Kompilasi Makalah Terpadu

download Kompilasi Makalah Terpadu

of 63

  • date post

    15-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    97
  • download

    0

Embed Size (px)

description

aa

Transcript of Kompilasi Makalah Terpadu

  • PENYELIDIKAN TERPADU GEOLOGI, GEOKIMIA, DAN GEOFISIKA DAERAH PANAS BUMI JABOI, KOTA SABANG NANGROE ACEH DARUSSALAM

    Oleh: Edi Suhanto, Sriwidodo, Arief Munandar, Dedi Kusnadi, Dendi Surya Kusuma

    Sari Daerah panas bumi Jaboi terletak di P. Weh - Aceh, sebuah pulau vulkanik dengan struktur dominan berarah baratlaut-tanggara, searah struktur besar Semangko. Daerah panas bumi ini terletak di lereng G. Leumo Matee, gunungapi termuda di pulau tersebut berumur 1.1 Ma. Manifestasi panas permukaan berupa mata air panas netral bersuhu 71 oC dan lapangan fumarola bersuhu 99 oC. Data geologi dan gaya berat mengindikasikan keberadaan suatu struktur sesar berarah baratdaya-timurlaut memotong fumarola sebagai salah satu struktur yang mengontrol kemunculan manifestasi Jaboi tersebut. Anomali geofisika dan geokimia membatasi daerah prospek Jaboi dengan luas sekitar 6 km2. Data tahanan jenis listrik mengindikasikan zona batuan tudung (clay cap) dengan tebal sekitar 500 m dan perkiraan reservoir atas pada kedalaman sekitar 600 m di bawah daerah manifestasi fumarola Jaboi. Batuan reservoir diperkirakan sebagian besar dari satuan lava tua Weh. Estimasi potensi cadangan terduga dari panas bumi Jaboi dengan cara volumetrik sebesar 50 MWe. Pendahuluan Daerah panas bumi Jaboi terletak di wilayah Kota Sabang-Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, sebuah kota administrasi yang luasnya mencakup satu pulau, yakni Pulau Weh yang jaraknya dari daratan Aceh kurang daripada 20 km (Gambar 1). Jaboi merupakan salah satu dari sekitar tiga daerah sebaran panas bumi di pulau tersebut, dan nama Jaboi diambil dari nama desa tempat dimana sebagian besar sebaran manifestasi panas bumi permukaan ditemukan di daerah tersebut. Metode lapangan yang digunakan meliputi geologi, geokimia, dan geofisika. Metode geokimia terdiri dari analisis kimia air panas, soil (Hg, suhu, pH), dan udara tanah (CO2). Metode geofisika terdiri dari gaya berat, magnetik, dan geolistrik tahanan jenis dengan konfigurasi Schlumberger. Tulisan ini memuat hasil-hasil penyelidikan terpadu mengenai geologi, geokimia, dan geofisika dan terutama lebih ke arah diskusi mengenai prospek panas bumi daerah tersebut. Namun, tidak semua detil hasil penyelidikan dimuat mengingat keterbatasan tempat. Gambar 1. Indeks lokasi daerah penyelidikan

    Geologi, Struktur, dan Manifestasi Permukaan Pulau Weh merupakan salah sebuah pulau vulkanik yang terbentuk di dalam suatu segmen depresi dari jalur sesar Semangko di ujung baratlaut Sumatera, sehingga terbentuk zona depresi di pulau tersebut seperti graben Teluk Sabang-Balohan dan graben Lhok Pria Laot dengan arah struktur dominan baratlaut-tenggara. Aktivitas panas bumi yang terjadi di pulau tersebut berkaitan erat dengan aktivitas tektonik-vulkanik tersebut. Manifestasi permukaan dari aktivitas panas bumi tersebut muncul dalam tiga kelompok: Jaboi, Lhok Pria Laot, dan Iboih. Pada daerah Jaboi, jenis manifestasi berupa mata air panas dengan suhu tertinggi sekitar 71 oC pH netral dan Fumarola dengan suhu sekitar 99 oC. Daerah panas bumi Jaboi ini terletak diantara dua kerucut termuda di P. Weh yaitu G. Leumo Matee dan Semeureuguh berumur sekitar 1.1 Ma. Pada daerah Lhok Pria Laot, jenis manifestasi berupa tanah teralterasi, fumarola, dan lumpur panas dengan suhu tertinggi 100 oC, sedangkan di Iboih berupa mata air panas netral bersuhu 41 oC. Secara umum, batuan penyusun P. Weh dapat dikelompokkan dalam empat kelompok satuan batuan: batuan sedimen Tersier, vulkanik tua P. Weh berumur Kuarter-Tersier, vulkanik muda Kuarter dan Aluvial. Gambar 2 memperlihatkan sebaran batuan tersebut secara lebih rinci. Seluruh daerah panas bumi di pulau ini berada dalam lembah depresi dan batuan dasar di bawahnya adalah batuan vulkanik tua P. Data anomali gaya berat Bouguer (Gambar 3) memperlihatkan kelurusan-kelurusan utama

    Pemaparan Hasil Kegiatan Survei Panas Bumi - 2005 1

  • berarah baratlaut-tenggara dan juga kecende-rungan nilai yang mengecil ke arah baratdaya atau ke arah tengah depresi Semangko di daerah tersebut. Peta anomali gaya berat sisa (Gambar 4) memperlihatkan kompleksitas kelurusan di daerah panas bumi Jaboi, dengan arah kelurusan dominan baratdaya-timurlaut dan baratlaut-tenggara. Kompleksitas ini memperlihatkan bahwa daerah tersebut merupakan zona rekahan yang permeabel untuk terbentuknya sistem panas bumi. Sebuah struktur berarah baratdaya-timurlaut dan memotong lapangan fumarola Jaboi kemungkinan merupakan struktur utama yang mengontrol kemunculan manifestasi panas di daerah tersebut.

    Gambar 2. Peta geologi

    Gambar 3. Peta anomali Bouguer (densitas 2.5 g/cm3) Daerah Prospek Panas Bumi Jaboi Hasil-hasil penyelidikan tahanan jenis, geokimia, dan geomagnet memperlihatkan anomali yang dapat digunakan untuk membatasi perkiraan sebaran daerah prospek. Sebaran tahanan jenis listrik semu untuk bentangan AB/2 500 m (Gambar 5) memperlihatkan anomali rendah < 10 Ohm-m yang yang melingkupi daerah fumarola Jaboi dengan pola sisi barat yang melidah ke selatan ke mata air panas Keuneukai dan sisi timur melidah ke tenggara ke arah komplek mata air panas pesisir Jaboi.

    Bentuk ini masih sama untuk penetrasi arus lebih dalam, yakni AB/2 750 m (Gambar 6), namun semakin meluas. Anomali rendah ini mengindikasikan keberadaan batuan bawah permukaan yang kaya mineral lempung hasil dari proses alterasi hidrotermal berlingkungan asam.

    Kr. Ba

    lohan

    Kr. Ceunonot

    A. C

    euha

    m

    A. S

    anai

    A. Banga

    u

    100

    U. louwing

    SELAT AROIH RUBIA

    Cot PunceuU. Batee Meurunrung

    U. Lhut

    U. teupin reudep

    U. Batee meutiyen

    Cot. Gapang

    Cot. Pawang

    Lm Nibong

    TEL. TEUPIN RING

    TEL. TIUPIN GAPANG

    U. Murung

    COT GUA SEMANTUNG

    G. Sarongkeris

    Cot Kulam

    U. Pi

    Cot Ateu

    U. Ceuhumkameng

    TEL. TIUPIN ATEU

    U. Ceuhum

    Cot Palana

    Cot Batee Pageu

    Cot Da IntanU. Teupinanoe

    U. Seukundo

    TELUK LHO PRIA LOAT

    ALUE PRUMPING

    Lho Ba'Jumpa

    S U K A K A R Y A

    Seurui

    Pria Laot

    U. Gurutong

    COT DAMAR

    Batee Shok

    P. W E H

    TEL. TIUPIN KRUENG

    Cot Sekundo

    Cot Bateedong

    Cot Drien Klah

    Cot Teupinpanah

    Kroeng Raya

    Cot Labuban

    Paya Seunara

    TEL. LHO KRUENG RAYA D.ANEUK LAOT

    Paya Karing

    S U K A J A Y A

    COT SIMEUREUGUN

    COT LAMPASE

    Meureulo

    Keuneukai

    COT MATALEU. Teupin Rudeub

    Paya Semisi

    U Muduru

    Blang Garut

    COT MARALON

    COT ABEUKEEBALOHAN

    365.2

    COT PANGKALECot Leumo Mate

    Cot Kenaldi

    Cot Bakoe Yoeng

    Cot Potibang

    Cot Aluto

    Cot Leungangen

    Blang Tunong

    351.3

    CEUNOHOT

    U. Batee Meuon

    Beurawan

    mgal

    Mata air panas

    Lapangan Fumarola/solfatara

    Kelurusan gaya berat

    Jaboi

    Sabang

    Keuneukai

    Lhok Pria Laot

    Sabang

    Balohan

    2 km

    U Jaboi

    Keneukai

    Lhok Pria Laot

    Iboih

    Batu pasir tufaan Lava Weh

    Piroklastik Weh

    Lava Labu Bau Lava Iboih

    Lava Pawang Lava Kulam

    Piroklastik Kulam

    Lava Kulam

    Lava Semeureuguh

    Pirok Semeureuguh Pirok Leumo Matee Lava Leumo Matee Gamping Terumbu

    Aluvial

    Gambar 4. Peta anomali gaya berat sisa orde-2

    Kr. Ba

    lohan

    Kr. C

    eunonot

    A. C

    euha

    m

    A. S

    anai

    A. Bangau

    U. louwing

    SELAT AROIH RUBIA

    Cot PunceuU. Batee Meurunrung

    U. Lhut

    U. teupin reudep

    U. Batee meutiyen

    Cot. Gapang

    Cot. Pawang

    Lm Nibong

    TEL. TEUPIN RING

    TEL. TIUPIN GAPANG

    U. Murung

    COT GUA SEMANTUNG

    G. Sarongkeris

    Cot Kulam

    U. Pi

    Cot Ateu

    U. Ceuhumkameng

    TEL. TIUPIN ATEU

    U. Ceuhum

    Cot Palana

    Cot Batee Pageu

    Cot Da IntanU. Teupinanoe

    U. Seukundo

    TELUK LHO PRIA LOAT

    ALUE PRUMPING

    Lho Ba'Jumpa

    S U K A K A R Y A

    Seurui

    Pria Laot

    U. Gurutong

    COT DAMAR

    Batee Shok

    P. W E H

    TEL. TIUPIN KRUENG

    Cot Sekundo

    Cot Bateedong

    Cot Drien Klah

    Cot Teupinpanah

    Kroeng Raya

    Cot Labuban

    Paya Seunara

    TEL. LHO KRUENG RAYA D.ANEUK LAOT

    Paya Karing

    S U K A J A Y A

    COT SIMEUREUGUN

    COT LAMPASE

    Meureulo

    Keuneukai

    COT MATALEU. Teupin Rudeub

    Paya Semisi

    U Muduru

    Blang Garut

    COT MARALON

    COT ABEUKEEBALOHAN

    365.2

    COT PANGKALECot Leumo Mate

    Cot Kenaldi

    Cot Bakoe Yoeng

    Cot Potibang

    Cot Aluto

    Cot Leungangen

    Blang Tunong

    351.3

    CEUNOHOT

    U. Batee Meuon

    Beurawan

    100

    Mata air panas

    Lapangan Fumarola/solfatara

    5

    30

    55

    80

    105

    130

    155

    180

    205

    230

    255

    280Ohm-m

    Jaboi

    Sabang

    Keuneukai

    Lhok Pria Laot

    Kr. Ba

    lohan

    Kr. C

    eunono t

    A. C

    euha

    m

    A. S

    anai

    A. Bangau

    100

    U. louwing

    SELAT AROIH RUBIA

    Cot PunceuU. Batee Meurunrung

    U. Lhut

    U. teupin reudep

    U. Batee meutiyen

    Cot. Gapang

    Cot. Pawang

    Lm Nibong

    TEL. TEUPIN RING

    TEL. TIUPIN GAPANG

    U. Murung

    COT GUA SEMANTUNG

    G. Sarongkeris

    Cot Kulam

    U. Pi

    Cot Ateu

    U. Ceuhumkameng

    TEL. TIUPIN ATEU

    U. Ceuhum

    Cot Palana

    Cot Batee Pageu

    Cot Da IntanU. Teupinanoe

    U. Seukundo

    TELUK LHO PRIA LOAT

    ALUE PRUMPING

    Lho Ba'Jumpa

    S U K A K A R Y A