KESLING KKN

Click here to load reader

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    199
  • download

    6

Embed Size (px)

description

kesling

Transcript of KESLING KKN

33

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPenyusunan kebutuhan SDM kesehatan mutlak dalam konteks penyusunan pengembangan SDM, namun perlu memperhatikan kekuatan dan kelemahannya. Metode penyusunan rencana kebutuhan SDM kesehatan harus mempertimbangkan kebutuhan epidemiologi, permintaan (demand) akibat beban pelayanan kesehatan, sarana upaya pelayanan kesehatan yang ditetapkan, dan standar atau nilai tertentu.Tujuan pembangunan kesehatan dalam Millenium Devolepment Goals adalah ; 1) Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan, 2) Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua, 3) Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, 4) Menurunkan Angka Kematian Anak, 5) Meningkatkan Kesehatan Ibu, 6) Memerangi HIV/AIDS, Malaria, & Penyakit Menular Lainnya, 7) Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup, 8) Mengembangkan Kemitraan Global untuk Pembangunan. Untuk dapat mewujudkan visi tersebut, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan yaitu: 1) menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan, 2) mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, 3) memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, 4) memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya. Hal tersebut sesuai dengan Keadaan masyarakat di masa depan atau visi pembangunan kesehatan Indonesia yang dirumuskan sebagai Visi pembangunan millenium Indonesia 2015. Sampai saat ini, bangsa Indonesia masih tetap berjuang memerangi berbagai macam penyakit infeksi dan kurang gizi yang saling berinteraksi sama lain, yang menjadikan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia tidak kunjung meningkat secara signifikan. Oleh karena itu semua pihak, baik pemerintah, swasta, lembaga pendidikan maupun masyarakat harus bekerja cerdik dan memperkuat networking untuk menuntaskan masalah kesehatan diatas, agar supaya Visi MDGs 2015 dapat terwujud.Problem-problem kesehatan dalam dasawarsa ini kian kompleks itu, dapat dilihat dalam presfektif sistematiknya. Sebab perlu disadari, bahwa sistem merupakan pijakan awal dalam membangun sebuah grand desain termasuk tentang kesehatan. Hal ini kemudian menjadi salah satu indikator dalam mencapaian taraf hidup sehat, yang selama ini menjadi keinginan setiap manusia. Sistem kesehatan sendiri merupakan metode, atau cara untuk melakukan perencanaan pada wilayah atau bidang kesehatan secara teratur. Berbagai persoalan kesehatan yang juga menghampiri bumi pertiwi ini, ternyata berujung pada satu titik yakni sistemnya, hal tersebut dapat di lihat dari aspek belum adanya pemimpin secara nasional, sehingga sistem kesehatan di Indonesia berjalan sendiri-sendiri.Hal ini membuat masyarakat jadi korban, mulai dari pelayanan, keberadaan tenaga kesehatan hingga masalah biaya pengobatan. Pemimpin tersebut harus bisa menggerakkan sistem dan instansi untuk melayani kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok daerah, parlemen juga harus ikut mendukung, sebab mustahil jika hanya dilakukan sendirian. Parlemen dan Pemerintah harus membuat kebijakan bersama dan ikut turun ke masyarakat untuk menjalankan kebijakan yang sudah dibuat. Selain itu, masyarakat sebagai lapisan terakhir harus disadarkan mengenai pentingnya kesehatan.Upaya kesehatan wajib kesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi, untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini, harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada diwilayah Indonesia. Upaya kesehatan wajib meliputi : Upaya Promosi kesehatan, Upaya Kesehatan Lingkungan, Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana, Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat, Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, serta Upaya Pengobatan Dasar.Kurikulum Program KKN Profesi Kesehatan bagi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), merupakan wadah untuk memeberi bekal pengalaman dan keterampilan kerja praktis, penyesuaian sikap dunia kerja, sebelum mahasiswa bekerja secara mandiri. B. Pengertian Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)KKN profesi kesehatan adalah merupakan kegiatan mandiri mahasiswa di luar lingkungan kampus untuk mendapatkan pengalaman kerja praktis dibidang peminatannya melalui metode observasi dan partisipasi. Kegiatan KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan sesuai dengan formasi struktural dan fungsional pada instansi KKN Profesi Kesehatan baik pada Lembaga Pemerintahan, LSM, maupun perusahaan swasta atau lembaga lain yang relevan.C. Tujuan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)1. Tujuan UmumTujuan Program KKN Profesi Kesehatan adalah sikap dan penghayatan pengetahuan didunia kerja dalam rangka memperkaya pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu kesehatan masyarakat, serta melatih kemampuan bekerja sama dengan orang lain dalam satu tim, sehinggga diperoleh manfaat bersama, baik bagi peserta KKN Profesi Kesehatan maupun instansi tempat KKN Profesi Kesehatan.

2. Tujuan Khususa. Peminatan Kesehatan Lingkungan1) Mempelajari alur kerja, struktur organisasi dan job deskripsi staf pegawai di instansi tempat KKN profesi kesehatan.2) Mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja di instansi tempat KKN profesi kesehatan,3) Menganalisis efek dan faktor penyebab penyakit berbasis lingkungan di tempat KKN profesi kesehatan.4) Menyusun prioritas masalah kesehatan.5) Merumuskan dan rencana alternatif pemecahan masalah kesehatan lingkungan di instansi tempat KKN profesi kesehatan.6) Melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis dan administrasi di bidang kesehatan lingkungan di instansi tempat KKN profesi Kesehatan.7) Senantiasa menampilkan dan mendorong terciptanya suasana yang islami di instansi tempat KKN Profesi Kesehatan.8) Menyusun laporan sesuai dengan format yang ditentukan.D. Manfaat Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)Kegiatan KKN-PK yang dilaksanakan selama enam minggu di Puskesmas Malimongan Baru, memberikan manfaat besar dan pengalaman yang sangat berarti bagi peserta KKN-PK kelompok Puskesmas Malimongan Baru.Secara terperinci manfaat yang kami petik dari kegiatan KKN-PK ini sebagai berikut:1. Mempelajari cara bersosialisasi dengan masyarakat secara baik2. Mengenal berbagai faktor yang dapat mempengaruhi status kesehatan masyarakat3. Mengenal secara langsung pendidikan, lingkungan dan pekerjaan terhadap perilaku kesehatan masyarakat4. Mengenal budaya dan kondisi yang terdapat dalam masyarakat5. Mengenal cara memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

BAB IIGAMBARAN UMUM LOKASIA. Keadaan GeografisPuskesmas Mangasa Kota Makassar berdri seja tahun 1987 non perawatan yang berlokasi di jalan Monumen Emmy Saelan Komp BTN II Mangasa Kelurahan Gunung Sari. Wilayah keja Puskesmas Mangasa terdiri dari 3 (tiga) kelurahan, 24 ORW, 104 ORT dengan luas wilayah 430.62 Ha. Dengan batas wilayah sebagai berikut:1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Kasi Kassi2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Karunrung3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Pabaeng-baeng4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. GowaTabel 2.1Distribusi Kelurahan Berdasarkan Luas Wilayah, Jumalah ORW dan ORT Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

No.KelurahanLuas Wilayah (Ha)Jumlah ORWJumalah ORT

1.Gunung Sari65.40728

2.Mangasa206.981044

3.Mannuruki158.24732

Jumlah430.6224104

Sumber : Data SekunderB. Keadaan DemografisAdapun jumlah penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Mangasa pada tahun 2012 adalah 43.384 jiwa dengan distribusi penduduk berdasarkan jenis kelamin di tiap kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas Mangasa tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 2.2Distribusi Jenis Kelamin PendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

JenisKelaminKelurahanTotal

Gunung SariMangasaMannuruki

N%N%n%n%

LakiPerempuan2.1022.102505013.10914.56647535.8275.678514921.03822.3464852

Total4.20410027.67510011.50510043.384100

Sumber : Data SekunderPenduduk wilayah kerja Puskesmas Mangasa lebih banyak perempuan dengan persentase 52% dengan distribusi penduduk terbanyak di wilayah kelurahan Mangasa dengan persentase 53%.Jumlah kepala keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa sebanyak 14.827 KK. Penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa mempunyai variasi umur yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.3Distribusi Umur PendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Kelompok Umur (Tahun)KelurahanTotal

Gunung SariMangasaMannuruki

0-4 5-910-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455>3363473535076273632952942882631903412.5642.3072.2703.6345.7742.8032.0671.4931.4141.1167481.4858907497251.6202.6241.3799775904913753787076.4816.1816.1749.81914.0387.4465.6984.7324.4953.8542.8305.265

Total4.20427.67511.50543.384

Sumber : Data SekunderC. Sosial EkonomiKehidupan sosial ekonomi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Mangasa dapat dilihat dari segi:1. AgamaAgama yang dianut penduduk beraneka ragam sebagaimana yang tergambar pada tabel berikut:

Tabel 5.4Agama yang dianut pendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012 AgamaJumlah

Islam41.109

Kristen Protestan1.188

Kristen Katolik985

Hindu42

Budha60

Jumlah43.384

Sumber: Data Sekunder2. Sarana PeribadatanAgama yang dianut oleh penduduk ditunjang oleh sarana peribadatan yang tersebar di 3 kelurahan sebagaimana yang terlihat pada tabel berikut:Tabel 5.5Sarana PeribadatanDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Sarana PeribadatanKelurahanJumlah

Gunung SariMangasaMannuruki

MesjidGereja11-19110-401

Sumber: Data SekunderMesjid yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa sebanyak 40 buah dan 1 gereja.

3. Sarana PendidikanKemajuan yang dialami oleh penduduk tak lepas dari unsur pendidikan. Pendidikan formal yang berlangsung ditunjang oleh sarana pendidikan yang ada.Tabel 5.6Sarana PendidikanDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Sarana PendidikanKelurahanJumlah

MangasaMannurukiGunung Sari

TK4-37

SD / MI73212

SMP / MTs4217

SMU / Sederajat4228

Akademi-112

Sekolah Tinggi2125

Sumber: Data Sekunder4. Mata PencaharianMata pencarian pendudu tergambar pada tabel berikut:Tabel 5.7Mata Pencaharian PendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Mata PencaharianJumlah

PNS882

ABRI83

Pedagang284

Tukang Batu1118

Tukang kayu47

Tukang becak607

Pengusaha39

Pengrajin35

Buruh2056

Total5151

Sumber: Data Sekunder5. Sarana Penunjang PerekonomianSarana Penunjang Perekonomian yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa dapat dilihat pada tebel berikut:Tabel 5.8Sarana Penunjang PerekonomianDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Sarana PenunjangMangasaMannurukiGunung SariJumlah

Perkantoran negeri2417

Perkantoran swasta----

Rumah makan/Resto46414

Pasar1--1

Pusat perbelanjaan----

Gedung pertunjukan----

Salon 22812

Pusat kebugaran----

Hotel1113

Kolam renang----

Apotek 1146

BPS / DUT86519

Klinik / BP1--1

Panti asuhan1214

Term. Angk. Darat1--1

Swalayan--33

Jasa boga1-12

Asrama44210

Sumber: Data Sekunder6. Fasilitas Pelayanan KesehatanPelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa yaitu:

a. Asilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah:1) Puskesmas: 1 Buah2) Balai Pengobatan Paru: -b. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Swasta:1) Rumah Sakit: -2) Rumah Sakit Bersalin: -3) Rumah Spesialis Mata: -4) Dokter Praktek Swasta: 6 Buah5) Apotek: 6 Buah6) Bidan Praktek Swasta: 13 Buahc. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat:1) PosyanduPosyandu tersebar di 3 kelurahan dengan tingkatan sebagai berikut:Tabel 5.9Tingkatan PosyanduDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Tingkatan PosyanduKelurahan Jumlah

MangasaMannurukiGunung Sari

Pertama ----

Madya----

Purnama2215

Mandiri 104317

Jumlah126422

Sumber: Data Sekunder

7. Keadaan LingkunganKeadaan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Mangasa dapat dilihat dari kondisi:a. Jumlah rumah: 5785b. S P A L: 3720c. J A G A: 5660d. Sumur Gali: 1500e. PAM / RT: 5317f. TPS: 36828. Sumber Daya Puskesmasa. GedungGedung Puskesmas Mangasa merupakan bekas bangunan Puskesmas Pembantu dengan luas 4.500 m2 yang sudah direnovasi pada tahun 1987. Kamar/ruang yang ada adalah:1) Kamar : Kartu2) Polik : Gigi3) Kamar: Bp4) Kamar: Lab5) Kamar: UGD6) Kamar : Obat7) Kamar: Kepala PKM8) Kamar: KIA9) Kamar : KB10) Kamar : TU11) Kamar: Bendahara12) Kamar : Administrasi13) Ruang: Aulab. Barang MobilairBarang mobilair yang dimiliki Puskesmas Mangasa adalah:Tabel 5.10Barang Mobilair yang Dimiliki Puskesmas MangasaTahun 2012

Jenis BarangJumlah

Sofa 1 set

Meja Panjang1 buah

Meja Ukuran Sedang4 buah

Meja Tulis24 buah

Kursi kayu panjang6 buah

Kursi kayu biasa6 buah

Kursi / plastic51 buah

Lemari buku7 buah

Rak buku1 buah

Rak buku family folder2 buah

Rak berkas1 buah

Lemari obat2 buah

Tempat tidur1 buah

Kulkas / lemari es2 buah

c. TransportasiAlat transportasi yang dimiliki Puskesmas Mangasa adalah:1) Kendaraan roda empat/Ambulance: 1 Buah2) Kendaraan roda dua: 5 Buah

d. TenagaTenaga yang ada di Puskesmas Mangasa sebanyak 28 orang. Dengan perincian sebagai berikut:1) Dokter Umum: 2 Orang2) Dokter Gigi: 2 Orang3) Sarjana Kesehatan Masyarakat: 3 Orang4) Bidan : 4 Orang5) Perawat: 7 Orang6) Perawat Gigi : 1 Orang7) Pelaksana Sanitasi: 1 Orang8) Pelaksana Gizi: 2 Orang9) Laboran: 1 Orang10) Pelaksanan Farmasi: 2 Orang11) Pekarya Kesehatan: 3 Orange. Perlengkapan Medis1) Tensi Meter Air Raksa 2 buah2) Tensi Meter Biasa: -3) Termos Vaksin: 3 buah4) Panci Sterilisator: 2 buah5) Dental Unit: 1 unit6) Alat Diagnostik: 1 buah7) Alat Konservasi Gigi: 1 unit8) Alat Pencabutan Gigi: 1 unit9) Bidan Kit: 2 unit10) IUD Kit: 1 unit11) Termometer: 2 buah12) Stetoskop : 3 buah13) Bak Sterilisator: 3 buah14) Poliklinik Set: 1 unitf. Perlengkapan Lain1) Alat Komunikasi/telepon: 1 buah2) Penerangan Listrik: 1300 watt3) P A M: 1 buah4) Peralatan Rumah Tangga : 1 set

BAB IIIHASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil Kegiatan KKN-P1. Kegiatan Internal KKN Profesi Peminatan Kesehatan Lingkungan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) dilakukan dipuskesmas Mangasa pada tanggal 28 Januari - 7 Maret 2013. Kegiatan yang dilakukan selama Kuliah Kerja Nyata (KKN-PK) di Puskesmas Mangasa sebagai berikut:a. Posyandu

Kegiatan di bagian posyandu adalah:1) Melakukan penimbangan pada balita2) Mencatan nama balita, umur, TB, BB, dan identitas lainnya.3) Membantu menyediakan dan membagikan makanan tambahan (bubur kacang ijo) bagi balita.4) Melakukan penyuluhan.b. Puskesmas PembantuKegiatan yang dilakukan di Puskesmas Pembantu sebagai berikut:1) Membagikan obat2) Membungkus Obat Puyer3) Mencari kartu Pasien4) Mencata Nama, Umur dan No kartu2. Kegiatan Eksternal KKN-PKegiatan eksternal KKN Profesi kesehatan dilakukan diwilayah kerja puskesmas Mangasa yaitu dikelurahan Mangasa, RW 2, RT 7 dan RT 6 sebagai berikut:a. Intervensi FisikKegiatan yang dilakukan selama proses KKN Profesi Kesehatan berjalan adalah:1) Pengadaan tempat sampah.2) Pendataan Sanitasi perumahan dan survey jentik di Kelurahan Mangasa RW 2, RT 6 dan RT 7.3) Pemberiaan Bubuk Abatesasi dan Kaporisasi4) Pembuatan Contoh SPAL percontohan5) Penyuluhan Rumah Sehat6) Pembagian bubuk abatesasi pada Orang tua Murid TK7) Pemanfaatan lahan pekarangan warga Kelurahan Mangasa RW 2, RT 6 dan RT 7.8) Kerja bakti di di Kelurahan Mangasa RW 2, RT 6 dan RT 7.b. Intervensi Non fisikUntuk kegiatan Non fisik yang kami lakukan selama kegiatan KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan adalah sebagai berikut:1) Penyuluhan PHBS dan Pemanfaatan tempat sampah di SD Malengkeri 1 dan 2.2) Penyuluhan PHBS dan Pemanfaatan tempat sampah di SD Manuruki.3) Penyuluhan manfaat abatesasi dan kaporit di Posyandu Asoka 2 Kelurahan Mangasa.4) Penyuluhan Narkoba kepada ibu kader Posyandu di Puskesmas Mangasa.5) Penyuluhan Pencegahan Nyamuk Demam Berdarah Kepada orang tua murid TK. B. Pembahasan

1. Identifikasi MasalahIdentifikasi masalah yang dilakukan untuk penentuan program kerja adalah salah satu upaya penentuan program kerja yang benar-benar menjadi masalah yang dapat diprioritaskan, karena dengan upaya-upaya identifikasi yang dilakukan dengan melihat harapan dan kenyataan yang terjadi kemudian kita dapat menentukan program kerja untuk kedepannya. Wilayah kerja Mahasiswa KKN-P Mangasa, RT 6 dan RT 7 kedua RT tersebut menjadi RT binaan selama kami KKN di Puskesmas Mangasa adapun identifikasi yang dilakukan didasari oleh harapan dan kenyataan, dan harapan yang kami gunakan yaitu harapar Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan harapan dari Puskesmas. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan demam berdarah berdasarkan kasus yang ada di RT 7 Kelurahan Mangasa, permasalahan yang terindentifikasi antara lain Pemberian tempat sampah percontohan, Penyuluhan rumah sehat, Saluran pembuangan air limbah (SPAL), Pemberian Abatesasi dan kaporisasi dan survey jentik, jika melihat dari harapan dari Standar pelayanan minimal dan harapan puskesmas maka kejadian tersebut adalah sebuah kasus yang mesti ditangani dengan serius.2. Prioritas MasalahSetelah Melakukan kesamaan antara harapan dan kenyataan dan hal tersebut tidak sesuai maka hadirlah permasalahan-permasalahan sebagai berikut:a. Pengadaan tempat sampahHarapan standar pelayanan minimal untuk pengadaan tempat sampah yaitu 70% namun pencapaian target tersebut pada tahun 2012 hanya 20%, dan sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa di RT 6 dan RT 7 selaku RT binaan bahwa masyarakat sangat membutuhkan perhatian untuk pengadaan tempat sampah.b. Penyuluhan Rumah SehatRumah sehat menjadi prioritas masalah yang kami angkat karena fakta dilapangan rumah di RT 6 dan RT 7 selaku RT binaan belum memenuhi prasyarat rumah yang sehat, fakta tersebut kemudian didukung dengan harapan yang dibuat oleh puskesmas mangasa berdasarkan data sekunder yaiu 80% pencapaian, namun pencapaian tersebut belum sesuai dengan harapan sehingga kami mengangkat Rumah Sehat sebagai salah satu prioritas masalah kami untuk peminatan Kesehatan Lingkungan.c. Penyuluhan SPALSaluran pembuangan air limbah (SPAL) salah satu prioritas masalah berdasarkan hasil observasi dilapangan menunjukan bahwa rata-rata masyarakat RT 6 dan RT 7 membuang air limbahnya disamping rumah dan membiarkan air limbah tersebut merembes kemana-mana serta disukung juga dengan data sekunder dari puskesmas, tahun 2012 harapan standar pelayanan minimal 60% namun pencapaiannya tidak sesuai dengan harapan sehingga kami dari peminatan kesehatan lingkungan mengangkat masalah SPAL.d. Pemberian Abatesasi dan KaporisasiKejadian kasus demam berdarah dengue (DBD) di RT 7 yang terjadi pada saat mahasiswa melakukan KKN di wilayah kerja puskesmas mangasa membuat kami mencoba mengangkat permasalah yang terkait dengan demam berdarah, dikaitkan dengan data sekunder. Harapan PKM untuk pembagian Abatesasi 100% dan untuk pencapaiannya belum sesuai dengan harapan sehingga pembagian abatesasi dan kaporisasi menjadi salah satu prioritas masalah yang diangkat oleh kami.e. Survey jenikSurvey jentik yang menjadi salah satu program kerja peminatan kesehatan lingkungan adalah program yang berkaitan dengan pencegahan perkembang biakan nyamuk demam berdarah dengue (DBD) harapan dari PKM untuk program survey jentik yaitu 100% namun belum terlaksana sesuai target dari Puskesmas mangasa, sehingga kami memprioritaskan program tersebut untuk dilaksanakan dan sekalian bekerja sama dengan Puskesmas Mangasa melakukan survey jentik di setiap rumah di RT 6 dan RT 7.3. Pemecahan Masalaha. Fish Bone Permasalahan tempat sampah

MaterialPendidikan

Tdk tersedia Tempat sampah

Tempat Sampah

Tdk PeduliKebiasaan

Kurang MotivasiMalasSosial budaya

Berdasarkan pemecahan masalah yang dibuat dengan menggunakan metode fise bone maka dapat di susun alternatif pemecahan masalah sebgai berikut:1) Tidak tersedia kontainer sampah dari pemerintah kota makassar sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan.2) Tingkat kepedulian masyaraka kepada lingkungan mereka sangat minim sehingga mudah untuk membuang sampah sembarangan.3) Membuang sampah sembarang sudah menjadi hal biasa, sudah menjadi budaya di tengah masyarakat RT6 dan RT 7, serta kurangnya kepedulian sosial yang ada pada masyarakat RT 6 dan RT 7 membuat semakin banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan.b. Fise bone permasalahan Rumah Sehat

MaterialPendidikan

PahamanTdk tersedia bahan

Rumah Sehat

Tdk PeduliKebiasaan

Kurang MotivasiMalasSosial budaya

Berdasarkan pemecahan masalah yang dibuat dengan menggunakan metode fise bone maka dapat di susun alternatif pemecahan masalah sebgai berikut:1) Tidak tersedia bahan utuk membangun rumah sehat yang memiliki plafon dan ventilasi.2) Pemahaman masyarakat tentang rumah sehat yang minim sehingga mereka tidak melakukn upaya untuk membuat rumah sehat yang layak ditempati.3) Masyarakat tidak peduli dengan keadaan rumah mereka, sehingga rumah tempat mereka tinggal tidak bisa mereka buat sehingga menjadi rumah yang layak huni.4) Kebiasaan menjadi salah satu faktor pendukung rumah menjadi tida sehat, kebiasaan mereka tidak menggunakan sendal pada saat dipekarangan rumah lalu setelah itu masuk tanpa mencuci kaki kadalam rumah membuat rumah menjadi tidak sehat.

c. Fise bone permasalahan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)

MaterialPendidikan

PahamanTdk tersedia bahan

SPAL

Tdk peduli

Kurang MotivasiMalasSosial budaya

Berdasarkan pemecahan masalah yang dibuat dengan menggunakan metode fise bone maka dapat di susun alternatif pemecahan masalah sebgai berikut:1) Tidak adanya bahan utuk membuat saluran pembuangan air limbah sehingga masyarakat tidak membuat saluran pembuangan air limbah.2) Pemahaman masyarakat tentang pentingnya Saluran pembuangan air limbah masih mini.3) Masyarakat tidak peduli dengan kebersihan lingkungan yang penting mereka bisa tinggal di tempat tersebut.

d. Fise bone permasalahan Abatesasi dan Kaporisasi

MaterialPendidikan

PahamanTdk tersedia

Abateasi & Kaporisasi

Tdk peduli

Kurang MotivasiMalasSosial budaya

Berdasarkan pemecahan masalah yang dibuat dengan menggunakan metode fise bone maka dapat di susun alternatif pemecahan masalah sebgai berikut:1) Tidak tersedia kaporit dan abatesasi sehingga mereka tidak melakukan upaya pencegahan perkembang biakan nyamuk demam berdarah dengue dengan menaburkan bubuk abatesasi dan penjernihan air dengan menggunakan kaporisasi.2) Pahaman tentang cara penggunaan abatesasi dan kaporisasi menjadi hal penting karena terkadang bubuk tersebut tidak digunakan dikarenakan tidak mengerti cara penggunaannya.3) Masyarakat tidak peduli dengan bak-bak penampungan. Padahal mereka tidak sadar bahwa ketidak pedulian tersebut dapat membuat kesehatan mereka terancam.e. Fise bone Survey Jentik

MaterialPendidikan

Pahaman

Survey Jentik

Tdk peduli

Kurang MotivasiMalasSosial budaya

Berdasarkan pemecahan masalah yang dibuat dengan menggunakan metode fise bone maka dapat di susun alternatif pemecahan masalah sebgai berikut:1) Pemahaman masyarakat tentang bahaya jentik masih minim sehingga mereka tidak melakukan survey jentik secara rutin.2) Masyarakat tidak peduli dengan hal-hal yang mereka anggap sepeleh seperti melakukan survey jentik, sehingga jentik bisa berkembang biak di tempat penampungan rumah mereka.4. Faktor pendukung dan penghambata. Faktor pendukung1) Kepala puskesmas yang turut memberikan motivasi dan mendukung program kerja kami2) Pembimbing instansi yang selalu mengontrol kami dilapangan3) Ketua RW, RT yang memperbolehkan kami menjalankan program diwilayah mereka4) Masyarakat yang turut serta dan ambil bagian pada saat pelaksanaan program kerjab. Faktor Penghambat1) Jarak antara puskesmas dan lokasi yang relatif jauh2) Cuaca yang kurang mendukung pada saat pelaksanaan program kerja

BAB IVPELAKSANAAN KEGIATANA. Intervensi FisikKegiatan-kegiatan yang termasuk intervensi fisik, yaitu :1. Pemberian tempat sampah percontohanBentuk kegiatan: Pemberian tempat sampahTujuan:Memberikan contoh kepada masyarkat untuk kemudian diikutiSasaran:Masyarakat di Kelurahan mangasa RT 6 dan RT 7Waktu Pelaksanaan: Minggu Ke IIILokasi:Kelurahan MangasaSumber Dana: Mahasiswa KKNPP. Jawab: Hartaty PabyTarget:TerlaksanaHasil:100%.2. Abatesasi dan KaporisasiBentuk kegiatan : Pemberian Abatesasi dan KaporisasiTujuan:Mencegah perkembang biakan jentik dan penjernihan Air sumurSasaran:Masyarakat di Kelurahan mangasa RT 6 dan RT 7Waktu Pelaksanaan: Minggu Ke I, II, dan IIILokasi:Kelurahan MangasaSumber Dana: Mahasiswa dan PuskesmasP. Jawab: MutataharaTarget:Terlaksana Hasil:100%.B. Intervensi Non FisikKegiatan-kegiatan yang termasuk intervensi fisik, yaitu :1. Penyuluhan Rumah SehatBentuk kegiatan : Penyuluhan rumah sehatTujuan:Mengajak masyarakat menjadikan tempat tinggal mereka sehatSasaran:Masyarakat di Kelurahan mangasa RT 6 dan RT 7Waktu Pelaksanaan: Minggu Ke dan IIILokasi:Kelurahan MangasaSumber Dana: MahasiswaP. Jawab: Amaliah MawarniTarget:Terlaksana Hasil:100%.2. Penyuluhan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)Bentuk kegiatan : Penyuluhan cara pembuatan SPALTujuan:Mengajak masyarakat membuat SPAL yang memenuhi syaratSasaran:Masyarakat di Kelurahan mangasa RT 6 dan RT 7Waktu Pelaksanaan: Minggu Ke dan IIILokasi:Kelurahan MangasaSumber Dana: MahasiswaP. Jawab: Febriyan JanwarTarget:Terlaksana Hasil:100%.3. Survey JentikBentuk kegiatan : Survey keberadaan jentikTujuan:Mencegah perkembang biakan JentikSasaran:Masyarakat di Kelurahan mangasa RT 6 dan RT 7Waktu Pelaksanaan: Minggu Ke dan ILokasi:Kelurahan MangasaSumber Dana: MahasiswaP. Jawab: Irwan RahmanTarget:Terlaksana Hasil:100%.

BAB VPENUTUPA. Kesimpulan1. Telah membuat tempat sampah percontohan di RT 6 dan RT 7.2. Telah melaksanakan Pembagian abatesasi dan kaporisasi untuk pencegahan perkembang biakan jentik dan penjernihan air sumur.3. Telah melaksanakan program kerja penyuluhan pentingnya rumah sehat di RT 6 dan RT 7.4. Telah melakukan program kerja penyuluhan saluran pembuangan air limbah di RT 6 dan RT 7.5. Telah melakukan program kerja survey jentik di kelurahan Mangasa RT 6 dan RT 7.B. Saran1. Mengharapkan Masyarakat RT 6 dan RT 7 dapat melakukan hal-hal yang selama ini kami berikan sehingga program-program yang kami lakukan dapat bermanfaat bukan hanya untuk saat ini saja tapi untuk seterusnya2. Masyarakat RT 6 dan RT 7 diharapkan untuk terus meningkatkan derajat kesehatan dengan lingkungan yang bersih dan sehat.3. Membuat SPAL yang layak dan jangan lagi membuang sampah sembarangan.