kuanttatif 2003.doc

download kuanttatif 2003.doc

of 21

  • date post

    25-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of kuanttatif 2003.doc

20

JUDUL : PENGARUH PENGGUNAAN BUKU PEGANGAN SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS 5 SDN 05 CURUP SELATANI. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Pendidikan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari istilah belajar karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu proses belajar merupakan suatu kegiatan yang pokok atau utama dalam dunia pendidikan. Manusia tidak akan pernah berhenti belajar karena setiap langkah manusia dalam hidupnya akan dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan pemecahan dan menuntut manusia untuk belajar menghadapinya. Belajar merupakan suatu perubahan dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak bisa menjadi bisa sehingga proses belajar akan mengarah pada tujuan dari belajar itu sendiri. Usaha- usaha untuk mendidik dan mengajar dilakukan sejak manusia lahir dengan mengenalkan berbagai hal yang paling sederhana melalui stimulus lingkungan, misalnya bunyi, warna, rasa, bentuk dan sebagainya.

Guru adalah orang yang penting statusnya di dalam kegiatan belajar mengajar, karena guru memegang tugas yang paling penting yaitu mengatur dan mengemudikan bahtera kehidupan kelas. Bagaimana suasana kelas berlangsung merupakan hasil kerja dari guru. Suasana dapat hidup, siswa belajar tekun tapi tidak merasa terkekang atau sebagainya, suasana muram, siswa belajar kurang bersemangat dan diliputi suasana takut. Itu semuanya sebagai akibat dari hasil pemikiran dan upaya guru. Walaupun konsep pendidikan hari ini khususnya di Indonesia memposisikan guru sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran bersama siswa namun penularan jiwa pendidik oleh guru terhadap siswa tidak boleh ditinggalkan.

Masalah pendidikan dan pembelajaran merupakan masalah yang perlu diperhatikan, dimana banyak faktor yang mempengaruhinya salah satu faktor yang sangat berpengaruh adalah guru dan metode mengajar yang di terapkan dala kelas. Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia telah diatur dalam undang-undang RI No : 20 tahun 2003 pada bab ke II, pasal 3 yang berbunyi : "pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab". Secara garis besar pendidikan adalah upaya membentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawa perubahan yang diinginkan dalam kebiasaan dan sifatnya. Proses belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang di dalamnya terjadi proses siswa belajar dan guru mengajar dalam konteks interaktif, dan terjadi interaksi edukatif antara guru dan siswa, sehingga terdapat perubahan dalam diri siswa baik perubahan pada tingkat pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan atau sikap. Sebagaimana diketahui bahwa dalam metodologi pembelajaran, ada dua aspek yang paling penting, yakni metode mengajar dan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar. Ilmu pengetahuan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kalangan manusia dan berperan dalam proses pendidikan dan perkembangan teknologi, "Metode yang sering digunakan yakni metode ceramah, diisi dengan diskusi kadang penguasaan dan tanya jawab. Dalam hal ini siswa tidak memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran melainkan hanya mengetahui dan memahami materi pelajaran namun tidak menerapkannya ke dalam pengalaman langsung/tingkah laku. Tingkah laku siswa selalu didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Segala upaya yang menyangkut kegiatan atau aktifitas otak termasuk ke dalam ranah kognitif. Menurut Benjamin Bloom ada enam tingkatan dalam domain kognitif, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

Berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, lembaga pendidikan harus mampu menerapkan mengembangkan bahan ajar untuk melaksanakan proses pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar di kelas yang ada hanya media pembelajaran dan guru sebagai sumber belajar, maka komunikasi antara guru dan siswa tidak akan berjalan secara lancar. Hal ini terkait dengan permasalahan dalam proses belajar mengajar. Bahan ajar yang inovatif dan sesuia dengan kebutuhan siswa merupakan salah satu unsur yang amat penting dalam proses belajar mengajar yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada siswa yang berupa alat, materi, standar kompetensi pelajaran, kompetensi inti,indikator dan tujuan pembelajaran, selain itu penggunaan bahan ajar yang tepat merupakan salah satu cara untuk peningkatan kualitas hasil belajar dan berkomunikasi dengan siswa agar lebih efektif. Dalam proses implementasi kurikulum 2013 ketika melaksanakan proses pembelajaran guru dan siswa masing-masing memiliki bahan ajar berupa buku pegangan, yaitu buku pegangan siswa dan buku pegangan guru, jika dilihat dari struktur isi buku, buku pegangan siswa dan buku pegangan guru merupakan konsep dari implementasi kurikulum 2013, dimana konsep pembelajaran disusun dengan konsep integrated atau terhubung antara mata pelajaran yang satu dengan yang lain, atau dengan konsep tematik, dalam konsep pembelajaran bertema yang tertera dalam buku pegangan siswa dan guru memliki standar kompetensi dan kompetensi masing-masing yang harus dicapai dan dilaksanakan dalam proses pembelajaran akan tetapi pada garis besarnya buku pegangan siswa dan buku pegangan guru tidak mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan peserta didik karena proses pembelajaran yang dilaksanakan harus mencapai kompetensi inti dan kompetensi dasar, jika demikian apa mungkin penggunaan buku pegangan akan bisa meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini belum ada yang bisa memastikannya, alasannya karena pengimplementasian kurikulum 2013 ini masih baru, oleh karena perlu diadakan pengkajian dan penelitian terhadap penggunaan buku pegangan siswa terhadap prestasi akademik siswa, karena dalam proses pembelajaran mengalami perubahan yang sangat radikal, dimana biasanya siswa belajar dengan menggunakan banyak buku dan kemudian berubah hanya menggunakan satu buku yang secara keselurahan mencakup semua pelajaran, oleh karena itu saya sebagai peneliti melakukan penelitian dengan judul PENGARUH PENGGUNAAN BUKU PEGANGAN SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS 5 SEKOLAH DASAR NEGERI.05 CURUP SELATAN Dengan tujuan untuk melihat hasil dan pengaruh penggunaan buku pegangan siswa terhadap prestasi belajar siswa . B. Identifikasi Masalaha. penggunaan buku pegangan siswa yang masih tergolong baru dan belum memperlihatkan hasil terhadap prestasi belajar siswa

b. perubahan model pembelajaran siswa yang mulanya terbiasa dengan proses pembelajaran berkarakter secara radikal berubah menjadi model pembelajaran terpadu dengan menggunakan pendekatan tematik.C. Batasan MasalahBatasan masalah diperlukan agar pembahasan dalam penelitan tidak keluar dari pembahasan maka batasan masalah dalam penelitian ini akan dibatasi oleh rumusan masalah yaitu pengaruh penggunaan buku pegangan siswa terhadap prestas belajar siswa kelas 5 SDN 05 Curup SelatanD. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana pengaruh antara penggunaan buku pegangan siswa terhadap prestasi belajar siswa di kelas 5 SDN 05 Curup Selatan?E. Tujuan PenelitianSesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui perencanaan bagaimana pengaruh penggunaan buku siswa terhadap prestasi belajar siswa Kelas 5 di SDN 05 Curup Selatan.F. Manfaat PenelitianDengan adanya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :1. Bagi guru

Sebagai masukan dalam merancang kegiatan belajar mengajar serta dalam memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa serta keadaan yang ada dilingkungan siswa agar pencapaian hasil belajar bisa didsapat secar maksimal dan komplete.2. Bagi Sekolah

a) Sebagai bahan masukan bagi para pendidik tentang perlunya memperhatikan bahan ajar yang harus digunakan pendidik dalam proses pembelajaran, agar siswa tidak merasa terbebani dengan materi yang diberikan, sehingga bisa meningkatkan mutu pendidikan yang ada dilembaga sekolah tersebut khususnya SDN 05 Curup Selatan.b) Adanya inovasi pembelajaran.

c) Tercapainya pengembangan kurikulum tingkat sekolah.

d) Peningkatan profesionalisme guru.

3. Bagi peneliti

Sebagai pengalaman yang berharga dan menambah wawasan dan khasanah keilmuan pada khususnya, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dengan wawasan yang lebih luas baik secara teoritis maupun secara praktis.G. Hipotesisa. hipotesis kerja : adanya pengaruh dari penggunaan buku pegangan siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas 5 SDN 05 curup selatan.b. hipotesis nihil: tidak adanya pengaruh dari penggunaan buku pegangan siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas 5 SDN 05 Curup Selatan.II. KAJIAN PUSTAKA

A. Pengaruh buku pegangan siswa dan prestasi belajar

Dalam bab ini akan dibahas mengenai konsep-konsep atau teori-teori mengenai buku(bahan ajar) dan prestasi belajar.1. bahan ajar dan buku pegangan siswa

Peranan buku ajar atau buku teks dalam kepentingan pendidikan sangat besar sekali, sebab anak-anak bukan hanya dapat mereproduksi ingatan sebagaimana terdapat dalam bentuk penyampaian secara lisan, tetapi dengan membaca buku-buku ajar ini memerlukan kecakapan, menarik kesimpulan sendiri dari fakta-fakta yang diteliti, membanding-bandingkan dan menilai isi secara kritis.

a. pengertian bahan ajar dan buku pegangan siswa

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untukmembantu guru/instructor