kkn.unnes.ac.id Web view 2017. 10. 7.¢  (4) Buku Inventaris (5) Buku Notulen Rapat (6)...

download kkn.unnes.ac.id Web view 2017. 10. 7.¢  (4) Buku Inventaris (5) Buku Notulen Rapat (6) Buku Tamu. b)

of 51

  • date post

    09-Aug-2021
  • Category

    Documents

  • view

    3
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of kkn.unnes.ac.id Web view 2017. 10. 7.¢  (4) Buku Inventaris (5) Buku Notulen Rapat (6)...

Pendidikan adalah kebutuhan primer bagi setiap manusia. Pendidikan merupakan suatu proses yang menjadikan manusia yang mampu berpikir dewasa dan mandiri sehingga dapat menjalani kehidupan dengan rasa tanggung jawab. Tanggungjawab tersebut dinyatakan dengan keberanian mengambil keputusan dan tindakan yang bijaksana, serta berani menanggung segala konsekuensi atas tindakan yang diambil.
Universitas Negeri Semarang (Unnes) terus berusaha melaksanakan pendidikan untuk membekali mahasiswanya dengan kemampuan dalam mengembangkan lingkungan sekitar dan dapat berguna bagi lingkungannya, memiliki kecakapan, keterampilan, kepekaan, dan kecintaan dengan lingkungan sekitarnya.
Peran perguruan tinggi sangat besar dimana selain menyiapkan generasi muda untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sesuai dengan kebutuhan masyarakat, juga harus memastikan bahwa kebutuhan IPTEKS tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat diterima dan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Unnes terus berinovasi untuk mengembangkan IPTEKS yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
( 1 )
Kemampuan mahasiswa tidak hanya dibentuk dari kegiatan-kegiatan di dalam kampus, namun juga di luar kampus, seperti di lingkungan masyarakat. Salah satu kegiatan belajar mahasiswa yang berkaitan langsung dengan lingkungan masyarakat adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan suatu kegiatan yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk bisa mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu yang telah diperolehnya selama di kampus. Mahasiswa KKN akan berperan secara aktif dan kreatif terlibat dalam dinamika yang terjadi
di masyarakat, sehingga mahasiswa mampu mengamati, menganalisis, menarik kesimpulan, dan memberikan tanggapan berupa tindakan yang sesuai dengan kondisi yang terjadi di masyarakat, sehingga mampu memberikan berbagai alternatif solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat serta dapat melakukan pemberdayaan terhadap sumber daya yang telah ada di masyarakat.
KKN Lokasi adalah KKN yang dilakukan dalam jangka waktu dan mekanisme tertentu dengan memperhatikan berbagai permasalahan yang ada, sehingga akan dibentuk berbagai program yang menjadi solusi atas permasalahn- permasalahan tersebut. Bidang-bidang yang menjadi pokok kajian dalam KKN Lokasi adalah bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan serta infrastruktur.
B. Deskripsi Situasi dan Kondisi Desa Kebondalem
Sejalan dengan perkembangan pembangunan Indonesia, masyarakat pedesaan berusaha untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan melakukan pembangunan baik dalam bidang fisik maupun non fisik, dengan memanfaatkan dan mengembangkan potensi-potensi alam serta SDM.
Desa Kebondalem merupakan desa yang tergolong masih merintis menjadi desa yang lebih maju, sehingga tidak menutup kemungkinan masih menghadapi banyak permasalahan untuk mencapai sebuah usaha pembangunan desa. Masalah yang ada di daerah pedesaan pada dasarnya merupakan masalah mendasar yang mungkin dialami oleh desa-desa pada umumnya.
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh tim KKN 2017 di Desa Kebondalem diperoleh informasi mengenai kondisi masyarakat, kegiatan- kegiatan yang sedang berjalan, dan permasalahan-permasalahan pokok yang ada di masyarakat yang terbagi menjadi empat bidang yaitu bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan/infrastruktur.
1. Dalam bidang pendidikan, beberapa keterbatasan yang ada di desa
Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Terdapat fasilitas pendidikan berupa 1 SD, 1 TK (besar dan kecil), dan Playgroup untuk pendidikan formal namun belum ada kegiatan untuk meningkatkan kemampuan komputer bagi anak-anak sekolah dasar, selain itu juga terdapat kendala berupa kekurangan materi belajar bagi anak usia dini.
b. Minat belajar anak-anak di desa Kebondalem sangat tinggi, namun terdapat keterbatasan sarana pendampingan belajar dan dari sisi orang tua tidak memiliki waktu untuk memberikan pendampingan belajar dikarenakan kesibukan mereka dalam bertani kopi.
c. Minat belajar ilmu agama dari anak-anak yang tinggi dan telah memiliki 1 TPQ yang aktif namun masih kekurangan tenaga pengajar.
d. Belum ada pusat informasi terpadu bagi kegiatan-kegiatan kepemudaan di Desa kebondalem.
2. Dalam bidang ekonomi, beberapa keterbatasan yang ada di desa
Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Fokus pada home industry yang sudah ada di desa Kebondalem, belum memiliki buku profil sebagai identitas kelompok.
b. Terdapat dua kelompok tani yang belum memiliki kelengkapan administrasi, baik buku administrasi umum maupun keuangan.
c. Upaya pemerintah untuk menggerakkan masyarakat menjadi lebih mandiri dengan melakukan budidaya tanaman holtikultura untuk memenuhi kebutuhan pangan pribadi.
d. Masih diperlukan pengenalan usaha pengolahan hasil/makanan lainnya untuk lebih memanfaatkan potensi alam yang ada di Desa Kebondalem.
3. Dalam bidang kesehatan, beberapa keterbatasan yang ada di desa
Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Kurangnya pengetahuan anak mengenai cara sikat gigi dan cuci tangan yang baik dan benar.
b. Kurang adanya kesadaran kaum lansia untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
4. Dalam bidang lingkungan dan infrastruktur, beberapa keterbatasan yang ada di desa Kebondalem adalah sebagai berikut.
a. Belum ada plang yang menunjukkan arah menuju Desa Kebondalem dari jalan raya.
b. Gapura perbatasan Desa Kebondalem dengan desa lainnya kurang terawat dan menarik.
( 5 )
SOLUSI DAN LUARAN
Untuk memecahkan permasalahan di atas, kami Tim KKN Unnes Desa Kebondalem melakukan pendekatan sosial kepada kepala desa, perangkat desa, ketua RW, ketua RT, guru sekolah dasar, guru TK, kader Posyandu, ibu-ibu PKK, kepala TPQ, ketua kelompok tani, karang taruna, dan masyarakat secara langsung melalui silaturahmi dan mengkonsultasikan kegiatan yang bersangkutan. Kegiatan yang diikuti berupa acara-acara rutin yang dilakukan oleh warga seperti yasinan rutin, rapat karang taruna, RT, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan kader Posyandu.
B. LUARAN
Berikut ini klasifikasi program kerja secara lebih rinci berdasarkan 4 bidang:
1. Bidang Pendidikan
No
Siswa TK kecil dan
desa Kebondalem sangat
Mengatasi ketidakmampuan siswa
Siswa SD kelas 1
Mampu mengerjakan tugas
sekolah dengan jawaban
tinggi, dukungan, dan
permintaan dari kepala sekolah SD N 1 Kebondalem khususnya untuk membantu meluluskan siswa kelas 6 SD.
sekolah dan memotivasi untuk rajin
belajar.
benar.
3.
namun kekurangan pengajar.
Memberikan pendampingan lebih
Seluruh peserta TPQ
di desa Kebondalem.
Memperkenalkan pemanfaatan
dilakukan oleh karang taruna, namun kurang terdokumentasi dengan baik serta masih minim dalam pemanfaatan teknologi.
Meningkatkan kemampuan karang
Pengurus karang
taruna Desa
Pemuda desa se-
Terciptanya masyarakat yang solid, kompak, rukun, dan mengedepankan kerjasama dalam tim.
2. Bidang Ekonomi
1.
bagi pihak lain untuk bekerjasama (misalnya perbankan untuk pemberian kredit), selain itu sebagai sarana pertanggungjawaban segala kegiatan yang ada di KWT.
Pengurus dan anggota
KWT “Wanita Utama”.
Buku profil KWT
Kelompok Tani Maju (RT 08)
dan Kelompok Tani Ngudi Mulyo (RT 02) belum memiliki kelengkapan administrasi.
Memberikan pelatihan manajemen
“Maju” dan “Ngudi Mulyo”
Pertanian Kecamatan Bejen.
menanam dan merawat tanaman cabai sendiri, sehingga mengurangi pembelian cabai untuk konsumsi pribadi dan dapat menghindari gejolak harga cabai di pasaran.
Seluruh anggota KWT
kopi menjadi produk konsumsi lain yaitu pelatihan pembuatan selai kopi.
Masyarakat dapat memanfaatkan komoditas
unggulan desa menjadi produk konsumsi lainnya, selain diolah menjadi bubuk kopi.
Seluruh anggota KWT
1.
Meningkatkan kesehatan masyarakat,
memberi pengetahuan anak-anak
menerapkan PHBS.
tangan.
2.
Membantu keberlangsungan
3.
Menjaga tubuh dalam keadaan sehat
dan aktif untuk membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani.
Masyarakat Desa
Kebondalem (ibu-ibu).
Peningkatan kebugaran
Tabel 1.4 Program Kerja Bidang Lingkungan dan Infrastruktur
1.
layak dan gapura masuk desa perlu di cat ulang.
Membantu memberikan petunjuk arah
Pengunjung Desa
2.
Meningkatkan kesadaran akan
Seluruh masyarakat
Desa Kebondalem.
Desa Kebondalem.
Seluruh masyarakat
Desa Kebondalem.
KARTEL merupakan program dimana tim KKN memberikan pelatihan pembuatan dan manajemen website bagi pengurus karang taruna sebagai administrator website. Pembentukan website ini dapat memberikan manfaat berkesinambungan karena dapat dikelola secara terus-menerus. Salah satu manfaat adanya website ini adalah sebagai sarana menampilkan berbagai kegiatan karang taruna baik kesenian, budaya, dan lain-lain yang dapat dilihat oleh seluruh masyarakat, apabila kesenian tersebut diminta untuk tampil di daerah lain maka dapat menjadi sarana peningkatan income bagi masyarakat Desa Kebondalem.
2. MANIS (Manajemen Administrasi)
MANIS merupakan program dimana tim KKN berpartisipasi dalam usaha memenuhi kelengkapan administrasi bagi suatu kelompok tani di Desa Kebondalem yaitu kelompok tani “Maju” yang berada di RT 09 dan kelompok tani “Ngudi Mulyo” yang beradi di RT 02. Buku administrasi yang dibuat meliputi buku administrasi umum dan keuangan. Buku administrasi ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pihak eksternal dalam hal pemberian kredit usaha, bantuan dalam rangka peningkatan usaha produksi, maupun kerjasama dalam hal pemasaran produk.
3. PELDIPRO (Pelatihan Diversifikasi Produk)
PELDIPRO merupakan program dimana tim KKN berusaha memberikan pelatihan pengolahan komoditas ungulan Desa Kebondalem yaitu kopi. Diversifikasi produk yang akan didemonstrasi yaitu selai kopi. Sasaran dari program ini adalah KWT “Wanita Utama” sebagai wadah perkumpulan wanita-wanita tani di Desa Kebondalem.
( 10 )
Kode



dan besar.
Kebondalem
C2
POSTA
Ardha
dan Gapura desa



A. Pembahasan Program Tematik (Unggulan)
1. KARTEL (Karang Taruna Berteknologi)
a. Latar Belakang
Dewasa ini, tak dapat dipungkiri bahwa teknologi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi manusia. Banyak aktivitas yang membutuhkan teknologi sebagai sarana komunikasi. Semakin berkembangnya zaman, penggunaan teknologi tidak hanya terbatas sebagai sarana komunikasi saja, tetapi juga merambah pada area lain yaitu sebagai sarana dokumentasi. Setiap hal yang didokumentasikan dengan baik akan dapat bermanfaat bagi dimasa mendatang.
Karang taruna “Prasetya” Desa Kebondalem hingga saat ini telah banyak menyelenggarakan acara kepemudaan, namun belum didokumentasikan dengan baik sehingga tidak banyak masyarakat dari dalam maupun luar desa yang mengetahuinya. Hal tersebut dipengaruhi oleh kurangnya kemampuan SDM dalam membuat dan mengelola website.
KARTEL merupakan program dimana tim KKN memberikan pelatihan pembuatan dan manajemen website bagi pengurus karang taruna sebagai administrator website. Diharapkan dengan adanya website ini, pemuda karang taruna Desa Kebondalem dapat mengasah ketrampilannya dalam memanfaatkan IT dan dapat mempromosikan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang diselenggarakan dengan menginformasikan secara luas kegiatan tersebut.
b. Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemuda karang taruna dalam memanfaatkan IT untuk mendokumentasikan seluruh kegiatannya.
c. Deskripsi Kegiatan
1) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan kartel ini adalah membeli paket hosting dan domain, dilanjutkan dengan pembuatan web berbasis Wordpress.
2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5-8 September 2017 setiap pukul 16.00 - 18.00 WIB berlokasi di posko KKN dengan sasaran yaitu pengurus karang taruna “Prasetya” yang akan menjadi administrator website. Tim KKN membimbing pengurus karang taruna dalam membuat post dan mengedit layout web. Output yang dihasilkan dari program kerja ini adalah web dengan domain www.pemudakebondalem.com.
3) Pengevaluasian
a) Fasilitas kurang memadai, dimana komputer milik administrator kurang mampu mendukung akses terhadap website.
b) Masih perlunya peningkatan kemampuan jurnalistik, terutama dalam hal menulis redaksi artikel kegiatan.
4) Dampak Jangka Panjang
Kegiatan KARTEL yang telah dilaksanakan dengan maksimal ini diharapkan memiliki dampak jangka panjang, khususnya bagi seluruh anggota karang taruna “Prasetya” dan seluruh masyarakat Desa Kebondalem pada umumnya. Dokumentasi kegiatan dapat menjadi sarana promosi, utamanya kesenian yang ada di Desa Kebondalem sehingga dapat dilihat oleh masyarakat luar desa dan dapat memicu minat untuk menyewa kesenian tersebut dan dapat meningkatkan income bagi kelompok kesenian Desa Kebondalem.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan KARTEL dilaksanakan oleh pengurus karang taruna “Prasetya” Desa Kebondalem sebagai administrator website.
6) Dokumentasi kegiatan
a. Latar Belakang
Buku administrasi merupakan syarat kelengkapan suatu organisasi, biasanya dalam hal pengajuan kredit ke pihak swasta atau bantuan ke pemerintah. Kelancaran seluruh kegiatan organsisasi juga didukung dengan adanya buku administrasi. Misalnya buku daftar hadir dapat digunakan untuk menilai tingkat partisipasi anggota dan menjadi sarana evaluasi bagi anggota dan pengurus. Terdapat dua kelompok tani yang belum memiliki kelengkapan administrasi, baik buku administrasi umum maupun keuangan yaitu kelompok tani “MAJU” yang berada di RT 08 dan kelompok tani “NGUDI MULYO” yang berada di RT 02.
b. Tujuan
c. Deskripsi Kegiatan
Hal-hal yang perlu disiapakan dalam pelaksanaan kegiatan manajemen administrasi adalah penyiapan format buku-buku administrasi yang tepat dan mudah digunakan oleh pengurus.
2) Pelaksanaan
WIB berlokasi di rumah pengurus Kelompok Tani “MAJU” yaitu
Bapak M. Aminudin di RT 08 dan pada tanggal 18 September
2017 di rumah pengurus kelompok tani “NGUDI MULYO” yaitu di rumah Bapak Sukandar di RT 02 Desa Kebondalem. Output yang dihasilkan yaitu terbitnya buku-buku administrasi baik umum maupun keuangan sejumlah 8 jenis buku sebagai berikut.
a) Buku Administrasi Umum
(2) Buku Daftar Anggota
(3) Buku Daftar Hadir
Pengurus kelompok tani “NGUDI MULYO” tidak menyampaikan dari awal permasalahan buku administrasi ke tim KKN, sehingga kegiatan baru terlaksana pada akhir KKN.
4) Dokumentasi Kegiatan
1) Buku-buku administrasi dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani yang bersangkutan untuk lebih dapat mengelola organisasi dengan baik.
2) Buku-buku administrasi dapat digunakan sebagai syarat kelengkapan administrasi kelompok dalam mengajukan kredit ke pihak swasta, bantuan dari pemerintah, maupun pelatihan bagi anggota kelompok.
e. Tindak lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan MANIS dilaksanakan oleh pengurus kelompok tani “MAJU” dan “NGUDI MULYO” Desa Kebondalem.
f. Dokumentasi Kegiatan
a. Latar Belakang
Pemanfaatan komoditas unggul dari suatu desa perlu dikembangkan, agar masyarakat mendapat nilai tambah dari produk tersebut. Kopi merupakan komoditas unggulan di Desa Kebondalem dan saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pengolahan kopi saat ini hanya terbatas pada pengolahan menjadi bubuk kopi, sehingga diperlukan pengenalan pengolahan kopi menjadi jenis produk konsumsi lainnya, salah satunya adalah pelatihan pembuatan selai kopi.
b. Tujuan
Tujuan dari diadakannya pelatihan pembuatan selai kopi ini adalah untuk mengenalkan pengolahan kopi sebagai upaya diversifikasi produk olahan kopi selain bubuk kopi.
c. Deskripsi Kegiatan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan pelatian pembuatan selai kopi adalah persiapan bahan, peralatan pembuatan selai kopi, dan perizinan tempat untuk praktik.
2) Pelaksanaan
Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 September 2017, pukul 14.00-selesai berlokasi di Sekretariat KWT “Wanita Utama” dengan sasaran perngurus dan anggota KWT “Wanita Utama”.
3) Pengevaluasian
Pelatihan pembuatan selai kopi masih perlu dikembangkan tidak hanya ditujukan kepada anggota KWT “Wanita Utama” namun juga ke seluruh masyarakat Desa Kebondalem.
d. Dampak Jangka Panjang
Dari kegiatan pelatihan pembuatan selai kopi ini, diharapkan masyarakat mampu mengembangkan produk olahan kopi lainnya, tidak hanya menjadi selai kopi yang dapat dikonsumsi secara pribadi namun dapat dipasarkan secara luas.
e. Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan PELDIPRO dilaksanakan oleh pengurus KWT “Wanita Utama”, diharapkan selai kopi ini dapat diuji dari segi kualitas, kehalalan, dan daya simpannya agar selai yang dihasilkan tidak hanya dapat dikonsumsi secara pribadi namun juga dapat dipasarkan.
f. Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Setiap anak memiliki potensi dalam berkreasi di bidang kesenirupaan dan hal itu harus dimunculkan dengan cara pengenalan dan pembinaan tentang seni rupa. KREGAS adalah wadah untuk mengembangkan jiwa-jiwa seni dan kreativitas terutama di bidang kesenirupaan di kalangan anak-anak. Berikut ini adalah kegiatan dalam pelaksanaan KREGAS:
a) Finger Painting
Kreasi lukisan tematik dengan jari sebagai alatnya dengan bahan pewarna yang aman bagi anak. Bertujuan untuk melatih daya kreativitas anak dalam memvisualisasikan ide dengan mengkomposisikan bentuk yang serupa.
b) Meronce
Bertujuan untuk melatih kesabaran anak. Hasil kreasinya dapat digunakan untuk menghias ruang kelas.
2) Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk menumbuhkan jiwa seni dan mengembangkan kreatifitas anak dengan finger painting dan meronce.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan KREGAS adalah persiapan bahan-bahan meronce, alat finger painting yaitu pelepah pisang dan pepaya serta pewarna, dan gambar untuk mewarnai.
b) Pelaksanaan
Kegiatan meronce dilaksanakan hari Rabu, 23 Agustus
2017 pukul 09.00 – 11.00 berlokasi di TK Masyitoh dengan sasaran siswa TK kecil.
Kegiatan finger painting dilaksanakan hari Rabu, 30
Agustus 2017 pukul 08.00 – 11.00 berlokasi di TK Masyitoh dengan sasaran siswa TK besar.
Kegiatan mewarnai dilaksanakan hari Selasa, 4 September
2017 pukul 08.00 – 10.00 berlokasi di Playgroup Desa
Kebondalem dengan sasaran siswa playgroup.
Metode dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan KREGAS adalah dengan membuat kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dan tim KKN memberikan bimbingan dalam kelompok tersebut. Output dari program ini adalah hasil kreasi meronce, hasil kreasi finger painting, dan hasil mewarnai.
c) Pengevaluasian
Evaluasi dari program ini adalah kesulitan anak-anak dalam mengikuti arahan dari tim KKN, selain itu adalah kemampuan memvisualisasikan ide-ide mereka masih kurang, sehingga
kegiatan ini sebaiknya dapat dilanjutkan untuk materi bagi pihak sekolah.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan-kegiatan KREGAS dapat dilaksanakan oleh pengurus TK Masyitoh.
6) Dokumentasi Kegiatan
b) Bimbel ASIK
1) Latar Belakang
Semangat belajar siswa di desa Kebondalem sangat tinggi, sehingga selain pendidikan formal di dalam kelas diperlukan pula pendampingan belajar di luar jam sekolah untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan membantu anak-anak yang mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran di sekolah mereka. Selain itu juga mendapat dukungan dan permintaan dari kepala sekolah SD N 1 Kebondalem khususnya untuk membantu meluluskan siswa kelas 6 SD.
2) Tujuan
Tujuan diadakan Bimbel ASIK adalah untuk mengatasi ketidakmampuan siswa dalam memahami mata pelajaran di sekolah dan memotivasi untuk rajin belajar.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan Bimbel ASIK secara umum tidak ada. Anak-anak hanya perlu datang ke posko KKN pada jam 13.00-15.00 WIB.
b) Pelaksanaan
Kegiatan bimbel dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 9
Agustus - 2 September 2017 pukul 13.00 – 15.00 berlokasi di posko KKN dengan sasaran seluruh pelajar SD di Desa Kebondalem.
c) Pengevaluasian
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Bimbel ASIK adalah mayoritas siswa yang datang hanya pada saat mereka memiliki tugas sekolah atau pada saat ada ujian dihari berikutnya. Hal ini sebenarnya sudah diatasi dengan tim KKN menginformasikan ulang adanya kegiatan bimbel pada setiap awal minggu dan telah dibantu penyebaran informasi oleh guru dari SD N 1 Kebondalem.
4) Dampak Jangka Panjang
Kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan Bimbel ASIK dapat dilanjutkan sebagai program bimbingan belajar yang nantinya diselenggarakan oleh SD N 1 Kebondalem untuk siswa-siswanya.
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan Bimbel ASIK dapat dilaksanakan oleh guru-guru SD N 1 Kebondalem.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Mayoritas warga Desa Kebondalem menganut agama islam dan terdapat 1 TPQ yaitu TPQ Al Hidayah. Kegiatan TPQ dibagi menjadi dua waktu yaitu sore hari untuk anak-anak yang masih membaca iqro dan malam hari (setelah Maghrib) untuk anak-anak yang telah lulus iqro. Namun untuk TPQ sore hari terdapat masalah yaitu kekurangan pengajar, sehingga kegiatan belajar iqro menjadi tidak kondusif.
Genta Qur’an merupakan program dimana tim KKN ikut serta dalam membantu pelaksanaan TPQ di desa Kebondalem, sebagai bentuk kontribusi kerja nyata dalam rangka optimalisasi pelaksanaan TPQ. Selain mengajarkan membaca Al-Qur’an akan ditambah juga dengan memberikan pelajaran agama islam seperti kisah nabi-nabi, membaca doa sehari-hari, dan tata cara wudhu dan sholat.
2) Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan Genta Qur’an adalah memberikan pendampingan lebih intensif dalam pengenalan agama islam dan cara membaca Al Qur’an.
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pelaksanaan Genta
Qur’an secara umum tidak ada, tim KKN hanya perlu datang ke
TPQ dan membantu memberikan pendampingan baca tulis Al-
Qur’an kepada peserta didik.
b) Pelaksanaan
Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 10-20 Agustus 2017, pukul 16.00 - 17.30 WIB berlokasi di TPQ Al Hidayah Desa Kebondalem dengan sasarannya yaitu seluruh anak-anak TPQ.
c) Pengevaluasian
Dalam pelaksanaan Genta Qur’an, evaluasi oleh tim KKN difokuskan pada kendala yang dihadapi yaitu mayoritas anak-anak TPQ tidak datang pada saat ada acara-acara tertentu di Desa Kebondalem. Selain itu, jumlah tenaga pengajar masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah anak-anak, sehingga walaupun sudah naik kelas namun kemampuan baca huruf hijaiyah anak-anak masih kurang lancar. Dalam hal ini, tim KKN telah berusaha untuk terus mengajak anak-anak datang ke TPQ untuk mengaji.
4) Dampak Jangka Panjang
5) Tindak Lanjut
Setelah mahasiswa KKN tidak berada ditempat (Desa Kebondalem), tindak lanjut atas kegiatan-kegiatan Genta Qur’an dapat dilanjutkan oleh pengurus TPQ Al-Hidayah.
6) Dokumentasi Kegiatan
1) Latar Belakang
Teknologi sudah menjadi hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Desa Kebondalem merupakan salah satu desa yang masih minim dalam hal pemanfaatan teknologi, baik dikalangan anak-anak, remaja, bahkan orang tua. Oleh sebab itu, tim KKN merancang kegiatan pelatihan komputer untuk siswa SD yang meliputi:
1) Mengenal bagian-bagian komputer.
2) Cara menghidupkan dan mematikan komputer.
3) Cara menggunakan mouse dan keyboard.
4) Mengoperasikan computer: mengetik dengan Ms. Word dengan berbagai aturan text formatting.
2) Tujuan
3) Deskripsi Kegiatan a) Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan
BERKOBAR adalah materi, komputer, dan hadiah. b) Pelaksanaan
Kegiatan pelatihan komputer dilaksanakan pada tanggal 19
Agustus 2017, pukul 11.00 – 13.00 WIB berlokasi di SD N 1
Kebondalem dengan sasarannya yaitu siswa kelas 4. Pelatihan komputer yang kedua dilaksanakan pada tanggal 7 September
2017, pukul 11.00-13.00 WIB berlokasi di SD N 1 Kebondalem dengan sasarannya yaitu siswa kelas 5 dan 6.
Teknis pelaksanaan pada pelatihan yang pertama yaitu diawali dengan penayampaian materi dan dilanjutkan dengan praktik. Pada pelatihan yang kedua yaitu dengan menggambar di papan tulis materi-materi…