Kontrak (Akad)danImplementasinya PadaPerbankanSyariahdi ... (Akad) dan...¢  Akad yang...

download Kontrak (Akad)danImplementasinya PadaPerbankanSyariahdi ... (Akad) dan...¢  Akad yang melandasi setiap

of 220

  • date post

    13-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Kontrak (Akad)danImplementasinya PadaPerbankanSyariahdi ... (Akad) dan...¢  Akad yang...

  • Dr. Nilam Sari, M.Ag.

    Kontrak (Akad) dan Implementasinya

    Pada Perbankan Syariah di Indonesia

    Editor : Nevi Hasnita, S. Ag., M. Ag.

  • PERPUSTAKAAN NASIONAL KATALOG DALAM TERBITAN (KDT)

    Kontrak (Akad) dan Implementasinya pada Perbankan Syariah di Indonesia / Dr. Nilam Sari, M. Ag.; Banda Aceh, Penerbit PeNA, 2015.

    viii + 212 hlm; 14,5 x 21 cm ISBN: 978-602-1620-41-0

    Penulis: Dr. Nilam Sari, M. Ag.

    Editor: Nevi Hasnita, S. Ag., M. Ag.

    Layout: Taufik Muhammad

    Cetakan Pertama, Rabi’ul Awal 1437 / Desember 2015

    Yayasan PeNA Banda Aceh, Divisi Penerbitan Jl. Tgk. Chik Ditiro No. 25 Gampong Baro

    (Depan Masjid Raya Baiturrahman) Banda Aceh P.O. Box. 93 Banda Aceh 23001

    Anggota IKAPI No: 005/DIA/ 003 Telp. (0651) 7406108, 31651

    Faks. (0651) 31651 Hotline: 0811682171

    Email: pena_bna@yahoo.co.id Website: www.tokobukupena.com

    HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG

  • iii

    KATA PENGANTAR

    Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam yang telah melimpahkan rahmat dan karunia tak terhingga kepada hamba- hambanya. Shalawat dan salam kepada junjungan Alam Nabi Besar Muhammad SAW atas pengorbanan jiwa dan raganya dalam menyampaikan risalah suci kepada kepada ummatnya.

    Buku yang berada di tangan pembaca saat ini merupakan rangkaian dari penelitian dan diharapkan menjadi bahan ajar khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Ar- Raniry. Pencetakan buku ini juga dimaksudkan untuk merespon perkembangan massif dari ekonomi syariah saat ini, dengan menyajikan informasi mendasar tentang akad dan implementasinya pada perbankan syariah. Akad yang melandasi setiap transaksi pada perbankan syariah merupakan hal yang sangat mendasar dan penting untuk diperhatikan. Karena akad lah yang membedakan antara transaksi pada perbankan syariah dengan perbankan konvensional, sekaligus menentukan keabsahan sebuah transaksi dalam perspektif syariah.

    Pembahasan buku ini diawali dengan hubungan antara ekonomi dan hukum dalam perspektif Islam, dilanjutkan kontrak (akad) dalam syariat Islam dan perundangan perbankan syariah di Indonesia, dan ditutup dengan Implementasi akad dalam perbankan syariah.

  • iv

    Mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi semua pembaca, walaupun terdapat beberapa keterbatasan dalam pembahasannya. Akhirnya, kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan buku ini, baik secara langsung maupun tidak langsung penulis mengucapkan terima kasih. Semoga Allah yang maha kuasa menjadikannya amal jariah yang tidak akan terputus pahalanya dan memberikan kekuatan untuk melahirkan karya-karya berikutnya.

    Darussalam, 17 Desember 2015

    Dr. Nilam Sari, M. Ag.

  • v

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR __ iii DAFTAR ISI __ v

    BAB I HUBUNGAN ANTARA EKONOMI DAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    1.1 Pendahuluan __ 1 1.2 Tinjauan tentang Konsep Ekonomi Islam __ 1 1.3 Syariah Islam dan Kewajiban Melaksanakannya __ 12 1.4 Hubungan antara Ekonomi dan Hukum dalam Perspektif

    Islam __ 19 1.5 Kesimpulan __ 28

    BAB II KONTRAK (AKAD) DALAM SYARIAH ISLAM DAN WACANA FIKIH

    2.1 Pendahuluan __ 29 2.2 Konsep Kepemilikan dalam Islam __ 29 2.3 Pengertian, Asas, Rukun dan Syarat Kontrak/Akad __ 33

    2.3.1 Pengertian kontrak __ 33 2.3.2 Asas kontrak __ 34 2.3.3 Rukun dan syarat kontrak __ 37

  • vi

    2.3.4 Status dan hal-hal yang membatalkan kontrak __ 40

    2.3.5 Jenis-jenis kontrak dalam wacana fikih __ 43 2.4 Konsep kontrak (Akad) dalam Bank Syariah __ 98

    2.4.1 Konsep simpanan (depository/al-wadī‘ah) __ 98 2.4.2 Konsep Bagi hasil (profit and sharing) __ 99 2.4.3 Jual-beli __ 100 2.4.4 Sewa al-Ijārah (operational lease and finacial lease)

    __ 102 2.4.5 Jasa __ 102

    2.5 Kesimpulan __ 106

    BAB III PERBANKAN SYARIAH DAN PERATURAN PERUNDANGAN DI INDONESIA

    3.1 Pendahuluan __ 109 3.2 Peraturan-Peraturan tentang Perbankan Syariah __ 110 3.3 Perkembangan Regulasi Bank Syariah di Indonesia __ 111

    3.3.1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perbankan __ 111

    3.3.2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan __ 113

    3.3.3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. __ 115

    3.3.4 Undang undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah __ 119

    3.4 Pasar Keuangan Syariah __ 131

  • vii

    3.5 Fatwa DSN tentang Penyelesaian Sengketa dan Proses Penyelesaian Sengketa dalam Perbankan Syariah __ 133

    3.6 Persamaan dan Perbedaan Undang-undang Nasional dan Undang-undang Syariah dalam Kegiatan Perekonomian di Indonesia __ 151

    3.7 Kesimpulan __ 156

    BAB IV APLIKASI AKAD DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

    4.1 Pendahuluan __ 157 4.2 Perbankan Syariah di Indonesia __ 157 4.3 Bank Syariah dan Dampaknya terhadap Kemajuan Umat

    __ 162 4.4 Aplikasi Akad di Bank Syariah __ 166 4.5 Format Akad di Bank Syariah __ 177 4.6 Bank Syariah dan Penanganan Pembiayaan Bermasalah __

    197 4.7 Kesimpulan __ 199

    BIBLIOGRAFI __ 201 BIODATA PENULIS __ 211

  • viii

  • 1

    BAB I HUBUNGAN ANTARA EKONOMI DAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    1.1 Pendahuluan Kajian dengan objek penelitian pada perbankan syariah

    ini akan membincangkan aspek ekonomi Islam dari satu sisi dan aspek hukum Islam dari sisi yang lain. Oleh karena itu, penulis merasa perlu untuk membuat satu bab khusus mengenai “Hubungan Antara Ekonomi dan Hukum dalam Perspektif Islam’’. Dalam bab ini, uraian akan diawali dengan pengenalan tentang konsep ekonomi Islam, dilanjutkan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam, lalu ditutup dengan hubungan antara ekonomi dan hukum dalam perspektif Islam.

    1.2 Tinjauan tentang Konsep Ekonomi Islam Dewasa ini, ada kecenderungan untuk membumikan

    kembali nilai-nilai agama Islam dalam setiap aspek kehidupan

  • BAB I HUBUNGAN ANTARA EKONOMI DAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    2

    manusia. Muncul kesadaran umat untuk melaksanakan ajaran Islam secara benar dan utuh (kāffah). Kesadaran itu muncul bertitik tolak dari pemahaman Islam sebagai ajaran yang bersifat universal, bukan hanya menyentuh aspek spiritual-ritual saja, melainkan menyentuh pula aspek kehidupan secara luas, termasuk ekonomi. Banyak usaha telah dilakukan agar kehidupan di bidang ekonomi berjalan selaras dengan petunjuk agama. Sebagai contoh, berdirinya institusi-institusi ekonomi Islam seperti Bank Muamalat Indonesia (BMI), Asuransi Takaful, BPR Syariah, BMT, PasarModal (Reksadana) Syariah dan bank-bank syariah lainnya, bahkan usaha tersebut semakin maju dan berkembang dengan adanya standar Akutansi Bank Syariah- PSAK No 29 oleh Ikatan Akutansi Indonesia (IAI) sebagai pedoman perakutansian atas operasional perbankan syariah.1

    Gagasan tentang konsep ekonomi Islam pada hakekatnya, didasarkan pada tiga pandangan:2

    Pertama, sistem perekonomian Islam berasal dari realitas bahwa Allah merupakan Pemilik Mutlak segala yang ada pada alam semesta dan manusia hanya menjalankan amanat yang diberikan Allah. Amanat tadi mesti dipertanggungjawabkan kepada Allah sebagai Pemilik Amanat. Pandangan ini diperkuat oleh Alam (1991), Baydoun dan Willet (1994).

    Kedua, gagasan sistem ekonomi Islam dipandang dari sudut pengamalan ibadah. Pandangan ini dikemukakan Amien

    1 URL = http://ikhtiaronline.com/cetak.php?id=20 Publikasi: Rabu, 21 Mei 2003, Anang Muttaqin Akuntan dan Dosen PTS di

    Jakarta, 7 Januari 2003. 2 Ibid.

  • KONTRAK (AKAD) DAN IMPLEMENTASINYA PADAPERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

    3

    Rais (1987). Amin mengemukakan kegiatan ekonomi merupakan salah satu wujud nyata ibadah manusia kepada Allah agar bahagia di dunia dan akhirat. Kehidupan manusia akan lebih bermakna sekiranya didedikasikan kepada Allah.

    Ketiga, gagasan ekonomi Islam berasal dari kekhasan konsep ekonomi Islam itu sendiri, apabila dibandingkan dengan konsep ekonomi lainnya. Mannan (1995) mengungkapkan kekhasan ekonomi Islam terletak pada pengakuan atas hak milik pribadi, namun di dalamnya terkandung pula milik masyarakat.

    Sistem ekonomi Islam memiliki prinsip-prinsip utama sebagai pedoman pelaksanaan dan pengembangan dalam menjalankan sistem perekonomiannya. Prinsip-prinsip pokok tersebut meliputi:3

    Pertama, prinsip-prinsip syariah. Prinsip ini telah jelas dan pasti. Hal ini bersumber pada hukum-hukum agama yang terkait, dan tercermin dalam Alquran dan Sunnah Nabi sebagai sumber hukum Islam. Prinsip syariah meliputi tiga hal; pertama, larangan bunga (riba); kedua, larangan usaha yang bersifat spekulatif, ketiga ada pengakuan tentang posisi zakat. Islam dengan jelas dan tegas melarang usaha atau kegiatan ekonomi yang didasarkan pada mekanisme riba, sebagai alternatif digunakan konsep saling menguntungkan bagi hasil. Islam juga melarang pemeluknya berusaha dalam bidang usaha yang bersifat spekulasi (judi). Dengan memakai prinsip zakat berarti tiap individu dalam perniagaannya, terkait dengan prinsip tanggungjawab kepada masyarakat melalui mekanisme zakat

    3Ibid.

  • BAB I HUBUNGAN ANTARA EKONOMI DAN HUKUM DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    4

    (sedekah). Jadi ada pengakuan atas tanggungjawab sosial (social responsible) tiap individu atas harta yang dimilikinya. Ketiga prinsip syariah ini harus dijadikan sebagai panduan (guidelines) bagi pengembangan sistem ekonomi Islam.

    Kedua, kebebasan mencari nafkah. Asumsi yang digunakan berkaitan prinsip ini adalah, hak mencari nafkah merupakan fitrah setiap manusia demi memenuhi keperluan hidup manusia itu sendiri. Nam