Konsep PEL

Click here to load reader

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    41
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Konsep PEL

  • KONSEPPENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL

  • PENENTU DAYA SAING NASIONALSTRATEGI PERUSAHAAN, STRUKTUR, DAN PERSAINGANINDUSTRI TERKAIT DAN INDUSTRI PENDUKUNG

    KONDISI FAKTORKONDISI PERMINTAANMICHAEL PORTER, 1990

  • PENENTU DAYA SAING INTERNASIONAL

    LINGKUNGAN BISNISINDUSTRI TERKAIT DAN INDUSTRI PENDUKUNGSUMBERDAYA YG DIANUGERAHKANPERMINTAAN DOMESTIKPOLITISI DAN BIROKRATPEKERJAPARA WIRAUSAHAWANMANAGER DAN INSINYUR PROFESIONALPERISTIWA PELUANGDAYA SAING INTERNASIONALDong-Sung Cho, 1994

  • JANGAN HAMBURKAN

    SUMBERDAYA ALAM KITA,

    SEBELUM RAKYATNYA

    MENGERTI

  • PEMBANGUNAN WILAYAHTeknologiTanahSDA dan LHSDMPertanian dan PertambanganManufaktur dan JasaPeningkatan Kapabilitas (Daya Saing, Daya Tarik dan Daya Lestari)Berburu danPengumpulBerpindah dan BertaniMasyarakat MajuMasyarakat TradisionalMANAJEMEN SUMBERDAYAMasyarakat BerkembangTRANSFORMASI SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA Jawa-Bali dan Sumatera Papua, Mauku, NTT Kalimantan dan NTB Sumatera, KalimantanSulawesi dan JawaSintesis danDaur UlangPrasarana

  • *Arah Pengembangan Revitalisasi Pengembangan Ekonomi LokalPartisipatif pelibatan stakeholders kunciBottom-up Memiliki Logframe yg jelas (Heksagonal PEL)

    Mengintegrasikan sistem nilai yg disepakati bersama seluruh stakeholdersTerukurTerintegrasi ke dlm SPPNBerkelanjutan

  • Definisi PELWorld BankPEL sebagai proses yang dilakukan secara bersama oleh pemerintah, usahawan, dan organisasi non pemerintah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di tingkat lokal. Blakely and BradshawPEL adalah proses dimana pemerintah lokal dan organsisasi masyarakat terlibat untuk mendorong, merangsang, memelihara, aktivitas usaha untuk menciptakan lapangan pekerjaanInternational Labour Organization (ILO)PEL adalah proses partisipatif yang mendorong kemitraan antara dunia usaha dan pemerintah dan masyarakat pada wilayah tertentu, yang memungkinkan kerjasama dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pembangunan secara umum, dengan menggunakan sumber daya local dan keuntungan kompetitif dalam konteks global, dengan tujuan akhir menciptakan lapangan pekerjaan yang layak dan merangsang kegiatan ekonomi.A. H. J. HelmingPEL adalah suatu proses dimana kemitraan yang mapan antara pemerintah daerah, kelompok berbasis masyarakat, dan dunia usaha mengelola sumber daya yang ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan merangsang (pertumbuhan) ekonomi pada suatu wilayah tertentu. Menekankan pada kontrol lokal, dan penggunaan potensi sumber daya manusia, kelembagaan dan sumber daya fisik.

  • NoPembuat DefinisiFokusKelebihanKelemahan1.The World BankMeningkatkan daya saingPertumbuhan ekonomi yang berkelanjutanMeningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomiBerorientasi kepada pemerataanBerorientasi bukan hanya kepada tujuan yaitu pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja akan tetapi juga kepada proses Tidak dijelaskan: aspek kelokalannyaKelayakan lapangan kerjabagaimana proses pelibatan stakeholder tersebut apakah harus partisipatif atau tidak.aspek lokasi dimana PEL tersebut dilaksanakan atau terjadi.2.Blakely dan BradshawMenciptakan lapangan pekerjaanBerorientasi bukan hanya kepada tujuan akan tetapi juga kepada prosesTidak dijelaskan: Kelayakan lapangan kerja keberlanjutan dari penciptaan lapangan pekerjaan tersebut.Aspek pemerataan aspek kelokalannyabagaimana proses pelibatan stakeholder tersebut apakah harus partisipatif atau tidakTidak menjelaskan aspek lokasi

  • NoPembuat DefinisiFokusKelebihanKelemahan3.ILOProses harus partisipatifLokasi PEL pada wilayah tertentuMenciptakan lapangan pekerjaan yang layakMerangsang kegiatan ekonomiBerorientasi kepada output dan proses.Pelibatan stakeholder harus partisipastif Sifat kelokalan ditunjukkan dari penggunaan sumber daya localAspek lokasi ditunjukkan bahwa PEL dilakukan pada wilayah tertentu.Tidak menjelaskan keberlanjutan pembangunanaspek pemerataanaspek lokasi dimana PEL tersebut dilaksanakan atau terjadi.4.A. H. J. HelmingKemitraan antar stakeholderKontrol lokalMerangsang pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaanBerorientasi kepada output dan proses.Aspek lokasi ditunjukkan bahwa PEL dilakukan pada wilayah tertentu.Sifat kelokalan ditunjukkan dari penggunaan sumber daya lokalTidak mencantumkan keberlanjutan pembangunanTidak menjelaskan aspek pemerataanbagaimana proses pelibatan stakeholder tersebut apakah harus partisipatif atau tidakKelayakan lapangan kerja tersebut

  • Definisi PELBerdasarkan analisis thd kelebihan dan kelemahan dari beberapa definisi tentang PEL (a.l. Bank Dunia, ILO, Blakely & Bradshaw, dll) dan penyesuaian thd kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di Indonesia, PEL didefinisikan sbb. PEL adalah usaha mengoptimalkan sumber daya lokal yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal dan organisasi masyarakat madani untuk mengembangkan ekonomi pada suatu wilayah.

  • Fokus PELDefinisi PEL tersebut memfokuskan kepada: Peningkatan kandungan lokal; Pelibatan stakeholders secara substansial dalam suatu kemitraan strategis; Peningkatan ketahanan dan kemandirian ekonomi;Pembangunan bekeberlanjutan; Pemanfaatan hasil pembangunan oleh sebagian besar masyarakat lokal; Pengembangan usaha kecil dan menengah; Pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara inklusif; Penguatan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia; Pengurangan kesenjangan antar golongan masyarakat, antar sektor dan antar daerah; Pengurangan dampak negatif dari kegiatan ekonomi terhadap lingkungan.

  • Dimensi PELDimensi atau batasan PEL adalah sebagai berikut:

    Pengertian lokal yang terdapat dalam definisi PEL tidak merujukpada batasan wilayah administratif tetapi lebih pada peningkatan kandungan komponen lokal maupun optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal.

    PEL sebagai inisiatif daerah yang dilakukan secara partisipatif.

    PEL menekankan pada pendekatan pengembangan bisnis, bukanpada pendekatan bantuan sosial yang bersifat karikatif.

    PEL bukan merupakan upaya penanggulangan kemiskinan secara langsung.

    PEL diarahkan untuk mengisi dan mengoptimalkan kegiatan ekonomiyang dilakukan berdasarkan pengembangan wilayah, pewilayahan komoditas,tata ruang, atau regionalisasi ekonomi.

  • Tujuan dan Sasaran PELTerlaksananya upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal melalui pelibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal, dan organisasi masyarakat madani dalam suatu proses yang partisipatif.Terbangun dan berkembangnya kemitraan dan aliansi strategis dalam upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal diantara stakeholder secara sinergis.Terbangunnya sarana dan prasarana ekonomi yang mendukung upaya percepatan pengembangan ekonomi lokal.Terwujudnya pengembangan dan pertumbuhan UKM secara ekonomis dan berkelanjutan.Terwujudnya peningkatan PAD dan PDRB.Terwujudnya peningkatan pendapatan masyarakat, berkurangnya pengangguran, menurunnya tingkat kemiskinan.Terwujudnya peningkatan pemerataan antar kelompok masyarakat, antar sektor dan antar wilayah.Terciptanya ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

  • Heksagonal PELFaktorLokasi

    Proses ManajemenTataKepemerintahan

    Pengembangan Ekonomi Wilayah Berkelanjutan

    Kesinergian danFokus Kebijakan Kelompok Sasaran

    Pembangunan Berkelanjutan

  • Faktor 2Faktor 3Faktor 1Indikator 1Indikator Indikator nFaktor 1

  • Kelompok SasaranInvestor LuarPelaku usaha baru

    Pelaku usaha lokal

  • Kelompok SasaranInvestor luar: Peraturan ttg kemudahan investasi, informasi prospek bisnis, kapasitas berusaha dan hukum, keamanan, kampanye, pusat pelayanan investasiPelaku Usaha Lokal : Modal, promosi, peningkatan teknologi, manajemen & kelembagaanPelaku Usaha Baru: Pelatihan kewirausahaan, pendampingan & monitoring, insentif, kecepatan ijin

  • Faktor LokasiFaktor Lokasi Tidak Terukur Individual Faktor Lokasi TerukurFaktor Lokasi Tidak Terukur Pelaku Usaha

  • FAKTOR LOKASIFaktor lokasi terukur: Akses ke dan dari lokasi, akses ke pelabuhan laut dan udara, sarana transportasi, infrastruktur komunikasi, infrastruktur energi, ketersediaan air bersih, tenaga kerja trampil,Jml Lembaga Keuangan lokal, Faktor lokasi tdk terukur untuk dunia usaha: Peluang kerjasama, Lembaga PenelitianFaktor lokasi tidak terukur individual: Kualitas: pemukiman, lingkungan, fasilitas pendidikan dan pelatihan, pelayanan kesehatan, fasos & fasum, etos kerja SDM

  • KETERKAITAN DAN FOKUS KEBIJAKANPerluasan EkonomiPembangunan WilayahPemberdayaan Masyarakat Pengembangan Komunitas

  • Keterkaitan dan Fokus KebijakanPerluasan Ekonomi: Kebijakan: investasi, promosi, persaingan usaha, peran Perusahaan Daerah, jaringan usaha, informasi tenaga kerja, pengembangan keahlianPemberdayaan Masy. & Pengembangan KomunitasKebijakan: Pemberdayaan Masyarakat berbasis kemitraan swasta, pengurangan kemiskinan Pembangunan Wilayah Kebijakan: kwsn ind, pusat pertumbuhan, pengemb. Komunitas, kerjasama antar daerah, tata ruang PEL, jaringan usaha antar sentra, sistem industri berkelanjutan

  • PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

    EkonomiSosialLingkungan

  • Pembangunan BerkelanjutaanEkonomi: Pengembangan Industri pendukung, perusahaan dgn Business Plan, perusahaan dgn inovasiSosialKontribusi thd kesejahteraan, PEL & adat/kelembagaan lokalLingkunganPenerapan amdal, daur ulang, kebijakan Konservasi Sumber Daya Alam

  • TATA KEPEMERINTAHAN

    Kemitraan Pemerintah dan Dunia UsahaReformasi Sektor PublikPengembangan Organisasi

  • Tata KepemerintahaanKemitraan Pemerintah & dunia usaha: Kemitraan: infrastruktur,promosi & perdagangan, pembiayaanReformasi Sektor Publik Reformasi: sistem insentif, restrukturisasi organisasi pemerintahan, prosedur pelayanan publikPengembangan Organisasiasos