Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

of 45 /45
KUPAS TUNTAS KISAH IBRAHIM DALAM AL QUR’AN DAN ABRAHAM DALAM BIBLE Disusun oleh : Rahmanhadiq I. SILSILAH A. Menurut Bible 1. Berdasarkan hitungan kelahiran dari Noah sampai pada Abraham yang tertulis di dalam Bible, ternyata Abraham dan Noah hidup pada zaman yang sama. Abraham lahir ketika Noah berusia 880 tahun, dan Noah meninggal ketika Abraham berumur sekitar 80 tahun. Namun setelah bencana air Bah itu, Bible tidak menceritakan tentang kelanjutan dari perjanjian antara Allah dengan Noah ataupun hubungan antara Abraham dengan Noah. Bible tidak menerangkan bagaimana suasana kematian Noah, apakah Noah mati karena usia tua atau karena penyebab lainnya.

description

Rahmanhadiq kisah abraham ibrahim bible al qur'an

Transcript of Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Page 1: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

KUPAS TUNTAS KISAH IBRAHIM DALAM AL QUR’AN DAN

ABRAHAM DALAM BIBLE

Disusun oleh : Rahmanhadiq

I. SILSILAH

A. Menurut Bible

1. Berdasarkan hitungan kelahiran dari Noah sampai pada Abraham yang tertulis di dalam Bible,

ternyata Abraham dan Noah hidup pada zaman yang sama. Abraham lahir ketika Noah berusia

880 tahun, dan Noah meninggal ketika Abraham berumur sekitar 80 tahun. Namun setelah

bencana air Bah itu, Bible tidak menceritakan tentang kelanjutan dari perjanjian antara Allah

dengan Noah ataupun hubungan antara Abraham dengan Noah. Bible tidak menerangkan

bagaimana suasana kematian Noah, apakah Noah mati karena usia tua atau karena penyebab

lainnya.

Page 2: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

2. Abraham pernah berganti nama dari Abram menjadi Abraham atas perintah Tuhan (kej 17:14)

yaitu setelah Tuhan menyampaikan bahwa dia akan memperoleh anak lagi dari Sara (kej 16:15).

Bible tidak menerangkan kenapa nama Abram harus diganti oleh Tuhan menjadi Abraham pada

usianya yang sudah tua yaitu 96 tahun. Dalam bahasa Ibrani dan yahudi, Abram berarti “ Bapak”

sedangkan “Abraham” adalah “Bapak bangsa-bangsa”. Kenapa Allah menganggap symbol dari

sebuah nama manusia sangat penting sehinnga Allah mengharuskan Abram mengganti namanya

mejadi Abraham ?.

3. Abraham mempunyai istri pertama yang bernama Sarai. Sarai adalah Saudara Abraham sendiri,

yaitu anak dari Bapaknya Terah tetapi lain istri (kej 20:12). Jadi Abraham dan Sarai adalah

bersaudara tiri. Sarai berganti nama dengan Sara atas perintah Tuhan. Penggantian ini terjadi

setelah Abraham diberitahu oleh Tuhan bahwa Abraham akan memiliki anak dari sarai ( kej

17:15). Bible tidak menjelaskan kenapa Abram dan Sarai harus mengganti nama mereka menjadi

Abraham dan Sara. Tetapi Bible menerangkan dengan alasan bahwa mereka akan menjadi

pasangan dari sejumlah bangsa terpilih di dunia. Mungkin inilah alasannya kenapa Bible

menganggap penting mengganti nama-nama mereka, walaupun nama tersebut masih mirip

dengan nama asli mereka.

4. Abraham mempunyai istri ke dua yang bernama Hagar. Perkawinan Abraham dengan Hagar

adalah atas inisiatif istri pertamanya Sara. Karena tidak juga mendapat anak hingga Abraham

berumur 95 tahun, maka Sara mengusulkan kepada suaminya untuk mengauli Hagar ,seorang

budak yang dulu dibawa dari mesir (kej 16:2). Kemudian Hagar melahirkan anak dari Hagar yang

diberi nama Ismael (kej 16:15).

5. Pada saat Ismael berumur 13 tahun, Sara juga melahirkan anak dan diberi nama Ishak (kej 21:3).

6. Pada saat Ishak selesai disapih (Kej 21:8-9), yaitu ketika Ismael dan Ishak sedang bermain-main,

Sarah mengusir Hagar dengan alasan bahwa Hagar adalah bekas budak, maka dia tidak berhak

atas warisan Abraham. Keesokan harinya , Abraham melepas kepergian Hagar dengan

sebungkus roti dan sebakul air ( kej 21:14) . maka berangkatlah Hagar ke daerah padang pasir

yang bernama Bersyeba. Ismael tumbuh berkembang di padang gurun Paran itu (kej 21:21).

Namun setelah Ismael terbuang ke tanah gurun Paran, Bible tidak lagi menceritakan hubungan

Abraham dengan Ismael. Terakhir Bible mengatakan bahwa Ismael juga ikut hadir pada saat

pemakaman Bapaknya Abraham ().

7. Abraham meninggal pada usia 175 tahun (kej 25:7) dan dikuburkan di di goa Makhpela dekat

pemakaman istrinya Sara (Kej 25:9).

8. Sebelum meninggal Abraham juga sudah mengambil istri lain yang bernama Ketura (kej 25:1)

B. Menurut Al Qur’an

1. Al Qur’an tidak menerangkan secara lengkap dan terperinci tentang silsilah Ibrahim,

sebagaimana Bible menerangkan silsilah Abraham mulai dari Adam. Al Qur’an hanya

menerangkan secara garis besar tentang silsilah Ibrahim yaitu Adam- Nuh- Aazar-Ibrahim-

Ismael/Ishaq (19:58, 33:7, 2:133, 2:136).

2. Bapak Ibrahim bernama Aazar( 6:74).

Page 3: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

3. Al Qur’an juga tidak menyebutkan nama-nama dari istri-istri Ibrahim. Al Qur’an juga tidak

menyampaikan tentang percecokkan antara istri-istri Ibrahim yaitu antara Sara dan Hagar

sebagaimana yang dijelaskan di dalam Bible. Minimnya keterangan dari Al Qur’an ini , karena

ada penjelasan dari surat Ali Imran ayat 65, yaitu untuk mencegah terjadinya perbantah atau

perdebatan tentang Ibrahim sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman Ahli Kitab dulu.

4. Ibrahim memiliki anak yang bernama Ismael yang lebih tua dari Ishak. Al Qur’an juga tidak

menerangkan asal-usul dari kedua ibu anak-anak Ibrahim dan juga tidak diterangkan anak-anak

Ibrahim berasal dari ibu yang mana (2:133, 11:71, 51:28). Al Quran juga menerangkan tentang

kelahiran Ishak, dimana Allah mengutus malaikat untuk menyampaikan berita kepada Ibrahim

bahwa dia akan mepunyai anak yang bernama Ishak (11:71), Istri Ibrahim yang sudah tua

tercengang dan merasa tidak percaya sebab suaminya Ibrahim pun sudah berusia lanjut seperti

dia (51:28). Tentang Ismail, Al Qur’an juga tidak menerangkan berapa umurnya pada saat Ishak

lahir dan berapa usia Ibunya ketika itu. Namun Al Qur’an menerangkan bahwa Ibrahim dan

Ismail sering bergaul dan bertemu di daerah padang pasir di Mekah sekarang yang dibuktikan

dengan keterangan bahwa Ibrahim dan Ismail bersama-sama membangun Baitullah (Ka’bah

yang pertama).

5. Al Qur’an juga tidak menjelaskan hubungan antara Ibrahim dan istrinya adalah bersaudara tiri.

6. Al Qur’an juga tidak menerangkan Istri Ibrahim selain yang melahirkan Ismail dan Ishak.

7. Al Qur’an menerangkan bahwa Ibrahim meninggal jejak bekas kakinya (makam) sebagai bukti

bahwa dia pernah membangun Baitullah di Mekah (2:125).

II. Sosok Ibrahim dan Abraham

A. Sosok Abraham menurut Bible

1. Abraham adalah seorang anak baik, patuh dan hormat kepada Bapaknya Terah. Ketika Bapaknya

Terah mengajaknya pergi ke negri yang jauh yaitu daerah tanah Kanaan, Ibrahim

mendampingnya bersama istrinya Sarai dan keponakannya Lut (kej 11:31). Kemudian Terah

meninggal di Haran pada usia 205 tahun (kej 11:32).

2. Abraham adalah seorang Suami yang sangat sayang kepada istrinya Sarai dan setia sampai akhir

hayatnya. Rasa sayang Abraham kepada Istrinya disempurnakan oleh karena Sarai adalah adik se

Bapaknya atau saudara tiri lain ibu.

3. Abraham melaksanakan dengan baik perintah Tuhan yaitu setelah Tuhan membuat perjanjian

dengan Abraham. Dalam perjanjian itu Tuhan akan memberi Abraham keturunan lagi setelah

Ismael dan bahkan keturunan yang banyak setelah itu, sedangkan Abraham berkewajiban

melakukan sunat dan juga terhadap seluruh anak keturunannya yang laki-laki yaitu dikerat kulit

khatannya setelah berumur 8 hari (kej 12:10-12). Abraham melaksanakan perintah Tuhan,

waktu itu Ismael baru berusia 13 tahun sedangkan dia sendiri berumur 99 tahun (kej 17:25).

4. Abraham menunjukan sikap penakut ketika bertemu Fir’un di Mesir.

Ketika terjadi masa sulit yaitu terjadinya bencana kelaparan di tanah Kanaan, Abraham dan

istrinya Sarai , berangkat ke negri mesir untuk mendapatkan makanan (kej 12:10). Sesampainya

Page 4: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Abram dan Sarai di negri Mesir, mereka mendengar cerita bahwa Raja mesir (Fir’un) seorang

mata keranjang terutama ketika melihat wanita yang cantik-cantik lalu menjadikan wanita itu

sebagai selir kalau dia tertarik. Sekiranya wanita itu cantik lalu Fir’un menginginkannya, maka

tidak seorangpun yang mampu menghalanginya. Kalau wanita itu sudah bersuami, maka

suaminya akan dibunuh (kej 12:12). Setelah mendengar cerita itu , maka Abraham mengambil

suatu sikap dan menyampaikan rencananya kepada Sarai. Abraham membisikkan kepada Sarai

agar jangan ada yang mengetahui bahwa mereka suami-istri, kalau ada yang bertanya katakan

saja kamu adalah adikku. Abraham takut akan terbunuh sedangkan Sarai tetap hidup ( kej

12:13). Sarai pun setuju dengan rencana Abraham itu, lalu mereka melanjutkan perjalanan

mereka ke Mesir (kej 12:14). Ternyata apa yang ditakutkan Abraham pun terjadi. Kehadiran

Sarah yang cantik di negri Mesir itu, mengundang banyak mata lelaki untuk mengaguminya,

sehingga berita itu sampai juga ke telinga Fir’un melalui pengawal-pengawalnya (kej 12:15).

Kemudian raja Mesir (Fir’un) itu ingin mengambil Sarai sebagai selirnya, sementara Abraham

mendapat hadiah dan pemberian dari Fir’un berupa hewan-hewan ternak, budak lelaki dan

perempuan (kej 12:16). Hadiah itu diberikan kepada Abraham untuk membujuk adiknya agar

bersedia menjadi selir Fir’un. Tentu saja Sarai tidak sudi menjadi selir Fir’un dan dia terus

menolak dengan cara yang halus. Sementara itu negri Mesir mendapat kutukan dari Tuhan

seperti penyakit dan wabah. Akhirnya Fir’un memanggil Sarai dan Abraham dan memintanya

berterus terang (kej 12:18). Maka Abraham mengakui bahwa Sarai adalah istrinya, namun dia

merasa tidak berbohong karena Sarai memang adik tirinya sendiri tetapi juga istrinya. Lalu

dengan bijaksana Fir’un mengembalikan Sarai kepada Abraham , kemudian menyuruh

pengawalnya untuk mengatarkan Abraham dan Sarai kembali ke negrinya berserta hadiah yang

sudah diberikan Fir’un itu kepada Abraham sebelumnya (kej 12:20)

5. Sifat penakut dari Abraham kembali diperlihatkannya ketika dia kembali ke tanah Negreb dan

menetap di Gerar sebagai orang asing (Kej 20:1). Pada saat itu Sarah sudah berumur 75 tahun

sedangkan Abraham 85 tahun (). Kepada Abimelekh, raja Gerar, kembali Abraham mengatakan

bahwa Sarah adalah saudaranya. Karena kecantikan Sara, maka Abimelekh berminat hendak

mengambil Sara sebagai selirnya. Pada saat menjelang malam penganten, Abimelekh bermimpi.

Di dalam mimpinya, Abimelekh diberitahu oleh Tuhan supaya jangan meneyetubuhi Sara karena

sara sudah bersuami dan suaminya adalah seorang nabi ( kej 20:6-7). Kalau Abimelekh tetap

ingin melakukannya dan menjadikan Sara sebagi selir maka Tuhan akan mematikan Abimelekh

(ke 20:7). Akhirnya Abimelekh sadar , lalu memanggil Abraham dan Sara untuk menanyakan

hubungan mereka yang sebenarnya (kej 20:9-10). Abraham mengakui terus terang bahwa Sara

memang Istrinya namun dia tidak berbohong karena Sara memang adik tirinya. Hal itu

dilakukannya karena orang-orang di Gerar tidak ada yang takut kepada Allah sehingga dia kuatir

akan dibunuh disebabkan istrinya (kej 20:11). Kemudian Abimelekh mengembalikan sarah

kepada Abraham dan menyerahkan uang sebanyak 1000 syikal emas (kej 20:16). Abraham juga

mendoakan Abimelekh dan seisi istananya sembuh dan melahirkan banyak anak, sebab

sebelumnya Tuhan sudah menutup rahim setiap wanita di istana itu karena kelakuan Abimelekh

kepada Sarah (kej 20:18).

Page 5: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

6. Abraham adalah sosok suami yang tidak dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya.

Ketika Sara mengusir Hagar, dengan alasan bahwa Hagar dan anaknya Ismael tidak berhak atas

warisan Abrham, maka berangkatlah Hagar dari rumah Abraham. Abraham melepas kepergian

Hagar hanya dengan sebungkus roti dan sebakul air tanpa pengawalan langsung darinya. Begitu

teganya seorang Bapak melepas keberagkatan anaknya yang masih kecil bersama Ibunya yang

pergi entah kemana (kej 21:14). Abraham tidak mampu menunjukkan kasih sayang dan

tanggungjawabnya kepadanya anak Ismael dan istrinya Hagar, tetapi kasihnya lebih condong

kepada Sara sebagai wanita yang lebih terhormat dibandingkan Hagar. Bahkan sampai anaknya

Ismael tumbuh berkembang di tanah terpencil di gurun Paran, Abraham tetap tidak pernah

menengok anaknya tersebut, sehingga anaknya itu tumbuh sebagai pemanah di gurun Paran itu

(kej 21:21). Walaupun Ismael hidup terpisah dan terpencil dari Bapaknya, namun diakhir hayat

Abraham, Ismael masih menunjukan kasih sebagai anak yaitu dia tetap melayat Bapaknya yang

meninggal di daerah filistin(25:9).

7. Abraham memiliki pribadi yang tidak jujur dan tidak mau berterus terang pada anaknya.

Ketika Abraham hendak mengorbankan putra tunggalnya yakni Ishak (kej 22:2) kepada Allah,

Abraham membawa Ishak ke gunung Moria (kej 22:2). Setelah 3 hari di perjalanan, sampailah

mereka di kaki gunung itu, lalu bertanyalah Ishak kepada bapaknya Abraham ;

“tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Lalu Abraham menjawab : "Allah

yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." (kej 22:7-8).

Ketika masih dikaki gunung itu, Ishak masih belum mengetahui kalau dia yang akan dijadikan

oleh Bapaknya sebagai domba untuk dikorbankan dan akan dibakar. Sesampainya di tempat

yang dituju, tahu-tahu Abraham sudah membakar kayu dan megambil pisau lalu menyembelih

Ishak yang sudah diikatnya (kej 22:9). Bible tidak menjelaskan bagaimana dialog antara Abraham

dan Ishak saat-saat sebelum perisiwa penyembelihan itu. Apakah Ishak bersedia dengan ihklas

untuk dijadikan kurban atau sebaliknya dan bagaimana perasaan Ishak ketika Bapaknya tidak

berterus-terang kepadanya sebelum itu. Padahal mereka sudah menempuh perjalananan

tersebut selama 3 hari. Walaupun pada akhir cerita dikatakan oleh Bible bahwa Allah mengganti

Ishak dengan domba sebagai hewan kurban untuk dibakar (kej 22:12).

B. Sosok Ibrahim menurut Al Qur’an

1. Ibrahim adalah imam dan pemimpin untuk seluruh orang-orang beriman di Dunia dan

keturunannya yang saleh dijadikan oleh Allah sebagai pemimpin umatnya (2:124, 6:120).

2. Ibrahim adalah seorang yang penyabar , penyayang dan santun (11:75, 15:56 , 9:114).

Walaupun Ibrahim tidak mendapatkan anak dari istrinya yang pertama, dia tetap setia dan sabar

menggauli istrinya hingga Allah memberitahu melalui Malaikat bahwa Istrinya akan hamil.

3. Ibrahim santun dan menyayangi Bapaknya Aazar, tetapi dia lebih tunduk kepada perintah Allah.

Ketika Ibrahim menasehati Bapaknya agar tidak penyembah berhala, maka Bapaknya menjadi

marah dan mengancam akan merajam anaknya lalu mengusir Ibrahim (19:46). Namun dengan

perasaan ikhlas Ibrahim berangkat dan mendoakan Bapaknya agar diberi petunjuk dan

keselamatan dari Allah. Al Qur’an menerangkan bahwa Ibrahim dan Bapaknya berpisah untuk

Page 6: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

waktu yang lama. Ibrahim memilih berpisah dari Bapaknya karena terdapat pertentangan dalam

hal berkeyakinan dan aqidah yang tidak mungkin bisa dipertemukan. (43 :26)

4. Ibrahim adalah sosok yang berpikiran luas dan cerdas.

Ketika Ibrahim sering menyaksikan Bapak dan kaumnya menyembah berhala, Ibrahim berpikir,

kenapa orang-orang di kampungnya melakukan itu? Bukankah patung-patung itu tidak mampu

memberikan pertolongan apapun kepada manusia? Bahkan patung-patung itu tidak dapat

mengendengar apapun yang diminta oleh penyembahnya. Ibrahim berpikir “ Tuhan yang

sebenarnya tentu sesuatu yang lebih hebat dan kuat dari berhala-berhala itu dan pasti Tuhan

lebih berkuasa dan dapat menciptakan seluruh alam ini” Namun Ibrahim tidak menemukan

jawaban “ Siapakah sebenarnya penguasa Alam semesta ini?” Pada suatu malam Ibrahim

berpikir bahwa Bintang-bintang ituah sebagai penguasa alam semesta (6:76), namun ketika

bintang-bintang itu tenggelam di ufuk barat, maka Ibrahim menyangkal bahwa bintang itu

sebagai pengusa alam. Kemudian Ibrahim beralih kepada bulan, namun ketika Bulan itu tetap

tenggelam di ufuk barat, Ibrahim mengingkari bahwa bulan itu sebagai penguasa alam (6:8).

Begitu juga ketika dia menyaksikan Matahari juga tenggelam dibalik bumi, maka dia

berkesimpulan bahwa semua jagat raya dan segala isinya pasti ciptaan penguasa Alam. Maka

Ibrahim berpikir bahwa lebih baik dia berlepas diri dari menyebah berhala seperti yang

dilakukan oleh kaumnya itu (6:9). Ibrahim yakin bahwa tidak ada Tuhan lain yang patut

disembah selain dari pada Allah.

5. Ibrahim adalah sosok pribadi yang sangat teguh dalam mempertahankan pendapat dan

keyakinannya. Ketika Ibrahim yakin bahwa Berhala-berhala itu tidak akan membawa mamfaat

bagi kaumnya, lalu Ibrahim menghancurkan patung-patung itu (21:58 ). Dan ketika Ibrahim tidak

dapat mengelak dari tuduhan yang disangkakan oleh kaumnya, kemudian Ibrahim menjawab

tuduhan mereka “ Patung yang besar itulah yang menghancurkan patung-patung yang lainnya,

kalau tidak percaya , tanyakanlah kepadanya !” (21:63). jawaban Ibrahim membuat Raja dan

kaumnya menjadi malu, tetapi tidak membuat mereka menyadari kekeliruannya (21:65). Maka

terjadilah perdebatan antara Ibrahim dengan Raja dan kaumnya. Ibrahim tetap tidak bergeming

dari keyakinannya dan menyampaikan bahwa menyembah berhala itu adalah perbuatan bodoh

dan tidak membawa mamfaat (21:66). Kemudian Ibrahim menyuruh semua orang menyembah

Allah yang menciptakan dan menguasai seluruh alam termasuk manusia. Bahkan Ibrahim

mengancam kaumnya “ apabila mereka tidak berhenti menyembah berhala-berhala itu, maka

dia akan menjadi musuh terhadap berhala-berhala itu”(21:67). Akibatnya Raja, Bapak Ibrahim

Aazar dan kaumnya menjatuhkan hukuman berat kepada Ibrahim dengan membakar Ibrahim

hidup-hidup (37:97). Tetapi Ibrahim tidak gentar sedikitpun dengan ancaman tersebut dan yakin

bahwa Allah pasti akan menolongnya.

6. Ibrahim adalah sosok seorang Bapak yang bijaksana, jujur dan terbuka kepada anaknya.

Ketika Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah berupa mimpi, bahwa dia harus mengobankan

anaknya, maka Ibrahim langsung menyampaikan arti mimpinya itu kepada anaknya. Ibrahim

dengan berterus terang mengatakan kepada anaknya bahwa Allah menyuruh dia mengorbankan

anaknya. Ibrahim meminta pendapat anaknya, apakah anaknya menerima atau menolak

(37:102). Ternyata anaknya menyarankan Ibrahim segera melakukan perintah Allah tersebut.

Ibrahim terperanjat dan kagum menyaksikan sikap, ketabahan, kesabaran dan ketundukan

Page 7: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

anaknya kepada Allah. Diskusi antara anak dan Bapak ternyata berhasil memecahan persoalan

yang berat dan ternyata mereka mempunyai keyakinan dan pandangan yang sama dalam

beriman kepada Allah. Anak dan Bapak telah melaksanakan ujian berat dari Allah. Namun Allah

yang maha bijaksana hanya menguji ketaatan mereka untuk melaksanakan perintah Allah

(37:106).

III. Hubungan dengan Allah

A. Hubungan Abraham dengan Allah menurut Bible

1. Menurut keterang di dalam Bible, Abraham bukanlah sebagai pihak yang mencari sosok Allah,

tetapi Allah yang berkehendak menemui Abraham.

Pertemuan Abraham yang pertama dengan Allah terjadi ketika Abraham disuruh Allah menuju

negri yang dijanjian yaitu ke daerah Kanaan (Kej 12:1, 12:7) pada usia 75 tahun (kej 12:4).

Kemudian pada umur 99 tahun Allah menyampaikan berita lagi kepada Abraham yang akan

memperoleh anak lagi sesudah Ismael yaitu dari istrinya Sara dan dari anaknya itu akan lahir

banyak keturunannya di muka bumi ini. Allah memperkenalkan dirinya kepada Abraham lalu

Allah membuat perjanjian. Perjanjian yang dibuat Allah kepada Abram antara lain adalah; Abram

dan istrinya Sarai harus mengganti nama menjadi Abraham dan Sara (kej 17:4, 17:15) karena

Allah akan memberikan kepada mereka dan keturunannya menjadi bangsa yang besar dan raja-

raja (kej 17:20). Kelak seluruh keturunan Abraham yang laki-laki harus disunat setalah berumur

8 hari. Kemudian Allah akan memberikan Abraham daerah tanah Kanaan yang luas untuk

selamanya walaupun status mereka sebagai orang asing disana ( kej 17:8). Abraham

melaksanakan perjanjian itu dengan menyunat semua laki-laki yang berada dirumahnya

termasuk anaknya Ismael yang ketika itu sudah berumur 13 tahun (kej 17:25)

2. Pertemuan selanjutnya terjadi setahun sebelum kelahiran Ishak (kej 18:1, 18:20). Ketika itu

Tuhan datang menjumpai Abraham dibawah pohon tarbantin dekat kemahnya bersama dua

orang malaikat Tuhan. Mengetahui itu, Abraham segera mempersilahkan tamunya itu duduk di

bawah pohon tarbantin itu, lalu Abraham kembali ke kemahnya untuk menyuruh Sara

mempersiapkan hidangan yang dibantu oleh para budak Abraham yang lainnya (kej 18:6-8).

Pada saat tamu-tamu itu sedang makan, Sarah mendengar pembicaraan antara Abraham

dengan Tuhan (kej 18:9). Tuhan mengatakan kepada Abraham bahwa tahun depan Istrinya akan

memperoleh anak laki-laki. Ketika mendengar pembicaraan itu, Sara tertawa di dalam hatinya

“manamungkin aku akan punya anak karena aku sudah tua , layu, mati haid, dan suaminya juga

sudah tua” (kej 18:12). Namun Tuhan mengetahui isi hati Sara dan menyampaikannya kepada

Abraham bahwa Tuhan mendengar suara ketawa Sara, namun Sara menyangkal ketawanya

karena takut pada tuduhan Tuhan itu ( kej 18:12, 18:17).

3. Abraham menasehati dan mencegah Tuhan supaya tidak menghancurkan kota Sodom.

Ketika selesai pembicaraan Abraham dengan Tuhan di bawah pohon Tarbantin itu, lalu Tuhan

bersama malaikat hendak berangkat menuju kota Sodom. Tuhan sedang berpikir apakah

rencananya hendak menghancurkan kota Sodom itu akan Dia sampaikan juga kepada Abraham?

Page 8: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Namun Tuhan memutuskan akan memberitahu Abraham, karena Dia sudah menetapkan

Abraham dan keturunannya kelak akan melaksanakan perintah-perintahNya (kej 18:17-19).

Tuhan akan ke Sodom untuk mengetahui apakah benar orang-orang di Sodom telah membuat

banyak dosa, dan kalau benar maka Tuhan akan membinasakan kota itu (kej 18:21). Lalu Tuhan

menyuruh malaikat untuk segera berangkat ke Sodom sementara Tuhan dan Abraham terlibat

dalam pembicaraan (kej 18:23). Dalam pembicaraan itu, Abraham menyampaikan kepada Tuhan

agar tidak menghancurkan kota Sodom karena disana juga terdapat orang-orang benar diantara

orang-orang fasik (kej 18:25). Abraham memperingatkan Tuhan dengan kata-kata “Jauhlah

kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan

orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang

demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?". Lalu

Tuhan menjanjikan kepada Abrham, sekiranya terdapat sekitar 50 orang yang benar disana,

maka Tuhan tidak menghancurkan kota Sodom dan akan mengampuni mereka semua (kej

18:26). Namun Abraham memberanikan diri untuk meminta pengurangan jumlah itu menjadi 45

untuk orang benar yang ada di Sodom, lalu Tuhan setuju dengan jumlah 45 itu. Tetapi Abraham

meminta pengurangan beberapa kali lagi dan Tuhan memutuskan “kalau terdapat 10 saja orang

benar, maka Tuhan tidak akan menghancurkan kota Sodom” (kej 18:32). Abraham mohon

ampun atas permintaan dan perkataanya pada Tuhan itu (kej 18:32).

4. Abraham melaksanakan perintah Allah dengan baik.

Ketika Allah mencobai Abraham, yaitu ketika Allah menyuruh Abraham membakar anaknya

untuk dipersembahkan sebagai korbanpada Allah, maka Abraham melaksanakannya dengan

patuh (kej 22:2, 22:10). Ketika Abraham lulus dari Ujian itu, Allah mengganti anaknya itu dengan

seekor domba jantan sebagai hadiah dari kepatuhan dan rasa takut Abraham kepada Allah ( kej

22:12).

B. Hubungan Ibrahim dengan Allah Menurut Al Qur’an

1. Inisiatif ingin bertemu dengan Allah adalah dari diri Ibrahim sendiri.

Awalnya Ibrahim tidak percaya dengan berhala yang disembah oleh kaumnya sebagai Tuhan,

karena patung-patung itu tidak dapat berbuat apa-apa kepada manusia. Ketika Ibrahim datang

mendekati berhala-berhala yang berada ditempat pemujaan, lalu Ibrahim bertanya pada berhala

itu “: "Apakah kamu tidak makan?, Kenapa kamu tidak menjawab?" (37:91). Ibrahim merasa

sedih melihat Bapak dan kaumnya yang berada dalam kebodohan. Kemudian pada suatu malam

Ibrahim menyaksikan bintang bertebaran di angkasa dan dia menyangka bahwa bintang-bintang

itulah penguasa Alam semesta, namun ketika bintang itu tenggelam maka Ibrahim merasa tidak

suka kepada Bintang-bintang itu. Begitu juga ketika dia menyaksikan Bulan dan matahari yang

selalu terbenam , Ibrahim menyangkal benda-bena angkasa itu sebagai penguasa alam (6:76-78)

Semenjak itu Ibrahim merasa yakin bahwa Allah adalah pencipta segala alam ini dan Allah maha

penguasa terhadap segala sesuatu. Ternyata Allah telah memberi petunjukan berupa jalan

pikiran kepada Ibrahim untuk mencari hakekat Allah berdasarkan tanda-tanda kejadian Alam

dan Ibrahim termasuk orang yang meyakini. (6:75).

Page 9: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Pada suatu saat, usaha Ibrahim untuk mencari Tuhan terujud juga, ketika Allah menemui

Ibrahim berujud wahyu atau Firman (4:163) Ibrahim meminta kepada Allah sambil berkata;

"Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati" lalu Allah

berfirman : "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi

agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Kemudian Allah berfirman: "(Kalau demikian)

ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu

letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah

mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera (4:163)”.

Ternyata benar apa yang sampaikan oleh Allah, ke empat burung yang sudah dicincang dan

diaduk tersebut datang kembali menemuinya;

Kemudian Allah berfirman ;” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

(2:260).

Kemudian Allah berfirman kepada Ibrahim:

"Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam"

(2:131).

2. Ikatan bathin antara Ibrahim dengan Allah terjalin sangat kuat

Beberapa ayat di dalam Al Qur’an menerangkan bahwa Ibrahim memiliki sikap yang sangat

tunduk dan patuh kepada perintah Allah (2:131), Ibrahim siap menentang siapapun yang tidak

mau menyembah Allah (29:24), Ibrahim siap mati di depan raja sekalipun demi

mempertahankan keEsaan Allah (43:26), Ibrahim siap mengorbankan anaknya sendiri jika itu

merupakan perintah Allah (37:102), Ibrahim merasa lebih baik berpisah dengan bapaknya dari

pada ikut bersama orang-orang musyrik(37:99), Ibrahim membangun tempat beribadah yang

pertama (baitullah) di daerah Mekah (2:125) dan Ibrahim sangat mencintai Allah dan berserah

diri pada Allah (11:75).

Sedangkan Allah selalu memperhatikan dan menyayangi Ibrahim sebagaimana yang terdapat

pada beberapa ayat-ayat Al Qur’an seperti ;

- Allah memberikan tempat yang baik pada Ibrahim di daerah Mekah lalu Ibrahim mendirikan

Baitullah ditempat itu, Allah mengabulkan doa Ibrahim supaya Allah menjadikan keturunannya

sebagai orang-orang saleh dan pemimpin (2:124),

- Allah mengabulkan doa Ibrahim supaya orang-orang beriman meramaikan dan memakmurkan

rumah beribadah itu (Baitulah) kemudian hari (2:126),

- Allah mengabulkan doa Ibrahim agar negeri dimana dia sudah mendirikan Baitulah ersebut

tidak ijadikan sebagai tmpat pemujaan berhala-berhala (14:35),

- Allah menjadikan Ibrahim sebagai hamba yang disayangi Allah (4:125),

- Allah menjadikan Ibrahim sebagai manusia teladan dan pemimpin dunia yang paling baik

karena kejujuran dan kelurusan aqidahnya (16:123),

- Allah selalu memberi petunjuk kebenaran dan memperhatikan Ibrahim , Allah menyelamatkan

Ibrahim dari keinginan raja dan kaumnya yang untuk membakar dan berbuat jahat pada Ibrahim

(21:69-70 ),

- Allah mewajibkan kepada setiap orang beriman setelah Ibrahim untuk mengucapkan kata-kata

pujian , kesejahteraan dan keselamatan bagi Ibrahim (37:109),

Page 10: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

- Allah mengutus malaikat untuk menyampaikan kabar kepada Ibrahim akan kelahiran anaknya

ishak walaupun usianya suah sangat tua (11:71)

IV. AJARAN

A. Ajaran Ibrahim menurut Al Qur’an

1. Ibrahim adalah seorang pemimpin untuk mengajak seluruh manusia agar beribadah dengan

sebenarnya kepada Allah yang maha Esa (2:124-125). Untuk mengajak dan mengumpulkan

pengikutnya, maka Ibrahim bersama anaknya Ismail mendirikan rumah peribatan (Baitullah) di

daerah Mekah sekarang (2:127). Rumah Ibadah itu dijadikan Ibrahim sebagai pusat tempat

berdakwah dan beribadah kepada Allah (22:26).

2. Ibrahim mengajarkan agama yang benar yaitu agama Islam kepada keturunannya Ismail, Ishak,

dan Yakup untuk diteruskan kepada umat-umat selanjutnya (2:132)

3. Ibrahim membawa ajaran dan agama yang lurus yaitu berupa ajaran yang hanya beribadah dan

menyembah Allah yang satu (2:135).

4. Ajaran Ibrahim bersumber dari Allah dan Ibrahim menasehati kepada keturunannya untuk

mengukuti dan patuh kepada ajaran Allah (2:133,2:136).

5. Ibrahim bukan pembawa dan penganut agama Yahudi dan Nasrani, tetapi Ibrahim adalah

pembawa agama yang lurus dan Ibrahim sama sekali bukanlah termasuk orang yang syirik atau

mempersekutukan Allah dengan yang lainnya (2:135, 2:136).

6. Ibrahim bukanlah termasuk orang keturunan Yahudi atau Nasrani (3:67)

7. Orang yang paling dekat dan mengikti agama Ibrahim adalah Nabi Muhammad (3:68)

8. Ibrahim menerima petunjuk tersebut berupa wahyu atau firman yang disampaikan oleh Allah

(4:163) .

9. Ibrahim termasuk orang muslim (22:78) dan dia mewajibkan kepada pengikutnya untuk

melaksanakan perintah Allah yaitu Shalat, berzakat, dan mengikuti apa yang disampaikan

kepada Ibrahim (2:78).

B. Ajaran Abraham menurut Bible

1. Abraham menerima perjanjian dengan Allah dan melaksanakan perintah Allah yaitu menyunat

anak laki-laki terhitung 8 hari setelah kelahirannya (kej 17:10). Namun perjanjan antara Tuhan

dengan Abraham tdak mengaruskan baginya untuk melaksanakan tugas lain atau mewajibkan

dia menyampaikan agama Tuhan untuk disebarkan kepada manusa lain. Abraham hanya

menjadikan orang yang ada di dalam rumahnya menjadi umat Allah yaitu dengan bersunat

tetapi kepada orang yang tidak berada di rumahnya, Abraham tidak menganjurkan untuk

menyembah kepada Allah. Bahkan kepada Lot, keponakannya sendiri yang pernah tinggal

bersamanya, juga tidak diajarkan untuk menyembah kepada Allah dan tidak dianjurkan untuk

disunat.

Page 11: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

2. Abraham ditetapkan dan diangkat sebagai bapak sejumlah besar Bangsa-bangsa (kej 17:5).

Setelah Allah menjadikan Ibrahim sebagai pemimpin dan keturunannya kelak juga sebagai

pemimpin bangsa-bangsa, namun Bible tidak menjelaskan dengan rinci , apa-apa saja ajaran

yang akan disampaikan oleh Ibrahim kepada umatnya sesuai dengan perjanjian dengan Allah.

3. Allah memilih Abraham dan keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan

TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada

Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya (kej 17:19). Namun Bible tidak merinci dengan

jelas, bagaimana bentuk petunjuk yang diberikan Tuhan agar Abraham dapat melaksanakan

keadilan dan kebenaran itu sesuai dengan perintah Tuhan tersebut.

4. Abraham menyampaikan ajaran keadilan dan kasih sayang.

Ketika Tuhan hendak menghancurkan kota Sodom, Abraham menasehati Tuhan dengan berkata

“ Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama

dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah

kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan

adil?"( Kej 18:25). Akhirnya Tuhan menerima nasehat Ibrahim untuk tidak menghacurkan kota

Sodom dengan syarat jika orang-orang yang benar di sana tidak kurang dari 10 ( kej 18:32). Dari

dialog pada kitab Kejadian ayat 18:25 sampai ayat 18:32, terlihat bahwa Abraham memiliki

pandangan tentang rasa keadian dan kasih sayang yang sangat sempurna, sehingga mungkin

Tuhan merasa tidak perlu menunjuki Abraham bagaimana cara melakukan perintah-

perintahNYA. Abraham memiliki perasaan Bathin dan hati nurani yang sangat baik untuk

melaksanakan kebenaran, keadilan dan kasih sayang sebagai manusia terbaik.

5. Abraham melakukan sembayang

Ketika hendak menaiki gunung Moria , dimana Ishak hendak dikorbankan, Abraham menyuruh

dua orang pembantunya untuk menunggu dikaki gunung dengan alasan Abraham dan Ishak

akan melakukan sembahyang dia atas gunung itu ( Kej 22:5). Namun Bible tidak menjelaskan

apakah Abraham juga menyuruh 2 orang pembantunya itu melakukan sembahyang pada saat

mereka menunggu. Hal ini membuktikan bahwa Abraham tidak berkewajiban untuk

menganjurkan orang lain menyembah menyembah kepada Tuhan.

V. Persamaan

1. Ibrahim dan Abraham sama-sama merupakan keturunan dari Nuh (Kej 10:1 s/d kej 11:26 ),(qs

3:33, 4:136, 9:70)

2. Ibrahim dan Abraham sama-sama mempunyai anak yang bernama Ismael dan Ishak tetapi dari

istri-istri yang berbeda (qs 14:39), (kej 16:11, kej 17:19)

3. Ibrahim dan Abraham sama-sama merupakan pemimpin yang terpilih dari Allah begitu juga

dengan keturunannya (kej 17:5 , kej 17:16), (qs 2:124)

4. Ibrahin dan Abraham sama-sama meninggalkan kampung halamannya untuk berangkat kesuatu

tempat yang jauh (kej 11:31), (qs 29:26)

Page 12: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

5. Ibrahim dan Abraham sama-sama mengorbankan salah seorang anaknya sebagai ujian dari

ketundukkannya dan kesetiaannya pada Allah (kej 22:2), (qs 37:102)

6. Ibrahim dan Abraham sama-sama mengetahui berita kehancuran kota dimana Lut tinggal (kej

19:32), (qs 29:31)

7. Ibrahim dan Abraham sama-sama mendapatkan keturunannya pada usia tua (kej 17:16), (qs

14:39)

8. Al Quran dan Bible sama-sama menceritakan perasaan Istrinya ketika mendengar berita akan

memeperoleh anak di usia senja (kej 18:12), (qs 11:71)

9. Ibrahim dan Abraham sama-sama mendirikan tempat penyembahan kepada Allah ketika sampai

di suatu tempat (kej 12:7), (qs 2:125)

VI. Kontradiksi

A. Kontradiksi antara Al Qur’an dan Bible

1. Keturunan.

Al Qur’an menerangkan bahwa Ibrahim mempunyai Bapak yang bernama Aazar (qs 6:74),

sedangkan Bible mengatakan bernama Terah (kej 11:6)

2. Perjalanan keluar dari tanah kelahiran

Menurut Bible , Abraham pergi dari tanah kelahirannya menuju tanah Kanaan bersama-

sama Bapaknya Terah ( kej 11:31) , sedangkan menurut Al Qur’an Ibrahim berangkat dari

tanah kelahirannya tidak bersama Bapaknya Aazar (qs 12:71, 19:46 )

3. Tamu dan hidangan

Al Qur’an menerangkan bahwa tamu yang datang menemui Ibrahim untuk menyampaikan

berita kehancuran kota dimana Lut berada, tidak ikut menikmati hidangan yang disuguhkan

oleh Ibrahim (qs 51:28). Sedangkan menurut bible, mereka ikut makan bersama-sama (kej

19:3)

4. Kehancuran kota Sodom

Menurut bible, sebelum kehancuran kota Sodom, Abraham menasehati Tuhan agar

mempertimbangkan untuk membasmi penduduk Sodom karena disana masih terdapat

orang-orang benar disamping orang fasik (kej 18:25). Tetapi menurut Al Qur’an, Allah

menyampaikan kepada Ibrahim bahwa kehancuran itu sudah ditetapkan oleh Allah dan

Allah sudah mengetahui siapa-siapa saja yang berbuat fasik di sana (qs 29:32)

Page 13: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

B. Kontradiksi di dalam Bible

Kontaradiksi di dalam bible terdapat pada kitab Kejadian 22:2 yang tertulis;

“2Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke

tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung

yang akan Kukatakan kepadamu.(kej 22:2)"

Keterangan pada ayat diatas, secara keseluruhan mengandung kontradiksi baik secara bukti

materi maupun secara akal budi.

Kata “ tunggal “ pada ayat tersebut tidak dapat dipakai bersama-sama kata “ yakni Ishak “

dengan dampak sebagai berikut ;

- Kata “tunggal menjadi batal kalau hanya ditujukan kepada Ishak saja, kerena Ishak masih

punya sadara tua yang masih hidup pada masa itu yaitu Ismel ( 12:13)

- Kata “tunggal” hanya dapat diberlakukan kepada Ishak apabila Ismael sudah mati, atau Ishak

lebih tua sementara Ismael belum lahir. Tetapi kenyataanya, yang lahir lebih dahulu adalah

Ismael dan pada waktu itu ismael masih hidup (kej 25:9). Jadi kalimat yang menggabungkan

kata “tunggal” dengan kata “yakni Ishak” merupakan suatu kombinasi yang sangat janggal,

tidak logis, tidak bisa diterima dengan akal sehat dan kontradiksi.

Seharusnya tidak seorangpun yang boleh menyanggah Firman Allah yang tercantum pada

Kejadian 22:2 tersebut karena semua manusia mengetahui bahwa Allah tidak akan pernah

berbuat salah dalam keputusannya dan Allah lebih mengerti dan mengetahui tentang apa yang

sudah ditetapkan dalam FirmanNYA. Namun dalam kontek ayat diatas, seorang manusia yang

tidak secerdas Tuhan, tentu akan berpikir dan berpendapat bahwa “ Apakah Allah tidak

mengetahui bahwa Abraham sudah mempunyai anak yang lain yang bernama Ismael? Apakah

Allah lupa bahwa Allah juga pernah memberikan keturunan kepada Abraham yakni saudara

Ishak yang bernama Ismael?

Pada ayat dari surat kej 22:2 tersebut juga terdapat penggabungan kata-kata “ tunggal“ dengan

kalimat “, yang engkau kasihi, yakni Ishak, “. Secara keseluruhan, kalimat diatas akan

berdampak kepada unsur ketidak-adilan dari Tuhan. Sekiranya anak yang tunggal itu hanya

berlaku terhadap Ishak dengan alasan bahwa Ishak adalah anak seorang ibu yang bernama Sara

yang lebih tinggi martabat dan kastanya dari pada ibu Ismael yang bernama Hagar (bekas

budaknya dari mesir), maka akan muncul permasalaah yang perlu dikemukakan antala lain;

- Allah di dalam FirmanNYa diatas, mengetahui dan menyetujui tentang diberlakukannya

perbedaan derajat dan kasta di dalam sebuah sistim masyarakat , keluarga dan jalur

keturunan.

- Allah mengakui bahwa Ismael tidak memilki hak waris dari bapaknya Abraham demi status

dari sebuah perawinan antara majikan dan bekas budak.

Page 14: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

- Kata-kata “tunggal “ yang sering diulang di dalam Bible sebanyak 3 kali (seluruhnya dalam

kontek Firman Allah) yaitu pada Kej 22:2, kej 22: 12 dan kej 22:16, menunjukkan bahwa

Allah tidak lagi mengakui Ismael sebagai Anak Abraham secara utuh.

- Abraham sebagai Bapak bangsa-bangsa pilihan Tuhan di dunia, ternyata tidak mempunyai

sifat yang agung dan lebih mulia dari pada manusia biasa, sehingga dia lebih menyayangi

Ishak dari pada anaknya yang lain yakni Ismael. Hal ini juga terbukti ketika Abraham melepas

kepergian Ismael hanya dengan sepotong roti dan sekibrat air ketika diusir oleh istrinya Sara

dari rumahnya (kej 21:14).

- Allah yang maha kuasa juga memberikan andil kepada sifat tidak adil dari Abraham yang

membeda-bedakan anak manusia karena status perkawinan dan martabat yang berlaku

dalam symbol-symbol masyarakat manusia.

- Sikap membeda-bedakan kasih sayang terhadap anak sendiri, sehingga Abraham lebih

mengganggap Ishak adalah anak tunggal yang lebih dia kasihi dari pada anaknya yang lain,

menunjukan bahwa Abraham bukanlah contoh seorang pemimpin besar (bapak bangsa-

bangsa) yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan

secara adil sebagai manusia.

- Maka tentu saja Allah jauh dari celaan sifat-sifat yang demikian dan maha besar Allah dari

cerita palsu Bible diatas. Tidak mungkin Allah salah dalam menyampakan FirmanNYa kepada

manusia, maka yang salah adalah tulisan yang tercantum di dalam Bible tersebut. Dengan

arti kata, bahwa penulis Bible telah melakukan kekeliruan dalam menulis Al KItab untuk

tujuan tertentu yaitu untuk membanggakan keturunan yahudi yang berasal dari ishak.

C. Kontradiksi Akal-Budi

Kontradiksi akal-budi terdapat di dalam keterangan Bible antara lain ;

1. Perjalanan menuju tanah yang dijanjikan

Keadaan umat setelah Noah di daerah Babylonia sampai kepada keturunannya yang ke 10

yaitu Abraham adalah cukup makmur, tidak kekurangan mata pencarian dan rezki. Hal ini

diperkuat oleh keterangan di dalam Bible dimana keturunan Noah di kota Babel sudah

sanggup membuat menara yang sangat tinggi hingga mencapai langit (11:5). Hal ini

menujukkan bahwa masyarakat di daerah Babylonia tersebut sudah makmur dan sejahtera

sehingga mereka mampu membangun sebuah menara yang megah. Kemampuan penduduk

untuk membangun sebuah bangunan yang hebat, menunjukan bahwa penduduk disana

sangat pintar, sejahtera, makmur dan tidak kekurangan dalam persediaan makanan. Bangsa

yang miskin tidak akan sanggup membangun menara agung tersebut karena mereka lebih

terfokus dalam memperbaiki tingkat dan taraf kehidupannya, kecuali kalau mereka dipaksa

bekerja untuk membuat bangunan prestisius tersebut namun itupun tidak mungkin karena

Page 15: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

jumlah penduduk dizaman itu baru mencapai generasi ke 4 setelah Noah sehingga

membutuhkan waktu yang sangat lama membangunnya atau dibutuhkan tenaga kerja yang

sangat banyak sekali.

Menurut akal-budi, kepergian Abraham ke tanah Kanaan tentu bukan karena alasan tanah

kelahirannya yang tidak subur atau kekurangan makanan, kemiskinan atau wabah penyakit.

Kalau sekirannya kepergian Abraham hanya karena janji Allah tetang tanah Kanaan yang jadi

harapannya itu, maka secara logika itupun tidak mungkin karena tanah di Babylonia masih

sangat subur dan jumlah penduduk di Babylonia kala itu masih sedikit , daerahnya masih

sangat luas untuk menghidupkan Abraham dan seluruh keluarganya baik dengan berternak

maupun dengan bercocok tanam , dibandingkan dengan tanah Kanaan yang lebih tandus

dimana untuk mendapakan air saja, mereka harus berebut galian sumur air (kej 21:30).

Secara logika , kepergian Abraham dari tempat kelahrannya tentu disebabkan karena

adanya perelisihan antara Abraham dengan kaumnya atau dengan Pemimpin suku di

kampungnya itu. Di dalam perselisihan itu, Abraham berada pada possi yang kalah sehingga

dia terusir atau pindah menuju ke tempat yang lebih gersang dan tidak subur dibandingkan

tempat asalnya. Sementara janji Allah kepada Abraham merupakan sebuah pengharapan

yang dihadiahkan oleh Allah atas sikap dan keputusan Abraham, supaya tetap sabar dan

tabah hingga mencapai ke tempat tujuan yang sudah ditunjukkan Allah yang lebih aman dan

damai di dalam perjalannya yang panjang. Bukankan Allah sudah berjanji, bahwa Allah

menyerahkan seluruh bumi dan isinya kepada seuruh anak cucu Noah tanpa kecuali (kej 9:1)

2. Realitas Janji yang menyedihkan

“ 1Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu

dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; (kej 12:1) “.

“4Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut

bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari

Haran (kej 12:4)”.

“5Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang

didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke

tanah Kanaan, lalu sampai di situ (kej 12:5) “.

“7Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan

memberikan negeri ini kepada keturunanmu (Kej 12:7) “.

Namun begitu sampai di tanah yang dijanjikan itu, dan menetap pada beberapa tempat di

daerah kanaan tersebut ;

“ 8Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang

kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ

mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. (kej 12:8) “.

Page 16: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Tetapi terjadilah bencana kelaparan di tanah yang dijanjikan Tuhan tersebut, sehingga

Abraham harus meninggalkan tanah yang sudah di tentukan Tuhan tersebut tanpa bertanya

dan menunggu perintah Tuhan. Akhirnya Abraham memutuskan harus meninggalkan tanah

Kanaan yang sudah dijanjikan tersebut bersama istrinya menuju negeri Mesir ;

“ 10Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ

sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu (kej 12:10) “..

Cerita Bible tersebut diatas sangat kontradiksi dengan janji Tuhan yang tentunya akan

menyerahkan daerah yang lebih baik dari negri asal Abraham dulu, namun baru saja

Abraham memulai kehidupan barunya di tanah yang dijanjikan tersebut, tiba-tiba terjadi

bencana paceklik atau kelaparan. Abraham harus mengambil keputusan sendiri demi

menyambung kehidupannya tanpa menunggu perintah Tuhan selanjutnya, walaupun dia

nantinya harus mengambil strategi pembohongan untuk keselamatannya dari ancaman

maut karena istrinya yang cantik.

3. Perjalanan ke Mesir

Abraham adalah keturunan ke 10 dari Noah setelah kehancuran massal dan kepunahan

seluruh makluk hidup yang bernafas dengan hidung setelah musibah air bah (kej 7:22).

Menurut perhitungan dari keterangan Bible tentang kelahiran Noah dan keturunannya,

maka dapat dihitung bahwa Abraham lahir pada saat Noah berumur 880 tahun sedangkan

Noah meninggal pada saat usia Abraham 80 tahun. Kalau dihitung-hitung dan diprediksi

jumlah penduduk pada masa itu hingga sampai ke masa Abraham maka di dapat angka-

angka sebagai berikut;

Sekiranya setiap pasangan keturunan dari Noah mulai (sem, Ham, Yafet) memiliki anak

masing-masing 4 orang dan semua keturunannya tidak ada yang mati hingga Abraham,

maka jumlah penduduk kala itu adalah 2+6+12+24+48+96+192+384+768+1536 =3068 .

Sampai kepada Abraham, jumlah penduduk sudah mencapai sekitar 3068 orang. Dari Jumlah

penduduk yang masih sedikit ini, dapat diperkirakan bahwa keturunan Noah masih memilih

untuk tetap tinggal di Babylonia yang masih cukup luas dan subur dari pada harus

mengungsi daerah Kanaan atau sampai ke Mesir. Namun menurut keterangan Beble,

Abraham sudah melakukan perjalanan keluar dari kampung halamannya pada usia 75

tahun. Dalam perjalanannya itu, Abraham sampai di tanah Kanaan bersama Lot dan Sarai, di

tanah Kanaan itu ternyata sudah bermukim pula penduduk Kanaan dan Abraham menjadi

orang asing disana untuk beberapa waktu (Kej 12:5-6). Kemudian terjadi bencana kelaparan

di daerah kanaan, sehingga Abrahm mengungsi lagi ke Mesir (kej 12:10). Di negri Mesir itu ,

Bible menerangkan bahwa sudah ada juga kerajaan yang dipimpin oleh Fir’un. Maka

menurut logka, dari manakah penduduk Mesir itu berasal? Apakah mereka berasal dari

keturuan Noah juga? Kalau mereka berasal dari keturunan Noah , sejak keturunan

keberapakah mereka pindah dari Babylonia ke Mesir?

Page 17: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Sekiranya penduduk Mesir itu berasal dari keturunan Noah, maka kita dapat memprediksi

berapa jumlah penduduk di Mesir itu.

Sekiranya 2 pasang dari keturunan Noah generasi ke-4 pindah dan menetap di Mesir, lalu

setiap pasangan melahirkan 4 orang anak dan tidak ada yang mati hingga ke turunan ke 10

maka jumlah penduduk di Mesir adalah ; 4 + 8 + 16 + 32 +64+128 +256 = 508 orang.

Maka menurut logika tidak mungkin sudah terdapat kerajaan dengan jumlah peduduk hanya

508 orang, dimana jumlah tersebut sudah termasuk orang-orang tua, anak-anak dan wanita.

Dengan jumlah penduduk hanya sebanyak itu, yang dibutuhkan oleh mayarakat cukup

untuk kerukunan hidup, mereka hidup dalam daerah yang cukup luas dan subur sehingga

mereka merasa tidak terancam terhadap pendatang baru, yang ada ketika itu hanyalah

kelompok-kelompok kepala keluarga atau orang paling tua yang dihormati dari keturunan

mereka. Pada wilayah dengan jumlah penduduk sedikit tidak mungkin ada kepala suku yang

memiliki kegemaran mengumpulkan selir-selir cantik lalu membunuh siapa saja yang

menghalangi keinginannya.

Dengan jumlah penduduk yang masih sedikit itu, belum akan terbentuk sitim perbudakan,

sehingga tidak mungkin seorang Hagar berasal dari budak yang dibawa dari mesir oleh

Abraham. Kalaupun Abraham pernah ke Mesir , maka tentu belum ada seorang budak

seperti Hagar di masa itu. Jadi perjalanan Abraham ke Mesir kemudian membawa seorang

budak dari Fir’un adalah suatu yang tidak bisa diterima dengan akal-budi dan kontradiksi

dengan keadaan zaman itu dan juga kontradiksi dengan keterangan Bible lainnya.

Ketika berada di Mesir itu pula, Abraham memperlihatkan sikap yang tidak terpuji sebagai

orang pilihan Tuhan dan bapak-bangsa-bangsa, yaitu merasa takut dibunuh Fir’un lalu dia

mengatakan Sarai sebagai saudaranya (kej 12:12). Walaupun pada dasarnya Abraham tidak

berbohong, tetapi cara yang dilakukan oleh Abraham merupakan kelicikan dan rencana

untuk menghindari diri dari kematian yang dia takuti. Ketika di desak oleh Fir’un, maka

Abraham baru mengakui dan menceritakan apa yang sebenarnya. Keterangan Bible

mengenai sifat Abraham yang takut kepada Fir’un itu sangat kontradiksi dengan kesediaan

Abraham ketika mengorbankan anaknya yang tunggal kepada Allah karena rasa setia dan

takut pada Allah (kej 22:10)

Jadi keterangan Bible bahwa Abraham sudah melakukan pengungsian hingga mencapai

mesir dan bertemu dengan kerajan yang dipimin oleh Fir’un lalu membawa Hagar dari sana,

merupakan keterangan yang tidak bisa diterima secara logika dan kontradiksi dengan

keterangan Bible lainnya.

Saat berangkat ke Mesir Sarai sudah berumur 65 tahun sedangkan Abraham berusia 75

tahun (Kej 12:4). Suatu hal yang mustahil apabila Fir’un sangat tertarik pada seorang wanita

yang sudah tidak bisa dikatakan muda atau cantik lagi, kecuali kalau Sara dapat menjadi

wanita agresif dan genit untuk memikat Fir’un. Namun sifat itu tidak mungkin bagi sarah

yang akan menjadi wanita pilihan dari seluruh bangsa-bangsa (Kej 17:16) , walaupun pada

Page 18: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

saat itu suaminya belum mampu memberinya seorang anakpun. Sekiranya Fir’un berwajah

jelek begitu juga dengan penduduknya, maka itupun tidak mungkin karena keturunan

manusia sesudah Noah hanya berasal dari anak-anak Noah yang selamat dari bencana air

Bah yaitu Sem, Yafet dan Ham yang menghasilkan keturunan yang sama elok rupa dan

parasnya dengan Sara dan Abraham (Kej 10:1).

4. Perempuan tua cantik yang menjadi rebutan Raja-raja

Bukan hanya raja besar dari Mesir ( Fir’un) saja yang tergila-gila kepada Sara yang berusia

sudah 65 tahun, tetapi Raja di tanah Negreb (Abimelkh) juga cinta setengah mati pada Sara.

Padahal saat itu Sarah sudah berumur 75 tahun sedangkan Abraham 85 tahun . Kembali

Abraham menggunakan strategi hebatnya dengan mengatakan bahwa Sarah adalah

saudaranya kepada Abimelkh, seperti yang pernah sukses dia lakukan kepada Fir’un.

Cerita ini sangat kontradiksi dengan akal budi, karena sangatlah mustahil 2 orang raja yang

yang termasyur dan berbeda sangat tergila-gila pada wanita tua berumur lebih dari 2/3

abad. Kenapa raja-raja tersebut lebih memilih Sara yang sudah tua? Bukankah hal ini

merupakan sikap yang memalukan bagi raja-raja tersebut? Apalagi setelah Raja-raja

tersebut mengetahui bahwa wanita yang dicintainya adalah Wanita tua yang sudah

bersuami ? Tentu Rakyatnya akan mentertawai Raja mereka yang mata keranjang tersebut.

Apakah di negeri Mesir dan di tempat Abimelekh tidak ada gadis muda yang lebih cantik dari

pada Sara yang sudah nenek-nenek ?

Cerita dalam Bible ini sangat tidak bisa diterima oleh logika sehat dan kontradiksi dengan

akal budi.

5. Penobatan Abram dan Sarah sebagai Bapak dan Ibu bangsa-bangsa

Suatu yang sangat sulit diterima dengan logika manusia, bagaimana Tuhan sudah

menobatkan dan mengganti nama Abram menjadi Abraham sebagai Bapak bangsa-bagsa

dan Sarai menjadi Sara sebagai Ibu bangsa-bangsa dari keturunannya kelak, sementara saat

itu Pasangan antara Abraham dan Sara masih belum memiliki seorang anakpun juga.

“5Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah

Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa (kej 17:5)”.

“15Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah

engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya ( kej 17:15)”.

6. Sara menyuruh Abraham menggauli Hagar

Pada saat Sara sudah mulai merasa putus asa karena Tuhan belum juga memberinya anak,

maka Sara menyampaikan kepada Araham untuk menggauli Hagar yang menjadi budaknya

itu, dengan harapan anak dari budaknya itu akan jadi anaknya kelak;

Page 19: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“2Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan

anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat

memperoleh seorang anak. (kej 16:2)".

Namun ketika Hagar hamil, Sara merasa tidak suka pada Hagar karena sikapnya terasa bagai

seorang yang mengejeknya ;

“5Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung

jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu,

bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; (kej 16:5)”.

Mendengar pengaduan Sara itu, Abraham menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada

Sara bagi budaknya itu ;

“6Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah

kepadanya apa yang kaupandang baik. (Kej 16:6)".

Kemudian Sara memperlakuan Hagar dengan kasar sebagaimana memperlakukan seorang

budak sehingga Hagar merasa terdindas ;

“Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya (kej 16:6)”.

Karena tidak tahan dengan perlakuan kasar dari Sarah, maka Hagar melarikan diri. Dari

keterangan Bible tersebut diatas, terlihat bahwa walaupun Abraham sudah menjadikan

Hagar sebagai Istrinya dan begitu juga dengan Sarah yang mengusulkan untuk

memperistrikan suaminya dengan Hagar, namun perlakuan mereka terhadap Hagar tidak

berubah dari awalnya yakni masih menganggap sarah sebagai pembantu belaka. Padahal

Bible menerangkan bahwa Abraham adalah seorang yang sudah kaya dari hasil

perternakkan yang dia kembangkan dari hadiah Fir’un yang dibawanya dari Mesir 10 tahun

yang lalu, namun kenapa Abraham tidak menunjukkan sikap bijaksana dengan memberikan

Hagar sebuah tempat tinggal yang terpisah dari Sara ?. Kenapa mereka masih memperbudak

Hagar, padahal mereka sanggup menambah budak lainnya untuk menggantikan tugas Hagar

sebagai pembantu?

Sikap dan perlakuan Abraham dan Sara sebagai Bapak dan Ibu bangsa-bangsa besar tidak

terlihat sama sekali pada cerita yang disampaikan Bible tersebut, mereka sama saja dengan

manusia kebanyakan yang tidak menunjukkan kelebihan apapun. Apakah ada yang keliru

dalam keterang Bible ini ? suatu kontradiksi yang tidak bisa diterima oleh akal budi.

7. Sarah mengusir Hagar

Menurut Bible, ketika Ishak berhenti menyusu (disapih), Abraham mengadakan upacara dan

pejamuan dengan penduduk setempat sebagai rasa syukur terhadap karunia Tuhan karena

Ishak akan memasuki masa anak-anak dan bermain-main. Pada saat itu Ishak bermain

Page 20: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

dengan Ismael yang ketika itu Ismael berusia sekitar 14-15 tahun, Sara menilai bahwa Ishak

tidak pantas bergaul dan bermain dengan Ismael, sehingga Sara berkata pada Abraham ;

"Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan

menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak (kej 21:10)”.

Tetapi Allah membenarkan sikap Sara dengan berfirman ;

“Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: " Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan

budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau

mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak .

Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun

anakmu." (kej 21:12-13) “.

Dari firman Tuhan diatas, terkesan Tuhan membela pendapat Sara karena Tuhan

memberikan kemuliaan hanya kepada Ishak bukan kepada Ismael sebab Ismael akan

menghasilkan keturunan suatu bangsa yang lain dari Abraham , untuk itu Abraham harus

melakukan apa yang disampaikan oleh Sara.

Keesokan harinya;

“ Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan

memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,

kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di

padang gurun Bersyeba (kej 21:14)”.

Pada ayat diatas tertulis kalimat “ Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar “,

artinya bekal beserta Ismael diletakkan Abraham diatas bahu Hagar yang menunjukan

bahwa ketika itu Ismael masih sangat kecil dan akan dibawa dengan cara digendongnya di

bahu Hagar. Keterangan pada kejadian 21:12-14 diatas menimbulkan persoalan kontradiksi

antara lain;

- Kenyataan ayat diatas kontradiksi dengan umur Ismael yang sudah mencapai 14 -15 tahun

jika dihitung dari selisih umur Ismael dengan Ishak pada saat disapih (Kej 16:16, 21:5, 21:9).

Indikasi bahwa ismael masih Balita diperkuat oleh beberapa keterangan bible antara lain

yaitu ; ketika persediaan air yang dibawa Hagar sebagai bekal habis diperjalanan maka

Hagar membuang Ismael ke semak-semak seperti yang tertulis ;

“15Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,

16dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku

melihat anak itu mati (kej 21:16)”.

Ayat ini memperkuat indikasi bahwa Ismael berusia masih sangat kecil karena anak yang

berusia 15 tahun tidak akan dapat dibuang oleh ibunya ke bawah semak-semak. Kemudian

tiba-tiba Ismael menangis dengan mengeluarkan suara nyaring dari semak-semak itu dan

Page 21: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

malaikat mendengar suara tangisan Ismael dari semak belukar, lalu malaikat Allah

menasehati Hagar agar mengambil kembali anaknya , membimbingnya dan memberinya

minum seperti yang ditulis Bible ;

" Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17Allah mendengar suara

anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah

yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu

dari tempat ia terbaring. 18Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku

akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19Lalu Allah membuka mata Hagar,

sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian

diberinya anak itu minum ( kej 21: 16-19)”.

- Membiarkan Hagar berangkat bersama anaknya tanpa di diawasi dan dilindungi oleh

Abraham ke suatu tempat yang jauh , menunjukkan bahwa Abraham adalah manusia biasa

yang tidak pantas menjadi pemimpin segala bangsa karena dia tidak memiliki sifat arif

bijaksana , adil dan penuh kasih terhadap keturunanya sendiri. Setelah itu Bible tidak lagi

menerangkan bahwa Abraham dan Ismael pernah ketemu, kecuali terakhir pada saat

kematian Abraham (kej 25:9)., yang berarti Ismael jauh lebih luhur budi pekertinya dari

Bapaknya sendri.

- Penjelasan Bible diatas menggambarkan adanya beberapa keanehan dan kontradiksi yang

tidak dapat diterima oleh akal-budi.

8. Tamu Abraham dibawah pohon Tarbantin

Ketika 2 malaikat dan Tuhan datang menampakkan diri dibawah pohon tarbantin di dekat

kemah Abraham, lalu Abraham menyuruh istrinya Sara menyiapkan hidangan untuk para

tamunya. Kemudian malaikat, Tuhan berserta Abraham makan bersama (kej 18:8).

Menurut logika, tidak mungkin Malaikat dan Tuhan ikut menikmati makanan yang

dihidangkan oleh Abraham tersebut.

9. Ketika ketawa Sara diketahui Allah

Pada saat Abraham bersama Malaikat dan Tuhan berbincang-bincang dibawah pohon

Tarbantin tersebut, Tuhan menyampaikan berita kepada Abraham bahwa Istrinya Sara akan

melahirkan anak tahun depan. Sara mendengar pembicaran Tuhan dari dalam kemahnya

sambil ketawa di dalam hatinya ;

“Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau,

pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki (kej 18:10)."

Sara tidak yakin dengan berita tersebut sebab itu dia ketawa di dalam hatinya karena dia

sudah tua, mati haid dan begitu juga dengan suaminya Abraham ;

“Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah

layu, sedangkan tuanku sudah tua? (kej 18:12)".

Page 22: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Tetapi Allah mendengar ketawa sara dan menyampaikannya kepada Abraham bahwa

istrinya tertawa dan merasa tidak percaya akan dapat anak ;

“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata:

Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua (kej 18:13)?. Namun Sara

menyangkal tuduhan Tuhan itu ; ” 15Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa,"

sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa! (kej 21:15)".

Ketika Sara “ ketawa” di dalam hatinya, mungkin saja perasaannya bercampur antara

senang dan tidak percaya mendengar pembicaraan suaminya dengan para tamunya itu,

namun ketika Sara menolak mengakui bahwa dia sedang tertawa, maka makna dari kata

“tertawa “ berubah makna menjadi “ mentertawai” berita itu. Bukankah seharusnya Sara

mengakhui saja bahwa dia sedang tertawa senang mendengar berita tersebut, namun

kenapa Sara malah tidak mengakuinya?. Menurut logika, tertawa Sara itu merupakan

lelucon yang tidak lucu.

10. Kepura-puraan dalam berkurban.

Setelah 3 hari menempuh perjalanan, sampailah Abraham dan Ishak di kaki gunung Moria

dan perjalanan yang sebelumnya ditempuh dengan keledai akan dilanjutkan dengan

perjalanan kaki ke atas gunung. Ketika sampai di tempat yang dituju, lalu Ishak bertanya

kepada bapaknya Abraham ;

“7Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku."

Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk

korban bakaran itu?" 8Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk

korban bakaran bagi-Nya, anakku.( kej 22:7-8)".

Sebenarnya yang akan dikurbankan oleh Abraham kepada Tuhan adalah benar-benar Ishak,

tetapi Abraham tidak mau berterus terang kepada Ishak karena dari keterang ayat diatas

menunjukkan bahwa Abraham sudah memprediksi bahwa nanti Tuhan akan menggantikan

Ishak dengan anak domba. Ternyata prediksi Abraham tersebut benar-benar terbukti yaitu

ketika Abraham sudah menyembelih Ishak, lalu berserulah malaikat Tuhan dari langit untuk

mengganti Ishak dengan anak domba ;

“12Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah

Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk

menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13Lalu Abraham menoleh dan melihat

seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham

mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya

(kej 22:12-13) “.

Page 23: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Dari keterangan Bible diatas terdapat suatu kontradiksi akal-budi. Pada satu pihak, Allah

hendak menguji kesetiaan Abraham tetapi dipihak lain yaitu Abraham sudah mengetahui

bahwa dia akan diuji dengan cara mengurbankan anaknya yang tunggal yakni Ishak. Dalam

hal ini Abraham sudah mampu memprediksi hasil akhir dari ujian tersebut dan

menyampaikan hasilnya kepada Ishak ; “ Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan

anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku”.

Dalam kejadian cerita Bible diatas menunjukkan bahwa Abraham sudah mengetahui hasil

akhir dari drama uji kesetiaan itu. Abraham sudah mengetahui jalan pikiran Tuhan

sebaliknya Tuhan tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Abraham. Artinya, Abraham

mempunyai kemampuan membaca pikiran yang jauh lebih baik dari pada Tuhan sendiri,

sehingga keterangan Bible ini mengandung kontradiksi yang tidak dapat diterima logika.

Menurut akal –budi, mana mungkin Allah tidak mengetahui jalan pikiran Abraham dan tidak

mungkin pula Abraham lebih tahu dengan jalan pikiran Allah dalam hal ujian yang akan

dilaksanakannya itu. Sekiranya Abraham sudah memprediksi hasil akhir ujian kesetiaan

tersebut, maka Abraham tentu akan melakukannya dengan kepura-puraan, tidak serius dan

tidak ihklas, tetapi anehnya Allah masih percaya bahwa Abraham telah lulus dari ujian itu.

Hal ini merupakan kontradiksi yang tidak dapat diterima akal-budi.

11. Pejamuan Agung

Menurut keterangan Bible , ketika Abraham kedatangan 3 orang tamu yaitu 2 orang

malaikat dan satu lagi adalah Allah di depan kemahnya diibawah pohon tarbantin ( kej 18:1).

Abraham menyuruh istri dan para pembantunya untuk menyiapkan makanan terbaik yang

mereka miliki untuk dihidangkannya pada para tamunya dibawah pohon tarbantine itu.

Sambil makan bersama Abraham dan para tamu itu berbincang-bincang, sementara Sara

mendengar pembicaraan itu dari balik kemahnya. Beginilah keterangan Bible;

" Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil

tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" 7Lalu berlarilah

Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik

dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera

mengolahnya. 8Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu,

lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah

pohon itu, sedang mereka makan. (Kej 18:6-8)” .

Keterangan Bible yang menjelaskan bahwa para tamu Abraham yang datang adalah para

Malaikat dan Tuhan , secara logika tidak mungkin ikut mencicipi makanan yang dihidangkan

oleh Abraham, karena makhluk gaib seperti Malaikat tidak membutuhkan makananan

apalagi Tuhan. Suatu cerita yang tidak bisa diterima akal sehat , dan kontradiksi dengan akal-

budi manusia.

Page 24: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

12. Keberkatan dan Kemuliaan yang hilang

Bible menerangkan pada kitab Kejadian 12:2 , bahwa Allah berjanji akan memuliakan dan

memberkati Abraham sehinga namanya menjadi termasyhur bagi manusia di bumi ini ;

“ Aku akan membuat engkau (Abraham) menjadi bangsa yang besar, dan memberkati

engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat (Kej 12:2)” .

Namun janji Alah itu tidak terbukti hingga sekarang, karena orang-orang nasrani yang

seharusnya melaksanakan perjanjian itu , ternyata tidak melakukannya samasekali. Kaum

nasrani tidak melaksanakan pemberkatan, memuliakan dan tidak selalu mendo’akan

Abraham sebagaimana mereka melakukannya kepada Yesus, bahkan dari beberapa

keterangan Bible terdapat beberapa ayat yang menunjukkan bahwa Abraham tidak semulia

yang di janjikan tuhan, seperti yang sudah dijelaskan diatas. Hal ini merupakan kontradiksi

akal budi dan kontraiksi keterangan Bible sendiri. Ternyata yang memuliakan Ibrahim justru

bukan berasal dari pengikuti ketentuan Bible, mereka bukan pula pengikut ajaran Yahudi

yang seharusnya melaksanakan keterangan Taurat yang sama isinya dengan Bible, mereka

itu adalah penganut agama Islam yang diwajibkan oleh Allah untuk memberkati dan

memuliakan Ibrahim sebanyak minimal 20 kali ucapan setiap harinya.

13. Penghancuran kota Sodom

Terdapat beberapa kontradiksi akal-budi dari keterangan Bible dalam menceritakan kisah

penghancuran kota Sodom ;

- Bible menulis bahwa Allah belum mengetahui jumlah orang yang berbuat fasik di kota

Sodom karena Allah baru mengetuhinya dari keluh kesah orang-orang disana (). Maka

berangkatlah Allah ke kota Sodom untuh menyelidiki kebenaran berita itu ;

“Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang

Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21Baiklah Aku turun untuk

melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang

telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya. (kej 18:20-21)".

Menurut logika akal-budi, tidak mungkin Allah harus turun ke kota Sodom hendak

menyelidiki kebenaran keluh kesah tersebut dan tidak mungkin pula Allah tidak mengetahui

orang-orang yang berbuat fasik.

- Ketika malaikat Tuhan yang tentunya berwajah elok rupa dan ganteng berkunjung ke rumah

Lot, kaum lelaki di kota Sodom berbondong-bondong untuk menyaksikan tamu Lot dengan

niat hendak melakukan perbuatan asusila kepada malaikat-malaikat tersebut ;

“Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda

sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung

rumah itu (Kej 19:4);

Page 25: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“ 5Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam

ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka (Kej 19:4-5)”.

Lot keluar dari rumahnya untuk menghalangi niat jahat mereka terhadap tamunya itu. Lot

bersedia menyerahkan 2 orang anak perawannya dengan cara baik-baik kepada mereka

supaya mereka tidak melakukan perbuatan yang tercela itu ;

” 7dan ia berkata: "Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. 8Kamu tahu, aku

mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah

mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang

baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk

berlindung di dalam rumahku (kej 19:7)".

Namun kaum Lot lebih memilih tamu lelaki yang ganteng di rumah Lot itu dari pada anak

perawan Lot yang dengan ihklas dia serahkan kepada mereka ;

“9Tetapi mereka berkata: "Enyahlah!" Lagi kata mereka: "Orang ini datang ke sini sebagai

orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau

lebih dari pada kedua orang itu! (kej 19:9)".

Karena malaikat Tuhan benar-benar telah membuktikan sendiri bahwa orang-orang di

Sodom telah berbuat fasik semuanya, kecuali Lot dan keluarganya, maka Allah

memerintahkan untuk menghancurkan kota Sodom yang terletak di lembah Yordan itu ;

“ 29Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan

menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot (kej 19:29)”.

Keluarga Lot selamat secuali Istrinya yang mati seperti tiang garam ;

“26Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang

garam “ (kej 19:26)”.

Kemudian Lot pergi keluar kota Sodom menuju goa yang ada di pegunungan bersama 2

orang anak perawannya ;

“30Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya

perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam

suatu gua beserta kedua anaknya (kej 19:30)”.

Menetaplah Lot bersama 2 anak perempuannya di dalam Goa itu. Pada suatu hari , anak

yang tua merasakan bahwa Bapaknya tentu ingin sekali mendapatkan keturunan tetapi

semua lelaki di kota Sodom dan seluruh lembah Yordan sudah musnah, maka kedua anak

Lot berencana tidur bersama Bapaknya supaya mendapatkan keturunana dari Bapaknya

sendiri;

Page 26: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“31Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri

ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. 32Marilah kita beri ayah

kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari

ayah kita (kej 19:31-32)".

Kedua anak perempuan itu berhasil mewujudkan impiannya untuk tidur dengan Bapaknya

secara bergiliran dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia

bangun;

“34Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur

dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk

tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita." 35Demikianlah juga

pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih

muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu

tidur dan ketika ia bangun (kej 19:33-35)”.

Kemudian kedua anak perempuan Lot tersebut hamil dan melahirkan anak-anakbagi

keduanya ;

“36Lalu mengandunglah kedua ana;k Lot itu dari ayah mereka (kej 19:36)”.

Terdapat beberapa kejanggalan dan kontradiksi akal-budi dari keterangan Bible diatas

antara lain ;

- Lot dan keluarganya merupakan manusia-manusia terpilih yang diselamatkan oleh Allah

dari bencana penghacuran kota Sodom yang disebabkan karena kaumnya telah melakukan

perbuatan terkutuk akibat prilaku sek yang menyimpang (homoseksual). Bahkan Lot

bersedia menyerahkan putri-putrinya yang masih perawan untuk meluruskan prilaku sek

kaumnya yang menyimpang tersebut. Tetapi Bible mengatakan bahwa Lot dan putrinya

sendiri telah melakukan perbuatan sek yang lebih menyimpang lagi dari pada kaumnya di

Sodom yaitu melakukan hubungan sek dengan anak kandungnya sendiri. Keterangan Bible

tersebut merupakan kontradiksi yang tidak bisa diterima oleh akal-budi. Sekiranya Lot

melakukannya secara tidak sadar, karena mabuk habis meminum anggur, maka tentu Allah

akan memberinya peringatan dan menyelamatkannya dari bencana tersebut karena Allah

sudah pernah menyelamatkan Lot dari bencana yang lebih besar lagi dari itu yaitu dengan

mendatangkan malaikat ke rumahnya.

- Tidak mungkin seorang pria yang sedang tertidur nyenyak sanggup melakukan hubungan

sek dengan seorang wanita walau bagaimanapun seksinya wanita itu, karena setiap laki-laki

terlebih dahulu harus membangkitkan hasratnya agar terjadi ereksi untuk sanggup

melakukan penetrasi, apalagi bagi orang setua Lot tentu membutuhkan tenaga ektra untuk

melakukannya. Lagipula menurut keterangan Bible pada kej 19:33 , Lot tidak mengetahui

kalau anaknya tidur dekatnya;

Page 27: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

- “dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun

(kej 19:33) ”.

Namun selanjutnya, Bible menerangkan bahwa kedua anak gadisnya itu menjadi hamil dan

melahirkan anak dan sekaligus cucu dari Lot ;

“36Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka (kej 19:36)”.

Hal ini merupakan suatu kontradiksi dari Bible yang tidak bisa diterima oleh akal-budi

maupun oleh keterangan ayat Bible yang lainnya.

- Lot tidak mungkin sudi bermabuk-mabukan bersama anaknya. Setelah anaknya memberi

Bapaknya minuman anggur, tidak ada keterangan dalam Bible yang menjelaskan bahwa Lot

menjadi mabuk dengan minuman anggur yang diberikan oleh anaknya itu, yang terjadi

kemudian adalah dia tertidur dan tidak mengetahui kalau anaknya tidur bersamanya;

“ dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun

(kej 19:33)”.

Tetapi kenapa Bible mengatakan bahwa ; ““36Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari

ayah mereka (kej 19:36)”. Ini merupakan kontradiksi dari keterangan Bible yang tidak dapat

diterima oleh akal-budi , tetapi bisa saja ini merupakan sekedar cerita iseng dari penulis

Bible yaitu penulis bangsa Yahudi, sehingga menambah urutan daftar kepalsuan Bible.

VII. Kebenaran Informasi yang tidak detil dari Al Qur’an

Informasi yang disampaikan oleh Al Qur’an tentang kisah Ibrahim tidak terperinci seperti halnya

pada Bible. Tetapi setiap kata-kata dan kalimat yang dipaparkan di dalam Al Qur’an tidak ada

yang dapat menimbulkan permasalahan atau kontradiksi baik diantara sesama keterangan di

dalamnya maupun pertentangkan akal-budi.

Di dalam Al qur’an terdapat beberapa teguran kepada orang-orang yang memperdebatkan

keberadaan Ibrahim terutama kepada golongan ahli kitab zaman dahulu yang berasal dari

golongan bangsa Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi mengklaim bahwa Abraham adalah bapak

bangsa-bangsa yang diperuntukkan bagi mereka untuk melahirkan keturunan terpilih bagi anak-

anak bani Israel, namun orang-orang Nasrani walaupun meyakini keterangan Taurat dalam kitab

Perjanjian Lama, tetapi mereka menyatakan bahwa Abraham adalah orang Nasrani. Al Qur’an

menegur ke dua kelompok yang saling berseteru untuk merenungi lebih mendalam ;

“ Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan

Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir (3:65)?”

Al Qur’an juga menegur ke dua kelompok yang saling berseteru dalam hal membangga-

banggakan Abraham hanya untuk keturunan mereka masing-masing, bahkan ahli kitab diantara

Page 28: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

mereka mengklaim bahwa Allah lah yang mempersembahkan Abraham untuk golongan mereka

sesuai dengan keterangan yang tertulis dari Bible maupun Taurat. Allah menegur rasa

kebanggaan mereka yang dapat menjurus kepada sikap yang tidak terpuji dan tidak benar;

“ ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail,

Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah:

"Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim dari pada

orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali

tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan (QS 2:140)”.

Perdebatan antara kelompok Yahudi dan Nasrani tersebut sudah menjurus kepada kelakuan

yang tidak baik yaitu saling menghujat , saling merendahkan dan yang paling tidak dirhedoi oleh

Allah adalah kecurangan mereka dalam hal merubah-ubah ayat-ayat Allah yang pernah

diberikan kepada mereka baik Taurat maupun Injil. Setelah itu mereka menyatakan bahwa

agama merekalah yang benar , lalu mereka mempengaruhi semua bangsa untuk mengikuti

agama mereka ;

“ Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani,

niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama

Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik (QS 2:135)".

Kemudian Al Qur’an menekankan kepada mereka bahwa Ibrahim itu bakanlah siapa-siapa,

bukan golongan Yahudi atau Nasrani, tetapi yang terpenting adalah tidak ada unsur syirik di

dalam pribadi Ibrahim dan dia termasuk orang yang paling patuh pada Tuhannya ;

“ Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah

seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk

golongan orang-orang musyrik" (QS 3:67) “.

Ketegasan Al Qur’an yang menyuruh setiap orang harus mengikuti agama Ibrahim , tertuang

pada surat Ali Imraan ayat 95 ;

“ Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah". Maka ikutilah agama Ibrahim yang

lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik (QS 3:95)”.

Al qur’an menjelaskan bahwa Ibrahim bukan penganut dan pembawa agama Yahudi dan bukan

pula pembawa agama Kristen (nasrani), Bahkan dari keterangan Bible tidak satupun ayat yang

dengan jelas menyebutkan bahwa Abraham membawa misi ajaran Kristen. Justru keterangan

Bible pada kitab Kejadian, yang lebih menghargai dan mengagungkan Ishak sebagai keturunan

syah dari Abraham , sangat jelas terbaca. Sebaliknya terhadap Ismael, Bible menulis perlakuan

yang tidak adil dibandingkan terhadap Ishak, seperti pada (kej 21:10) anak seorang budak yang

harus diusir dari tempat Abraham, pada (Kej 22:2) Ishak sebagai anak tunggal, pada (Kej 22:2)

sebagai anak tunggal yang dikasih, pada(kej 17:19) bukan anak yang terpilih dari keturunan

Abraham, pada (kej 21:21) menjadi anak yang hidup menyendiri di padang gurun Paran.

Page 29: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Adalah suatu yang tidak dapat diterima dengan akal-budi manusia, kenapa kitab yang

seharusnya sangat suci dan mengandung nilai-nilai keluhuran dan kebenaran namum memuat

unsur-unsur yang sangat diskriminatif terhadap manusia dan keturunannya. Maka dari hati

nurani manusia yang paling dalam bertanya, apakah Abraham sebagai seorang pemimpin

spiritual dan seorang tokoh segala bangsa akan begitu tega memperlakukan anaknya sendiri

secara diskriminatif ?, apakah Abraham dan Istrinya Sara sebagai suri teladan dari semua

pemimpin bangsa-bangsa akan memberikan contoh untuk memulai perbedaan kasta dan

martabat dalam hirarki keturunannya kemudian hari? Apakah Allah juga ikut andil dan

mendukung sikap ketidakadilan dari Abraham tersebut? Apabila jawabannya tidak , maka yang

salah adalah keterangan yang dilakukan oleh penulis Bible di dalam al KItab tersebut.

Sementara Al Qur’an tidak menggambarkan cerita Ibrahim secara utuh dan lengkap seperti yang

dirinci pada Bible. Al Qur’an tidak menerangkan dimana dan kapan Ibrahim lahir dan

meninggalnya, Al Qur’an tidak menyebutkan nama istri-istrinya juga asul usulnya, bahkan siapa

nama anak Ibrahim yang dikurbankannyapun tidak disebutkan dalam Al Qur’an. Sehingga

dengan minimnya keterangan itu, Al Qur’an tidak memberikan peluang kepada manusia untuk

memperdebatkan dan mempertentangkannya. Sepertinya Al Qur’an sengaja memaparkan kisah

Ibrahim secara sepotong-sepotong dan ditempatkan dalam surat-surat yang berbeda dalam Al

Qur’an. Tetapi apabila dibaca secara keseluruhan , tidak satupun ayat-ayat itu yang

menimbulkan kontradiksi satu sama lain, semua potongan cerita tersebut mempunyai makna

dan pelajaran yang baik bagi yang membacanya karena ada unsur nasehat di dalam cerita itu

yaitu untuk beriman dan taqwa hanya kepada Allah.

Al Qura’an tidak menyebutkan secara tegas nama anak Ibrahim yang di kurbankan, hal ini

memberikan kesan bahwa Al Qur’an tidak mengutamakan dan tidak mementingkan nama orang

yang dikurbankan, tetapi lebih mengedepankan nilai dari pengorbanan Ibrahim kepada Allah.

Kita tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan Ibrahim ketika dia diperintahkan untuk

menyembelih anaknya sendiri, apakah ini benar-benar perintah dari Tuhan? Apakah ini suara

iblis? Apakah Tuhan tidak main-main dengan perintahnya? Kenapa ujian itu harus dengan

membunuh anaknya yang dia peroleh ketika dia sudah tua? Bukankah selama ini dia sering

memberikan kurban yang sangat banyak dari domba, unta serta keledainya kapada Tuhan?

Apakah kurban yang dia berikan selama ini masih belum cukup bagi Tuhan? Bagaimana kalau

sekiranya anaknya tidak bersedia dikurbankan? Bagaimana dengan Istrinya, apakah dia percaya?

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang berkecamuk di dalam dada apabila kita membayangkan

diri kita sebagai Ibrahim.

Al Qur’anmenjelaskan bahwa, bukankah ujian yang diberikan Tuhan itu merupakan konsekwensi

dari ucapan Ibrahim yang dulu pernah diikrarkannya kepada Tuhan ;

“Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk

patuh kepada Tuhan semesta alam (QS 2:131)".

Kemudian Allah menagih janji Ibrahim untuk melaksanakan suatu perintah Tuhan ;

Page 30: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu Ibrahim

menunaikannya (QS 2:124)”.

Dan ketika perintah itu disampaikan Allah kepada Ibrahim melalui mimpinya, Ibrahim tidak

lantas membawa anaknya untuk disembelih, namun mendiskusikannya terlebih dahulu ;

“ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim,

Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku

menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku,

kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk

orang-orang yang sabar (QS 37:102)".

Al qur’an menerangkan bahwa ujian yang dilaksanakan oleh Ibrahim benar-benar sebuah ujian

yang sesungguhnya, bukan sebuah trik yang sudah diskenariokan sebelumnya dan Ibrahim

melaksanakannya untuk satu tujuan yakni penyerahan diri yang tulus dalam melaksanakan

perintah Allah ;

“sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami

memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 37:105)”.

“ Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (QS 37:106)”.

Al Qur’an tidak menjelaskan siapa anak Ibrahim yang dia kurbankan, berapa umur anak itu

ketika dikurbankan, apakah Ishak dan Ismael sama-sama sudah lahir ketika itu atau belum, dan

jika keduanya sudah ada bagaimanakah pertimbangan Ibrahim mengambil salah satu anaknya

untuk dikurbankan, dan dimana Ibrahim melaksanakan perintah kurban itu. Karena AL Qur’an

tidak menjelaskan dengan detil , maka Al Qur’an tidak memberi peluang kepada manusia untuk

mempersoalkannya dan berdebat. Al Qur’an hanya memberikan tanda-tanda terhadap siapa

yang dikurbankan Ibrahim, tugas manusialah untuk menyelidikinya. Al Qur’an tidak melarang

dan tidak pula menganjurkan kepada siapapun untuk menyelidiki kejadian tersebut karena

makna utama dari pelaksanaan kurban itu adalah unsur ketaqwaan Ibrahim.

Mengenai siapa yang dikurbankan oleh Ibrahim, Al Qur’an hanya memberikan sedikit petunjuk

penting yaitu, ketika itu anaknya sudah sanggup bekerja atau dapat membantu pekerjaan

Bapaknya ;

“ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama

Ibrahim,(QS 37:102)”.

Seseorang boleh memprediksikan kalau seorang anak laki-laki dapat membantu Bapaknya

bekerja setelah berumur 8 hingga 16 tahun, tetapi anak itu tentu belum beristri atau belum

dewasa karena anak itu masih dibawah Kontrol Bapaknya. Kemudian Al Qur’an memberi

petunjuk tambahan bahwa anaknya itu sudah dapat berdiskusi dengan Bapaknya kemudian

Page 31: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

dapat mengambil suatu keputusan yang terbaik menurut pertimbangan logika, hati nuraninya

dan demi kebaikan Bapaknya;

"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka

fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang

diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang

sabar (QS 37:102)”.

Maka mungkin saja anak itu berumur antara 12 sampai 18 tahun. Sekiranya Ishak sudah lahir

ketika itu, maka tentu saja Ishak harus juga sudah berumur sekitar 12 sampai 18 tahun,

sedangkan Ismael akan berumur lebih tua lagi dari Ishak atau mungkin juga Ismael sudah

mempunyai istri. Sekiranya waktu Itu Ismael sudah matang, dewasa atau sudah beristri, maka

keterangan ayat 37:102 tersebut tidak beraku bagi Ismael. Persoalan akan muncul apabila umur

Ismael dan Ishak tidak berbeda jauh (misalnya 2-4 tahun), karena akan muncul masaalah bagi

Ibrahim bagaimana menjatuhkan pilihan diantara kedua putranya itu. Sebaliknya jika selisih

umur Ismail dengan Ishak terpaut 13 hingga 15 tahun atau Ishak belum lahir , maka keterangan

ayat 37:102 tersebut tidak berlaku kepada Ishak karena ketika itu umur Ishak berkisar antara 2-

3 tahun dimana dia masih belum bisa diajak berdiskusi oleh bapaknya dalam mengambil

keputusan yang sangat rumit tersebut.

Al Qur’an tidak menggunakan kata “tunggal”, tidak menyebut “nama” dan tidak pula

memberikan kata “yang engkau kasihi” dalam peristiwa kurban Ibrahim terhadap anaknya,

sehingga kita dapat menilai bahwa keterangan Al Qur’an tidak mengandung unsur-unsur

diskriminatif, perbedaan ras dan martabat, unsur ketidak adilan ataupun unsur perbedaan kasih

sayang Bapak kepada anak-anaknya.

Al Qur’an menggambarkan pribadi Ibrahim sebagai sosok manusia tanpa cacat sedikitpun.

Kepribadian Ibrahim yang di paparkan didalam Al Qur’an , semuanya adalah sifat yang terbaik

yang dimiliki oleh manusia, sehingga tidak memberi peluang kepada siapapun untuk mencela

pribadi Ibrahim. AL Qur’an menyampaikan bahwa Ibrahim adalah manusia terpilih dari Allah

sehingga dia tidak akan melakukan perbuatan yang tercela baik dihadapan Allah maupun dari

penilaian manusia;

“ Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran

melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing) (QS 3:33) “,

Al Qur’an menjelaskan bahwa Allah mengangkat dan memutuskan Ibrahim sebagai pemimpin

bagi seluruh umat manusia, tetapi kemudian Ibrahim bermohon kepada Allah, agar anak

keturunannya dijadikan pula sebagai pemimpin dunia. Kemudian Allah mengabulkan

permohonan Ibrahim tetapi perjanjian itu tidak berlaku terhadap keturunannya yang berbuat

kejahatan. Al Qur’an tidak pernah mencantumkan adanya pergantian nama Ibrahim baik

sebelum maupun sesudah menjadi pemimpin atau mendapat keturunan ;

Page 32: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“ Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia".

Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini)

tidak mengenai orang-orang yang lalim (QS 2:104) “.

Jika di dalam Bible terlihat adanya perlakuan yang tidak adil dari Abraham, Sara dan Tuhan

terhadap anaknya yang lain yaitu Ismael dan ibunya Hagar, maka di dalam Al Qur’an akan

terdapat keterangan yang kontradiksi dengan Bible. Al Qur’an mewajibkan kepada seluruh

manusia baik Yahudi, Nasrani maupun Islam untuk memperlakukan seluruh keturunan Ibrahim

tanpa membeda-bedakannya sedikitpun;

“ Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan

yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang

diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan

seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri (QS 3:84)".

Keterangan ayat diatas merupakan suatu sikap dan tuntunan Al Qur’an terhadap persamaan hak

seluruh umat manusia tanpa membeda-bedakan martabat, ras dan asal-usulnya.

Al Qur’an tidak pernah menceritakan tentang konflik yang terjadi di dalam rumah tangga

Ibrahim yaitu hubungan yang tidak harmonis antara Sara dengan Hagar yang menyebabkan

Hagar dan Ismail terusir dari tempat Ibrahim. Di dalam bible tertulis bahwa kepergian Hagar

bersama Ismael yang tidak diharapkan oleh Abraham, ternyata di dukung sepenuhnya oleh

kehendak Allah (kej 21:12). Namun di dalam Al Quran tidak ada cerita yang mengandung kisah

seperti Bible tersebut, karena Al Qur’an sudah menggambarkan sosok Ibrahim sebagai seorang

manusia sangat peka perasaannya, dia sangat penyantun dan suka memberi apa yang dia miliki

karena sifat pengiba, Ibrahim akan selalu berdoa dan kembali ke jalan Allah ;

“ Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka

kembali kepada Allah (QS 11:75) “.

Al Qur’an tidak menceritakan dengan rinci dan lengkap tentang perjalanan Ibrahim, dia berasal

dari daerah mana dan hendak ketempat mana?. Namun dari beberapa ayat yang terdapat di

dalam Al Qur’an menunjukan bahwa Ibrahim berangkat dari kampung halamannya sebagai

orang yang terusir, orang buangan , orang yang kalah atau orang yang tidak diterima oleh kaum

dan penguasa disana akibat suatu perseteruan yang terjadi diantara Ibrahim dengan mereka.

Akhirnya Ibrahim pergi mengungsi dari kampung halamannya ke suatu tempat yang jauh.

AL Qur’an menjelaskan bahwa perseteruan antara Ibrahim dengan kaum dan penguasa di

negrinya itu dimulai dari usaha Ibrahim menyeru kaumnya agar meninggalkan ritual pemujaan

dan penyembahan berhala. Ibrahim beralasan bahwa ritual pemujaan berhala-berhala itu tidak

memberikan mamfaat dan merupakan kebodohan sehingga Ibrahim memberikan alternative

pemujaan dan sembahan lain yang lebih logis dan bermamafaat bagi mereka yaitu Allah ;

Page 33: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“ Ibrahim berkata: "Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak

dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat

kepada kamu? (QS 21:66) ".

Tetapi semua kaum dan pemimpin negrinya tidak mendengarkan ajakan Ibrahim, sampai

akhirnya Ibrahim mengambil keputusan untuk menghancurkan sesembahan mereka. Tindakan

Ibrahim yang sudah keterlaluan tersebut, menjadikan seluruh rakyat sangat marah, sehingga

dalam suatu persidangan terbuka yang dipimpin oleh penguasa setempat, Ibrahim dijatuhi

hukuman mati dengan cara dibakar hidup-hidup;

“Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: "Bunuhlah atau bakarlah dia

(QS 29:24)".

Maka bersorak sorailah seluruh rakyat menyambut gembira keputusan mahkamah itu, lalu

semua orang mengumpulkan kayu bakar. Dewasa, anak-anak, bapak-bapak, dan Ibu-ibu

bersama-sama menyumbangkan kayu bakar lalu dikumpulkan di depan alun-alun. Mereka

mendirikan bangunan tinggi untuk mengantungkan lalu melemparkan tubuh Ibrahim kedalam

api yang menyala-nyala ;

“ Mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah

dia ke dalam api yang menyala-nyala itu (QS 37:97)".

Api sudah dinyalakan sementara Ibrahim terikat tali dan digantung pada tiang yang tinggi.

Ibrahim mulai dijilati lidah api yang menyala-nyala, tidak ada orang yang kasihan melihat

Ibrahim termasuk Bapaknya Aazar. Ketika tubuhnya jatuh ke pusat api yang terpanas, Ibrahim

tidak merasakan panasnya api, sebaliknya dia merasa kedinginan. Semua tali temali yang

mengikat tubuhnya sudah ludes dimakan api dan begitu juga dengan pakaian yang menutupi

tubuhnya, tetapi tubuh Ibrahim masih utuh seperti tidak tersentuh api. Disaat-saat genting Allah

menunjukkan kekuasaanNYA, api yang panas disuruh dingin dan tidak mampu menyentuh tubuh

Ibrahim sejengkalpun juga ;

“ Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi

Ibrahim (QS 21:69)".

Ibrahim selamat , kemudian pergilah dia keluar dari negrinya menuju suatu tempat yang dia

yakin Allah akan melindunginya dalam perjalanan nanti. Ibrahim memutuskan berpisah dari

kaum dan negrinya yang dia cintai selama ini, dia merasa sedih dengan kebodohan mereka.

Bukan hukuman keji itu yang disesali oleh Ibrahim namun keselamatan bangsanya dari hukuman

Allah yang dia takutkan. Tetapi Allah sudah menentukan nasib kaumnya, Allah telah mengatakan

bahwa orang-orang zalim itu akan mendapat kehinaan di dunia dan di Akhirat;

“ Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-

orang yang hina (QS 37:98) ”.

Page 34: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“ mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-

orang yang paling merugi (QS 21:70)”.

Bertambah sedih hati Ibrahim ketika Bapaknya Aazar tidak mau ikut bersamanya, padahal

Ibrahim sudah pernah menasehatinya, agar meninggalkan pemujaan berhala itu. Ibrahim sudah

berusaha menyelamatkan dengan menasehati Bapaknya, namun pikiran dan hati Bapaknya

sudah tertutup rapat, bahkan Ibrahim diancam hendak dihukum atau diusirnya jika masih

memberi nasehat ;

“ Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak

berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu

yang lama (QS 19:46) ".

Tetapi Ibrahim merasa tetap menyayangi Bapaknya, sehingga dia memanjatkan doa kepada

Allah untuk keselatan Bapaknya ;

“ Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun

bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku (QS 19:47)”.

“ Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan

ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan)

Allah (QS 60:4) ".

Kemudian Ibrahim menyadari bahwa Bapaknya Aazar adalah musuh Allah maka Ibrahim tidak

harus merasa menyesal dan sedih dengan perpisahan itu ;

“ Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah

karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi

Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya.

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya

lagi penyantun (QS 9:114) “.

Al Qur’an tidak merinci berapa orang dan siapa-siapa saja yang ikut dengan Ibrahim dan tidak

ada keterangan tentang arah mana tujuan Ibrahim berangkat (utara, selatan, timur atau barat).

Namun dari beberapa ayat dalam Al Qur’an terdapat petunjuk bahwa Ibrahim berangkat

bersama Lut dan beberapa orang yang percaya dengan ajaran Ibrahim ;

“ Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya

untuk sekalian manusia. (QS 21:71) “.

“ Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang

bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami

berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)

mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya

sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya:

Page 35: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

"Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak

sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah (QS 60:4)".

“ Dan Ibrahim berkata: "Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan

memberi petunjuk kepadaku (QS 37:99)”.

Dari keterangan ayat 60:4 ; “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada

Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia”, merupakan petunjuk bahwa terdapat

beberapa orang yang mengikuti ajaran Ibrahim selain dari pada Lut. Kemungkinan besar mereka

adalah keluarga dari raja yang berkuasa atau pihak yang berpengaruh di dalam kerajaan

tersebut, sehingga karena kuatir wibawanya jatuh maka raja itu membiarkan Ibrahim berangkat

tanpa diganggu.

Al Qur’an tidak menjelaskan dengan rinci apakah ketika Ibrahim berangkat , dia sudah beristri,

berapa istrinya dan al Qur’an tidak menerangkan berapa umur Ibrahim waktu itu. Juga tidak ada

penjelasan di dalam AL Qur’an , apakah Ibrahim langsung menuju tempat yang di tunjuki Allah,

atau bermukim sambil berpindah-pindah dan berdakwah kepada siapa saja yang ditemuinya

dalam perjalannya.

Al Qur’an hanya menjelaskan bahwa Ibrahim sudah memasuki daerah yang aman dan diberkahi

oleh Allah yaitu di Baitullah ;

“ Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat

Baitullah (QS 22:26) ”.

Al Qur’an menerangkan bahwa Baitullah adalah sebuah rumah Ibadah pertama yang pernah

didirikan oleh manusia, bertempat di Mekkah. Di dalam Baitullah tersebut terdapat sebuah batu

yang dinamai Asjar Aswad.

Page 36: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Konon batu itu tidak mungkin ada di padang gurun itu sebelumnya dan diduga batu itu bukan

berasal dari bumi dan sudah ada semenjak mula-mula manusia sudah tahu cara memuja Allah ;

“ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia,

ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua

manusia (QS 3:96)”.

Jadi Ibrahim bukan manusia yang mula-mula mendirikan dan menemukan Baitullah , karena

tempat itu sudah ada sebelumnya. Menurut keterangan Al Qur’an, ketika Ibrahim menemukan

tempat itu, disana masih gersang dan tentu saja tidak ada makanan dan air.

Ibrahim menetap beberapa lama disana untuk membersihkan tempat itu. Al Qur’an menerangkan

bahwa Ibrahim meninggalkan salah satu keluarganya , anak- Istrinya atau keturunannya di tempat

yang dijanjikan aman oleh Allah tersebut, lalu memanjatkan doa agar tempat tersebut diberkahi

dan diberi Rezki ;

“ Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku

di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau

(Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka

mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada

mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka

bersyukur (QS 14:37) “.

AL Qur’an juga menjelaskan bahwa terdapat bukti nyata kalau Ibrahim pernah

membangun kembali Baitullah tersebut. Bukti atau tandanya adalah sebuah Makam dari

batu yang di tengahnya berbekas telapak 2 kaki Ibrahim. Bekas telapak kaki itu

berukuran panjang 22 cm, lebar 11 cm dan dalamnya 10cm. makam itu merupakan bukti

sejarah dari keberadaan Ibrahim di Baitullah Mekah ;

Page 37: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Jejak Telapak kaki Nabi Ibrahim di Masjidil Haram Mekah

“ Padanya (Baitullah) terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam

Ibrahim (berupa telapak kaki); barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi

amanlah dia (QS 3:96);”

Al Qur’an tidak menyebut siapa nama keturunan Ibrahim yang ditinggalkan di Baitullah tersebut,

namun berdasarkan kronologi kisah diatas, maka kita dapat memprediksi bahwa yang

ditinggalkannya adalah anaknya yang pertama yaitu Ismail beserta ibunya. Dari keterangan

Surat Ibrahim ayat 14:37 tersebut dapat pula diketahui bahwa Ibrahim sudah mempunyai istri

selain yang dia tinggalkan di Baitullah.

Al Qur’an tidak menjelaskan kemana tujuan Ibrahim setelah meninggalkan Baitullah tersebut.

Tetapi dapat diduga bahwa Ibrahim adalah seorang pendakwah yang selalu berpindah-pindah

dalam menyampaikan misi ajaran agamanya , lalu dia mendirikan tempat peribadatan sebagai

sarana berkumpul dan berdakwah di mana-mana. Tempat-tempat ibadah yang pernah

dibangun Ibrahim tersebut tentu sudah tidak dapat dilihat bekasnya karena hacur dimakan

zaman kecuali yang terdapat di Baitullah Mekah tersebut.

Walaupun Al Qur’an tidak menjelaskan arah tujuan Ibrahim berangkat keluar Baitullah, namun

kita dapat memprediksi bahwa Ibrahim berjalan menyusuri daerah pantai menuju arah barat

yaitu ke daerah Israel atau Palestina sekarang dan berkemungkinan besar Ibrahim melanjutkan

perjalanannya bersama Lut dan orang-orang dari negrinya dan bersama orang-orang yang

ditemuinya dalam perjalanan. Tidak dijelaskan berapa lama Ibrahim meninggalkan Baitullah dan

Page 38: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

menetap di daerah Palestina. Tentu saja Ibrahim sudah menjadi seorang pemimpin spiritual

yang termasyhur di daerah Palestina karena pengaruh agama dan ajaran yang ia bawa bersama

pengikutnya juga kepemimpinannya dan tentu saja karena kekayaannya yang sudah

dilimpahkan Allah kepadanya berupa perternakan yang sangat banyak.

Kemudian Al Qur’an menceritakan saat-saat ketika Ibrahim didatangi beberapa malaikat yang

hendak menyampaikan bahwa Ibrahim akan memperoleh anak lagi dari istrinya yang ikut

bersamanya di Palestina itu dan juga tentang berita akan dihancurkannya kota dimana Lut

berada. Kemungkinan Lut dan Ibrahim berada pada tempat yang terpisah cukup jauh namun

masih bisa berhubungan lewat informasi dari para musyafir.

Ketika beberapa malaikat berupa manusia pria datang ketempat Ibrahim sebagai tamu, lalu

Ibrahim pergi kebelakang menemui Istrinya untuk menyiapkan hidangan berupa makanan dari

daging bakar anak sapi yang gemuk , lalu dihidangkan di hadapan para tamu itu dan Ibrahim

mempersilahkan kepada tamunya untuk makan ;

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang

dimuliakan?24 (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman",

Ibrahim menjawab: "Salaamun" (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. 25 Maka dia

pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk

(yang dibakar), 26 lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata:

"Silakan kamu makan (QS 51:24-27) “.

Tetapi tamu-tamu itu tidak mau makan dan tidak mau pula menjamah makanan yang

dihidangkan tersebut. Perasaan Ibrhim menjadi tidak enak dan dia merasa kuatir dengan sikap

para tamunya itu ;

“ (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka.

Mereka berkata: "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya

dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).(QS 51:28)

Kata-kata malaikat tersebut tenyata terdengar oleh istri Ibrahim dari balik tirai. Al Qur’an

menerangkan beberapa ungkapan kegembiraan yang dialami oleh istri Ibrahim antara lain ;

tersenyum bahagia , tercengang, memekik sambil menepuk pipinya lalu menemui para tamu-

tamu itu ;

“ Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya

berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya)

Yakub.(QS 11:71)”.

“ Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya

berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul ( QS 51: 29) ”.

Page 39: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“ Istrinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku

adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?

Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh (QS 11:72) ”.

Tetapi para tamu mengatakan;

“ Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka

janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa (QS 15:55) “.

Tetapi Ibrahim orang adalah orang yang sabar dan tidak pernah berputus asa dalam hidupnya ,

lalu Ibrahim menjawab ;

“ Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-

orang yang sesat ( QS 15:56) ".

Dari cerita Al Qur’an diatas, terdapat beberapa hal menarik apabila dibandingkan dengan

yang diceritakan oleh Bible tentang ungkapan perasaan istri Ibrahim. Pada Bible tertulis

bahwa Sara tertawa dari baik kemahnya mendengar berita akan mendapat anak tersebut

dan ketika Tuhan mengatakan bahwa Sara tertawa , dia menyangkalnya ;

“ 9Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam

kemah." 10Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan

engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara

mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya (kej 18:9-10) “.

“ 15Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN

berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa! (kej 18:15)".

Sebalikya di dalam Al Qur’an menjelaskan bahwa istri Ibrahim tersenyum dari balik tirai

mendengar berita itu, kemudian dia mendatangi sendiri para tamu itu dengan rasa penasaran

dan menyampaikan alasannya bahwa manamungkin dia akan bisa punya anak karena sudah tua

dan suaminya juga sudah tua.

Al Qur’an mengatakan bahwa Istri Ibrahim mendengar dari balik Tirai, hal ini merupakan

petunjuk kalau Ibrahim tinggal di dalam bangunan berupa rumah permanen, sebaliknya Bible

mengatakan dari balik kemah yang menunjukkan bahwa mereka masih tinggal dalam kemah

yang belum permanent atau sewaktu-waktu akan pindah, dimana suasana tersebut diperjelas

lagi oleh Bible , dimana tempat Abraham ketika melayani para tamunya adalah di luar kemah

dibawah pohon Tarbantin.

Sekiranya pada zaman itu, peradaban manusia sudah mampu membuat bangunan permanen

dari batu-bata dan tanah liat, ketika dia masih berada di kampung asalnya di daerah Babilonia,

tetapi kenapa Abraham masih menempati rumah berupa tenda? Bukankah Abraham termasuk

orang kaya di zamannya? Maka manakah yang lebih benar dari kedua cerita dalam ayat-ayat

Page 40: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

suci tersebut diatas? Jawabannya terdapat di dalam akal-budi dan hati nurani yang jujur dari

orang yang mampu menganalisanya.

Setelah Ibrahim menerima dengan hati senang mengenai berita gembira tersebut, lalu Ibrahim

dan para malaikat tersebut berbincang-bincang dalam urusan yang lain ;

Berkata (pula) Ibrahim: "Apakah urusanmu yang penting (selain itu), hai para utusan? (15:57)"

“ Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa

(kaum Lut), 32 agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang

(keras), 33 yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang

melampaui batas". 34 Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang

berada di negeri kaum Lut itu. 35 Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali

sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. 36 Dan Kami tinggalkan pada

negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa

yang pedih. (QS 51: 31-37)”.

Al Qur’an tidak menyebut nama kota yang akan dimusnahkan tersebut, sedangkan Bible

menyebutkan dengan nama Sodom di lembah Yordan. Yang menarik dari keterangan bible ini

adalah; Apakah nama kota Sodom di lembah Yordan tersebut merupakan nama asli dari

tempat tersebut semenjak Lot berada di sana ? ;

“ 27Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, 28dan

memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka

dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan

(Kejadian 19 27-28)”.

“ 29Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan

menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot (kej 19:29)”.

Al Qur’an hanya menyebut dengan tanda-tanda bahwa tanah di atas kota tersebut masih

menjadi lalu lintas bagi umat manusia setelah itu ;

“ Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Kami)

bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda75. Dan sesungguhnya kota itu benar-

benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)76. Sesungguhnya pada yang

demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang

beriman ( QS 15:75-77) ”.

Ayat diatas menekankan bahwa yang paling utama dari kisah itu adalah pelajaran bagi orang-

orang beriman sedangkan tempat kejadian, nama dan lokasinya bukan tujuan utama, sehingga

generasi manusia berikutnya dapat mencari bukti-buktinya.

Al Qur’an tidak secara spesifik menyebut bahwa kaum Lut telah melakukan perbuatan terkutuk

berupa sodomi yaitu hubungan sek yang menyimpang antara sesama jenis , namun dari

Page 41: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

beberapa ayat yang tertulis di dalam Al Qur’an dapat disimpulkan bahwa perbuatan sek

menyimpang tersebut dilakukan bukan hanya secara sembunyi tetapi mereka lakukan di tempat

umum dan terbuka ;

Al Qur’an menerangkan bahwa Lut adalah seorang nabi, jadi Lut termasuk seorang kesayangan

Allah;

“ Maka Lut membenarkan (kenabian) nya (QS 29:26)”.

Lut menghalangi kaumnya untuk tidak mempermalukan dia dihadapan tamu-tamunya;

“ Dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan

tamu-tamu itu. Luth berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamu-tamu, maka janganlah

kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu

membuat aku terhina. (QS 15:67-69) ” .

“ Mereka berkata, “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”

Luth berkata, “Inilah putri-putriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat

(secara halal).(QS 15:70-71) ”.

Ayat diatas menerangkan bahwa kaum pria di kota itu beramai-ramai ke rumah Lut dengan

gembira untuk menemui para tamu Lut yang elok rupa itu, namun Lut mengetahui maksud

kedatangan kaumnya terhadap para tamunya. Lut mencegah niat mereka dari melakukan

pelecehan terhadap tamu Lut yang ganteng-ganteng itu dengan kata-kata yaitu jangan

memperbuat dia malu atas tamunya, tetapi mereka sudah nekad untuk menyerbu masuk. Lalu

Lut menawarkan anak gadisnya untuk mereka kawini secara baik-baik. Kemudian di ayat lainnya

di dalam Al Qur’an memuat ;

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan

terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya

kami kehendaki (QS 11:79) ”.

Ayat diatas dengan jelas menunjukkan bahwa keinginan kaum Lut adalah untuk berhubungan

intim dengan para tamu Lut yang sebetulnya adalah para Malaikat pria utusan Tuhan, sebaliknya

mereka tidak berminat kepada wanita dari anak-anak Lut.

“ Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kamu benar-benar

mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari

umat-umat sebelum kamu. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki,

menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? (QS 29:28-29)”

Page 42: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

Keterangan ayat diatas menunjukkan bahwa perbuatan sek menyimpang itu belum pernah

dilakukan secara terang-terangan di depan umum oleh umat manapun sebelumnya sehingga

perbuatan ini merupakan perbuatan yang sangat melampaui batas , maka Allah berketetapan

untuk memusnahkan biang penyakit tersebut hingga ke akar-akarnya supaya jangan ditiru oleh

generasi mereka berikutnya. Apalagi setelah itu kaum Lut yang melampaui batas tersebut

hendak menantang ancaman Allah;

“ Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada kami azab

Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar (QS 29:29) ".

Maka berdoalah Lut kepada Allah agar Allah menyegerakan bencana itu, maka hukuman itu

segera di laksanakan Allah ;

“ Lut berdoa: "Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat

kerusakan itu ( QS 29:30)” .

Setelah peristiwa kehancuran kota dimana Lut berada tersebut dan setelah kelahiran Ishak, Al

Qur’an menerangkan bahwa hubungan Ibrahim dengan anaknya Ismail yang dia tinggalkan di

Baitullah masih tetap berlanjut. Mungkin Ibrahim sering mengunjingi Ismail dan menetap

beberapa lama di Baituillah. Hal ini ditunjukan oleh beberapa ayat ;

- Ketika Ibrahim dan Ismail bersama-sama membangun kembali Baitullah dengan cara

meninggikannya;

“ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama

Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami),

sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 2:127)".

- Ketika Ibrahim dan Ismail sama-sama diperintahkan Allah untuk membersihkan dan

merawat Baitulllah untuk digunakan oleh umatnya sebagai tempat beribadah dan memuja

keagungan nama Allah ;

“ Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk

orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud (QS 2:125)".

- Setelah keberadaan anak-anaknya, Ibrahim berdoa di depan Baitullah ;

“ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah),

negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah

berhala-berhala (QS 14:35)”.

- Dan Allah mengabulkan doa Ibrahim dan mengabadikan nama Ibrahim untuk di doakan dan

diucapkan dengan ucapan “ selamat sejahtera kepada Ibrahim “. Semua umat mukmin harus

Page 43: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

mengucapkan kalimat shaalawat kepada Ibrahim sebanyak sekurang-kurangnya 20 kali ,

sebagai ucapan dalam Shalatnya setiap sehari.

“ Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang

kemudian, (yaitu) "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim" (QS 37:108) “.

- Doa Ibrahim yang terkenal untuk kemakmuran, keamanan Baitulah di kota mekkah adalah ;

“ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang

aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang

beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian (QS 2:126) ”.

Ramalan ayat ini terbukti hingga sekarang ; kota itu ramai dikunjungi manusia yaitu lebih

dari 4 juta wisata dan para pengibadah, segala kebutuhan umat tersedia dan di datangkan

kesana oleh banyak pedagang termasuk segala jenis buah-buahan, kota itu terbukti aman

dan tidak adalagi perperangan sampai sekarang. Bahkan pemerintah Arab Saudi terpaksa

harus membatasi para pendatang karena keterbatasan ruang , fasilitas dan akomodasi.

- Untuk mewujudkan doa Ibrahim tersebut Allah memberikan kewajiban kepada seluruh

orang muslim untuk mengerjakan haji di Baitullah dengan cara yang sudah ditentukan;

“ Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa

memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban

manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke

Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha

Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (QS 3:97)”.

- Al Qur’an tidak menjelaskan kapan Ibrahim meninggal dan dimana dia dikuburkan

serta berapa umurnya ketika meninggal. Namun hubungan Ibrahim dengan anaknya

yang lain yaitu Ishak, terus berlanjut dengan sangat baik. Bahkan Ishak serta anak

keturunannya terus melanjutkan dakwah agama Ibrahim seperti, Yakup, Sulaiman,

Musa dan seterusnya ;

“ Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka

sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Yakub. Dan masing-

masingnya Kami angkat menjadi nabi (QS 19:49) “.

“ Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Yakub, sebagai suatu

anugerah (daripada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang

yang saleh (QS 21:72)”.

“ Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Yakub yang mempunyai

perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi (QS 38:45)”.

Page 44: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

“ Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata

kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab:

"Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan

Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya."(QS

2:133)

“ Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya

kepadamu sebahagian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya

kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-

Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya

Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS 12:7)”.

- Maka secara keseluruhan nabi Ibrahim dan seluruh keturunannya Ismail, Ishak, Yakup, Musa

dan Isa adalah utusan Allah yang membawa misi yang sama yaitu membawa agama Tauhid

untuk mengesakan Allah serta tidak menjadikan Tuhan lainnya sebagai Allah ;

“ Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang

diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub

dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan

kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara

mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya (QS 2:136)”.

- Al Qur’an menerangkan bahwa Ibrahim dan seluruh keturunannya membawa dan menganut

agama Islam ;

“ Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub.

(Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini

bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (QS 2:132)"

VIII. KESIMPULAN

1. Dari kisah Ibrahim dan Abraham yang terdapat dalam kitab suci Al Qur’an dan Bible ,

terdapat banyak perbedaan-perbedaaan dan kontradiksi dari penggambaran tokoh-tokoh

tersebut. Perbedaan tersebut meliputi ; sosok pribadi, ajaran dan agama yang diajarkan,

kisah perjalanan, hubungannya dengan Tuhan serta kehidupan rumah tangganya. Maka

perlu dipahami untuk dimengerti bahwa tokoh-tokoh yang di paparkan oleh kedua Al kitab

tersebut bukanlah orang yang sama. Mungkin saja jalan ceritanya sama tetapi tokoh yang

ditampilkan berbeda. Walaupun ada kemiripan kisah dari kedua Al Kitab tersebut tetapi

perbedaan yang ditampilkan dari keduanya sangatlah mendasar sebagai suatu kitab suci ,

sehingga perbedaan tersebut akan membawa konsekwensi yang menyeluruh dari nilai-nilai

kebenaran.

Page 45: Kupas Tuntas Kisah Abraham Dan Ibrahim

2. Apabila tokoh Ibrahim dan Abraham yang dipaparkan oleh kedua kitab tersebut merupakan

orang yang sama, maka itupun tidak mungkin, karena dengan adanya perbedaan-perbedaan

tersebut akan menyebabkan konsekwensi pilihan logis yaitu hanya satu yang yang benar.

Sedangkan untuk memilih kitab mana yang paling benar maka diperlukan kajian yang lebih

mendalam serta bukti-bukti yang sangat sahih, tetapi itu tidak mungkin dilakukan karena

peristiwa itu sudah sangat lama berlalu dan kitab pembanding yang otentik juga sudah tidak

ada.

3. Cara lain yang dapat dilakukan untuk menguji kebenaran cerita Ibraham dan Ibrahim dari

masing-masing kitab adalah dengan pendekatan iman dan akal-budi. Namun keputusannya

terserah kepada masing-masing individu yang meyakininya. Uji yang dapat dilakukan

terhadap kedua Kitab Suci itu adalah uji kebohongan dan uji Kebenaran. Apabila salah satu

dari kitab Suci tersebut terdapat banyak kebohongan-kebohongan serta kontradiksi-

kontradiksi yang tidak selayaknya berada di dalam kitab suci, maka kitab tersebut tidak

dapat dijadikan sebagai pedoman.

4. Walaupun Al Qur’an menyampaikan kisah Ibrahim tidak secara lengkap, tetapi semua

keterangannya mengandung unsur kebenaran dan tidak ada satupun yang kontradiksi baik

secara akal budi maupun diantara Al Qur’an itu sendiri. Sementara keterangan yang

disampaikan oleh Al Qura’an tentang keberadaan markam Ibrahim, ketika membangun

Baitullah, merupakan bukti sejarah yang tidak terbantahkan untuk membenarkan kisah

Ibraham di dalam Al Qur’an.