Kimia Klinik-Urine

download Kimia Klinik-Urine

of 30

  • date post

    31-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    247
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Pemeriksaan Urine untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal dan bagian-bagiannya

Transcript of Kimia Klinik-Urine

Pemeriksaan Fisika dan Zat Organik dalam Urin

PEMERIKSAAN URINE

BAB IPENDAHULUANA. MAKSUD PRAKTIKUMUntuk mengetahui kondisi ginjal dengan melakukan pemeriksaan fisik urin, sedimen urin(mikroskopik) serta zat organic dalam urin.B. TUJUAN PRAKTIKUMUntuk menentukan dan mengetahui kondisi ginjal dengan melakukan pemeriksaan fisika urin meliputi pH, warna, bobot jenis, dan sedimen urin (mikroskopik) serta pemeriksaan zat organic yaitu kadar glukosa darah.C. PRINSIP PRAKTIKUMMahasiswa dapat mengetahui dan memahami bagaimana cara pemeriksaan dan menentukan kondisi kadar kandungan dalam urin saat normal dan saat tidak normal, sehingga dapat diketahui adanya gangguan fungsi organ atau tidak.BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. DESKRIPSI DATA KLINIKPembentukan urine mellibatkan tiga proses utama yaitu filtrasi glomerolus yang berlangsung di korpuskulum renalis, proses kedua dan ketiga adalah reabsorbsi tubulus dan sekresi tubular yang berlangsung ditubulus renalis ( Leon, 2005 ).Proses diuresis dimulai dengan mengalirnya darah ke dalam glomeruli yang terletak di bagian luar ginjal. Dinding glomeruli inilah yang bekerja sebagai saringan halus yang secara pasif dapat dilintasi air, garam dan glukosa. Ultrafiltrat yang diperoleh dari filtrasi dan mengandung banyak air serta elektrolit ditampung di wadah, yang mengelilingi setiap glomelurus (kapsul bowman) dan kemudian di salurkan di pipa kecil. Tubuli ini terdiri dari bagian proksimal dan distal, yang letaknnya masing masing dekat dan jauh dari glomelurus, kedua bagian ini dihubungi oleh sebuah lengkungan (Henles loop). Akhirnya filtrat dari semua tubuli ditamoung di suatu saluran pengumpul (ductus colligens), dimana terutama berlangsung penyerapan air kembali. Filtrat akhir di salurkan ke kandung kemih dan ditimbun di sini sebagai urin (Tjay, 2008)Sistem urinaria ( ginjal ) terdiri dari organ organ yang memproduksi urine dan mengeluarkannya dari tubuh. Sistem ini merupakan salah satu sistem utama untuk mempertahankan homeostatis (Ethel, 2004).Karakteristik urin (Ethel, 2004) :A. Komposisi.Urin terdiri dari 95 % air dan mengandung zat terlarut berikut :1. Zat buangan nitrogen meliputi urea dari deaminasi protein, asam urat dari katabolisme asam nukleat, dan kreatinin dari proses penguraian kreatin fosfat dalam jaringan otot.2. Asam hipurat adalah produk sampingan pencernaan sayuran dan buah.3. Badan keton yang dihasilkan dalam metabolisme lemak adalah konstituen normal dalam jumlah kecil.4. Elektrolit meliputi ion natrium, klor, kalium, amnium, sulfat, fosfat, kalsium dan megnesium.5. Hormon atau katabolit hormon ada secara normal dalam urin6. Berbagai jenis toksin atau zat kimia asing, pigmen,vitamin, atau enzim secara normal ditemukan dalam jumlah kecil.7. Konstituen abnormal meliputi albumin, glukosa, sel darah merah, sejumlah besar badan keton, zat kapur (terbentuk saat zat mengeras dalam tubulus dan dikeluarkan), dan batu ginjal atau kalkuli.B. Sifat fisik1. Warna. Urine encer berwarna kuning pucat, dan kuning pekat jika kental. Urine segar biasanya jernih dan menjadi keruh jika didiamkan.2. Bau. Urine memiliki bau yang khas dan cenderung berbau amonia jika didiamkan. Bau ini dapat bervariasi sesuai dengan diet, misalnya setelah makan aspargus. Pada diabetes yang tidak terkontrol,aseton menghasilkan bau manis pada urine.3. Asiditas atau alkalinitas. pH urine bervariasi antara 4,8 samapi 7,5 dan biasanya sekitar 6,0 tetapi juga bergantung diet. Ingesti makanan yang berprotein tinggi akan meningkatkan asiditas, sementara diet sayuran meningkatkan alkalinitas.4. Berat jenis urine berkisar antara 1,001 sampai 1,035 bergantung pada konsentrasi urin.C. NILAI RUJUKAN DATA KLINIS1. Pemeriksaan Bobot Jenis Urin (Lefever ,1997) Dewasa: 1,005 - 1,030 gram/ml Bayi baru lahir: 1,001 1,020 gram/ml Anak: 1,005 1,030 gram/ml`2. Pemeriksaan pH Dewasa: 4,5 8,0 Bayi baru lahir: 5,0 7,0 Anak: 4,5 8,03. Pemeriksaan Glukosa pada Urin (Sutedjo.2008) Negatif (-): tidak ada perubahan warna, tetap biru sedikit kehijauan (tidak ada glukosa). Positif 1 (+): warna hijau kekuningan dan keruh (terdapat 0,5 1% glukosa). Positif 2 (++):warna kuning keruh (terdapat 1 1,5% glukosa). Positif 3 (+++): warna jingga, seperti lumpur keruh (2 -3,5% glukosa). Positif 4 (++++): merah keruh (> 3,5% glukosa).D. INTERPRETASI DATA KLINIS1. Pemeriksaan Mikroskopik (Lefever ,1997)a. Penurunan KadarPenyakit-penyakit ginjal (glomerulonefritis, obstruksi perkemihan, uremia), ekslampsia, toksisitas timah hitam.b. Peningkatan KadarGout, leukemia dengan diet tinggi purin, gangguan neurologi, penyakit manic depresif, ulseratif colitis.2. Pemeriksaan Bobot jenis Urin (Lefever ,1997) Berat Jenis < 1,005: Diabetes insipidus, banyak minum, kelebihan cairan, penyakit ginjal,kekurangan dan kelebihan kalium; berat jenis. Berat jenis > 1,026:kurang minum, diabetes militus, muntah, diare, dehidrasi, penggunaanzat kontras pada sinar x.3. Pemeriksaan pH urin (Lefever ,1997) < 4,5: asidosis metabolic, asidosis respiratorik, diare berat, diet tinggi protein hewani. > 8,0: Bakteriuria, infeksi saluran kencing.4. Pemeriksaan Glukosa Urin (Lefever ,1997)> 15 mg/dL atau +4 ; diabetes militus, gangguan system saraf pusat (stroke), sindrom Cushings, anesthesia, infuse glukosa, stress berat, infeksi.

5. Pemeriksaan Organoleptik (Lefever, 1997)- Warna:a. Tidak Berwarna atau pucat ; banyak minum, diabetes insipidus, GGK, minum alcohol.b.Merah atau merah kecoklatan ; hemoglobinuria, porfirin, kontaminasi dengan menstruasi.c.Jingga tua ; pembatasan masukan cairan, urin pekat, urobilin,panas.d. Biru atau hijau ; toksemia Pseudomonas e.Coklat atau hitam ; keracunan lisol, melanin, bilirubin, metemoglobin, porfirin.- Bau:a. Amonia ; pecahan urea oleh bakterib. Busuk atau tengik ; Bakteria (infeksi saluran kencing)c. Mousey ; fenilketonuriad. Manis atau berbau buah ; asidosis diabetic, kelaparan.E. OBAT-OBAT DAN MAKANAN YANG BERPENGARUH1. Pemeriksaan OrganoleptikNo.Warna UrinObat atau Makanan yang Berpengaruh

1.Merah- Karena zat makanan tertentu, missal Biet, senna, Robarber dan pewarna makanan.- obat ; Azogantrisin, Fenitoin (Dilantin), kaskara, klorpromazin (Therozin), dokusat kalsium dan fenolftalein (Doxidan)

2.Jingga- Karena obat-obat ; antiseptic saluran kencing, Pyridium dan obat Fenothiazin

3.Kuning- Banyak makan wortel- Obat Fenacetin, Kaskara, Nitrofurantoin

4.HijauObat preparat vitamin dan obat Psikoaktif

5.BiruObat Diuretika tertentu

6.CoklatObat-obat Nitrofurantoin, Levodopa

7.Hitam/hampir hitamObat Levodopa, Kaskara, senyawa besi dan fenol.

2. Pemeriksaan pH UrinNo.pHObat atau Makanan yang Berpengaruh

1.< 4,5Amonium klorida, asam mandelik

2.> 8,0Antibiotik (neomisin, Kanamisin), Sulfonamid, Natrium karbonat, Asetazolamid (Diamox), Kalium sitrat

3. Pemeriksaan Glukosa UrinNo.Nilai RujukanObat atau Makanan yang Berpengaruh

1.> 15 mg/dL atau +4Asam askorbat, aspirin, sefalosporin dan epinefrin

F. FISIOLOGISMekanisme pembentukan urin yaitu dimulai dari mengalirnya darah kedalam glomerulus yang terletak dibagian luar ginjal (cortex).Dinding glomerulus ini yang bekerja sebagai saringan halus yang secara pasif dapat dilintasi air,garam-garam dan glukosa. Ultra filtrat yang diperoleh dari filtrasi dan berisi banyak air serta elektrolit akan ditampung diwadah yang mengelilingi setiap glomerulus seperti kapsul Bowman dan kemudian disalurkan ke pipa kecil (tobuli). Tobuli ini terdiri dari bagian proksimal (terjadi reabsorbsi garam Na,air,glukosa dan ureun) dan distal,yang letaknya masing-masing dekat dan jauh dari glomerulus,kedua bagian ini dihubungkan oleh sebuah lengkungan (Hellens loop). Disini terjadi penarikan kembali secara aktif air dan komponen yang sangat penting bagi tubuh,seperti glukosa dan garam-garam antara lain ion Na+. Zat-zat ini dikembalikan pada darah melalui kapiler yang mengelilingi tubuli. Sisaya yang tak berguna seperti ampas perombakan metabolism protein (ureum) untuk sebagian besar tidak diserap kembali. Sebelum kesaluran pengumpul ditubulus distal terjadi reabsorbsi aktif Na tanpa air dan ion Na ditukar dengan ion K+ atau NH4+. Dan akhirnya filtrate dari semua tubuli ditampung disuatu saluran pengumpul,dimana terutam berlangsung penyerap air kembali.Filtrat disalurkan ke kandung kemih dan ditimbun sebagai urin (Tjay Tan ; 2000).Pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke 3, bentuk ginjal seperti biji kacang jumlahnya ada dua buah kiri dan kanan. Ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umunya ginjal laki-laki lebih panjang dari ginjal wanita. Setiap ginjal memiliki panjang sekitar 12 cm, lebar 7 cm, dan tebal maksimun 2,5 cm yang terletak pada dindng posterior abdomen, terutama didaerah lumbal, disebelah kanan dan kiri tulang belakang, dibungkus oleh jaringan lemak pernefrik yang tebal di belakang (luar rongga) peritoneum (Khidri : 2004).Berkemih merupakan proses pengosongan vasika urinaria (kandung kemih). Vasika urinaria dapat menimbulkan rangsangan saraf bila urinaria berisi kurang lebih 250- 450 cc (pada oranf dewasa) dan 200-250 cc (pada anak-anak). Mekanisme berkemih terjadi karena vesika urinaria berisi urine yang dapat menimbulkan rangsangan pada saraf-saraf di dinding vesika urinaria. Kemudian rangsangan tersebut diteruskan melalui medulla spinalis ke pusat pengontrol berkemih yang terdapat di korteks serebral. Selanjutnya, otak memberikan implus atau rangsangan melalui medulla spinalis ke neuromotoris di daerah sacral, kemudian terjadi koneksasi otot detrusor dan relaksasi otot spincter internal. Urine dilepaskan dari vesika urinaria, tetapi masih tertahan spincter eksternal. Jika waktu dan tepat memungkinkan dikeluarkan (berkemih) (Uliyah ; 2008). Urin memiliki berat jenis 1,005-1,030 dan biasanya asam. Volume dan konsentrasi akhir urea dan zat terlarut bergantung p