KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

of 47

  • date post

    12-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    436
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

  • 5/11/2018 KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

    1/47

    KESEH.ATANREPU6UK INDONESiA

    KEPUTUSANMENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 316/Menkes/SK/V/2009

    TENTANGPEDOMAN PELAKSANAAN

    PROGRAMJAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2009

    MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

    Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatankhususnya masyarakat miskin, telah diselenggarakanProgram J aminan Kesehatan Masyarakat(Jamkesmas);

    b. bahwa dalam rangka melanjutkan program danuntuk meningkatkan mutu penyelenggaraan,dipandang perlu melakukan penyempurnaanterhadap Pedoman Pelaksanaan J aminan KesehatanMasyarakat yang telah ditetapkan dengan KeputusanMenteri Kesehatan Nomor 125jMENKESjSKjIIj2008;

    c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a dan huruf b perlumenetapkan kembali Keputusan Menteri Kesehatanten tang Pedoman Pelaksanaan J aminan KesehatanMasyarakat Tahun 2009;

    Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentangKesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495);

    2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);

    3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor4355);

    4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentangPemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung JawabKeuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);

    5. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentangPraktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Nomor4431);

  • 5/11/2018 KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

    2/47

    KESEH.ATANREPU6UK INDONESiA

    6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor4437) sebagaimana telah diubah beberapa kaliterakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, TambahanLembaran Negara Nomor 4844);

    7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentangPerimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat danPemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor3637);

    8. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentangSistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 150Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4456);

    9. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentangAnggaran Pendapatan Dan Belanja Negara TahunAnggaran 2009 (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2008 Nomor 171, Tambahan Lembaran NegaraNomor Republik Indonesia 4920);

    10. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentangTenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637);

    11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerin tahan Antara Pemerin tah,Pemerintahan Daerah Provinsi, dan PemerintahanDaerah Kabupaterr/Kota (Lembaran Negara Tahun2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor4737);

    12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentangOrganisasi Perangkat Daerah (Lembaran NegaraTahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran NegaraNomor 4741);

    13. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentangKedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi danTata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesiasebagaimana telah beberapa kali diubah terakhirdengan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2006tentang Perubahan Kedua Peraturan Presiden Nomor9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,Susunan Organisasi dan Tata Kerja KementerianNegara Republik Indonesia;

  • 5/11/2018 KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

    3/47

    MenetapkanKesatu

    Kedua

    Ketiga

    Keempat

    Kelima

    KESEH.ATANREPU6UK INDONESiA

    14. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor1575jMenkesjPerjXIj2005 tentang Organisasi danTata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telahdiubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor1295jMenkesjPerjXIIj2007 tentang PerubahanPertama atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor1575jMenkesjPerjXIj2005 tentang Organisasi danTata Kerja Departemen Kesehatan;

    MEMUTUSKAN:

    : KEPUTUSAN MENTERI KESEHATANPEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAMKESEHATAN MASYARAKAT TAHUN 2009

    TENTANGJAMINAN

    : Pedoman Pelaksanaan sebagaimana dimaksud DiktumKesatu sebagaimana terlampir dalam Lampiran Keputusanini.: Pedoman sebagaimana dimaksud Diktum Kedua agardigunakan sebagai acuan bagi Pemerintah Pusat,Pemerintah Provinsi, Pemerintah KabupatenjKota, RumahSakit dan Puskesmas serta pihak lain yang terkait dalampenyelenggaraan dan pengelolaan Program JaminanKesehatan Masyarakat.: Dengan ditetapkannya Keputusan ini Keputusan MenteriKesehatan Nomor 125jMenkesjSKjIIj2008 dicabut dandinyatakan tidak berlaku lagi.: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2009.

    Ditetapkan di Jakartapada tanggal 1Mei 2009MENTERIKESEHATAN,

    ttdDr. dr. SITI FADILAH SUPARI, Sp. JP (K)

  • 5/11/2018 KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

    4/47

    KESEH.ATANREPU6UK INDONESiA

    LampiranKeputusan Menteri KesehatanNomor : 316/Menkes/SK/V/2009Tanggal : 1 Mei 2009

    PEDOMANPELAKSANAANPROGRAMJAMINAN KESEHATAN MASYARAKATTAHUN 2009

    BAB IPENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANGUndang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23Tahun 1992 tentang Kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhakmendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluargadan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadapkesehatannya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhihak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat sangatmiskin, miskin dan tidak mampu.Kenyataan yang terjadi, derajat kesehatan masyarakat sangat miskin,miskin dan tidak mampu masih rendah, hal ini tergambarkan dari angkakematian bayi kelompok masyarakat sangat miskin, miskin dan tidakmampu tiga setengah sampai dengan empat kali lebih tinggi darikelompok masyarakat tidak miskin. Masyarakat sangat miskin, miskindan tidak mampu biasanya rentan terhadap penyakit dan mudah terjadipenularan penyakit karena berbagai kondisi seperti kurangnya kebersihanlingkungan dan perumahan yang saling berhimpitan, perilaku hidupbersih masyarakat yang belum membudaya, pengetahuan terhadapkesehatan dan pendidikan yang umumnya masih rendah. Derajatkesehatan masyarakat sangat miskin, miskin dan tidak mampuberdasarkan indikator Angka Kematian Bayi (AKB)dan Angka KematianIbu (AKI)di Indonesia, masih cukup tinggi, yaitu AKB sebesar 26,9 per1000 kelahiran hidup dan AKI sebesar 248 per 100.000 kelahiran hidupserta Umur Harapan Hidup 70,5 tahun (BPS 2007).Derajat kesehatan masyarakat sangat miskin, miskin dan tidak mampuyang masih rendah tersebut diakibatkan karen a sulitnya akses terhadappelayanan kesehatan. Kesulitan akses pelayanan ini dipengaruhi olehberbagai faktor seperti tidak adanya kemampuan secara ekonomidikarenakan biaya kesehatan memang mahal. Peningkatan biayakesehatan yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti peru bahan polapenyakit, perkembangan teknologi kesehatan dan kedokteran, polapembiayaan kesehatan berbasis pembayaran out of pocket dan kondisigeografis yang sulit untuk menjangkau saran a kesehatan. Derajatkesehatan yang rendah berpengaruh terhadap rendahnya produktivitas

    1

  • 5/11/2018 KMK No. 316 Ttg Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas

    5/47

    KESEH.ATANREPU6UK INDONESiA

    kerja yang pada akhirnya menjadi beban masyarakat dan pemerintah.Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatansebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, sejakawal Agenda 100 hari Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu telahberupaya untuk mengatasi hambatan dan kendala tersebut melaluipelaksanaan kebijakan Program Jaminan Pemeliharaan KesehatanMasyarakat Miskin. Program ini diselenggarakan oleh DepartemenKesehatan melalui penugasan kepada PTAskes (Persero) berdasarkan SKNomor 1241jMenkes jSKjXIj2004, tentang penugasan PTAskes (Persero)dalam pengelolaan program pemeliharaan kesehatan bagi masyarakatsangat miskin, miskin dan tidak mampu. Pada tahun 2008, program iniberganti nama menjadi Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).Program ini telah berjalan memasuki tahun ke-5 (lima) dan telah banyakhasil yang dicapai terbukti dengan terjadinya kenaikan yang luar biasadari pemanfaatan program ini dari tah un ke tah un oleh masyarakatsangat miskin, miskin dan tidak mampu dan pemerintah telahmeningkatkan jumlah masyarakat yang dijamin maupun pendanaannya.Pelaksanaan Jamkesmas 2009 merupakan kelanjutan pelaksanaanJamkesmas 2008 dengan penyempurnaan dan peningkatan yangmencakup aspek kepesertaan, pelayanan kesehatan, pendanaan,organisasi dan manajemen. Untuk aspek kepesertaan, Jamkesmas tetapmencakup 76,4 juta jiwa dengan dilakukan updating peserta Jamkesmasdi KabupatenjKota, optimalisasi data masyarakat miskin, termasukgelandangan, pengemis, anak terlantar dan masyarakat miskin tanpaidentitas. Peningkatan peran pemerintah daerah dalam berkontribusiterhadap masyarakat miskin di luar kuota. Dalam program ini, PT Askes(Persero) tetap melaksanakan tugas dalam manajemen kepesertaanJamkesmas. Sebagai kelanjutan Jamkesmas 2008, dilakukanpeningkatan pelayanan kesehatan dan penerapan sistem IndonesianDiagnosis Related Group (INA-DRG) dalam upaya kendali biaya dankendali mutu pada seluruh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK)lanjutansejak 1 Januari 2009. Mekanisme penyaluran dana untuk puskesmasmelalui kantor pos dan rumah sakit dari kas negara melalui Bank RakyatIndonesia (BRI). Pengelolaan dana dari pemerintah daerah didorongmelalui mekanisme jaminan kesehatan. Pertanggungjawaban danaberdasarkan paket tarif INA-DRGmenjadi sah setelah dilakukan verifikasioleh verifikator independen. Dalam org