Kriteria Logo

Click here to load reader

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    307
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of Kriteria Logo

Sebagai bagian dari perencanaan corporate identity design, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dwi matra (dua dimensi) atau tri matra (tiga dimensi). Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll. Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy : The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design.

Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain. Pada bagian ini kami menyajikan secara ringkas elemen-elemen pembentuk logo, antara lain sebagai berikut : 1. GARIS 2. BENTUK 3. WARNA 4. TIPOGRAFI 1. GARIS Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis. Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan. Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 10 SM) yang berupa goresangoresan.Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. Suasana dalam garis

Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk S, atau yang sering disebut line of beauty maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut. Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya :

Horizontal : Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak. Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau kemegahan. Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika. Lengkung S : Grace, keanggunan. Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat. Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan. Diminishing Perspective : Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya. Concentric Arcs : Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb. Pyramide : Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif. Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan. Spiral : Kelahiran atau generative forces. Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang menyenangkan. Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh. Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas, idealisme. Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang. Water Fall : Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat. Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan kekokohan. Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan. Gothic Archs : Kepercayaan dan religius. Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau letusan.

Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype. Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik. 2. BENTUK Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu,

seperti bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elip dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya. Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania. Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka. Berikut kami sajikan beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung. 1. Segitiga, merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambing dari raga, pikran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan. 2. Yin Yang, merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jeapng disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan ? Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana ? Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari ? Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin ? Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan. 3. WARNA Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut : 1. Warna menurut ilmu Fisika.

Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna. 2. Warna menurut ilmu Bahan. Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum. Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat. Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda. Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb : a. Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi). b. Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb. c. Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik. d. Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup). e. Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu. f. Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan. g. Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru. Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan

dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi : 1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb. 2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam. 3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna. Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System. Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika. 4. TIPOGRAFI Pengertian tipografi menurut buku Manuale Typographicum adalah : Typography can defined a art of selected right type printing in accordance with specific purpose ; of so arranging the letter, distributing the space and controlling the type as to aid maximum the readers. Dari pengertian diatas, memberikan penjelasan bahwa tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan khusus, sehingga akan menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Sebagai bagian dari kebudayaan manusia, huruf tak pernah lepas dari kehidupan keseharian. Hampir setiap bangsa di dunia menggunakannya sebagai sarana komunikasi. Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglyphe pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad ke-8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk hurufhuruf Romawi. Perkembangan tipgrafi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya. Berikut kami sajikan beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb : 1. Roman Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya.

Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin. 2. Egyptian Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil. 3. Sans Serif Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien. 4. Script Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab. 5. Miscellaneous Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental. Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita. Sumber : Murphy, John and Michael Rowe. How to Design Trademarks and Logos. Ohio : North Light Book, 1998. (Indra Darmawan)

9 kunci logo yg efektif Logo yang tepat, dengan karakteristik yang tepat, akan meningkatkan visibilitas Anda, kredibilitas dan memorablity yang berarti bisnis yang lebih untuk Anda! Karakteristik ini termasuk: Konsistensi dalam penggunaan logo, tagline, bahan.Pengulangan elemen yang sama, yang digunakan dalam cara yang sama atau mirip, membantu orang untuk mengingat siapa Anda dan apa yang Anda lakukan.

Diingat, sehingga logo Anda berada pada garis depan pikiran klien potensial Anda. Dengan cara itu, mereka akan berpikir dari Anda waktu berikutnya mereka memiliki kebutuhan. Kebermaknaan, sehingga logo Anda dapat menyebarluaskan pesan tentang karakteristik yang membedakan bisnis Anda. Keunikan, yang membantu Anda berdiri keluar dari keramaian.Misalnya, jika semua orang dalam industri Anda menggunakan simbol tertentu (misalnya, agen-agen perjalanan sering menggunakan bola dalam logo mereka), cobalah untuk menggunakan sesuatu yang lain seperti itu, logo Anda tidak hanya terlihat seperti orang lain. Profesionalisme, dalam kualitas grafis, pencetakan dan kertas yang dicetak materi Anda. Ketiadaan Waktu di logo Anda akan memastikan bahwa Anda tidak harus mendesain ulang logo Anda hanya dalam beberapa tahun dan bahwa investasi Anda dan ekuitas dalam desain Anda akan abadi. Diferensiasi antara warna dalam logo Anda dan tidak hanya dalam hal warna, namun dalam hal nilai juga, sehingga diterjemahkan dengan baik baik kepada orang kulit hitam dan putih atau abu-abu dan colorblind dapat melihatnya. Kesatuan antara unsur-unsur yang berbeda dalam logo. Logo harus sesuai bersama sebagai satu kesatuan, dan bukan hanya muncul sebagai tumpukan elemen ditempelkan bersama-sama. Skalabilitas, sehingga logo Anda terlihat sama baik pada kedua kartu nama dan tanda untuk bisnis Anda (atau sebuah billboard!), Dan di setiap ukuran di antaranya. Nama bisnis Anda seharusnya dapat dibaca pada ukuran logo yang berbeda pastikan bahwa desainer anda memilih font yang mudah dibaca. Memiliki sebuah logo yang dirancang secara profesional benar-benar dapat memberikan bisnis Anda jumpstart dan membantu bisnis Anda mendapatkan perhatian dan klien Anda butuhkan untuk berhasil. Erin Ferree, Pendiri dan Lead Designer desain elf, adalah identitas merek dan ahli desain grafis. Dia telah membantu usaha kecil tumbuh dengan logo huruf tebal, bersih dan efektif, materi pemasaran dan desain website untuk lebih dari satu dekade. Erin bekerja sama dalam kemitraan dengan klien-nya untuk membuat desain yang terlihat, kredibel dan mengesankan dan yang menceritakan kisah-kisah yang unik bisnis mereka dengan cara yang jelas dan konsisten Kesalahan dalam membuat logo

1. Dirancang oleh seorang amatir

Sebuah bisnis profesional harus terlihat profesional. Pemilik bisnis baru sering menginvestasikan banyak waktu dan uang dalam aktiva tetap, tapi jangan sering cocok dengan investasi sesuai dalam logo mereka. Berikut adalah alasan paling umum mengapa banyak logo terlihat amatir: o Pemilik bisnis hanya ingin menghemat uang dengan mendesain dengan cepat sendiri. o Seorang teman atau kerabat yang mengaku tahu tentang sedikit desain grafis apakah itu sebagai bantuan. o Orang yang salah ditugaskan. (printer lokal tidak mungkin mahir dalam desain logo.) Bisnis outsourcing pekerjaan melalui salah satu situs beberapa kompetisi desain, yang sebagian besar dihuni oleh desainer amatir. o Pekerjaan ini diberikan kepada perusahaan online yang menawarkan logo benar-benar murah. Semua di atas dapat mengakibatkan hasil bencana. Jika logo Anda terlihat amatir, maka sehingga akan bisnis Anda. Sebuah bisnis harus tahu dimana mencarinya ketika ingin logo baru. David Airey menawarkan wawasan besar tentang bagaimana memilih desainer logo yang tepat untuk kebutuhan Anda. 2. Mengandalkan Tren

Tren (apakah swooshes, bersinar atau bevels) datang dan pergi dan akhirnya

berubah menjadi klise. Sebuah logo yang dirancang dengan baik harus abadi, dan ini dapat dicapai dengan mengabaikan trik desain terbaru dan gimmicks. Para klise terbesar dalam desain logo adalah logo menakutkan perusahaan, yang merupakan cara utama untuk bermain aman. Sebagai desainer logo, tugas Anda adalah menciptakan identitas unik untuk klien Anda, sehingga benar-benar mengabaikan tren desain logo yang terbaik. logolounge memiliki bagian yang besar pada situs web dimana update tren desain logo saat ini setiap tahun. Menyadari sebagai desainer dari crazes terbaru adalah penting, terutama sehingga Anda dapat menghindari mereka di semua biaya. 3. Menggunakan gambar raster

Standar praktik ketika mendesain logo adalah dengan menggunakan perangkat lunak grafis vektor, seperti Adobe Illustrator atau Corel Draw. Sebuah vektor grafis terdiri dari titik-titik matematis yang tepat, yang menjamin konsistensi visual di beberapa ukuran. Alternatif, tentu saja, adalah digunakan untuk raster software grafis, seperti Adobe Photoshop. Sebuah raster grafik atau bitmap, seperti itu biasa disebut terdiri dari piksel. Menggunakan gambar raster untuk logo ini tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan masalah dengan reproduksi. Secara Photoshop adalah mampu menciptakan logo yang sangat besar, Anda tidak pernah tahu pasti seberapa besar Anda harus mereproduksi logo Anda di beberapa titik. Jika Anda memperbesar cukup pada raster grafik, akan muncul pixelated, sehingga tidak dapat digunakan. Menjaga konsistensi visual dengan memastikan logo terlihat sama pada semua ukuran sangat penting.

4. Berisi bursa seni

Kesalahan ini sering dibuat oleh pemilik bisnis yang desain logo mereka sendiri atau dengan desainer amatir yang tidak petunjuk-petunjuk untuk undang-undang mengenai hak cipta. Men-download gambar vektor saham dari website seperti VectorStock bukan merupakan tindak pidana, tapi mungkin bisa Anda dalam masalah jika Anda memasukkan dalam logo. Sebuah logo harus unik dan asli, dan perjanjian lisensi harus eksklusif untuk klien: menggunakan saham seni istirahat kedua peraturan tersebut. Kemungkinannya adalah, jika Anda menggunakan gambar vektor saham, juga digunakan oleh orang di tempat lain di dunia, jadi Anda tidak lagi unik. Anda dapat dengan mudah melihat logo vektor saham karena mereka biasanya bentuk akrab, seperti bola dan siluet. 5. Merancang untuk diri sendiri lebih dari nasabah

Anda sering dapat tempat ini dosa desain logo mil jauhnya, penyebabnya biasanya ego seorang desainer yang sangat besar. Jika Anda telah menemukan sebuah font baru keren yang Anda tidak sabar untuk digunakan dalam desain, baik tidak. Tanyakan pada diri Anda apakah font yang benar-benar sesuai dengan bisnis yang Anda merancang untuk? Misalnya, tipografi huruf besar modern yang Anda suka cenderung tidak cocok untuk sebuah bisnis yang serius seperti kantor pengacara. Beberapa desainer juga membuat kesalahan termasuk merek dagang dalam pekerjaan mereka. Meskipun Anda harus bangga dengan pekerjaan Anda,

memaksakan kepribadian Anda ke logo yang salah. Tetap fokus pada kebutuhan pelanggan dengan tetap berpegang pada brief itu. 6. Terlalu kompleks

Apa analogi yang lebih baik untuk gambar thumbnail dari sidik jari? Anda akan melihat kerumitan sidik jari Anda hanya ketika melihat mereka benar-benar dekat. Segera setelah Anda pindah, nama rincian akan hilang. Hal yang sama berlaku untuk desain logo yang sangat rinci. Bila dicetak dalam ukuran kecil, desain yang kompleks akan kehilangan detail dan dalam beberapa kasus akan terlihat seperti noda atau lebih buruk lagi, kesalahan. Rincian lebih logo memiliki, semakin banyak informasi pemirsa harus proses. Sebuah logo harus mudah diingat, dan salah satu cara terbaik untuk membuatnya mudah diingat adalah untuk menjaga hal-hal sederhana. Lihatlah identitas perusahaan Nike, McDonald dan Apple. Setiap perusahaan memiliki ikon yang sangat sederhana yang dapat dengan mudah direproduksi di ukuran. 7. Mengandalkan pada warna untuk efeknya

Ini merupakan kesalahan yang sangat umum. Beberapa desainer tidak sabar untuk menambahkan warna untuk desain, dan beberapa mengandalkan sepenuhnya. Memilih warna harus keputusan terakhir Anda, maka memulai pekerjaan Anda dalam hitam dan putih adalah yang terbaik. Setiap pemilik bisnis harus menampilkan logo mereka hanya dalam satu warna pada satu waktu atau lainnya, sehingga desainer harus tes untuk melihat apakah ini akan mempengaruhi identitas logo itu. Jika Anda menggunakan warna untuk

membantu membedakan unsur-unsur tertentu dalam desain, maka logo akan terlihat sama sekali berbeda dalam satu nada. 8. Pilihan font yang miskin

Ketika datang untuk melaksanakan logo, memilih font yang tepat adalah keputusan paling penting yang dapat membuat seorang desainer. Lebih sering daripada tidak, logo gagal karena pilihan font miskin (contoh kita menunjukkan Comic Sans terkenal). Menemukan font sempurna untuk desain Anda adalah semua tentang pencocokan font dengan gaya ikon. Tapi ini bisa rumit. Jika pertandingan terlalu dekat, ikon dan font akan bersaing satu sama lain untuk perhatian, jika sebaliknya yang lengkap, maka penonton tidak akan tahu ke mana harus fokus. Kuncinya adalah menemukan keseimbangan yang tepat, di suatu tempat di tengah. Setiap jenis huruf memiliki kepribadian. Jika Anda telah memilih font tidak mencerminkan karakteristik ikon itu, maka seluruh pesan merek akan macet. font Buruk sering dipilih hanya karena keputusan tidak diambil cukup serius. Beberapa desainer hanya melempar tipe sebagai renungan. font foundries Profesional, seperti MyFonts dan FontFont, menawarkan pilihan jenis huruf lebih baik daripada mereka over-situs yang digunakan yang menawarkan download gratis. 9. Terlalu banyak font

Menggunakan font terlalu banyak seperti mencoba untuk menunjukkan seseorang seluruh album foto sekaligus. Setiap jenis huruf berbeda, dan penonton

membutuhkan waktu untuk mengenalinya. Melihat terlalu banyak sekaligus menyebabkan kebingungan. Menggunakan maksimum dua font bobot yang berbeda adalah praktik standar. Membatasi jumlah font untuk nomor ini sangat meningkatkan keterbacaan desain logo dan meningkatkan pengenalan merek. 10. Menyalin dari yang lain Ini adalah desain logo kesalahan terbesar dari semuanya, dan, sayangnya, menjadi lebih dan lebih umum. Seperti disebutkan, tujuan dari logo adalah untuk mewakili bisnis. Jika ia tampak sama dengan orang lain, telah gagal dalam hal itu. Menyalin lain tidak ada satu pun bantuan, baik klien maupun desainer.