Kolelitiasis Pwer Point

download Kolelitiasis Pwer Point

of 22

  • date post

    02-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    0

Embed Size (px)

description

radang kolelitiasis

Transcript of Kolelitiasis Pwer Point

  • FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANGSMF. BEDAH RSUD GAMBIRAN KEDIRI2011

  • Penyakit batu empedu yang dapat ditemukan di dalam kandung empedu atau di dalam duktus koledokus, atau pada keduanya.

  • Di kenal 3 jenis batu :Batu KolesterolBatu BilirubinBatu CampuranBatu duktus koledokus berasal dari kandung empedu, tetapi ada yang juga terbentuk primer di dalam saluran intrahepatik.

  • Insidens Kolelitiasis di Amerika Serikat diperkirakan 20 juta orang, 5 juta pria dan 15 juta wanita.Di Indonesia banyak ditemukan pada usia di bawah 30 tahun, meskipun rata-rata 40-50th dan meningakat pd usia di atas 60 th. Jmlh penderita perempuan lbh banyak drpd laki-laki.Mskipun batu empedu banyak dlm kandung empedu tetapi sepertiga batu merupakan batu duktus koledokus dengan jenis batu pigmen yang mempunyai angka lebih tinggi.

  • Kandung Empedu (Vesica Fellea) berbentuk buah pir yg trltak pd permukaan visceral hepar, pnjangnya 4 6 cm dengan kapasitas 30 60 cc.Vesica Fellea dibagi menjadi fundus, corpus, dan collum

  • Corpus bersentuhan dgn permukaan viseral hati, dan arahnya ke atas, belakang dan kiriCollum dilanjutkan sebagai duktus cysticus yg berjalan dlm omentum minus untk bersatu dgn sisi kanan ductus hepaticus comunis membentuk duktus koledokusDuktus koledokus berjalan di belakang duodenum menembus jaringan pankreas dan dinding duodenum membentuk papila Vater yg terletak di medial dinding duodenum yg dikelilingi sfingter oddi yg mengatur aliran empedu ke duodenum

  • Vesica Fellea mempunyai kemampuan memekatkan empeduEmpedu dibentuk oleh sel-sel hati ditampung di dlm kanalikuli disalurkan ke ductus biliaris terminal ductus hepaticus kanan dan kiri ductus biliaris komunisPengosongan Kandung Empedu :Makanan berlemak dlm duodenumLemak merangsang pengeluaran CCK dari mukosa duodenumKandung Empedu berkontraksiOtot polos yg terletak pd ujung distal duktus coledokus dan ampula relaksasiEmpedu masuk dalam duodenum

  • KomponenDari HatiDari Kandung EmpeduAir97,5gm %95gm %Garam Empedu1,1gm %6gm %Bilirubin0,04gm %0,3gm %Kolesterol0,1gm %0,3 0,9gm %Asam Lemak0,12gm %0,3 1,2gm %Lecithin0,04gm %0,3gm %Elektrolit--

  • Jenis KelaminWanita mempunyai resiko 3 x lipat dibandingkan priaUsiaUsia > 60 th lbh cenderung terkena kolelitiasisBerat BadanOrang dengan Body Mass Index (BMI) tinggi >> resikoMakananIntake rendah kloridaRiwayat KeluargaRiwayat keluarga (+) >> Riwayat keluarga ( - )Aktifitas FisikAktifitas Fisik kurang >>Nutrisi Intravena jangka panjangKandung empedu tidak terstimulasi untuk berkontraksiFaktor Resiko

  • Batu KolesterolMelalui 4 tahap :Penjenuhan Empedu oleh kolesterolPembentukan NidusKristalisasiPertumbuhan batuPembentukan BatuBatu BilirubinKadar kolesterol < 25%.Terbentuk pd gangguan keseimbangan metabolik anemia hemolitik dan sirosis hati tnp infeksi.Konsentrasi bilirubin yg tdk terkonjugasi meningkat

  • HepatolitiasisBatu empedu yg terdapat di awal percabangan duktus hepatikus kanan dan kiri.Umumnya batu pigmen yg berwarna cokelat, lunak, bentuk seperti lumpur dan rapuh Batu kandung empedu duktus cystikus duktus koledokusDlm perjalanan melalui duktus sistikus batu dpt menimbulkan sumbatan aliran empedu parsial atau komplit gx kolik empedu.Pasase batu empedu berulang melalui duktus sistikus yg sempit iritasi dan perlukaan peradangan dinding duktus sistikus dan striktur jika batu tertahan Batu duktus sistikus.

  • Manifestasi KlinisAsimptomatik 50%Kolik bilierNyeri kuadran kanan atas, berlangsung > 30mnt, penyebaran nyeri dpt ke punggung bagian tengah, skapula atau ke puncak bahu.Mual, muntahKolesistitis Nyeri hipokondria kanan disertai demamIkterus Kolestatsik ikterus disertai tinja pucat dan urin gelap.

  • Pemeriksaan Fisik :Nyeri tekan dengan punctum maksimum di daerah letak anatomi kandung empedu.Tanda Murphy (+)Kadang teraba hati agak membesar dan skela ikterik.

  • Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan LaboratoriumAsimptomatik tdk ad kelainan laboratoriumApabila trjdi peradangan akut LeukositosisKadar bilirubin yg tinggi batu ductus koledokusKadar fosfatase alkali serum dan amilase serum meningkat

  • Pemeriksaan RadiologiFOTO POLOS ABDOMEN :Tidak memberikan gmbran yg khas 10 -15% radiopak

    USGDinding kandung empedu yg menebal karena fibrosis atau oedemBatu pd duktus koledukus distal sulit dideteksi karena terhalang udara dlm usus

    ERCP atau PTCBerguna utk batu di duktus koledokusIndikasi :Batu kandung empedu dgn gang.fungsi hati yg tdk terdeteksi dgn USG dan kolesistografi oral

  • Foto Rontgen KolelitiasisUSG pd KolelitiasisKolesistografi Oral

  • Tanpa Pembedahan :Obat Golongan Statin menghambat sintesis kolesterolLisis Batu PEMBEDAHAN Indikasi :SimptomatikAsimptomatik dgn DMKandung empedu tidak trlhat pd kolesistografi oralKandung empedu dengan batu besar

  • Penanganan Kandung Empedu Kolesistektomi Laparoskopi pembedahan invasif minimal dlm rongga abdomenKolesistektomi terbuka bila kolesistektomi laparoskopi gagal dan tdk memungkinkanERCP dgn sfingterotomi endoskopik mengeluarkan batu tanpa operasi.Penanganan batu saluran empeduBatu saluran empedu sulitPemasangan stent bilier

  • Kolesistitis akut yg dpt menimbulkan perforasi dan peritonitis, kolesistitis kronik, ikterus obstruktif kolangitis, kolangiolitis piogenik, fistel bilioenterik, ileus batu empedu, pankreatitis dan perubahan keganasan.

  • Davey, Patrick, 2003.At a Glance Medicine, Dalam : Penyakit Bilier. Penerbit Erlangga, Jakarta. Hal 216-217.Husadha, Yast, 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Fisiologi dan Pemeriksaan Biokimiawi. Balai Penerbit FKUI, Jakarta. Ed.3Knapp, B Albert, 2003. Gastroenterologi, Dalam : Penyakit Vesica Biliaris dan Saluran Empedu. PT Widya Medika, Jakarta. Hal 37 42.Lesmana, A Laurentius, 2006. Penyakit Batu Empedu, Dalam : Ilmu Penyakit Dalam. Ed.4, Pusat Penerbitan Departemen Ilmu penyakit FKUI, Jakarta. Hal 479 482.

  • Mansjoer, A, 2003. Kapita Selecta Kedokteran. Jilid 1, Ed.3, Penerbit Media Aaesculapius, Jakarta. Schwartz S, 2000. Prinsip Prinsip Ilmu Bedah ( Principle Of Surgery ). Ed.6. EGC. Jakarta.Sjamsuhidajat, R, 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, Dalam : Kolelitiasis. EGC, Jakarta. Hal 570 576Yarris, Lalena, 2007. Teks Atlas Kedokteran Kedaruratan, Dalam: Kolelitiasis. EGC, Jakarta. Hal 298-299.