Lap. Biokim Endo

Click here to load reader

  • date post

    17-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    227
  • download

    3

Embed Size (px)

description

Lap. Biokim Endo

Transcript of Lap. Biokim Endo

A. NAMA PERCOBAAN Pemeriksaan Glukosa darah puasa

B. PENDAHULUANKadar glukosa darah memuncak pada sekitar 1 jam setelah makan, kemudian menurun seiring dengan oksidasi atau perubahan glukosa menjadi bentuk simpanan bahan bakar oleh jaringan. Dua jam setelah makan, kadar kembali kerentang puasa. Penurunan glukosa darah ini menyebabkan pencernaan menurunkan srkresi nsulinnya, dan kadar insulin turun. Hati bertespon terhadap sinyal hormon ini dengan memulai degradasi simpanan glikogen dan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah. Apabila kita terus berpuasa selama 12 jam, kita masuk ke keadaan basal. Pada saat ini, kadar insulin serum rendah dan glukosa meningkat.Penetapan kadar glukosa darah merupakan salah satu pemeriksaan kimia yang paling sering dilakukan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan terhadap darah, plasma, atau serum. C. TUJUANUntuk mengetahui dan memahami metode pelaksanaan pemeriksaan Tes Toleransi Glukosa (TTG) dan menginterpretasi hasilnya.

D. DASAR REAKSIMetode Enzimatik Glukosa OksidasiGlukosa Oksidasi (GOD) mengkatalisasi oksidasi dari glukosa menurut persamaan : GODGlukosa +O2+H2O ----------> Asam Glukonat + H2O2

E. BAHAN DAN ALATBahan :

1. Regensia : Fosfat buffer200 mmol/L GOD 250 kat POD20 kat 4-aminoantipyrin 0.75 mmol/L 2,4-diklorofenol 1.1 mmol/L2. Standar Gukosa 100 mg/dLAlat :1. Spektofotometer2. Pipet3. Tabung reaksi

F. METODE KERJACara Kerja :Sediakan 3 buah tabung reaksi dan beri label sampel, standar dan blanko pada masing-masing tabung.Pipetkan ke dalam masing-masing tabung

SampelStandarBlanko

Regensia warna (RW)2,0 mL2,0 mL2,0 mL

Serum atau Plasma20 ul--

Larurtan standar (LS)-20 ul-

2,0 mL RW 2,0 mL RW + 20 uL LS2,0 mL RW + 20 uL serum

Sampel Standar Blanko

Campurkan baik-baik, inkubasi selama 15 menit pada temperatur kamar. Dalam waktu 30 menit, ukur serta catat absorban sampel dan standar terhadap blanko pada panjang gelombang 510 nmPerhitungan Absorban sampelKadar glukosa = X 100 mg/dL Absorban standarG. HASIL PERCOBAAN

Sampel Standar Blanko

Absorban sampel : 0,25Absorban standar: 0,22

Perhitungan 0,25Kadar glukosa= X 100 mg/dL = 113,63 mg/dL 0,22H. INTERPRETASI DAN PEMBAHASANNormoglikemiaGDPTDiabetes

GDP 60- 110 mg/dLGDP < 126 mg/dLGDP> 126 mg/dL

Pada percobaan di dapatkan hasil 113,63 mg/dL yang berarti orang tersebut mungkin mengalami GDPT karena berada pada range < 126 mg/dL. Apabila di dapatkan hasil seperti itu, hal ini dapat terjadi karena adanya gangguan pada insulin. Kadar GDP yang meningkat dan berada dalam keadaan GDPT dapat menjadi diabetes apabila tidak ditangani dengan baik. I. KESIMPULANDari hasil percobaan yang kami peroleh maka dapat disimpulkan bahwa pasien tersebut mungkin megalami glukosa darah puasa terganggu.

A. NAMA PERCOBAAN Metabolisme Lemak 1. Total Kolesterol2. Trigliserida3. HDL-Kolesterol

B. PENDAHULUANTriasilgliserol (trigliserida) adalah lemak utama dalam makanan manusia, terutama dicerna di lumen usus. Produk-produk pencernaan tersebut diubah kembali menjadi triasigliserol di dalam epitel usus yang dikemas dalam lipoprotein yang dikenal sebagai kilomikron yang diekskresikan ke dalam limfe. Akhirnya kilomikron masuk ke dalam darah dan berfungsi sebagai salah satu lipoprotein utama di dalam darah.Kolesterol yang mengalir dalam darah dalam bentuk lipoprotein, berfungsi sebagai komponen stabilisasi membran sel dan sebagai prekursor garam empedu serta hormon steroid. Prekursor kolesterol diubah menjadi ubikuinon, dolikol, dan di kulit menjadi kolikalsiferol yaitu bentuk aktif vitamin D.Peningkatan kadar kolesterol dalam darah dikaitkan dengan pembentukan plak aterosklerotik yang dapat menyumbat pembuluh darah, menimbulkan serangan jantung, dan stroke. Kolesterol LDL bersifat aterogenik, namun kadar kolesterol HDL yang tinggi bersifat protektif karena partikel HDL berperan mengeluarkan kolesterol dari jaringan dan mengeluarkannya ke hati. Kolesterol terdapat dalam jaringan dan dalam lipoprotein plasma, bisa sebagai kolesterol bebas atau tergabung dengan asam lemak rantai panjang, sebagai ester kolesteril. Kolesterol adalah hasil khas metabolisme hewan dan dengan demikian terdapat dalam segala makanan yang berasal dari hewan seperti merah telur, daging, hati, dan otak. Kolesterol merupakan lipid amfipatik dan dalam keadaan demikian menjadi struktural penting yang membentuk membran sel dan lapisan luar protein plasma. Ester kolesteril merupakan nemtuk simpanan kolesterol yang ditemukan dalam sebagaian besar jaringan tubuh. Kolesterol dalam tubuh berasal dari 2 sumber, yaitu :1. Sintesis dari tubuh kira-kira 500 mg/hari2. Berasal dari makanan, jumlahnya tergantung susnan makanan.Sintesis dalam tubuh terjadi pada jaringan hati, korteks anak ginjal, kulit, usus, testis, dan aorta. Pengeluaran kolesterol tubuh berlangsung melalui 3 cara, yaitu :1. Sebagai kolesterol yang dikeluarkan bersama empedu ke lumen usus2. Setelah diubah menjadi asam empedu dikeluarkan ke lumen usus3. Diubah menjadi hormon steroid dan setelah berfungsi hormon-hormon ini dan metabolitnya dikeluarkan melalui urin.Di dalam darah kolesterol terdapat dalam 2 bentuk, yaitu kolesterol bebas dan sebagai ester. Ester kolesterol mempunyai hubungan dengan fungsi hati, sehingga kadang-kadang perlu ditetapkan tersendiri. Penetapan kadar kolesterol total dilakukan dengan beberapa cara. Pada umumnya lebih mudah dengan penetapan ester kolesterol dan dilakukan setelah diekstraksi dengan pelarut lemak.

C. TUJUAN1. Untuk mngetahui pemeriksaan fraksi lemak (Kolesterol, LDL, trigliserida)2. Melihat pengaruh makanan berlemak terhadap peningkatan fraksi lemak.

D. DASAR REAKSI1. Total Kolesterol ( Metode Enzimatik CHOD-PAP)Kolesterol ditemukan setelah dihidrolisa enzimatik dan oksidasi. Zat warna quinoneimin terbentuk dari hidrogen peroksida dan 4-aminoantipirin dengan adanya fenol dan peroksida. KolesterolesteraseKolesterol ester ------------------------> Kolesterol + Asan lemak +H2O KolesteroloksidaseKolesterol + H2O ------------------------> Kolesterol - 3 one + H2O Peroksidase2H2O2 + 4- aminoantipirin + fenol-------------------> Quinoneimin + 4 H2O

2. Trigliserida (Metode Enzimatik GPO-PAP)Trigliserida ditentukan setelah hidrolisa enzimatik dengan lipoprotein Lipase(LPL). Zat warna quinoneimin terbentuk dari hidrogen peroksida 4-aminoantipirin dan 4-klorofenol dengan katalisator peroksidase. Lipoprotein LipaseTrigliserida ------------------------> gliserol - Asam lemak +H2 Gliserol kinaseGliserol +ATP ---------------------> gliserol-3-fosfat + ADP GPOGliserol-3-fosfat + O2 ----------> dihidroksiasiasetonfosfat + 2H2O2 POD2H2O2 + 4-aminoantipyrin + 4 - Klorofenol --------> Quinoneimin + HCl + 4H2O

3. HDL-Kolesterol (Metode fosfotungstat)Dengan asam fosfotungstat dan Magnesium Klorida maka kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoprotein) dan LDL Low Density Lipoprotein) akan mengendap ( presipitasi ). Supernatan yang jernih ( setelah sentrifugasi ) dipergunakan untuk menentukan HDL-Kolestrol dengan metode CHOD-PAP

E. BAHAN DAN ALAT1. Total Kolesterol Bahan :a. Regensia warna enzimatik kolesterol Buffer fosfat 150 mmol/L Natrium fenolat7,8 mmol/L 4-aminoantipyrin0,4 mmol/L Kolesterol esterase(CE)1,7 ukat Kolesterol oksidase(CHOD)1,0 ukat Peroksidase20 ukatb. Standar kolesterol200 mg/dL Alat :a. Fotometerb. Pipetc. Tabung reaksi2. TrigliseridaBahan :a. Regensia warna enzimatik kolesterol PIPES Buffer pH 7,5150 mmol/L Adenosin Tri Fostat (ATP)7,8 mmol/L 4-aminoantipyrin (PAP)0,4 mmol/L Lipoprotein Lipae (PLP)1,7 ukat Gliserol Kinase(GK)1,0 ukat Gliserol Posfat Oksigen (GPO)20 ukat 2-peroksidase (POD)5 ukat 4-klorofenol6 mmol/Lb. Standar Trigliserida250 mg/dL Alat :a. Fotometerb. Pipetc. Tabung reaksi3. HDL-KolesterolBahan :a. Regens pengendap Asam fosfotungstat0,55 mmol/L Magnesium klorida0,25 mmol/Lb. Reagens warna enzimatik kolesterolc. Standar kolesterol100 mg/dL Alat :a. Fotometerb. Pipetc. Tabung reaksid. Sentrifuge

F. METODE KERJA1. Total KolesterolSediakan 3 buah tabung reaksi dan beri label sampel, standar dan blanko pada masing-masing tabung.Pipetkan ke dalam masing-masing tabung SampelStandarBlanko

Regensia warna (RW)2,0 mL2,0 mL2,0 mL

Serum atau Plasma20 ul--

Larurtan standar (LS)-20 ul-

2,0 mL RW 2,0 mL RW + 20 uL LS2,0 mL RW + 20 uL serum

Sampel Standar Blanko

Campurkan baik-baik, inkubasi selama 15 menit pada temperatur kamar. Dalam waktu 45 menit, ukur serta catat absorban sampel dan standar terhadap blanko pada panjang gelombang 500 nmPerhitungan Absorban sampelKadar kolesterol = X 200 mg/dL Absorban standar2. TrigliseridaSediakan 3 buah tabung reaksi dan beri label sampel, standar dan blanko pada masing-masing tabung.Pipetkan ke dalam masing-masing tabung SampelStandarBlanko

Regensia warna (RW)2,0 mL2,0 mL2,0 mL

Serum atau Plasma20 ul--

Larurtan standar (LS)-20 ul-

2,0 mL RW 2,0 mL RW + 20 uL LS2,0 mL RW + 20 uL serum

Sampel Standar Blanko

Campur dan biarkan selama 20 menit pada temperatur kamar. Dalam waktu 30 menit, baca absorban sampel dan standar terhadap blanko pada panjang gelombang 510 nm.

Perhitungan Absorban sampelKadar trigliserida= X 250 mg/dL Absorban standar

3. HDL-KolesterolAmbil 1 buah tabung reaksi kemudian