Lap Bc Bku 1

of 31 /31
Judul buku : “PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS DAN FAKTOR-FAKTOR DI DALAMNYA” Pengarang : MALCOLM BROWNLEE Penerbit : PT BPK GUNUNG MULIA Kota Penerbit : JAKARTA Rangkuman : BAB I ARTI KEPUTUSAN ETIS Etika didefinisikan sebagai penyelidikan tentang apa yang baik dan apa yang buruk dalam kelakuan manusia. Arti ‘etika’ menyangkut pemikiran yang sistematis tentang kelakuan serta motivasi dan keadaan batin yang mendasarinya. Keputusan- keputusan etis selalu berdasar atas alasan-alasan yang dianggap berlaku untuk semua orang. Pengambilan keputusan etis menyangkut pilihan yang sukar. Tujuan pokok etika ialah membantu kita berpikir dengan lebih terang tentang keputusan- keputusan yang sukar.Ciri-ciri keputusan etis : Semua keputusan dalam contoh-contoh ini menyangkut pertimbangan tentang apa yang benar dan apa yang

description

download

Transcript of Lap Bc Bku 1

Page 1: Lap Bc Bku 1

Judul buku : “PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS DAN FAKTOR-FAKTOR DI

DALAMNYA”

Pengarang : MALCOLM BROWNLEE

Penerbit : PT BPK GUNUNG MULIA

Kota Penerbit : JAKARTA

Rangkuman :

BAB I

ARTI KEPUTUSAN ETIS

Etika didefinisikan sebagai penyelidikan tentang apa yang baik dan apa yang buruk

dalam kelakuan manusia. Arti ‘etika’ menyangkut pemikiran yang sistematis tentang

kelakuan serta motivasi dan keadaan batin yang mendasarinya. Keputusan-keputusan etis

selalu berdasar atas alasan-alasan yang dianggap berlaku untuk semua orang. Pengambilan

keputusan etis menyangkut pilihan yang sukar. Tujuan pokok etika ialah membantu kita

berpikir dengan lebih terang tentang keputusan-keputusan yang sukar.Ciri-ciri keputusan etis

:

Semua keputusan dalam contoh-contoh ini menyangkut pertimbangan tentang apa

yang benar dan apa yang salah,apa yang baik dan apa yang buruk.Inilah perkara yang

dipelajari dalam bidang etika.

Etika didefinisikan secara sederhana sebagai penyelidikan tentang apa yang baik atau

benar atau luhur dan apa yang buruk atau salah atau jahat dalam kelakuan manusia.

Etika bertalian dengan kelakuan orang-orang juga bagaimana seharusnya kelakuan

orang-orang itu.Namun demikian tidak ada batas mutlak antara ilmu-ilmu sosial dan

etika.Etika sering dianggap sama dengan sopan santun.

Page 2: Lap Bc Bku 1

Pengambilan keputusan etis sering menyangkut pilihan yang sukar.Ada orang-orang

yang berpendapat bahwa pilihan tentang perbuatan yang benar selalu mudah,asal kita

sungguh-sungguh mau melakukan yang benar.

Keputusan-keputusan etis tidak mungkin dielakkan. Seringkali orang-orang Kristen

berusaha untuk mengelakkan perkara yang ruwet karena semua pihak dalam perkara

ikut bercampur,baik dan jahat.Keputusan untuk tidak bertindak adalah keputusan

untuk tidak mengubah situasi.

Keputusan kita tidak hanya dipengaruhi oleh norma –norma yang dipertimbangkan

dan pengertian kita tentang situasi,tetapi juga oleh kepercayaan kita,tabiat dan

lingkungan sosial kita.

Pelajaran etis dapat menentang praanggapan-praanggapan kita dan mengemukakan

persoalan-persoalan yang belum kita pertimbangkan.Kadang-kadang kita mendengar orang

mengatakan bahwa keputusan-keputusan moral itu relatif.Kata “relatif” mempunyai

bermacam-macam arti.Kadang-kadang “relatif” berarti bahwa keputusan bukan pilihan antara

baik dan buruk secara mutlak melainkan antara campuran-campuran baik dengan buruk.

Page 3: Lap Bc Bku 1

BAB II

TIGA JALAN DALAM ETIKA KRISTEN

Persamaan dalam etika Kristen

Orang -orang Kristen sependapat bahwa Allah adalah pusat dari sumber semua yang

baik. Allah adalah hakim yang terakhir yang memutuskan apa yang benar dan apa

yang salah.

Semua etika Kristen berdasarkan Iman kepada Allah yang dinyatakan dalam Yesus

Kristus. Etika Kristen merupakan tanggapan kepada kasih karunia Allah yang

menyelamatkan kita.

Kewajiban Yesus Kristus diakui oleh semua etika Kristen. Semua orang Kristen

percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Kristus menyatakan kebaikan

Allah dan juga menyatakan tanggapan manusia yang patut kepada Allah.

Kasih merupakan ciri dari oarng Kristen.Kewajiban manusia disimpulkan dalam

hukum untuk mengasihi Allah dan sesama.Kasih juga memberi motivasi bagi

perbuatan yang baik.

Orang-orang Kristen sependapat bahwa etika itu berkenaan baik dengan perbuatan-

perbuatan lahiriahmaupun dengan hati manusia.Dalam tindakan kita memperhatikan

tindakan-tindakan manusia dan motivasi untuk tindakan-tindakan itu.

Orang-orang Kristen sependapat bahwa Alkitab berwenang bagi perbuatan maupun

iman.Alkitab merupakan sumber pokok untuk theologia dan etika Kristen.

Semua etika Kristen berkenaan dengan persekutuan orang-orang Kristen.Etika Kristen

dikenal dengan konteks jemaat dan dilakukan dalam hubungan dengan orang-orang

Kristen.

Page 4: Lap Bc Bku 1

Etika Kristen berlaku untuk seluruh kehidupan manusia.Tidak ada bagian kehidupan

yang tidak perlu dibimbing oleh Tuhan.Maka etika Kristen mencari kehendak Tuhan

untuk setiap bagian kehidupan kita.Etika Kristen tidak terbatas kepada kehidupan

pribadi tetapi juga menyangkut perkara-perkara budaya,ekonomi,dan politik.

ETIKA AKIBAT

Menurut etika akibat,kehidupan etis sama dengan proses membuat sesuatu.Kita

memilih tujuan-tujuan atau kita diberi tujuan-tujuan oleh Allah.Kemudian kita mengerjakan

hal-hal yang mendekatkan kita kepada tujuan itu.Dalm mengambil keputusan,kita perlu

memperhatikan tujuan-tujuan dan akibat-akibat.Namun demikian,kita akan mengalami

persoalan-persoalan besar jikalau kita hanya memperhatikan tujuan-tujuan dan akibat-akibat.

Banyak faktor merintangi kepastian akanhasil usaha kita.Kita sering bertindak dengan

maksud yang baik,tetapi akibat tindakan kita bukan yang kita maksudkan.

ETIKA KEWAJIBAN

Menurut penganut etika kewajiban kehendak Tuhan dinyatakan dalam

hukumNya,perintahNya,dan kaidahNya.Kita harus menaati perintah Allah yang tewujud

dalam norma-norma yang diberikanNya kepada kita.Pertanyaan etis yang paling penting ialah

norma-norma apa yang sesuai dengan perintah Allah sehingga kita harus menaatinya. Etika

akibat mengutamakan akibat dan tujuan perbuatan kita,sedangkan etika kewajiban

menganggap bahwa metode perbuatan kita juga penting.Tetapi menurut etika kewajiban ada

tindakan-tindakan yang selalu salah walaupun akibatnya baik.Orang yang tulus dan jujur

tidak membenarkan tindakan itu dalam keadaan apapun.Tindakan yang buruk tetap buruk

biarpun akibatnya baik.

Page 5: Lap Bc Bku 1

ETIKA TANGGUNG JAWAB

Menurut penganut etika tanggung jawab,kehendak Tuhan dinyatakan terutama bukan

dalam rencanaNya atau hukumNya,melainkan dalam perbuatanNya,pekerjaanNya,dan

kegiatanNya. Menurut etika tanggung jawab dalam kehidupan etis manusia bukan sebagai

pencipta atau warga negara,melainkan sebagai penjawab(orang yang menanggapi atau

membei respon kepada peristiwa-peristiwa di sekitarnya).Seperti etika akibat dan etika

kewajiban,etika tanggung jawab sangat befaedah sebagai berikut :

Pendekatan kepada Alkitab dalam pandangan ini lebih memuaskan daripada dua

pandangan yang ini lebih memuaskan daripada dua pandangan yang lain.Pekerjaan

Allah untuk menyelamatkan manusia lebih pokok daripada tuntutan-tuntutanNya atau

cita-citaNya.

Etika tanggung jawab lebih berfaedah daripada dua teori yang lain untuk

membimbing pengambilan keputusan etis dalam masyarakat modern yang ruwet.

Kadang-kadang kebutuhan situasi begitun jelas sehingga kita tidak memerlukan

peraturan untuk menanggapinya dengan tepat,namun seringkali situasi tidak begitu

jelas.

Page 6: Lap Bc Bku 1

BAB III

1 KORINTUS 10: 23- 11:1 SEBAGAI POLA PERTIMBANGAN ETIS

Dalam 1 KORINTUS 10: 23- 11:1 membahas apakah orang Kristen boleh makan

daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Contoh ini dipakai untuk menunjukkan

pergumulan Paulus dengan masalah etis ini menunjukkan pola pertimbangan etis yang baik.

Paulus mempertimbangkan macam-macam hal yang penting dalam pengmabilan keputusan

etis.

Dalam jemaat Kristen di Korintus ada dua golongan yang bertentangan mengenai

masalah ini. Yang pertama, golongan antinomian yang berpendapat pertama bahwa segala

hukum tidak berlaku lagi untuk orang Kristen, golongan ini berpendapat bahwa yang penting

hanya hal-hal rohani saja, golongan ini merasa bahwa mereka mempunyai pengetahuan yang

tidak dipunyai orang lain. Yang kedua adalah golongan legalis, mereka berpendapat bahwa

hukum-hukum tradisional menentukan jalan bagi orang Kristen, menganggap bahwa orang

Kristen tidak boleh berkompromi dengan dunia kafir, dan menganggap dirinya lebih baik dan

lebih bijaksana daripada orang-orang lain.

Lain dengan golongan antinomian dan legalis, Paulus berusaha menjaga ketertiban

dan integritas kelakuan Kristen, dia juga berusaha menjaga kebebasan orang Kristen untuk

bertindak dengan tanggung jawab dalam keadaan ruwet yang berubah-ubah.

Ada dua penghambat besar bagi kebebasan Kristen yaitu hukum dan penilaian orang

lain. Pegangan lain yang perlu diperhatikan menurut Paulus adalah hati nurani. Situasi juga

merupakan factor penting dalam pertimbangan etis. Theologia kita mempengaruhi etika kita

Page 7: Lap Bc Bku 1

mempengaruhi etika kita. Pegangan ini menyangkut dua prinsip yang pokok dalam

pembicaraan Paulus ini, yaitu kebebasan kita dan keuntungan orang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan etis tersusun dalam lima pokok, yaitu

Iman, tabiat, lingkungan social, norma-norma atau hukum moral, dan situasi.

Page 8: Lap Bc Bku 1

BAB IV

IMAN

Pengaruh utama bagi etika adalah iman kita. Kita akan melihat empat unsur iman.

Pertama, iman sebagai kepercayaan dan kesetiaan kepada hal yang dianggap terpenting.

Kedua, iman sebagai hubungan perorangan dengan Allah. Ketiga, iman sebagai

pengikutsertaan dalam pekerjaan Allah. Keempat, iman sebagai pendirian tentang apa yang

benar.

Iman adalah kepercayaan dan kesetiaan; iman adalah tangggapan kepada panggilan

perorangan dari Allah dan juga tanggapan kepada pekerjaan Allah dalam dunia; iman adalah

pendirian kebenaran. Keempat unsure ini merupakan suatu kesatuan hidup. Setiap unsure

memiliki pengaruh pada kelakuan. Kepercayaan dan kesetiaan kita menentukan prioritas dan

arah pokok dalam kehidupan kita.Persekutuan dengan Allah menyangkut penyerahan diri dan

pelayanan dalam dunia; pengabdian kita diutarakan dalam bentuk doa dan dalam perjuangan.

Menanggapi pekerjaan Allah berarti bekerja sama dengan Dia. Keyakinan kita tentang

kebenaran ajaran-ajaran tertentu menyebabkan kita membentuk kehidupan kita sesuai dengan

ajaran itu. Pengaruh utama dalam etika kita memang iman kita.

Page 9: Lap Bc Bku 1

BAB V

TABIAT

Tabiat dapat didefinisikan sebagai susunan batin seseorang yang memberi arah dan

ketertiban kepadakeinginan,kesukaan,dan perbuatan oarang itu.Susunsn itu dibentuk oleh

interaksi antara diri orang denganlingkungan sosialnya dan Allah.

Ciri-ciri tabiat Kristen

Identitas orang Kristen baru diketahui-secara penuh waktu Kristus nanti datang

kembali,namun identitasnya sedang diwujudkan dalam kehidupannya di dunia ini. Ada 2

macam pengaruh yang dapat menyesatkan kita,kalau kita tidak mempunyai integritas.

Hasrat-hasrat dan ketakutan-ketakutan dibatin kita. Orang yang tidak disiplin cepat

menyerah kepada perangsang-perangsang dan hawa nafsu.Ia memperturutkan

hatinya untuk mendapat hartadan kesenangan tapi menghindari kritik dan kesusahan.

Yang dapat menyesatkan kita ialah pengaruh lingkungan sosial. Mau tidak mau

moralitas kita dipengaruhi oleh lingkungan kita.Bahkan kita wajib memperhatikan

pandangan orang-orang lain.

Integritas juga bertentangan dengan sikap munafik,yaitu ketidaksesuaian antara sikap

lahiriah yang kelihatan dan sikap batin yang tidak kelihatan.Yesus mencela orang yang

berpura-pura suci tetapi batinnya najis.(Matius 6:1,Markus 7:1-9) Integritas merupakan ciri

pokok dalam kepribadian satria dalam ceritera-ceritera wayang.Pahlawan-pahlawan satria

mempunyai pusat diri yang amat kuat. Kita membutuhkan pusat yang bisa memberi

keselarasan kepada kehidupan kita.

Page 10: Lap Bc Bku 1

Kita memerlukan keselarasan antara hidup batin dengan perbuatan-perbuatan

lahiriah.Kelakuan kita perlu muncul dengan lancar dari tabiat kita

Perlu ada keselarasan antara kehidupan kita dalam macam-macam lingkunganasal diri

yang disesuaikan.

Kesetiaan Allah menimbulkan Iman dengan unsur-unsur :

Kesetiaan

Ketaatan kepada Allah

Kemurnian hati

Kejujuran kepada Allahdan sesama

Kepercayaan

Kerendahan hati (Kelembutan hati,kerelaan untuk mengampuni,kesabaran)

Kebebasan (Karena percaya kepada Allah bukan kepada kebaikan diri sendiri)

Kedamaian batin

Kebaikan Allah dan perjanjianNya menimbulkan Pengharapan dengan unsur-unsur :

Ketabahan (Kesabaran dan penguasaan diri)

Keberanian

Sukacita

Kasih Allah menimbulkan Kasih dengan unsur-unsur :

Kebaikan hati

Kemurahan hati

Keadilan

Sukacita

Kedamaian dengan sesama

Page 11: Lap Bc Bku 1

BAB VI

LINGKUNGAN SOSIAL

Mau tidak mau pengambilan keputusan dipengaruhi oleh lingkungan : oleh

keluarga,teman-teman,pandangan umum dalam masyarakat ,komunikasi massa, dan mungkin

oleh gereja.

Gereja sebagai lingkungan Kristen

Etika Kristen ialah persekutuan Kristen,bukan etika yang berdasarkan pertimbangan orang

yang terpisah dari oarang Kristen yang laintentang apa yang baik dan apa yang buruk. Tidak

dapat disangkal bahwa ada hal-hal yang menghalangi peranan Gereja sebagai lingkungan

Kristen yang berpengaruh.

Kurangnya kesetiaan dan ketaatan Gerejakepada Allah.

Keberadaan kelompok-kelompok dan badan-badan di luar Gereja yang menuntut

waktu dan kesetiaan anggota-anggota Gereja.

Banyak jemaat terlalu besar,sehingga tidak berfungsi sebagai persekutuan yang

memperhatikan dan membimbing setiap anggota.

Gereja Sebagai Jemaat Pertanggungan-Jawab Etis

Dalam Gereja kita diperingatkan akan dosa-dosa kita dan penghakiman Allah.Kita

ditolong untuk bertobat dari dosa kita dan kembali kepada Allah. Dalam Gereja dosa dapat

dipandang sebagai dosa.Dosa tidak diremehkan melainkan dianggap pemberontakan

Page 12: Lap Bc Bku 1

melawan Allah. Anggota-anggota jemaat bertanggung-jawab bersama kepada

Tuhan.Jadi,saya bertanggung jawab atas dosa saudara saya yang seiman.Bertanggung jawab

bukan selaku hakim tetapi selaku saudara anggota keluarga yang sam.Maka anggota Gereja

bertanggung jawab atas anggota lain dan kepada anggota lain.Karena itu pengakuan dosa

bersama merupakan kegiatan penting dalam kehidupan Gereja.Dosa yang diakuai ialah dosa

aku,dosa individu,dan juga dosa kita,dosa jemaat bersama.

Gereja Sebagai Jemaat Pengampunan

Dalam Gereja kita mengalami kasih karunia Allah .Dosa-dosa kita diampuni.”Jika

kita mengaku dosa kita,maka Ia adalah setia dan adil,sehinggai Ia akan

mengampunisegala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”(1 Yohanes

1:9)

Gereja terdiri dari orang-orang yang saling mengampuni.Karena mereka diterima

Allah walaupun mereka orang-orang berdosa,mereka lebih sanggup menerima orang

lain berdosa.Penerimaan ini adalah berdasarkan kasih Allah kepada mereka,bukan

berdasarkan kebaikan mereka sendiri.

Seorang anggota Gereja bisa terbuka kepada anggota yang lain.Dalam jemaat Kristus

kita tidak usah bersifat munafik.

Gereja Sebagai Jemaat Pendidikan Moral

Dapat dibedakan dua cara Gereja mengajarkan etika.

Gereja menyampaikan ajaran-ajaran etis kepada anggotanya.Ajaran-ajaran ini

terdiri dari bermacam-macam bahan.Ada hukum-hukum dan norma-norma

seperti termuat dari Dasa Titah dan Khotbah di Bukit.

Page 13: Lap Bc Bku 1

Pola kehidupan Gereja merupakan alat pengajaran moral.Ajaran-ajaran moral

yang disampaikan deengan kata-kata juga diwujudkan dalam corak kelakuan

Gereja.Gereja memberikan pelajaran-pelajaran penting melalui hubungan antara

anggota-anggotanya,cara jemaat menghadapi masalah-masalah,hal-hal yang

dipentingkan atau diabaikan,pola pimpinan,dan sebagainya.

Gereja Sebagai Bentuk Tabiat Moral

Rasul Paulus menulis bahwa salah satu tugas Gereja ialah menolong orang-orang

Kristen mencapai “kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan

kepenuhan Kristus”(Efesus 4:13).Gereja perlu menolong anggotanya mengembangkan tabiat

yang dewasa,teguh dan serupa dengan Kristus.Kalau orang Kristen hidup dalam Gereja,maka

Gereja akan hidup dalam oarng Kristen.Norma-norma dan nilai-nilai yang diajarkan dan

dipraktekkan oleh Gereja ikut membebtuk tabiat orang Kristen.

Gereja Sebagai Jemaat Dukungan Moral

Persekutuan berarti dukungan jiwa dan semangat.Paulus menulis,”Bersukacitalah

dengan oarang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis” (Roma

12:15).Namun demikian dukungan rohani juga merupakan unsur penting dalm

persekutuan.Roh kKudus dicurahkan kepada kita untuk seluruh persekutuan Kristus.

Persekutuaan Kristen sangat perlu untuk mendukung orang Kristen dewasa.Lebih-lebih anak-

anak dan pemuda-pemudayang sangat dipengaruhi oleh teman-temanyang seumur.Keiatan

Gereja untuk anak,remaja dan pemuda menolong mereka membentuk tabiat Kristen.

Page 14: Lap Bc Bku 1

Gereja Sebagai Jemaat Diskusi Moral

Dalam Gereja pokok-pokok etis dapat dibicarakan bersam-sama.Orang-orang Kristen

perlu bertukar pikiran tentang apa yang dikehendaki oleh Allah dalam masalah-masalah etis

yang nyata masa kini.

Gereja Sebagai Jemaat Perbuatan Moral

Dapat dibedakan dua macam perbuatan Gereja :

Perbuatan-perbuatan anggota Gereja dalm konteks anggota-anggotanya,pekerjaannya

dan masyarakatnya.

Gereja juga bertindak sebagai badan.Dalam Gereja orang Kristen dapat bekerjsama

untuk mencapai tujuan etis.

Gereja tidak hanya menolong orang-orang satu-persatu tetapi juga berusaha mempengaruhi

nilai-nilai dan struktur masyarakat.

Page 15: Lap Bc Bku 1

BAB VII

NORMA-NORMA

Norma-norma dalam etika Kristen sangat penting walaupun pemakaian norma-norma

mengandung bahaya-bahaya,seperti :

Penggunaan norma-norma mendukung bahaya bahwa kita mengukur kebaikan kita

berdasarkan kepatuhan kita berdasarkan kepatuhan kita kepada norma-norma itu.

Peraturan-peraturan dapat menjadi halangan-halangan bagi kasih.Hukum-hukum

dapat diterapkan dengan keras tanpa kepekaan terhadap kebutuhan sesama kita.

Orang dapat mengganti Allah yang hidup dengan buku hukum yang tidak bernyawa.

Norma-norma itu perlu,karena :

Tidak dapat disangkal bahwa Allah memerintahkan perbuatan-perbuatan tertentu dan

melarang perbuatan-perbuatan yang lain.Tentu perintahNya tidak lepas dari

perjanjianNya.

Norma-norma diperlukan karena kita adalah orang-orag yang berdosa.Kita dengan

mudah mengikuti kehendak diri sendiri,bukan kehendak Allah.Norma-norma

menolong kita melawan kecenderungan untuk menipu diri sendiri.

Norma-norma sebagai bahan untuk mengajar etika kepada anak-anak.Anak-anak

memerlukan petunjuk-petunjuk yang jelas supaya mereka mmengetahui bagaimana

melakukan kehendak Allah dan bagaimana hidup dengan baik dalam masyarakat.

Norma-norma menolong kita memperoleh kebijaksanaan dari angkatan-angkatan

masyarakat yang mendahului kita.

Page 16: Lap Bc Bku 1

Norma-norma menolong kita menghemat waktu.Kita tidak mempunyai untuk

menghadapi setiap masalah etis seolah-olah tidak ada norma untuk menolong kita.

Norma-norma menunjukkan perbuatan-perbuatan yang biasanya merusak masyarakat

dan merugikan sesama kita.

Norma-norma mengatur masyarakat dan menolong kita mengetahui apa yang dapat

kita harapkan dari orang lain dan apa yang diharapkan orang lain dari kita.Kalau kita

tidak dapat percaya bahwa orang lain biasanya akan berkata benar atau bahwa ia tidak

akan berusaha membunuh kita,kehidupan menjadi kacau.

Norma-norma memungkinkan pembicaraan tentang apa yang baik dan apa yang salah.

Norma-norma menolong kita mengerti keunukan kasus kita serta persamaan-

persamaannya dengan kasus-kasus lain.Norma-norma menolong kita melihat unsur-

unsur mana dalam situasi kita yang cocok dengan norma-norma serta unsur-unsur

mana yang memerlukan inovasi atau perubahan.

Page 17: Lap Bc Bku 1

BAB VIII

SITUASI

Kita tidak selalu harus menyesuaikan diri dengan situasi, malah kita perlu menentang

keadaan yang jahat. Namun, kita selalu harus mengerti situasi. Paling tidak ada 3 sebab.

Pertama, kita perlu mengerti situasi supaya bias menerapkan norma-norma dan nilai-nilai etis

kepada situasi itu. Kedua, kita perlu mengerti situasi supaya kita dapat melakukan perbuatan

yang tepat dan berguna dalam situasi itu. Ketiga, kita perlu mengerti situasi supaya kita dapat

mengetahui masalah-masalah yang memerlukan perhatian.

Kesulitan-kesulitan dalam mengerti situasi ada dua sebab. Pertama, kekusutan situasi

serta keterbatasan pengetahuan kita. Unsur-unsur situasi yang diperhatikan atau diabaikan

sangat mempengaruhi keputusan dan perbuatan moral kita. Setiap situasi terdiri dari 8

unsur,yaitu :

1. Tempat

2. Waktu

3. Benda

4. Orang-orang yang bertindak dalam situasi itu

5. Struktur social

6. Gagasan-gagasan

7. Kejadian

Page 18: Lap Bc Bku 1

8. Tuhan

Sebab yang kedua adalah pengertian kita tentang situasi dipengaruhi oleh nilai-nilai

kita, kepentingankita, pengalaman kita, prasangka, dan factor-faktor subyektif lain.

Untuk memperbaiki pengertian kita tentang situasi diperlukan hal-hal sebagai berikut

:

penyelidikan yang memadai, prinsip pertama ialah bahwa kita harus

menyelidiki situasi sejauh penyelidikan itu mungkin diadakan sejauh

penyelidikan itu perlu untuk mengambil keputusan yang tepat.

Penggunaan bahan ilmiah dan keterangan ahli-ahli. Karena pengetahuan kita

terbatas, kita sering harus mengerti informasi dari orang-orang yang

mempunyai keahlian yang tidak kita punyai.

Memperluas penglihatan tentang situasi, pengertian kita tentang situasi perlu

cukup luas supaya mencakup semua factor yang bersangkut paut dengan

keputusan kita.

Kepekaan kepada pekerjaan dan kehendak Allah,orang Kristen percaya

bahwa Allah bekerja dalam setiap situasi. Kita perlu berusaha mengerti

bagaimana Allah bekerja dan bagaimana maksudNya dalam situasi yang kita

hadapi.

Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain, orang yang mengasihi Allah akan

mengasihi sesamanya, dan orang yang peka terhadap kehendak Allah aklan

peka terhadap kebutuhan dan perasaan sesamanya.

Page 19: Lap Bc Bku 1

BAB IX

CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

Sumber-sumber bantuan yang dapat menolong kita dalam mengambil keputusan etis :

DOA,IBADAH DAN ROH KUDUS

Dalam membicarakan pengaruh doa atas keputusan-keputusan kita ,kita perlu melihat

lebih jauh dari saat pengambilan keputusan.Doa perlu dipandang bukan hanya sebagai

jalan untuk memohon bimbingan Tuhan untuk keputusan kita yang sukar. Walaupun

demikian,doa dan ibadah juga merupakan sumber bantuan yang sangat penting dalam

pengambilan keputusan tentang masalah yang spesifik.Roh kudus dapat membimbing

pikiran orang yang betul-betul mencari kehendak Tuhan.Ia juga dapat mengubah

kehendak kita juga supaya lebih sesuai dengan kehendak Tuhan serta menguatkan

tenaga kita untuk melakukan kehendak Tuha itu.

GEREJA DAN ORANG-ORANG LAIN

Orang Kristen tidak mengambil keputusan-keputusannya sendirian.Ia adalah anggota

persekutuan.Ia didukung oleh kasih dan kesetiaan orang-orang Kristen yang lain.Ia

dibimbing oleh kebijaksanaan mereka.Ia dikuatka oleh doa mereka.Orang Kristen

juga memerlukan nasihat dan juga persahabatan dari orang-orang yang bukan

Kristen.Seringkali orang-oorang yang tidak seiman dengan kita mempunyai

pengetahuan yang tidak kita punya.Kadang-kadang mereka dapat membangkitkan

Page 20: Lap Bc Bku 1

kepekaan kita kepada kebutuhan dunia atau unsur dalam kehendak Tuhan yang

kurang kita perhatikan.

ALKITAB

Pengaruh Alkitab yang terpenting atas keputusan etis bukan bimbingan yang

diperoleh dari Alkitab waktu kita menghadapi masalah moral,melaunkan peranannya

dalamAlkitab berguna.Berita Alkitab yang pertama bukan petunjuk-petunjuk tentang

bagaimana kita harus hidup.Alkitab terutama ialah buku kesaksian tentang perbuatan

Allah demi manusia.

Dengan mempelajari bagaimana Allah bekerja dalm zaman-zaman Alkitab,kita

dibantu untuk mengerti bagaimana untuk mengerti bagaimana Ia bekerja masa

kini.Pandangan seorang Kristen tentang Kristus jugamempengaruhi tabiat

seseorang.Misalnya,seorang melihat Yesus sebagai oarang yang menamakan diri

dengan orang gelandangan,orang miskin dan orang hina.Alkitab sangat berperan dalm

membentuk iman,dan tabiat kita sehingga kita dibekali untuk mengambil keputusan

yang sesuai dengan kehendak Tuhan.Meskipun pembentukan tabiat dan iman

dipengaruhi oleh bahan dari seluruh Alkitab,namun dalm proses pengambilan

keputusan etis kita mencari bahan Alkitab yang menyangkut masalah yang kita

hadapi. Alkitab juga menolong kita mengerti situasi.Misalnya orang yang mengerti

Alkitab tidak heran apabila ia melihat kejahatan dalm dunia,ia dapat mengerti bahwa

perselisihan-perselisihan terjadi dalam kehidupan keluarga,dan keterangan suami itu

sangat bertentangan dengan keteranagn istrinya.

Page 21: Lap Bc Bku 1

TUGAS AGAMA

LAPORAN BACA BUKU

PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS

DAN FAKTOR-FAKTOR DI DALAMNYA”“

Nama :

KRISSAESHA NOVERA SUHIN

NIM :

10 2008 034

Kelompok :

A – 4

Page 22: Lap Bc Bku 1

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA

JAKARTA 2008