KONFLIK DAN NEGOSIASI

download KONFLIK  DAN  NEGOSIASI

of 36

  • date post

    23-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    206
  • download

    2

Embed Size (px)

description

KONFLIK DAN NEGOSIASI. Konflik. Negosiasi. Pengertian Konflik Pengertian Manajemen Konflik Pandangan terhadap konflik Jenis – jenis konflik : A. Konflik dilihat dari segi fungsi B.Konflik dilihat dari pihak yang terlibat - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of KONFLIK DAN NEGOSIASI

KONFLIK DAN NEGOSIASI

KONFLIK DAN NEGOSIASIKONFLIK DAN NEGOSIASIKonflikNegosiasiPengertian KonflikPengertian Manajemen KonflikPandangan terhadap konflikJenis jenis konflik :A.Konflik dilihat dari segi fungsiB.Konflik dilihat dari pihak yang terlibatC.Konflik dilihat dari posisi seseorang dalam struktur organisasiFaktor faktor penyebab timbulnya konflik :RobinsSchermerhornKreitner dan KinichiProses terjadinya konflikTingkat kesulitan pengelolaan konflikTeknik pemecahan masalahHubungan konflik dengan kualitas layanan

Pengertian NegosiasiKarakteristik utama negosiasiJenis jenis NegosiasiNegosiasi dalam konteks organisasiUnsur unsur negosiasiTujuan negosiasiParadigma dalam konflikPenanganan konflik dalam negosiasi

Pengertian konflikKonflik sebagai suatu perselisihan atau perjuangan yang timbul bila keseimbangan antara perasaan, pikiran, hasrat, dan perilaku seseorang terancam (Deutsch, dalam La Monica,1998)

2. Proses yang bermula ketika satu pihak menganggap pihak lain secara negatif mempengaruhi atau akan secara negatif mempengaruhi, sesuatu yang menjadi kepedulian pihak pertama.Penggunaan teknik-teknik resolusi dan stimulasi untuk meraih level konflik yang diinginkan.Pengertian Manajemen Konflik

Pandangan Tentang Konflik2.Pandanganhubungan kemanusiaan

Pandangan aliran behavioral ini menyatakan bahwa konflik merupakan sesuatu yang wajar , alamiah dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok manusia. Konflik tidak selalu buruk karena memilki potensi kekuatan yang positif di dalam menentukan kinerja kelompok. Konflik tidak selamanya merugikan, bahkan bisa menguntungkan, yang oleh karen itu konflik harus dikelola dengan baik.Pandangan tradisionalMenyatakan bahwa konflik harus dihindari karena akan menimbulkan kerugian. Aliran ini juga memandang konflik sebagai sesuatu yang buruk, tidak menguntungkan dan selalu merugikan organisasi . Oleh karena itu konflik harus dicegah dan dihindari sebisa mungkin dengan mencari akar permasalahannya.3. Pandangan interaksionisYang menyatakan bahwa konflik bukan sekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja positif. Oleh karena itu konflik harus diciptakan. Pandangan ini didasari keyakinan bahwa organisasi yang tenang, harmonis, damai ini justru akan membuat organisasi itu menjadi statis, stganan dan tidak inovatif. Dampaknya adalah kinerja organisasi menjadi rendah.

JENIS KONFLIKKonflik dilihat dari posisi seseorang dalam struktur organ Konflik vertikal ( atasan dengan bawahan) :1. Konflik horizontal ( kedudukanya sama)2. Konflik garis dan staf (karyawan lini dengan penasehat)3. Konflik peran (seseorang mengemban lebih dari satu peran)Winardi (1992:174)

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA KONFLIKKomunikasi (gangguan saluran komunikasi)Struktur (ukuran kelompok, derajat spesialisasi, dll) Variabel pribadi (sistem nilai yang dimiliki individu, karakteristik kepribadian)

Robbins (1996)Faktor-faktor penyebab konflikKetidakjelasan peranan atau peranan yang mendua.Persaingan untuk mendapatkan sumberdaya yang terbatas.Rintangan-rintangan dalam komunikasiKonflik sebelumnya yang tidak terselesaikan.Perbedaan-perbedaan individualSchermerhorn Ketidak cocokan kepribadian atau sistem nilaiBatas-batas pekerjaan yang tidak jelasPersaingan untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas.Pertukaran informasi atau komunikasi yang tidak cukupKesalingtergantungan dalam pekerjaanKompleksitas organisasiPeraturan-peraturan, standar kerja, atau kebijakan yang tidak jelas/tidak masuk akalBatas waktu penyelesaian pekerjaan yang sulit dipenuhiPengambilan keputusan secara kolektif yang terlalu banyak.Pengambilan keputusan melalui konsensusHarapan-harapan yang tidak terpenuhiTidak menyelesaikan atau menyembunyikan konflikKreitner dan Kinichi (1995 : 284-285)Faktor-faktor penyebab konflikTahap I

Potensi pertentanganAtau ketidakselarasanTahap IV

PerilakuTahap III

MaksudTahap II

Kognisi danPersonalisasiTahap V

AkibatPROSES KONFLIKKondisi kondisipendahulu :KomunikasiStrukturVariabel * pribadiKonflik ygdipersepsiKonflik ygdirasaMaksud maksud penanganankonflik :BersaingBekerjasamaBerkompromiMenghindariMenampung

Konflik terbuka :Perilaku satu pihak Reaksi pihak lainMenurunnyaKinerjakelompokMeningkatnya kinerja kelompokB. Pondi (dalam Inriyo,1997 dan Umar Nimran,1999)Tahap I , Latent Conflict/konflik laten, yaitu tahap munculnya faktor faktor yang menjadi penyebab konflik dalam organisasi. Bentuk bentuk dari situasi ini adalah persaingan untuk memperebutkan sumberdaya yang terbatas, konflik peran,persaingan perebutan dalam organisasi dll.Tahap II , Perceived Conflict/konflik yang dipersepsikan. Pada tahap ini salah satu pihak memandang pihak lain sebagai penghambat atau mengancanm pencapaian tujuan.Tahap III , Felt Conflict/konflik yang dirasakan. Pada tahap ini tidak sekedar dipandang ada akan tetapi sudah benar benar dirasakan.

Tahap IV , Manifest Conflict/Konflik yang dimanifestasikan. Pada tahap ini perilaku tertentu sebagai indikator konflik sudah mulai di tunjukan seperti adanya sabotase, agresi terbuka, konfrontasi, rendahnya kinerja.

Tahap V , Conflict Resolution/Resolusi konflik. Pada tahap ini konflik yang terjadi diselesaikan dengan berbagai macam cara dan pendekatan.

Tahap VI , Conflict Aftermath . Jika konflik sudah benar-benar diselesaikan maka hal itu akan meningkatkan hubungan para anggota organisasi.

Tingkat Kesulitan pengelolaan KonflikDimensiSulit di pecahkanMudah dipecahkanMasalah yang menjadi pertanyaanMasalah prinsipMasalah yang dapat dibagi-bagiUkuran taruhanBesarKecilKontinuitas interaksiTransaksi tunggalHubungan jangka panjangStruktur pihak-pihak yang terlibatTak berbentuk atau terpecah-pecah, dengan kepemimpinan yang lemahTerpadu, dengan kepemimpinan yang kuatKeterlibatan pihak ketigaTidak ada pihak ketiga yang netralPihak ketiga dipercaya, kuat, dihormati dan netralKemajuan konflik yang dipandangTidak seimbang, satu pihak merasa lebih dirugikanPihak-pihak telah saling merugikan satu sama lainTeknik Pemecahan Konflik (S.P. Robbins)Pemecahan MasalahPertemuan tatap muka pihak-pihak yang berkomplik dengan maksud mengidentifikasi masalah dan memecahkannya melalui pembahasan terbukaSasaran BersamaMenciptakan sasaran bersama yang tidak dapat dicapai tanpa kerjasama masing-masing pihak yang berkomplikPerluasan sumber dayaBila konflik disebabkan oleh kelangkaan sumberdaya seperti : uang, kesempatan promosi, ruangan kantor, perluasan sumber daya dapat menciptakan menang-menangPenghindaranMenarik diri dari, atau menekan konflikPenghalusanMengabaikan arti perbedaan sembari menekankan kepentingan bersama antara pihak-pihak yang berkonflikKompromiSetiap pihak yang berkomplik itu mengorbankan sesuatu yang berhargaKomando otoritatifManajemen menggunakan otoritas formal untuk menyelesaikan konflik dan kemudian mengkomunikasikan keinginannya ke pihak-pihak yang terlibatMengubah variabel manusiaMelakukan pendidikan dan pelatihan untuk mengubah sikap dan perilakuMengubah variabel strukturMengubah struktur organisasi formal dan pola interaksi pihak-pihak yang berkomplik melalui perancangan ulang pekerjaan, pemindahan, penciptaan posisi dll.Kualitas pelayanan yang unggul merupakan tingkatan kinerja yang tinggi atau yang diharapkan. Hal itu dapat dicapai jika kelima faktor determinan kualitas layanan dapat dipenuhi dalam proses interaksi.

Keterkaitan konflik dengan kualitas Pelayanan (kinerja)Hubungan konflik dengan kualitas layananKarakteristik dari jasa :Tidak nyata (intangible)Tidak terpisahkan (inseparable)Tidak dapat disimpan (perishable)Bervariasi (variabel)

Keterkaitan konflik dengan kualitas layanan (kinerja)TinggiRendahKinerjaTinggiTingkat KonflikStephen Robbins(1996)ABCSituasiTingkat KonflikTipe KonflikKarakteristik Internal OrganisasiKualitas LayananARendah / Tidak ada konflikDisfungsionalApatisStagnanTdk ResponsifKekurangan ideRendahBOptimalFungsionalHidupKritis-diriInovatifTinggiCTinggiDisfungsionalMenggangguKacaubalauTidak KooperatifRendahKunci keberhasilan model robbin adalah bagaimana mengusahakan agar konflik berada pada situasi optimal.

Robbins, konflik itu baik bagi organisasi, jika :Konflik merupakan suatu alat untuk menibulkan perubahanKonflik mempermudah terjadinya keterpaduan (cohesiveness) kelompok;Konflik dapat memperbaiki keefektifan kelompok dan organisasiKonflik menimbulkan tingkat ketegangan yang sedikit lebih tinggi dan lebih konstruktif.

NEGOSIASIproses penetapan keputusan secara bersama dimana pihak-pihak yang terlibat memiliki preferensi yang berbeda.

suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang.

Karakteristik utama negosiasisenantiasa melibatkan orang baik sebagai individual, perwakilan organisasi atau perusahaan, sendiri atau dalam kelompok;memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi;menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu baik berupa tawar menawar (bargain) maupun tukar menukar (barter);hampir selalu berbentuk tatap-muka yang menggunakan bahasa lisan, gerak tubuh maupun ekspresi wajah;negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi dan kita inginkan terjadi;ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat untuk tidak sepakat.

VALUE CLAIMERSMemandang negosiasi sebagai proses pertikaian. Masing-masing pihak berusaha mendapatkan sebanyak mungkin jatah atau kemenangan dan memberikan sesedikit mungkin jatah atau kemenangan bagi lawannya. Cara yang digunakan adalah taktik yang manipulatif, argumen yang memaksakan, konsesi terbatas dan tawa