP masing-masing PC. 4. Tentukan vlan dan memberya. 5. Lakukan konfigurasi pada switch. i. Untuk menambahkan VLAN.

Gambar. 4

ii. Konfigurasi menambah member VLAN.

Gambar. 5 Keterangan: Untuk menambahkan member yang lain, perintahya sama hanya mengganti interface dan nomor VLAN sesuai dengan topologi yang ada. V. Hasil Kerja 1. Lakukan pengecekan meggunakan perintah ping . i. PC Operator Tambang PC View Tambang (Gambar. 4) ii. PC Operator Tambang PC Operator Planologi (Gmbar. 5)

Gambar. 4

Gambar. 5 VI. Kesimpulan Jadi, VLAN adalah suatu teknologi yang melakukan segmentasi jaringan ke dalam beberapa broadcast domain dalam satu collision domain.

Identitas Wishnu Condro Kusumo W. XII TKJ B 31 SMK Negeri 1 Cimahi I.

Judul Laporan

Virtual Trunking Protokol

Diagnosa WAN Pemateri : Rudi Haryadi Dodi Permana Tanggal: 04 September - 2012

Tujuan Siswa dapat mengkonfigurasi Virtual Trunking Protokol. Pendahuluan Peran VTP adalah untuk memelihara konsistensi konfigurasi VLAN ke seberang domain administrasi pada jaringan umum. VTP adalah protocol messaging yang menggunakan Lapisan 2 frame trunk untuk mengatur penambahan, penghapusan, dan renaming VLAN pada daerah tunggal. Lebih lanjut, VTP menyediakan pusat perubahan yang dikomunikasikan ke semua switch lain pada jaringan. Pesan VTP adalah encapsulated dalam kepemilikan Cisco Inter-Switch Link (ISL) atau IEEE 802.1Q frame protokol, dan melalu