KKW revisi 4.1.doc

download KKW revisi 4.1.doc

of 41

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    250
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of KKW revisi 4.1.doc

KATA PENGANTARPenulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, karena Kertas Kerja Wajib yang berjudul Spesifikasi dan Interpretasi Sifat-Sifat Produk Pertadex di PT PERTAMINA (Persero) Refinery Unit VI Balongan telah dapat diselesaikan dengan baik.Kertas Kerja Wajib ini diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan program Diploma I pada Program Studi Laboratorium Pengolahan di STEM Akamigas Cepu.Kertas Kerja Wajib ini dapat diselesaikan juga berkat dorongan, saran, serta bantuan pemikiran dari berbagai pihak. Oleh karena itu perkenankanlah dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada :1. Bapak Ir. Toegas S. Soegiarto, M.T., Selaku Direktur STEM Akamigas.

2. Bapak Agus Soerachman, selaku Section Head Laboratory-Production II PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan.

3. Ibu Ir. Sri Lestari, M.T., selaku Ketua Program Studi Laboratorium Pengolahan.

4. Bapak Ir. Amien Siswoyo, M.Si., selaku Pembimbing Kertas Kerja Wajib.

5. Bapak Heru Santoso selaku Pembimbing Praktek Kerja Lapangan.

6. Semua pihak yang telah membantu hingga penulisan ini dapat terselesaikan.Cepu, Mei 2014Penulis,

RohendiNIM. 341307 / AINTISARI

Pertadex merupakan salah satu produk yang dihasilkan Refinery Unit (RU) VI Balongan, Pertadex berguna sebagai bahan bakar mesin diesel, yang mempunyai mutu pembakaran yang bagus dan ramah lingkungan, karena mempunyai angka setana yang tinggi dan kandungan sulfur yang kecil. Pertadex dihasilkan dari proses Crude Distilation Unit (CDU), yang kemudian diproses kembali pada Gasoil Hydrogen Treating Unit (GO HTU). Pertadex merupakan produk dari GO HTU yang bisa langsung ditampung di tangki timbun 42 T 106, dan dapat dipasarkan. Program pembatasan subsidi minyak solar yang di lakukan pemerintah, serta kebutuhan bahan bakar mesin diesel yang mempunyai mutu pembakaran bagus dan ramah lingkungan, menyebabkan permintaan akan Pertadex meningkat tajam. Untuk menjamin kualitas/mutu produk Pertadex perlu di lakukan pengujian laboratorium terhadap sifat-sifat yang berkaitan dengan kualitas/mutu. Sifat-sifat tersebut adalah sifat pengaliran, sifat pengkaratan, sifat kebersihan, sifat penguapan, dan sifat mutu pembakaran. Pengujian yang di lakukan di laboratorium menggunakan metode uji standar American Society for Testing and Materials (ASTM) yang sesuai dengan spesifikasi Solar 51 yang telah di tetapkan pemerintah melalui keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Migas No. 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 2006 dan Surat Dirjen Migas No. 312/DJM.T/2008 tanggal 31 Maret 2008, diantaranya adalah Berat Jenis, Titik Nyala, Titik Tuang, Kandungan Sulfur, Viskositas Kinematik, Kandungan Air, Angka Setana, Indeks Setana, Distilasi, Residu Karbon, Korosi Bilah Tembaga, Kandungan Abu, Kandungan Sedimen, Angka Asam Kuat, Angka Asam Total, Partikulat, Warna, dan Lubrisitas.Berdasarkan hasil uji Pertadex dari tangki timbun 42 T 106, yang diuji dengan metode uji American Society for Testing and Materials (ASTM), dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian sudah memenuhi spesifikasi Solar 51. DAFTAR ISI

HalamaniKATA PENGANTAR

iiINTISARI

iiiDAFTAR ISI

vDAFTAR TABELI

vDAFTAR GAMBAR

viDAFTAR LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN11.1. Latar Belakang.

11.2. Tujuan.

11.3. Batasan Masalah.

21.4. Sistematika Penulisan

II. ORIENTASI UMUM32.1. Sejarah Singkat PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan.

52.2. Tugas dan Fungsi Laboratorium

62.3. Struktur Organisasi Laboratorium

72.4. Sarana dan Fasilitas

92.5. Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan.

III. TINJAUAN PUSTAKA123.1. Pengertian Pertadex.

123.2. Proses Pembuatan Pertadex.

123.3. Sifat-sifat Pertadex.

183.4. Metode Pengujian Produk Pertadex.

253.5. Spesifikasi.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN284.1. Pengambilan Contoh.

284.2. Hasil Pengujian.

304.3. Interpretasi.

V. PENUTUP345.1. Simpulan.

345.2. Saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL HalamanTabel 2.1 Produk yang Dihasilkan Kilang RU-VI Balongan

5Tabel 3.1 Spesifikasi Pertadex yang Mengacu Solar 51

27Tabel 4.1 Hasil Uji Produk Pertadex dengan Spesifikasi

29DAFTAR GAMBAR

HalamanGambar 2.1 Struktur Organisasi Laboratorium RU-VI Balongan

7Gambar 3.1 Pembacaan Skala pada Hidrometer

19DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Contoh Certificate of Quality Produk Pertadex.

Lampiran 2. Skema Flow Diagram Crude Distillation Unit.Lampiran 3. Skema Flow Diagram Hydrogen Treating UnitI. PENDAHULUAN61.1. Latar Belakang.Pertadex merupakan salah satu produk yang dihasilkan dalam pengolahan minyak bumi di PT. PERTAMINA (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan. Pertadex didapatkan dari proses Atmospheric Distillation pada Crude Distilling Unit (CDU), gasoil yang didapat kemudian diproses hydrotreating pada Gasoil Hydrotreating Unit (GO HTU) untuk dihilangkan impuritiesnya.Pertadex merupakan produk unggulan PT. PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mesin diesel yang berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.

61.2. Tujuan.Tujuan penulisan Kertas Kerja Wajib ini untuk mengetahui Hasil Pengujian Pertadex yang dibandingkan dengan Spesifikasi, dan Aplikasi serta Interpretasi sifat-sifat khusus produk Pertadex di kilang PT. PERTAMINA (Persero) RU-VI Balongan.

61.3. Batasan Masalah.Dalam penulisan Kertas Kerja Wajib ini, pembahasan masalah yang akan disampaikan adalah mengenai produk Pertadex di PT. PERTAMINA RU-VI Balongan mulai dari pengambilan contoh hingga pengujian berdasarkan metode ASTM (American Society for Testing and Materials). 61.4. Sistematika PenulisanSistematika penulisan Kertas Kerja Wajib ini dibagi menjadi lima bab dengan perincian sebagai berikut :

Bab I

Pendahuluan, berisikan Latar Belakang, Tujuan, Batasan Masalah dan Sistematika Penulisan.

Bab II

Orientasi umum, yang berisikan Sejarah Singkat PT PERTAMINA (Persero) Refinery Unit VI Balongan, Tugas dan Fungsi Laboratorium, Struktur Organisasi Laboratorium, Sarana dan Fasilitas Laboratorium, Keselamatan Kerja dan Lindungan Lingkungan.

Bab III

Tinjauan Pustaka yang meliputi pengertian Pertadex, Proses Pembuatan Pertadex, Sifat-sifat Pertadex, Metode Pengujian Pertadex, serta Spesifikasi.Bab IV

Pembahasan yang meliputi, Pengambilan Contoh, Hasil Pengujian, dan Interpretasi.Bab V

Penutup yang berisikan Simpulan dan Saran.

II. ORIENTASI UMUM62.1. Sejarah Singkat PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan.Terkait dengan upaya pemerintah dalam mengamankan kebijakan nasional di bidang minyak dan gas bumi, keberadaan kilang PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan mempunyai makna yang besar. Di satu pihak dapat meningkatkan kapasitas pengolahan di dalam negeri yang masih sangat dibutuhkan, di lain pihak dapat pula mengatasi kendala sulitnya mengekspor beberapa jenis minyak dengan mengolahnya di kilang minyak dalam negeri.

Hasil studi kelayakan yang dilakukan, pembangunan kilang PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan memiliki sasaran antara lain :

Memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, terutama Jakarta dan sekitarnya.

Meningkatkan nilai tambah dengan memanfaatkan peluang ekspor.

Memecahkan kesulitan pemasaran minyak mentah jenis Duri.

Pengembangan daerah Indramayu dan sekitarnya.

Pembangunan Kilang Minyak PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan mulai dilaksanakan pada bulan September 1990 sampai Nopember 1994 dengan nama proyek EXOR (Export Orientation) I. Sebagai kontraktor pelaksana proyek adalah Japan Gas Corporation (JGC) dan Foster Wheeler, dengan pinjaman dana dari luar negeri yang dikoordinasi oleh konsorsium Java Petroleum Investment Co. Ltd. Dana pinjaman ini dikembalikan dengan cara menjual sebagian dari produk kilang.

Pemilihan daerah Balongan yang merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Indramayu Jawa Barat sebagai lokasi kilang, didasarkan pada :

Relatif dekat dengan konsumen BBM terbesar, yaitu Jakarta dan Jawa Barat.

Telah tersedianya sarana penunjang yaitu Depot Unit Pemasaran (UPMS) III, terminal Unit Explore (UEP) III, Single Buoy Mooring (SBM). Dekat dengan sumber gas alam dari UEP-III.

Selaras dengan proyek pipanisasi BBM di Pulau Jawa.

Tersedianya lahan yaitu bekas sawah yang kurang produktif.

Tersedianya sarana infrastruktur.

Sumber bahan baku yang diolah di kilang PT PERTAMINA (PERSERO) RU-VI Balongan adalah :

Duri Crude Oil Minas Crude Oil Banyu Urip Crude Oil Jatibarang Mix Crude Oil (JMCO) Gas Alam dari lapangan Jatibarang sebagai bahan baku Hydrogen Plant.

Start Up kilang PT PERTAMINA (Persero) RU-VI Balongan dilaksanakan pada bulan Oktober 1994, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 24 Mei 1995.

Produk yang dihasilkan oleh kilang PT. PERTAMINA (Persero) RU VI dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut ini :Tabel 2.1 Produk yang Dihasilkan Kilang RU-VI BalonganJenis ProdukKapasitasSatuan

High Octane Mogas Component (HOMC)58.000BPSD *)

Gasoline11.900BPSD

Automotive Diesel Oil27.000BPSD

Industrial Diesel Oil16.000BPSD

Decant Oil9.300BPSD

Non BBM

Liquified Petroleum Gas (LPG)565Ton per Day

Propylene1490Ton per Day

Refinery Fuel Gas125Ton per Day

Sumber : Refinery Planning & Optimization (RPO) kilang RU-VI Balongan

Tahun 2013

*) BPSD = Barel Per Stream Day62.2. Tugas dan Fungsi LaboratoriumLaboratorium PT PERTAMINA (Persero) RU VI Balongan memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang operasional kilang, yaitu sebagai kontrol kualitas (Quali