Koloid - Copy

download Koloid - Copy

of 32

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    59
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Koloid - Copy

KIMIA UNSUR, KOLOID DAN KIMIA LINGKUNGAN

DISUSUNOLEH MUHAMMAD ALFA CHAIR291324985

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIAFAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUANUIN AR-RANIRYDARUSSALAM-BANDA ACEH2014BAB ISISTEM KOLOID1.Pengertian Koloid

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi. Keadaan koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid.Sistem koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari. Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu, keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid. Karena sistem koloid sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan dapat bermanfaat untuk diri kita.

a. perbandingan sifat larutan sejati, koloid, dan suspensi

Larutan Sejati(Dispersi molekuler): Diameternya partikel 10-5 cm,Campuran heterogen,Jika dibiarkan agak lama,dispersan akan mengendap, Tidak dapat menembus membran semipermiabel,Dapatdisaring dengan kertas saring ultra.

2. Koloid dalam kehidupan sehari-hari

Berberapa contoh larutan, koloid, dan suspensi contoh larutan : larutan gula, garam, spiritus, alkohol 70%, larutan cuka, air laut,udara yang bersih contoh koloid : buih, susu, santan, selai, jeli, mentega, mayonaise, cat contoh suspensi : air sungai yang keruh, campuran air-pasir Fakta : air sungai = setelah disaring masih mengandung zat terlarut danpartikel koloid

3. Jenis-jenis koloid

Penggolongan koloid didasarkan atas fase terdispersi dan medium pendispersinyaUntuk fase terdispersi padat : sol (sol padat, sol cair, sol gas). Pengertian secara umum : sol padat = sol, sol gas = aerosolUntuk fase terdispersi cair : emulsi (emulsi padat, emulsi cair, emulsi gas). Pengertian secara umum : emulsi cair = emulsi, emulsi gas = aerosol cair / aerosolUntuk fase terdispersi gas : buih (buih padat dan buih cari). Buih gas (tidak ada)= larutan, bukan koloid

4. Penggunaan koloid

Koloid merupakan satu-satunya cara untuk menyajikan suatu campuran dari zat-zat yang tidak saling melarutkan secara homogen dan stabil. Contoh pemanfaatan sifat ini : cat yang terdiri dari zat warna (pigmen) tak larut dalam air / medium cat, dengan koloid didapat campuran yang homoge dan stabil. Contoh lain : industri kosmetik, farmasi, makanan, tektil, sabun/detergen

B. Sifat Sifat Koloid1. Efek Tyndal

Merupakan efek penghamburan cahaya, sehingga nampak adanya berkas cahaya bila cahaya dilewatkan ke dalamnya Contoh : sorot lampu mobil, lampu proyektor bila ada yang merokok, berkas sinar matahari melalui celah dedaunan

2. Gerak Brown

Adalah gerak zig-zag dan terus menerus dari partikel koloid Ditemukan pertama kali oleh Robert Brown (ahli biologi dari Inggris) Terjadi akibat tumbukan antara partikel-partikel medium dengan partikel koloid.

3. Elektroforesis

Merupakan gerakan partikel koloid akibat pengaruh medan listrik, yang menunjukkan bahwa partikel koloid bermuatan listrik Partikel koloid bermuatan negatif akan bergerak ke arah anoda (elektrode positif) Sebaliknya, partikel koloid bermuatan positif akan bergerak ke arah katode (elektrode negatif)

4. Adsorbsi

Adalah kemampuan partikel koloid untuk menyerap ion / partikel lain pada permukaannya Adsorbsi ion menyebabkan partikel koloid bermuatan listrika. Sol Fe(OH)3, bermuatan positif akibat adsorbsi ion-ion positif (ion-ion Fe3+)b. Sol As2S3, bermuatan negatif akibat adsorbsi ion-ion negatif (ion-ion S-)

5. Koloid pelindung

Merupakan koloid yang dapat berfungsi sebagai pelindung bagi koloid lain Koloid liofil bersifat lebih stabil daripada koloid liofob, sehingga koloid liofil berfungsi sebagai koloid pelindung Contoh gelatin pada es krim untuk mencegah pembentukan kristal besar es atau gula

6. Dialisis

Merupakan cara pemisahan partikel-partikel koloid dari ion-ion atau molekul sederhana menggunakan selaput semipermeabel (contoh : kertas selofan, usus kambing) Mesin dialisis dapat digunakan untuk alat cuci darah

7. Koloid liofil dan liofob

Dibedakan berdasarkan afinitas (daya tarik-menarik) antara fasa terdispersi dan medium pendispersinya Pada koloid liofil, fasa terdispersi mempunyai kecenderungan untuk menarik medium pendispersinya Pada koloid liofil, fasa terdispersi mempunyai kecenderungan kecil untuk menarik (atau bahkan menolak) medium pendispersinya

8. Koagulasi Merupakan peristiwa peristiwa peng-gumpalan akibat bergabungnya partikel-partikel koloid membentuk partikel yang lebih besar Dapat terjadi jika muatan partikel koloid dilucuti atau penambahan suatu elektrolit. C. Pembuatan Koloid

Cara Dispersi dan Cara KondensasiMengubah partikel besar menjadi kecil Mengubah partikerl larutan menjadi partikel koloid Hidrolisis FeCl3(aq) + 3 H2O(l) Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl(aq) Redoks 2 H2S(g) + SO2(aq) 2 H2O(l) + 3 S (koloid) Agregasi Ionik 2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(aq) As2S3(koloid) + 6 H2O(l)

2. Peptisasi (penambahan ion sejenis), pembentukan sol Al(OH)3 2. Mencampurkan dua jenis larutan3. Proses Bredig: Pembuatan sol logam dengan loncatan bunga listrik

D. Pengelompokan Sistem Koloid

No Fase Terdispersi Medium Pendispersi Nama Contoh1 Cair Gas Aerosol Cair Kabut2 Padat Gas Aerrosol Padat asap, debu3 Gas Cair Buih Busa sabun4 Cair Cair Emulsi Susu,santan5 Padat Cair Sol=suspensi Cat, larutan kanji6 Gas Padat Busa padat Batu apung, karet busa7 Cair Padat Emulsi padat Keju, mentega, mutiara8 Padat Padat Sol padat Paduan logam, permata

E. Pemisahan Koloid

1) Elektroforensis: pemisahan koloid bermuatan oleh pengaruh medan listrik.Contoh: emisahan protein, penangkapan debu pada cerobongasap, penentuan muatan koloid.2) Penyaringan Ultra: memisahankan koloid melewati membran, berdasar perbadaan tekanan osmosis.3) Dialisis: memisahkan koloid melewati membran berdasar perbedaan laju transpor partikel.

F. Macam Macam Koloid1. Aerosol: Suatu sistem koloid jika padat atau cair terdispersi dalam gas.Contoh: debu, kabut dan awan2. Sol: Suatu sistem koloid jika partikel padat terdipersi dalam zat cair3. Emulsi: Suatu sistem koloid jika partikel cair terdispersi dalam zat cair4. Emulgator: Zat yang dapat menstabillkan emulsi Sabun adalah emulgator campuran air dan minyak. Kasein adalah emulgator lemak dalam air.5. Gel: Adalah koloid liofil setengah kaku.Gel terjadi jika medium pendispersi di absorbsi oleh partikel koloid sehingga terjadi koloidyang agak padat. Larutan sabun dalam air yang pekat dan panas dapat berupa cairan tapijika dingin membentuk gel kaku. Jika dipanaskan cair lagi.

Daftar Pustaka

Purba, Michael.2010.Kimia Untuk SMA Kelas XI . Jakarta: ERLANGGA

BAB IIKIMIA UNSURA.KELIMPAHAN UNSUR DI KERAK BUMI

B.KELIMPAHAN INSUR DALAM TUBUH MANUSIA

Beberapa unsur ditemukan di alam dalam keadaan bebas dan jumlahnya melimpah seperti oksigen dan nitrogen. Ada juga unsur yang ditemukan di alam dalam keadaan bebas, tetapi jumlahnya relatif kecil seperti emas dan perak (logam mulia) dan gas mulia. Sebagian besar, unsur-unsur ditemukan di alam dalam bentuk senyawanya, baik berupa batuan, garam, maupun terlarut dalam air laut.

Di alam semesta, unsur yang paling banyak adalah gas hidrogen, berikutnya gas helium, dan sisanya unsur-unsur lainnya. Di kerak (kulit) bumi, oksigen adalah unsur yang paling banyak. Di urutan berikutnya berturut-turut adalah silikon, aluminium, besi, kalsium, dan sisanya unsur-unsur lainnya. Di atmosfer, kelimpahan unsur di urutan pertama, kedua, ketiga, dan keempat berturut-turut adalah nitrogen, oksigen, argon, dan sisanya unsur-unsur lainnya. Sementara itu di dalam tubuh manusia, berturut-turut mulai dari unsur yang paling banyak adalah oksigen, karbon, hidogen, dan sisanya unsur-unsur lainnya.= Berdasarkan sifat kelogaman, dari 90 unsur yang terdapat di alam, sebanyak 64 unsur dikategorikan sebagai logam, 9 unsur termasuk metaloid, dan sisanya 17 unsur termasuk non logam. Berdasarkan kemiripan sifatnya (kemiripan sifat ditentukan dari kesamaan jumlah elektron valensinya), unsur-unsur yang ada digolongkan ke dalam dua macam golongan, yaitu golongan A (golongan IA sampai VIIIA) dan golongan B (golongan IB sampai VIIIB). Berada dalam satu golongan artinya sifatnya mirip karena memiliki jumlah elektron valensi yang sama. Golongan dalam tabel periodik berada dalam lajur vertikal. Sedangkan lajur-lajur horizontal menunjukan periode-periode unsur. Terdapat tujuh periode unsur, yaitu peride 1 sampai periode 7.

Berdasarkan golongan dan periodenya, unsur-unsur dipelajari tentang sumbernya, sifat-sifatnya, cara pengolahannya (cara mendapatkan unsur), dan kegunaannya.

C.GAS MULIA Gas mulia adalah sebutan untuk unsur-unsur golongan VIIIA. Unsur-unsur gas mulia adalah helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn). Gas mulia diperoleh dari udara bebas, kecuali radon diperoleh dari rongga batuan uranium. Helium selain diperoleh dari udara bebas juga dapat diperoleh dari pemisahan gas alam.

Gas mulia merupakan golongan unsur yang paling stabil. Hal ini ditunjukan oleh keberadaannya di alam adalah dalam bentuk unsur bebasnya. Kestabilannya disebabkan oleh energi ionisasinya yang sangat tinggi dan elektron valensinya yang duplet untuk helium dan oktet untuk unsur gas mulia lainnya. Dalam tabel periodik, gas mulia berada di kolom paling kanan. Ini artinya energi ionisasi gas mulia paling tinggi dibandingkan energi ionisasi golongan unsur lainnya. Sementara itu, di alam unsur-unsur se