konservasi harimau

Click here to load reader

  • date post

    24-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    101
  • download

    12

Embed Size (px)

Transcript of konservasi harimau

Oleh: ULFI FAIZAH , S.Pd., M.Si. Universitas Negeri Surabaya Juli 2009

SEMBILAN SUBSPESIES HARIMAU DI DUNIA & DISTRIBUSINYA (Luo et al. 2004)

P. t. altaica (Harimau Siberia) Panthera tigris virgata (Harimau Kaspia)

P. t. tigris (Harimau India)

P. t. amoyensis (Harimau China Selatan)

P. t. jacksoni (Harimau Malayan) P. t. sumatrae (Harimau Sumatera)

P. t. corbetti (Harimau Indo-China) P. t. sondaica (Harimau Jawa) P. t. balica (Harimau Bali)2

Status Harimau Sumateray IUCN p Critically Endangered: satwaInternational Union for Conservation of Nature and Natural Resources

langka yang kritis yaitu kategori tertinggi dari ancaman kepunahan (IUCN 2006)y CITES p Appendix I: kategori hewan

Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora

yang sangat dilarang untuk diperdagangkan baik pada tingkat nasional maupun internasional (Inskipp 2005)

3

Habitat Harimau Sumatera di Pulau SumateraDulu: habitat tersebar di seluruh Pulau Sumatera1

Sekarang: habitat semakin terbatas di daerah-daerah tertentu2 4

3

6 5

Keterangan: 1. Gunung Leuser 2. Bukit Tiga Puluh 3. Kerinci-Seblat 4. Berbak 5. Way Kambas 6. Bukit Barisan Selatan (Shepherd & Magnus 2004)4

Kons rv si G netiky Populasi Harimau Sumatera yang semakin

menurun dan habitat yang terpencar -> penyebaran gen terganggu & keragaman gen menurun. genetik suatu populasi sangat penting dalam konservasi karena keragaman genetik yang tinggi sangat membantu dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.5

y Memahami & mempertahankan keragaman

Studi Keragaman DNA Mitokondria (mtDNA)Mengungkapkan perbedaan dengan lebih teliti dalam membedakan suatu spesies yang menyangkut tentang struktur, komposisi, dan organisasi genom pada tingkat DNA.

6

Marka enetik DaerahCytochrome b (Cyt. b)y Da ra ya i r t i ya g ti ak git variatif/conserve. yS k -s k ya g conserve bersifat eng nt ngkan karena a at ija ikan barcoding/marka genetik nt k i entifikasi kemurnian s esies. y Digunakan untuk enelitian hubungan s esies ari genus atau famili yang sama.7

Tujuan Penelitian1. Untuk menganalisis keragaman genetik berdasarkan marka genetik daerah Cyt. b parsial pada Harimau Sumatera; 2. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar subspesies Harimau Sumatera dengan subspesies harimau lainnya di dunia.

8

Cara KerjaPengambilan sampel Isolasi DNA PCR Cyt. b parsial

Sekuensing Analisis data dengan program MEGA IV

Hasil Amplifikasi Daerah Cyt. b Parsial1 2 3 4 5

675 pb

700 pb

500 pb

Keterangan: No. 1-4: DNA hasil amplifikasi menggunakan pasangan primer UF-06 dan UF-07, No. 5: DNA penanda 100 pb (Fermentas)

10

Keragaman Runutan Basa-Basa Nukleotida & Marka enetik yang Spesifik pada Daerah Cyt. b Parsial

11

Filogeni Harimau Sumatera Berdasarkan Runutan Basa Nukleotida Daerah Cyt. b ParsialPt. sum su5 Pt. sum su10 Pt. sum su9 Pt. sum su2 Pt. sum su4 HS4c/Bengkulu87

HS2c/Riau Pt. sum su3 Pt. sum su7 Pt. sum su6 Pt. sum su1 HS1c/Medan

88

HS3c/Jambi Pt. cor c166

Pt. cor c2

Pt. tig b7 Pt. tig b5 Pt. tig b6 Pt. tig b8 Pt. tig b9 Pt. alt s6 Pt. alt s8 Pt. alt s1142 52

Pt. alt s14 Pt. alt s10

Pt. alt s547

Pt. alt s13

Pt. alt s140

Pt. alt s15 Pt. alt s2 Pt. alt s339

y Kelompok Harimau Sumatera jelas terpisah dengan kelompok subspesies harimau lainnya.

Pt. alt s12 Pt. alt s4 Pt. x Pt. alt s7

0.001

12

Simpulan1.

Berdasarkan analisis marka genetik daerah Cyt. b parsial pada Harimau Sumatera didapatkan 2 buah situs basa nukleotida spesifik (situs basa nukleotida ke 118 (G) dan 369 (A)). Marka genetik Cyt. b cocok digunakan untuk membedakan antar subspesies Harimau Sumatera. Berdasarkan rekonstruksi filogeni menggunakan marka genetik daerah Cyt. b diketahui bahwa hubungan kekerabatan subspesies Harimau Sumatera dengan subspesies harimau lainnya adalah Harimau Sumatera (P. t. sum tr e) paling dekat dengan Harimau India (P. t. ti ris) dan paling jauh dengan Harimau Siberia (P. t. lt ic ).13

2.