Lap supervisi bsc sman 2 smg

download

of 91

  • date post

    19-Feb-2017
  • Category

    Education
  • view

    741
  • download

    6

Embed Size (px)

transcript

Disusun Oleh :M. Fachrur RoziNIM 0102514060

HALAMAN PENGESAHAN

Judul:Laporan Praktik Supervisi Pendidikan Semester Genap Th. 2014/2015

Jenjang Pendidikan :Sekolah Menengah Atas (SMA)

Tahun Ajaran:2014/2015

Kota:Semarang

Sekolah Binaan:SMA Negeri 2 Semarang

Nama Pengawas Praktikan:M. Fachrur Rozi

NIM:0102514060

Prodi:S2 MP, Kons. Kepengawasan Sekolah

SMA Negeri 2 Semarang

Praktikan,

M. Fachrur RoziNIM.0102514060

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran beserta limpahan Rahmat dan Karunia-Nya yang tiada terhingga. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW yang telah memberikan suri tauladan bagi kita semua.Alhamdulillah berkat kehendak dan ridha-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Hasil Praktik Supervisi pendidikan di SMA Negeri 2 Semarang dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teori dan Praktik Supervisi Pendidikan.Dalam penyusunan laporan, penulis mendapatkan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah, ibu Dr. Titi Prihatin, M.Pd dan Bapak Dr. Soedjono, M.Si serta rekan-rekan yang telah membantu.Harapannya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semuanya terutama bagi penulis. Begitu pula makalah ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun.

Semarang, Juni 2015

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakangPengawas sekolah dalam aktivitas dan keberhasilan usaha pendidikan tidak diragukan lagi eksistensi dan peranannya yang dinaungi oleh sejumlah dasar hukum. Undang-undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 dan PP No.19 Tahun 2005 adalah landasan hukum yang terbaru yang menegaskan keberadaan pejabat fungsional itu. Selain itu secara tegas dikatakan dalam Keputusan Menpan No.118 / 1996 sebagai berikut :Pengawas sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan prasekolah, dasar, dan menengah. Landasan hukum kepengawasan, mengacu pada Permendiknas No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah / Madrasah, berisi uraian kompetensi kepribadian, kompetensi supervisi manajerial, kompetensi supervisi akademik, kompetensi evaluasi pendidikan, kompetensi penelitian pengembangan dan kompetensi sosial, disamping mengacu pula pada 8 standar pendidikan nasional (Permendiknas No. 19 tahun 2005) dan beberapa permen yang mengikutinya: Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tendik, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian. Landasan hukum tersebut dijadikan acuan pelaksanaan kegiatan pengawasan sekolah. Dalam pendidikan, pengawasan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (2000 : 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang standar proses mengamanatkan bahwa setiap guru wajib melaksanakan: perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan penilaian dan adanya pengawasan oleh kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan. Guru merupakan salah satu variabel yang sangat menentukan mutu pendidikan di sekolah. Untuk itu pelaksanaan standar prosesi harus dikawal oleh pemangku kepentingan yaitu pengawas sekolah. Karena hal ini merupakan teknis pendidikan yang mendasar. Kinerja guru dan kepala sekolah mewarnai kualitas pendidikan dan berujung pada mutu pendidikan di sekolah.

Guna menjamin mutu pendidikan (education quality), sekolah memerlukan kontrol mutu (quality control). Karena itu, sebenarnya eksistensi pengawas sekolah sangat penting. Pengawas sekolah adalah tenaga fungsional yang bertujuan membantu guru untuk mengembangkan keprofesionalannya sebagai pendidik. Aspek kemitraan menjadi unsur utama untuk membina kompetensi guru dalam memanajemen pembelajaran. Antara pengawas sekolah dan guru merupakan tim kerja (teamwork). Kinerja guru di kelas seharusnya terbantu melalui kehadiran pengawas sekolah. Artinya, kehadiran pengawas sekolah bukan memperkeruh iklim sekolah, tetapi sebagai mentor bagi manajemen sekolah. Keberadaan pengawas sekolah merupakan salah satu pilar pendidikan nasional seperti diatur dalam PMPN Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pengawas Sekolah/Madrasah.Peran seorang pengawas pendidikan ada empat macam, yaitu sebagai koordinator (coordinator), konsultan (consultant), pemimpin kelompok (group leader), dan penilai (evaluator). Sehubungan dengan hal tersebut, sekolah memerlukan pengawas yang bijaksana dalam mengimplementasikan peranannya tersebut untuk mensupervisi aspek akademik dan aspek manajerial. Dalam hal ini, pengawas sekolah hendaknya memahami bahwa tugasnya bukan mudah karena menuntut kompetensi yang kompleks, baik dari aspek akademik maupun manajerial.Substansi hakekat pengawasan yang dimaksud menunjuk pada segenap upaya bantuan profesional kesejawatan pengawas satuan pendidikan kepada stakeholder pendidikan terutama guru yang ditujukan pada perbaikan-perbaikan dan pembinaan aspek pembelajaran Tugas pokok pengawas sekolah adalah menilai dan membina penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Hasil dari pengawasan sekolah yang berupa pelaksanaan penilaian dan pembinaan penyelenggaraan pendidikan di sekolah itu harus senantiasa dituangkan dalam bentuk laporan. Dari segi sekolah sebagai objek atau sasaran pembuatan laporan, pada laporan ini berisi tentang laporan hasil pengawasan jenjang SMA/SMK yang menjadi tanggung jawab pengawas sekolah.Dalam laporan ini juga akan mengukur efektivitas manajemen sekolah dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard berdasarkan empat perspektif yaitu : perspektif pelanggan, perspektif proses internal, perspektif pembelajaran karyawan dan pertumbuhan serta perspektif keuangan. Penulis berharap laporan ini dapat memberikan kontribusi kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk memberikan pertimbangan dalam membuat kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Semarang.

B. Fokus masalahSesuai latar belakang di atas, maka fokus permasalahan pada pengawasan ini adalah :1. Apakah guru sudah merencanakan persiapan pembelajaran terkait sesuai dengan Kurikulum 2013 berupa:a. Progran tahunan dan program semester?b. Melakukan analisis SK, KI, KD ?c. Meyususun Silabus dan RPP sesuai dengan Standar Proses?d. Melakukan analisis KKM ?e. Membuat buku absensi siswa?f. Membuat buku penilaian hasil belajar siswa?g. Membuat kisi-kisi soal UH, UTS, dan UAS?h. Melakukan analisis Ulangan Harian?i. Membuat program remedial dan pengayaan?2. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek kepuasan pelanggan ?3. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek keuangan? 4. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek proses internal apabila diukur melalui proses proses peningkatan kualitas mutu bidang pendukung staf, peningkatan infrastruktur, dan peningkatan teknologi pendidikan ?5. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarangdilihat dari aspek pembelajaran karyawan dan pertumbuhan, apabila diukur dengan menggunakan peningkatan kompetensi/ketrampilan sumber daya manusia (human capital), arus informasi (human capital), dan iklim organisasi ?C. Tujuan dan sasaran pengawasan1. Tujuan Pengawasan a. Kemampuan guru dalam menyususn administasi perangkat persiapan pembelajaran yang meliputi : Prota, Prosem, Analisis konteks ( SI, SKL, Standar Proses, Standar Penilaian ), buku Nilai siswa, Analisis UH lengkap dengan progran remedial dasn pengayaan, serta instrumen penilaian ( kisi-kisi, soal, kunci, dan pedoman skor ).b. Kemampuan guru dalam menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai Standar Isi dan Standar Prosesc. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek kepuasan pelanggan ?d. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek keuangan apabila diukur dengan menggunakan konsep anggaran berbasis kinerja ? e. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek proses internal apabila diukur melalui proses proses peningkatan kualitas mutu bidang pendukung staf, peningkatan infrastruktur, dan peningkatan teknologi pendidikan ?f. Menganalisis efektivitas manajemen SMAN 2 Semarang dilihat dari aspek pembelajaran karyawan dan pertumbuhan, apabila diukur dengan mengguakan peningkatan kompetensi/ketrampilan sumber daya manusia (human capital), arus informasi (human capital), dan iklim organisasi ?

2. Sasaran Pengawasan Secara garis besar sasaran kepengawasan mencakup input, proses, dan output. a. Input meliputi segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses, seperti : sumber daya, perangkat lunak, dan harapan-harapan.b. Proses merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain yang lebih baik. Faktor-faktornya meliputi : peserta didik, guru, tenaga kependidikan, kurikulum, alat, dan buku pelajaran, serta kondisi lingkungan sosial dan fisik sekolah. c. Output meliputi kinerja guru, prestasi akademik dan prestasi non akademik.Secara khusus sasaran kepengawasan meliputi :1. Teknis PendidikanUntuk fokus masalah nomor a dan b, sasarannya adalah guru mata pelajaran dalam merencanakan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran . 2. Administrasi pendidikanUntuk fokus masalah pada