Klasifikasi Status Gizi

Click here to load reader

download Klasifikasi Status Gizi

of 73

  • date post

    24-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    356
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Klasifikasi Status Gizi

BAB IIMAKANAN SEBAGAI STATUS GIZI

ASI Keunggulan : kandungan gizi yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan bayi. ASI eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan. Pemberian ASI dianjurkan sampai anak berumur 2 tahun, ketika anak sudah bisa makan dengan baik.

Susu Formula Kita harus memberikan susu formula/susu botol atas indikasi yang tepat karena pemberian susu botol dapat membawa dampak yang sangat merugikan yaitu meningkatnya morbiditas dan mortalitas bayi. Trias Jelliffe yaitu diare akibat infeksi, moniliasis pada mulut, dan marsmus.

Komposisi susu formula menggunakan acuan ASI sebagai gold standard. Perlu diperhatikan bahwa pada anak yang berumur di atas satu tahun, yang sudah mendapat makan menu keluarga dan pertumbuhannya baik, maka pada anak tersebut pemberian susu formula hanya sebagai pelengkap saja. Demikian pula dengan jenis susu yang diberikan tidak menjadi masalah.

MP-ASI Pemberian makan pada bayi/anak mempunyai suatu tujuan, yaitu : memenuhi kebutuhan zat makanan yang adekuat untuk keperluan hidup, memelihara kesehatan, dan untuk aktivitas sehari-hari. Menunjang tercapainya tumbuh kembang yang optimal. Mendidik anak supaya terbina selera dan kebiasaan makan yang sehat, memilih dan menyukai makanan sesuai dengan keperluan anak.

Saat mulai diberikan MP-ASI tersebut harus disesuaikan dengan maturitas saluran pencernaan bayi dan kebutuhannya. Sebaiknya MP-ASI mulai diberikan pada umur 4-6 bulan. Pada umur 4-6 bulan pertama sebaiknnya bayi hanya mendapat ASI (Exclusive Breast Feeding=ASI eksklusif).

Alasan pemberian MP-ASI dimulai pada umur 4-6 bulan, adalah : Kebutuhan energi bayi untuk pertumbuhan adan aktifitas makin bertambah, sedangkan produksi ASI relatif tetap. Pada umur 4 bulan, bayi sudah mengeluarkan air liur lebih banyak dan produksi enzim amylase lebih banyak pula sehingga bayi siap menerima makanan lain selain ASI. Bayi sudah dapat menutup mulutnya denan rapat dan menggerakkan lidah ke muka belakang. Apabila makanan disuapkan ke dalam mulutnya, maka lidah bayi dapat memindahkan makanan tersebut ke arah belakang dan menelannya.

Kalau bayi mendapat makan yang adekuat, maka terdapat kenaikan berat badan rata-rata berkisar antara : 700-1000 g/bulan pada triwulan I 500-600 g/bulan pada triwulan II 350-450 g/bulan pada triwulan III 250-350 g/bulan pada triwulan IV

Berada di jalur warna hijau/sedikit di atasnya dan arah grafik mengikuti kelengkungan garis pada KMS. Dalam 24 jam bayi kencing minimal 6 kali dan buang air besarnya lancer.

Warna kulit tidak pucat dan nampak halus. Terdapat timbunan lemak yang cukup pada anggota gerak dan di tubuh. Perut agak menonjol, tidak cekung dan pada perabaannya terasa lembut. Tidurnya baik, tidak gelisah/sering terbangun. Bayi tidak cengeng.

Gizi pada Masa Bayi Jenis makanan yang diberikan bergantung pada umur anak. Pada umur 4-6 bulan, anak dapat diberikan buah-buahan lunak atau air buah. Untuk menambah kalori pada umur ini dapat ditambahkan makanan lumat seperti biscuit atau bubur susu. Makanan lumat adalah menu yang terdiri dari 2 jenis bahan makanan, yaitu makanan pokok sumber kalori ditambah protein hewan atau nabati.

Makanan lumat adalah menu yang terdiri dari 2 jenis bahan makanan, yaitu makanan pokok sumber kalori ditambah protein hewan atau nabati. Pada umur 6-12 bulan anak dapat diberikan makanan lembek/nasi tim. Makanan lembek adalah makanan bayi yang terdiri dari 4 campuran komponen dasar yaitu makanan pokok (padi-padian/umbi-umbian/akar-akaran), makanan sumber protein (protein hewani seperti susu, telur, ikan, daging, hati dan keju dan protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, tempe), makanan sumber vitamin dan mineral seperti kacang-kacangan, dan makanan sumber energi seperti lemak, minyak, mentega, santan dan gula.

ASI tetap sebagai komponen pokok, karena ASI masih merupakan sumber energi dan nutrient lainnya selama masa transisi tersebut. ASI sebaiknya diteruskan sampai usia 2 tahun.

Masalah yang sering terjadi pada satu tahun pertama adalah : Asupan makan kurang. Asupan makanan lebih. Regurgitasi dan muntah. Diare atau tinja encer. Konstipasi Kolik Defisiensi makro dan mikro nutrient

Gizi pada Masa Anak Pertumbuhan anak umur antara setahun sampai pra remaja berbeda dengan masa bayi dan remaja Kecepatan pertumbuhan anak melambat setelah tahun pertama kehidupan Pada umur setahun berat badan anak menjadi 3x berat badan lahir, tetapi pada umur 2tahun berat badan anak menjadi 3x berat badan lahir

2.3 Gizi pada Masa Anak Panjang badan anak bertambah 50% pada umur setahun, namun panjang badan 2kali panjang badan lahir baru tercapai pada umur 4tahun Pertambahan berat badan sekitar 2-3 kg/tahun sampai umur 9-10 tahun, kemudian akan meningkat pada masa remaja. Maka umur 2 tahun sampai pra remaja tinggi badan bertambah 6-8 cm/tahun

Makanan dan proses makan tidak sekedar pemenuhan kebutuhan nutrien untuk pertumbuhan dan mempertahankan hidup, tetapi dipengaruhi juga oleh perkembangan kognitif anak dalam ketrampilan makan, kebiasaan makan, dan pengetahuan tentang gizi.

Teori perkembangan kognitif menurut Piaget :

Sensori motor (lahir -2 tahun) Pra-operasional (2 7 tahun) Berpikir operasional konkrit (7 11 tahun) Formal Operasional ( 11 tahun atau lebih).

Faktor faktor yang mempengaruhi asupan makanan : Keluarga Media Teman sebaya Penyakit

Masalah makanan yang sering terjadi pada masa anak Obesitas Gagal tumbuh / kurang gizi Defisiensi besi Defisiensi vitamin A Karies gigi Alergi makanan Gizi pada masa pasekolah

Gizi pada Masa Anak Sekolah aktifitas lebih banyak perlu energi lebih banyak Pertumbuhan anak lambat tetapi pasti, sesuai dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi anak gigi susu diganti dengan gig tetap harus lebih baik lagi dalam merawat giginya Makanan kecil sangat disenangi pada umur ini Untuk mengimbanginya, maka tugas orangtua adalah menyediakan makanan ringan yang bergizi dirumah dan disekolah diberikan pendidikan gizioleh guru.

Gizi pada Masa Remaja Pada masa remaja ini tumbuh kembang berlangsung pesat baik fisik maupun psikologis Sejalan dengan pertumbuhan fisik yang pesat pada remaja, juga terjadi perkembangan emosional dan intelektual yang pesat. Terjadi peningkatan kemampuan berpikir abstrak dan imajinasi. Kegalauan emosi pada masa ini juga dapat berpengaruh terhadap kebiasaan makan anak.

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam masalah gizi remaja: Energi Protein Mineral Vitamin

Masalah gizi yang sering timbul pada masa remaja : Makan tidak teratur Kehamilan Anoreksia nervosa Bulemia nervosa Obesitas Gangguan tingkah laku Jerawat

BAB IV KLASIFIKASI STATUS GIZI

ANTROPOMETRI:Berbagai ukuran fisik dari mahluk hidup PERTUMBUHAN: Bertambahnya ukuran berbagai jaringan tubuh Suatu proses maturasi yang ditandai dengan perubahan, kompensasi dan adaptasi Pola dibentuk secara genetik, dan dipengaruhi oleh hormonal, gizi, dan berbagai faktor lingkungan STATUS GIZI: Suatu kondisi yang dihasilkan dari keseimbangan antara asupan nutrien dan pemakaian nutrien KOMPOSISI TUBUH Uraian mengenai komponen2 tubuh

ADA 2 TIPE PENILAIAN: PENILAIAN SESAAT MONITOR PERTUMBUHAN

KOMPOSISI TUBUH

PERTUMBUHAN

BERAT BADAN Ditentukan oleh pertumbuhan 3 jaringan: Otot, jaringan lemak, tulang TINGGI BADAN Ditentukan oleh pertumbuhan tulang Malnutrisi akut, protein dari otot dan lemak dari jaringan lemak akan digunakan. Berat menurun, tinggi tidak terpengaruh BB/TB dapat memprediksi cadangan energi tubuh

Malnutrisi kronis metabolisme tulang terganggu dan menyebabkan gangguan pertumbuhan linierBB/U defisit menunjukkan underweight TB/U defisit menunjukkan stunted BB/TB defisit menunjukkan wasted

STANDAR REFERENSI

Pengukuran belum dapat memberikan informasi Perlu diketahui apakah nilainya terlalu rendah atau tinggi Salah satu cara dengan membandingkan pada STANDAR REFERENSI Ada referensi untuk BB/U; TB/U; BB/TB untuk kelompok umur dan jenis kelamin

Di tahun 1981 WHO merekomendasikan referensi WHO NCHS untuk digunakan bagi anak di seluruh dunia

Referensi WHO NCHS mempunyai data untuk anak sampai 18 tahun, namun paling akurat bila pemakaian dibatasi hanya digunakan untuk anak sampai usia 10 tahun.

Di tahun 2000, Amerika merevisi data NCHS yang dikenal sebagai referensi CDC 2000. Data ini lebih representatif untuk anak amerika dan dianjurkan untuk digunakan di amerika.

April 2006 WHO mengeluarkan referensi baru, WHO CHILD GROWTH STANDARD untuk anak sampai usia 5 tahun

0 5 TAHUN : WHO CHILD GROWTH STANDAR

Ada 3 cara membandingkan dengan standar referensi: Percentiles Percentage of the median Standard deviation units (Z-score)

KLASIFIKASI:Z SCORE: Malnutrisi sedang: -2 SD sampai -3 SD Malnutrisi Berat: < - 3 SD

PERSENTIL: Malnutrisi: < 3 persentil

PERSEN DARI MEDIAN:

MALNUTRISISEDANG 70% 79% BERAT < 70%

RINGAN BB/TB: 90% - 80%

TB/U:BB/U

95% - 90%90 75%

85% - 89%74% - 60%

< 85%< 60%

Classification of Moderate and Severe MalnutritionModerate Malnutrition Severe Malnutrition

Symmetric edema?

No

Yes

Edematous malnutrition or kwashiorkor

Weight for height SD score % Median Length for age SD score % Median

2 to 3 70 79 2 to 3 85 89

< 3 Severe wasting < 70 or marasmus < 3 Severe stunting < 85

Adapted from World Health Organization, 1999

PERCENT IDEAL BODY WEIGHT

IBW for a child is determined from CDC growth charts by using the following steps: (1) plotting the childs height for age; (2) extending a line horizontally to the 50th percentile height-for-age line; (3) extending a vertical line from the 50th percentile height for age to t