Lainnya Blog Berikut» Buat Blog Catatan Blog dan SEObiofarmaka.ipb.ac.id/biofarmaka/2014/27 Catatan...

of 6/6
Catatan Blog dan SEO Beranda Taman Vertikal Senin, 01 September 2014 Kenapa Jamu Harus Lestari? Saya tidak suka jamu. Asal ketidaksukaan saya pada jamu sepele. Saya masih ingat waktu kecil pernah sakit, paman saya membelikan jamu. “Glek langsung, minum semua dalam sekali teguk” kata paman memberi tips sewaktu menyerahkan jamu kental yang ia seduh. Saya mengikuti saran paman, sayang hasilnya tidak sesuai harapan. Sebelum sempat ditelan, jamu yang memenuhi mulut keburu saya muntahkan. Sejak saat itu saya anti dengan jamu-jamuan karena terekam dalam benak saya “jamu itu pahit sekali dan baunya tidak enak, titik”. Sampai pada saat liburan kuliah saya berkunjung ke desa nenek. Kejadiannya seperti Deja Vu ketika saya sakit demam hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur. Rumah nenek jauh dari puskesmas, sekitar 3 km ditambah kondisi jalanan jelek. Saat itu belum banyak motor seperti sekarang, karena itulah nenek membuatkan jamu untuk saya. Kalau saja bukan nenek yang membuatkan, dipaksa pun saya tidak akan mau minum jamu itu. Sambil memencet hidung saya paksakan minum, di luar dugaan jamu buatan nenek ternyata tidak pahit, malah manis dan enak. Seusai minum jamu buatan nenek tenggorokan dan perut saya terasa hangat, tidur saya nyenyak, badan terasa segar keesokan harinya. Sekitar 3 hari kemudian saya sembuh, dan sejak saat itu berubah menjadi penggemar jamu fanatik. Lumpang, Alat Untuk Meracik Jamu Nenek Biofarmaka IPB 2014 (4) September (1) Kenapa Jamu Harus Lestari? Juli (1) Februari (1) Januari (1) 2013 (4) Arsip Blog @.ir Taman vertikal, taman minimalis di halaman rumah Lihat profil lengkapku Mengenai Saya 0 Lainnya Blog Berikut» Buat B
  • date post

    18-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Lainnya Blog Berikut» Buat Blog Catatan Blog dan SEObiofarmaka.ipb.ac.id/biofarmaka/2014/27 Catatan...

Catatan Blog dan SEOBeranda Taman Vertikal

Senin, 01 September 2014

Kenapa Jamu Harus Lestari?

Saya tidak suka jamu. Asal ketidaksukaan saya pada jamu sepele. Saya masih ingat waktukecil pernah sakit, paman saya membelikan jamu. Glek langsung, minum semua dalamsekali teguk kata paman memberi tips sewaktu menyerahkan jamu kental yang ia seduh.

Saya mengikuti saran paman, sayang hasilnya tidak sesuai harapan. Sebelum sempatditelan, jamu yang memenuhi mulut keburu saya muntahkan. Sejak saat itu saya antidengan jamu-jamuan karena terekam dalam benak saya jamu itu pahit sekali dan baunyatidak enak, titik.

Sampai pada saat liburan kuliah saya berkunjung ke desa nenek. Kejadiannya seperti DejaVu ketika saya sakit demam hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur. Rumah nenek jauhdari puskesmas, sekitar 3 km ditambah kondisi jalanan jelek. Saat itu belum banyak motorseperti sekarang, karena itulah nenek membuatkan jamu untuk saya.

Kalau saja bukan nenek yang membuatkan, dipaksa pun saya tidak akan mau minum jamuitu. Sambil memencet hidung saya paksakan minum, di luar dugaan jamu buatan nenekternyata tidak pahit, malah manis dan enak. Seusai minum jamu buatan nenek tenggorokandan perut saya terasa hangat, tidur saya nyenyak, badan terasa segar keesokan harinya.Sekitar 3 hari kemudian saya sembuh, dan sejak saat itu berubah menjadi penggemar jamufanatik.

Lumpang, Alat Untuk Meracik Jamu Nenek

Biofarmaka IPB

2014 (4)

September (1)

Kenapa Jamu Harus Lestari?

Juli (1)

Februari (1)

Januari (1)

2013 (4)

Arsip Blog

@.ir

Taman vertikal,taman minimalis dihalaman rumah

Lihat profil lengkapku

Mengenai Saya

0 Lainnya Blog Berikut Buat Blog

http://deenseo.blogspot.com/http://www.tamananyar.blogspot.com/http://www.blogger.com/profile/09065322332037238820https://www.blogger.com/next-blog?navBar=true&blogID=1633004771927256945http://www.blogger.com/home#createhttp://www.blogger.com/

Jadi kalau kepada saya diajukan pertanyaan pentingkah melestarikan jamu? Jawabannya,jelas penting! Namun demikian, mari kita telusuri beberapa alasan kenapa jamu haruslestari agar opini itu tidak menjadi klaim tanpa dasar.

1. Jamu itu enak

Ehm,... Saya jadi malu pernah beranggapan jamu itu pahit dan tidak enak. Bukan karenasekarang saya penikmat jamu, tapi jamu memang beraneka jenis dengan berbagai ragamrasanya.

Kemajuan pengolahan jamu juga menjadikan jamu, terutama untuk anak-anak, bisaditambahkan rasa yang enak seperti strawberry atau jeruk. Tetapi jamu seperti JamuKunyit Asam yang bermanfaat bagi wanita datang bulan, menjaga berat badan, sertamenyembuhkan infeksi, terbuat dari campuran bahan Kunyit, Asam, Jeruk Nipis, Madu,dicampur air, tanpa tambahan rasa pun tetap merupakan minuman yang enak. Jadimelestarikan jamu berarti juga melestarikan kekayaan kuliner yang dimiliki bangsa ini.

2. Jamu itu menyehatkan

Nah,... kalau ini pasti, fungsi utama jamu memang untuk mengobati berbagai penyakit. Jamu adalah obat yang terbuat dari bahan-bahan alami. Karena itu, berbeda dengan obatkimia sintetis jamu relatif tidak memiliki efek samping berbahaya.

Siapa yang bisa menolak minuman/makanan enak sekaligus menyehatkan badan? Kita bisarutin setiap hari minum jamu, minum sebanyak yang kita suka tanpa khawatir over dosisdan memikirkan dampak negatif terhadap tubuh. Tentunya selama dalam batas wajar,karena kalau berlebihan apa pun pasti tidak baik. Misalkan sampai minum Jamu BerasKencur 5 liter sehari bisa saja timbul hal yang tidak diinginkan.

3. Jamu itu modern

Kalau ada orang beranggapan jamu kuno, bisa dipastikan orang itulah yang ketinggalanzaman. Jamu sekarang tidak hanya bisa kita temui di pasar tradisional. Jamu sekarangdiolah dengan cara modern, sangat higienis, memiliki standar mutu ketat, dikemas denganrapi dalam bentuk cair, tablet, bubuk sampai permen, dan bisa kita temui di pusatperbelanjaan modern.

Dibandingkan obat kimia sintetik, ditinjau dari beberapa sisi jamu terbukti lebih baikkarena terbuat dari bahan alami. Beberapa perusahaan farmasi bahkan mulaimengembangkan jamu sebagai cabang bisnis baru. Dari situlah muncul istilah obat herbalyang terstandar, yaitu jenis jamu yang sudah melewati uji klinis dan terbukti memilikikhasiat khusus. Jadi sangat keliru kalau masih ada yang beranggapan jamu kuno, karenajamu adalah salah satu produk peradaban adi luhung bangsa Indonesia yang berkembangmengikuti modernisasi.

Jamu Enak Dan Menyehatkan, Peraih Medali Emas Olimpiade Pun Minum Jamu

4. Jamu itu multi fungsi

Ini juga membuat saya malu, karena ternyata tidak semua jamu berbau kurang enak. Adajuga jamu yang wangi, sebagian jamu bahkan juga bermanfaat untuk menghilangkan baubadan.

Eits,... tidak cukup sampai di situ. Fungsi jamu pun beragam dalam kehidupan. Ada jamuyang berfungsi sebagai pewangi mulut alami, suplemen penambah nafsu makan, untukkosmetik atau kecantikan, multi vitamin yang membuat badan lebih bugar, dan sebagainya.Saya terkenang wedang jahe bubuk yang jadi bekal kawan saya mendaki Gunung Gede,ternyata itu menjadi minuman paling nikmat dan menjadi rebutan di puncak gunung. Itukarena jahe mengandung minyak atsiri tinggi yang bisa menghangatkan tubuh. Melihatberbagai manfaat dan fungsinya, dipikirkan bagaimana pun, kesimpulannya wajib sekaliuntuk melestarikan jamu.

5. Jamu itu aset bangsa

Industri obat-obatan herbal dunia diperkirakan bernilai 62 Milyar dollar Amerika. Jamuadalah salah satu kekayaan obat herbal buah kearifan lokal yang bernilai sangat tinggi dantidak dimiliki bangsa lain, sehingga merupakan aset yang harus dijaga.

Kelestarian dan pengembangan jamu sangat penting agar di masa depan Indonesia mampuberkiprah di pasar obat herbal dunia. Melestarikan jamu juga berarti melestarikan sumberobat masa depan untuk berbagai penyakit yang belum ditemukan obatnya.

6. Jamu itu pengetahuan

Mempelajari jamu itu bukan aktivitas remeh loh. Ada ilmuwan yang meraih gelar doktorhanya dengan mempelajari ramuan jamu. Penelitian ramuan jamu saat ini tengahdikembangkan di berbagai laboratorium dan lembaga ilmu pengetahuan.

Belum lagi jika kita mempelajari aspek sejarah, pemasaran, teknologi pengolahan, industri,ragam jenis jamu, serta aspek lainnya, ada banyak sekali hal-hal berkaitan dengan jamuyang membutuhkan penelitian lebih mendalam. Karena itulah, melestarikan jamusesungguhnya juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa.

7. Jamu itu menyejahterakan

Pernahkah terpikirkan berapa banyak penjual jamu gendong di negara kita? Berapa banyakrakyat yang hidup dari jamu? Jika kita amati perkembangan industri jamu akhir-akhir ini,berapa banyak pemilik perusahaan dan pekerja yang hidup dari industri jamu? Belumterhitung distributor, apotik, biro iklan jamu, hingga penjual eceran.

Bahkan saat ini jamu telah menjadi komoditas ekspor dan telah merambah berbagaibelahan dunia, sehingga jamu turut menghasilkan devisa bagi negara. Ternyata jamu telahmenjadi sumber penghidupan begitu banyak orang, maka sudah sewajarnya jika kitamelestarikan jamu karena telah menjadi sarana meningkatnya kesejahteraan bangsa.

Jamu Dan Obat Herbal Tersandar

http://3.bp.blogspot.com/-rWNzKOYM3vA/VAUe0T0Bo4I/AAAAAAAAAnY/M6ZbbJL7k6k/s1600/IMG_0227.JPG

8. Jamu itu melestarikan

Kalimat itu bukan sengaja dibalik dari frase melestarikan jamu. Karena jamu dibuat dariberbagai bahan alami, maka ada banyak jenis tanaman dan material yang menjadi bahanbaku ramuan jamu yang harus dilestarikan. Jadi dengan melestarikan jamu kita turutberperan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.

Sayangnya berbagai tanaman, hewan, beserta khasiatnya sebagai bahan jamu belumseluruhnya terdata dengan baik. Pendataan ini sangat penting untuk pengembangan danpemanfaatan jamu secara optimal. Siapa sangka kalau tanaman yang kita temui sehari-hariternyata memiliki manfaat yang sangat besar. Misalkan Singkong yang memiliki manfaatmengobati rematik, demam, sakit kepala, diare, cacingan, luka bernanah, luka karenapanas, memulihkan gangguan pandangan, dan meningkatkan nafsu makan.

Mau tidak mau ketika ingin melestarikan suatu jenis jamu, ada konsekuensi untuk mendatadan menjaga kelestarian bahan bakunya. Karena itulah, kehadiran lembaga semacamBiofarmaka IPB yang berfokus pada kegiatan pelestarian jamu dan tanaman obat memilikimakna yang sangat penting.

9. Jamu itu salah satu peninggalan nenek saya

Ini alasan yang sangat pribadi. Karena satu hal yang saya sesalkan tidak sempatmengetahui ramuan jamu yang diberikan nenek saya sewaktu saya sakit demam. Dari rasayang saya ingat hanya ada Jahe dan Jeruk Nipis, lainnya saya tidak tahu. Karena alasanitulah, bagi saya melestarikan jamu bagian dari cinta dan usaha menjaga warisan leluhur.Mungkin cinta itulah sebenarnya alasan terpenting kita melestarikan jamu.

Produk Jamu Berdampingan Dengan Obat farmasi Di Salah Satu Mini Market

http://biofarmaka.ipb.ac.id/http://1.bp.blogspot.com/-OYqtCXdoAqw/VAUfHA4xmsI/AAAAAAAAAng/l3MMoJmIrj0/s1600/IMG_20140901_153227.jpg

Diposkan oleh @.ir di 18.44

Sembilan alasan di atas hanya sebagian kecil kenapa melestarikan jamu itu sangat penting.Pembaca bisa menambahkan alasan ke-10, 11, 12 dan seterusnya untuk setiap alasanpribadi anda melestarikan jamu. Karena saya yakin ada sebagian pembaca yang pernahmemiliki pengalaman berkesan dengan jamu.

Semoga dengan banyaknya alasan kita melestarikan jamu, maka jamu yang kita cintai inisemakin dikenal dunia dan lestari hingga anak cucu. Sebab sesungguhnya kelestarian jamusebagai kekayaan Indonesia tergantung pada peran serta setiap orang. Jadi ayo kita sama-sama melestarikan jamu, minimal dengan mengkonsumsinya, mempelajarinya ataumenyebarkan informasi yang benar tentang jamu melalui media sosial.

Bogor, 1 September 2014Ditulis untuk lomba penulisan Artikel Jamu 2014 yang diselenggarakan Biofarmaka IPB.Ilustrasi dan foto merupakan karya asli penulis, tanpa melanggar hak cipta pihak manapun.

Bahan Rujukan Tulisan1. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/599-herbal-plants-collection-jeruk-nipis2. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/564-herbal-plants-collection-kunyit3. http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal/626-indonesian-kepel-fruit-as-oral-deodorant4. http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/610-herbal-plants-collection-singkong5. http://www.dsir.gov.in/reports/ittp_tedo/ism/ISM_AS_Market.pdf 6. http://www.youtube.com/watch?v=JDOTSP0GS2w7. http://id.wikipedia.org/wiki/Jahe8. http://id.wikipedia.org/wiki/Herbal

Alasan Melestarikan Jamu

Rekomendasikan ini di Google

4 komentar:

Tiest MD 1 September 2014 23.23

semoga menang yaa.... ^.^

Balas

@.ir 2 September 2014 00.04

terima kasih mbak Tiest. :) wah,.. ada hubungan famili sama Pak Mahfud MD?

Balas

http://www.blogger.com/profile/09065322332037238820http://deenseo.blogspot.com/2014/09/kenapa-jamu-harus-lestari.htmlhttp://biofarmaka.ipb.ac.id/http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/599-herbal-plants-collection-jeruk-nipishttp://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/564-herbal-plants-collection-kunyithttp://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal/626-indonesian-kepel-fruit-as-oral-deodoranthttp://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection/610-herbal-plants-collection-singkonghttp://www.dsir.gov.in/reports/ittp_tedo/ism/ISM_AS_Market.pdfhttp://www.youtube.com/watch?v=JDOTSP0GS2whttp://id.wikipedia.org/wiki/Jahehttp://id.wikipedia.org/wiki/Herbalhttp://4.bp.blogspot.com/-2Kb3PwflZhY/VAUfm110vKI/AAAAAAAAAno/UaIZ1bR0zh8/s1600/jamu%2Bman.pnghttp://www.blogger.com/share-post.g?blogID=1633004771927256945&postID=1661270230210440948&target=emailhttp://www.blogger.com/share-post.g?blogID=1633004771927256945&postID=1661270230210440948&target=bloghttp://www.blogger.com/share-post.g?blogID=1633004771927256945&postID=1661270230210440948&target=twitterhttp://www.blogger.com/share-post.g?blogID=1633004771927256945&postID=1661270230210440948&target=facebookhttp://www.blogger.com/share-post.g?blogID=1633004771927256945&postID=1661270230210440948&target=pinteresthttp://deenseo.blogspot.com/2014/09/kenapa-jamu-harus-lestari.html?showComment=1409638980086#c6237686083631279145javascript:;http://deenseo.blogspot.com/2014/09/kenapa-jamu-harus-lestari.html?showComment=1409641456411#c8397588518693698769javascript:;

Posting LamaBeranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: Google Account

Publikasikan

Pratinjau

Sulistyorini Rini 2 September 2014 00.11

Selamat, akhirnya menjadi penikmat jamu yang bagi sebagian orang dianggap ketinggalan jaman. Salam kenal ya... Silahkanmampir juga di blog saya http://sulistyoriniberbagi.blogspot.com/2014/08/melestarikan-jamu-memajukan-budaya.html

Balas

@.ir 2 September 2014 00.25

Terima kasih atas kunjungannya Mbak Rini, terima kasih juga bagi ilmunya, segera meluncur ke lokasi.

Balas

Template Simple. Diberdayakan oleh Blogger.

http://deenseo.blogspot.com/2014/07/keberhasilan-dakwah-sistematis-walisongo.htmlhttp://deenseo.blogspot.com/http://deenseo.blogspot.com/2014/09/kenapa-jamu-harus-lestari.html?showComment=1409641886129#c6049177974382211724javascript:;http://deenseo.blogspot.com/2014/09/kenapa-jamu-harus-lestari.html?showComment=1409642758135#c3583896562967277405javascript:;