Lampiran road map 2015 - 2019

Click here to load reader

  • date post

    12-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Lampiran road map 2015 - 2019

  • ii

  • ii

    PENGANTAR

    Kebijakan penyelenggaraan Reformasi Birokrasi (RB) dengan jelasdituangkan dalam UU No. 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005-2025 danPerpres No. 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014. UU No. 17 Tahun2007 mengamanatkan bahwa Pembangunan Aparatur Negara dilakukanmelalui melalui Reformasi Birokrasi untuk meningkatkan profesionalismeAparatur Negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, dipusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilanpembangunan di bidang-bidang lainnya.

    Melanjutkan RPJPN 2005-2025 sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007, visi misi Kabinet Kerja Jokowi-JK yangtertuang dalam Program Nawacita, yaitu membuat pemerintah tidakabsen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif,demokratis dan terpercaya dengan memberikan prioritas pada upayamemulihkan kepercayaan publik pada institusi-institusi.

    Kementerian Pariwisata turut serta mendukung program ReformasiBirokrasi (RB) demi terwujudnya Pemerintahan yang Baik/ GoodGovernance dengan sasaran Reformasi Birokrasi Kementerian Pariwisata2015-2019, yaitu: Terwujudnya Kementerian Pariwisata yang bersih danbebas KKN, Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik diKementerian Pariwisata, Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerjabirokrasi di Kementerian Pariwisata dengan mendapatkan predikat WajarTanpa Pengecualian dari penilaian BPK.

    Permasalahan yang dihadapi Kementerian Pariwisata dalammengembangkan Program Reformasi Birokrasi, yaitu: Kualitas pelayananpublik, Akuntabilitas kinerja, Kapasitas SDM dan Tata kelola organisasiyang baik di lingkungan Kementerian Pariwisata sehingga perlu adanyapengembangan Program Manajemen Perubahan yang terdiri dari delapanarea perubahan untuk mendukung Program Pengembangan ReformasiBirokrasi di Kementerian Pariwisata.

    Kementerian Pariwisata telah menetapkan Keputusan Menteri PariwisataNo.KM.78/OT/001/MP/2015 tentang Pembentukan Tim PercepatanReformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Pariwisata dan KeputusanSekretaris Kementerian Pariwisata Nomor SK.509/OT.001/SESMEN/KEMPAR/2015 tentang Panitia Kecil Penyusunan Road Map ReformasiBirokrasi Kementerian Pariwisata, yang melibatkan seluruh unsur pimpinan,

  • iii

    staf dan unit kerja dengan tugas menyusun program dan kegiatanreformasi birokrasi yang dituangkan dalam dokumen usulan Road MapReformasi Birokrasi Kementerian Pariwisata 2015-2019 untukdisampaikan kepada Tim Reformasi Birokrasi Nasional.

    Dokumen Reformasi Birokrasi Kementerian Pariwisata terdiri atas berbagaiprogram dan kegiatan yang meliputi Quick Wins, bidang PeningkatanKualitas Pelayanan Publik, bidang Penguatan Peraturan Perundang-undangan, bidang Penguatan Tata Laksana, bidang PenguatanPengawasan, bidang Penguatan Kelembagaan, bidang Penguatan SistemManajemen SDM Aparatur, bidang Penguatan Akuntabilitas Kinerja, danbidang Manajemen Perubahan.

    Diharapkan dengan pelaksanaan program dan kegiatan Reformasi BirokrasiKementerian Pariwisata ini akan dapat lebih meningkatkan kinerjaKementerian Pariwisata, secara bertahap dapat mewujudkan KementerianPariwisata yang bersih, efektif, efisien, professional, transparan danakuntabel, serta mampu menyelenggarakan urusan pemerintahan secaratepat, cepat, akurat dan akuntabel demi terwujudnya pemerintahan yangbaik (Good Governance) yang merupakan salah satu tujuan dari programnawacita yaitu membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tatakelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya,sehingga hal ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalammendukung program pemerintah menuju keberhasilan pembangunannasional dan kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia.

    Jakarta, Desember 2015Menteri Pariwisata,

    Arief Yahya

  • iv

    RINGKASAN EKSEKUTIFSebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007tentang RPJPN 2005-2025 bahwa nilai penting dari terwujudnya ProgramReformasi Birokrasi adalah dengan diterapkannya prinsip-prinsip CleanGovernment dan Good Governance yang secara universal diyakini menjadiprinsip-prinsip yang diperlukan untuk memberikan pelayanan prima kepadamasyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, program utama yangdilakukan pemerintah adalah membangun aparatur negara melaluipenerapan Reformasi Birokrasi. Pada tahun 2011, seluruh kementerian danlembaga (K/L) serta pemerintah daerah (Pemda) ditargetkan telah memilikikomitmen dalam melaksanakan proses Reformasi Birokrasi. Pada tahun2014 secara bertahap dan berkelanjutan, K/L dan Pemda telahmengembangkan program Reformasi Birokrasi. Demikian pula denganKementerian Pariwisata yang telah mengalami perubahan organisasisebanyak 2 kali yaitu dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisatamenjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan saat ini menjadiKementerian Pariwisata, sejak Tahun 2010 secara bertahap telahmelaksanakan Reformasi Birokrasi.

    Road Map Reformasi Birokrasi (RMRB) bertujuan untuk memberikan arahpelaksanaan reformasi birokrasi di kementerian/lembaga (K/L) danpemerintah daerah (Pemda) agar berjalan secara efektif, efisien, terukur,konsisten, terintegrasi, melembaga dan berkelanjutan. Visi reformasibirokrasi adalah Terwujudnya Pemerintahan Kelas Dunia. Visitersebut menjadi acuan dalam mewujudkan pemerintahan kelas dunia,yaitu pemerintahan yang professional dan berintegrasi tinggi yang mampumenyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemenpemerintahan yang demokratis agar mampu menghadapi tantangan padaabad ke-21 melalui tata pemerintahan yang baik pada tahun 2025.Sedangkan misi reformasi birokrasi adalah menyempurnakan peraturanperundang-undangan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahanyang baik, melakukan penataan dan penguatan organisasi,tata laksana,manajemen SDM, pengawasan, akuntabilitas, kualitas pelayanan publik,mindset dan cultureset, pengembangan mekanisme control yang efektif,dan pengelolaan sengketa administrative secara efektif dan efisien.

    Reformasi birokrasi bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintahyang professional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerjatinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera,berdedikasi dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur

  • v

    Negara. Adapun area perubahan yang menjadi tujuan reformasi birokrasimeliputi seluruh aspek manajemen pemerintahan yang terdiri dari:organisasi, tatalaksana, peraturan perundang-undangan, sumber dayamanusia aparatur, pengawasan, akuntabilitas, pelayanan publik, pola pikir(mindset) dan budaya kerja (cultureset). Sasaran Reformasi BirokrasiKementerian Pariwisata adalah terwujudnya pemerintahan yang bersih,dan bebas dari KKN, meningkatnya kualitas pelayanan publik kepadamasyarakat, dan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.Permasalahan yang dihadapi Kementerian Pariwisata saat ini adalah:kualitas pelayanan publik, akuntabilitas kinerja, kapasitas SDM, dan tatalaksana, sedangkan permasalahan dalam akuntabilitas kinerja adalahpenilaian BPK terhadap laporan keuangan Kementerian Pariwisatamendapat penilaian disclaimer.

    Upaya untuk memposisikan Kementerian Pariwisata menuju Pemerintahanyang baik/Good Governance adalah dengan pelaksanaan ProgramReformasi Birokrasi yang terdiri dari: manajemen perubahan, penguatanpengawasan, penguatan peraturan perundang-undangan, penguatan tatalaksana, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik,penguatan sistem manajemen SDM Aparatur Sipil Negara (ASN),penguatan akuntabilitas kinerja, dan Monitoring, evaluasi, dan pelaporan,sehingga terwujudnya tata kelola Kementerian Pariwisata yang efektif,efisien dan akuntabel dalam mendukung program pembangunanpemerintah.

  • vi

    DAFTAR ISIHalaman

    Kata Pengantar ............................................................................................ iiRingkasan Eksekutif..................................................................................... ivDaftar Isi ....................................................................................................... viDaftar Tabel ................................................................................................. viiDaftar Gambar.............................................................................................. viiiDaftar Lampiran ........................................................................................... ix

    BAB I PENDAHULUAN .......... 1A. Latar Belakang...............................................................................B. Pencapaian Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

    Kementerian Pariwisata 2010-2014............................................ 7C. Kondisi Yang Diinginkan............................................................... 15

    BAB II SASARAN DAN STRATEGI REFORMASI BIROKRASIKEMENTERIAN PARIWISATA 2015-2019 .............................. 19

    A. Nawacita......................................................................................... 19B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah

    Nasional (RPJMN) 2015 - 2019................................................... 20

    BAB III PERMASALAHAN REFORMASI BIROKRASIKEMENTERIAN PARIWISATA................................................... 30

    BAB IV RENCANA AKSI PERUBAHAN: PROGRAM DAN KEGIATANREFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PARIWISATA2015-2019........................................................................ 32

    A. Manajemen Perubahan................................................................. 33B. Penguatan Pengawasan............................................................... 38C. Penguatan Peraturan Perundang-undangan............................. 52D. Penguatan Tata Laksana.............................................................. 59E. Penguatan Kelembagaan............................................................. 68F. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik...................................... 72G. Penguatan Sistem Manajemen SDM ASN.................................. 80H. Penguatan Akuntabilitas Kinerja................................................. 109I. Quick Wins...................................................................................... 112

    BAB V PENUTUP........................................................................... 128

    LAMPIRAN

  • vii

    DAFTAR TabelAMPIR

    Halaman

    Tabel 1. Jumlah Peraturan Perundang-undanganKemenpar 2009 s.d 2014.............................................. 9

    Tabel 2. Data Aplikasi (E-government) KementerianPariwisata 2010-2014................................................... 11

    Tabel 3. Isu Strategis dan Agenda Prioritas ReformasiBirokrasi...................................................................... 23

    Tabel 4. Hasil yang diharapkan, Indikator dan KegiatanReformasi Birokrasi Kementerian Pariwisata 2015-2019 26

    Tabel 5. Permasalahan Pelaksanaan RB Kemenpar...................... 30

    Tabel 6. Program Quick Wins Reformasi Birokrasi KementerianPariwisata 2015-2019................................................... 32

    Tabel 7. Rencana Aksi Bidang Manajemen Perubahan.................. 34

    Tabel 8. Rencana Aksi Bidang Penguatan Pengawasan................ 40

    Tabel 9. Rencana Aksi Bidang Penguatan PeraturanPerundang-undangan................................................... 52

    Tabel 10. Rencana Aksi Bidang Penguatan Tata Laksana............... 60

    Tabel 11. Rencana Aksi Bidang Penguatan Kelembagaan............... 69

    Tabel 12. Rencana Aksi Bidang Peningkatan Kualitas PelayananPublik.......................................................................... 73

    Tabel 13. Rencana Aksi Bidang Penguatan Sistem SDMAparatur Sipil Negara................................................... 81

    Tabel 14. Rencana Aksi Bidang Penguatan Akuntabilitas................ 110

    Tabel 15. Rencana Aksi Program Quick Wins Bidang PenguatanTata Laksana............................................................... 113

    Tabel 16. Rencana Aksi Program Quick Wins Bidang PeningkatanKualitas Pelayanan Publik.............................................. 118

  • viii

    DAFTAR GAMBARDAFTAR DAFAR LAMPIR

    Halaman

    Gambar 1. Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata........................ 7

    Gambar 2. Strategi Pembangunan Nasional 2015-2019........................ 15

    Gambar 3. Tujuan Jangka Panjang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi 16

    Gambar 4. Perbandingan Sasaran RB...................................................... 25

    Gambar 5. Performansi dan Target Kementerian Pariwisatasampai dengan Tahun 2019................................................... 26

    Gambar 6. Permasalahan Utama RB Kemenpar..................................... 31

    DAFTAR LAMPIRANDAFTAR DAF

  • ix

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Lampiran 1. SK Menteri tentang Tim Percepatan Reformasi BirokrasiKementerian Pariwisata

    Lampiran 2. SK Sekretaris Kementerian Pariwisata tentang PanitiaKecil Penyusun Road Map RB Kemenpar 2015-2019

  • 1

    BABI PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang GrandDesign Reformasi Birokrasi dan Peraturan Menteri NegaraPendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11tahun 2015 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi 2015-2019ditegaskan bahwa seluruh instansi pusat maupun daerah harusmelaksanakan reformasi birokrasi di lingkungan instansinya sertasecara bertahap mencapai peningkatan kinerja sesuai denganindikator keberhasilan yang telah ditetapkan sampai dengan akhirtahun periode (5 tahunan).

    Salah satu tonggak penting yang menandai mulai berprosesnyaKementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakanreformasi birokrasi adalah adanya road map reformasi birokrasi yangmana road map sebagai salah satu bagian penting dari dokumenusulan yang disampaikan kepada Kementerian PendayagunaanAparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB).

    Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang merupakan salah satuinstansi pemerintah yang mendapat mandat di bidang pariwisata jugaberkomitmen untuk melaksanakan reformasi birokrasi yang salahsatunya melaksanakan penyusunan roadmap reformasi birokrasidengan berpedoman pada RPJMN dan pedoman reformasi yangditerbitkan oleh Kementerian PAN dan RB.

    Roadmap Kemenpar adalah rencana kerja rinci dan berkelanjutanyang menggambarkan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkunganKemenpar yang meliputi 8 program area perubahan (manajemenperubahan, pelayanan publik, sistem manajemen SDM ASN,penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, penguatan tatalaksana, penguatan kelembagaan, dan penguatan peraturanperundang-undangan), sampai dengan tahun akhir periode. Roadmapjuga menjelaskan informasi penting lain yang mencakup:penanggungjawab, pelaksana, dukungan yang diperlukan, anggaranyang diperlukan serta target atau indikator pencapaiannya. Jadi,Roadmap reformasi birokrasi akan menjadi alat bantu untuk mencapaitujuan penyelesaian kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan reformasibirokrasi.

  • 2

    Dengan mengacu pada grand design RB 2010-2025, penyusunan roadmap dilaksanakan secara bertahap yaitu setiap periode lima tahun.Roadmap Tahap I Kemenpar (2010-2014) telah dilaksanakan danhasilnya akan menjadi dasar bagi pelaksanaan reformasi birokrasipada tahapan selanjutnya (2015-2019). Oleh karena itu, pelaksanaanreformasi birokrasi Tahap II Kemenpar 2015-2019 merupakanpenguatan dari pelaksanaan reformasi birokrasi tahapan sebelumnya.Selain itu, pelaksanaan RB Tahap II juga didasarkan pada kondisi yangada saat ini serta tugas dan fungsi Kemenpar.

    Berikut kondisi Reformasi birokrasi di lingkungan Kemenpar saat ini,yaitu:

    1. Manajemen PerubahanTerkait dengan manajemen perubahan, kondisi objektif yangdihadapi di lingkungan Kementerian Pariwisata, antara lain:1) nilai-nilai individu (tercermin dalam sikap, perilaku, etika,

    motivasi, komitmen, inovasi dan kreatifitas) pada sebagianaparatur Kementerian Pariwisata masih ditandai dengan sikapyang apatis terhadap lingkungan kerja, kurang terbukaterhadap kritik, kurang peduli terhadap perkembangan yangterjadi di sekitarnya, kurang menunjukan sikap empatiterhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, kurangprofesional dalam melaksanakan tugas, kurang semangatuntuk belajar dan mengembangkan diri, dan kurang komitmenterhadap tujuan organisasi;

    2) nilai-nilai kepemimpinan (tercermin dalam gaya kepemimpinan,pemahaman visi dan misi, kemampuan manajerial, kemampuankomunikasi dan komitmen) pada sebagian aparaturKementerian Pariwisata masih ditandai dengan kurangoptimalnya kemampuan kepemimpinan, kurang transparandalam pengambilan keputusan, lemah dalam melakukankoordinasi/komunikasi dengan relasi/bawahan;

    3) secara umum pola pikir (mind-set) dan budaya kerja (culture-set) di lingkungan Kementerian Pariwisata masih belumsepenuhnya mendukung birokrasi yang efisien, efektif danproduktif, dan profesional; dan

    4) adanya pandangan/persepsi negatif masyarakat terhadapbirokrasi termasuk Kemenpar.

    2. Peraturan Perundang-undangan

  • 3

    1) masih ada pertentangan antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lainnya, baik yang sederajatmaupun antara peraturan yang lebih tinggi dengan peraturandi bawahnya atau antara peraturan pusat dengan peraturandaerah;

    2) peraturan perundang-undangan yang belum disesuaikandengan dinamika perubahan penyelenggaraan pemerintahandan tuntutan masyarakat;

    3) proses dan mekanisme pengusulan/penyampaian rancanganperaturan perundang-undangan masih belum memadai;

    4) koordinasi diantara unit kerja/instansi yang terkait denganpenyusunan peraturan perundang-undangan relatif masihlemah;

    5) beban penyusunan peraturan perundang-undangan belumdidukung dengan kualitas dan kuantitas SDM yang memadai;dan

    6) penyusunan peraturan perundang-undangan, khususnya yangbersifat peraturan pelaksanaan masih belum optimal.

    3. Penataan dan Penguatan OrganisasiDengan adanya pergantian presiden Jokowi-JK, nomenklaturKementerian Pariwisata mengalami perubahan, dari KementerianPariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi Kementerian Pariwisata.Selain berubah dalam nomenklatur, Kemenpar juga mengalamiperubahan dalam klasifikasi kluster dari semula termasuk kluster 2menjadi kluster 3, sehingga terdapat perubahan dalam fungsi dannama unit kerja didalamnya yaitu yang awalnya Direktorat menjadikedeputian. Gambaran kondisi saat ini bidang penataan danpenguatan organisasi Kementerian Pariwisata, antara lain:1) Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata diatur dalam

    Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2015 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Kemenpar, memiliki 5 unit kerjaeselon I, yang terdiri dari 1 (satu) Sekretariat Kementerian,dan 4 (empat) Deputi, dengan jumlah unit kerja eselon IIsebanyak 28, unit kerja eselon III sebanyak 100 dan unit kerjaeselon IV sebanyak 215;

    2) Sekretariat Kementerian didukung oleh 3 Biro. Deputimerupakan unit teknis yang membidangi PengembanganDestinasi dan Industri Pariwisata, Pengembangan PemasaranPariwisata Mancanegara, Pengembangan Pemasaran PariwisataNusantara, dan Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan.

  • 4

    Unsur Pengawasan dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh 1Inspektorat yang langsung berada di bawah Menteri.

    3) Guna menunjang pelaksanaan tugas, Badan PengembanganSumber Daya Parekraf yang saat ini menjadi DeputiPengembangan Kelembagaan Kepariwisataan dibentuk UnitPelaksana Teknis (UPT) yang terdiri dari 4 UPT yaitu SekolahTinggi Pariwisata (STP) Bandung dan Bali, Politeknik Makassardan Akademi Pariwisata (AKPAR) Medan.

    4. Penataan Tata LaksanaKegiatan penataan tata laksana yang telah dilaksanakan saat ini,antara lain:1) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tingkat unit

    eselon I sebanyak 842 dari 1700 SOP yang harus disusun;2) Pelaksanaan Layanan Pengadaan secara elektronik

    (e-procurement);3) Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG);4) Sistem Informasi Center Technologi (ICT) Pariwisata;5) Sistem lain yang mendukung seluruh kegiatan pada Kemenpar.

    Pada saat ini seluruh sistem tersebut telah berjalan dengan baik,namun pengembangan dan perbaikan secara intensif masih perludilaksanakan guna mencapai sistem manajemen yang lebih baik dimasa depan.

    5. Penataan Sistem SDM Aparatur1) Jumlah seluruh pegawai Kemenpar sebanyak 1.891 orang,

    dengan rincian: 1.174 orang pegawai pusat dan 717 orangpegawai UPT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 352 orangmenduduki jabatan struktural, dengan rincian: Eselon Isebanyak 9 orang, Eselon II sebanyak 28 orang, Eselon IIIsebanyak 100 orang, dan Eselon IV sebanyak 215 orang;

    2) Jumlah pejabat fungsional di lingkungan Kemenpar sebanyak1.539 orang, dengan rincian per unit kerja eselon I sebagaiberikut: Sekretariat Kementerian sebanyak 121 orang,Inspektorat Kementerian sebanyak 40 orang, Deputi BidangPengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata sebanyak 115orang, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran PariwisataMancanegara sebanyak 161 orang, Deputi BidangPengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara sebanyak166 orang, Deputi Bidang Pengembangan KelembagaanKepariwisataan sebanyak 936 orang.

  • 5

    6. Pengawasan1) Laporan hasil audit oleh BPK atas kualitas pertanggungjawaban

    pengelolaan keuangan menunjukkan bahwa SPI di Kemenparmasih memiliki kelemahan dan cenderung menurun, yangsemula wajar dengan pengecualian (WDP) tahun 2010-2012turun menjadi disclaimer pada tahun 2013 dan 2014;

    2) APIP belum dapat berperan sebagai quality assurance danconsulting, karena masih terpaku pada paradigma lama yaitusebagai watchdog.

    7. Akuntabilitas Kinerja1) Penyusunan dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

    dilaksanakan sebelum menyusun dokumen penganggaran.2) Tujuan dan sasaran dalam dokumen RKT dan dokumen Tapja

    (Penetapan Kinerja) belum mengacu pada tujuan dan sasarandokumen Renstra. Kedua dokumen ini juga belum seluruhnyadilengkapi dengan indikator kinerja yang relevan dan terukur.

    3) IKU dan pengukuran kinerja belum dimanfaatkan secaraoptimal untuk pengendalian dan pemantauan kinerja.

    4) LAKIP belum menyajikan informasi kinerja secara memadaimelalui evaluasi dan analisis serta pembandingan denganrealisasi kinerja tahun sebelumnya.

    5) Evaluasi atas LAKIP unit kerja serta penilaian atas kinerja unitkerja belum dilaksanakan secara optimal. Penilaian atas kinerjaunit kerja belum memfokuskan pada manajemen kinerja.

    8. Peningkatan Kualitas Pelayanan PublikSaat ini pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh Kemenparmasih belum optimal dan berdasarkan hasil penilaian RB Tahun2014, Kemenpar mendapat nilai rata-rata 3,7, belum mencapai nilaisesuai dengan target nilai Kementerian yaitu rata-rata nilai 4.

    Selanjutnya, gambaran secara umum tugas dan fungsi KementerianPariwisata sebagai berikut:Nomenklatur organisasi Kementerian Pariwisata telah mengalami duakali perubahan, yaitu dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata(tahun 2009-2012) menjadi Kementerian Pariwisata dan EkonomiKreatif (Kemenparekraf) tahun 2012-2014, dan sejak pergantianKabinet Jokowi-JK, pada November 2014 nomenklatur Kemenparekrafdiubah menjadi Kementerian Pariwisata.

    Sesuai Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang OrganisasiKementerian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2015

  • 6

    tentang Kementerian Pariwisata, Kemenpar mempunyai tugasmenyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepariwisataanuntuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahanNegara. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, menyelenggarakan fungsi:1. Perumusan dan penetapan kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi

    pelaksanaan kebijakan, serta pelaksanaan bimbingan teknis dansupervisi atas pelaksanaan urusan pemerintahan di bidangpengembangan destinasi dan industri pariwisata, pengembanganpemasaran pariwisata mancanegara, pengembangan pemasaranpariwisata nusantara, dan pengembangan kelembagaankepariwisataan;

    2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pembangunan dan perintisandaya tarik wisata dalam rangka pertumbuhan destinasi pariwisatanasional dan pengembangan daerah serta peningkatan kualitasdan daya saing pariwisata.

    3. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkunganKementerian Pariwisata;

    4. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjaditanggung jawab Kementerian Pariwisata; dan

    5. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan KementerianPariwisata.

    Struktur Organisasi Kemenpar terdiri dari 4 Staf Ahli Menteri, 1Sekretariat Kementerian, 4 Deputi, dan 1 Inspektur. SekretarisKementerian membawahi 3 unit Eselon II, masing-masing Deputimembawahi 6 unit Eselon II dan khusus Deputi BidangPengembangan Kelembagaan Kepariwisataan membawahi 4 UnitPelaksana Teknis (Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, STP Bali,Politeknik Makassar, dan Akademi Pariwisata (AKPAR) Medan).Bagan/struktur organisasi secara lengkap sebagaimana gambar 1.

  • 7

    Gambar 1. Struktur Organisasi Kementerian Pariwisata

    Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di atas, Kementerian Pariwisatamemiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional,yaitu sebagai regulator dan pemberi kebijakan bidang kepariwisataan.Peran Kementerian pariwisata ini telah terbukti dengan kontribusisektor pariwisata (tahun 2014) terhadap PDB Nasional sebesar 4%,penyumbang devisa sebesar 120 Triliun, serta sebagai penyediatenaga kerja bidang pariwisata sejumlah 8,7 juta.

    B. Pencapaian Reformasi Birokrasi Kementerian Pariwisata2010-2014

    Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Tahap I telah dilaksanakan padaperiode 2010-2014 dan dikarenakan seringnya perubahan nomenklaturKementerian, maka RB Tahap I dilaksanakan dengan Tim KelompokKerja (POKJA) yang berbeda-beda, yaitu Departemen Budpar 2010-2012, Kemenparekraf (2012-November 2014), dan Kemenpar(November 2014-sekarang).

    Dari hasil Penilaian RB tahun 2012, Kemenpar mendapatkantunjangan kinerja pegawai sebesar 47% yang terealisasi sejakpertengahan tahun 2013.

  • 8

    Gambaran secara umum pencapaian pelaksanaan Reformasi BirokasiKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (saat ini KementerianPariwisata) selama satu periode (2010-2014), yang sekaligusmerupakan hal-hal yang harus dipertahankan serta akan terusdievaluasi, adalah sebagai berikut:1. Manajemen Perubahan

    1) terbentuknya Tim Percepatan RB Kemenparekraf denganKepmen No. KM.43/OT.001/MPEK/2012 sebagaimana telahdiubah dengan Keputusan Menteri Pariwisata dan EkonomiKreatif No.KM.23/OT.001/MKP/2013, dan diubah kembalidengan Keputusan Menteri Pariwisata No.58/OT.001/MPEK/2014;

    2) terbentuknya Tim Program Management Office (PMO)Manajemen Perubahan pada tingkat Kementerian dengan SKMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No:SK.93/OT.001/SEKJEN/KPEK/2013;

    3) tersusunnya Program Manajemen Perubahan Kementerian;4) tersusunnya materi Reformasi Birokrasi Kementerian

    Pariwisata oleh tim RB Kemenpar;5) sosialisasi Pengisian LHKPN kepada pejabat di lingkungan

    Kemenpar, Narasumber Pejabat KPK;6) sosialisasi tentang larangan gratifikasi dan Pendidikan Budaya

    Anti Korupsi (PBAK) ke seluruh jajaran pejabat di lingkunganKementerian Pariwisata dengan narasumber dari KPK;

    7) sosialisasi Pengawasan Internal Akuntansi Pemerintah keseluruh jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Pariwisata;

    8) tersusunnya Draft Laporan Reformasi Birokrasi kepadaKementerian PAN dan RB 2010-2014;

    9) dibentuknya PPID/Pejabat Pengelola Informasi danDokumentasi di Lingkungan Kementerian Pariwisata;

    10) sosialisasi penggunaan absensi elektronik kepada seluruhpegawai di lingkungan Kemenpar.

    2. Penataan Peraturan Perundang-undanganCapaian hasil pelaksanaan RB 2010-2014 bidang peraturanperundang-undangan sebagai berikut:1) Pelaksanaan dan evaluasi sistem pengendalian penyusunan

    peraturan perundang-undangan untuk mengatasi adanyaperaturan yang tumpang tindih;

    2) Untuk mengantisipasi perbedaan dalam penyusunanPeraturan, telah disusun Peraturan Menteri Parekraf NomorPM.01/HK.201/MPEK/2013 tentang tata cara pembentukanPeraturan perundang-undangan di lingkungan Kemenparekraf;

  • 9

    3) Pemetaan dan inventarisasi keputusan/peraturan menteriyang tidak selaras dengan peraturan perundang-undangansebanyak 15 keputusan/peraturan dan telah direvisi sebanyak13;

    4) koordinasi diantara unit kerja/instansi yang terkait denganpenyusunan peraturan perundang-undangan relatif sudahmeningkat (rapat koordinasi setiap tahun);

    5) Kementerian Pariwisata telah menyusun peraturanperundang-undangan di bidang Pariwisata dari tahun 2009sampai dengan tahun 2014, termasuk menyusun databaseperaturan perundang-undangan di bidang pariwisata yangdapat diakses secara online di www.kemenpar.go.id.Inventarisasi peraturan perundang-undangan yang telahditetapkan di Kementerian Pariwisata sebagaimana tabel dibawah ini.

    Tabel 1. Jumlah Peraturan Perundang-undanganKemenpar 2009 s.d 2014

    No Tahun Peraturan Keputusan

    1 2009 1 1

    2 2010 29 0

    3 2011 4 4

    4 2012 18 4

    5 2013 8 1

    6 2014 38 35

    3. Penataan dan Penguatan OrganisasiBerikut beberapa pencapaian dalam penataan dan penguatanorganisasi Kementerian Pariwisata sejak tahun 2010 sampaidengan tahun 2014, yaitu dengan ditetapkannya beberapaPeraturan/Keputusan Menteri, serta pembentukan dan penataanunit-unit organisasi sebagai berikut:1) Penetapan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata

    Nomor PM.27/HK.001/MKP/2011 tentang Organisasi dan TataKerja Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata;

    2) Penetapan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi KreatifNomor PM.07/HK.001/MPEK/2012 Tanggal 27 Januari 2012

    http://www.kemenpar.go.id

  • 10

    tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisatadan Ekonomi Kreatif;

    3) Penetapan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2015tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata;

    4) Penguatan UPT, yaitu perubahan Akpar Makassar menjadiPoliteknik;

    5) Telah dilakukan review struktur organisasi DitjenPengembangan Destinasi Pariwisata;

    6) Evaluasi jenjang organisasi Kemenpar yang menghasilkananalisa, pemetaan dan pengembangan TI (e-office atau e-gov).

    4. Penataan Tata LaksanaPenataan tatalaksana (business process) pada unit kerja dilingkungan Kemenpar dilakukan dengan tujuan untukmeningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, danprosedur kerja yang jelas, efektif, efisien dan terukur padamasing-masing unit kerja yang berada di lingkungan Kemenpar.Penataan tata laksana dilaksanakan melalui serangkaian prosesanalisis dan perbaikan tatalaksana berupa penyusunan StandarOperasional Prosedur (SOP) dan penggunaan e-governmentdalam setiap aktivitas unit kerja.1) Standar Operasional Prosedur (SOP)

    Kementerian Pariwisata telah menyusun SOP dan peta prosesbisnis di masing-masing unit eselon I. Jumlah SOP seluruhnyasebanyak 1.700, namun baru tersusun sebanyak 824. SOPtersebut merupakan SOP prioritas yang terkait dengan tugasdan fungsi serta pelayanan publik. Jumlah peta bisnis prosessebanyak 28, terdiri dari Direktorat Pengembangan DestinasiPariwisata sebanyak 17, STP Bandung sebanyak 7, danPusdiklat pegawai sebanyak 4.

    2) E-governmentSelamaini birokrasi cenderung dianggap tidak bisamenciptakan efisiensi dan efektifitas kerja, sehingga birokrasisering dituduh menjadi penghambat untuk mencapai tujuanpemerintahan. Untuk itu, Kementerian Pariwisata terusmelakukan pengembangan e-government internal yaitupenerapan Teknologi Informasi Komputer, merupakan bentukpemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung aktivitasdalam rangka mendukung proses birokrasi (intranet, sistemperencanaan dan penganggaran, sistem data base SDM, dllserta eksternal yaitu website penyediaan informasi kepadamasyarakat, sistem pengaduan, dll.

  • 11

    Berikut beberapa pemanfaatan IT dalam pelaksanaan tugasKemenpar:

    Tabel 2. Data Aplikasi (E-government) KementerianPariwisata dan Ekonomi Kreatif 2010-2014

    No Unit Kerja Aplikasi

    1 Pusdatin

    www.Parekraf.go.id saat iniwww.kemenpar.go.idWebmail.parekraf.go.id

    Intranet.parekraf

    Sistem Informasi GeospasialLayanan Pengadaan Sistem elektronik(LPSE) (e-procurement)

    2 Ditjen Pemasaran

    www.Indonesia.Travel

    News Traking

    Intranet Sarana Promosi

    Dokumen Arsip

    3 Ditjen Destinasi

    Monitoring investasi Par

    Diving indonesia.net

    DMO

    Aplikasi SKP

    PNPM Mandiri

    4 Ditjen EKMDI www.indonesiakreatif.net

    5 Ditjen EKSBAplikasi tata Persuratan

    Aplikasi Perfilman

    6 Puskompub

    Aplikasi Parekraf.net

    Aplikasi Persuratan

    Aplikasi PPID

    7 Ro Umum

    Aplikasi Simak BMN

    Aplikasi Absensi

    Aplikasi Penggajian

    Aplikasi Barang Persediaan

    Aplikasi persuratan e-office

    8 Ro Hukum & Kepeg

    Aplikasi Kepegawaian (SIMPEG)

    Aplikasi Sistem Arsip Pegawai Elektronik

    Aplikasi JDIH

    9 Ro Perenc & Ortala Aplikasi E-Performance

    10 Ro Keuangan Aplikasi SPM

  • 12

    No Unit Kerja

    Aplikasi

    Aplikasi PPSPM

    Aplikasi SAKPA

    Aplikasi SAKPAW

    Aplikasi SAPA

    Aplikasi APS

    11 ItjenSistem eaudit

    Sistem Pengawasan

    12 STP Bandung

    www.stp-bandung.ac.id

    intranet STP Bandung

    Aplikasi Penerimaan Mahasiswa BaruAplikasi Monitoring RegistrasiMahasiswaAplikasi Self Access Nilai MahasiswaAplikasi Penilaian terhadap dosen danprogram studiAplikasi Penggajian

    Aplikasi Barang Persediaan

    Aplikasi Pembayaran Tunjangan Kinerja

    Aplikasi Absensi

    Aplikasi Simak BMN/SAI

    Aplikasi Abacus

    Aplikasi Galilleo

    Aplikasi Fidelio

    13 STP Bali

    www.stpbali.ac.id

    Aplikasi Self Access Nilai Mahasiswa

    Aplikasi E-Book

    Aplikasi E-Journal

    Aplikasi Penerimaan Mahasiswa Baru

    Aplikasi SIAMIK

    Aplikasi Absensi

    Aplikasi Profil Dosen

    Aplikasi Abacus

    Aplikasi GalilleoAplikasi Fidelio

    14 Akpar Medanwww.akparmedan.ac.id

    Aplikasi Absensi

  • 13

    No Unit Kerja

    Aplikasi

    Aplikasi Simak BMN/SAI

    Aplikasi Persediaan

    Aplikasi Abacus

    Aplikasi Galilleo

    Aplikasi Fidelio

    15 Akpar Makassar

    www.akparmakassar.ac.id

    Aplikasi Penerimaan Mahasiswa Baru

    Aplikasi Akademik

    Aplikasi Kemahasiswaan

    Aplikasi Portal Dosen

    Aplikasi Manajemen Aset

    Aplikasi SIMAK BMN /SAI

    Aplikasi Barang Persediaan

    Aplikasi SAKPA

    Aplikasi Abacus

    Aplikasi Galilleo

    Aplikasi Fidelio

    5. Penataan Sistem Manajemen SDM AparaturKondisi dan pencapaian Kemenpar dalam Penataan SistemManajemen Sumber Daya Manusia Aparatur mencakup kegiatan:1) penataan sistem rekrutmen pegawai melalui sistem Computer

    Assisted Test (CAT);2) analisis jabatan;3) Analisis beban kerja;4) evaluasi jabatan dan peta jabatan;5) kelas jabatan dengan SK Menparekraf No. KM.69/ KP.403/

    MPEK/20136) penyusunan standar kompetensi jabatan;7) asesmen individu berdasarkan kompetensi namun belum

    seluruhnya;8) penerapan sistem penilaian kinerja individu (SKP);9) pembangunan/pengembangan database pegawai;10) pengembangan pendidikan dan pelatihan pegawai berbasis

    kompetensi;11) penyusunan metode efektivitas pelaksanaan diklat manajerial;12) penerapan absensi elektronik (sebagai dasar sementara

    pemberian tukin).

    http://www.akparmakassar.ac.id/

  • 14

    6. Penataan PengawasanDalam bidang pengawasan, Kemenpar telah melaksanakanbeberapa hal diantaranya:1) Telah dibuat rancangan Permen tentang pengendalian

    gratifikasi, pedoman pengelolaan pengaduan masyarakat,tata cara pengelolaan da tindaklanjut pengaduan internal(whistleblowing system), pedoman umum pengelolaanbenturan kepentingan (conflict of interest);

    2) Telah ditetapkan permen tentaNg penyelenggaraan sistempengendalian intern pemerintah (SPIP) di lingkungankemenparekraf dan petunjuk pelaksanaannya;

    3) Desain penyelenggaraan SPIP dan Bimtek SPIP;4) Bimtek audit berbasis resiko;5) Rencana persiapan pencanangan zona integritas (WBK);

    7. Penataan Akuntabilitas KinerjaHasil pencapaian dalam Program penataan Akuntabilitas KinerjaKementerian Pariwisata yaitu:1) peningkatan kualitas laporan akuntabilitas kinerja (nilai SAKIP

    53,18%dengan predikat B di tahun 2007 meningkat menjadi72,14 dengan predikat B+ di tahun 2013);

    2) tersusunnya indikator kinerja utama pada KementerianPariwisata Dan Ekonomi Kreatif;

    3) tersusunnya Dokumen RKT sebelum dokumen Anggaran;4) informasi kinerja dalam LAKIP teranalisa dengan baik.5) Telah disusun pedoman akuntabilitas kinerja dan sistem

    pengukuran kinerja berbasis elektronik (e-performance);6) dokumen perencanaan, kinerja, pelaporan dan evaluasi

    kinerja digunakan untuk memperbaiki perencanaan,pelaksanaan program dan kegiatan, serta meningkatkankinerja.

    8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publiknamun demikian Kemenpar juga telah melaksanakan upayapeningkatan kualitas pelayanan publik sebagai berikut :1) Pelayanan pendaftaran film secara online (Kemenparekraf),

    sehingga tidak ada intervensi dalam pendaftaran sertameningkatkan percepatan pelayanan;

    2) Penerimaan dan pendaftaran mahasiswa baru serta bursatenaga kerja secara online di UPT (STP dan Akpar);

    3) Tersedianya layanan PPID Kemenpar;4) Tersedianya Information Center Technology (ICT) Bidang

    Pariwisata.

  • 15

    C. Kondisi yang Diinginkan

    Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)2015 2019, telah disusun strategi pembangunan melalui tiga dimensipembangunan, yaitu:1. Dimensi Pembangunan Manusia, yang meliputi: pendidikan,

    kesehatan, perumahan, dan mental/karakter;2. Dimensi Pembangunan Sektor Unggulan, yang meliputi: kedaulatan

    pangan, kedaulatan energi dan ketenagalistrikan, kemaritiman dankelautan, serta pariwisata dan industri;

    3. Dimensi Pemerataan dan Kewilayahan, yang meliputi: antarkelompok pendapatan, antar wilayah desa, pinggiran, luar Jawa,dan Kawasan Timur.

    Gambar 2. Strategi Pembangunan Nasional 2015-2019

  • 16

    Dari 3 dimensi di atas, sektor pariwisata termasuk salah satu daridimensi sektor unggulan yang menjadi target pembangunan kabinetJokowi-JK. Dimensi-dimensi pembangunan termasuk sektor pariwisatadapat diwujudkan pelaksanaannya jika didukung dengan kepastiandan penegakan hukum, keamanan dan ketertiban, politik dandemokrasi serta tata kelola dan reformasi birokrasi yang berjalandengan baik.

    Dengan demikian, pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkunganKementerian Pariwisata memiliki peran yang sangat penting dalammendukung pelaksanaan pembangunan nasional. Tanpa adanyadukungan tata kelola yang baik, target-target pembangunan sektorpariwisata tidak mungkin dapat dicapai dengan baik pula.

    Dukungan tata kelola pemerintahan yang baik juga sejalan denganharapan tujuan jangka panjang pelaksanaan reformasi birokrasi yaitudiharapkan pemerintah sudah beranjak ke tahapan pemerintahan yangberbasis kinerja pada tahun 2019 dan pada tahun 2025 diharapkanpemerintahan sudah beranjak pada tatanan pemerintahan yangdinamis.

    Gambar 3. Tujuan Jangka Panjang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

    DINAMYC GOVERNANCE

    PERFORMANCE BASEDBUREAUCRACY

    RULE BASEDBUREAUCRACY

  • 17

  • 18

    Pemerintahan berbasis kinerja ditandai dengan beberapa hal, antaralain:1. Penyelenggaraan pemerintahan dilaksanakan dengan berorientasi

    pada prinsip efektif, efisien, dan ekonomis;2. Kinerja pemerintah difokuskan pada upaya untuk mewujudkan

    outcomes (hasil);3. Seluruh instansi pemerintah menerapkan manajemen kinerja yang

    didukung dengan penerapan sistem berbasis elektronik untukmemudahkan pengelolaan data kinerja;

    4. Setiap individu pegawai memiliki kontribusi yang jelas terhadapkinerja unit kerja terkecil, satuan unit kerja di atasnya, hinggapada organisasi secara keseluruhan. Setiap instansi pemerintah,sesuai dengan tugas dan fungsinya, secara terukur juga memilikikontribusi terhadap kinerja pemerintah secara keseluruhan.

    Memperhatikan hal-hal di atas, maka untuk mencapai targetpembangunan sektor pariwisata serta tujuan jangka panjang reformasibirokrasi, seyogyanya kondisi tata kelola Kementerian Pariwisatasebagai berikut:1. Manajemen kinerja yang terimplementasi dengan optimal yaitu

    ditandai dengan keselarasan antara input anggaran dan hasil yangdiharapkan;

    2. Kualitas akuntabilitas keuangan bernilai WTP;3. Manajemen pengawasan dilaksanakan dengan optimal;4. Kelembagaan yang tepat fungsi dan ukuran, tidak ada fragmented

    dan tumpang tindih fungsi;5. e-government yang diterapkan secara terintegrasi dan telah

    berjalan efektif dan efisien;6. Tersedianya SOP yang sesuai dengan kebutuhan organisasi;7. Tersedianya SDM dengan kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan

    organisasi;8. Penempatan pegawai didasarkan pada kompetensi yang dimiliki

    (right place right job);9. Tersedianya pelayanan terpadu (conecting layanan);10. Terimplemetasikannya standar pelayanan dan maklumat

    pelayanan secara konsisten;11. Hasil survey kepuasan masyarakat minimal bernilai baik.

  • 19

    Untuk mewujudkan hal-hal di atas, maka keberlanjutan pelaksanaanreformasi birokrasi memiliki peran yang sangat penting, yang manapelaksanaan reformasi birokrasi 2015-2019 merupakan penguatan daripelaksanaan reformasi birokrasi tahapan sebelumnya.

  • 20

    BABII SASARAN DAN STRATEGI REFORMASI BIROKRASI 2015-2019

    Berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 11 Tahun 2015 tentangRoad Map Reformasi Birokrasi 2015-2019, dalam pelaksanaan ReformasiBirokrasi Kementerian Pariwisata 2015-2019 harus didasarkan pada arahkebijakan Pemerintah, antara lain sebagai berikut:

    A. Nawacita

    Dalam dokumen NAWACITA, yang mencakup 9 (sembilan) janji yangingin diwujudkan Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yaitu:1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa

    dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara.2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun

    tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis,dan terpercaya.

    3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuatdaerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

    4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistemdan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, danterpercaya.

    5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di

    pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa majudan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

    7. Mewujudkan kemandirian ekonomi denganmenggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

    8. Melakukan revolusi karakter bangsa.9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial

    Indonesia.

    Secara eksplisit arahan terhadap pelaksanaan reformasi birokrasitertulis dalam NAWACITA nomor 2.Selanjutnya, upaya berkomitmenuntuk menjalankan reformasi birokrasi dan pelayanan publik,disebutkan secara spesifik pada butir 12 agenda yang diberikanperhatian khusus dalam Visi Misi pemerintah Joko Widodo dan JusufKalla, sebagai berikut:

  • 21

    Kami berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi dan pelayananpublik

    Dalam kebijakan Reformasi Birokrasi dan pelayanan publik, kami akanmemberi penekanan pada 5 (lima) prioritas utama:a. Kami akan mengambil inisiatif penetapan payung hukum yang lebih

    kuat dan berkesinambungan bagi agenda reformasi birokrasi. Halini penting untuk memberikan kepastian dan kesinambunganperhatian terhadap arah, tahapan, strategi, dan capaian reformasibirokrasi di Indonesia.

    b. Kami akan menjalankan aksi-aksi konkrit untuk restrukturisasikelembagaan yang cenderung gemuk, baik di kelembagaanpemerintah pusat yang berada di bawah Presiden maupunkelembagaan Pemerintah Daerah melalui revisi UU PemerintahanDaerah.

    c. Kami akan menjalankan secara konsisten UU Aparatur Sipil Negarasehingga tercipta aparatur sipil negara yang kompeten danterpercaya.

    d. Kami berkomitmen memberantas korupsi di kalangan aparatur sipilnegara dengan memastikan komitmen terbuka dan terekspos dariPresiden untuk secara tegas menegakan aturan yang terkaitdengan korupsi.

    e. Kami akan melakukan aksi-aksi bagi perbaikan kualitas pelayananpublik. Perbaikan layanan publik dilakukan dengan berbagai cara:meningkatkan kompetensi aparatur, memperkuat monitoring dansupervisi atas kinerja pelayanan publik, serta membuka ruangpartisipasi publik melalui citizen charter dalam UU Kontrak LayananPublik.

    Dari program nawacita di atas, Kementerian Pariwisata memiliki tugasno 6 yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saingdi pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa majudan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya dan no. 7yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi denganmenggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

    B. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)2015 - 2019

    Selain nawacita, arah kebijakan yang menjadi dasar pelaksanaanreformasi birokrasi yaitu agenda pembangunan nasional yang secara

  • 22

    spesifik terkait dengan tata kelola pemerintahan yang bersih danefektif sebagaimana dijabarkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2Tahun 2015 tentang RPJMN 2015 2019 Buku I, yaitu:a. Membangun transparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintahanb. Menyempurnakan dan meningkatkan kualitas Reformasi Birokrasi

    Nasional (RBN)

    Arah kebijakan dan strategi untuk agenda : Membanguntransparansi dan akuntabilitas kinerja pemerintahan, meliputi:1. Penyempurnaan sistem manajemen dan pelaporan kinerja,

    melalui strategi:a. penguatan kebijakan sistem pengawasan intern pemerintah;b. penguatan pengawasan terhadap kinerja pembangunan

    nasional; danc. pemantapan implementasi sistem akuntabilitas kinerja

    instansi pemerintah (SAKIP).

    2. Penerapan e-government untuk mendukung bisnis prosespemerintahan dan pembangunan, melalui strategi:a. penguatan kebijakan e-government yang mengatur

    kelembagaan e-government,b. penguatan sistem dan infrastruktur e-government yang

    terintegrasi;c. penyempurnaan/penguatan sistem pengadaan secara

    elektronik serta pengembangan sistem katalog elektronik; dand. penguatan sistem kearsipan berbasis TIK.

    3. Penerapan open government, melalui strategi:a. pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi

    (PPID)b. peningkatan kesadaran masyarakat tentang keterbukaan

    informasi publik;c. publikasi semua proses perencanaan, penganggaran, dan

    pelaksanaan anggaran ke dalam website masing-masingK/L/D;

    d. penyediaan ruang partisipasi publik dalam menyusun danmengawasi pelaksanaan kebijakan publik;

    e. pengembangan sistem publikasi informasi proaktif daninteraktif yang dapat diakses publik;

    f. pengelolaan Sistem dan Jaringan Informasi KearsipanNasional.

  • 23

    Arah kebijakan dan strategi yang ditempuh untuk agenda:Menyempurnakan dan meningkatkan kualitas ReformasiBirokrasi Nasional (RBN), meliputi:1. Restrukturisasi kelembagaan birokrasi pemerintah, melalui

    strategi:a. penyempurnaan desain kelembagaan pemerintah;b. penataan kelembagaan internal pemerintah pusat dan daerah;c. penguatan sinergitas antar lembaga baik di pusat maupun di

    daerah.

    2. Penguatan kapasitas pengelolaan reformasi birokrasinasional, melalui strategi:a. penguatan kelembagaan dan tata kelola pengelolaan RBN;b. penataan regulasi dan kebijakan di bidang aparatur negara;c. perluasan dan fasilitasi pelaksanaan reformasi birokrasi pada

    instansi pemerintah daerah; dand. penyempurnaan sistem evaluasi pelaksanaan reformasi

    birokrasi nasional.

    3. Penerapan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN),melalui strategi:a. penetapan formasi dan pengadaan CPNS dilakukan dengan

    sangat selektif;b. penerapan sistem rekrutmen dan seleksi pegawai yang

    transparan, kompetitif, dan berbasis TIK;c. penguatan sistem dan kualitas penyelenggaraan diklat;d. penerapan sistem promosi secara terbuka, kompetitif, dan

    berbasis kompetensi didukung oleh makin efektifnyapengawasan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN);

    e. penerapan sistem manajemen kinerja pegawai; danf. penguatan sistem informasi kepegawaian nasional.

    4. Peningkatan kualitas pelayanan publik, melalui strategi:a. memastikan implementasi UU 25/2009 tentang Pelayanan

    Publik secara konsisten;b. mendorong inovasi pelayanan publik;c. peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik;

    dand. penguatan kapasitas dan efektivitas pengawasan pelayanan

    publik.

  • 24

    Beberapa isu strategis lintas pembina sektor aparatur negara yangdimuat dalam RPJMN yang menjadi arah kebijakan pelaksanaanreformasi birokrasi, yaitu:

    Tabel 3. Isu Strategis dan Agenda Prioritas Reformasi Birokrasi

    No Isu strategis Agenda prioritas 2015-2019 Instansipembina/pelaksanaa. REFORMASI

    BIROKRASINASIONAL

    (a) Penguatan payung hukum RBN(b) Peningkatan kapasitas implementasi(c) Penyempurnaan pelaksanaan dan

    peningkatan kualitasnya(d) Akselerasi pelaksanaan RB di daerah(e) Quick Wins RB (a.l. Pilot Project pada Quick

    Wins JKW_JK)

    Kemen PAN dan RB Kemendagri K/L /Pemda

    b. AKUNTABILITASKINERJA

    (a) Penyempurnaan SAKIP(b) Implementasi SAKIP sebagai Pilar

    Manajemen Kinerja(c) Pelaksanaan MoU antara Kemen PPN

    dengan Kemen PAN dan RB(d) Pelaporan kinerja instansi pemerintah

    secara terbuka

    Kemen PAN dan RBBPKPBappenasKemenkeuKemenkominfo

    c. PENGAWASAN (a) Penyelesaian RUU Sistem PengendalianIntern Pemerintah (SPIP)

    (b) Sinergi pengawasan internal denganeksternal

    (c) Pengembangan sistem pengaduan nasionalyang terintegrasi

    (d) Peningkatan kapasitas kelembagaan danSDM APIP

    Kemen PAN dan RBBPKPKemendagriK/L /Pemda

    d. KELEMBAGAANBIROKRASI

    (a) Audit/ReviewOrganisasi K/L/Pemda(b) Desain kelembagaan birokrasi(c) Penataan Kelembagaan untuk mendukung

    Prioritas Presiden

    Kemen PAN dan RBLANK/L

    e. KETATALAKSANAAN

    (a) Implementasi UU Administrasi Pemerintah(b) Pengembangan e-Government secara

    terintegrasi(c) Proses bisnis birokrasi yang sederhana,

    cepat, dan terintegrasi (reviewdanpenyempurnaan)

    (d) Peningkatan kualitas e-procurement(e) Manajemen kearsipan birokrasi berbasis

    TIK

    Kemen PAN dan RBKemenkominfoLKPPANRIK/L/Pemda

  • 25

    Selain harus berpedoman pada arah kebijakan pemerintah sebagaimanatelah diuraikan di atas, pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemenpar jugaharus mengacu pada sasaran program pembangunan sub sektor aparaturnegara yang dimuat dalam RPJMN 2015-2019 yang menjadi sasaranreformasi birokrasi, yaitu:1. Birokrasi yang bersih dan akuntabel.2. Birokrasi yang efektif dan efisien3. Birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas

    Ketiga sasaran di atas, memiliki rumusan yang berbeda dengan sasaran RBperiode sebelumnya, namun demikian, keselarasan keduanya secarasubstansi tidak memiliki perbedaan, Berikut perbandingan sasaran RB.

    No Isu strategis Agenda prioritas 2015-2019 Instansipembina/pelaksanaf. SDM APARATUR (a) Penyelesaian peraturan pelaksanaan UU

    ASN(b) Akselerasi implementasi UU ASN secara

    konsisten(c) Penetapan formasi CPNS/CASN secara

    ketat(d) Sistem rekrutmen berbasis kompetensi(e) Penyempurnaan sistem diklat untuk

    mendukung kinerja(f) Sistem promosi terbuka dan penempatan

    dalam jabatan berbasis kompetensi(g) Sistem remunerasi berbasis kinerja(h) Penguatan reward and punishment secara

    fair(i) Penguatan budaya integritas, budaya

    kinerja, dan budaya melayani(j) Penyempurnaan sistem jaminan sosial

    (kesehatan, pensiun, dll)(k) Penguatan kapasitas kelembagaan Komisi

    Aparatur Sipil Negara (KASN)(l) Penguatan sistem informasi kepegawaian

    nasional.

    Kemen PAN dan RBBKNLANKemendagriK/L/Pemda

    g. PELAYANANPUBLIK

    (a) Peningkatan kualitas implementasi UU25/2009 tentang Pelayanan Publik

    (b) Modernisasi sistem dan manajemenPelayanan Publik (SDM, ICT, StandarPelayanan)

    (c) Monitoring dan supervisi kinerja pelayananpublik

    (d) Membuka ruang partisipasi publik melaluiCitizen Charter

    (e) Penguatan integritas dalam pelayananpublik

    Kemen PAN dan RBORILANK/L/Pemda

  • 26

    Gambar 4. Perbandingan Sasaran RB

    Berdasarkan nawacita dan RPJMN 2015-2019, maka KementerianPariwisata memiliki target sebagai berikut:1. Mikro:

    kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 8% Devisa 240 Triliun Jumlah tenaga kerja 13 juta

    2. Makro: Indeks Daya Saing Pariwisata (WEF)** : #30 Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara 20 juta Jumlah perjalanan wisatawan nusantara275juta

    Performansi sektor pariwisata dan target sampai dengan 2019 dapat dilihatpada gambar dibawah ini:

  • 27

    Gambar 5. Performansi dan Target Kementerian Pariwisatasampai dengan Tahun 2019

    Untuk mencapai target Kementerian Pariwisata di atas, maka program/kegiatan Kementerian Pariwisata dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi2015-2019, antara lain:

    Tabel 4. Hasil yang diharapkan, Indikator dan Kegiatan Reformasi BirokrasiKementerian Pariwisata 2015-2019

    AreaPerubahan

    Hasil yangdiharapkan Indikator Kegiatan

    ManajemenPerubahan

    Meningkatnya kepuasanmasyarakat/publik ataspelayanan pegawai ASN

    1) Survey kepuasanmasyarakatterhadap layananKementerianPariwisata

    2) Indeks Integritas:9

    1) Pengembangan nilai-nilaiuntuk menegakkanintegritas;

    2) Pembentukan agenperubahan yang dapatmendorong terjadinyaperubahan pola pikir

  • 28

    AreaPerubahan

    Hasil yangdiharapkan Indikator Kegiatan

    PenguatanPengawasan

    1. Meningkatnya opinilaporan keuangan

    Opini BPK:WTP 1) Pembangunan unit kerjauntuk memperolehpredikat menuju WBK/WBBM;

    2) Pelaksanaan pengendalianGratifikasi;

    3) Pelaksanaanwhistleblowing system;

    4) Pelaksanaan pemantauanbenturan kepentingan.

    2. Meningkatnyakapasitasmanajemenpengawasan

    Tingkat kematanganimplementasi SPIP:skor:3

    5) Pembangunan SPIP dilingkungan unit kerja

    6) Penanganan pengaduanmasyarakat

    PenguatanAkuntabilitasKinerja

    Meningkatnya kinerjaKementerian

    Kualitas dan kuantitasAkuntabilitas

    Pembangunan/pengembanganteknologi informasi dalammanajemen kinerja

    PenguatanKelembagaan

    Terwujudnyakelembagaan yang tepatukuran, tepat fungsi,tidak tumpang tindihsehingga mampumendorong upayaperwujudan tata kelolapemerintahan yang baik

    Organisasi yang tepatfungsi dan tepatukuran

    Evaluasi dan restrukturisasikelembagaan ASN

    PenguatanTatalaksana

    1. Terwujudnyaketatalaksanaanyang berbasiselektronik

    Indeks e-government:3,4

    1) Perluasan penerapan e-government yangterintegrasi dalampenyelenggaraanpemerintahan danpembangunan

    2. Terwujudnyaketatalaksanaanyang efektif danefisien dalamrangka mendorongupaya perwujudantata pemerintahanyang baik

    KetatalaksanaanOrganisasi: Baik

    2) Penerapan efisiensipenyelenggaraanpemerintahan

    Tingkat KepuasanPublik atasketerbukaan informasipublik Kemenpar

    3) Implementasi Undang-Undang KeterbukaanInformasi Publik;

    4) Penerapan sistemkearsipan yang handal

    PenguatanSistemManajemenSDM Aparatur

    Meningkatnyaprofesionalisme SDMAparatur

    Indeks profesionalitasASN Kemenpar:86

    1) Perbaikan berkelanjutansistem perencanaankebutuhan pegawai ASN

    2) Perumusan danpenetapan kebijakansistem rekruitmen danseleksi secara transparandan berbasis kompetensi

    3) Perumusan danpenetapan kebijakansistem promosi secaraterbuka

    4) Perumusan danpenetapan kebijakan

  • 29

    AreaPerubahan

    Hasil yangdiharapkan Indikator Kegiatan

    pemanfaatan assessmentcenter

    5) Perumusan danpenetapan kebijakanpenilaian kinerja pegawai

    6) Perumusan danpenetapan kebijakanreward and punishmentberbasis kinerja

    7) Pembangunan/pengembangan sistem informasiASN

    8) Perumusan danpenetapan kebijakansistem pengkaderanpegawai ASN

    9) Perumusan danpenetapan kebijakanpemanfaatan/pengembangan data baseprofil kompetensi calondan pejabat tinggi ASN;

    10) Perumusan danpenetapan kebijakanpengendalian kualitasdiklat

    11) Penerapan sistem promosiAparatur Sipil NegaraKemenpar

    12) Menyusun danmenetapkan pola karierpegawai ASN

    13) Pengukuran gapcompetency antarapemangku jabatan dansyarat kompetensi jabatan

    14) Penguatan sistem dankualitas pendidikan danpelatihan pendukungkinerja

    PenguatanPeraturanPerundang-undangan

    Meningkatnya kualitasperaturan perundang-undangan

    Tingkat penggunaanPeraturanperundangan bidangpariwisata

    1) Evaluasi secara berkalaberbagai peraturanperundang-undanganyang sedangdiberlakukan;

    2) Menyempurnakan/mengubah berbagai peraturanperundang-undanganyang dipandang tidakrelevan lagi, tumpangtindih, atau disharmonisdengan peraturanperundang-undangan lain;

    3) Melakukan deregulasiuntuk memangkasperaturan perundang-

  • 30

    AreaPerubahan

    Hasil yangdiharapkan Indikator Kegiatan

    undangan yangdipandang menghambatpelayanan.

    PeningkatanKualitasPelayananPublik

    Meningkatkan kualitaspelayanan publik (quickwins)

    Hasil survey kepuasanmasyarakat terhadaplayanan Kemenpar(quick wins):95%

    1) Penerapan pelayanan satuatap (quick wins)

    Meningkatnya kapasitasmanajemenpenyelenggaraanpelayanan publik

    Hasil evaluasi kinerjapenyelenggarapelayanan publik

    2) Deregulasi dalam rangkamempercepat prosespelayanan

    3) Pembangunan/PengembanganPenggunaan TeknologiInformasi DalamPelayanan

  • 31

    BABIII PERMASALAHAN REFORMASI BIROKRASI

    Untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan sesuai dengan RPJMN dansasaran RB, tentunya tidak mudah, hal ini karena dalam pelaksanaannyaseringkali mendapatkan kendala atau permasalahan.

    Beberapa kendala yang dihadapi Kementerian Pariwisata dalampelaksanaan program Reformasi Birokrasi terutama dalam pelaksanaanpada tahap sebelumnya, antara lain:

    Tabel 5. Permasalahan Pelaksanaan RB Kemenpar

    No Area Perubahan Permasalahan

    1 Manajemen Perubahan (mentalaparatur)

    1) kurangnya persepsi dan pemahaman yang samatentang arti dan pentingnya reformasi birokrasi;

    2) Masih adanya resistensi terhadap perubahan, baikpada tataran organisasi maupun individu, yangumumnya disebabkan oleh rasa takut terhadapberkurang/hilangnya kekuasaan, ketidakmampuanmenghadapi masalah baru, dan terancamnyakepentingan pribadi dan kelompok.

    3) Mind set dan culture set yang sudah terbentukrelatif lama cenderung sulit untuk diubah.

    2 Akuntabilitas Kualitas pengelolaan keuangan mengalami penurunandari semula wajar dengan pengecualian (WDP) tahun2013 dan 2014 menjadi disclaimer

    3 Sistem Pengawasan Manajemen pengawasan belum optimal

    4 Kelembagaan/Organisasi Belum optimalnya tugas dan fungsi organisasi yaitumasih terdapat organisasi yang tugas dan fungsinyabelum efektif dan tumpang tindih (overlapping),sehingga diantara unit-unit kerja yang bersangkutansering terjadi duplikasi

    5 Tata Laksana 1) SOP dan Implementasinya belum optimal2) belum adanya komitmen pemanfaatan

    e-government yang telah dibangun6 Sistem Manajemen ASN 1) Belum adanya Pola Karir yang jelas

    2) Belum adanya standardisasi kompetensi dan jumlahSDM berdasarkan tusi organisasi

    3) Penempatan pegawai belum berdasarkankompetensi dan kebutuhan organisasi

    7 Penguatan PeraturanPerundang-undangan

    1) usulan penyusunan suatu peraturan perundang-undangan seringkali tidak didukung oleh kajianakademis dan scientific evidence yang memadai;

    2) masih terbatasnya kualitas dan kuantitas SDM yangmenangani penyusunan peraturan perundang-undangan;

  • 32

    No Area Perubahan Permasalahan

    3) Belum adanya evaluasi terhadap regulasikepariwisataan yang sudah ada

    8 Peningkatan Kualitas PelayananPublik

    1) Kurangnya informasi yang diberikan kepadapemangku kepentingan/stakeholder

    2) Informasi yang tersedia kurang update3) Keterlambatan dalam memberikan informasi4) Jangkauan penyebaran kurang luas5) Belum dilakukannya survey kepuasan masyarakat6) Belum terintegrasinya pelayanan terpadu (conecting

    layanan)

    Dari permasalahan masing-masing area RB di atas, terdapat beberapapermasalahan prioritas yang harus segera mendapatkan solusi danperbaikan, yaitu:

    Gambar 6. Permasalahan Utama RB Kemenpar

    Sebagaimana gambar diatas, permasalahan utama RB Kemenpar terdapatpada 4 area perubahan, yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik,penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan sistem manajemen SDMaparatur, dan penguatan tata laksana. Oleh karena itu, KementerianPariwisata harus segera melakukan upaya-upaya pembenahan dan solusiatas permasalahan terutama bidang penguatan akuntabilitas terkait opinihasil audit BPK Disclaimer, karena hal ini akan berdampak pada hilangnyatunjangan kinerja pegawai Kementerian Pariwisata, sedangkan salah satuyang menjadi faktor pendorong kinerja pegawai adalah kesejahteraan.

    AKUNTABILITASKINERJA

    KUALITAS PELAYANANPUBLIK

    TATA LAKSANAMANAJEMENSDM APARATUR

    PERMASALAHANKEMENPAR

  • 33

    BABIV RENCANA AKSI PERUBAHAN PROGRAM DAN KEGIATAN RB

    Berdasarkan program reformasi birokrasi Kementerian pariwisata 2015-2019 sebagaimana Tabel 4 dan permasalahan utama KementerianPariwisata pada tabel 5 di atas, maka program Reformasi BirokrasiKementerian Pariwisata yang akan menjadi prioritas/quick wins adalahprogram/kegiatan terkait bidang penguatan Tata Laksana dan bidangpeningkatan kualitas pelayanan publik. Program quick wins reformasibirokrasi Kementerian Pariwisata sebagai berikut:

    Tabel 6. Program Quick Wins Reformasi BirokrasiKementerian Pariwisata 2015-2019

    AreaPerubahan Kegiatan Program Quick Wins

    PenguatanTatalaksana

    1. Perluasan Penerapan e-governmentyang terintegrasi dalampenyelenggaraan pemerintahan danpembangunan

    2. Penerapan efisiensi penyelenggaraanpemerintahan

    1) Penerapan E-Governmentmelalui aplikasi e-office dan e-commando di lingkunganKementerian Pariwisata

    2) Pengunaan IT dalampemasaran Pariwisata(Promosi Branding WonderfulIndonesia) melalui E-Marketing

    PeningkatanKualitasPelayanan Publik

    Pengembangan sistem pelayanan publikKemenpar

    1) Fasilitasi pengembanganWisata Sejarah dan Religi(jalur samudera Ceng Ho danJalur Sutra)

    2) Koordinasi pengembangandan pemanfaatan kawasangeologi sebagai Geopark

    3) Pelayanan promosi pariwisatanusantara yang terintegrasisecara nasional

    4) Peningktan kualitaspelaksanaan event

    5) Peningkatan kapasitas SDMmelalui fasilitasi sertifikasiSDM pariwisata di 34 ProvinsiIndonesia

    6) Penyempurnaan Pelayananpendidikan melalui SeleksiBersama Masuk Sekolah (SBMSTAPP) yang terintegrasisecara online mellaui websiteKementerian Pariwisata

  • 34

    Dengan mengacu pada kegiatan Reformasi Birokrasi KementerianPariwisata 2015-2019 sebagaimana Tabel 4 dan 6, maka dapat diuraikanrencana aksi untuk masing-masing area perubahan dan program quickwins sebagai berikut:

    A. Bidang Managemen PerubahanSalah satu sumber permasalahan birokrasi adalah perilaku negatifyang ditunjukkan dan dipratikkan oleh para birokrat. Perilaku inimendorong terciptanya citra negatif birokrasi. Perilaku yang sudahmenjadi mental model birokrasi yang dipandang lambat, dan berbelit-belit, tidak inovatif, tidak peka, inkonsisten, malas, feodal dan lainnya.Karena itu, fokus perubahan reformasi birokrasi ditujukan padaperubahan mental aparatur. Perubahan mental model/model perilakuaparatur diharapkan akan mendorong terciptanya budaya kerja positifyang kondusif bagi terciptanya birokrasi yang bersih dan akuntabel,efektif dan efisien serta mampu memberikan pelayanan yangberkualitas dalam rangka menjawab tantangan tersebut sesuai dengankegiatan mikro yang mengacu pada program prioritas nasionalreformasi birokrasi yang menjadi kewajiban Kementerian Pariwisata dibidang area manajemen perubahan antara lain;1. Pengembangan nilai-nilai untuk menegakkan integritas, dan2. Pembentukan agen perubahan yang dapat mendorong terjadinya

    perubahan pola pikir

    Untuk itu telah diprogramkan beberapa kegiatan pendukung yangakan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, mulaidari Pengembangan/Pembangunan Sistem, Sosialisasi danImplementasi dan Pengukuran Dampak Pengembangan Budaya Kerjaantara lain dengan kegiatan:1. Penyusunan Pengembangan Budaya Kerja2. Penyusunan Norma Standar Prosedur Kriteria Manajemen

    Perubahan3. Penyusunan Kode Etik Pegawai4. Sosialisasi Pengembangan Budaya Kerja, dan5. Bimtek Managemen Perubahan

  • 34

    Tabel 7. Rencana Aksi Bidang Manajemen Perubahan

    Program Manajemen PerubahanKegiatan 1. Pengembangan Nilai-Nilai Untuk Menegakkan Integritas

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    2. Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pengembangan nilai-nilai untukmenegakkan integritas dilakukan dengantahapan sebagai berikut:1. Pendekatan umum melalui penanaman

    nilai-nilai agama, etika sosial danbudaya organisasi

    2. Pendekatan khusus yang dilakukanberdasarkan masalah-masalah tertentuyang dihadapi

    3. Penyusunan NSPK PengembanganBudaya Kerja, dengan tahapansebagai berikut:a. Identifikasi bahan NSPK

    pengembangan budaya kerjab. Pembahasan dengan unit

    kerja/instansi terkait (FGD)c. Penyusunan Materid. Penyusunan Draft SK Menpare. Penetapan NSPK

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi terhadappengembangan nilai-nilai integritas melaluirencana jangka pendek dan jangkapanjang:Jangka Pendek:

  • 35

    Program Manajemen PerubahanKegiatan 1. Pengembangan Nilai-Nilai Untuk Menegakkan Integritas

    No Tahapan Kerja Uraian KegiatanTahun

    2015 2016 2017 2018 20191. Sosialisasi NSPK Pengembangan

    Budaya Kerja Internal Kemenpar2. Bimbinan Teknis Pengembangan

    Budaya Kerja internal Kementerian3. Emotional and Spiritual (ESQ)4. Assesmen manajemen perubahan5. Penyusunan Dokumen Strategi dan

    komunikasi Manajemen PerubahanJangka Panjang:1. Internalisasi nilai-nilai , yaitu dengan

    mind setting2. Institusionalisasi nilai-nilai, yaitu

    dengan membentuk Tim Pengembangan Budaya Kerja di TingkatUnit Eselon I Kementerian Pariwisata

    Tahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan pengukuran dampak/perubahanatas implementasi pengembangan budayakerja melalui evaluasi untuk mengetahuipengaruhnya terhadap kinerja sertabudaya kerja pegawai dan organisasiKemenpar

    2 Penanggung Jawab danPelaksana

    Penanggung jawab :1. Tim Manajemen Perubahan2. Asdep Pengendalian Transformasi

    (Deputi Bidang PengembanganKelembagaan Kepariwisataan

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 19.635.765.974,- 3.216.289.000 3.537.917.900 3.891.709.690 4.280.880.659 4.708.968.725

  • 36

    Program Manajemen PerubahanKegiatan 1. Pengembangan Nilai-Nilai Untuk Menegakkan Integritas

    No Tahapan Kerja Uraian KegiatanTahun

    2015 2016 2017 2018 20195 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Terwujudnya pola pikir dan budayakerja pegawai Kemenpar yangmelayani masyarakata. Meningkatnya disiplin, tanggung

    jawab, produktivitas dan etoskerja

    b. Meningkatnya kinerja dan kualitaspelayanan

    c. Meningkatnya kerjasama danharmonisasi

    2. Terwujudnya budaya kerja danorganisasi Kemenpar yang efektif danefisien melalui peningkatan efisiensipengunaan sumber daya.

    c Rencana Tindaklanjut 1. Merumuskan pedoman teknispelaksanaan pengembangan budayakerja

    2. Menerapkan pemberian reward andpunishment secara konsisten

    3. Melakukan evaluasi hasil pelaksanaanpengembangan budaya kerja

  • 37

    Program Manajemen PerubahanKegiatan 2. Pembentukan Agen Perubahan Yang Dapat Mendorong Terjadinya Perubahan Pola Pikir

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    1 Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembentukan Agen Perubahan dilingkungan Kemenpar dilakukan dengantahapan sebagai berikut: Pendekatanumum melalui penanaman nilai-nilaiagama, etika sosial dan budayaorganisasi1. Evaluasi kondisi reformasi birokrasi

    Kemenpar2. Inventarisasi Permasalahan

    reformasi birokrasi Kemenpar3. Penyusunan NSPK Manajemen

    Perubahana. Identifikasi bahan NSPK

    Manajemen Perubahanb. Pembahasan dengan unit

    kerja/instansi terkait (FGD)c. Penyusunan Materid. Penyusunan Draft SK Menpare. Penyusunan Road Map RB

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    1. Sosialisasi NSPK ManajemenPerubahan

    2. Bimbingan Teknis ManajemenPerubahan

    3. Pembentukan Tim PMO ManajemenPerubahan

    4. Pembentukan Agen Perubahan (role

  • 38

    Program Manajemen PerubahanKegiatan 2. Pembentukan Agen Perubahan Yang Dapat Mendorong Terjadinya Perubahan Pola Pikir

    No Tahapan Kerja Uraian KegiatanTahun

    2015 2016 2017 2018 2019model) Kementerian Pariwisata

    Tahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan pemantauan dan evaluasimengenai dampak pelaksanaanmanajemen perubahan terhadap polapikir pegawai Kementerian, yaitu:1. Dampaknya terhadap pola pikir dan

    perilaku pegawai Kemenpar2. Dampaknya terhadap pelaksanaan

    RB Kemenpar3. Dampaknya terhadap hasil penilaian

    RB Kemenpar2 Penanggung Jawab dan

    PelaksanaPenanggung jawab :1. Tim Manajemen Perubahan2. Asdep Pengendalian Transformasi

    (Deputi Bidang PengembanganKelembagaan Kepariwisataan

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    12 Bulan (Tahun 2015-2019)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 12.549.381.041,- 2.055.557.000 2.261.112.700 2.487.223.970 2.735.946.367 3.009.541.0045 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Terwujudnya pola pikir/mentalpegawai Kemenpar yang melayanimasyarakat

    2. Terbentuknya Tim PMO ManajemenPerubahan

    3. Terbentuknya Agen PerubahanKementerian Pariwisata

    c Rencana Tindaklanjut 1. Merumuskan pedoman teknispelaksanaan manajemen perubahan

  • 39

    Program Manajemen PerubahanKegiatan 2. Pembentukan Agen Perubahan Yang Dapat Mendorong Terjadinya Perubahan Pola Pikir

    No Tahapan Kerja Uraian KegiatanTahun

    2015 2016 2017 2018 20192. Melaksanakan manajemen

    perubahan di lingkunganKementerian Pariwisata

    3. Melakukan evaluasi hasilpelaksanaan Tim PMO secara intensif

  • 38

    B. Bidang Penguatan PengawasanDalam rangka peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negarayang menjadi tanggungjawab kementerian pariwisata dan sebagailangkah riil untuk meminimalisir berbagai penyimpangan yang terjadiserta untuk meningkatkan kualitas pengelolaan BMN di lingkunganKementerian Pariwisata perlu dilakukan peningkat dan penguatanperan dan fungsi pengawasan. Karena lemahnya peran dan fungsipengawasan akan mendorong tumbuhnya perilaku koruptif atauperilaku negatif lainnya yang semakin lama semakin menjadi,sehinggaberubah menjadi kebiasaan. Karena itu perubahan perilaku koruptifaparatur harus pula diarahkan melalui perubahan atau penguatanpengawasan. Dalam rangka untuk mencapai kondisi tersebut akandilakukan kegiatan mikro yang mengacu pada program prioritasnasionalreformasi birokrasi di Bidang Penguatan Pengawasan yaitu ;1. Pembangunan unit kerja untuk memperoleh predikat menuju

    WBK/WBBM di seluruh unit kerja .2. Pelaksanaan pengendalian Gratifikasi3. Pelaksanaan Whistleblowing system4. Pelaksanaan pemantauan benturan kepentingan5. Pembangunan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan6. Penanganan Pengaduan Masyarakat.

    Untuk mendukung kegiatan tersebut sampai dengan tahun 2015telahdilaksanakan langkah-langkah antara lain:1. Predikat WBM/WBBM telah dilakukan Pencanangan Zona Integritas;2. Pelaksanaan Pengendalian Gratifikasi telah ditetapkan Permen

    tentang Pengendalian Gratifikasi, dan Unit Pengendalian Gratifikasi;3. Pelaksanaan Whistleblowing system telah ditetapkan Permen

    tentang Pengaduan Internal di lingkungan Kementerian Pariwisata,Tim verifikator dan penelaah dalam penanganan Whistleblowingsystem, Bimbingan teknis dari dari LKPP kepada tim, PembukaanAkun ke Aplikasi Pengaduan Whistleblowing;

    4. Pelaksanaan pemantauan benturan kepentingan telah ditetapkanPermen Pariwisata tentang Benturan Kepentingan;

    5. Pembangunan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) telahditetapkan Permen Penyelenggaraan SPIP di lingkunganKementerian Parekraf. Pembentukan dan Penetapan Satuan TugasSPIP di masing-masing unit kerja eselon I, Bimbingan teknis dansosialisasi SPIP. Implentasi SPIP juga telah dilakukan dengan

  • 39

    Penyusunan Dokumen Lingkungan Pengendalian, Identifikasi Resiko,kegiatan pengendalian dan penyusunan SOP.

    Langkah-langkah tersebut dalam pelaksanaan reformasi birokrasiperiode 2015-2019 akan terus dilakukan peningkatan dari sisikualitas dan kuantitasnya dan juga akan dilakukan sosialisasi danimplementasi lanjutan melalui pelaksanaan kegiatan pendukunganantara lain:

  • 40

    Tabel 8. Rencana Aksi Bidang Penguatan Pengawasan

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 1. Pembangunan Unit Kerja Untuk Memperoleh Predikat Menuju Wbk/Wbbm.

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    3. Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembangunan unit kerja untukmemperoleh predikat WBK/WBBMdilakukan dengan tahapan sebagaiberikut:1. Penyusunan NSPK/pedoman sistem

    pengawasan2. Pembahasan NSPK/pedoman sistem

    pengawasan3. Penetapan NSPK/pedoman sistem

    pengawasan4. Penyusunan SOP Pengawasan

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi yangdilakukan mencakup:1. Sosialisasi NSPK/pedoman sistem

    pengawasan2. Bimbingan teknis NSPK/pedoman

    sistem pengawasan3. Implementasi NSPK/pedoman dan

    SOP sistem pengawasan4. Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi5. Pencanangan Zona Integritas

    Tahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan evaluasi atas implementasiNSPK/pedoman dan SOP sistempengawasanterhadap peningkatanefektifitas dalam penyelenggaraanpengawasan serta peningkatan kualitas

  • 41

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 1. Pembangunan Unit Kerja Untuk Memperoleh Predikat Menuju Wbk/Wbbm.

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019laporan keuangan dan tingkatkematangan SPIP

    2 Penanggung Jawab danPelaksana

    Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Penagwasan2. Inspektur, Setmen

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 6.507.969.444,- 1.065.989.000 1.172.587.900 1.289.846.690 1.418.831.359 1.560.714.4955 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Meningkatnya opini laporankeuangan (Nilai: WTP)

    2. Peningkatan Pencapaian KinerjaKemenpar

    3. Meningkatkan kepercayaanstakeholders terhadap organisasi

    4. Tertatanya manajemen kinierjadalam rangka penerapanNSPK/Pedoman pengawasan

    5. Berkurangnya temuan hasilpemeriksaan

    6. Ditindalanjutinya seluruhrekomendasi yang diberikan.

    c Rencana Tindaklanjut 1. Melakukan review atasimplementasi NSPK/pedomanpengawasan

    2. Penyempurnaan implementasipedoman pengawasan

    3. Pemantauan tindak lanjut hasilevaluasi NSPK/pedoman dan SOP

    4. Pengembangan sistem informasipengawasan

  • 42

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 1. Pembangunan Unit Kerja Untuk Memperoleh Predikat Menuju Wbk/Wbbm.

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019Program Penguatan PengawasanKegiatan 2. Pelaksanaan Pengendalian Gratifikasi.

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    4. Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/Pembenahan Sistem

    Pelaksanaan Pengendalian Gratifikasi dilakukandengan tahapan sebagai berikut:1. Penyusunan pedoman sistem pengendalian

    gratifikasi2. Pembahasan pedoman sistem pengendalian

    gratifikasi3. Penetapan pedoman sistem pengendalian

    gratifikasi4. Penyusunan SOP pengendalian gratifikasi

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi yang dilakukanmencakup:1. Sosialisasi Pedoman/SOPsistem pengendalian

    gratifikasi2. Implementasi pedoman/SOP pengendalian

    gratifikasiTahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan evaluasi Iimplementasi pedoman/SOPpengendalian gratifikasi terhadap kualitas laporankeuangan dan tingkat kematangan SPIP

    2 Penanggung Jawab dan Pelaksana Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Penagwasan2. Inspektur, Setmen

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 238.098.900,- 39.000.000 42.900.000 47.190.000 51.9090.000 57.099.900

  • 43

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 1. Pembangunan Unit Kerja Untuk Memperoleh Predikat Menuju Wbk/Wbbm.

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 20195 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Meningkatnya kualitas laporan keuangan (opiniBPK: Nilai WTP)

    2. Peningkatan Pencapaian Kinerja Kemenpar3. Meningkatkan kepercayaan stakeholders

    terhadap organisasi4. Berkurangnya temuan hasil pemeriksaan

    c Rencana Tindaklanjut 1. Melakukan review atas implementasipedoman/SOP pengendalian gratifikasi

    2. Pemantauan tindak lanjut hasil evaluasipedoman/SOP

    3. Pengembangan sistem informasi pengendaliangratifikasi

  • 44

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 3. Pelaksanaan Whistle Blowing System Di Masing-Masing Unit Kerja

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    5. Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembangunan sistem untuk pelaksanaan WhistleBlowing System di lingkungan Kemenpardilakukan dengan tahapan:1. Penyusunan pedoman/SOP Whistle Blowing

    system2. Pembahasan pedoman/SOP Whistle Blowing

    system3. Penetapan pedoman/SOP Whistle Blowing

    systemTahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi yang dilakukanmencakup:1. Sosialisasi Pedoman/SOP Whistle Blowing2. Implementasi Whistle Blowing System

    Tahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan evaluasi atas implementasi WhistleBlowingsystemdilingkungan Kemenpar sertadampaknya terhadap kualitas laporan keuangandan tingkat kematangan SPIP Kemenpar

    2 Penanggung Jawab dan Pelaksana Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Pengawasan2. Inspektur, Setmen

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp.819.304.420,- 134.200.000 147.620.000 162.382.000 178.620.200 196.482.2205 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Peningkatan kualitas laporan keuanganKemenpar (Opini BPK: WTP)

    2. Meningkatnya kepercayaan stakeholders

  • 45

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 3. Pelaksanaan Whistle Blowing System Di Masing-Masing Unit Kerja

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019terhadap organisasi

    3. Berkurangnya temuan hasil pemeriksaan4. Ditindaklanjutinya seluruh pengaduan

    c Rencana Tindaklanjut 1. Melakukan review atas implementasipedoman Whistle Blowing

    2. Pengembangan sistem informasi WhistleBlowing

  • 46

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 4. Pelaksanaan Pemantauan Benturan Kepentingan

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    1 Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembangunan sistem Pelaksanaan PemantauanBenturan Kepentingan dilakukan dengan tahapansebagai berikut:1. Penyusunan pedoman/SOP sistem pemantauan

    benturan kepentingan2. Pembahasan pedoman/SOP sistem pemantauan

    benturan kepentingan3. Penetapan pedoman/SOP sistem pemantauan

    benturan kepentinganTahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi yang dilakukanmencakup:1. Sosialisasi Pedoman/SOP benturan kepentingan2. Implementasi pedoman/SOP pemantauan

    benturan kepentinganTahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan evaluasi atas implementasi pedoman/SOPpemantauan benturan kepentingan di lingkunganKemenpar serta mengukur dampaknya terhadapkualitas laporan keuangan dan tingkat kematanganSPIP

    2 Penanggung Jawab dan Pelaksana Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Pengawasan2. Inspektur, Setmen

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 238.098.900,- 39.000.000 42.900.000 47.190.000 51.9090.000 57.099.9005 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Peningkatan kualitas laporan keuangan

  • 47

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 4. Pelaksanaan Pemantauan Benturan Kepentingan

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019Kemenpar (opini BPK: WTP)

    2. Meningkatkan kepercayaan stakeholdersterhadap organisasi

    3. Berkurangnya temuan hasil pemeriksaan4. Ditindaklanjutinya seluruh rekomendasi hasil

    pemnatauanc Rencana Tindaklanjut 1. Melakukan reviewatas implementasi

    pedoman/SOP benturan kepentingan2. Penyempurnaan pedoman/SOP pemantauan

    benturan kepentingan3. Pengembangan implementasi SPIP dan SAKIP

    dalam organisasi4. Pengembangan sistem informasi benturan

    kepentingan

  • 48

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 5. Pembangunan SPIP di lingkungan unit kerja

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    1 Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembangunan SPIP dil lingkungan Kemenpardilakukan dengan tahapan sebagai berikut:1. Penyusunan pedoman SPIP2. Pembahasan pedoman SPIP3. Penetapan pedoman SPIP4. Penyusunan SOP SPIP

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi yang dilakukanmencakup:1. Sosialisasi Pedoman/SOP SPIP2. Implementasi pedoman/SOP SPIP di

    masing-masing unit kerjaTahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan evaluasi atas efektifitaspedoman/SOP SPIP terhadap peningkatankematangan SPIP Kemenpar

    2 Penanggung Jawab dan Pelaksana Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Pengawasan2. Inspektur, Setmen

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 1.882.000.862,- 308.267.000 339.093.700 373.003.070 410.303.377 451.333.7155 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

    b Kriteria Keberhasilan 1. Meningkatnya opini laporan sistemkeuangan (nilai:WTP)

    2. Meningkatkan kepercayaan stakeholdersterhadap organisasi

    3. Berkurangnya temuan hasil pemeriksaan4. Ditindaklanjutinya seluruh rekomendasi

  • 49

    Program Penguatan PengawasanKegiatan 5. Pembangunan SPIP di lingkungan unit kerja

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019yang diberikan.

    c Rencana Tindaklanjut 1. Melakukan review atas implementasipedoman/SOP SPIP

    2. Penyempurnaan implementasipedoman/SOP SPIP

    3. Pemantauan tindak lanjut rekomendasihasil pemeriksaan

    4. Peningkatan kapasitas auditor sesuaidengan peran internal

    5. Pengembangan implementasi SPIP danSAKIP dalam organisasi

    6. Pengembangan sistem informasi SPIP

  • 50

    PROGRAM Penguatan PengawasanKEGIATAN 6. Penanganan pengaduan masyarakat

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    1 Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembangunan sistem dalam penangananpengaduan masyarakat dil lingkunganKemenpar dilakukan dengan tahapan sebagaiberikut:1. Penyusunan draft SOP pengaduan dan

    penanganan pengaduan masyarakat2. Pembahasan draft SOP

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    Sosialisasi dan implementasi yang dilakukanmencakup:1. Sosialisasi SOP pengaduan dan

    penanganan pengaduan masyarakat2. Implementasi SOP pengaduan dan

    penanganan pengaduan masyarakatTahap III : Pengukuran DampakPerubahan

    Melakukan evaluasi implementasi SOPpenanganan pengaduan masyarakat terhadapefektifitas dan efisiensi dalam penangananpengaduan kepada masyarakat serta kepuasanmasyarakat terhadap layanan pegaduanKemenpar (survey)

    2 Penanggung Jawab dan Pelaksana Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Pengawasan2. Inspektur, Setmen

    3 Waktu Pelaksanaan dan JangkaWaktu

    18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp. 238.098.900,- 39.000.000 42.900.000 47.190.000 51.9090.000 57.099.9005 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

  • 51

    PROGRAM Penguatan PengawasanKEGIATAN 6. Penanganan pengaduan masyarakat

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019b Kriteria Keberhasilan 1. Meningkatnya jumlah pengaduan yang

    ditindaklanjuti2. Meningkatnyan kepercayaan stakeholders

    terhadap organisasi3. Meningkatnya kepuasan masyarakat

    terhadap layanan pengaduan Kemenparc Rencana Tindaklanjut 1. Melakukan review dan penyempurnaan

    implementasi SOP Pengaduan2. Pemantauan tindak lanjut pengaduan3. Pengembangan sistem informasi layanan

    pengaduan

  • 52

    C. Bidang Penguatan Perundang-UndanganPermasalahan lain yang menjadi faktor penyebab munculnya perilakunegatif aparatur adalah peraturan perundang-undangan yang tumpangtindih, disharmonis, dapat diinterprestasikan berbeda atau sengaja dibuattiidak jelas untuk membuka kemungkinan penyimpangan. Kondisi sepertiini seringkali dimanfaatkan oleh aparatur untuk kepentingan pribadi yangdapat merugikan negara. Karena itu perlu dilakukan perubahan/penguatan terhadap sistem perundang-undangan yang lebih efektif danmenyentuh kebutuhan masyarakat. Untuk mewujudkan kondisi tersebutakan dilakukan kegiatan mikro yang mengacu pada program prioritasnasional reformasi birokrasidi Bidang Perundang-undangan antara lain;1. Evaluasi secara berkala berbagai peraturan perundang-undangan yang

    sedang diberlakukan2. Menyempurnakan/mengubah berbagai peraturan perundang-

    undangan yang dipandang tidak relevan lagi, tumpang tindih, ataudisharmonisasi dengan peraturan perundang-undangan lain.

    3. Melakukan deregulasi untuk memangkas peraturan perundang-undangan yang dipandang menghambat pelayanan.

    Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut akan dilakukan kegiatanpendukung antara lain:

  • 53

    Tabel 9. Rencana Aksi Bidang Penguatan Peraturan Perundang-undangan

    Program Penguatan Peraturan Perundang-UndanganKegiatan 1. Evaluasi Secara Berkala Berbagai Peraturan Perundang-Undangan Yang Sedang Diberlakukan

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019a Rencana kerja rinci

    6. Tahapan KerjaTahap I :Pembangunan/PembenahanSistem

    Pembangunan/pembenahan sistemdilakukan melalui Penelaahan HukumBidang Pariwisata dengan tahapansebagai berikut:a. Inventarisasi data peraturan bidang

    pariwisata yang masih berlakub. Penyusunan SOP pelaksanaan

    evaluasi peraturan perundang-perundangan

    Tahap II : Sosialisasi danImplementasi

    1. Evaluasi peraturan perundang-undanganbidang pariwisata

    2. Membuat kajian hasil evaluasiTahap III : PengukuranDampak Perubahan

    Pemantauan dan evaluasi hasilpelaksanaan evaluasi peraturanperundangan terhadap efektifitas danefisiensi implementasi Peraturanperundangan

    2 Penanggung Jawab danPelaksana

    Penanggung jawab :1. Tim Bidang Penguatan Peraturan

    Perundang-undangan2. Biro Hukum dan Komunikasi Publik,

    Setmen3 Waktu Pelaksanaan dan Jangka

    Waktu18 Bulan (Tahun 2015-2017)

    4 Perkiraan Besarnya Anggaran Rp.6.105.100.000,- 1.000.000.000 1.100.000.000 1.210.000.000 1.331.000.000 1.464.100.0005 Sumber Anggaran DIPA-APBN Kementerian Pariwisata

  • 54

    Program Penguatan Peraturan Perundang-UndanganKegiatan 1. Evaluasi Secara Berkala Berbagai Peraturan Perundang-Undangan Yang Sedang Diberlakukan

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019b Kriteria Keberhasilan Dapat diaplikasikannya peraturan bidang

    pariwisata secara efektif dan efisienc Rencana Tindaklanjut 1. Evaluasi secara berkala terhadap

    peraturan bidang pariwisata2. Memberikan rekomendasi hasil kajian

    evaluasi peraturan (review ataupenyusunan peraturan baru)

  • 55

    Program Penguatan Peraturan Perundang-UndanganKegiatan 2. Menyempurnakan/Mengubah Berbagai Peraturan Perundang-Undangan Yang Dipandang Tidak Relevan Lagi, Tumpang

    Tindih, atau Disharmonis Dengan Peraturan Perundang-Undangan Lain

    No Tahapan Kerja Uraian Kegiatan Tahun2015 2016 2017 2018 2019

    a Rencan