kumpulan EKO-EFISIEN.docx

download kumpulan EKO-EFISIEN.docx

of 33

  • date post

    18-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of kumpulan EKO-EFISIEN.docx

EMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DENGAN PRINSIP EKOEFISIENSIhasan kawaguchi 13.00geografi

Sumber daya alam harus dimanfaatkan secara ekonomis dan efisien. Jadi, dalam pengolahannya diusahakan sehemat mungkin sesuai kebutuhan dan memerhatikan langkah pelestarian sumber daya alam yang ada. Pelestarian sumber daya alam di Indonesia dilakukan dengan dua macam usaha, yaitu usaha preventif atau pencegahan dan usaha kuratif atau perbaikan.

Usaha preventif adalah usaha pelestarian yang dilakukan sebelum suatu permasalahan muncul, yaitu dengan cara memprediksi permasalahan yang akan terjadi di masa mendatang. Hal ini dapat di cegah lebih dini, misalnya setiap terjadi di masa mendatang. Hal ini dapat dicegah lebih dini, misalnya setiap pembangunan suatu industri harus disertai dokumen amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) yang memuat informasi tentang jumlah menusia yang akan terkena dampak, luas wilayah yang terkena dampak, banyaknya komponen lingkungan hidup yang terkena dampak, sifat kumulatif dampak, dapat tidaknya dampak diperbaiki, dan rencana pengelolahan serta pemantauan lingkungan. Usaha kuratif adalah usaha perbaikan terhadap sumber daya alam yang telah mengalami kerusakan.

Usaha kuratif merupakan rehabilitasi situasi agar sifanya yang merugikan dapat dihilangkan. Misalnya, melaukakan penghijauan pada lahan yang telah gundul seperti tererosi, menutup kembali lubang-lubang bekas penggalian barang tambang, dan menetralisir air sungai yang tercemar oleh limba cair indutri.

Lingkungan sebagi sumber daya yang mendukung hidup dan kehidupan. Tinggi rendahnya penghargaan terhadap suatu sumber daya tergantung dari kebutuhan orang yang memerlukannya. Lingkungan hidup terdiri atas dua bagian, yaitu baigan yang hidup seperti hewan, tumbuhan, dan manusia; bagian yang tidak hidup, seperti udara, air, sinar matahari, dan mineral. Unsur-unsur tersebut sebagian besar dibuat oleh alam (bersifat natural) dan sebagian besar lagi terbentuk oleh campur tangan manusia (bersifat kultural atau kebudayaan). Sawah, perkebunan, desa, dan kota termasuk unsur-unsur lingkungan yang bersifat kultural. Baik yang kultural maupun yang natural bertindak sebagai sumber daya bagi manusia yang mendiami lingkungan hidup. Unsur-unsur lingkungan tersebut memberi kemampuan kepada manusia untuk hidup dan berbuat. Sumber daya ada kaeran adanya manusia dengan segala kebutuhannya. Kegunaan sumber daya adalm bukanlah karena manusia ditambah dengan kemauan dan kemampuan manusia untuk mengusahakannya.

Jumlah, keadaan, dan interaksi sumber daya alam yang ada di bumi ini senantiasa berubah. Oleh karena itu, nilai penghargaan terhadap suatu sumber daya juga berubah. Seiring dengan kemajuan teknologi dan pendidikan sumber daya manusianya, bahan yang semula tidak berguna ternyata mempunyai nilai guna yang sangat tinggi. Misalnya, bensin dan gas alam semula merupakan pengganggu karena mudah terbakar dan tidak mempunyai nilai guna. Setelah ditemukan teknologi, pemanfaatanya sangat berharga. Dengan kata lain, kebudayaan dan teknologi dapat menciptakan sumber daya sehingga sesuatu yang sebelumnya tidak mempunyai nilai sebagai sumber daya, kemudian memperoleh penghargaan sebagai sumber daya.

Pemanfaatan sumber daya alam yang berprisip ekoefisiensi adalah pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan secara ekonomis dan efisiensi sesuai kebutuhan. Selain itu, perlu dicarikan sumber daya alternatif sebagai pengganti cadangan sumber daya alam yang masih tersedia untuk keperluan di masa yang akan datang. Minyak bumi diperoleh dengan cara pengeboran di suatu tempat dan apabila habis maka akan pindah mencari daerah lain yang terdapat kandungan minyak. Untuk menjaga persediaan minyak bumi, perlu dilakukan pemanfaatan sumber daya alternatif pengganti minyak bumi. Misalnya untuk menggerakkan mobil yang menggunakan bensin, saat ini mulai diciptakan mobil dengan tenaga surya atau tenaga matahari atau menggunakan biogas dari tanaman jarak untuk mengganti solar. Kompor yang semula menggunakan minyak tanah dapat diganti dengan kompor gas yang jelas lebih efisien dan ekonomis.

Sumber: Buku Mengkaji Ilmu Geografi 2. Sugiyanto. Danang Endarto.

Eko-efisiensi Dan Pembangunan Berkelanjutan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sumber Daya Alam ada dengan berbagai wujud dan persebaran. Ada yang bisa diperbaharui, sebaliknya ada pula yang tidak bisa diperbaharui. Ada juga wilayah yang kaya akan sumber daya alam, sebaliknya ada wilayah yang miskin sumber daya. Semuanya itu seolah membentuk keseimbangan yang seharusnya dijaga. Wilayah yang melimpah akan sumber daya alam tertentu dapat memenuhi kebutuhan di wilayah yang kekurangan. Sumber daya yang tidak dapat diperbarui diusahakan keseimbangannya dengan pengelolaan berbasis prinsip ekoefisiensi dan keberlanjutan. Begitu pula dengan sumber daya alam yang lainnya. Pada hakikatnya kelestarian sumber daya alam bisa dicapai dengan pemanfaatan yang ekoefisien, mengelolanya dengan pedoman berkelanjutan dan berwawasan.

B. Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengetahui :

a. Ekoefisiensi

b. Pembangunan Berkelanjutan.

C. Tujuan

Dengan memperhatikan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan masalah adalah :

a. Untuk mengetahui ekofisiensi.

b. Untuk mengetahui pembangunan berkelanjutan.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Ekoefisiensi

Kehidupan manusia secara individu, bahkan sampai tingkat pembangunan di suatu daerah atau yang lebih tinggi, di tingkat negara misalnya, hampir selalu didasarkan pada pemanfaatan sumber daya alam. Energi memegang peran yang amat penting dalam kehidupan kita. Tanpa pasokan energi yang cukup laju ekonomi akan melambat. Penyediaan lapangan pekerjaan pun akan turun. Karena itu, penghematan konsumsi energi tak dapat ditawar.

Kuncinya ialah meningkatkan efisiensi penggunaan energi yang maknanya adalah memperbesar proporsi energi untuk proses produksi dan mengurangi proporsi energi yang terbuang. Akibatnya, jumlah energi yang dibutuhkan per unit produk / layanan akan turun. Ini berarti, biaya produksi per unit produk/layanan akan turun pula sehingga potensi profit per unit produk/layanan naik.

Dari segi lingkungan hidup karena proporsi energi yang terbuang turun, beban pencemaran per unit produk/layanan berkurang pula. Intensitas energi per unit produk/layanan juga turun sehingga laju deplesi sumber daya energi kita juga turun. Maka pemerintah untung, masyarakat untung, pengusaha untung, dan lingkungan hidup pun untung. Pendekatan ini disebut eko-efisiensi, yaitu efisiensi eko-nomi maupun efisiensi eko-logi. Dengan eko-efisiensi, kinerja ekonomi maupun kinerja lingkungan hidup ditingkatkan.

Namun sering kali pemanfaatan sumber daya alam tersebut pada tingkat eksploitasi yang tidak ramah terhadap lingkungan (ekologi). Bahkan demi kelangsungan proses pembangunan ekonomi, dalam konteks efisiensi diperlukan adanya perencanaan penggunaan, pengelolaan, dan penyelamatan sumber daya alam yang dilakukan dengan cermat. Perhitungan hubungan hubungan ekologis perlu dilakukan untuk mengurangi akibat-akibat yang merugikan baik bagi kelangsungan pembangunan maupun kelangsungan ekosistem. Itulah gambaran prinsip ekoefisiensi dalam pengelolaan sumber daya alam. Sebelum menerapkan bagaimana ekoefisiensi yang tepat, diperlukan pemahaman mengenai jenis, kondisi, dan nilai setiap sumber daya alam. Bagaimana pun sumber daya alam mempunyai karakteristik khusus terutama dalam hubungannya dengan ekosistem dan pembangunan. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui harus diusahakan keseimbangannya dengan pengelolaan berbasis prinsip ekoefisiensi dan Pembangunan Berkelanjutan. Begitu pula dengan sumber daya alam yang lainnya. Pada hakikatnya kelestarian sumber daya alam bisa dicapai dengan pemanfaatan yang ekoefisien, mengelolanya dengan pedoman berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Dalam prinsip ekoefisiensi, penggunaan sumber daya alam berdasarkan pemilihan peruntukannya menjadi sangat penting. Pemilihan peruntukan tersebut dilaksanakan atas dasar:

1. Efisiensi dan efektivitas penggunaan yang optimal dalam batas-batas kelestarian sumber daya alam.

2. Tidak mengurangi kemampuan dan kelestarian sumber daya alam lain yang berkaitan dalam suatu ekosistem, dan

3. Memberikan kemungkinan untuk mempunyai pilihan penggunaan di masa depan, sehingga perombakan ekosistem tidak dilakukan secara drastis.

B. Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development )

Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987. Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainable development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial. Banyak laporan PBB, yang terakhir adalah laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan berkelanjutan sebagai terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat. Untuk sebagian orang, pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun untuk sebagian orang lain, konsep "pertumbuhan ekonomi" itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri terbatas.

Pembangunan berkelanjutan tidak saja berkonsentrasi pada isu-isu lingkungan. Lebih luas daripada itu, pembangunan berkelanjutan mencakup tiga lingkup kebijakan: pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Dokumen-dokumen PBB, terutama dokumen h