Lampung Post Edisi Sabtu, 08 oktober 2011

download Lampung Post Edisi Sabtu, 08 oktober 2011

of 24

  • date post

    22-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    502
  • download

    28

Embed Size (px)

description

lampungpost edisi 08 oktober 2011

Transcript of Lampung Post Edisi Sabtu, 08 oktober 2011

  • CMYK

    CMYK

    CMYK

    CMYK

    CMYK

    CMYK

    CMYK

    CMYK

    KURS

    JUMAT, 7 OKTOBER 2011SUMBER BI

    1 US$Rp8.968

    HARGA ECERAN : Rp3.000DINAMIKA MASYARAKAT LAMPUNGSABTU, 8 OKTOBER 2011 L NO. 12222 L TAHUN XXXVII

    Terbit Sejak 1974Sirkulasi: (0721) 788999Layanan Umum: (0721) 783693Iklan: (0721) 774111SMS: 0815 4098 5000Redaksi (0721) 773888SMS: 0812 7200 999www.lampungpostQcom

    BURASH. BAMBANG EKA WIJAYA

    Cyber Crime Baru,Korban Tak Sadar!

    O A S I S

    MASIH ingat Jenderal Naga Bonar? Pada zaman perjuangan itu, ia berhasil mengambil jam tangan perwira serdadu Belanda dalam perundingan tanpa disadari korban! ujar Umar. Pada zaman itu, keterampilan Naga Bonar tersebut mengagumkan karena dengan itu bisa mengalahkan orang Barat! Kini lebih dahsyat lagi, seorang Indonesia jadi buron FBI sebagai otak pencurian pulsa dalam hape orangjuga tanpa disadari korbannya!

    Gawatnya, akibat ulah orang itu, Cyber Crime Direktorat Reserse Polda Metro Jaya menemukan 1.800 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Sumut, yang beroperasi menyedot pulsa ke seantero negeri dari balik teralis! timpal Amir. Enam dari mereka, otak operasinya, telah dijadikan tersangka dalam kasus yang ditangani Polda Metro Jaya! (Kompas.com, 5-10)

    Kalau yang beroperasi sebanyak itu, bisa jutaan orang jadi korban! tegas Umar. Operasi itu, yang menjual kembali pulsa hasil curian di kawasan dekat korban, menjadikan kejahatan-nya berskala masif! Maka itu, mastermind-nya menjadi buron FBI, sedang wakgengnya diringkus Polda Metro!

    Ironisnya, seperti ditengarai pakar telematika Roy Suryo, modus cyber crime dari balik teralis itu justru dimainkan atas kerja sama operator dan content providerCP! (Vivanews, 7-10) sambut Amir. Karena itu, Komisi I DPR Senin (10-10) akan rapat dengan semua instansi terkait, semua operator, dan CP! Langkah ini diharap ampuh untuk mencegah pencurian pulsa oleh lembaga-bisnis legal, sedang pengusutan pelanggaran hukum dalam hal ini terus dilakukan polisi!

    Terlihat, cyber crime baru ini merugikan rakyat dari segala sisidigasak lewat bisnis legal maupun operasi residivis dari balik teralis! tukas Umar. Karena itu, usaha perlindung-an yang benar-benar efektif harus bisa diciptakan untuk menghentikan terus digasaknya pulsa dari hape rakyat! Tepatnya, harus dilakukan pengaturan ulang secara nasional sistem operasi seluler terkait dengan CP dan sistem transfer pulsasampai tak mungkin terjadi hape yang cuma terima SMS pulsanya bisa tersedot habis!

    Keberhasilan Polda Metro Jaya melacak hingga mene-mukan pusat pencurian pulsa seluler dalam LP Tanjung Gusta memberi harapan kejahatan ini bisa dihabisi! timpal Amir. Tapi usaha membasmi kejahatan itu bergantung kemampuan regulator menyiapkan sistem penangkalnya! Tanpa sistem penangkal yang tangguh, polisi bisa kewalahan menindak kejahatan yang beroperasi masif! ***

    CUCI tangan pakai sabun (CTPS) merupakan cara paling sederhana untuk menjaga kese-hatan. Meskipun de-mikian, ternyata baru 23% orang Indonesia mempraktekkan CTPS. Padahal, dampak dari CTPS sangat besar, terutama menurun-kan angka kematian bayi dan balita.

    Menurut Dirjen Pe-ngendalian Penyakit dan Penyehatan Ling-kungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, Jumat

    (7-10), CPTS dapat menurunkan kasus diare hingga 47%, infeksi saluran pernapasan akut, dan u burung hingga 50%, serta direko-mendasikan untuk pencegahan u H1N1.

    Tjandra mengingatkan agar masyarakat selalu mencuci ta-ngan pakai sabun sebelum makan, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, sehabis buang air besar (BAB), dan setelah menceboki. Menurut data Kajian Diare Ditjen PPPL, secara umum terjadi peningkatan perilaku CTPS dari 11% (tahun 2007) menjadi 23% (tahun 2010). Artinya, masih ada 77% orang Indonesia yang belum menerapkan CTPS. (U-1)

    Polisi lepas limatersangka sabu-sabu... HAL 22

    Edinson Cavani andalan gedor pertahanan Bolivia... HAL 17

    Ayu Ting Ting lebih suka bergaya K-Pop... HAL 16

    PNS di tiga DOB dari luar dae rah... HAL 4

    Baru 23% Cuci Tangan Pakai Sabun

    BANDAR LAMPUNG (Lampost): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung memutuskan tidak mengajukan banding ke Peng-adilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara, atas keputusan PTUN Bandar Lam-pung yang memenangkan gugatan PDIP Lampung atas keputusan KPU Mesuji yang mengukuhkan pasang-an Khamamik-Ismail Ishak.

    Semua berawal dari gugatan PDIP. Sekarang mereka (PDIP-Khamamik, red) islah. Jadi, silakan selesaikan sendiri. Kami tidak ada urusan dengan PTUN, kata anggota KPU Lampung Nanang Trenggono, Jumat (7-10).

    Menurut Nanang, KPU memilih berkonsentrasi menghadapi gugatan sejumlah pasangan atas hasil pilkada di Tulangbawang Barat, Mesuji, dan Pringsewu di Mahkamah Konsti-tusi (MK). KPU Lampung meminta pihak terkait agar tidak mendesak KPU Mesuji mengajukan banding.

    Nanang mengatakan tugas utama KPU selesai setelah reka-pitulasi suara dan pleno penetapan pemenang. Tugas selanjutnya mempertahankan seluruh kepu-tusan jika ada yang menggugat ke MK. Nanang mengaku banyak desakan agar KPU Mesuji ban-ding. Salah satunya datang dari beberapa kader PDIP di pusat.

    Dalam perkembangan lain, para kuasa hukum yang ditunjuk pasangan calon mulai meng-umpulkan bukti-bukti untuk diajukan ke MK. Materi gugatan tim kuasa hukum Ririn-Subhan di Pringsewu, misalnya, sebagian besar soal tahapan pilkada.

    Pengacara Ririn-Subhan, Bam-bang Hartono, mengatakan ber-bagai temuan antara lain tidak terdistribusinya seluruh formulir C6 atau undangan ke pemilih. Ke-mudian, rekapitulasi suara di TPS hingga kecamatan, gerakan mo-bilisasi massa pada masa te nang, politik uang, dan keterlibatan aparat pemerintah. (WAH/U-1)

    PILKADA MESUJI

    KPU Tidak Banding ke PT TUN

    Korban pencurian pulsa dan pen-debetan tagihan menimpa pelanggan prabayar dan pascabayar. Dari 10 operator tersebut, lima di antaranya memiliki pelanggan besar, yakni 6,7 juta (berdasarkan penjualan kartu perdana). Jika diasumsikan kerugian minimal Rp2.000/program/pelanggan/hari, total kerugian mencapai Rp13,4 miliar/hari. (Jumlah pelanggan lihat tabel).

    Nilai Rp2.000/program/pelanggan/hari didebet dari satu kali tarif pulsa oleh content provider (CP) selama satu hari. Namun, kenyataannya pelanggan bisa didebet lebih dari satu kali atau lebih dari Rp2.000. Menurut penelu-suran Lampung Post, dari 10 pelanggan operator seluler, semuanya atau hampir 100% merasa pernah menjadi korban pencurian pulsa atau pendebetan tanpa sepengetahuan konsumen.

    Namun, konsumen tidak melapor ke operator dan kepolisian dengan alasan tidak tahu dan tidak mau repot. Sedang-kan nilai Rp2.000 merupakan nilai mini-mal yang didebet CP dari setiap program yang ditawarkan kepada pelanggan.

    Menurut External Affair PT XL Yusuf Ridwan, pencurian pulsa diduga akibat ulah CP nakal. Ridwan mengakui banyak CP tidak lagi mematuhi aturan yang ditetapkan.

    Selain itu, pencurian pulsa akibat CP memiliki database pelanggan. Data inilah yang dimanfaatkan untuk men-curi pulsa melalui penawaran program. Pengelola content provider mendapat

    akses untuk mendebet langsung dari operator. Sedangkan yang tidak menda-pat akses bisa memanfaatkan teknologi informatika dan komputer, kata Yusuf Ridwan, Jumat (7-10).

    Di sisi lain, Coorporate Comunication PT Telkomsel Sumbagsel Agus Winarto mengatakan bila menerima tawaran program dari content provider tertentu, pelanggan bisa mengabaikan. Namun, jika telanjur dan dirugikan dapat menghubu-

    ngi 116 bagi kartu Simpati dan As. Sedangkan dari kartu Halo, pelang-

    gan dapat menghubungi nomor 111 atau datang langsung ke Grapari terdekat. Ba-nyak yang mengadu ke Grapari Telkom-sel, dan sudah ada content provider yang kerja samanya diputus, kata Agus.

    Turunkan IntelMakin maraknya aksi pencurian pulsa

    membuat Polda Lampung secara intensif menurunkan petugas ke lapangan. Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistya-ningsih kemarin mengatakan pihaknya menurunkan intelijen dan pihak yang berkompeten untuk mencari pelaku pencurian dan penggelapan ini.

    Kapolda sudah menginstruksikan penyelidikan. Tunggu saja hasilnya. Pe-rintah Kapolda tentang kasus pencurian ini masih dalam tahap pelaksanaan, kata Sulistyaningsih.

    Sambil menunggu penyelidikan, Polda Lampung masih menunggu laporan masyarakat karena hingga kemarin belum ada yang melapor. Kami mengimbau agar mengirimkan bukti-bukti penguat dan mengharapkan masyarakat membuat laporan, kata Kabid Humas.

    Dia merespons baik usulan tentang pembentukan tim khusus penanganan pencurian pulsa. Saya setuju dibentuk tim dan bekerja sama dengan pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan yang membidangi telekomunikasi, penyedia layanan, kepolisian, dan pihak terkait, kata dia. (WIN/MG6/U-1)

    Pencurian Pulsa Rp13,4 M/HariBANDAR LAMPUNG (Lampost): Potensi kerugian akibat pencurian pulsa mencapai Rp13,4 miliar per hari. Pelanggan 10 operator seluler yang beroperasi di Lampung hampir 100% pernah jadi korban pencurian pulsa.

    PENGHARGAAN DUNIA

    Tiga Wanita Raih Nobel PerdamaianOSLO (Lampost): Penghargaan Nobel Perdamaian 2011 dianugerahkan kepada tiga tokoh perempuan, yakni Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, aktivis perdamaian asal Liberia Leymah Gbowee, dan ak-tivis demokrasi Tawakkul Karman dari Yaman.

    Mereka dinilai berjuang tanpa kekerasan demi keamanan dan hak-hak perempuan. Ketiga perem-puan itu juga akan berbagi hadiah 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp13,6 miliar.

    Kita tidak bisa mencapai demokrasi dan perdamai-an yang kekal kecuali jika perempuan mendapat ke-sempatan yang sama dengan laki-laki dalam memba-ngun masyarakat, kata Ketua Komite Nobel Th orb joern Jagland di ibu kota Norwegia, Oslo, Jumat (7-10).

    Ellen Johnson Sirleaf (72) adalah ahli ekonomi lulusan John F. Kennedy School of Government di Harv