Lap Bc Bku 1

download Lap Bc Bku 1

of 22

  • date post

    20-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

description

download

Transcript of Lap Bc Bku 1

Judul buku:PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS DAN FAKTOR-FAKTOR DI DALAMNYAPengarang:MALCOLM BROWNLEE

Penerbit:PT BPK GUNUNG MULIA

Kota Penerbit:JAKARTA

Rangkuman:

BAB IARTI KEPUTUSAN ETISEtika didefinisikan sebagai penyelidikan tentang apa yang baik dan apa yang buruk dalam kelakuan manusia. Arti etika menyangkut pemikiran yang sistematis tentang kelakuan serta motivasi dan keadaan batin yang mendasarinya. Keputusan-keputusan etis selalu berdasar atas alasan-alasan yang dianggap berlaku untuk semua orang. Pengambilan keputusan etis menyangkut pilihan yang sukar. Tujuan pokok etika ialah membantu kita berpikir dengan lebih terang tentang keputusan-keputusan yang sukar.Ciri-ciri keputusan etis : Semua keputusan dalam contoh-contoh ini menyangkut pertimbangan tentang apa yang benar dan apa yang salah,apa yang baik dan apa yang buruk.Inilah perkara yang dipelajari dalam bidang etika.

Etika didefinisikan secara sederhana sebagai penyelidikan tentang apa yang baik atau benar atau luhur dan apa yang buruk atau salah atau jahat dalam kelakuan manusia. Etika bertalian dengan kelakuan orang-orang juga bagaimana seharusnya kelakuan orang-orang itu.Namun demikian tidak ada batas mutlak antara ilmu-ilmu sosial dan etika.Etika sering dianggap sama dengan sopan santun.

Pengambilan keputusan etis sering menyangkut pilihan yang sukar.Ada orang-orang yang berpendapat bahwa pilihan tentang perbuatan yang benar selalu mudah,asal kita sungguh-sungguh mau melakukan yang benar.

Keputusan-keputusan etis tidak mungkin dielakkan. Seringkali orang-orang Kristen berusaha untuk mengelakkan perkara yang ruwet karena semua pihak dalam perkara ikut bercampur,baik dan jahat.Keputusan untuk tidak bertindak adalah keputusan untuk tidak mengubah situasi.

Keputusan kita tidak hanya dipengaruhi oleh norma norma yang dipertimbangkan dan pengertian kita tentang situasi,tetapi juga oleh kepercayaan kita,tabiat dan lingkungan sosial kita.

Pelajaran etis dapat menentang praanggapan-praanggapan kita dan mengemukakan persoalan-persoalan yang belum kita pertimbangkan.Kadang-kadang kita mendengar orang mengatakan bahwa keputusan-keputusan moral itu relatif.Kata relatif mempunyai bermacam-macam arti.Kadang-kadang relatif berarti bahwa keputusan bukan pilihan antara baik dan buruk secara mutlak melainkan antara campuran-campuran baik dengan buruk.

BAB IITIGA JALAN DALAM ETIKA KRISTENPersamaan dalam etika Kristen Orang -orang Kristen sependapat bahwa Allah adalah pusat dari sumber semua yang baik. Allah adalah hakim yang terakhir yang memutuskan apa yang benar dan apa yang salah.

Semua etika Kristen berdasarkan Iman kepada Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus. Etika Kristen merupakan tanggapan kepada kasih karunia Allah yang menyelamatkan kita.

Kewajiban Yesus Kristus diakui oleh semua etika Kristen. Semua orang Kristen percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Kristus menyatakan kebaikan Allah dan juga menyatakan tanggapan manusia yang patut kepada Allah.

Kasih merupakan ciri dari oarng Kristen.Kewajiban manusia disimpulkan dalam hukum untuk mengasihi Allah dan sesama.Kasih juga memberi motivasi bagi perbuatan yang baik.

Orang-orang Kristen sependapat bahwa etika itu berkenaan baik dengan perbuatan-perbuatan lahiriahmaupun dengan hati manusia.Dalam tindakan kita memperhatikan tindakan-tindakan manusia dan motivasi untuk tindakan-tindakan itu.

Orang-orang Kristen sependapat bahwa Alkitab berwenang bagi perbuatan maupun iman.Alkitab merupakan sumber pokok untuk theologia dan etika Kristen.

Semua etika Kristen berkenaan dengan persekutuan orang-orang Kristen.Etika Kristen dikenal dengan konteks jemaat dan dilakukan dalam hubungan dengan orang-orang Kristen.

Etika Kristen berlaku untuk seluruh kehidupan manusia.Tidak ada bagian kehidupan yang tidak perlu dibimbing oleh Tuhan.Maka etika Kristen mencari kehendak Tuhan untuk setiap bagian kehidupan kita.Etika Kristen tidak terbatas kepada kehidupan pribadi tetapi juga menyangkut perkara-perkara budaya,ekonomi,dan politik.

ETIKA AKIBAT

Menurut etika akibat,kehidupan etis sama dengan proses membuat sesuatu.Kita memilih tujuan-tujuan atau kita diberi tujuan-tujuan oleh Allah.Kemudian kita mengerjakan hal-hal yang mendekatkan kita kepada tujuan itu.Dalm mengambil keputusan,kita perlu memperhatikan tujuan-tujuan dan akibat-akibat.Namun demikian,kita akan mengalami persoalan-persoalan besar jikalau kita hanya memperhatikan tujuan-tujuan dan akibat-akibat. Banyak faktor merintangi kepastian akanhasil usaha kita.Kita sering bertindak dengan maksud yang baik,tetapi akibat tindakan kita bukan yang kita maksudkan.ETIKA KEWAJIBAN

Menurut penganut etika kewajiban kehendak Tuhan dinyatakan dalam hukumNya,perintahNya,dan kaidahNya.Kita harus menaati perintah Allah yang tewujud dalam norma-norma yang diberikanNya kepada kita.Pertanyaan etis yang paling penting ialah norma-norma apa yang sesuai dengan perintah Allah sehingga kita harus menaatinya. Etika akibat mengutamakan akibat dan tujuan perbuatan kita,sedangkan etika kewajiban menganggap bahwa metode perbuatan kita juga penting.Tetapi menurut etika kewajiban ada tindakan-tindakan yang selalu salah walaupun akibatnya baik.Orang yang tulus dan jujur tidak membenarkan tindakan itu dalam keadaan apapun.Tindakan yang buruk tetap buruk biarpun akibatnya baik.ETIKA TANGGUNG JAWAB

Menurut penganut etika tanggung jawab,kehendak Tuhan dinyatakan terutama bukan dalam rencanaNya atau hukumNya,melainkan dalam perbuatanNya,pekerjaanNya,dan kegiatanNya. Menurut etika tanggung jawab dalam kehidupan etis manusia bukan sebagai pencipta atau warga negara,melainkan sebagai penjawab(orang yang menanggapi atau membei respon kepada peristiwa-peristiwa di sekitarnya).Seperti etika akibat dan etika kewajiban,etika tanggung jawab sangat befaedah sebagai berikut : Pendekatan kepada Alkitab dalam pandangan ini lebih memuaskan daripada dua pandangan yang ini lebih memuaskan daripada dua pandangan yang lain.Pekerjaan Allah untuk menyelamatkan manusia lebih pokok daripada tuntutan-tuntutanNya atau cita-citaNya.

Etika tanggung jawab lebih berfaedah daripada dua teori yang lain untuk membimbing pengambilan keputusan etis dalam masyarakat modern yang ruwet.

Kadang-kadang kebutuhan situasi begitun jelas sehingga kita tidak memerlukan peraturan untuk menanggapinya dengan tepat,namun seringkali situasi tidak begitu jelas.

BAB III1 KORINTUS 10: 23- 11:1 SEBAGAI POLA PERTIMBANGAN ETIS

Dalam 1 KORINTUS 10: 23- 11:1 membahas apakah orang Kristen boleh makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala. Contoh ini dipakai untuk menunjukkan pergumulan Paulus dengan masalah etis ini menunjukkan pola pertimbangan etis yang baik. Paulus mempertimbangkan macam-macam hal yang penting dalam pengmabilan keputusan etis.Dalam jemaat Kristen di Korintus ada dua golongan yang bertentangan mengenai masalah ini. Yang pertama, golongan antinomian yang berpendapat pertama bahwa segala hukum tidak berlaku lagi untuk orang Kristen, golongan ini berpendapat bahwa yang penting hanya hal-hal rohani saja, golongan ini merasa bahwa mereka mempunyai pengetahuan yang tidak dipunyai orang lain. Yang kedua adalah golongan legalis, mereka berpendapat bahwa hukum-hukum tradisional menentukan jalan bagi orang Kristen, menganggap bahwa orang Kristen tidak boleh berkompromi dengan dunia kafir, dan menganggap dirinya lebih baik dan lebih bijaksana daripada orang-orang lain.Lain dengan golongan antinomian dan legalis, Paulus berusaha menjaga ketertiban dan integritas kelakuan Kristen, dia juga berusaha menjaga kebebasan orang Kristen untuk bertindak dengan tanggung jawab dalam keadaan ruwet yang berubah-ubah.

Ada dua penghambat besar bagi kebebasan Kristen yaitu hukum dan penilaian orang lain. Pegangan lain yang perlu diperhatikan menurut Paulus adalah hati nurani. Situasi juga merupakan factor penting dalam pertimbangan etis. Theologia kita mempengaruhi etika kita mempengaruhi etika kita. Pegangan ini menyangkut dua prinsip yang pokok dalam pembicaraan Paulus ini, yaitu kebebasan kita dan keuntungan orang lain.Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan etis tersusun dalam lima pokok, yaitu Iman, tabiat, lingkungan social, norma-norma atau hukum moral, dan situasi.BAB IV

IMAN

Pengaruh utama bagi etika adalah iman kita. Kita akan melihat empat unsur iman. Pertama, iman sebagai kepercayaan dan kesetiaan kepada hal yang dianggap terpenting. Kedua, iman sebagai hubungan perorangan dengan Allah. Ketiga, iman sebagai pengikutsertaan dalam pekerjaan Allah. Keempat, iman sebagai pendirian tentang apa yang benar.Iman adalah kepercayaan dan kesetiaan; iman adalah tangggapan kepada panggilan perorangan dari Allah dan juga tanggapan kepada pekerjaan Allah dalam dunia; iman adalah pendirian kebenaran. Keempat unsure ini merupakan suatu kesatuan hidup. Setiap unsure memiliki pengaruh pada kelakuan. Kepercayaan dan kesetiaan kita menentukan prioritas dan arah pokok dalam kehidupan kita.Persekutuan dengan Allah menyangkut penyerahan diri dan pelayanan dalam dunia; pengabdian kita diutarakan dalam bentuk doa dan dalam perjuangan. Menanggapi pekerjaan Allah berarti bekerja sama dengan Dia. Keyakinan kita tentang kebenaran ajaran-ajaran tertentu menyebabkan kita membentuk kehidupan kita sesuai dengan ajaran itu. Pengaruh utama dalam etika kita memang iman kita.BAB VTABIATTabiat dapat didefinisikan sebagai susunan batin seseorang yang memberi arah dan ketertiban kepadakeinginan,kesukaan,dan perbuatan oarang itu.Susunsn itu dibentuk oleh interaksi antara diri orang denganlingkungan sosialnya dan Allah.

Ciri-ciri tabiat Kristen

Identitas orang Kristen baru diketahui-secara penuh waktu Kristus nanti datang kembali,namun identitasnya sedang diwujudkan dalam kehidupannya di