LABORATORIUM MEKANIKA TANAH & GEOLOGI ... ... LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS...

download LABORATORIUM MEKANIKA TANAH & GEOLOGI ... ... LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK

of 84

  • date post

    04-Aug-2021
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of LABORATORIUM MEKANIKA TANAH & GEOLOGI ... ... LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS...

Daftar Isii
ii
2. Ir Suroso, Dipl.HE, M.Eng
3. Dr. Ir. As'ad Munawir MT
4. Dr. rer. nat. Ir. Arief Rachmansyah
5. Dr. Ir. Harimurti MT
6. Eko Andi , ST, MT,PHD
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
iii
2. Dilarang merokok di dalam Laboratorium
3. Dilarang makan dan minum selama kegiatan di laboratorium
4. Praktikan bertanggung jawab atas alat-alat yang digunakannya
5. Praktikan bertanggung jawab atas kebersihan laboratorium
6. Praktikan dilarang meninggalkan kegiatan praktikum tanpa izin
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
iv
Tanggal: Tanggal: Tanggal:
PLP. Laboratorium
KKDK. Geoteknik
Kepala Laboratorium
v
Syukur Alhamdulillah senantiasa Kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena
atas berkat rakhmat dan hidayah-Nyalah hingga kami dapat menyelesaikan penyusunan
“Buku Panduan Praktikum Mekanika Tanah dan Geoteknik” ini tepat pada waktunya.
Kami menyadari dalam penyusunan Buku Panduan ini masih terdapat banyak
kesalahan dan kekurangan, namun kami senantiasa berharap semoga apa yang telah
kami susun ini tetap mampu menjadi bahan referensi dan acuan dalam pelaksaan
praktikum maupun penelitian yang berkaitan dengan Mekanika Tanah dan Geologi
Teknik.
Melalui lembaran ini, tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Dr. Eng. Alwafi Pujiraharjo, ST., MT., selaku Ketua Jurusan Sipil
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
3. Ir. Suroso, Dipl.HE, M.Eng.
4. Dr. Ir. As’ad Munawir, MT.
5. Dr. Eng. Yulvi Zaika, ST., MT.,
6. Dr. rer. nat. Ir. Arief Rachmansyah selaku dosen Geoteknik
7. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D. selaku Kepala Laboratorium Mekanika Tanah
dan Geologi
8. Ketut Sugiharto, ST., MT., selaku PLP (Laboratorium Mekanika Tanah )
9. Asisten Laboratorium Mekanika Tanah
10. Semua pihak yang telah memberikan dukungan hingga terselesaikannya Buku
Pedoman Pelaksanaan Praktikum Mekanika Tanah.
Semoga apa yang telah, sedang dan akan kita lakukan senantiasa mendapat
rakhmat dan petunjuk dariNya. Amin.Terima Kasih.
Malang, Februari 2018
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
vi
Water Content ………………………………………………………………… 41
Spesific Gravity .. ……………………………………………………………… 52
Direct Shear ........................................................................................................ 98
Permiabilitas
37
Gambar 3. Percobaan pengambilan sampel menggunakan Hand Boring
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
38
a. Tujuan Percobaan
contoh tanah untuk penyelidikan yang lebih teliti mengenai sifat-sifat lapisan tanah
ini tidak mengalami perubahan yang berarti dalam struktur, kadar air maupun
susunan kimianya.
Pengunci tabung sample (Stick Aparat)
Alat pemutar (Handle)
Kunci pipa
Kop pemukul
Tabung sampel, berupa tabung silinder yang panjangnya 30, 40, dan 50 cm
Ujungnya dari silinder berulis sedang yang lainnya meruncing
c. Langkah Percobaan
Pasang mata bor pada stang bor dan Handle bor pada bagian atas. Kemudian
pasang pula batang pemutar pada handle bor.
Pemboran dilakukan dengan keadaan batang bor harus selalu tegak lurus dengan
permukaan tanah dan dilakukan dengan arah putaran searah jarum jam.
Pada batang Handle bor dapat dilakukan penambahan beban (orang) agar mata
bor mudah melakukan penetrasi kedalam tanah.
Pengambilan sample dilakukan setiap kedalaman 20cm mulai dari tanah
permukaan, dengan cara mencabut bor tangan, apabila bor sukar untuk dicabut,
bor dapat diputar sambil diangkat tetap searah jarum jam, atau digali langsung
tanah sekitarnya. Sample tanah dapat langsung dianalisa di tempat. Lakukan
terus pengeboran dan pengambilan sample sampai kedalaman yang diperlukan.
d. Teori Praktikum
Dalam beberapa hal sering digunakan tripot (kaki tiga) dengan katrol dan tali
yang dipakai untuk mencabut kembali stang-stang augernya dari lubang bor
Bor tangan hanya dapat dilakukan dalam bahan-bahan yang cukup lunak
terutama dalam lempung (Soft Clay)
Adalah tidak mungkin untuk melakukan pemboran tangan dalam batuan lunak
(Soft Rock) atau dalam kerikil padat. Casing tidak bisa dipakai dalam pemboran
tangan, tapi dapat juga kalau dipandang perlu. Misalnya untuk pemboran dalam
bahan-bahan yang amat lunak atau bahan-bahan yang lepas, yang akan
mengalami keruntuhan bila tidak menggunakan casing, juga apabila muka air
tanah (Water Level) ditempat tersebut amat tinggi.
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
39
SPIRAL HELICAL
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
40
TABUNG
PENGAMBILAN
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
41
Lokasi : ………………………
0,2
0,4
0,6
0,8
1
42
Flowchart Percobaan Hand Boring Soil Sampling
Buat lubang dengan memutar mata bor sampai pada kedalam yang diperlukan. Mata bor
dicabut, tanah dikeluarkan untuk dideskripsikan dan diklasifikasikan secara manual
Ulangi pemboran sampai tercapai kedalaman maksimum yang dikehendaki
Casing diperlukan pada tanah yang tidak stabil, dimana lubang bor tidak dapat
terbuka pada pemboran di bawah permukaan air. Diameter casing harus lebih besar
daripada diameter luar mata bor yang dipakai
Jika menggunakan casing, maka casing harus dimasukkan pada kedalaman tertentu,
dengan tidak melebihi kedalaman sampel yang diambil
Ambil contoh tanah dengan menggunakan Shelby tube samplers (tabung) dengan
diameter 6.85 cm dengan jalan ditekan atau ditumbuk
Tabung kemudian diberi label yang mencantumkan lokasi, nomor boring, kedalaman
dan sebagainya
Tabung yang sudah terisi penuh dikeluarkan, pada kedua ujung tabung ini ditutup
dengan paraffin untuk menjaga kelembaban tidak berubah
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
43
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
44
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kadar air tanah, dimana kadar
air adalah perbandingan antara berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat
tanah tersebut dalam persen.
b. Alat Dan Bahan
Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (100 ±
5)ºC
Cawan kedap udara dan tidak berkarat, dengan ukuran cukup. Cawan dapat
terbuat dari logam, gelas atau alumunium
Neraca dengan ketelitian 0,001gram
Gambar 6. Timbangan Digital
Gambar 7. Oven Listrik
45
Sampel tanah ditempatkan pada cawan yang bersih yang telah diketahui
beratnya kemudian diukur berapa penambahan berat setelah ditambahkan
partikel sampel tanah
Sampel tanah kemudian dimasukkan ke dalam oven selama ± 6 jam sampai
keadaan sampel mencapai berat konstan
Setelah ± 6 jam dikeluarkan dari oven, ditimbang dan beratnya dicatat
d. Perhitungan
Berat cawan + tanah ............................... W2 gram
Berat cawan + tanah kering .................... W3 gram
Berat cawan kosong ................................ W1 gram
Berat air .................................................. Wa = (W2 – W3) gram
Berat bahan kering .................................. Wt = (W3 – W1) gram
Kadar air ................................................. w = (W2 – W3)/(W3 – W1) x 100%
e. Dasar Teori
Istilah yang umum dipakai untuk hubungan berat adalah kadar air (water
content). Dimana kadar air adalah perbandingan antara berat air dan butiran padat
dari volume tanah yang diselidiki.
f. Form Tabel Data Percobaan Water Content
Lokasi : ………………………
1 Berat Cawan (W1) (gram)
2 Berat Cawan + Tanah Basah (W2) (gram)
3 Berat Cawan + Tanah Kering (W3) (gram)
4 Berat Air ( Wa) (gram) (W2 - W3)
5 Berat Tanah Kering (Wt) (gram) (W3 - W1)
6 Kadar Air (w) % ( Wt
Wa )
46
Benda uji yang mewakili tanah yang diperiksa ditempatkan di dalam
cawan yang bersih, kering, dan diketahui beratnya
Cawan dan isinya kemudian ditimbang dan beratnya dicatat
Tutup cawan dibuka dan cawan ditempatkan di oven atau pengering
lainnya paling sedikit 4 jam (untuk oven) atau sampai berat konstan
Cawan ditutup kemudian didinginkan
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
47
a. Tujuan Percobaan
Untuk menentukan Density tanah di lapangan dengan cara Drive Cylinder
untuk tanah yang relatif Undisturbed dengan cara memasukkan Cylinder baja tipis
ke dalam tanah melalui Driving Head khusus.
Untuk test di permukaan tanah (kedalaman yang dangkal), kurang dari 1 meter
Untuk test yang kedalamannya lebih besar
Metode ini tidak dimaksudkan untuk sampel-sample tanah yang sangat keras,
yang tidak dapat ditusuk dengan Cylinder baja dan tidak untuk tanah-tanah yang
memiliki tingkat plastisitas rendah yang tidak bisa diambil dengan Cylinder.
Metode ini dilakukan di lapangan pada lubang-lubang bor atau test pit (galian)
pada kedalaman-kedalaman tertentu yang diinginkan.
b. Alat Dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam pengambilan sample di lapangan adalah :
Drive cylinder , diameter ± 2 – 2,5 (50 – 140 mm)
Ada dua jenis cylinder , yaitu :
Cylinder yang diberi nomer-nomer yang berbeda dan dengan cepat dapat
mudah diketahui sebelum ditimbang Ø3"
Z.½” - 3"
0.2"
Cylinder yang memakai drat digunakan untuk kedalaman yang lebih dari 1
meter Ø3"
½” Drat
48
Menurut Hvorslev untuk Drive Cylinder harus memiliki harga area ratio sekitar
10 – 15 %, yang dihitung dengan persamaan :
A.R = 100 2
Drive Head
Untuk kedalaman kurang dari 1 meter Sliting Weight untuk menusukkan ke
dalam tanah lebih dari 1 meter, digunakan Hummer dengan Extension Drive
Rood untuk memasukkan Cylinder ke dalam tanah.
Straightedge
Terbuat dari baja dengan satu sisi tajam untuk memotong ujung sample pada
permukaan Cylinder.
kedalaman yang dangkal.
Anker tipe Iwan atau tipe Auger lainnya untuk membuat lubang sampai
kedalaman yang akan ditusuk dengan Cylinder.
Neraca kapasitas 1 kg dengan ketelitian 1.0 gram dan kapasitas 500 gram
dengan ketelitian 0.10 gram.
Alat pengering (Dry Oven)
Alat-alat bantu lainnya : sikat, katrol untuk Hummer, kaleng dengan tutupnya
untuk kadar air test dan sebuah sendok besar.
c. Langkah Kerja
Sebelum test dimulai, tentukan dulu berat masing-masing Cylinder sampai
ketelitian 1 gram, dan volume Cylinder dengan ketelitian 0,01 inchi (0,254).
Untuk kedalaman test kurang dari 1 meter
Bersihkan semua partikel yang melekat pada tanah yang akan ditest
Buat lubang bor atau galian dengan skop pada tanah yang akan dijadikan
sampel
Pasang Drive Rod pada Cylinder
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
49
Buka Drive Head, gali Cylinder dengan sekop
Bersihkan kotoran yang melekat pada sampel, usahakan tanah tidak
mengalami guncangan atau hal-hal lain yang mengakibatkan kondisi tanah
menjadi terganggu
Timbang sampel dan Cylinder, keluarkan sampel dari dalam Cylinder, ambil
± 100 gram dari tengah-tengah sampel untuk tes kadar air
Untuk pengambilan sampel pada kedalaman lebih dari 1 meter
Buat lubang bor sampai pada lapisan yang akan dites
Bersihkan dasar lubang bor dari material yang jatuh dari mata bor dengan alat
pembersih
Hati-hati menumbuk agar tanah tidak tertekan
Sampel dipisahkan dari dasarnya dengan menggerakkan Rod dan Cylinder
Buka Drive Head, gali Cylinder dengan sekop
Bersihkan kotoran yang melekat pada sampel, usahakan tanah tidak
mengalami guncangan atau hal-hal lain yang mengakibatkan kondisi tanah
menjadi terganggu
Timbang sampel dan Cylinder, keluarkan sampel dari dalam Cylinder, ambil
± 100 gram dari tengah-tengah sampel untuk tes kadar air
d. Perhitungan
W3 = Berat container
w = Kadar air
50
m = Berat isi tanah basah
d = Berat isi tanah kering
e. Form Tabel Data Percobaan Berat Isi, Isi Pori, Derajat Kejenuhan
Lokasi : ………………………
Tinggi Ring cm
3 Berat Tanah Basah (2)- (1) gr
4 Volume Tanah (Volume Ring) cm³
5 Berat Isi Tanah (3) / (4) gr/cm³
6 Berat Ring + Tanah Kering gr
7 Berat Tanah Kering (6) - (1) gr
8 Berat Air (3)- (7) gr
9 Kadar Air (8) / (7) X 100% %
10 γd (7) / (4) gr/cm³
11 Spesific Gravity (Gs)
13 Isi Pori (4) - (12) cm³
14 Derajat Kejenuhan Sr = (8) /(13) X 100 % %
15 Porositas (13) / (4) X 100 % %
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
51
Pengambilan Sampel Di Lapangan
Sampel di oven Selama 24 Jam
Penimbangan Sampel + Ring (Berat Tanah Kering)
Catat Hasil Pengamatan
52
mempunyai butiran lewat saringan No. 4 dengan menggunakan picnometer.
Spesific Grafity adalah perbandingan antara berat butir tanah dan berat air
suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu.
b. Alat Dan Bahan
Adapun alat-alat yang digunakan dalam pemeriksaan berat jenis butiran tanah
adalah :
Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
Thermometer ukuran 0º - 100º C dengan ketelitian pembacaan 1ºC
Saringan no. 80, no. 100 dan no. 200
Botol dan air suling
C. Langkah Kerja
Benda Uji Yang Dipersiapkan :
Tanah yang tertahan saringan no, 80, no. 100, dan no. 200.
Benda uji dalam keadaan kering oven dan diambil 20 gram untuk botol ukuran
50 gram untuk picnometer
Labu diisi dengan air sampai 2/3 bagian kemudian dididihkan
Ketika air dalam labu mendidih, tambahkan air dingin sampai labu terisi penuh
kemudian diangkat
Ukur suhu dengan thermometer suhu
Ulangi langkah-langkah di atas sampai suhu mencapai 30 0 C
Kemudian dari data yang ada dibuat grafik kalibrasi labu ukur
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
53
Siapkan labu yang sudah dikalibrasi.
Siapkan sampel tanah kering 20 gram lolos saringan no, 80, no. 100, dan no.
200.
Masukkan sampel tanah ke dalam labu ukur dan tambahkan air sampai 2/3
bagian dan dididihkan tanpa tutup.
Setelah mendidih, angkat picnometer.
Ukur suhu labu tersebut dengan menggunakan thermometer suhu.
Ulangi langkah di atas sampai suhu di thermometer suhu mencapai 30 0 C
d. Perhitungan
W1 = berat labu + air + tanah (gram)
W2 = berat labu + air (gram)
e. Teori Specific Gravity
Harga berat specific butiran tanah (bagian padat) sering dibutuhkan dalam
bermacam-macam keperluan perhitungan dalam mekanika tanah. Harga-harga
tersebut dapat ditentukan dengan akurat di laboratorium. Sebagian besar mineral
yang menjadi penyusun tanah berkisar antara 2,6 dan 2,9 . Berat spesifik dari bagian
padat tanah pasir yang berwarna terang , umumnya sebagian besar terdiri dari
quartz, dapat diperkirakan sebesar 2,65 . Untuk tanah berlempung atau berlanau,
harga tersebut berkisar antara 2,6 – 2,9.
t = Gs x w
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
54
Lokasi : ………………………
No. Pemeriksaan 1 2 3 4 5 6 7 8
Temperatur ( ο C)
b. Tabel data percobaan Spesific Gravity
No.
Labu Ukur Satuan 1 2 3
Berat Tanah Kering (Ws) (gram)
Berat Labu Ukur + Air + Tanah (W1) (gram)
Suhu (ºC) (ºc)
Spesific Gravity (Gs)
Rata- Rata Gs
55
Flowchart Percobaan Kalibrasi Alat Specific Gravity
Timbang labu ukur kap 100 ml + tutup dengan ketelitian 0.01 gram
Isi air 2/3 bagian kemudian didihkan.
Setelah mendidih tambahkan air sampai penuh terus diangkat
Tambahkan air sampai penuh terus di tutup dan
bersihkan yang menempel di labu tersebut
Timbang labu dengan ketelitian 0.01 gram
Ukur labu tersebut dengan menggunakan termometer
suhu.
suhu terendah
56
Siapkan labu yang sudah dikalibrasi
Siapkan sampel tanah kering 15 – 20 gram lolos saringan no. 9 / no. 10
Masukan sampel ke dalam labu ukur tambahkan air sampai setengah
bagian dan didihkan
Ukur suhu labu tersebut dengan menggunakan termometer suhu
Ulangi dua langka di atas paad suhu termometer suhu di intervalkan kalibrasi
labu ukur
57
a. Tujuan Percobaan
b. Alat Dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam analisis butiran dengan metode mekanis
adalah :
Satu set saringan (standar ASTM)
Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 ±
5)ºC
Gambar 10. Saringan Gambar 11. Picnometer
c. Langkah Kerja
Benda uji yang berupa campuran butiran tanah kasar dan halus dimasukkan
dalam oven dengan suhu tertentu
Benda uji dikeringkan di dalam oven dengan suhu (110 ± 5)°C sampai berat
tetap
Saringan disusun dengan ukuran saringan paling besar ditempatkan paling atas
Hitung prosentase berat benda uji yang tertahan di atas masing – masing
saringan terhadap berat total benda uji.
d. Perhitungan
% Komulatif Tertahan =
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
58
Analisa mekanis tanah adalah penentuan variasi ukuran partikel-partikel yang
ada pada tanah. Variasi tersebut dinyatakan dalam presentase dari berat kering total .
Analisa ayakan adalah mengayak dan menggetarkan contoh tanah melalui satu set
ayakan dimana lubang-lubang ayakan tersebut makin kecil secara berurutan. Untuk
standard ayakan amerika serikat, nomor ayakan dan lubang diberikan pada tabel
dibawah ini
Lokasi : ................................................
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
59
Benda uji berupa butiran tanah kasar dan halus dimasukan
dalam oven dengan suhu tertentu
Benda uji di kering dalam oven dengan suhu (110 ± 5)oC
sampai berat tetap
ditemptkan paling atas
catat dalam tabel
masing-masing saringan terhadap total sampel
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
60
61
agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan metode Hydrometer
b. Alat Dan Bahan
menggunakan metode Hydrometer adalah :
a. Hydrometer dengan skala konsentrasi ( 5 – 60 gram per liter)
b. Tabung-tabung gelas ukuran kapasitas 1000 ml. Dengan diameter ± 6,5 cm
c. Thermometer 0 – 50º C dengan ketelitian 0,1º C
d. Pengaduk mekanis dan mangkuk Disperse (Mechanical Stirrer)
e. Saringan-saringan standar ASTM
f. Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
g. Oven yang dilengkapi dengan pengaturan suhu untuk memanasi sampai (110 ±
5)º C
i. Batang pengaduk dari gelas
j. Stopwatch
Sampel tanah ditumbuk, kemudian diayak hingga lolos saringan no.200, sample
yang lolos saringan no.200 diambil sebanyak 50 gram kemudian dicampur
dengan 100 ml larutan NaOH 10% kemudian didiamkan selama 24 jam.
Setelah direndam selama 24 jam, campuran ditambah larutan H2O2 3%
kemudian dimixer selama 15 menit.
Sambil menunggu larutan di mixer , dilakukan koreksi pembacaan Hydrometer,
yaitu Koreksi Meniscus dan Zero Correction, dengan cara :
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
62
- Masukkan hydrometer dalam tabung gelas tersebut lalu dilakukan
pembacaan pada ujung permukaan air yang menempel pada permukaan
hydrometer
- Pembacaan tersebut dinamakan Zero Correction, dengan ketentuan bila
di atas angka 0 (nol) berharga negatif dan bila di bawah angka 0 (nol)
berharga positif
mendatar dikurangi Zero Correction
Setelah di mixer larutan dicampur air sampai 1000 ml dan masukkan dalam
tabung gelas
Tutup rapat-rapat mulut tabung dengan telapak tangan dan kocoklah dengan
mendatar sampai tercampur
Setelah dikocok letakkan tabung gelas ditempat yang datar kemudian masukkan
Hydrometer
Biarkan Hydrometer terapung bebas dan tekanlah stopwatch
Catatlah angka skala pada Hydrometer pada rentang waktu ½, 1, dan 2 menit
dan ukur suhunya
Sesudah pembacaan di menit kedua, angkatlah Hydrometer dan cuci dengan
menggunakan air kemudian kocok kembali larutan dalam tabung
Masukkan kembali Hydrometer dengan hati-hati ke dalam tabung dan lakukan
pembacaan pada saat 15, 30, 60, 120 dan 1440 menit.
d. Teori Hydrometer
Analisa hydrometer didasarkan pada prinsip sedimentasi (pengendapan)
butir-butir tanah dalam air . Bila suatu contoh tanah dilarutkan dalam air, partikel-
partikel tanah akan mengendap dengan kecepatan yang berbeda-beda tergantung
pada bentuk, ukuran, dan beratnya.
Di dalam laboratorium, pengujian hydrometer dilakukan dalam silinder
pengendap yang terbuat dari gelas dan memakai 50 gram contoh tanah yang kering
oven dan lolos ayakan 200. Kemudian dicampurkan dengan larutan pendispersi
(pengendap)sesuai dengan kepekatan yang ada.
e. Perhitungan
analisa saringan agregat halus dan kasar
Dari pembacaan Rh tentukan diameter dengan menggunakan nomogram
terlampir. Untuk ini nilai pembacaan Th harus dituliskan disamping skala Rh
pada nomogram terlampir
Hitung diameter prosen dari berat butiran yang lebih kecil dari diameter (D) dari
rumus-rumus berikut :
P =
63
P =
1. Rc = Ra – Zc + Ct
Dimana : Rc = Bacaan hidrometer terkoreksi.
Ra = Bacaan hidrometer saat pengujian.
Zc = Koreksi terhadap nol hidrometer.
Ct = Koreksi terhadap temperatur (lihat tabel 2).
2. % lolos = %100 .
a = Koreksi terhadap Gs (lihat tabel 1).
Ws = Berat benda uji kering.
3. R = Ra + 1
Ra = Bacaan hidrometer saat pengujian
4. t
L v
v = Kecepatan butiran mengendap.
D = diameter butiran.
K = Besaran yang tergantung pada kekentalan air dan Gs (lihat tabel 3).
L = Jarak yang ditempuh butiran.
t = Waktu pengamatan.
64
Berat jenis
L D x K
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
0.0151
0.0149
0.0148
0.0145
0.0143
0.0141
0.0140
0.0138
0.0137
0.0135
0.0133
0.0132
0.0130
0.0129
0.0128
0.0148
0.0146
0.0144
0.0143
0.0141
0.0139
0.0137
0.0136
0.0134
0.0133
0.0131
0.0130
0.0128
0.0127
0.0126
0.0146
0.0144
0.0142
0.0140
0.0139
0.0137
0.0135
0.0134
0.0132
.0.0131
0.0129
0.0128
0.0126
0.0125
0.0124
0.0144
0.0142
0.0140
0.0138
0.0137
0.0135
0.0133
0.1320
0.0130
0.0129
0.0127
0.0126
0.0124
0.0123
0.0122
0.0141
0.0140
0.0138
0.1360
0.0134
0.0133
0.0131
0.0130
0.0128
0.0127
0.0125
0.0124
0.0123
0.0121
0.0120
0.0139
0.0138
0.0136
0.0134
0.1330
0.1310
0.0129
0.0128
0.0126
0.0125
0.0124
0.0122
0.0121
0.0120
0.118
0.0137
0.0136
0.0134
0.0132
0.0132
0.0129
0.0128
0.0126
0.0125
0.0123
0.0122
0.0120
0.0119
0.0118
0.017
0.0138
0.0134
0.0132
0.0131
0.0129
0.0127
0.0126
0.0124
0.0123
0.0122
0.0120
0.0119
0.0117
0.0116
0.0115
65
Bacaan
hydrometer
terkoreksi
18 13.3 39 9.9
19 13.2 40 9.7
20 13.0 41 9.6
Gambar : Dimensi dan istilah-istilah Hydrometer
LABORATORIUM MEKANIKA TANAH DAN GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA
66
Luas penampang tabung (A) = ............ cm 2
Volume air sebelum penambahan Hydrometer (V1) = ............ cm 3
Volume air setelah penambahan Hydrometer (V2) =…