KESLING KKN

download KESLING KKN

of 34

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    167
  • download

    2

Embed Size (px)

description

kesling

Transcript of KESLING KKN

33

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPenyusunan kebutuhan SDM kesehatan mutlak dalam konteks penyusunan pengembangan SDM, namun perlu memperhatikan kekuatan dan kelemahannya. Metode penyusunan rencana kebutuhan SDM kesehatan harus mempertimbangkan kebutuhan epidemiologi, permintaan (demand) akibat beban pelayanan kesehatan, sarana upaya pelayanan kesehatan yang ditetapkan, dan standar atau nilai tertentu.Tujuan pembangunan kesehatan dalam Millenium Devolepment Goals adalah ; 1) Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan, 2) Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua, 3) Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan, 4) Menurunkan Angka Kematian Anak, 5) Meningkatkan Kesehatan Ibu, 6) Memerangi HIV/AIDS, Malaria, & Penyakit Menular Lainnya, 7) Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup, 8) Mengembangkan Kemitraan Global untuk Pembangunan. Untuk dapat mewujudkan visi tersebut, ditetapkan empat misi pembangunan kesehatan yaitu: 1) menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan, 2) mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, 3) memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau, 4) memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya. Hal tersebut sesuai dengan Keadaan masyarakat di masa depan atau visi pembangunan kesehatan Indonesia yang dirumuskan sebagai Visi pembangunan millenium Indonesia 2015. Sampai saat ini, bangsa Indonesia masih tetap berjuang memerangi berbagai macam penyakit infeksi dan kurang gizi yang saling berinteraksi sama lain, yang menjadikan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia tidak kunjung meningkat secara signifikan. Oleh karena itu semua pihak, baik pemerintah, swasta, lembaga pendidikan maupun masyarakat harus bekerja cerdik dan memperkuat networking untuk menuntaskan masalah kesehatan diatas, agar supaya Visi MDGs 2015 dapat terwujud.Problem-problem kesehatan dalam dasawarsa ini kian kompleks itu, dapat dilihat dalam presfektif sistematiknya. Sebab perlu disadari, bahwa sistem merupakan pijakan awal dalam membangun sebuah grand desain termasuk tentang kesehatan. Hal ini kemudian menjadi salah satu indikator dalam mencapaian taraf hidup sehat, yang selama ini menjadi keinginan setiap manusia. Sistem kesehatan sendiri merupakan metode, atau cara untuk melakukan perencanaan pada wilayah atau bidang kesehatan secara teratur. Berbagai persoalan kesehatan yang juga menghampiri bumi pertiwi ini, ternyata berujung pada satu titik yakni sistemnya, hal tersebut dapat di lihat dari aspek belum adanya pemimpin secara nasional, sehingga sistem kesehatan di Indonesia berjalan sendiri-sendiri.Hal ini membuat masyarakat jadi korban, mulai dari pelayanan, keberadaan tenaga kesehatan hingga masalah biaya pengobatan. Pemimpin tersebut harus bisa menggerakkan sistem dan instansi untuk melayani kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok daerah, parlemen juga harus ikut mendukung, sebab mustahil jika hanya dilakukan sendirian. Parlemen dan Pemerintah harus membuat kebijakan bersama dan ikut turun ke masyarakat untuk menjalankan kebijakan yang sudah dibuat. Selain itu, masyarakat sebagai lapisan terakhir harus disadarkan mengenai pentingnya kesehatan.Upaya kesehatan wajib kesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi, untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini, harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas yang ada diwilayah Indonesia. Upaya kesehatan wajib meliputi : Upaya Promosi kesehatan, Upaya Kesehatan Lingkungan, Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana, Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat, Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, serta Upaya Pengobatan Dasar.Kurikulum Program KKN Profesi Kesehatan bagi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), merupakan wadah untuk memeberi bekal pengalaman dan keterampilan kerja praktis, penyesuaian sikap dunia kerja, sebelum mahasiswa bekerja secara mandiri. B. Pengertian Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)KKN profesi kesehatan adalah merupakan kegiatan mandiri mahasiswa di luar lingkungan kampus untuk mendapatkan pengalaman kerja praktis dibidang peminatannya melalui metode observasi dan partisipasi. Kegiatan KKN Profesi Kesehatan dilaksanakan sesuai dengan formasi struktural dan fungsional pada instansi KKN Profesi Kesehatan baik pada Lembaga Pemerintahan, LSM, maupun perusahaan swasta atau lembaga lain yang relevan.C. Tujuan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)1. Tujuan UmumTujuan Program KKN Profesi Kesehatan adalah sikap dan penghayatan pengetahuan didunia kerja dalam rangka memperkaya pengetahuan dan keterampilan bidang ilmu kesehatan masyarakat, serta melatih kemampuan bekerja sama dengan orang lain dalam satu tim, sehinggga diperoleh manfaat bersama, baik bagi peserta KKN Profesi Kesehatan maupun instansi tempat KKN Profesi Kesehatan.

2. Tujuan Khususa. Peminatan Kesehatan Lingkungan1) Mempelajari alur kerja, struktur organisasi dan job deskripsi staf pegawai di instansi tempat KKN profesi kesehatan.2) Mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja di instansi tempat KKN profesi kesehatan,3) Menganalisis efek dan faktor penyebab penyakit berbasis lingkungan di tempat KKN profesi kesehatan.4) Menyusun prioritas masalah kesehatan.5) Merumuskan dan rencana alternatif pemecahan masalah kesehatan lingkungan di instansi tempat KKN profesi kesehatan.6) Melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis dan administrasi di bidang kesehatan lingkungan di instansi tempat KKN profesi Kesehatan.7) Senantiasa menampilkan dan mendorong terciptanya suasana yang islami di instansi tempat KKN Profesi Kesehatan.8) Menyusun laporan sesuai dengan format yang ditentukan.D. Manfaat Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK)Kegiatan KKN-PK yang dilaksanakan selama enam minggu di Puskesmas Malimongan Baru, memberikan manfaat besar dan pengalaman yang sangat berarti bagi peserta KKN-PK kelompok Puskesmas Malimongan Baru.Secara terperinci manfaat yang kami petik dari kegiatan KKN-PK ini sebagai berikut:1. Mempelajari cara bersosialisasi dengan masyarakat secara baik2. Mengenal berbagai faktor yang dapat mempengaruhi status kesehatan masyarakat3. Mengenal secara langsung pendidikan, lingkungan dan pekerjaan terhadap perilaku kesehatan masyarakat4. Mengenal budaya dan kondisi yang terdapat dalam masyarakat5. Mengenal cara memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

BAB IIGAMBARAN UMUM LOKASIA. Keadaan GeografisPuskesmas Mangasa Kota Makassar berdri seja tahun 1987 non perawatan yang berlokasi di jalan Monumen Emmy Saelan Komp BTN II Mangasa Kelurahan Gunung Sari. Wilayah keja Puskesmas Mangasa terdiri dari 3 (tiga) kelurahan, 24 ORW, 104 ORT dengan luas wilayah 430.62 Ha. Dengan batas wilayah sebagai berikut:1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Kasi Kassi2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Karunrung3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Pabaeng-baeng4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. GowaTabel 2.1Distribusi Kelurahan Berdasarkan Luas Wilayah, Jumalah ORW dan ORT Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

No.KelurahanLuas Wilayah (Ha)Jumlah ORWJumalah ORT

1.Gunung Sari65.40728

2.Mangasa206.981044

3.Mannuruki158.24732

Jumlah430.6224104

Sumber : Data SekunderB. Keadaan DemografisAdapun jumlah penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Mangasa pada tahun 2012 adalah 43.384 jiwa dengan distribusi penduduk berdasarkan jenis kelamin di tiap kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas Mangasa tahun 2012 dapat dilihat pada tabel berikut:Tabel 2.2Distribusi Jenis Kelamin PendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

JenisKelaminKelurahanTotal

Gunung SariMangasaMannuruki

N%N%n%n%

LakiPerempuan2.1022.102505013.10914.56647535.8275.678514921.03822.3464852

Total4.20410027.67510011.50510043.384100

Sumber : Data SekunderPenduduk wilayah kerja Puskesmas Mangasa lebih banyak perempuan dengan persentase 52% dengan distribusi penduduk terbanyak di wilayah kelurahan Mangasa dengan persentase 53%.Jumlah kepala keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa sebanyak 14.827 KK. Penduduk yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa mempunyai variasi umur yang dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.3Distribusi Umur PendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Kelompok Umur (Tahun)KelurahanTotal

Gunung SariMangasaMannuruki

0-4 5-910-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455>3363473535076273632952942882631903412.5642.3072.2703.6345.7742.8032.0671.4931.4141.1167481.4858907497251.6202.6241.3799775904913753787076.4816.1816.1749.81914.0387.4465.6984.7324.4953.8542.8305.265

Total4.20427.67511.50543.384

Sumber : Data SekunderC. Sosial EkonomiKehidupan sosial ekonomi penduduk di wilayah kerja Puskesmas Mangasa dapat dilihat dari segi:1. AgamaAgama yang dianut penduduk beraneka ragam sebagaimana yang tergambar pada tabel berikut:

Tabel 5.4Agama yang dianut pendudukDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012 AgamaJumlah

Islam41.109

Kristen Protestan1.188

Kristen Katolik985

Hindu42

Budha60

Jumlah43.384

Sumber: Data Sekunder2. Sarana PeribadatanAgama yang dianut oleh penduduk ditunjang oleh sarana peribadatan yang tersebar di 3 kelurahan sebagaimana yang terlihat pada tabel berikut:Tabel 5.5Sarana PeribadatanDi Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Tahun 2012

Sarana PeribadatanKelurahanJumlah

Gunung SariMangasaMannuruki

MesjidGereja11-19110-401

Sumber: Data SekunderMesjid yang ada di wilayah kerja Puskesmas Mangasa sebanyak 40 buah dan 1 gereja.

3. Sarana PendidikanKemajuan yang dialami oleh penduduk tak lepas dari unsur pendidikan. Pendidikan formal yang berlangsung ditunjang oleh sarana pendidikan yang ada.Tabel 5