Kin Prog Kefarn Alkes 2013

download Kin Prog Kefarn Alkes 2013

of 82

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    66
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Kin Prog Kefarn Alkes 2013

  • aKinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

  • bKinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

  • 1Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    S istem Kesehatan Nasional menyatakan bahwa pembangunan kesehatan mencakup Subsistem Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Makanan, yang diterjemahkan menjadi Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa, Program ini telah menyelesaikan kinerjanya pada Tahun 2013 dan mencapai target kinerja yang ditentukan.

    Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan dilaksanakan untuk menjamin op malnya dukungan sektor kefarmasian dan alat kesehatan bagi pelaksanaan program-program kesehatan. Pelaksanaan program ini menjadi semakin luas, mengingat defi nisi sediaan farmasi yang mencakup obat, obat tradisional, kosme ka, hingga makanan. Tantangan yang dihadapi semakin besar, tetapi dengan sinergi bersama Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga lain, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Program ini diyakini dapat semakin menjawab tantangan tersebut dengan intervensi yang membumi.

    Buku ini, -Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2013- disusun dak semata untuk menggambarkan beberapa hasil kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan Tahun 2013, tetapi juga sebagai bahan informasi bagi pemangku kepen ngan kefarmasian dan alat kesehatan nasional, yang selanjutnya memberi kri si membangun penyempurnaan program. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memudahkan kita untuk terus bersinergi dalam menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemerataan obat bagi tercapainya cita Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan.

    Jakarta, Mei 2014Direktur JenderalBina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt., Ph.D.

    KATA PENGANTAR

  • 2Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    KATA PENGANTAR

    DAFTAR ISI

    I. Advokasi Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas kepada Mahasiswa Program Profesi Apoteker

    II. So ware Pelayanan Informasi Obat 2013

    III. Audiovisual Tentang Pelayanan Kefarmasian di Komunitas

    IV. Formularium Nasional (Fornas)

    V. Da ar Obat Essensial Nasional (DOEN)

    VI. Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan POR melalui Metode Cara Belajar Insan Ak f (CBIA)

    VII. Coaching/Pendampingan bagi Pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan Usaha Jamu Racikan (UJR)

    VIII. Sosialisasi Makanan Jajanan Anak Sekolah

    IX. Penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Pembinaan Industri Alat Kesehatan

    X. Ser fi kasi ISO 9001 Pada Pelayanan Perijinan Alat Kesehatan dan PKRT

    XI. Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Kefarmasian

    XII. Perkembangan Da ar Obat Generik Tahun 2013

    XIII. Jumlah Obat Generik yang Harganya Turun, Naik, dan Tetap (2010-2013)

    DAFTAR ISI

    1

    2

    4

    6

    7

    14

    15

    16

    18

    25

    27

    8

    9

    10

    13

  • 3Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    XIV. Penyusunan Rencana Kebutuhan Obat dalam Rangka Penyusunan e-Catalogue Tahun 2014

    XV. Penyediaan Obat dan Vaksin

    XVI. Ketersediaan Obat dan Vaksin

    XVII. Dana Alokasi Khusus Tahun 2013

    XVIII. Workshop ASEAN Forum On Pharmaceu cal Care and Its E ec ve Implementa on in ASEAN

    XIX. Pelaksanaan Kemandirian Bahan Baku Obat

    XX. Fasilitasi Peralatan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) dan Pusat Ekstrak Daerah (PED)

    XXI. Sistem Perizinan dan Pelaporan Elektronik

    XXII. Monitoring dan Evaluasi Sarana Distribusi Alat Kesehatan

    XXIII. Monitoring dan Evaluasi Sarana Produksi Alat Kesehatan dan PKRT

    XXIV. Sampling Alat Kesehatan dan PKRT di Provinsi

    XXV. Penyusunan Kompendium Alat Kesehatan

    XXVI. Workshop Harmonisasi Regulasi Alat Kesehatan Bekerjasama dengan USAID

    XXVII. Training Clinical Evalua on and Inves ga ons for Medical Devices

    XXVIII. Registrasi Online Alat Kesehatan dan PKRT

    XXIX. Sistem Pengawasan Alat Kesehatan Online (E-Watch)

    XXX. INSW, INTR dan SSO

    30

    55

    60

    61

    69

    70

    71

    72

    73

    74

    76

    77

    78

    31

    35

    40

    57

  • 4Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    A dvokasi Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas kepada Mahasiswa Program Profesi Apoteker pada Tahun 2013 dilaksanakan di 3 provinsi, yaitu:

    Jawa Barat dilaksanakan di Kampus Ins tut Teknologi Bandung dan melibatkan Universitas Padjadjaran, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung dan Universitas Jenderal Ahmad Yani.

    Yogyakarta dilaksanakan di Kampus Universitas Gajah Mada dan melibatkan Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Dharma dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

    DKI Jakarta dilaksanakan di Kampus Universitas Indonesia dan melibatkan Universitas Pancasila, Ins tut Sains dan Teknologi Nasional, Universitas Muhammadiyah Prof. dr. Hamka, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

    I. Advokasi Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas kepada Mahasiswa Program Profesi Apoteker

  • 5Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar kepada mahasiswa program profesi apoteker dengan tema Prospek Puskesmas dan Fungsi Strategis Apoteker dalam Pelayanan Kesehatan Pada Era SJSN yang bertujuan untuk advokasi dan sosialisasi sekaligus pembelajaran bagi calon apoteker yang nan nya akan bertanggungjawab dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas. Melalui kegiatan ini diharapkan perguruan nggi farmasi dapat mendukung dengan cara mempersiapkan mahasiswa program profesi apoteker agar mampu melaksanakan profesinya dalam pelayanan kefarmasian di puskesmas, khususnya di era Sistem Jaminan Sosial Nasional.

    Setelah kegiatan ini dilaksanakan, beberapa perguruan nggi farmasi tersebut semakin intensif untuk mengadakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk mahasiswa program profesi apoteker di puskesmas antara lain ak f dalam rumatan metadon, visite mandiri, visite bersama dokter dan konseling. Selain itu, puskesmas di Kota Yogyakarta telah mengangkat apoteker honorer untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di puskesmas.

    Gambar 1. Advokasi Pelayanan Kefarmasian kepada Mahasiswa Program Profesi Apoteker di Yogyakarta

    GamAdvoMahYogy

  • 6Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    So ware Pelayanan Informasi Obat 2013 merupakan database obat yang terdiri dari 300 item generik obat (Da ar Obat Esensial Nasional) dengan monografi : nama dan struktur kimia, golongan, nama dagang, indikasi, perha an pada penggunaan o abel, dosis, cara pemakaian, frekuensi dan lama pemberian, farmakologi, stabilitas dan penyimpanan, kontra indikasi, peringatan dan atau perha an, efek samping dan reaksi obat yang dak dikehendaki, interaksi obat (dengan obat lain,dengan makanan), monitoring pasien, bentuk-kekuatan sediaan, dan da ar pustaka. So ware PIO 2013 dibuat dalam bentuk CD aplikasi desktop yang dibagikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Puskesmas, Rumah Sakit dan Apotek. So ware Pelayanan Informasi Obat digunakan sebagai sumber informasi obat up date/terkini bagi apoteker dan tenaga kesehatan yang memerlukan informasi obat.

    II. Software Pelayanan Informasi Obat 2013

    Gambar 2. CD So ware Pelayanan Informasi Obat

    Gambar 3. Tampilan Hasil Pencarian Monografi Obat pada So ware

    ambar 2. CD So ware Pelayanan Informasi Obat

    G b 3 T il H il P i M fi Ob t d

    ar 2. CD Soware Pelayanan Informasi Obat

  • 7Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    Audiovisual Tentang Pelayanan Kefarmasian Di Komunitas menggambarkan keseluruhan pelayanan kefarmasian oleh apoteker di fasilitas pelayanan kefarmasian di puskesmas, klinik dan apotek yang dibantu oleh tenaga teknis kefarmasian. Audiovisual dibuat dalam bentuk DVD yang dibagikan kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota, Puskesmas dan Apotek. Manfaat dari audiovisual ini adalah sebagai sarana advokasi/sosialisasi kepada stakeholder terkait dan sebagai sarana untuk menggambarkan kegiatan apoteker dalam pelayanan farmasi komunitas.

    III. Audiovisual Tentang Pelayanan Kefarmasian di Komunitas

    Gambar. 6. Homecare

    Gambar 5. Konseling Obat di Apotek

    Gambar 4. Audiovisual Tentang Pelayanan Kefarmasian di Komunitas Gambar. 6. Homecare

  • 8Kinerja Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan

    Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 pasal 25 menyatakan bahwa da ar dan harga obat, serta bahan medis habis pakai yang dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ber k tolak dari hal tersebut, maka disusunlah Formularium Nasional (Fornas) yang digunakan sebagai acuan didalam pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik primer, sekunder maupun tersier.

    Tujuan utama pengaturan obat dalam Fornas adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui peningkatan efek fi tas dan efi siensi pengobatan sehingga tercapai penggunaan obat secara rasional. Bagi tenaga kesehatan, Fornas bermanfaat sebagai pengaman bagi penulis resep, mengop malkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya Fornas maka pasien akan mendapatkan obat terpilih yang tepat, berkhasiat, bermutu, aman dan terjangkau, sehingga akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang se nggi- ngginya.

    Fornas 2013 disusun oleh Komite Nasional (Komnas) Penyusunan Formularium Nasional 2013 yang beranggotakan pakar/ahli di bidang farmakologi, kedokteran dan perwakilan dari organisasi profesi dokter spesialis, dengan persyaratan antara lain dak memiliki confl ict of interest, serta unit terkait di Kementerian Kesehatan, yang disahkan deng