Kti Manfaat Internet

download Kti Manfaat Internet

of 35

  • date post

    23-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    27
  • download

    0

Embed Size (px)

description

pemanfaatan internet

Transcript of Kti Manfaat Internet

Manfaat Internet Bagi Proses Pembelajaran

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangDunia pendidikan adalah suatu ruang yang berperan penting dalam memajukan suatu bangsa. Indonesia merupakan negara berkembang dengan segala potensi sumber daya alam yang dimiliki, namun ketersediaan sumber daya alam yang dimiliki tidak berbanding lurus dengan sumber daya menusia yang berbakat dalam bidang pengelolaannya. Maka tidak heran jika kebanyakan perusahaan asing berlomba-lomba untuk melakukan investasi di Indonesia yang ujungnya lebih menguntungkan pihak asing. Saat ini pemerintah telah berusaha memajukan sistem pendidikan dengan melakukan adaptasi terhadap sistem pendidikan negara maju. Hal ini merupakan contoh langkah konkrit yang dilakukan pemerintah dalam memajukan bidang pendidikan.

Terlepas dari masa orde baru yang membatasi ruang gerak kita dalam mengekspresikan gagasan, hadirnya reformasi bagaikan angin sejuk yang membawa motivasi dan semangat bangsa untuk melakukan inovasi cemerlang bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Awal dari millenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing masing satuan pendidikan di indonesia. Seperangkat alat ( sistem ) pendidikan ini juga yang mengatur kurikulum pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas. Dalam penerapan kurikulum ini, siswa dituntut lebih kreatif dalam mengkaji pelajaran. Setiap siswa dituntut mampu megembangkan materi pelajaran secara mandiri dengan menggunakan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Dalam KTSP, Siswa harus berperan aktif dalam pembelajaran dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang materi pelajaran.

Mengenai sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, SMA Negeri 1 Lappariaja cukuplah baik dengan adanya Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer dan Perpustakaan. Namun , dalam memberikan fungsinya sarana tersebut masih kurang berkontribusi bagi siswa. Keterbatasan dalam menyediakan buku adalah salah satu kekurangan perpustakaan. Informasi yang sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, terasa sangat tidak rasional jika kita sedang memanfaatkan sarana perpustakaan. Buku-buku yang tidak Up To Date ( terbaru) di beberapa segi bidang studi adalah kekurangan perpustakaan SMA Negeri 1 Lappariaja.

Masalah keterbatasan sumber informasi konvensional (Perpustakaan) tidak dapat memenuhi harapan siswa untuk mendapatkan informasi yang layak dan berguna sebagai bahan referensi pembelajaran di kelas. Kenyataannya, kini siswa mulai beralih menggunakan internet sebagai sarana pendidikan terbaik untuk mendapatkan informasi dan referensi yang melimpah. Adanya Internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa SMA Negeri 1 Lappariaja dapat berkonsultasi dengan dosen di Jakarta atau bahkan di New York,Amerika Serikat.

Internet merupakan jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di belahan dunia (seperti sekolah, universitas, institusi riset, museum, bank, perusahaan bisnis, perorangan, stasiun TV ataupun radio). Internet berfungsi sebagai aspek komunikasi, penyedia informasi, dan fasilitas untuk promosi. Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul melalui situs jejaring sosial. Internet dalam fungsinya sebagai penyedia informasi sangat membantu siswa dalam proses pembelajaran. Hanya dengan mengetik pokok materi pelajaran di Search Eguine (mesin pencari) seperti Google.com maka akan muncul puluhan hingga ratusan bacaan tentang materi pelajaran tersebut. Siswa hanya perlu meng-klik link bacaan tersebut maka akan segera muncul bacaan atau informasi selengkapnya. Maka tidak berlebihan jika banyak pengguna internet berpendapat, Dengan internet, dunia seakan berada dalam genggaman.

20 432

1.2. Tujuan PenelitianTujuan penelitian kami dengan mengangkat judul Manfaat Internet Dalam Menunjang Proses Pembelajaran Bagi Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri 1 Lappariaja yaitu ;1. Mengetahui manfaat internet dalam proses pembelajaran bagi siswa Kelas XII IPA di SMA Negeri 1 Lappariaja2. Memberi informasi tentang manfaat internet bagi siswa dalam menunjang proses pembelajaran.3. Mendorong siswa untuk menggunakan internet sebagai media referensi belajar, informasi dan komunikasi.4. Memaparkan kepada siswa tentang perlunya penguasaan teknologi internet agar tidak ketinggalan informasi dan perkembangan dunia IPTEK dan Sosial Budaya yang sedang berkembang.5. Membuktikan bahwa internet sangat positif bagi perkembangan siswa.

1.3. Rumusan MasalahDalam menentukan suatu rumusan masalah, penulis mempertimbangkan keefisienan setiap poin rumusan masalah. Jika kita melihat perencanaan obyek yang akan diteliti, maka jumlah rumusan masalah yang mungkin yaitu 3 poin dengan paparan sebagai berikut; Apakah manfaat dan keunggulan internet sehingga siswa lebih memilih sarana tersebut untuk menunjang proses pembelajaran ? Apakah siswa setuju menggunakan internet pada Proses Belajar Mengajar ? Apakah siswa sangat memerlukan sarana internet dalam proses pembelajaran ?1.4. HipotesisBerdasarkan rumusan masalah, kami membuat beberapa hipotesis yang nantinya akan dibuktikan dengan hasil-hasil penelitian secara obyektif. Setiap rumusan masalah melahirkan hipotesis yang telah dipertimbangkan. Poin-poin hipotesis tersebut secara lengkap diuraikan sebagai berikut; Internet sebagai media referensi/penunjang belajar. Internet memberikan banyak manfaat bagi siswa terutama dalam menyediakan materi referensi pelajaran. Di segi keunggulan, tentunya internet mempunyai keistimewaan yaitu menyediakan informasi yang beragam. Siswa setuju menggunakan internet pada saat Proses Belajar Mengajar. Siswa memerlukan internet dalam menunjang proses pembelajaran.

1.5. Asumsi dan Keterbatasan1.5.1. AsumsiAsumsi yang terbentuk dalam penelitian yaitu selayaknya perkembangan teknologi informasi seperti internet disambut dengan positif baik bagi siswa maupun guru di SMA Negeri 1 Lappariaja. Internet mampu memberi ruang kepada siswa untuk menyalurkan ide dan gagasan yang dimiliki melalui berbagai media. Internet memberi peluang untuk mengembangkan bakat siswa.Perkembangan kecerdasan seorang siswa tidak hanya terukur dari tingkat intelektual tapi juga tingkat keterampilan yang dimiliki. Maka dari itu seharusnya internet menjadi bagian dari sarana SMA Negeri 1 Lappariaja.1.5.2. KeterbatasanSetiap perkembangan teknologi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Khususnya internet, teknologi ini juga mempunyai kekurangan yang dapat merugikan pengguna seperti kecanduan internet, pornografi, dan lain sebagainya. Tantangan inilah yang harus dihadapi dalam menggunakan teknologi internet.Keterbatasan penelitian yaitu adanya kebijakan sekolah berupa larangan membawa HP. Larangan ini tidak lain dapat menghambat siswa mengakses internet karena HP adalah media yang umum digunakan untuk mengakses internet.

1.6. Batasan IstilahAdaptasi= Penyesuaian terhadap lingkungan pekerjaan dan pelajaranKonvensional= Umum, tradisionalPerspektif = Sudut pandangRasional = Masuk akal ; telah menjadi suatu hal yang biasa atau permanen.BAB IITEORI KEPUSTAKAAN2.1. Sejarah Internet dan Perkembangannya di IndonesiaInternet berawal dari diciptakannya teknologi jaringan komputer sekitar tahun 1960. Apa sebenarnya jaringan komputer itu ? Jaringan komputer adalah beberapa komputer terhubung satu sama lain dengan memakai kabel dalam satu lokasi, misalnya dalam satu kantor atau gedung. Jaringan komputer ini berfungsi agar pengguna komputer bisa bertukar informasi dan data dengan pengguna komputer lainnya.Pada awal diciptakannya, merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).Awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting.Tahun 1989, Timothy Berners-Lee, menciptakan World Wide Web yaitu semacam program yang memungkinkan suara, gambar, film, musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tampilannya dan sangat bervariasi. Dahulu internet hanya dapat digunakan oleh kalangan tertentu dan dengan komponen tertentu saja. Tetapi saat ini orang yang berada dirumah pun bisa terhubung ke internet dengan menggunakan modem dan jaringan telepon. Selain itu, Internet banyak digunakan oleh perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, lembaga militer di seluruh dunia untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

2.2. Perkembangan Pendidkan di Era Globalisasi.Kerjasama yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah antar pakar dan juga dengan mahasiswa. Padahal dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila