konsep gerontik

of 48 /48
KONSEP KEPERAWATAN KONSEP KEPERAWATAN GERONTIK GERONTIK Oleh : Oleh : mutmainnah.hs mutmainnah.hs Bagian Keperawatan Bagian Keperawatan Gerontik Gerontik Program Studi S1 Program Studi S1 Keperawatan Keperawatan Stik indonesia jaya palu. Stik indonesia jaya palu.

description

powerpoint

Transcript of konsep gerontik

Page 1: konsep gerontik

KONSEP KEPERAWATAN KONSEP KEPERAWATAN GERONTIKGERONTIK

Oleh : Oleh : mutmainnah.hs mutmainnah.hs

Bagian Keperawatan GerontikBagian Keperawatan Gerontik

Program Studi S1 KeperawatanProgram Studi S1 Keperawatan

Stik indonesia jaya palu.Stik indonesia jaya palu.

Page 2: konsep gerontik

PENDAHULUANPENDAHULUAN Lanjut usia sesuai UU No. 13 th 1998 dg Lanjut usia sesuai UU No. 13 th 1998 dg

batasan 60 thbatasan 60 th Populasi lansia mePopulasi lansia me dr th 1990 (5,5%) dari dr th 1990 (5,5%) dari

total populasi penduduk di Indonesia. total populasi penduduk di Indonesia. Sedangkan di tahun 2020 nanti Sedangkan di tahun 2020 nanti

diperkirakan meningkat 3 kali menjadi diperkirakan meningkat 3 kali menjadi lebih kurang 29 juta jiwa atau sebanyak lebih kurang 29 juta jiwa atau sebanyak 11,4%11,4%

Di Indonesia pada tahun 1960 – 1970 Di Indonesia pada tahun 1960 – 1970 terjadi terjadi “Post War Baby Boom”“Post War Baby Boom”

Mengakibatkan pada abad 21 akan timbul Mengakibatkan pada abad 21 akan timbul ““Aged Population BoomAged Population Boom”.”.

Page 3: konsep gerontik

KEPERAWATAN GERONTIKKEPERAWATAN GERONTIK Gerontik berasal dari kata Gerontik berasal dari kata

Gerontologi dan Geriatrik. Gerontologi dan Geriatrik. Sedangkan Keperawatan Gerontik ad Sedangkan Keperawatan Gerontik ad

su bentuk pel profesional yg su bentuk pel profesional yg didasarkan ilmu dan kiat didasarkan ilmu dan kiat keperawatan gerontik yg berbentuk keperawatan gerontik yg berbentuk bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual yg komprehensif, ditujukan pada yg komprehensif, ditujukan pada klien lanjut usia baik sehat maupun klien lanjut usia baik sehat maupun sakit pada tingkat individu, keluarga, sakit pada tingkat individu, keluarga, kelompok / panti ataupun kelompok / panti ataupun masyarakat. masyarakat.

Page 4: konsep gerontik

BATASAN LANSIABATASAN LANSIA Menurut WHOMenurut WHO

Menurut Badan Kesehatan Dunia kedalam tiga Menurut Badan Kesehatan Dunia kedalam tiga kategori yaitu :kategori yaitu :1). Usia lanjut 1). Usia lanjut 60 ~ 74 tahun60 ~ 74 tahun2). Usia tua2). Usia tua 75 ~ 89 tahun75 ~ 89 tahun3). Usia sangat lanjut3). Usia sangat lanjut > 90 tahun> 90 tahun

Menurut Dep.Kes. RIMenurut Dep.Kes. RIDepartemen Kesehatan RI membaginya lanjut usia Departemen Kesehatan RI membaginya lanjut usia

menjadi sebagai berikut ;menjadi sebagai berikut ;1). Kel menjelang usia lanjut ( 45 ~ 54 tahun ), 1). Kel menjelang usia lanjut ( 45 ~ 54 tahun ), keadaan ini sbg masa Virilitas.keadaan ini sbg masa Virilitas.2). Kelompok usia lanjut (55 ~ 64 tahun) 2). Kelompok usia lanjut (55 ~ 64 tahun) sebagai masa presenium.sebagai masa presenium.3). Kelompok usia lanjut ( > 65 tahun ) yang 3). Kelompok usia lanjut ( > 65 tahun ) yang

dikatakan sebagai masa senium. dikatakan sebagai masa senium.

Page 5: konsep gerontik

Menurut Birren dan Jenner Tahun Menurut Birren dan Jenner Tahun 19771977

Birren dan Jenner mengusulkan untuk Birren dan Jenner mengusulkan untuk membedakan antara :membedakan antara :

1).Usia biologis, yang menunjuk pada 1).Usia biologis, yang menunjuk pada jangka waktu seseorang sejak lahirnya jangka waktu seseorang sejak lahirnya berada dalam keadaan hidup, tidak mati.berada dalam keadaan hidup, tidak mati.

2).Usia psikologis, yang menunjuk kepada 2).Usia psikologis, yang menunjuk kepada kemampuan seseorang untuk kemampuan seseorang untuk mengadakan penyesuaian-penyesuian mengadakan penyesuaian-penyesuian kepada situasi yang dihadapinya.kepada situasi yang dihadapinya.

3).Usia social, yang menunjuk kepada 3).Usia social, yang menunjuk kepada peran yang diharapkan atau diberikan peran yang diharapkan atau diberikan masyarakat kepada seseorang masyarakat kepada seseorang sehubungan dengansehubungan dengan

Page 6: konsep gerontik

lanjutanlanjutan

Menurut Bernice Neugarden Th 1975Menurut Bernice Neugarden Th 1975Membagi lanjut usia menjadi 2 bagia yaitu :Membagi lanjut usia menjadi 2 bagia yaitu :1). Lanjut usia muda yang berumur antara (55 ~ 75) tahun1). Lanjut usia muda yang berumur antara (55 ~ 75) tahun2). Lanjut usia tua, yaitu yang mereka yang berumur lebih dari 75 2). Lanjut usia tua, yaitu yang mereka yang berumur lebih dari 75

tahun.tahun.

Levinson Tahun 1978Levinson Tahun 1978Membaginya orang lajut usia menjadi 3 kelompok yaitu :Membaginya orang lajut usia menjadi 3 kelompok yaitu :1). Orang lajut usia peralihan awal (50 ~ 55) tahun.1). Orang lajut usia peralihan awal (50 ~ 55) tahun.2). Orang lanjut usia peralihan menengah (55 ~ 60) tahun2). Orang lanjut usia peralihan menengah (55 ~ 60) tahun3). Orang lanjut usia peralihan akhir (60 ~ 65) tahun..3). Orang lanjut usia peralihan akhir (60 ~ 65) tahun..

Menurut Depkes (1994) :Menurut Depkes (1994) :1) 1) Kelompok lansia dini (55-64 tahun), yakni keompok yang Kelompok lansia dini (55-64 tahun), yakni keompok yang

baru memasuki lansiabaru memasuki lansia2) 2) Kelompok lansia (65 tahun keatas) Kelompok lansia (65 tahun keatas) 3) 3) Kelompok lansia resiko tinggi, yakni lansia yang berusia Kelompok lansia resiko tinggi, yakni lansia yang berusia

lebih dari 70 tahun.lebih dari 70 tahun.

Page 7: konsep gerontik

Kep. Gerontik vs Paradigma Kep. Gerontik vs Paradigma SehatSehat

Keperawatan :

Memberikan asuhan kepada individu lanjut usia

Konsep Berjenjang :Individu sebagai sistemSistem jaringan tubuhSistem organ tubuhSistem sel tubuhSistem molekul

Kep Berbasis Molekular

Page 8: konsep gerontik

Menua (aging)Menua (aging)

Proses menghilangnya secara Proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan memperbaiki diri dan mempertahankan anatomis dan fungsi mempertahankan anatomis dan fungsi normal.normal.

Tidak ada kemampuan untuk bertahan Tidak ada kemampuan untuk bertahan terhadap jejas, antigenik dan tidak terhadap jejas, antigenik dan tidak mampu memperbaiki kerusakan yang mampu memperbaiki kerusakan yang diderita (diderita (Constantinides, 1994Constantinides, 1994))

Terjadi pemendekan telomerTerjadi pemendekan telomer

Page 9: konsep gerontik

Proses MenuaProses Menua

Atrofi ThimusAtrofi Thimus

HormonHormon

Respon Imun Respon Imun

Kehilangan Daya Tahan Terhadap Antigen Secara Progresif

>> Distorsi Metabolik dan Struktural

Penyakit Degeneratif (Darmojo,1999)

Penyakit Infeksi, Autoimun, Kanker

Page 10: konsep gerontik

Respon ImunRespon Imun

Reaksi biologik tubuh dlm upaya Reaksi biologik tubuh dlm upaya melindungi terhadap unsur patogenmelindungi terhadap unsur patogen

Jenis :Jenis :– Respon imun spesifikRespon imun spesifik– Respon imun non-spesifikRespon imun non-spesifik

Untuk mempertahankan tubuh dalam Untuk mempertahankan tubuh dalam keadaan homeostasis :keadaan homeostasis :– Menetralisir imunogenMenetralisir imunogen– Eliminasi jaringan rusak (yg tdk terpakai)Eliminasi jaringan rusak (yg tdk terpakai)– Menghemat proliferasi yg berlebihanMenghemat proliferasi yg berlebihan

Page 11: konsep gerontik

Kualitas HidupKualitas Hidup

LansiaLansia

Obat

Bagian Tubuh Buatan

Alat Bantu Kesehatan

Makanan & Suplemen

Page 12: konsep gerontik

Konsep Keperawatan Konsep Keperawatan LansiaLansia

LANSIALANSIA

Bio - Fisik

Spiritual

Sos-Bud-Ek

Psikososial

Page 13: konsep gerontik

Kep. Lansia Berbasis Kep. Lansia Berbasis MolekulerMolekuler

Care GiverCare Giver

AdvocatAdvocat

ConselorConselor

EducatorEducator

ManagerManager

ResearcherResearcher

Critical Critical thinkerthinker

Sistem Ketahanan

Tubuh Lansia

Fungsi DependentFungsi Independent

Fungsi Interdependent

Imun Non Spesifik

Imun Spesifik

Fisik, Kimiawi, komplemen, sitokin, sel fagosit (PMN, makrofag, sel NK) & TLR

• Seluler

• Humoral

Page 14: konsep gerontik

Bagaimana Kita Bagaimana Kita (Perawat) ?(Perawat) ? Harus mendalami ilmu tentang sistem Harus mendalami ilmu tentang sistem

ketahanan tubuhketahanan tubuh Pengetahuan kep. berbasis molekulerPengetahuan kep. berbasis molekuler

PerawatPerawat mother instinkmother instink

NurturenNurturen

to care to care (prilaku terapiutik)(prilaku terapiutik)GenerativeGenerative

ProtectiveProtective

client / Patientclient / Patient semakin sehatsemakin sehat

Page 15: konsep gerontik

Masalah Keperawatan Masalah Keperawatan LansiaLansia

Aspek LansiaAspek Lansia Aspek Sosial

Aspek EkonomiAspek Kesehatan

Aspek Psikologis

Aspek Biologis

Aspek Spiritual

Page 16: konsep gerontik

Aspek BiologisAspek Biologis Perubahan-perubahan makro yang Perubahan-perubahan makro yang

sangat menonjol adalah :sangat menonjol adalah : PresbyopiPresbyopi PresbyacusisPresbyacusis Predementia senilisPredementia senilis Hilangnya pigmen Hilangnya pigmen kulit dan kulit kulit dan kulit menjadi keriput.menjadi keriput. Memutihnya Memutihnya rambut.rambut. Gigi mulai copot / Gigi mulai copot / tanggaltanggal

Menipisnya Menipisnya discus discus intervertebralisintervertebralis Erosi facies Erosi facies articularis articularis sendi-sendi- sendisendi Mengecilnya Mengecilnya mandibulamandibula OsteoporosisOsteoporosis Atrofi otot-ototAtrofi otot-otot Emphysema Emphysema pulmonalpulmonal

Page 17: konsep gerontik

Aspek Aspek PsikologisPsikologis

ingin panjang umurnyaingin panjang umurnya ingin menghemat tenagaingin menghemat tenaga ingin tetap berperan sosialingin tetap berperan sosial ingin mempertahankan ingin mempertahankan

hak dan hartanyahak dan hartanya ingin tetap berwibawa.ingin tetap berwibawa. Ingin meninggal secara Ingin meninggal secara

terhormatterhormat Ingin masuk surgaIngin masuk surga

Sindroma kehilangan salah satu fungsi keinginan seperti :

Page 18: konsep gerontik

Aspek SosialAspek Sosial Dalam perannya tertentu dalam Dalam perannya tertentu dalam

masyarakat merupakan suatu citra masyarakat merupakan suatu citra tersendiri bagi lansiatersendiri bagi lansia

Perubahan status sosial pasti membawa Perubahan status sosial pasti membawa akibat bagi individu. akibat bagi individu.

Pada keadaan lanjut usia wajar dengan Pada keadaan lanjut usia wajar dengan sendirinya akan mengalami perubahan sendirinya akan mengalami perubahan status sosial. status sosial.

Misalnya peran menjadi Kakek / nenek, Misalnya peran menjadi Kakek / nenek, menjadi sesepuh, ketua RT atau status menjadi sesepuh, ketua RT atau status baru yang justru sesuai dengan lanjut usia.baru yang justru sesuai dengan lanjut usia.

Post Power SyndromePost Power Syndrome

Page 19: konsep gerontik

Aspek EkonomiAspek Ekonomi

Keadaan lanjut usia mengakibatkan Keadaan lanjut usia mengakibatkan kemunduran kemampuan dalam kemunduran kemampuan dalam mencari nafkah dan kebutuhan mencari nafkah dan kebutuhan untuk biaya hidup semakin tinggi untuk biaya hidup semakin tinggi karena kesehatannya yang sering karena kesehatannya yang sering terganggu sehingga merupakan terganggu sehingga merupakan beban keluarga dari aspek beban keluarga dari aspek perekonomian.perekonomian.

Penyebab distorsi ekonomi negaraPenyebab distorsi ekonomi negara

Page 20: konsep gerontik

Aspek KesehatanAspek Kesehatan Penyelidikan PBB di Inggris antara lain Penyelidikan PBB di Inggris antara lain

telah menghasilkan data sebagai berikut :telah menghasilkan data sebagai berikut : 43% penderita umur 65 tahun sakit kaki / 43% penderita umur 65 tahun sakit kaki /

cacatcacat 37% penderita gangguan gerak/aktivitas37% penderita gangguan gerak/aktivitas 8% kurang darah / anemi8% kurang darah / anemi 12% penderita saluran kemih12% penderita saluran kemih 27,5% demensia, depresi dan lain-lain.27,5% demensia, depresi dan lain-lain.

Kematian lanjut usia biasanya disebabkan Kematian lanjut usia biasanya disebabkan oleh :oleh :

Penyakit jantung koronerPenyakit jantung koroner Penyakit serangan otak / strokePenyakit serangan otak / stroke Kanker dllKanker dll

Page 21: konsep gerontik

Aspek SpiritualAspek Spiritual

Umumnya terjadi Umumnya terjadi golden agegolden age– Lebih sering beribadahLebih sering beribadah– Lebih khusuk / tidak mblusukLebih khusuk / tidak mblusuk

Tetapi ada berita :Tetapi ada berita :– Kakek menghamili cucuKakek menghamili cucu– Hadir di tempat pelacuranHadir di tempat pelacuran– PerkosaanPerkosaan

Page 22: konsep gerontik

Istilah Lanjut UsiaIstilah Lanjut Usia

SenescenceSenescence berarti menjadi tua karena berarti menjadi tua karena aspek fisiologis atau faali aspek fisiologis atau faali

SenilitySenility adalah orang tua yang tampak adalah orang tua yang tampak agak bingung / kacau / agak bingung / kacau / confused.confused.

Istilah Lanjut usia sering disebut dengan Istilah Lanjut usia sering disebut dengan manula (=Manusia usia lanjut) atau juga manula (=Manusia usia lanjut) atau juga disebut Glamur (=Golongan lanjut umur) disebut Glamur (=Golongan lanjut umur) sebenarnya kurang tepat kayta-kata atau sebenarnya kurang tepat kayta-kata atau kalimat tersebut, karena sering kalimat tersebut, karena sering dihubungkan dengan orang tua yang dihubungkan dengan orang tua yang bungkuk, pakai tongkat, menggunakan bungkuk, pakai tongkat, menggunakan syal, suaranya lemah / gemetar bahkan syal, suaranya lemah / gemetar bahkan duduk dikursi roda. duduk dikursi roda.

Page 23: konsep gerontik

Keadaan Lansia di Keadaan Lansia di DuniaDuniaMenurut data dari World Bank (2001) Menurut data dari World Bank (2001) tentang perkembangan jumlah lanjut tentang perkembangan jumlah lanjut usia ( 60 tahun keatas) didunia saat iniusia ( 60 tahun keatas) didunia saat ini Kelainan Jantung dan pembuluh darahKelainan Jantung dan pembuluh darah Penyakit gigi dan mulutPenyakit gigi dan mulut TuberkulosaTuberkulosa KeganasanKeganasan Penyakit Paru Obstruktif MenahunPenyakit Paru Obstruktif Menahun DiareDiare Ginjal dan saluran kemihGinjal dan saluran kemih Penyakit infeksiPenyakit infeksi Malaria dllMalaria dll

Page 24: konsep gerontik

Keadaan Lansia di Keadaan Lansia di IndonesiaIndonesia

Antara th 2005 ~ 2010 Antara th 2005 ~ 2010 lansia diperkirakan akan lansia diperkirakan akan sama dg jumlah balita, yaitu 19 juta atau 8,5% dari sama dg jumlah balita, yaitu 19 juta atau 8,5% dari seluruh seluruh pendd. pendd.

Sesudah th 2010 diperkirakan Sesudah th 2010 diperkirakan lansia akan lansia akan >> balita.balita.

Sebaran lansia Sebaran lansia 11,3 juta tersebut : berada di 11,3 juta tersebut : berada di perkotaan (urban) sebanyak 2.873.256 jiwa dan perkotaan (urban) sebanyak 2.873.256 jiwa dan 8.378.437 jiwa didaerah pedesaan (rural) dg 8.378.437 jiwa didaerah pedesaan (rural) dg wanita baik di rural maupun di urban lebih banyak. wanita baik di rural maupun di urban lebih banyak.

Sensus 1990 terdapat 55,7% masih berstatus kepala Sensus 1990 terdapat 55,7% masih berstatus kepala rumah tangga, berarti lebih dari setengahnya masih rumah tangga, berarti lebih dari setengahnya masih mempunyai tanggung jawab dibebani rumah tangga. mempunyai tanggung jawab dibebani rumah tangga.

Pada usia 75 tahun keatas yang masih dibebani Pada usia 75 tahun keatas yang masih dibebani tanggung jawab keluarga ialah 44,7%.tanggung jawab keluarga ialah 44,7%.

Page 25: konsep gerontik

Lansia JatimLansia Jatim

lansia aktif yg dibina pd th 1999 di Propinsi Jawa lansia aktif yg dibina pd th 1999 di Propinsi Jawa Timur sebanyak 236.517 atau 15,86% dari 3.750.526 Timur sebanyak 236.517 atau 15,86% dari 3.750.526 penduduk Lanjut Usiapenduduk Lanjut Usia

Th 2000 sebanyak 295.852 atau 14,91% dari Th 2000 sebanyak 295.852 atau 14,91% dari 4.412.058 penduduk Lanjut Usia. 4.412.058 penduduk Lanjut Usia.

Sedangkan di tahun 1999 dan tahun 2000 Kabupaten Sedangkan di tahun 1999 dan tahun 2000 Kabupaten Kediri jumlah Lanjut Usia yang aktif sebanyak 291atau Kediri jumlah Lanjut Usia yang aktif sebanyak 291atau 7,61 permil dari 223.364 jiwa. Informasi dari Sub. 7,61 permil dari 223.364 jiwa. Informasi dari Sub. Dinas Bina Kesehatan Keluarga Jawa Timur di Dinas Bina Kesehatan Keluarga Jawa Timur di Kabupaten Kediri terdapat jumlah Puskesmas Kabupaten Kediri terdapat jumlah Puskesmas sebanyak 36, yang melaksanakan kegiatan pembinaan sebanyak 36, yang melaksanakan kegiatan pembinaan Lanjut Usia sebanyak 7 atau 5,14% Puskesmas . Lanjut Usia sebanyak 7 atau 5,14% Puskesmas . Jumlah desa yang sudah membentuk karang Werda di Jumlah desa yang sudah membentuk karang Werda di Kabupaten Kediri di tahun 1999 terdapat 34 desa atau Kabupaten Kediri di tahun 1999 terdapat 34 desa atau 10,11% dari 344 desa.10,11% dari 344 desa.

Page 26: konsep gerontik

Ketergantungan Ketergantungan LansiaLansia

((Menurut Baltes, 1989Menurut Baltes, 1989)) Perilaku tidak semata-mata merupakan Perilaku tidak semata-mata merupakan

produk dari penurunan biologis, tetapi produk dari penurunan biologis, tetapi dapat pula atau terutama merupakan dapat pula atau terutama merupakan konsekuensi dari faktor-faktor sosial konsekuensi dari faktor-faktor sosial budaya yang menekankan budaya yang menekankan VulnerabilityVulnerability biologis dari lansia, kondisi-kondisi dalam biologis dari lansia, kondisi-kondisi dalam lingkungan sosial yang memupuk perilaku lingkungan sosial yang memupuk perilaku dependen. dependen.

Banyak factor social-budaya-ekonomi dan Banyak factor social-budaya-ekonomi dan psikologis yang berperan dalam psikologis yang berperan dalam perkembangan dan menetapnya perkembangan dan menetapnya ketergantungan(ketergantungan(MulticausalityMulticausality))

Page 27: konsep gerontik

Developmental TasksDevelopmental Tasks (Utami Munandar, 1997)(Utami Munandar, 1997)

Menyesuaikan diri terhadap penurunan Menyesuaikan diri terhadap penurunan kekuatan fisik dan kesehatan.kekuatan fisik dan kesehatan.

Menyesuaikan diri terhadap pensiun dan Menyesuaikan diri terhadap pensiun dan penghasilan yang berkurang.penghasilan yang berkurang.

Menyesuaikan diri terhadap pasangan hidup Menyesuaikan diri terhadap pasangan hidup yang meninggalyang meninggal

Membentuk afilasi dengan kelompok sebaya.Membentuk afilasi dengan kelompok sebaya. Menerima dan menyesuaikan diri terhadap Menerima dan menyesuaikan diri terhadap

peran-peran social dengan cara yang fleksibel peran-peran social dengan cara yang fleksibel (keluarga, hobi dan kegiatan)(keluarga, hobi dan kegiatan)

Membentuk tatanan hidup fisik yang Membentuk tatanan hidup fisik yang memuaskanmemuaskan

Page 28: konsep gerontik

Territoriality vs Territoriality vs PrivacyPrivacy

(Munandar, 1996)(Munandar, 1996)

Menurut penelitian bahwa rumah Menurut penelitian bahwa rumah lanjut usia hendaknya mempunyai lanjut usia hendaknya mempunyai perasaan “perasaan “territoriality”,territoriality”, dimana ia dimana ia tidak terganggu dalam ruang tidak terganggu dalam ruang pribadinya dan “pribadinya dan “privacyprivacy” dapat ” dapat menyendiri dan ada keakraban, menyendiri dan ada keakraban, serta kalau perlu dapat menjaga serta kalau perlu dapat menjaga jarak dalam hubungan dengan jarak dalam hubungan dengan orang lain.orang lain.

Page 29: konsep gerontik

UNSUR PENTING DALAM UNSUR PENTING DALAM PROSES PEMBANGUNAN PROSES PEMBANGUNAN

EKONOMIEKONOMI

Rekomendasi Rekomendasi World Assembly on World Assembly on AgingAging di Wina (1982), bahwa masalah di Wina (1982), bahwa masalah populasi lanjut usia (populasi lanjut usia (AgingAging) mrpk salah ) mrpk salah satu bagian yg tidak bisa dipisahkan satu bagian yg tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosial-ekonomi dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat, maka dari itu para lanjut masyarakat, maka dari itu para lanjut usia merupakan bagian yang tidak usia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kependudukan dan terpisahkan dari kependudukan dan merupakan unsur penting dalam merupakan unsur penting dalam proses pembangunan ekonomi, yang proses pembangunan ekonomi, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pada akhirnya berpengaruh terhadap pembangunan nasionalpembangunan nasional

Page 30: konsep gerontik

Pembangunan Ekonomi Pembangunan Ekonomi NasionalNasional

Pembangunan ekonomi nasional yang sehat dan Pembangunan ekonomi nasional yang sehat dan berkesinambungan perlu kita capai dan berkesinambungan perlu kita capai dan dipertahankan untuk mendukung pembangunan dipertahankan untuk mendukung pembangunan nasional. nasional.

Realita menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat Realita menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat 25 juta penduduk pengangguran dan ini 25 juta penduduk pengangguran dan ini merupakan merupakan Distorsi Ekonomi.Distorsi Ekonomi.

Sebagaian dari penduduk tersebut adalah populasi Sebagaian dari penduduk tersebut adalah populasi lanjut usia yang diperkirakan berjumlah 13.770.400 lanjut usia yang diperkirakan berjumlah 13.770.400 jiwa. (temuan BKKBN, 1997)jiwa. (temuan BKKBN, 1997)

Keadaan ini merupakan beban masyarakat dan Keadaan ini merupakan beban masyarakat dan negara, yang harus membiayai untuk kelangsungan negara, yang harus membiayai untuk kelangsungan hidupnya dan mungkin penuh dengan masalah hidupnya dan mungkin penuh dengan masalah kesehatannya yang memerlukan pembiayaan yang kesehatannya yang memerlukan pembiayaan yang cukup besar.cukup besar.

Page 31: konsep gerontik

Usaha menyeimbangkan antara Usaha menyeimbangkan antara lapangan kerja dan angkatan kerja lapangan kerja dan angkatan kerja tersebut dapat melalui upaya sebagai tersebut dapat melalui upaya sebagai berikut :berikut :

Menciptakan lapangan kerja baru untuk menanggulangi ;Menciptakan lapangan kerja baru untuk menanggulangi ; Angkatan kerja yang saat ini menganggur.Angkatan kerja yang saat ini menganggur. Pertumbuhan angkatan kerja baruPertumbuhan angkatan kerja baru

Menciptakan lapangan kerja baru untuk lanjut usia namun Menciptakan lapangan kerja baru untuk lanjut usia namun tidak tidak conflictingconflicting dengan kepentingan para muda. dengan kepentingan para muda.

Memperlambat pertumbuhan angkatan kerja. Memperlambat pertumbuhan angkatan kerja. Lebih mengintensifkan pelaksanaan Keluarga BerencanaLebih mengintensifkan pelaksanaan Keluarga Berencana Mempromosikan lapangan kegiatan yang tidak kalah Mempromosikan lapangan kegiatan yang tidak kalah

pentingnya dari lapangan kerja.pentingnya dari lapangan kerja. Memperkokoh system dukungan ekonomi (Memperkokoh system dukungan ekonomi (finansialfinansial) bagi ) bagi

lanjut usia berupa system asuransi / pensiun.lanjut usia berupa system asuransi / pensiun. Menciptakan system penghargaan bagi lanjut usia untuk Menciptakan system penghargaan bagi lanjut usia untuk

memperkuat motivasi pelaksanaan kegiatanmemperkuat motivasi pelaksanaan kegiatan Globalisasi berencana angkatan kerjaGlobalisasi berencana angkatan kerja

Page 32: konsep gerontik

Sistem Dukungan Sistem Dukungan Ekonomi LansiaEkonomi Lansia

Harus dibangun dari konsep kesejahteraan, Harus dibangun dari konsep kesejahteraan, yang akhirnya makin tinggi penghasilan, yang akhirnya makin tinggi penghasilan, makin kuat / lengkap perlindungan makin kuat / lengkap perlindungan ekonomi. Sedangkan kunci kecukupan ekonomi. Sedangkan kunci kecukupan perlindungan ekonomi adalah penghasilan perlindungan ekonomi adalah penghasilan yang memadai dan berkesinambungan.yang memadai dan berkesinambungan.

Sistem perlindungan ekonomi (materiil) Sistem perlindungan ekonomi (materiil) yang harus dipersiapkan untuk hari tua yang harus dipersiapkan untuk hari tua adalah system pensiun dan perasuransian. adalah system pensiun dan perasuransian. Ini adalah salah satu upaya untuk Ini adalah salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan dalam mengentaskan kemiskinan dalam time time frameframe lanjut usia. lanjut usia.

Page 33: konsep gerontik

Daftar lapangan Daftar lapangan kegiatan Lansiakegiatan Lansia

1. Beramal bakti / sosial1. Beramal bakti / sosiala. Penceramaha. Penceramahb. Mubaliqb. Mubaliqc. Perpustakaanc. Perpustakaand. Memenuhi undangand. Memenuhi undangane. Menengok orang sakit dll (Perlu penelitian & e. Menengok orang sakit dll (Perlu penelitian & pengembangan)pengembangan)

2. Menikmati pensiun secara santai2. Menikmati pensiun secara santaia. Membaca, menonton TV, mendengarkan radio dlla. Membaca, menonton TV, mendengarkan radio dllb. Menikmati alam lingkunganb. Menikmati alam lingkunganc. Mengunjungi anak cucu, keluarga dllc. Mengunjungi anak cucu, keluarga dlld. Meningkatkan ibadahd. Meningkatkan ibadahe. Main catur, bridge, ngisi TTS dlle. Main catur, bridge, ngisi TTS dll

Page 34: konsep gerontik

Strategi Pembinaan Strategi Pembinaan Kesehatan Lansia di Kesehatan Lansia di

PuskesmasPuskesmas Menyesuaikan perencanaan pembinaan Menyesuaikan perencanaan pembinaan

kesehatan dalam perencanaan Puskesmas.kesehatan dalam perencanaan Puskesmas. Menyesuaikan pengorganisasian dan Menyesuaikan pengorganisasian dan

pelaksanaan pembinaan kesehatan lanjut usia pelaksanaan pembinaan kesehatan lanjut usia dengan kegiatan pokok lainnya dalam dengan kegiatan pokok lainnya dalam lokakarya mini Puskesmas.lokakarya mini Puskesmas.

Melakukan kegiatan pembinaan dan Melakukan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan lanjut usia pengembangan upaya kesehatan lanjut usia sesuai kondisi dan kebutuhan setempat.sesuai kondisi dan kebutuhan setempat.

Mendorong terwujudnya peran serta Mendorong terwujudnya peran serta masyarakat khususnya dalam pembinaan masyarakat khususnya dalam pembinaan lanjut usia melalui Lembaga Swadaya lanjut usia melalui Lembaga Swadaya Masyarakat, PKK dan Organisasi social lainnya.Masyarakat, PKK dan Organisasi social lainnya.

Page 35: konsep gerontik

Pembinaan Kesehatan Pembinaan Kesehatan Lansia (Lansia (Dep. Kes RIDep. Kes RI))

Pemb Kes Lansia mrpk bgn dr Up Kes Kel yg Pemb Kes Lansia mrpk bgn dr Up Kes Kel yg dilaksanakan mll pel kes dasar dan rujukannya.dilaksanakan mll pel kes dasar dan rujukannya.

Pemb terutama di 7 kan pd aspek promotif & Pemb terutama di 7 kan pd aspek promotif & preventif mll sosialisasi & strategi komunikasi serta preventif mll sosialisasi & strategi komunikasi serta kampanye kes Lansia tanpa mengabaikan up kampanye kes Lansia tanpa mengabaikan up kuratif & rehabilitatifkuratif & rehabilitatif

Pemb Lansia dilaksanakan scr terpadu mll Pemb Lansia dilaksanakan scr terpadu mll kemitraan dg Lin. Program & Lin. Sektoral dan kemitraan dg Lin. Program & Lin. Sektoral dan peran serta masy (LSM) serta partisipasi aktif masyperan serta masy (LSM) serta partisipasi aktif masy

Pel Kes Lansia tetap berpegang pd Profesionalisme Pel Kes Lansia tetap berpegang pd Profesionalisme & penerapan kendali mutu pel setiap jenjang.& penerapan kendali mutu pel setiap jenjang.

Up pemb les Lansia diharapkan dpt meningkatkan Up pemb les Lansia diharapkan dpt meningkatkan kemampuan daerah khusunya kabupaten.kemampuan daerah khusunya kabupaten.

Page 36: konsep gerontik

Tanggung-jawab Perawat Tanggung-jawab Perawat GerontikGerontik

Perawat memberi asuhan keperawatan Perawat memberi asuhan keperawatan kepada klien lanjut usia dengan metode kepada klien lanjut usia dengan metode ilmiah ( berpikir liner yaitu Logiko-ilmiah ( berpikir liner yaitu Logiko-hipotetik-verifikasi) yang mencakup hipotetik-verifikasi) yang mencakup unsure bio-psiko-sosio-kultural dan unsure bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual secara komprehensif dalam spiritual secara komprehensif dalam memnuhi kebutuhan dasar manusia, memnuhi kebutuhan dasar manusia, yang meliputi :yang meliputi :

– Membantu klien lanjut usia memperoleh kesehatan Membantu klien lanjut usia memperoleh kesehatan yang optimal.yang optimal.

– Membantu klien untuk memelihara kesehatannya.Membantu klien untuk memelihara kesehatannya.– Membantu klien lanjut usia menerima kondisinya.Membantu klien lanjut usia menerima kondisinya.– Membantu klien lanjut usia menghadapi ajal dengan Membantu klien lanjut usia menghadapi ajal dengan

diperlakukan secara manusiawi sampai meninggal.diperlakukan secara manusiawi sampai meninggal.

Page 37: konsep gerontik

Sifat Keperawatan Sifat Keperawatan GerontikGerontik

IndependentIndependent InterdependentInterdependent HumanitisHumanitis HolisticHolistic AltruisticAltruistic

Caring Perilaku Sehat

Page 38: konsep gerontik

KOMPETENSI KOGNITIFKOMPETENSI KOGNITIF Kemampuan menjelaskan penyakit lanjut usia Kemampuan menjelaskan penyakit lanjut usia

berbasis psikoneuroimunologiberbasis psikoneuroimunologi Kemampuan interprestasi berbasis Kemampuan interprestasi berbasis

psikoneuroimunologipsikoneuroimunologi Kemampuan telaah dan analisa databerbasis Kemampuan telaah dan analisa databerbasis

psikoneuroimunologipsikoneuroimunologi Kemampuan diagnose keperawatanKemampuan diagnose keperawatan Kemampuan edukasi kpd klien berbasis Kemampuan edukasi kpd klien berbasis

psikoneuroimunologipsikoneuroimunologi Kemampuan tawarberbasis psikoneuroimunologiKemampuan tawarberbasis psikoneuroimunologi Kemampuan berargumentasi ilmiah berbasis Kemampuan berargumentasi ilmiah berbasis

psikoneuroimunologipsikoneuroimunologi Kemampuan berpikir kritisKemampuan berpikir kritis Kemampuan Kemampuan scientific problem solving methodscientific problem solving method

Page 39: konsep gerontik

KOMPETENSI AFEKTIFKOMPETENSI AFEKTIF PP = PEMBERI ASUHAN= PEMBERI ASUHAN

NurturenNurturen GenerativeGenerative ProtectiveProtective

EE = EMPATHI & = EMPATHI & BUKAN BUKAN SIMPATISIMPATI

RR = RESPONSIBLE - = RESPONSIBLE - REAKTIF / REAKTIF /

ROLE ROLE MODELMODEL AA = AKONTABEL = AKONTABEL

(Tanggung (Tanggung gugat)gugat)

WW = WASPADA / HATI-= WASPADA / HATI- HATI HATI

AA = ALTRUISTIK= ALTRUISTIK TT = TRAMPIL= TRAMPIL

Page 40: konsep gerontik

TAHU DIRITAHU DIRI NN : Nurture : Nurture

(Pemberi asuhan)(Pemberi asuhan) UU : Understand : Understand

(Mengerti tentang (Mengerti tentang perannya)perannya)

RR : Review (dasar : Review (dasar tindakan nilai etik; tindakan nilai etik; standar; danstandar; dan hukum)hukum)

SS : : Servemembantu Servemembantu kebutuhan klien)kebutuhan klien)

EE : Educate: Educate

Page 41: konsep gerontik

WONG TUA IKU MALATIWONG TUA IKU MALATI

CC = Communication= Communication C = CompleteC = CompleteA = AccurateA = AccurateR = RapidR = RapidE = EnjoyE = Enjoy

A= ActivityA= Activity C = CooperativeC = CooperativeA = ApplicableA = ApplicableR = ResponsiveR = ResponsiveE = EmpathyE = Empathy

R= ReviewR= Review C = ConsideredC = ConsideredA = AppropriateA = AppropriateR = ReasonedR = ReasonedE = EvaluatedE = Evaluated

E = EducationE = Education C = CommittedC = CommittedA = AcademicA = AcademicR = ResearchR = ResearchE = ExtendedE = Extended

Page 42: konsep gerontik

PANDANGAN MASYARAKAT PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP KEPERAWATANTERHADAP KEPERAWATAN

Etis Etis – Sikap kepada lanjut usia harus Sikap kepada lanjut usia harus

mempunyai aturan / tatakramamempunyai aturan / tatakrama– Menunjukkan tingkah laku yang Menunjukkan tingkah laku yang

menghargai martabat lansiamenghargai martabat lansia DedikatifDedikatif

– Inovatif dalam pelayanan lansiaInovatif dalam pelayanan lansia– Banyak ide untuk kreasi yang Banyak ide untuk kreasi yang

dapat diterima lanjut usiadapat diterima lanjut usia SantunSantun

– Ramah dan berpikiran positif Ramah dan berpikiran positif – Senyum yang berartiSenyum yang berarti– Sapa & Sentuhan penuh belas Sapa & Sentuhan penuh belas

kasih pada lanjut usiakasih pada lanjut usia

Page 43: konsep gerontik

MANAGERIAL ERRORMANAGERIAL ERROR Lakukan pengaturan jadwal Lakukan pengaturan jadwal

secara tepatsecara tepat Koordinasikan semua yang Koordinasikan semua yang

terlibat.terlibat. Lansia sering lamban dalam Lansia sering lamban dalam

bertindak, perbuatlah sesuai bertindak, perbuatlah sesuai dengan aturan dengan penuh dengan aturan dengan penuh kesabarankesabaran

Berikan waktu untuk lansia Berikan waktu untuk lansia memutuskan pendapat.memutuskan pendapat.

Jangan memberikan perintah Jangan memberikan perintah pada lansia secara bersamaan pada lansia secara bersamaan denga tindakan yang berbeda.denga tindakan yang berbeda.

Ingat emosional lansia labilIngat emosional lansia labil Berikan penjelasan secara Berikan penjelasan secara

asertif asertif

Page 44: konsep gerontik

KOMPETENSI SKILL/TEKNIS Berikan layanan secara altruistikBerikan layanan secara altruistik

Jaga privasi klien walaupun lanjut Jaga privasi klien walaupun lanjut usiausia

Ingat lansia juga punya martabatIngat lansia juga punya martabat Jangan lupa dengan protapJangan lupa dengan protap Berikan kebebasan untuk memilihBerikan kebebasan untuk memilih Jangan cerobohJangan ceroboh Suasana dalam keadaan tenangSuasana dalam keadaan tenang Pergunakan Pergunakan scientific problem scientific problem

solving methode solving methode Pikirkan tingkat energi lanjut usiaPikirkan tingkat energi lanjut usia Perlu dipertimbangkan kemampuan Perlu dipertimbangkan kemampuan

indera klienindera klien Kerjakan dengan penuh ketenanganKerjakan dengan penuh ketenangan

Page 45: konsep gerontik

TEKNIK DALAM TEKNIK DALAM KOMUNIKASIKOMUNIKASI

Menggunakan bahasa Menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh yang bisa dimengerti oleh klien lansiaklien lansia

Gunakan verbal yang jelas Gunakan verbal yang jelas dan tepat.dan tepat.

Gunakan dengan Gunakan dengan body body lenguagelenguage

Mimik wajah harus Mimik wajah harus memancarkan penuh memancarkan penuh kesabarankesabaran

Menghadap secara tepat Menghadap secara tepat agar gerakan bibir agar gerakan bibir membantu penerimaan.membantu penerimaan.

Page 46: konsep gerontik

LANJUT USIA ADALAH MANUSIA BERMARTABAT

Klien lanjut usia bukanlah Klien lanjut usia bukanlah robot, walaupun kemampuan robot, walaupun kemampuan untuk mengungkapkan ide untuk mengungkapkan ide tidak layaktidak layak

Gunakan komunikasi secara Gunakan komunikasi secara langsunglangsung

Minimalkan menggunakan Minimalkan menggunakan peralatan atau mesin, bila peralatan atau mesin, bila memang tidak sangat memang tidak sangat diperlukandiperlukan

Lakukan kegiatan dengan Lakukan kegiatan dengan penuh kesabaranpenuh kesabaran

Selalu memberikan pujian dan Selalu memberikan pujian dan penghargaan walaupun hanya penghargaan walaupun hanya sedikit prestasisedikit prestasi

Page 47: konsep gerontik

ADVOKASI KLIEN LANJUT USIA Menghargai privasi klien Memperlihatkan

otonomi keilmuan Ners

Membantu program kesembuhan

Memperlihatkan profesionalisme

Mencegah terjadi konflik Gunakan bahasa yang

mudah dan bisa diterima

Page 48: konsep gerontik