Lapkas Radiologi(Kanker Paru)

download Lapkas Radiologi(Kanker Paru)

of 24

  • date post

    12-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    1

Embed Size (px)

description

dcd

Transcript of Lapkas Radiologi(Kanker Paru)

LAPORAN KASUS radiologi

kanker kolon

Disusun Oleh:

Teresa Nadia (07120110050)Pembimbing:

dr. Mira Yuniarti, Sp. RadKepaniteraan Klinik Ilmu Radiologi

Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan

Siloam Hospitals Lippo Village

Rumah Sakit Umum Siloam

Periode: 18 Mei 6 Juni 2015

Tangerang, 2015A. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Bpk. RUsia

: 65 tahunJenis Kelamin

: Laki-lakiTTL

: Jakarta, 19 Agustus 1949Agama

: KristenKebangsaan

: IndonesiaNo. Rekam Medis: SHLK 0000.650.5xxB. ANAMNESIS

Keluhan utama: Batuk kurang lebih 2 bulan SMRS.Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien laki-laki usia 65 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama batuk kurang lebih 2 bulan SMRS. Batuk berdahak, terus-menerus, dan bertambah parah. Keluhan diikuti dengan sesak nafas yang muncul dengan pola tidak menentu. BAK normal, BAB normal. Riwayat demam disangkal.Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien memiliki riwayat darah tinggi terkontrol.Riwayat Penyakit Keluarga Hipertensi DiabetesRiwayat kebiasaan

Pasien merokok dari umur 20 tahun (satu kotak perhari) Pasien mengaku suka minum alkoholRiwayat Alergi

Tidak adaC. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum: Sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda-tanda vital

Tekanan darah: 140/80 mmHg Denyut nadi: 80x/menit

Laju napas

: 20x/menit

Suhu

: 36oC

Berat badan

: 65 kg

Tinggi badan: 168 cm

Status Generalisata

Kepala

: deformitas (-)

Wajah

: simetris, deformitas (-)

Mata

:

Konjungtiva: injeksi (-/-), anemis (+/+)

Sklera

: ikterik (-/-)

Iris & Pupil: reaktif (+), 2mm/mm, reguler

Lensa

: jernih

Mulut

: bibir dan mukosa basah, lidah tidak ada deviasi Leher

: Masa (-), nyeri tekan (-) KGB

: Pembesaran KGB infraclavicula sinistra Dada

:

Inspeksi & Palpasi: dalam batas normal

Perkusi

: Batas jantung kiri bawah di sela intercostal IV linea anterior axilaris sinistra

Auskultasi

: Bunyi jantung S1/S2 reguler

Paru

:

Auskultasi: Vesikuler menurun (+/+) Abdomen

: Inspeksi

: Dalam batas normal Perkusi

: Timpani pada seluruh lapang abdomen Palpasi

: Dalam batas normal Auskultasi: bising usus normalD. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Biochemistry

Ureum

26.0 mg/dL

(N: 60)Pemeriksaan CT scan Thorax Contrast

Hasil:

Masa inhomogen dengan komponen klasifikasi pada segmen 3 medial lobus atas paru kiri berbatas tidak tegas (ukuran +/- 3.9 x 4.75 x 5 vm), pasca pemberian kontras massa menyangat inhomogen.

Masa tampak menginfiltrasi bronchus kiri cabang superior anterior selanjutnya mengakibatkan atelectasis nekrotik mencakup segmen 3 lobus atas paru kiri, segmen lingual paru kiri dan segmen 7, 8 lobus bawah paru kiri disertai infiltrate pneumonitis disekitarnya. Massa juga mengobilaterasi cabang-cabang arteri pulmonalis kiri.

Pembesaran kelenjar getah bening multiple di infraclavicula kiri, interna mammari kiri, prearcus aorta, subkarina, dan paratrachea kanan (diameter +/- 0.8-2 cm)

Sugestif Ca paru kiri sentral

Centrilobular emphysema di segmen 3 lobus atas paru kanan.CT TTB 1 Non ContrastHasil:

Tampak atelectasis mencakup segmen 3 lobus atas paru kiri, segmen lingual paru kiri, dan segmen 7, 8 lobus bawah paru kiri disertai infiltrate pneumolitis disekitarnya.

Dilakukan pungsi didaerah tersebut

Pungsi berhasil

Jarum pungsi diangkat

Tidak tampak pneumothorax pada daerah pungsiPathology Anatomy (PA Hasil Biopsi)

Hasil:

Makroskopik: Pada sediaan apus sitology TTB paru kiri mengandung sel ganas dengan inti besar, pleomorfik, vesikuler kadang-kadang mengandung nucleoli/agak hiperkromatik dengan sitoplasma agak amfofilik/eosinofilik.

Kesimpulan: NON-SMALL CELL CARCINOMAF. DIAGNOSIS

CA Paru (NON-SMALL CELL CARCINOMA)G. DIAGNOSIS BANDING

PPOKBronchiectasis

TB paru

H. TATALAKSANAObat yang sudah diberikan dari Rumah Sakit: Medixon

Provital Plus

LevoprontRencana terapi selanjutnya melihat evaluasi keadaan pasien terlebih dahulu.I. PROGNOSIS

Ad vitam

: dubia ad malamAd functionam: dubia ad malamAd sanantionam: dubia ad malamTINJAUAN PUSTAKADEFINISI

Kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru yang dapat disebabkan oleh sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.

Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru, mencakup keganasan yang berasal dari paru sendiri maupun keganasan dari luar paru (metastasis tumor di paru). Dalam istilah medis yang dimaksud dengan kanker paru ialah kanker paru primer, yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus atau karsinoma bronkus (bronchogenic carcinoma)PATOGENESISSama halnya dengan kanker pada tempat-tempat lain, karsinoma paru didasari oleh adanya abnormalitas genetik yang menyebabkan berubahnya epitel bronkus menjadi jaringan neoplasma. Sebuah sel normal dapat menjadi sel kanker apabila oleh berbagai sebab yang menyebabkan ketidakseimbangan antara fungsi onkogen dengan gen tumor supresor dalam proses tumbuh dan kembangnya sebuah sel. Perubahan atau mutasi gen yang menyebabkan terjadinya hiperekspresi onkogen dan atau kurang/hilangnya fungsi gen tumor supresor menyebabkan sel tumbuh dan berkembang tak terkendali. Perubahan ini berjalan dalam beberapa tahap atau yang dikenal dengan proses multistep carcinogenesis. Perubahan pada kromosom, misalnya hilangnya heteroginiti kromosom atau LOH juga diduga sebagai mekanisme ketidaknormalan pertumbuhan sel pada sel kanker. Dari berbagai penelitian telah dapat dikenal beberapa onkogen yang berperan dalam proses karsinogenesis kanker paru, antara lain gen myc, gen k-ras. Sedangkan kelompok gen tumor supresor antara laingen p53, gen rbMANIFESTASI KLINISPada fase awal kebanyakan kanker paru tidak menunjukkan gejala berarti dalam stadium lanjut. Gejala-gejala dapat bersifat:a. Lokal (tumor tumbuh setempat):

Batuk baru atau batuk lebih hebat pada batuk kronis

Hemoptisis

Mengi (wheezing, stridor) karena ada obstruksi saluran napas

Kadang terdapat kavitas seperti abses paru

Atelektasis.

b. Invasi lokal:

Nyeri dada

Dispnea karena efusi pleura

Invasi ke pericardium ( terjadi tamponade atau aritmia

Sindrom vena kava superior

Sindrom horner (facial anhidrosis, ptosis, miosis)

Suara serak karena penekanan pada nervus laryngeal recurrent Sindrom Pancoast, karena invasi pada pleksus brakialis dan saraf simpatis servikalis.

c. Gejala metastasis:

Pada otak, tulang, hati, adrenal

Limfadenopati servikal dan supraklavikula

d. Sindrom paraneoplastik : terdapat pada 10 % kanker paru, dengan gejala:

Sistemik: penurunan berat badan, anoreksia, demam

Hematologi: leukositosis, anemia, hiperkoagulasi

Hipertrofi osteoartropati

Neurologic: dementia, ataksia, tremor, neuropati perifer

Neuromiopati

Endokrin: sekresi berlebihan hormone paratiroid

Dermatologic: eritema multiform, hyperkeratosis, jari tabuh

Renal: SIADH (syndrome of inappropriate andiuretic hormone).

e. Asimtomatik dengan gejala radiologis

Sering pada perokok dengan PPOK yang terdeteksi secara radiologis

Kelainan berupa nodul soliter

DETEKSI DINI

Deteksi kanker paru biasanya dilakukan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Diteksi dini dilakukan pada subyek dengan resiko tinggi. Laki-laki , dengan usia lebih dari 40 tahun , perokok

Paparan industri tertentu.

dengan satu atau lebih keluhan : batuk darah, batuk kronik, berat badan menurun, nyeri dada.

Golongan yang perlu diwaspadai adalah perempuan perokok pasif dengan gejala-gejala diatas dan riwayat tentang anggota keluarga dengan penyakit paru bisa dijadikan pertimbangan yang berarti.

National Cancer Institute (NCI) di USA menganjurkan skrining dilakukan setiap 4 bulan dan terutama ditujukan pada laki-laki >40 tahun, perokok >1 bungkus per hari dan atau bekerja di lingkungan berpolusi yang memungkinkan terjadinya kanker paru (pabrik cat, plastik, asbes, dll).

Gambar Alur Diagnosis Deteksi Dini Kanker Paru

STANGINGPenderajatan untuk KPKBSK ditentukan menurut International System For Lung Cancer (1997), berdasarkan sistem TNM. Pengertian T adalah tumor yang dikatagorikan atas Tx, To s/d T4, N untuk keterlibatan kelenjar getah bening (KGB) yang dikategorikan atas Nx, No s/d N3, sedangkan M adalah menunjukkan ada atau tidaknya metastasis jauh.TTumor Primer

ToTidak ada bukti ada tumor primer. Tumorprimer sulit dinilai, atau tumor primerterbukti dari penemuan sel tumor ganas padasekret bronkopulmoner tetapi tidaktampak secara radilogis atau bronkoskopik.

TxTumor primer sulit dinilai, atau tumor primerterbukti dari penemuan sel tumor ganas padasekret bronkopulmoner tetapi tidak tampaksecara radilogis atau bronkoskopik.

TisKarsinoma in situ T1 Tumor dengan garisTengah terbesar tidak melebihi 3 cm,dikelilingi oleh jaringan paru atau pleuraviseral dan secara bronkoskopik invasi tidaklebih proksimal daribronkus lobus (belum sampai ke bronkuslobus(belum sampai ke bronkus utama). Tumorsupervisial sebarang ukuran dengankomponeninvasif terbatas pada dinding bronkus yangmeluas ke proksimal bronkus utama

T2Setiap tumor dengan ukuran atau perluasan sebagai berikut :

Garis tengah terbesar lebih