Lap Biokim en-Met (Trigliserida)

download Lap Biokim en-Met (Trigliserida)

of 21

  • date post

    06-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    121
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Lap Biokim en-Met (Trigliserida)

Laporan Praktikum Biokimia Kedokteran Blok Endokrin Metabolisme PEMERIKSAAN TRIGLISERIDA Metode CHOD-PAP

Oleh : Nama : I Ngurah Ardhi Wiratama NIM : G1A010046 Kelompok : VIII Asisten : Dimas Gatra Diantoro NIM Asisten : G1A211009

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2011

LEMBAR PENGESAHAN

Oleh: I Ngurah Ardhi Wiratama G1A010046

Disusun untuk memenuhi persyarat ujian Praktikum Kedokteran Blok Endokrin Metabolisme Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Diterima dan disahkan, Purwokerto, November 2011 Asisten,

Dimas Gatra Diantoro (G1A211009)

I.

Judul Praktikum Pemeriksaan Trigliserida Menggunakan Metode CHOD PAP

II.

Hari, Tanggal Praktikum

III.

Tujuan 1. Mahasiswa dapat mengukur kadar kolesterol dalam darah. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan nilai normal kolesterol dalam darah serta nilai patologis dari hasil praktikum. 3. Mahasiswa dapat melakukan diagnosis dini suatu penyakit yang ditandai oleh hasil aktivitas abnormal atau patologis melalui bantuan hasil praktikum yang dilakukan.

IV.

Dasar Teori Lemak atau lipid adalah zat kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Lemak merupakan komponen penting dari membran sel, selubung saraf yang membungkus sel-sel saraf serta empedu, dua lemak utama dalam darah adalah cholesterol dan trigliseride (Murray, 2001). Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas dan memelihara suhu tubuh (Smaolin, 1997). Lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1) Lipid sederhana :a) b)

lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida), ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi

2) Lipid majemuk

a) b)

fosfolipid lipoprotein asam lemak sterol (kolesterol, ergosterol) (Smaolin, 1997).

3) Lipid turunana) b)

Secara klinis, lemak yang penting adalah 1. Kolesterol 2. Trigliserida (lemak netral) 3. Fosfolipid 4. Asam Lemak (Smaolin, 1997). Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 9899% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponenkomponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O) (Smaolin, 1997). Triasilgliserol (trigliserida) dan fosfolipid utama fosfatidiletanolamin dan fosfatidilkolin dibentuk dari dua prekursor yang sama dan beberapa tahapan enzimatik yang sama pada jaringan hewan, prekursor yang sama ini adalah asil lemak KoA dan gliserol 3-fosfat. Gliserol fosfat dapat dibentuk melalui dua jalan. Molekul ini dibentuk dari dihidroksiaseton fosfat yang dihasilkan selama glikolisis oleh aktifitas gliserol fosfat dehidrogenase sitosol yang diberikatan dengan NAD. Di dalam biosintesis triasilgliserol adalah asilasi dua gugus hidroksil bebas pada gliserol fosfat oleh dua molekul asil lemak Ko-A untuk menghasilkan diasilgliserol 3 fosfat. Diasilgliserol 3 fosfat, yang dikenal sebagai asam fosfatinat, terdapat

hanya dalam jumlah yang sangat sedikit di dalam sel, tetapi molekul ini adalah senyawa antara yang penting di dalam biosintesis lemak. Pada jalur menuju triasilgliserol, fosfatidat dihidrolisis oleh fosfatidat fosfatase untuk membentuk senyawa 1,2 diasilgliserol. Diasilgliserol lalu diubah menjadi triasilgliserol oleh reaksi dengan molekul ketiga asil lemak Ko-A. Pada orang dewasa biosintesis dan oksidasi triasilgliserol terjadi bersamaan dalam keadaan imbang, hingga jumlah lemak tubuh relatif konstan selama jangka waktu yang panjang. Namun bila karbohidrat, lemak atau protein dikonsumsi dalam jumlah berlebihan maka kelebihan kalori akan disimpan dalam bentuk triasilgliserol (Lehninger, 1982). Kecepatan biosintesis triasilgliserol diubah secara drastis oleh aktifitas beberapa hormon antara lain insulin, pituitari, hormon adrenal dan glukagon. Lemak dan lipid lain tidak larut dalam air. Dengan bantuan garam empedu dan fosfolipid empedu, lemak diemulsifikasi dengan kuat sehingga dapat dipecahkan oleh lipase pankreas. Hasil pemecahan lemak ini masuk sel epitel usus melalui difusi pasif. Di sana asam lemak rantai panjang diaktifkan dengan bantuan koenzim A dan kemudian digunakan kembali untuk resintesis triasilgliserol. Hasil ini diserahkan pada pembuluh limfe dan disekresikan ke dalam duktus torasikus tanpa melalui hati (Lehninger, 1982). Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol, trigliserida dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein. Lipoprotein inilah yang bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya (Smaolin, 1997).

Beberapa jenis lipoprotein, antara lain:1. 2. 3. 4. 5.

Kilomikron VLDL (Very Low Density Lipoprotein) IDL (Intermediate Density Lipoprotein) LDL (Low Density Lipoprotein) HDL (High Density Lipoprotein) Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang masuk ke dalam darah. Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan

Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara, yaitu :1.

2.

lipoprotein dari dalam darah

Metabolisme lipoprotein dapat dibagi atas tiga jalur utama yaitu jalur metabolisme eksogen, jalur metabolisme endogen, dan jalur reverse cholesterol transport. Jalur metabolisme eksogen adalah lipid yang diserap dari usus halus, jalur metabolisme endogen adalah sintesa lipid di tubuh kita yaitu di hati, dan jalur reverse cholesterol transport adalah berkaitan dengan fungsi HDL yang menarik kolesterol yang mengendap di jaringan khususnya di

makrofag untuk di bawa kembali ke hati atau jaringan steroidogenik lainnya.

1.

Jalur eksogen Trigliserida dan kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawa trigliserida dan kolesterol ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak bebas (Free Fatty Acid) dan kilomikron remnant. Asam lemak bebas akan menembus jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnant yang memiliki sedikit kandungan kolesterol akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas.

Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang akan dikeluarkan ke dalam usus dan membantu proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil), dibuang dari aliran darah oleh hati. Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah (Smaolin, 1997). 2. Jalur endogen Pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari mengandung karbohidrat yang berlebihan. Hati mengubah karbohidrat menjadi asam lemak, kemudian membentuk trigliserida, trigliserida ini dibawa melalui aliran darah dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein (VLDL). Apolipoprotein yang terkandung dalam VLDL adalah apolipoprotein B100. Dalam sirkulasi, trigliserid di VLDL akan mengalami hidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase (LPL), dan VLDL berubah menjadi IDL yang juga akan mengalami hidrolisis dan berubah menjadi LDL.VLDL kemudian akan dimetabolisme oleh enzim lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density Lipoprotein). Kemudian IDL melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein) yang banyak mengandung kolesterol. Kira-kira dari kolesterol total dalam plasma normal manusia mengandung partikel LDL. LDL adalah lipoprotein yang paling banyak mengandung kolesterol LDL ini bertugas menghantarkan kolesterol ke dalam tubuh. Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density

Lipoprotein). HDL bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh.. Sebagian dari kolesterol di LDL akan dibawa ke hati dan jaringan steroidogenik lainnya seperti kelenjar adrenal, testis, dan ovarium yang mempunyai reseptor untuk LDL. Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh. Tetapi sebagian dari LDL akan mengalami oksidasi dan ditangkap oleh receptor scavengerA (SR-A) di makrofag dan akan menjadi sel busa (foam cell), apabila kadar LDL-kolesterol dalam plasma makin banyak yang akan mengalami oksidasi dan ditangkap oleh sel makrofag. Jumlah kolesterol yang akan teroksidasi