Kuliah 8 penggajian

of 21 /21
SEMESTER II 1 Selasa, 30 Oktober 2012 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS ISLAM LABUHANBATU PERKULIAHAN-6 Matematika ekonomi Penggajian

Embed Size (px)

Transcript of Kuliah 8 penggajian

  • 1. SEMESTER II 1 Selasa, 30 Oktober 2012 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS ISLAM LABUHANBATU PERKULIAHAN-6 Matematika ekonomi Penggajian

2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan dapat : 1. Pengertian gaji 2. Lembur 3. Komisi 4. Tunjangan Hari Raya 2 3. Deskripsi Singkat Dalam perkuliahan ini, anda akan mempelajari tentang pengertian gaji Bagian selanjutan akan membahas tentang lembur dan komisi Bagian akhir perkuliahan akan membahas tunjangan hari raya (THR) 3 4. Bahan Bacaan Buku Wajib Dumariy, 2003, Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Habieb dan aziz, 2008, Matematika Ekonomi dan Bisnis, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta. Buku Pelengkap D. Sriyono, 2008, Matematika Ekonomi dan Keuangan, Penerbit Andi, Yogyakarta. Suprian Atmaja Saputra, 2002, Matematika Ekonomi 1, PT. Ghalia Indonesia, Jakarta. Libertus Jehani, 2007, Hak-Hak Karyawan Kontrak, Forum Sahabat, Jakarta. 4 5. Pertanyaan kunci 1. Joice menarik uang sebesar Rp. 500.000, pada awal minggu, komisi yang diperoleh dari hasil penjualan Joice Rp. 1.250.000. Berapakah jumlah komisi yang diterima ? 2. Parman memperoleh 2,5% dari PT. Sembako sebagai pengembang perusahaan. Berapakah komisi yang diterima jika memperoleh hasil penjualan Rp. 100.000.000 ? 3. Widodo dalam 2 minggu pertama bulan Agustus bekerja selama 72 jam, sedangkan tarif per jam yang dibayarkan sebesar Rp. 3.500. berapakah gaji kotor yang diterima Widodo ? 4. Siti dalam seminggu telah bekerja selama 42 jam, tarif per jam ditentukan Rp. 4000. berapakah Siti memperoleh gaji kotor 5 6. Gaji (salary) Defenisi Gaji adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu janji perjanjian kerja. Peraturan Ketenagakerjaan UU No. 13 Tahun 2003 tentang kebijakan pengupahan Kepmen No. 49 Tahun 2004 tentang ketentuan-ketentuan soal pengupahan Acuan Penentuan UMR/UMP Kebutuhan hidup minimum Indeks harga konsumen Kemampuan perkembangan dan kelangsungan perusahaan Upah pada umumnya yang berlaku di daerah tertentu dan antar daerah Kondisi pasar kerja dan tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita. 6 7. Apakah Pengusaha Boleh Memotong Upah Pekerja Pekerja yang tidak bekerja, tidak berhak mendapat upah (no work no pay), dari prinsip ini maka upah pekerja dapat dipotong oleh pengusaha. Dalam pasal 93 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003 dikatakan upah tidak akan dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan. Merujuk pada Permen 01/MEN/1999 tentang cara melakukan pemotongan adalah sebagai berikut : Pekerja yang bekerja 5 (lima) hari per minggu besar pemotongan 1/21 x upah sebulan Pekerja yang bekerja 6 (enam) hari per minggu besar pemotongan 1/25 x upah sebulan. Contoh : Jordan bekerja pada sebuah perusahaan dengan gaji sebesar Rp 1.000.000, di perusahaan itu berlaku 6 (enam) hari kerja dalam seminggu. Dengan demikian upah Jordan kalau dikonversikan ke upah harian adalah sebesar Rp. 1/25 x 1.000.000 = Rp. 40.000/hari. Jika dalam sebulan Jordan tidak masuk kerja selama 2 (dua) hari karena menghadiri perkawinan saudaranya di luar kota tanpa memberikan keterangan, maka perusahaan dapat memotong gaji Jordan sebesar potongan sebulan adalah Rp 2/25 x Rp. 1.000.000 = Rp. 80.000, maka upah yang diterima Jordan pada saat penerimaan gaji hanya Rp. 920.000,- 7 8. Apa Saja Alasan Yang Sah Bagi Bagi Pekerja Pekerja sakit dan mempunyai surat keterangan dokter Pekerja menikah dibayar selama 3 hari Pekerja menikahkan anak (2 hari) Mengkhitankan anak (2 hari) Membaptiskan anak (2 hari) Istri melahirkan atau keguguran kandungan (2 hari) Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia (1 hari) Suami, istri, orang tua/mertua, anak atau menantu meninggal dua (2 hari) Sakit Berkepanjangan Upah selama sakit berkepanjangan tetap diberikan, namun Pasal 93 UU No. 13 tahun 2003 memberikan batas waktu sebagai berikut : Untuk 4 (empat) bulan pertama dibayar 100% dari upah Untuk 4 (empat) bulan kedua dibayar 75% dari upah Untuk 4 (empat) bulan ketiga dibayar 50% dari upah Untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan perusahaan. 8 9. Gaji Kotor Gaji yang belum dikurangi berbagai penggurangan. Contoh : 1. Sarwiji minggu pertama bulan Februari bekerja selama 36 jam, sedangkan tarif per jam Rp. 5000. Berapakah gaji kotornya ? Jawaban : 36 x Rp. 5000 = Rp. 180.000,- 2. Gaji Kotor Sugianto adalah Rp. 24.000, sedangkan tarif per jamnya Rp. 4000. Berapa jam Sugianto bekerja ? Jawaban : Jam kerja = Rp. 24.000/Rp. 4000 = 6 Jam 3. Gaji Kotor Sumarno Rp. 50.000, sedangkan ia bekerja selama 4 jam. Berapakah tarif per jamnya ? Jawaban : Tarif Per Jam = 50.000/4 = Rp. 12.500,- 9 Gaji Kotor = Jam Kerja x Tarif Per Jam Jam Kerja = Gaji kotor Tarif per jam Tarif per jam = Gaji kotor Jam kerja 10. Gaji Mingguan, Bulanan dan Tahunan Gaji tidak saja dibayar per jam (harian), tetapi juga dapat dibayar mingguan, bulanan dan tahunan. Karyawan yang memperoleh gaji tersebut disebut on salary. Contoh : 1. Wahyu memperoleh gaji dalam 1 minggu Rp. 250.000. Berapakah gaji dam 1 tahun ? (1 year = 52 weeks) Jawaban : Gaji 1 Tahun = Rp. 250.000 x 52 = Rp. 13.000.000 2. Susan memperoleh gaji per 2 minggu sebesar Rp. 400.000. berapakah gaji Susan dalam 1 tahun ? Jawaban : Gaji Per Tahun = 52 x Rp. 400.000 = Rp. 5.200.000 2 3. Susi, memperoleh gaji per bulan Rp. 1.150.000. Berapakah gaji Susi dalam 1 tahun ? Jawaban : Gaji 1 Tahun = Rp.1.150.000 x 12 = Rp. 13.800.000,- 10 11. Gaji Bersih Gaji kotor yang dikurangi dengan potongan-potongan sesuai dengan peraturan perusahaan. Contoh : 1. PT. Bekasi Indah, sebuah pengembang memberikan gaji kotor pada Achmad Rp. 2.500.000, jika potongan pajak, serikat pekerja dan asuransi sebesar Rp 250.000. Berapa gaji bersih yang diterima Achmad ? Jawaban : Gaji bersih = Rp. 2500.000 Rp. 250.000 = Rp. 2.250.000 2. Gaji per 2 minggu seorang karyawan sebesar Rp. 750.000, potongan Astek Rp. 15.000, pajak Rp. 50.000, SPSI Rp. 10.000, Askes Rp 25.000. Berapakah gaji yang diterima karyawan dalam 1 bulan ? Jawaban : Gaji bersih = (750.000 x 4) (15.000 + 50.000 + 10.000 + 25.000) = Rp. 3000.000 Rp. 100.000 = Rp. 2.900.000 11 12. Lembur Dasar Penghitungan Upah Lembur Pekerja berhak mendapat upah lembur apabila dia bekerja lebih dari jam kerja yang ditentukan UU yakni 40 jam dalam seminggu. Penghitungan upah lembur ini terkait dengan hari kerja dalam seminggu yang berlaku di sebuah perusahaan : 1. Apabila perusahaan memberlakukan kerja 6 hari dalam seminggu, maka jumlah jam kerja dalam 1 hari = 7 jam dan hari sabtu 5 jam kerja. Lebih dari jam tersebut dihitung sebagai jam lembur. 2. Apabila perusahaan memberlakukan jam kerja 5 hari dalam 1 minggu, maka jam kerja 1 hari jumlahnya = 8 jam dan hari sabtu libur. Lebih dari jam tersebut dihitung sebagai jam lembur. Bagaimana Cara Menghitung Upah Lembur Kelebihan Jam Kerja Jam kerja lembur diatur dalam Keputusan Menteri Ketenaga Kerja dan Transmigrasi No. Kep.102/MEN/VI/2004 tentang waktu kerja lembur dan upah kerja lembur. Pasal 8 Kepmen mengatur penghitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan dengan rumus : Upah Sejam adalah 1/173 x Upah Sebulan. 12 13. Rumusan diperoleh : 1. Jumlah jam kerja dalam 1 minggu = 40 jam 2. Jumlah minggu dalam 1 tahun = 52 minggu 3. Jumlah bulan dalam 1 tahun = 12 bulan Maka jumlah minggu dalam 1 bulan, = 5 2/12 = 4 1/3 minggu Jam kerja dalam 1 bulan, = 4 1/3 x 40 = 173 Jadi upah 1 jam = 1/173 x upah sebulan Upah Lembur Pada Hari Libur Ada perbedaan pada hari kerja dengan upah lembur pada hari libur sebagaimana diatur dalam KEP. 102/MEN/VI/2004 diatur penghitungan sebagai berikut : 1. Upah kerja lembur pada hari kerja; a. Untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1.5 x upah sejam b. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2 x upah sejam 13 14. Contoh : Amien bekerja pada perusahaan plastik dengan upah sebesar Rp. 900.000/per bulan. Setiap hari perusahaan meminta amien untuk lembur 3 (tiga) jam dalam sehari selama 25 hari kerja. Sedangkan pada hari minggu Amien istirahat. Maka pendapatan 1 bulan Amien sebagai berikut : Upah Pokok = Rp. 900.000,- Upah Jam 1 : 1/173 x 1,5 x Rp. 900.000 x 25 = Rp. 195.087,- Upah Jam 2 : 1/173 x 2 x 3 x Rp. 900.000 x 25 = Rp. 780.347,- Total = Rp. 1.875.434 2. Upah kerja pada hari istirahat minggu/libur resmi a. Untuk waktu kerja 6 hari dan 40 jam seminggu dihitung sebagai berikut : penghitungan upah kerja lembur untuk 7 jam pertama dibayar 2 x upah sejam dan jam ke-8 dibayar 3 x upah sejam dan jam ke-9 dan ke-10 dibayar 4 x upah sejam. Contoh : 1. Irpan bekerja pada perusahaan sepatu dengan upah sebesar Rp. 1.000.000/bulan. Setiap hari minggu (4 x dalam sebulan) perusahaan meminta Irpan untuk lembur sebanyak 10 jam, sedangkah pada hari biasa tidak ada lembur. Maka pendapatan Irpan dalam sebulan adalah : 14 15. Upah pokok = Rp. 1.000.000,- Upah lembur 7 jam 1 : 1/173 x Rp. 1 juta x 2 x 7 x 4 = Rp. 322.669,- Upah lembur jam ke-8 : 1/173 x Rp. 1 juta x 3 x 4 = Rp. 69.364,- Upah lembur jam ke-9 & 10: 1/173 x Rp. 1 juta x 4 x 2 x 4 = Rp. 189.971,- Total = Rp. 1.578.034 Apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek, maka penghitungan upah lembur 5 jam pertama dibayar 2 x upah sejam, jam ke-6 dibayar 3 x upah sejam dan jam lembur ke-7 dan 8 dibayar 4 x upah sejam. 2. Reza bekerja pada perusahaan logam dengan upah sebesar Rp. 1.500.000/bulan. Setiap hari sabtu merupakan hari libur resmi perusahaan meminta Reza untuk lembur sebanyak 8 jam, sedangkah pada hari biasa dan Tina Juga lembur selama 1 jam setiap hari. Maka pendapatan Reza dalam sebulan adalah : Upah pokok = Rp. 1.500.000,- Upah lembur hari kerja : 1/173 x Rp. 1.500.000 x 1,5 x 25 = Rp. 325.144,50- Upah lembur hari libur 5 jam I : 1/173 x Rp. 1.500.000 x 2 x 5 = Rp. 43.352, 60- Upah lembur jam ke-6 : 1/173 x Rp. 1.500.000 x 3 = Rp. 26.011,56 Upah lembur jam ke-7 dan 8 : 1/173 Rp. 1.5.00.000 x 2 x 4 = Rp. 69.364,16 Total = Rp. 1.963.871 15 16. b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan/hari libur resmi untuk waktu kerja 5 hari kerja dan 40 jam seminggu maka penghitungan upah kerja lembur untuk 8 jam pertama dibayar 2 x upah sejam; jam ke-9 dibayar 3 x upah sejam dan jam ke-10 dan 11 dibayar 4 x upah sejam. Contoh : Diana bekerja pada perusahaan yang bekerja 5 (lima) hari dalam seminggu dan 40 jam seminggu dengan upah sebesar Rp. 2.000.000/bulan. Pada suatu hari libur resmi (Idul adha) perusahaan meminta Diana untuk lembur sebanyak 11 jam karena mesin perusahaan rusak berat. Maka pendapatan Diana dalam sebulan adalah : Upah pokok = Rp. 2.000.000,- Upah lembur 8 jam I : 1/173 x Rp. 2.000.000 x 2 x 3 = Rp. 184.971,- Upah lembur jam ke-9 : 1/173 x Rp. 2.000.000 x 3 = Rp. 34.682,- Upah lembur jam ke-10 & 11 : 1/173 x Rp. 2.000.000 x 4 x 2 = Rp. 92.485,- Total = Rp. 2.312.138,- Ketentuan-ketentuan sebagaimana tersebut diatas adalah ketentuan minimum, karena dalam pasal 12 Kep.102/MEN/VI/2004 dikatakan bagi perusahaan yang telah melaksanakan dasar penghitungan tentang besarnya upah lembur yang nilainya lebih baik dari keputusan menteri ini, maka penghitungan upah tersebut tetap berlaku. 16 17. komisi Komisi adalah besarnya uang (fee) yang diberikan oleh perusahaan dalam bentuk persen maupun jumlah besaran angka yang ditetapkan untuk karyawan atau jaringan bisnis dari perusahaan tersebut. Komisi dapat diterima di muka (draw) sesuai ketentuan perusahaan. Contoh : CV. Anugerah memberikan komisi 20% untuk penjualan sampai dengan Rp. 2.000.000 dan 30% penjualan diatas Rp. 2.000.000. Pada satu minggu pertama Riko memperoleh penjualan barang dagangannya sebesar Rp. 3.000.000. Berapakah komisi yang diterima ? Jawaban : Besar komisi 20% x Rp. 2.000.000 = Rp. 400.000,- Besar komisi 30% x (Rp. 3.000.000 2.000.000) = Rp. 300.000,- Total = Rp. 700.000,- 17 18. Tunjangan hari raya (thr) THR adalah hak setiap pekerja tanpa memandang statusnya apakah pekerja kontrak atau bukan. THR wajib diberikan oleh pengusaha kepada setiap pekerjanya. Pengaturan THR diatur dalam Peraturan Menteri No. 104 tahun 1994 tentang THR keagamaan bagi pekerja di Perusahaan. Dalam peraturan tersebut bahwa THR adalah pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain. Bagaimana penentuan THR bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja dari berbagai agama? Pada prinsipnya THR berhubungan dengan hari raya keagamaan pekerja bersangkutan. Namun, dalam praktek kadang-kadang ada perusahaan yang memberikan THR sekaligus, misalnya menjelang hari Raya Idulfitri dan soal kapan waktu pembagian THR dapat disepakati oleh pengusaha dan pekerja, peraturan THR menetapkan bahwa paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan dirayakan oleh pekerja bersangkutan. 18 19. Masa Kerja < 1 tahun Untuk pekerja yang telah bekerja tiga bulan atau lebih kurang dari 1 tahun, maka THR akan diberikan secara proporsional apabila upah ditetapkan secara harian maka pembayaran THR-nya adalah upah sehari x 30 hari. Contoh : Gunawan bekerja pada perusahaan garmen sejak 1 Juli 2013 dengan upah sebesar Rp. 2.000.000/bulan. Berhubung Gunawan beragama Katolik maka ia mendapat THR pada hari Natal (Desember 2013). Maka besar THR yang diterima Gunawan adalah sebagai berikut : Masa Kerja = 6 bulan Upah I bulan = Rp. 2.000.000,- Proporsional THR = 6/12 x Rp. 2.000.000,- = Rp. 1.000.000,- 19 20. THR dalam Bentuk Barang THR bisa diberikan dalam bentuk lain selain uang, kecuali berupa minuman keras, obat-obatan atau bahan obat-obatan. Namun, peraturan tentang THR menentukan bahwa tidak boleh melebihi 25% dari nilai THR yang seharusnya diterima oleh pekerja. Contoh : Lebih dari setahun Gunawan bekerja pada perusahaan garmen dengan upah sebesar Rp. 2.000.000/bulan. Perusahaan bermaksud memberikan THR kepadanya dalam bentuk barang konsumsi. Maka total THR yang seharusnya diterima Gunawan adalah Rp. 2.000.000, jika perusahaan memberikan THR dalam bentuk barang konsumsi maka hitungannya : THR dalam bentuk barang konsumsi : 25 % x Rp. 2.000.000 (max) = Rp. 500.000,- THR dalam bentuk uang : 75% x Rp. 2.000.000 (min) = Rp. 1.500.000,- 20 21. 21 Terima kasih, Semoga Bermanfaat