Lab. Anak Pemeriksaan Fisik

download Lab. Anak Pemeriksaan Fisik

of 28

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    0

Embed Size (px)

description

health

Transcript of Lab. Anak Pemeriksaan Fisik

LEMBAR KERJA LABORATORIUM MAHASISWA

LEMBAR KERJA LABORATORIUM MAHASISWA

MA. KEPERAWATAN ANAK

PEMERIKSAAN FISIK

PENDAHULUAN

Pemeriksaan fisik pada anak merupakan tahap pengkajian yang penting dalam rangkaian proses keperawatan. Pengkajian ini dilakukan pada semua anak mulai dari bayi baru lahir sampai dengan anak berusia remaja (0-18 tahun). Dalam melakukan pengkajian fisik diperlukan ketrampilan khusus dalam melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan bertahap sesuai sistem tubuh (head to toe) maupun pendekatan lain yang lebih menguntungkan penemuan kasus maupun memudahkan dalam hal pendekatan tumbuh kembang.

ANDA SEBAIKNYA MEMBACA BUKU-BUKU REFERENSI YANG DIMILIKI

Engel J, 1995, Seri pedoman praktis pengkajian pediatrik. Alih bahasa Teresa, EGC, Jakarta

Hockenberry, 2003. Wongs nursing care infants and children. 7 th ed. Mosby, USA

Muscari M.E. 2001. Advanced pediatric clinical assessment skills and procedures. Lippincott Williams and Wikins Philadelphia.

Latief A. dkk, 2000. diagnosis fisif pada anak. Ed.2 jkarta: PT Sagung Seto.

BAGIAN 1. PRINSIP-PRINSIP PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK

Pertanyaan

1. Jelaskan prinsip dan tahapan pemeriksaan fisik pada anak

2. Sebutkan prinsip pemeriksaan fisik pada anak sesuai dengan pendekatan tumbuh kembang

A. Bayi

B. Toddler

C. Prasekolah

D. Sekolah

E. Remaja

3. Uraikan pedoman pemeriksaan fisik pada anak yang meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi

A. Inspeksi

B. Palpasi

C. Perkusi

D. Auskultasi

4. Sebutkan bunyi perkusi, intensitas, durasi dan kualitas serta bagian tubuh dimana bunyi dapat didengar pada saat pemeriksaan fisik

Bunyi PerkusiIntensitasDurasikualitasLokasi

BAGIAN II. PEMERIKSAAN PERTUMBUHANTujuan PemelajaranSetelah mengikuti praktikum pemeriksaan fisik ini, mahasiswa diharapkan mampu :

1. Menyebutkan ukuran pertumbuhan pada anak

2. Menyebutkan definisi antropometri

3. Menyebutkan tujuan pengukuran antropometri

4. Menjelaskan cara pengukuran tinggi dan panjang badan, lingkar kepala, lingkar dada, dan lingkar perut

5. Menyebutkan definisi NCHS

6. Merumuskan interprestasi pengukuran NCHS

7. Menyebutkan masalah yang dapat menyebabkan defisiensi pertumbuhan

8. Menginterpretasikan hasil pengukuran lingkar kepala

Tugas

Perhatikanlah secara seksama video yang menggambarkan tentang pengkajian pertumbuhan pada anak.

Pertanyaan1. Sebutkan pengukuran pertumbuhan yang diperlihatkan dalam video

2. Apakah Antropometri itu? Sebutkanlah tujuan dilakukan pengukuran antropometri?

3. Uraikanlah cara pengukuran Lingkar Kepala (LK) dan Lingkar Dada (LD) serta Lingkar Perut(LP) pada kolom yang tersedia!Pengukuran

Cara

Lingkar kepala

Lingkar dada

Lingkar perut

4. Demontrasikanlah pengukuran LK, LD, LP pada phantom yang ada dan tuliskan hasilnya pada kolom yang tersedia!PengukuranHasil

Normal sesuai usia

LK

LD

LP

5. Pengukuran tinggi badan dilakukan dengan cara:Usia

Posisi

Di bawah 36 bulan

2-18 tahun

6. Grafik apakah yang digunakan untuk menginterpretasikan hasil pengukuran Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar Kepala (LK)?

7. Gunakan grafik tersebut untuk menginterprestasikan status gizi anak laki-laki yang mempunyai BB 10 kg pada usia 14 bulan.8. Sebutkan masalah yang dapat menyebabkan defisiensi pertumbuhan!

9. Pada pengukuran berat badan(BB), berapa nilai yang dianggap normal dengan menggunakan grafik NCHS?

10. Tuliskan rentang BB normal pada anak dan peningkatan BB dalam satuan yang mungkin dapat dicapai!USIA

RENTANG BB NORMALPENINGKATAN BB

0-5 bulan

6-12 bulan

13-36 bulan

4-6 tahun

7-12 tahun

13-18 tahun

11. Sampai usia berapa lingkar kepala masih penting untuk diukur? mengapa?

12. Sebutkan masalah yang berhubungan dengan penemuan yang abnormal pada pengukuran lingkar kepala!Hasil PengukuranMasalah KesehatanKeterangan

< dari N (mikrosepali)

>dari N (makrosepali)

Lain-lain

BAGIAN III. PEMERIKSAAN TANDA-TANDA VITAL

Tujuan Umum Pemelajaran

Mahasiswa mampu melakukan observasi tanda-tanda vital

Tujuan Khusus PemelajaranSetelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu:

1. Menyebutkan pengertian tanda-tanda vital

2. Menyebutkan suhu normal rata-rata anak sesuai usia

3. Menjelaskan tempat pengukuran suhu tubuh serta kontraindikasinya

4. Menyebutkan kecepatan nadi normal sesuai usia dan kondisi anak

5. Menyebutkan lokasi pengukuran denyut nadi6. Meyebutkan berbagai faktor kesalahan dalam pengukuran nadi

7. Menyebutkan kecepatan bernapas normal

8. Melakukan observasi tanda-tanda vital: suhu, pernapasan, denyut nadi dan tekanan darah.

Pendahuluan

Pengukuran tanda-tanda vital meliputi suhu tubuh, pernapasan, denyut nadi, dan tekanan darah. Pengukuran tersebut bertujuan untuk memperoleh data dasar, mendeteksi atau memantau perubahan status kesehatan klien, dan memantau klien yang berisiko untuk terjadi perubahan kesehatan.Pengukuran Suhu tubuh

Pada bayi dan anak yang lebih kecil faktor lingkungan dapat mempengaruhi perubahan suhu tubuhnya. Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada saat klien masuk ke fasilitas perawatan kesehatan, sebelum dan sesudah pembedahan atau prosedur invasif, selama masa infeksi, setelah tindakan penurunan demam, dan pada bayi atau anak yang tampak merah mukanya, merasa hangat atau letargi.

Tugas 1Isilah tabel dibawah sesuai dengan suhu tubuh normal pada usia yang dimaksud!USIA

SUHU (C)USIASUHU (C)

3 bulan5 tahun

1 tahun7 tahun

3 tahun9 tahun

13 tahun

Lokasi pengukuran suhu tubuhPengukuran suhu tubuh dapat dilakukan pada aksila, oral, rektal atau timpani. Lokasi pengukuran disesuaikan dengan usia dan kondisi anak, dan pemeriksaan harus menuliskan hasil pengukuran serta lokasi pengukuran suhu yang dilakukan.

Pedoman pemilihan tempat pengukuran suhu tubuhTempat

Kelompok umurKontraindikasi

AksilaSemua kelompok usia, khususnya anak usia pra sekolah yang cenderung takut pada tindakan invasifJika aksila sensitif terhadap perubahan awal-awal demam

OralAnak usia 5-6 tahun yang kooperatif, anak usia sekolah, dan remajaAnak yang tidak kooperatif atau tidak dapat mengikuti perintah karena koma, cenderung kejang, mengalami pembedahan mulut, pernapasan mulut, atau sedang diberi oksigen

RektalSemua kelompok usia, beberapa sumber hanya menganjurkan anak yang lebih dari 2 tahun karena risiko kerusakan dan perforasiAnak dengan pembedahan anus, diare atau iritasi rektral.

TimpaniSemua kelompok usia, khususnya usia toddler dan pra sekolah yang belum mampu bekerjasama secara penuhAnak dengan otitis media akut, sinusitis, atau anak dengan saluran teling luar yang kecil.

Tugas 2:Lakukan pengukuran suhu pada keempat area dan tuliskan hasilnya

Tempat pengukuran

Usia anakHasil pengukuran

Aksila

Oral

Rektal

Timpani

Pengukuran NadiDenyut nadi merupakan dorongan atau ketukan yang diakibatkan mengembangnya aorta yang menghasilkan gelombang pada dinding aorta. Kecepatan denyut nadi dapat mengangkat (takikardia) atau menurun (bradikardia). Kecepatan denyut nadi bertambah bila tekanan darah turun karena jantung berusaha meningkatkan keluarnya darah.

Kesalahan yang sering dilakukan dalam pengukuran nadi adalah pemeriksa hanya menghitung frekuensi nadi permenit, seharusnya pemeriksaan mencakup : a) frekuensi atau laju nadi, b) irama, c) isi atau kualitas, dan d) ekualitas nadi.

Tugas 3

Bacalah kembali pelajaran Anatomi dan Fisiologi Anda dan isilah pertanyaan dibawah ini:

Pemeriksaan denyut nadiHasil normalHasil tidak normalContoh kasus

Frekuensi nadi

Irama nadi

Kualitas nadi

Ekualitas nadi

Lokasi pemeriksaan :

1. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan pada keempat ekstremitas

2. Pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun: a. Brakialis atau a. Femoralis

3. Pada anak yang lebih besar a. Radialis

4. Tempat pemeriksaan lain: a. Temporalis, a. Karotis, dan a. Dorsalis pedis

Cara pemeriksaan

1. Pengukuran dilakukan pada saat anak diam atau tenang, cacat kondisi anak saat pengukuran dilakukan

2. Pilih tempat yang tepat sesuai usia dan kemampuan anak

3. lakukan pengukuran pada keempat ekstremitas

4. Lakukan pengukuran selama 1 menit penuh

Tugas 4

Isilah hasil pengukuran nadi normal sesuai dengan usia anak di bawah ini!UmurLaju (Denyut Nadi/Menit

Istirahat (bangun)Istirahat (tidur)Akltif/demam

Baru lahir

1 pekan-3 bulan

3 bulan-2 tahun

2 tahun-10 tahun

> 10 tahun

Pernapasan

Pengkajian pernapasan melibatkan pengkajian ventilasi eksternal, karena kualitas dan frekuensi pernapasan dapat dipengaruhi oleh gangguan pada setiap sistem tubuh.

Bayi dan anak yang lebih muda menghirup jumlah udara relatif kecil dan menghembus jumlah oksigen yang relatif besar. Bayi dan anak memiliki sedikit alveoli, sehingga pertukaran udara relatif sedikit, dan bersamaan dengan tingkat metabolik yang lebih tinggi menyebabkan terjadinya peningkatan frekuensi pernapasan pada bayi dan anak.

Cara pemeriksaan

1. Lakukan pengkajian sebelum melalui prosedur yang intrusif. Jika anak hampir menangis, tunda pemeriksaan sampai anak diam atau tenang.

2. Hindari agar anak tidak mengetahui bahwa pernapasan sedang d