Lapkas Bsk Fix(Print)

download Lapkas Bsk Fix(Print)

of 37

  • date post

    25-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    50
  • download

    6

Embed Size (px)

description

urolithiasis, batu saluran kemih

Transcript of Lapkas Bsk Fix(Print)

BAB 1PENDAHULUAN

Batu saluran kemih (BSK) atau urolithiasis merupakan keadaan patologis yang sering dipermasalahkan baik dari segi kejadian (insidens), etiologi, patogenesis maupun dari segi pengobatan. Insidensi maupun komposisi batu penderita BSK ini tidak sama diberbagai belahan bumi, selain itu setiap peneliti mengemukakan angka yang berbeda-beda. Walaupun demikian, untuk komposisi batu diperoleh kesan bahwa batu kalsium oksalat merupakan jenis batu yang paling banyak dijumpai. Asosiasi urologis eropa menyatakan bahwa sekitar 120 sampai 140 individu dari 1.000.000 individu akan mengalami batu saluran kemih tiap tahunnya dengan rasio pria/wanita 3:1. (Turk dkk, 2011)

Di Indonesia, penderita BSK masih banyak, tetapi data lengkap kejadian penyakit ini masih belum banyak dilaporkan. Hardjoeno dkk di Makassar (19771979) menemukan 297, Rahardjo dkk (19791980) 245 penderita BSK, Puji Rahardjo dari RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo menyatakan penyakit BSK yang diderita penduduk Indonesia sekitar 0,5%, bahkan di RS PGI Cikini menemukan sekitar 530 orang penderita BSK pertahun. (Ratu dkk, 2006)

Batu saluran kemih pada umumnya mengandung unsur kalsium oksalat atau kalsium fosfat, asam urat, magnesium amonium fosfat (MAP), Xanthin dan sistin. BSK mempunyai komponen dasar kalsium sekitar 75% berupa kalsium oksalat, kalsium fosfat atau campuran oksalat dan fosfat. Identifikasi BSK dapat dilakukan dengan analisis batu, sehingga jenis dan komposisi batu dapat diketahui.(Hardjoeno dkk, 2006)

BSK cenderung mengambuh, rata-rata kekambuhan terjadi 50% dalam 5 tahun dan 70% dalam 10 tahun. Sehingga identifikasi penyebab timbulnya batu yang pertama adalah penting untuk pencegahan kerusakan ginjal lebih lanjut. Data kandungan/komposis zat yang terdapat di batu sangat penting untuk upaya pencegahan kemungkinan timbulnya batu kambuhan. (Lina dkk, 2008)

Berdasarkan hal-hal diatas adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar penulis dapat lebih memahami tentang batu saluran kemih dan penatalaksaannya mengingat tingginya prevalensi dari batu saluran kemih dan tingginya tingkat kekambuhan pada penyakit ini.

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA2.1 Sistem Kemih Sistem kemih terdiri dari organ pembentuk air kemih dan struktur-struktur yang menyalurkan air kemih dari ginjal ke seluruh tubuh. Ginjal adalah sepasang organ berbentuk kacang yang terletak di belakang rongga abdomen, satu di setiap sisi kolumna vertebralis sedikit di atas garis pinggang. Setiap ginjal dialiri darah oleh arteri renalis dan vena renalis. Ginjal mengolah plasma yang mengalir ke dalamnya untuk menghasilkan air kemih, menahan bahan-bahan tertentu dan mengeliminasi bahan-bahan yang tidak diperlukan ke dalam air kemih.Setelah terbentuk air kemih akan mengalir ke sebuah rongga pengumpul sentral, pelvis ginjal yang terletak pada bagian dalam sisi medial di pusat (inti) kedua ginjal. Dari pelvis ginjal, air kemih kemudian disalurkan ke dalam ureter, sebuah duktus berdinding otot polos yang keluar dari batas medial dekat dengan pangkal (bagian proksimal) arteri dan vena renalis. Terdapat dua ureter yang menyalurkan air kemih dari setiap ginjal ke sebuah kandung kemih.Kandung kemih adalah sebuah kantong rongga yang dapat direnggangkan dan volumenya disesuaikan dengan mengubah-ubah status kontraktil otot polos di dindingnya dan menyimpan air kemih secara temporer. Secara berkala, air kemih dikosongkan dari kandung kemih keluar tubuh melalui saluran uretra. Uretra pada wanita berbentuk lurus dan pendek. Uretra pria jauh lebih panjang dan melengkung dari kandung kemih ke luar tubuh, melewati kelanjar prostat dan penis.

2.2 Organ pada saluran kemihGinjal adalah organ yang berfungsi sebagai penyaring darah yang terletak di belakang dinding abdomen, terbenam dalam gumpalan lemak yang melindunginya. Ginjal terdiri dari dua bagian kanan dan kiri. Ureter merupakan saluran kecil yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih (vesica urinaria). Kandung kemih merupakan kantong muscular yang bagian dalamnya dilapisi oleh membran mukosa dan terletak di depan organ pelvis lainnya sebagai tempat menampung air kemih yang dibuang dari ginjal melalui ureter sebagai hasil buangan penyaringan darah. Saluran kemih (uretra) merupakan saluran dari vesica urinaria menuju keluar. Pada wanita panjangnya 3-4 cm sedangkan pada pria lebih panjang dan merupakan bagian organ reproduksi. Fungsi ginjal salah satunya ditujukan untuk mempertahankan homeostasis terutama berperan dalam mempertahankan stabilitas volume dan komposisi elektrolit cairan ekstrasel (CES). Dengan menyesuaikan jumlah air dan berbagai konstituen plasma yang akan disimpan di dalam tubuh atau dikeluarkan melalui air kemih. Ginjal mampu mempertahankan stabilitas volume dan komposisi elektrolit di dalam rentang yang sangat sempit, cocok bagi kehidupan walupun pemasukan dan pengeluaran konstituen-konstituen tersebut melalui jalan lain sangat bervariasi. Jika terdapat kelebihan air atau elektrolit tertentu di CES misalnya garam (NaCl), ginjal dapat mengeliminasi kelebihan tersebut dalam air kemih.

Jika terjadi kekurangan sebenarnya tidak dapat memberi tambahan konstituen yang kurang tersebut melalui air kemih sehingga dapat menyimpan lebih banyak zat tersebut yang didapat dari makanan. Contoh utama adalah defisit H2O, walaupun seseorang tidak mengkonsumsi H2O, ginjal harus menghasilkan 1 liter H2O dalam air kemih setiap hari untuk melaksanakan fungsi penting lain sebagai pembersih tubuh.

Selain berperan penting dalam mengekskresikan keseimbangan cairan dan elektrolit, ginjal juga merupakan jalan penting untuk mengeluarkan berbagai zat sisa metabolik yang toksik dan senyawa-senyawa asing di dalam tubuh. Zat-zat itu tidak dapat dikeluarkan dalam bentuk padat, harus diekskresikan dalam bentuk cairan sehingga ginjal minimal harus menghasilkan 500 ml air kemih berisi zat sisa per hari.Fungsi ginjal spesifik ditujukan untuk mempertahankan kestabilan lingkungan cairan eksternal(CES), diantaranya:a. Mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh. b. Mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar ion cairan ekstra sel termasuk Na, Cl, K, HCO3, Ca, Mg, SO4, PO4 dan H. Fluktuasi konsentrasi sebagian elektrolit ini dalam CES dapat menimbulkan pengaruh besar. c. Memelihara volume plasma yang sesuai yang berperan dalam pengaturan panjang jangka panjang tekanan darah arteri. Fungsi ini dilaksanakan melalui peran ginjal sebagai pengatur keseimbangan garam dan air. d. Membantu memelihara kaseimbangan asam basa tubuh dengan mengeluarkan H dan HCO3 melalui air kemih. e. Memelihara osmolaritas (konsentrasi zat terlarut berbagai cairan tubuh). f. Mengekskresikan dan mengeliminasi produk-produk sisa (buangan) metabolisme tubuh, misalnya urea, asam urat, kreatinin. Jika dibiarkan menumpuk zat-zat tersebut bersifat toksik, terutama bagi otak. g. Mengekskresikan banyak senyawa asing misalnya obat, bahan tambahan pada makanan, pestisida, dan bahan-bahan eksogen non nutrisi lainnya yang berhasil masuk ke tubuh. h. Mengekskresikan eritropoetin, suatu hormon yang dapat merangsang pembentukan sel darah merah. i. Mengekskresikan renin, suatu hormon enzimatik yang memicu reaksi berantai yang penting dalam proses konservasi garam oleh ginjal. j. Mengubah vitamin D menjadi bentuk aktifnya. Gangguan fungsi ginjal akibat BSK pada dasarnya akibat obstruksi dan infeksi sekunder. Obstruksi menyebabkan perubahan strukstur dan fungsi pada traktus urinarius dan dapat berakibat disfungsi atau insufisiensi ginjal akibat kerusakan dari paremkim ginjal.

2.3 Anatomi Ginjal Ginjal terletak di dalam rongga retroperitoneal abdomen di samping vertebra lumbal atas. Membentang dari setinggi vertebra Thoracal 11-12 sampai lumbal 3. Ginjal dextra lebih rendah letaknya dari Ginjal sinistra, karena tertekan oleh hepar. Ginjal mempunyai dua buah kutub yaitu superior yang mempunyai glandula suprarenalis, dan inferior. Ginjal juga mempunyai dua permukaan: di anterior yang berlekuk dan di posterior yang rata. Selain itu Ginjal mempunya dua tepi: tepi lateral yang berbentuk cembung, dan tepi medial yang berbentuk cekung dan mempunyai suatu hilus renalis, tempat masuk keluarnya pembuluh darah arteri dan vena, limfe, dan saraf. Ginjal di lindungi oleh costa sebelas dan dua belas (bagian belakang) dan jaringan penyokong ginjal. Bila di lihat dari dalam ke luar, ada capsula renalis yang melekat pada Ginjal, capsula adipose yaitu lemak perirenal, fascia renalis, dan juga lemak pararenal yang berfungsi sebagai bantalan karena lemak agar Ginjal tetap pada tempatnya. Potongan frontal Ginjal mempunyai dua lapisan yaitu bagian terang di luar yang di sebut cortex renalis, serta bagian dalam yang di sebut medulla renalis dan terdiri atas piramid-piramid renalis. Di ujung piramid renalis terdapat papilla renalis. Bagian cortex yang masuk ke piramid tersebut di namakan columna renalis. Satu lobus ginjal terdiri dari satu piramis renalis dan satu columna renalis. Dalam satu Ginjal, biasanya terdapat 5 sampai 11 lobus. Papilla renalis bermuara di calyx minor lalu membentuk suatu calyx major. Setelah itu ada suatu bagian superior ureter yang melebar yang di sebut pelvis renalis. (Moore, 2002)Jaringan ikat yang meliputi Ginjal dikenal sebagai fascia renalis, terpisah dari capsula fibrosa renalis oleh lemak perirenal (corpus adiposum perirenale) yang di hilum renale bersinambung dengan lemak dalam sinus renalis. Disebelah luar fascia renalis terdapat lemak pararenal (corpus adiposum pararenale) yang paling jelas disebelah dorsal Ginjal.

Persarafan pada Ginjal di atur oleh susunan saraf simpatis yaitu plexus renalis. Ukuran Ginjal sekitar 10-12 cm panjang, lebarnya 4-6 cm, dan tebalnya sekitar 3,5-5 cm.

Ginjal diperdarahi terutama oleh pembuluh darah arteri renalis dan vena renalis. Berikut merupakan jalur pembuluh dari dari tubuh ke Ginjal dan keluar lagi ke tubuh: aorta abdominalis arteri renalis 5 arter