Korupsi Dan Anti Korupsi

download Korupsi Dan Anti Korupsi

of 14

  • date post

    24-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    77
  • download

    15

Embed Size (px)

description

Tugas ETIKA BISNIS DAN PROFESI. Mahasiswa STIESIA Surabaya 2012

Transcript of Korupsi Dan Anti Korupsi

KORUPSI DAN ANTI KORUPSI

KORUPSI DAN ANTI KORUPSISESSION XPENGERTIAN KORUPSIKata korupsi berasal dari bahasa Latincorruputio. Kata korupsi sudah masuk perbendaharaan bahasa Indonesia. Menurut kamus Bahasa Indonesia karangan WJS Purwadarminta (1976) pengertian korupsi adalah:Korup :Busuk, buruk, suka menerima uang sogok, memakai kekusaan untuk kepentingan sendiri dan sebagainya. Misalnya: Karena merosotnya akhlak maka banyak pegawai yang korup.Korupsi: perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya. Misalnya: Korupsi di kalangan pegawai negeriharus dibasmi hingga akar-akarnya.PENGERTIAN KORUPSIArti harfiah dari kata korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidak jujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.Dengan demikian pengertian korupsi sangat luas. Sedang pengertian korupsi menurut menurut penjelasan UU. No. 3 tahun 1971 adalah:Perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan yang dilakukan secara melawan hukum, yang secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan keuangan negara dan atau perekonomian negara atau diketahui atau patut disangka bahwa perbuatan tersebut merugikan keuangan negara dan perekonomian Negara

TINJAUAN SOSIOLOGI KORUPSI Korupsi tidak hanya sebatas perbuatan penyalahgunaan keuangan negara, atau terkadang disebut dengan (secara finansial) mengambil hak orang lain . Perbuatan korupsi semakin sering terjadi dengan berbagai modus, tidak harus pelaku-pelaku birokrasi saja yang berpotensi melakukan itu. Namun masyarakat umum pun sudah banyak melakukan perbuatan yang mengandung korupsi. korupsi hampir berafiliasi dengan seluruh aspek realita yang kini terjadi ada banyak faktor mengapa korupsi terjadi dan seakan tidak pernah mengenal batas-batas norma, diantaranya faktor ekonomi dan kelas sosial.KERUGIAN PRAKTIK KORUPSIKerugian negara yang ditimbulkan akibat korupsi jauh lebih besar daripada keuntungan individual yang berasal dari korupsi tersebut. Hal ini dapat dicontohkan sebagai berikut:Seorang menerima uang sogok sebesar Rp. 25.000, dari sopir truk yang muatannya jauh melebihi tonase kekuatan jalan. Kerugian negara akibat kerusakan jalan dan jembatan akan jauh lebih besar dari uang yang diterima penjaga jalan tersebut. Bagi bapaksopir pun juga lebih untung muat lebih, karena dengan muatan sesuai tonase pun mungkin juga harus membayar.Dengan membayar sejumlah uang,penyelundup dapat memasukkanbarang tertentu, misalnya sepatu, keramik, dan lain-lain. Akibat penyelundupan ini maka industri sepatu, keramik dalam negeri akan kalah bersaing. Kalau akibat barang penyelundupan sampai mematikan industri dalam negeri, maka kerugian negara dan atau perekonomian negara akan jauh lebih besar dari uang sogok yang mereka terima.

KERUGIAN PRAKTIK KORUPSIKredit kepada petani juga banyak bermasalah, misalnya kredit tersebut tidak seluruhnya diterima oleh petani, bahkan pernah ada berita bibit padi yang dijual kepada petani adalah palsu. Kerugian perekonomian negara untuk meningkatkan produksi pertanian jauh lebih besar dari pada keuntungan yang dinikmati mereka yang mengelola kredit tersebut, dan lain-lain.Uang sogok, uang suap dan semacamnya akan merusak semua sistem atau tatanan masyarakat yang sudah dibangun sejak zaman penjajahan Belanda dulu, dan cenderung akan menggerogoti pemerintah yang didukung publik. Sulit dihitung berapa biayanya atau langkah apa yang harus dilakukan agar tatanan negara kembali ditaati.

Ciri-ciri Praktik KorupsiCiri-ciri korupsi menurut Syed Hussein Alatas dalam bukunya Sosiologi Korupsi (LP3ES 1976) halaman 12-13 antara lain dikemukakan sebagai berikut :Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang. Hal ini tidak sama dengankasus pencurian.Korupsi pada umumnya melibatkan keserbarahasiaan, kecuali di mana ia telah begitu merajarela dan begitu berurat-berakar sehingga individu yang berkuasa atau mereka yang berada dalam lindungannya tidak tergoda untuk menyembunyikan perbuatan mereka.Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik. Kewajiban dan keuntungan tidaklah sentiasa berupa uang.Mereka yang mempraktekkan cara-cara korupsi biasanya berusaha untuk menyelubungi perbuatannya dengan berlindung di balik pembenaran hokum

Ciri-ciri KorupsiMereka yang terlibat korupsi adalah mereka yang menginginkan keputusan-keputusan yang tegas dan mereka mampu untuk mempengaruhi keputusan keputusan ituSetiap tindakan korupsi mengandung penipuan, biasanya pada badan publik atau masyarakat umumSetiap bentuk korupsi adalah suatu pengkhianatan kepercayaanSetiap bentuk korupsi melibatkan fungsi ganda yang kontradiktif dari mereka yang melakukan tindakan ituSuatu perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam tatanan masyarakat. Ia didasarkan atas niat kesengajaan untukmempengaruhi kepentingan umum di bawah kepentingan khusus

SEBAB TERJADINYA KORUPSIFaktor SOSIOLOGITimbulnya korupsi menurut Syed Hussein Alatas dalam bukunya Sosiologi Korupsi(LP3 ES, 1986) halaman 4 disebabkan oleh faktor-faktor berikut:Ketiadaan atau kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memberikan ilham dan mempengaruhi tingkah laku yang menjinakkan korupsi. Sebagai mana dalam peribahasa Cina dan Jepang, Dengan berhembusnya angin, melengkunglah buluh Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etikaKolonialisme, Suatu pemerintahan asing tidaklah menggugah kesetiaan dan kepatuhan yang diperlukan untuk membendung korupsiKurangnya pendidikan KemiskinanTiadanya hukuman yang kerasKelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsiStruktur PemerintahanPerubahan radikal, Tatkala suatu sistem mengalami perubahan radikal korupsi muncul sebagai suatu penyakit tradisional.

SEBAB TERJADINYA KORUPSIFaktor POLITIK YURIDIS & BUDAYATerdapat pula hubungan antara korupsi dengan kekuasaan, hukum, dan budaya.Faktor KekuasaanSeorang sejarahwan Inggris telah mengucapkan kata-kata yang termashur :The power tends to corrupt, absolute powers corrupts absolute (kekuasaan itu cenderung ke korupsi, kekuasaan mutlak mengakibatkan korupsi mutlak pula).SEBAB TERJADINYA KORUPSIFaktor YuridisKorupsi yang disebabkan oleh faktor yuridis yaitu berupa lemahnya sanksi hukum maupun peluang terobosan pada peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Jika membicarakan lemahnya sanksi hukuman berarti analisis pemikiran dapat mengarah pada dua aspek yaitu :Aspek peranan hakim dalam menjatuhkan hukuman.Aspek sanksi yang lemah berdasarkan bunyi pasal-pasal dan ayat-ayat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.SEBAB TERJADINYA KORUPSIFaktor BudayaFaktor ini berkaitan dengan kepribadian yang meliputi mental dan moral. Dalam faktor ini termasuk tidak adanya budaya malu.

Tidak Mematuhi Apa yang Diajarkan Nenek MoyangHampir semua praktek korupsi dilandasi rendahnya integritas dan nilai etika. Etika dalam hal ini berarti bagaimana kita seharusnya hidup sebagai orang bermoral. Sebetulnya banyak ajaran dari orang tua kita bagaimana dan apa yang seharusnya kita lakukan merupakan ajaran yang luhur dan ber-etika secara benar namun semua dilanggar karena kalah dengan kepentingan duniawi. Misalnya ada pesan dari orang tua kita dahulu (suku Jawa), yaitu :Yen uripiro kepengin diajeni liyan dadio punggowo projo, yen uripiro kepengin sugih dadio sudagar. Yen siro kepengin diajeni liyan dadi sudagar koyo-koyo ora bakal kelakon, nanging yen siro kepengin sugih dadi punggowo projo rusak negaraniro.(Kira-kira terjemahan sekarang : kalau hidupmu ingin dihargai orang maka kamu jadilah pegawai negeri, kalau hidupmu ingin kaya maka kamu jadilah pedagang/pengusaha, kalau kamu ingin dihargai orang menjadi pedagang/pengusaha sepertinya tidak mungkin, namun kalau hidupmu ingin kaya menjadi pegawai negeri maka akan rusak tatanan negara).Petuah tersebut cukup sederhana, namun kalau dihayati dan dilaksanakan mungkin tidak terjadi keadaan seperti sekarang ini. Dari suku lain di negara kita banyak petuah-petuah dari nenek moyang kita yang mengajarkan bagaimana perbuatan seharusnya sebagai masyarakat.

Teori GONEG-Greed (keserakahan, ketamaan, kerakusan)O-Oppurtunity (kesempatan)N-Need (kebutuhan)E-Exposure (pengungkapan, artinya kalau terungkap hukumannya ringan atau sama artinya dengan kelemahan hukum)