Kriteria Desain IPAL

download Kriteria Desain IPAL

of 25

  • date post

    06-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    262
  • download

    57

Embed Size (px)

description

Pengolahan Air Limbah, mulai dari sumber hingga ke bangunan pengolahan. Terdiri dari beberapa tahapan pengolahan, pengolahan fisik, pengolahan biologi, pengolahan kimia.

Transcript of Kriteria Desain IPAL

Pengolahan Menurut Karakteristik Limbah

KRITERIA DESAIN IPAL LENGKAPPengolahan Menurut Karakteristik Limbah Pengolahan Fisika

Pengolahan Kimia

Pengolahan Biologi

Pengolahan Menurut Tingkatan Perlakuan

Konsentrasi CampuranKonsentrasi campuran adalah konsentrasi gabungan antara konsentrasi air buangan data air sungai yang dipengaruhi debit masing-masingnya. Penentuan konsentrasi campuran dapat dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan :Cc = konsentrasi campuran (mg/l)Cab = konsentrasi pada air buangan (mg/l)Cs = konsentrasi pada air sungai (mg/l)Qab = debit air buangan (L/dt)Qs = debit air sungai (L/dt)

Alternatif Sistem Pengolahan Air Buangan

DETAIL DESIGNUnit Pengolahan Primer(Saluran Pembawa)Jenis dan Bentuk : Saluran pembawa desain ini berbentuk persegi dengan jenis saluran terbuka. Saluran terbuat dari beton.Desain terpilihKoefisien kekasaran (n) = 0,011;Kemiringan (S) = 0,001;Kecepatan (v) = 1 m/dt;Qmaks = 0,41 m3/dt;Qmin = 0,15 m3/dt;R = luas / kllg basahBentuk persegi panjang (w = 2 h)Dimana w = lebar, h = tinggi.

Unit Pengolahan Primer(Bar Screen)Fungsi untuk menyisihkan benda-benda kasar yang terapung, seperti kayu, plastik, lemak yang menggumpal dalam bentuk busa dan lain-lain. Desain terpilihKecepatan maksimum = 1 m/dt;Lebar batang = 0,012 m;Jarak antar batang = 0,03 m;Kemiringan batang = 450;Kedalaman saluran pada Qmaks = 0,91 m;Kedalaman saluran pada Qmin = 0,36 m;Lebar saluran (L)= 1 m.

Unit Pengolahan Primer(Grit Chamber)Fungsimemisahkan pasir, kerikil, biji-bijian dan partikel padat lainnya, serta partikel yang bersifat abrasif.Jenisnya : Horizontal flow Grit Chamber Type RectangularDesain TerpilihJumlah chamber = 2 bak;Vh = 0,3 m/dt (Metcalf & Eddy, Hal. 458);td = 30 dt;Ukuran partikel = 0,2 mm;Spesific gravity (Sg) = 2,65 (Metcalf & Eddy, Hal. 457);Tinggi grit (hgrit) = 20 cm;Overflow rate = 900 x rata-rata kecepatan mengendap partikel terkecil yang akan disisihkan;

Tangki Aliran Ratarata (TAR) Off-lineFungsi dari TAR adalah:Meratakan fluktuasi BOD dan debit aliran;Menanggulangi permasalahan yang ditimbulkan oleh fluktuasi kecepatan aliran;Meningkatkan kemampuan dari proses berikutnya;Mengurangi ukuran atau dimensi dan biaya dari fasilitas pengolahan berikutnya.

Perhitungan

DesinfeksiFungsi Berfungsi untuk mereduksi bakteri patogen khususnya golongan coli dan mengurangi konsentrasi amonia yang terdapat dalam air buangan sebelumdibuang ke badan air penerima dan juga untuk mengurani kosentrasi amonia yang terdapat dalam air buangan.Desain terpilihDosis kaporit = 10 mg/l;Waktu kontak = 20 mnt; Kecepatan pada saluran = 0,06 m/dt;Bj kaporit = 0,85 kg/l;Kadar klor dalam Ca(Ocl2) = 60%;Periode pengisian = 24 jam;Qrata-rata = 0,493 m3/dt = 493 l/dt;Pembubuhan digunakan dengan mengunakan bak pelarut dengan kapasitas pembubuhan 1000 cc/mnt;Menggunakan bak khlorinasi.

Unit Pengolahan Lumpur (Sludge drying Bed)FungsiUnit pengolahan lumpur yang digunakan untuk mengeringkan lumpur yang telah distabilkan pada unit sebelumnya. Lumpur dimasukkan ke dalam unit ini dengan ketebalan lapisan 20-30 cm dan dibiarkan mengering.3 Desain terpilihPeriode pengeringan : 10 hari;Kadar air lumpur setelah 10 hari pengeringan : 60%;Tebal lapisan lumpur: 300 mm;Tebal pasir halus: 150 mm;Tebal pasir kasar: 75 mm;Tebal lapisan kerikil halus: 75 mm;Tebal lapisan kerikil sedang : 75 mm;Tebal lapisan kasar: 75 mm;Debit lumpur : 3,38 x 10-4 m3/detik