KONSEP WAKTU, PERUBAHAN, DAN ?· Konsep waktu dan sejarah (berisi pengertian sejarah, guna...

download

of 53

  • date post

    03-Mar-2019
  • Category

    Documents
  • view

    221
  • download

    0

Embed Size (px)

transcript

Pengembangan Pendidikan IPS SD 2 - 1

KONSEP WAKTU, PERUBAHAN, DAN KEBUDAYAAN

Mujinem

Pendahuluan

alam bahan ajar unit-2 Anda akan mempelajari topik yang berjudul konsep waktu, perubahan dan kebuadayaan ini. Materi unit-2 terbagi dalam dua sub

unit yaitu: 1. Unit tentang Konsep Waktu, Perubahan 2. Kebudayaan Sadar atau tidak sadar sebetulnya konsep-konsep yang akan kita bicarakan dalam unit-2 ini sudah Anda alami dan lakukan dalam kehidupan sepanjang hari. Namun demikian dengan lebih memahami konsep-konsep tersebut, Anda sebagai guru IPS diharapkan dapat lebih meningkatkan wawasan pengetahuan dan penguasaan materi, sehingga predikat guru profesional dapat Anda sandang dan dapat membawa perubahan dan kemajuan cara berpikir siswa. Materi dalam unit-2 ini terbagi dalam 2 sub unit (sub unit-2.1 dan sub unit-2.2). Pada sub unit-2.1 materi yang dibahas adalah: 1. Konsep waktu dan sejarah (berisi pengertian sejarah, guna sejarah, dan tugas

sejarah berkaitan dengan waktu). 2. Konsep perubahan sosial budaya (berisi pengertian perubahan sosial budaya,

faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya, dan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat menolak adanya perubahan sosial budaya).

3. Konsep kebudayaan (berisi pengertian kebudayaan, unsur-unsur kebudayaan, dan wujud kebudayaan).

Sedangkan pada sub unit-2.2 membahas tiga konsep, yaitu: 1. Konsep Produksi (meliputi pengertian produksi, faktor-faktor produksi, bidang

produksi),

D

Unit 2

2 - 2 Unit 2

2. Konsep Distribusi (meliputi pengertian distribusi, fungsi distribusi, saluran distribusi, lembaga distribusi, dan alat-alat distribusi), dan

3. Konsep Konsumsi (meliputi pengertian konsumsi, faktor-faktor yang mempengaruhi orang melakukan konsumsi, dan nilai suatu barang).

Setelah Anda mempelajari unit-2 ini, Anda diharapkan dapat menjelaskan: 1. pengertian sejarah; 2. guna sejarah; 3. tugas sejarah berkaitan dengan waktu; 4. pengertian perubahan sosial budaya; 5. faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial budaya; 6. faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat menolak adanya perubahan sosial

budaya; 7. pengertian kebudayaan; 8. unsur-unsur kebudayaan; 9. wujud kebudayaan; 10. pengertian produksi; 11. faktor-faktor produksi; 12. berbagai bidang produksi; 13. pengertian dan fungsi distribusi; 14. saluran dan lembaga distribusi; 15. alat-alat distribusi; 16. pengertian konsumsi; 17. faktor-faktor yang mempengaruhi orang melakukan konsumsi; dan 18. nilai suatu barang. Sebaiknya Anda mengikuti beberapa petunjuk belajar berikut ini agar lebih mudah dalam memahami bahan ajar unit-2: 1. Bacalah dengan cermat apa isi dalam unit- ini. 2. Bacalah bagian demi bagian dan temukan kata kunci kemudian berilah tanda. 3. Pahami konsep demi konsep melalui pemahaman sendiri. 4. Diskusikan pemahaman anda dengan teman sejawat. 5. Mantapkan pemahaman Anda melalui diskusi dengan tutor Anda pada waktu

tutorial.

Selamat belajar!

Pengembangan Pendidikan IPS SD 2 - 3

Subunit 1 Konsep Waktu dan Sejarah

A. Pengertian Kata Sejarah (Etimologis)

Kata sejarah berasal dari bahasa Arab Syajara, artinya terjadi. Sedangkan kata Syajaratun artinya pohon kayu yang terus menerus tumbuh dari bumi ke udara yang mempunyai cabang, dahan, dan daun, bunga serta buah. Menurut Muhammad Yahmin di dalam kata sejarah tersirat makna pertumbuhan atau kejadian. Secara etimologis makna kata sejarah adalah tumbuh, hidup, berkembang, dan bergerak terus menerus dan akan berjalan terus sepanjang masa. Selain kata sejarah dalam bahasa Arab ada kata-kata yang artinya hampir sama yaitu kata silsilah yang pada umumnya menunjuk pada keluarga. Misalnya, prasasti Kedu menceritakan silsilah raja-raja Mataram Kuno (Hindu). Kata kisah dalam bahasa Arab menunjuk pada masa lampau yang merupakan cerita tentang kejadian yang benar-benar terjadi, misalnya kisah Nabi Nuh dengan perahunya. Dalam bahasa yang lain misalnya bahasa Belanda yaitu geschiedenis (dari kata geschieden yang berarti terjadi). Dalam bahasa Jerman yaitu kata geschichte (dari kata geschiehen yang berarti terjadi). Dalam bahasa Inggris yaitu kata history (berasal dari bahasa Yunani historia yang berarti apa yang diketahui karena penyelidikan) atau mengandung arti belajar dengan cara bertanya. Menurut Aristoteles seorang filsuf Yunani kata historia berarti penelaahan secara sistematis mengenai seperangkat gejala alam tanpa mempersoalkan susunan kronologisnya. Berdasarkan pengertian sejarah secara etimologis di atas, semoga Anda dapat menarik kesimpulan apa pengertian sejarah tersebut. Meskipun demikian agar Anda lebih memahami konsep waktu kaitannya dengan sejarah, silahkan Anda membaca uraian berikut tentang definisi sejarah menurut para tokoh. Ada sejumlah definisi sejarah yang dikemukakan oleh para sejarawan di antaranya adalah: 1. Menurut Ismaun, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan tentang rangkaian

kejadian yang berkausalitas pada masyarakat dengan segala aspeknya serta proses gerak perkembangannya yang kontinyu dari awal sampai sekarang

2 - 4 Unit 2

yang berguna bagi pedoman kehidupan masyarakat masa sekarang serta sebagai arah cita-cita masa depan.

2. Menurut Muhammad Yamin, sejarah adalah ilmu pengetahuan yang pada umumnya berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat pada masa lampau yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan bahan-bahan tulisan atau tanda-tanda lain.

3. James Bank, sejarah adalah semua peristiwa masa lampau (sejarah sebagai kenyataan). Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang (tujuan-tujuan baru pendidikan sejarah)

4. Menurut Kuntowijoyo, sejarah dapat diartikan dua macam yaitu: a. Sejarah dalam arti negatif

Sejarah dalam arti negatif dapat dipahami sebagai berikut: 1) Sejarah itu bukan mitos

Sama-sama menceritakan masa lampau sejarah berbeda dengan mitos. Mitos menceritakan masa lampau dengan waktu yang tidak jelas dan kejadian yang tidak masuk akal di masa sekarang.

Misalnya, dari Jawa ada mitos tentang raja Dewatacengkar, seorang raja pemakan manusia yang akhirnya dikalahkan oleh Ajisaka. Dari Sumatera ada mitos tentang raja Iskandar Zulkarnain yang turun dari bukit Seguntang yang kemudian menurunkan raja-raja.

Dalam mitos tidak ada penjelasan tentang waktu kapan peristiwa terjadi, sedangkan dalam sejarah semua peristiwa secara tepat diceritakan kapan waktunya terjadi dan di mana tempatnya.

2) Sejarah itu bukan filsafat

Filsafat itu abstrak (dalam bahasa Latin abstractus berarti pikiran) dan spekulatif (bahasa latin speculation berarti gambaran angan-angan), dalam arti filsafat hanya berurusan dengan pikiran umum. Jika filsafat berbicara tentang manusia, maka manusia itu adalah manusia pada umumnya, manusia yang hanya ada pada gambaran pemikiran. Sedangkan sejarah berbicara tentang manusia, maka yang dibicarakan adalah orang tertentu yang mempunyai tempat dan waktu serta terlibat dalam kejadian.

Pengembangan Pendidikan IPS SD 2 - 5

3) Sejarah bukan ilmu alam

Sejarah sering dimasukkan dalam Ilmu-ilmu Manusia human studies yang kemudian dibagi menjadi dua yaitu Ilmu-ilmu Sosial (social sciences) dan ilmu Kemanusiaan (humanities). Ilmu alam (termasuk ilmu sosial tertentu) bertujuan untuk menemukan hukum-hukum yang bersifat umum atau bersifat nomothetis (dari bahasa Yunani nomo berarti hukum, dan tithenai berarti mendirikan), sedangkan sejarah berusaha menuliskan hal-hal yang bersifat khas atau ideografis (bahasa Yunani idio berarti ciri-ciri seseorang, graphein berarti menulis).

4) Sejarah itu bukan sastra

Perbedaan sejarah dan sastra paling tidak ada empat hal yaitu cara kerja, kebenaran, hasil keseluruhan, dan kesimpulan. Dari cara kerja, sastra adalah adalah pekerjaan imajinasi yang lahir dari kehidupan seorang pengarang. Kebenaran bagi seorang pangarang secara mutlak ada di bawah kekuasaannya atau bersifat subyektif. Hasil keseluruhannya hanya menuntut supaya pengarang taat asas dunia yang dibangunnya.

Misalnya ia sudah terlanjur bercerita tentang orang yang suka merokok, ia tidak boleh lupa bercerita seolah-olah orang itu tidak suka merokok, tanpa memberitahu pembaca.

Dalam kesimpulan dalam sastra bisa saja berakhir dengan sebuah pertanyaan. Sedangkan dalam sejarah harus berusaha memberikan informasi selengkap-lengkapnya dan sejelas-jelasnya.

b. Sejarah dalam arti positif

Secara positif sejarah dapat diartikan sebagai berikut: 1) Sejarah adalah ilmu tentang manusia

Sejarah membicarakan manusia, tetapi bukan cerita tentang masa lampau manusia secara keseluruhan. Manusia yang menjadi fosil menjadi kajian Antropologi Ragawi. Benda-benda peninggalan sejarah menjadi kajian arkeologi. Sejarah akan meneliti peristiwa-peristiwa sesudah tahun 1500. Meskipun demikian, manusia masa kini

2 - 6 Unit 2

menjadi kajian bersama beberapa ilmu sosial sesuai dengan minat utamanya, seperti sosiologi, ilmu politik, dan antropologi.

2) Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang mempunyai makna sosial Tidak semua peristiwa penting untuk perkembangan dan perubahan masyarakat.

Misalnya, bangunan Belanda tidak penting, tetapi gedung dansa di suatu kota menjadi penting, karena gedung itu mempunyai makna sosial yaitu sebagai contoh peninggalan suatu zaman. Kepergian Pakubawana X ke tempat peristirahatan mungkin tidak penting, tetapi ketika Pakubuwana X pergi ke daerah-daerah tahun 1910-an menjadi penting bagi pemerintah Belanda, karena dianggap menggugah nasionalisme Jawa.

3) Sejarah adalah ilmu tentang sesuatu yang tertentu, satu-sa