Kompilasi malnutrisi

download Kompilasi malnutrisi

of 19

  • date post

    24-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    98
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Kompilasi malnutrisi

MALNUTRISI dan MILENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs): Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrem

Diajukan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Lingkungan pada Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran

Disusun Oleh :

Riny Novianty Irma Santikawati Asep Firman A. Hadian P.H

250120110512 250120110526 250120110546 250120110547

UNIVERSITAS PADJADJARAN PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU LINGKUNGAN KONSENTRASI PEMBANGUNAN LINGKUNGAN PEDESAAN DAN KONSERVASI 2012

MALNUTRISI DAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 1 : Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim

MALNUTRISI1. Definisi Malnutrisi Malnutrisi merupakan suatu istilah umum yang merujuk pada kondisi medis yang disebabkan oleh diet yang tidak tepat atau tidak cukup. Malnutrisi sering disamakan dengan kurang gizi. namun pada dasarnya, malnutrisi didefinisikan sebagai ketidakseimbangan gizi dalam tubuh manusia baik kekurangan maupun kelebihan. Malnutrisi adalah suatu istilah umum yang merujuk pada kondisi medis yang disebabkan oleh diet yang tak tepat atau tak cukup.Seorang akan mengalami malnutrisi jika tidak mengkonsumsi jumlah atau kualitas nutrien yang mencukupi untuk diet sehat selama suatu jangka waktu yang cukup lama. Malnutrisi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi. Bentuk umum malnutrisi diantaranya

adalah: Undernutrisi : kekurangan dalam jumlah kalori (starvation, marasmus) Defisiensi spesifik : kekurangan satu jenis zat gizi Imbalans : ketidakseimbangan antara berbagai zat gizi Overnutrition : kelebihan dalam jumlah kalori (obesitas)

2. Penyebab MalnutrisiMalnutrisi dapat terjadi oleh karena kekurangan gizi (undernutrisi) maupun karena kelebihan gizi (overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial. Penyebab malnutrisi menurut kerangka konseptual UNICEF dapat dibedakan menjadi

penyebab langsung (immediate cause), penyebab tidak langsung (underlying cause) dan penyebab dasar (basic cause)

1

MALNUTRISI DAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 1 : Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim

Gambar 1. Penyebab langsung, penyebab tidak langsung dan penyebab dasar malnutrisi

Kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit merupakan penyebab langsung malnutrisi yang paling penting. Penyakit, terutama penyakit infeksi, mempengaruhi jumlah asupan makanan dan penggunaan nutrien oleh tubuh. Kurangnya asupan makanan sendiri dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah makanan yang diberikan, kurangnya kualitas makanan yang diberikan dan cara pemberian makanan yang salah. Penyebab tidak langsung yang dapat menyebabkan malnutrisi adalah kurangnya ketahanan pangan keluarga, kualitas perawatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan serta sanitasi2

MALNUTRISI DAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 1 : Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim

lingkungan. Ketahanan pangan dapat dijabarkan sebagai kemampuan keluarga untuk menghasilkan atau mendapatkan makanan. Sebagai tambahan, perlu diperhatikan pengaruh produksi bahan makanan keluarga terhadap beban kerja ibu dan distribusi makanan untuk anggota keluarga. Sanitasi lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan, produksi serta persiapan makanan untuk dikonsumsi serta kebersihan. Pelayanan kesehatan bukan hanya harus tersedia, namun juga harus dapat diakses dengan mudah oleh ibu dan anak. Status pendidikan dan ekonomi perempuan yang rendah menyebabkan kurangnya kemampuan untuk memperbaiki status gizi keluarga. Adapun penyebab dasar berupa kondisi sosial, politik dan ekonomi negara. Malnutrisi, yang dapat berupa gizi kurang atau gizi buruk, dapat bermanifestasi bukan hanya di tingkat individual namun juga di tingkat rumah tangga, masyarakat, nasional dan internasional sehingga upaya untuk mengatasinya perlu dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai tingkatan dengan melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, penting untuk mengenali penyebab gizi kurang dan gizi buruk di tingkat individu, masyarakat, maupun negara agar selanjutnya dapat dilakukan tindakan yang sesuai untuk mengatasinya.

3. Penderita Malnutrisi Bayi dan anak-anak merupakan resiko terbesar untuk mengalami kekurangan gizi karena mereka membutuhkan sejumlah besar kalori dan zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan yang cepat, adanya infeksi, cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan kebutuhan akan zat-zat gizi, terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah menderita malnutrisi. Selain pada bayi dan anak anak, malnutrisi juga sering menyerang pada usia yang lebih tua. Hal ini karena usia tua,kebutuhan akan gizi lebih rendah dan kemampuan untuk menyerap zat gizipun menurun. Oleh karena itu, resiko kekurangan gizi pada usia tua lebih besar dan juga pada tingkat ekonomi rendah. Malnutrisi dapat bermanifestasi bukan hanya ditingkat individual namun juga tingkat rumah tangga, masyarakat, nasional, bahkan internasional. Malnutrisi salah satunya disebabkan oleh kemiskinan. Penanggulangan kemiskinan perlu menjadi agenda kebijakan penting karena secara moral pemerintah harus mengemban tanggung jawab sesuai dengan amanat konstitusi UUD. 45 yang secara eksplisit memberi amanat 1 kepada pemerintah untuk melindungi hak-hak3

MALNUTRISI DAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 1 : Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim

warga negara. Oleh karena itu jika pemerintah melalaikan masalah kemiskinan berarti pula pelanggaran terhadap konstitusi. Disamping itu, saat ini penanggulangan kemiskinan dapat dikatakan menjadi suatu keharusan bagi pemerintah, karena hal ini sudah menjadi lomitmen global sejak dilaksanakan konfrensi tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) tahun 2000 yang telah melahirkan Deklarasi Millenium Development Goals (MDGs) untuk mencapai kesejahteraan penduduk tahun 2015

MDGs 1. Memberantas Kemiskinan Dan Kelaparan Ekstrem1. MDGs Indonesia Millenium Development Goals adalah gerakan pembangunan yang sangat massif ketika dunia memasuki abad ke-21. MDGs muncul setelah 189 negara, yang menghadiri Millenium Summit yang diadakan PBB pada tanggal 14-16 September 2000 di New York, menyepakati dokumen berjudul United Nations Millenium Declaration. Dari dokumen inilah MDGs kemudian dirumuskan dan disepakati bersama. MDGs menjadi gerakan yang massif bukan hanya karena dia disepakati oleh 189 negara melainkan juga karena hampir semua lembaga donor pembangunan internasional memasukkan MDGs sebagai salah satu agenda mereka. Dalam laporan yang disusun dari kerjasama staf Bank Dunia dan IMF berjudul Achieving The MDGs And Related Outcomes: A Framework for Monitoring Polcies and Actions, dikatakan bahwa dua lembaga donor tersebut have been working with low-income countries to strengthen the PRSP (Poverty Reduction Strategy Paper penulis) process, including by helping these countries to focus their PRSPs more clearly on strategies for achieving the MDGs. Sedangkan di tempat lain, dalam situs resminya, IMF mengatakan The pressures to meet the MDGs by 2015 have further focused the IMF's efforts on helping countries assess the macroeconomic consequences of scaling up both their own policy efforts and external financial support. In this context, the IMF encourages countries to develop and analyze alternative frameworks for achieving the MDGs, and to make these underpin their poverty reduction strategies.

4

MALNUTRISI DAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 1 : Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim

Dari sini, MDGs dapat dikatakan sudah menjadi kebenaran umum yang tidak perlu lagi dipertanyakan kebenarannya. Dia adalah misi penting yang harus diemban semua aktor pembangunan, baik itu negara maupun lembaga donor internasional. MDGs dengan demikian adalah satu set tujuan pembangunan yang menjadi keharusan untuk dicapai dan diusahakan bersama. MDGs dikatakan sebagai satu set tujuan pembangunan karena MDGs memang berisi delapan target pembangunan yang harus dicapai oleh negaranegara yang menyepakatinya pada tahun 2015. Delapan target pembangunan tersebut bisa dituliskan sebagai berikut: 1) Menghapus kemiskinan dan kelaparan penduduk dunia (ektrem). Pada tahun 2015, jumlah penduduk dunia yang mengkonsumsi kurang dari US$ 1 setiap harinya harus bisa dikurangi sampai 50%. Pada tahun yang sama, kelaparan yang melanda penduduk dunia juga diharapkan dapat dihapuskan. 2) Mencapai level pendidikan dasar universal Semua penduduk di dunia, khususnya anak-anak, laki-laki maupun perempuan, harus mendapatkan pendidikan dasar. Target tersebut harus dicapai pada tahun 2015. 3) Memberdayakan wanita dan mempromosikan kesetaraan gender Kesenjangan pendidikan pada tingkat dasar dan menengah antara laki-laki dan perempuanharus dihilangkan pada tahun 2015.

4) Mengurangi kematian anakMengurangi dua per tiga angka kematian balita, yang tercatat pada 1990, pada tahun 2015.

5) Memperbaiki kesehatan kandungan Mengurangi tiga per empat angka kematian ibu yang sedang mengandung, yang tercatat pada1990, pada tahun 2015.

6) Memperbaiki tingkat kesehatan penduduk duniaMenghentikan penyebaran HIV/AIDS, malaria, dan penyakit-penyakit utama yang lain pada tahun 2015.

7) Menjaga keseimbangan lingkungan hidup globalMengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan-kebijakan negara serta membangun kembali sumber daya alam yang telah hilang.5

MALNUTRISI DAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) 1 : Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim

8) Membangun kerja sama global untuk pembangunanSeluruh negara-negara di dunia harus berkomitmen untuk penyebaran demokrasi, good governance, dan pengurangan kemiskinan baik pada level nasional maupun internasional.

2. Strategi MDGs Indonesia dalam Menghapus Kemiskinan dan Kelaparan Ekstrem Penduduk Dunia (Target MDGs Kesatu) Seandainya tidak ada orang miskin, hampir semua ma