Kurikulum Tpa

download Kurikulum Tpa

of 14

  • date post

    04-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.484
  • download

    22

Embed Size (px)

Transcript of Kurikulum Tpa

KURIKULUM TPA

DISUSUN OLEH :

KKN TEMATIK POSDAYA UPI

DESA GAJAH MEKAR KECAMATAN KUTAWARINGIN KABUPATEN BANDUNG 2009

0

SUSUNAN PENGURUS KKN POSDAYA DESA GAJAH MEKAR KECAMATAN KUTAWARINGINKETUA SANDI

SEKRETARIS SEKRE UUN

BENDAHARA ENDAHARA KAMALAH

KEAMANAN M.YUGA

DOKUMENTASI SEPTI

PUBLIKASI FRANDY

LOGISTK MARTIN

KONSUMSI YUNI Y.

KEROHANIAN IKA

KEBERSIHAN YUNI A

DANA USAHA RINI

1

A. PENDAHULUANIslam adalah agama yang sangat menekankan umatnya untuk menuntut ilmu, tidak terkecuali tua muda, laki laki-laki maupun perempuan semua diisyaratkan untuk mencari ilmu. Dari kutipan hadits Nabi SAW tuntutlah ilmu semenjak buaian sampai dengan liang lahat dan orang yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berada di jalan Allah (Sabilillah) sampai ia pulang, membuktikan keutamaan dalam menuntut ilmu. Kedekatan Islam lainnya dengan dunia pendidikan seperti tergambarkan dari pernyataan berikut ini Islam i mengenal pendidikan dengan pengertian yang menyeluruh, dengan pengertian ia berputar sekitar pengembangan jasmani, akal, emosi, dan akhlak. Begitu juga ia mengenal pendidikan dalam pengertiannya yang utuh, dengan pengertian bukan terbatas disekolah saja, tetapi meliputi segala yang mempengaruhi pelajar pelajar-pelajar dirumah, dijalanan dan lain-lain. Juga ia mengenal pendidikan seumurnhidup, 13 abad sebelum pendidikan modern lain. mengenalnya. Selain mengisyaratkan pentingnya menuntut ilmu, Islam sendiri juga menyerukan umatnya untuk selalu menjaga n keseimbangan antara kehidupan di dunia dengan kehidupan di akhirat. Oleh sebab itu disamping menyuruh kepada umat-Nya untuk mencari ilmu dunia, Allah juga mewajibkan atas mereka mempelajari ilmu agama untuk bekal Nya atas diakhirat kelak. Mempelajari ilmu agama harus dimulai sejak dini, karena itu sangat penting bagi orang tua untuk memperkenalkan putra-putrinya dengan ilmu agama sejak kecil. Seiring dengan perkembangan anak serta putrinya keterbatasan waktu orang tua dalam membimbing anaknya untuk lebih tahu secara mendalam tentang pendidikan agama terutama kemampuan anakdalam membaca Al Quran , maka penting bagi anak untuk mengenal lembaga Al-Quran pendidikan agama lainnya di luar rumah. Ada 4 tempat penyelenggaraan pendidikan agama, yaitu dirumah, Ad dimasyarakat, dirumah ibadah dan sekolah. Dirumah dilakukan oleh orang tua, dimasyarakat umumnya oleh tokoh tokohtokoh masyarakat, berupa majlis majlis-majlis talim dan kursus-kursus, dirumah ibadah diseleng kursus, diselenggarakan dimesjid-mesjid terutama dalam bentuk ibadah khas, seperti shalat, membaca Al Al-Quran, latihan-latihan seperti witir, membaca latihan shalawat dan lain-lain.

2

Seperti disebutkan diatas salah satu tempat penyelenggaraan pendidikan agama adalah di mesjid atau yang kini mesji dikenal dengan sebutan TPA( Taman Pendidikan Al-Quran), dimana anak akan diajarkan untuk lebih mendalami ( Quran), ilmu agama khususnya kemampuan dalam membaca serta memahami isi Al Quran, shalat, menghafal surat Al-Quran, surat-surat pendek serta doa sehari-hari dan lain sebagainya. Salah satu tujuan berdirinya lembaga lembaga-lembaga pendidikan agama seperti TPA TPA/TPQ ini membuktikan betapa pentingnya pendidikan agama, apalagi ditengah kehidupan masyarakat kita yang semakin moderen dan canggih yang banyak membawa dampak negative terutama kepada anak anak. Selain itu motivasi lain berdirinya lembaga ini anak-anak. adalah dilihat dari tujuan dan fungsi pendidikan agama itu sendiri yaitu lebih berat tanggung jawabnya bila dibandingkan dengan fungsi pendidikan pada umumnya. Sebab fungsi dan tujuan pendidikan islam adalah untuk memberdayakan atau berusaha menolong manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kurikulum pendidikan nasional yang hanya mengalokasikan waktu 2 jam pelajaran setiap minggunya untuk pelajaran agama juga menjadi alasan berdirinya lembaga lembaga-lembaga pendidikan agama separti TPA/TPQ. Selain itu, fakta dalam masyarakat mengidentifikasikan bahwa banyak orang islam khususnya usia remaja yang belum bisa islam membaca dan menulis Al-Quran. Quran. Permasalahan besar ini tidak akan terselesaikan hanya dengan mendirikan lembaga lembaga-lembaga pendidikan islam seperti TPA. Diperlukan suatu metode yang tepat dalam proses pembelajarannya, terutama dalam hal pelajaran . pembelajarannya, membaca Al-Quran, karena sukses atau gagalnya sebuah pembelajaran sangat tergantung pada metode yang Quran, digunakan. Selain itu permasalahan juga terjadi pada kemampuan santri dalam hal penguasaan materi agama. Permasalahan mengenai program pendidikan Al-Quran pasca TPQ dipandang perlu mengingat fakta dalam masyarakat menunjukkan bahwa hasil pendidikan TPQ masih banyak kekurangan dalam penguasaan materi ilmu Al AlQuran dasar dan materi-materi keislaman lainnya. materi Berbagai upaya terus dilakukan dalam proses pendidikan agama, mengetahui metode gai metode-metode pengajaran yang dianggap kurang efektif menjadi metode pengajaran baru yang lebih efektif sesuai perkembangan zaman, karena lembaga pendidikan islam bukanlah lembaga yang beku, tetapi fleksibel, berkembang dan menutut kehendak waktu beku, dan tempat.

3

Dalam dunia pendidikan islam sendiri dikenal sebuah metode pembelajaran Al Al-Quran yaitu metode iqra. Metode ini sudah lama diterapkan di TPA-TPA di Indonesia dan dianggap paling efektif karena memudahkan para ing santri untuk lebih cepat dalam belajar membaca Al-Quran. Namun tidak bisa kita pungkiri dari sekian banyak TPA Al Quran. yang tersebar di Indonesia pada umumnya serta di Aceh khususnya yang masih menerapkan metode tradisional dalam mengajari santrinya membaca Al-Quran. Dalam hal ini di perlukan sebuah perubahan terhadap metode yang m Al telah ada dan mengantinya dengan metode baru yang lebih efektif dan efisie , yang nantinya dapat membantu efisien, tercapainya tujuan dari pendidika TPA itu sendiri. pendidikan

B. HAKEKAT PENDIDIKAN

Istilah Pendidikan merupakan kata yang tidak asing lagi untuk hampir setiap orang. Namun demikian, istilah ini lebih sering diartikan secara berbeda dari masa ke masa, termasuk oleh ahli yang berbeda pula. Orang lain mungkin menerjemahkannya sebagai sejumlah pengalaman yang memungkinkan seseorang mendapatkan pemahaman dan pengetahuan baru yang lebih baik. Atau mungkin pula diterjemahkan secara sederhana sebagai pertumbuhan dan perkembangan. John Dewey, seorang pendidik yang mempunyai andil besar dalam dunia pendidikan, mendefinisikan pendidikan mempunyai sebagai rekonstruksi aneka pengalaman dan peristiwa yang dialami dalam kehidupan individu sehingga segala sesuatu yang baru menjadi lebih terarah dan bermakna. Definisi ini mengandung arti bahwa seseorang berpikir dan memberi makna pada pengalaman-pengalaman yang dilaluinya. Lebih jauh definisi tersebut mengandung arti bahwa pengalaman pendidikan seseorang terdiri dari segala sesuatu yang ia lakukan dari mulai lahir sampai ia mati. Kata kuncinya adalah melakukan atau mengerjakan. Seseorang belajar dengan cara melakukan. Pendidikan dapat terjadi di perpustakaan, kelas, tempat bermain, lapangan olahraga, di perjalanan, atau di rumah. Morse (1964) membedakan pengertian pendidikan ke dalam istilah pen pendidikan liberal (liberal education) dan pendidikan umum (general ( education). Ia mengatakan bahwa pendidikan liberal lebih berorientasi pada bidang studi dan menekankan .

4

penguasaan materinya (subject centered). Tujuan utamanya adalah penguasaan materi pembelajaran secara subject centered). mendalam dan bahkan jika mungkin sampai tuntas. Pemikiran pendidikan seperti ini sudah tidak bisa lagi diterapkan dalam konteks pendidikan jasmani sekarang ini, danoleh karena itu, pengertian pendidikan seperti ini dipandang bersifat tradisional. Sementara itu, pendidikan modern lebih bersifat memperhatikan pelakunya dari pada bidang studi atau materinya. Tujuan utamanya adalah mencapai perkembangan individu secara menyeluruh sambil tetap memperhatikan perkembangan perilaku intelektual dan sosial individu sebagai produk dari belajarnya ( intelektua (child centered). Pendidikan pada jaman sekarang lebih banyak menekankan pada pengembangan individu secara total. ). Kebanyakan sekolah sekarang ini menganut filsafat modern. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Pembelajaran secara individual pada dasarnya merupakan pembelajaran untuk semua siswa, termasuk program untuk embelajaran siswa yang mempunyai kelambanan dalam perkembangannya, mengalami gangguan emosional, dan siswa yang memiliki cacat fisik atau mental. Setiap siswa diberi kebebasan untuk memilih materi pembelajaran yang au diinginkannya dan memperoleh pelatihan dari bidang kejuruan yang berbeda-beda. Dengan kata lain pendidikan beda. pada jaman sekarang ini lebih menekankan pada pengembangan individu secara utuh. Pengajar tidak hanya ecara memperhatikan perolehan akademisnya akan tetapi juga kemampuan bicara, koordinasi, dan keterampilan sosialnya.Para guru mencoba membantu setiap individu untuk belajar memecahkan masalah masalah-masalah baik emosional maupun fisikal yang dihadapi oleh setiap siswa.

5

C. KURIKULUM TPATUJUAN KURIKULER Santri memahami dan menghayati AlQuran sebagai Kitab Suci dan menjadikan kebiasaan serta kegemaran membaca Al-Quran, baik secara tadarus maupun tartil dengan cara yang fasih menurut kaidah ilmu tajwid dan dapat berwudhu, adzan serta melaksanakan sholat dengan baik dan benar TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS 1. Santri mampu mengenal dan membaca huruf hijaiyah sesuai makhraj (tepat) 2. Santri mampu menulis huruf tunggal dalam AlQuran (huruf hijaiyah) 3. Santri mampu menghapal 4 doa harian 2 bacaan sholat dan 2 surat pendek BAHAN PENGAJARAN POKOK BAHASAN 1.1 Pengenalan huruf-huruf tunggal pada huruf hijaiyah satu persatu 1.2 Pengenalan huruf-huruf tunggal dalam Al-Quran 1.3 - Doa sebelum belajar - Doa untuk orang tua - Doa masuk dan kelu